Sabtu, Mei 23, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 1017

Perbedaan Vaksin AstraZeneca dan Sinovac

0

RASIO.CO , Jakarta – Program vaksinasi COVID-19 semakin gencar dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penularan virus Corona. Sejauh ini sudah ada dua jenis vaksin yang digunakan di Indonesia, yaitu vaksin Sinovac dan AstraZeneca. Ketahui apa perbedaan vaksin AstraZeneca dan Sinovac.

Jutaan dosis vaksin COVID-19 telah didistribusikan ke masyarakat secara bertahap. Vaksin Sinovac dan AstraZeneca merupakan dua vaksin yang telah diberikan ke kelompok prioritas, mulai dari lansia hingga tenaga kesehatan.

Meski memiliki tujuan yang sama, yaitu melindungi tubuh dari paparan virus Corona, ada beberapa perbedaan vaksin AstraZeneca dengan Sinovac. Perbedaan paling mendasar dari vaksin AstraZeneca dan Sinovac adalah kandungannya. Vaksin Sinovac menggunakan virus tidak aktif (inactivated virus), sedangkan vaksin AstraZeneca menggunakan vektor adenovirus simpanse.

Di samping kandungannya, perbedaan vaksin AstraZeneca dan Sinovac juga ada pada beberapa hal lainnya, yaitu:

1. Jadwal pemberian vaksin

Perbedaan vaksin AstraZeneca dan Sinovac adalah pada jadwal pemberian vaksin dosis pertama dan kedua. Untuk AstraZeneca, jaraknya adalah 8–12 minggu, sedangkan Sinovac jaraknya 2–4 minggu. Meski demikian, dosis yang direkomendasikan oleh WHO untuk kedua vaksin ini adalah sama, yaitu 0,5 ml untuk setiap kali suntik dan diberikan sebanyak 2 kali untuk setiap orang.

2. Penyimpanan dan distribusi vaksin

Untuk vaksin AstraZeneca, maksimal lamanya penyimpanan adalah 6 bulan di dalam lemari pendingin dengan suhu 2–8 derajat Celsius. Jika dikeluarkan dari lemari pendingin, vaksin ini dapat bertahan pada suhu 2–25 derajat Celsius selama maksimal 6 jam. Vaksin ini tidak boleh dibekukan dan harus digunakan dalam waktu 6 jam setelah dibuka.

Sementara itu, vaksin Sinovac bisa disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu 2–8 derajat Celsius dan dapat bertahan hingga 3 tahun. Vaksin ini juga harus terhindar dari paparan sinar matahari langsung.

3. Efektivitas vaksin

Perbedaan vaksin AstraZeneca dan vaksin Sinovac selanjutnya terletak pada nilai efikasi atau efektivitasnya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa efektivitas vaksin AstraZeneca dalam mencegah COVID-19 adalah 76%, sedangkan vaksin Sinovac sebesar 56–65%.

Meskipun ada perbedaan dari segi efektivitasnya, baik vaksin AstraZeneca maupun Sinovac terbukti dapat menurunkan risiko munculnya gejala berat COVID-19, mencegah perburukan kondisi, dan mempersingkat durasi rawat inap apabila terinfeksi virus Corona.

4. Efek samping vaksin

Efek samping vaksin AstraZeneca dan Sinovac secara umum sama, yaitu nyeri di lokasi suntikan. Selain itu, ada beberapa efek samping yang juga dapat muncul, yaitu:

  • Rasa lelah
  • Diare
  • Nyeri otot
  • Demam
  • Sakit kepala

Efek samping ini bersifat ringan dan dapat hilang dalam 1–2 hari. Untuk mengatasinya, Anda dapat mengonsumsi paracetamol, ibuprofen, aspirin, atau antihistamin, sesuai efek samping yang dirasakan.

Namun, jangan mengonsumsi obat-obatan tersebut sebelum vaksinasi dengan tujuan untuk mencegah efek samping. Meskipun jarang, bisa juga muncul beberapa efek samping vaksin yang tergolong berat, di antaranya:

  • Peradangan di sekitar sumsum tulang belakang
  • Anemia hemolitik
  • Demam tinggi

Jika Anda mengalami efek samping berat setelah menerima vaksin COVID-19, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

Terlepas dari risiko terjadinya efek samping tersebut, vaksin AstraZeneca dan Sinovac telah dinyatakan memenuhi standar internasional oleh WHO, baik dalam proses pembuatan, keamanan, maupun efikasinya.

Oleh karena itu, jika Anda telah mendapatkan giliran untuk mendapat vaksin COVID-19, apa pun jenis vaksinnya, segeralah lakukan vaksinasi. Semakin cepat semua orang mendapatkan vaksin, semakin cepat pula pandemi ini usai.

Sambil menunggu jadwal vaksinasi maupun setelah vaksinasi, tetap terapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus Corona. Selalu kenakan masker saat di luar rumah, jaga jarak dengan orang lain, hindari kerumunan, rajin cuci tangan, serta jaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan beristirahat yang cukup.

Sebelum vaksinasi COVID-19, pastikan Anda memenuhi kriteria sebagai penerima vaksin. Untuk ibu hamil dan ibu menyusui, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan apakah Anda bisa menerima vaksin COVID-19 atau tidak, sesuai kondisi kesehatan Anda.

Sumber : alodokter.com

Irjen Agung : Posko PPKM Wujud Negara Hadir di Masyarakat, Ujung Tombak Penanganan Covid-19.

0

RASIO.CO , Dumai – Kapolda Riau bersama Gubernur Syamsuar, Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, Kepala BNN Provinsi dan Wakapolda Riau melakukan peninjauan ke Posko PPKM Mekar Sari Dumai Selatan pada Senin (14/6).

