Wisata Hutan Lindung Bukit Kucing, Ada Pemakaman Kuno hingga Batu Menangis

0
2520
foto/ist

RASIO.CO, Tanjungpinang – Kota Tanjungpinang memiliki kawasan hutan lindung yang dikenal dengan Hutan Lindung Bukit Kucing.

Sejumlah masyarakat juga ada yang menyebutnya hutan cinta, karena bentuknya seperti gambar hati jika dilihat melalui google map. Hutan Lindung Bukit Kucing dengan luas lahan 54,4 hektare ini berada di tengah dan bagian tertinggi Kota Tanjungpinang.Keberadaannya sudah dikenal masyarakat sejak Kerajaan Lingga – Johor Riau hingga saat ini.

Hutan lindung ini kini sudah menjadi ekowisata yang bisa dikunjungi masyarakat kapan pun. Sebagai ruang terbuka hijau utama, Hutan Lindung Bukit Kucing mempunyai serapan air, konservasi satwa dan rekreasi.

Kawasan ekowisata ini mulai dibuka untuk umum pada tahun 2018. Ada beberapa infrastruktur yang sudah ada dan bisa dinikmati saat kita berkunjung ke tempat ini, seperti jogging track, gazebo, hingga tempat duduk kayu. Hingga kini pemerintah terus melakukan pembenahan terhadap sarana dan prasarana penunjang lainnya berupa toilet, campinh ground, outbond dan lainnya.

Kawasan wisata ini juga terdapat pemakaman kuno Tionghoa, dan Batu Menangis. Kemudian ada bekas peninggalan Jepang berupa bendungan air yang kini dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber air bersih.

Tidak hanya menjadi kawasan ekowisata saja, namun agar tetap terjaga kelestarian lingkungannya, pemerintah juga sering menjadikan kawasan Hutan Lindung Bukit Kucing sebagai lokasi penanaman bibit pohon yang tujuannya untuk merehabilitasi hutan lindung yang kerap kali terbakar.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kepri , Luki Zaiman Prawira menyebutkan, ekowisata juga banyak diminati wisatawan. Apalagi wisatawan luar negeri.

“Tentu kita semua termasuk warga sekitar harus menjaga ke asriannya,” ungkap Luki Zaiman Prawira seperti tang dikutip Tribunjogja.com dari laman TribunBatam.id.

Ia menambahkan jika suasana yang teduh dengan hembusan angin yang sepoi-sepoi membuat rasa nyaman menjadi daya tarik wisatawan berkunjung.

“Apalagi ada outbound, ada aktivitas yang membuat pengunjung menjadi tambah betah,” tambahnya.

***







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini