
RASIO.CO, Karimun – Banjir rob di Karimun menghambat aktivitas warga, khususnya di sekitar Pelabuhan Tanjung Berlian, Kecamatan Kundur Utara. Banjir akibat air laut pasang di Karimun ini bahkan mendekati arah Mapolsek Kundur Barat.
Seorang warga Tanjung Berlian, Ricky mengungkap, banjir rob di Karimun ini sudah terjadi sejak pagi.
“Kalau dari pelabuhan ke Polsek jaraknya ada ratusan meter,” ujarnya dikutip tribunbatam, Kamis (23/2).
Menurutnya, sejak awal tahun 2023, kawasan pesisir Kelurahan Tanjung Berlian Kota, Kabupaten Karimun sudah beberapa kali terdampak banjir rob. Bahkan, beberapa waktu lalu air laut naik cukup tinggi hingga merendam sejumlah toko di kawasan pelabuhan.
“Memang setiap tahunnya terjadi banjir rob, tahun ini sudah dua kali kejadian, sebelumnya pada awal tahun kemarin,” ujarnya.
Sementara Stasiun Meteorologi Raja Haji Abdullah Fenomena Banjir Rob itu akan berlangsung hingga sepekan mendatang.
Adapun penyebab pasang rob tersebut dikarenakan bulan sedang berada pada titik terdekat dengan bumi atau juga disebut titik perige. Puncak pasang maksimum potensi banjir rob di Karimun diprediksi akan terjadi pada dini hingga siang hari. Untuk itu, masyarakat diharapkan untuk dapat waspada.
“Penyebabnya bulan berada dititik terdekat. Untuk waktunya antara pukul 10.00 sampai 12.00 WIB,” ujarnya.
Selain itu, banjir Rob juga terjadi hampir merata di beberapa titik kawasan pesisir wilayah Kabupaten Karimun. Adapun lokasi-lokasi terpantau terendam air laut, seperti di kawasan Pamak Laut, Kelurahan Pamak, Pantai Pongkar, Desa Pongkar. Pesisir Kecamatan Durai, Urung, Kelurahan Tanjung Berlian, Pelabuhan Tanjungbatu, Kecamatan Kundur dan daerah- daerah lainnya.
Terhadap fenomena itu, masyarakat pesisir wilayah Kabupaten Karimun diminta untuk waspada ketika pasang air laut tinggi.
“Kami imbau masyarakat di kawasan pesisir untuk waspada,” ujar Forecaster BMKG Karimun Younggy Hutabarat.
***