Rombongan yang datang berkonvoi menggunakan kendaraan sepeda motor dinas Ditlantas Polda, disambut Forkopimda Kota Dumai di kantor Putri Tujuh Golf Club kota Dumai.

Pada ksempatan tersebut, Kapolres Dumai AKBP Ananta SIK memaparkan situasi covid-19 terkini di wilayah kota Dumai yang menurutnya terjadi penurunan secara signifikan masyarakat yang terkonfirmasi covid-19, sebagai dampak dari meningkatnya kesadaran masyarakat melaksanakan vaksin dalam dua minggu terakhir.

Setelah menerima penjelasan, Kapolda bersama rombongan melanjutkan kegiatan dengan melakukan peninjauan rumah sakit ICU yang baru saja diresmikan oleh Gubernur Riau H Syamsuar.

Diketahui, Rumah Sakit Pertamina kota Dumai memiliki 4 Ruangan isolasi, diantaranya 2 ruangan ICU terdiri dari 5 bed pria dan 5 bed wanita dan 2 ruangan biasa terdiri dari 10 bed pria dan 8 bed wanita, yang dengan kondisi tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.

Kapolda bersama rombongan melanjutkan peninjauan ke Posko PPKM di RT 02 dijalan Bangun Jinawi Kelurahan Mekar Sari Kecamatan Dumai Selatan kota Dumai,  yang memiliki 12 orang relawan covid-19 dan aktif menjalankan aktifitas.

Kapolda Riau mengatakan Posko PPKM menjadi ujung tombak dalam penanganan covid-19 diwilayah Riau.

“Posko PPKM ini menjadi andalan kita, sebagai ujung tombak dalam penanganan covid-19 disemua wilayah. Posko PPKM adalah bukti kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat,” ujar Irjen Agung disela sela kunjungannya.

Sementara itu Gubernur Syamsuar mengatakan, bahwa posko PPKM berskala Mikro berperan untuk pencegahan, penanganan, pembinaan dan pendukung pelaksanaan penanganan COVID-19 di tingkat Desa atau Kelurahan.

“Posko PPKM mengedepankan penerapan 3T Dan 5M untuk meminimalisir penularan covid-19,”terangnya.

Pada kesempatan peninjauan, Gubernur dan Kapolda memberikan tali asih bagi masyarakat kurang mampu serta bantuan untuk pembangunan/perbaikan Pos Kamling Kelurahan Mekar Sari. (rda)

Dua Oknum Dewan di Periksa Jaksa Terkait APBD 2017

0

RASIO.CO , Teluk Kuantan –  Pihak Kejaksaan Negeri Kuansing memeriksa tiga anggota DPRD untuk mendalami dugaan kasus APBD Kuansing 2017, yang merupakan pengembangan kasus 6 Kegiatan Setda Kuansing 2017, Senin (14/06).

Pihak Kejaksaan Negeri Kuansing memeriksa tiga anggota DPRD periode 2014-2019. Ketiganya langsung diperiksa jaksa penyidik untuk menambah pembuktian adanya dugaan kasus yang sangat merugikan negara itu.

Kepala Kejaksaan Negeri Kuansing, Hadiman, SH., MH kepada awak media merilis jika pihaknya sudah melakukan pemeriksaan 3 dari 6 anggota DPRD Kuansing periode 2014-2019.

Ketiganya antara lain Andi Cahyadi, Jefri Antoni dan Werinaldi. Sementara tiga lainnya yakni Rustam Efendi, Maspar, dan Sastra Febriawan akan diperiksa Selasa (15/06/2021) besok sekitar pukul 10.00 WIB.

”Tiga dari enam mantan dewan yang kita jadwalkan pemeriksaannya sudah menjalani pemeriksaan. Jadi tinggal tiga lagi, langsung kita jadwalkan pada pukul 10 pagi besok,”ujar Hadiman yang merupakan Kajari terbaik ke-3 se Indonesia dan terbaik satu se Riau ini.

Menurut Hadiman, dirinya selaku Kajari ikut turut turun tangan langsung memeriksa mantan dewan yang bernama Andi Cahyadi dari Partai Golkar, Sedangkan Jefri Antoni diperiksa oleh Jaksa Abrinaldi Anwar dan Werinaldi diperiksa oleh Jaksa Danang.

Hadiman mengatakan, Ketiga mantan dewan datang memenuhi panggilan Jaksa Penyidik  pada Jam 10.00 WIB dan langsung masuk ke ruang pemeriksaan untuk menjawab 20 pertanyaan yang diberikan oleh penyidik.

Sedangkan pemeriksaannya berakhir pukul 14.00 WIB dengan pertanyaan seputar dugaan adanya uang ketok Palu dari dana rutin setdakab tahun anggaran 2017.

Hadiman juga menegaskan bahwa pihaknya tidak main-main dalam melakukan pengembangan kasus ini. Sebab dalam hasil fakta persidangan kasus 6 kegiatan Setda 2017 di PN Pekanbaru beberapa waktu lalu, bahwadiduga dua mantan Dewan bernama Musliadi dan Rosi Atali juga turut menerima uang masing-masing sebesar Rp 500 juta dan Rp 150 Juta. Bahkan didalam data dokumen Surat Tanda Setoran (STS) pengembalian kerugian negara untuk kasus, ada nama keduanya.

”Ada dua nama Musliadi dalam STS tersebut. Pertama, STS sebesar Rp 300 juta, kedua sebesar Rp.200.000.000., dengan uraian pengembalian pengesahan APBD murni 2017. Ketiga, STS sebesar Rp 2,5 juta dengan uraian setoran pengembalian rutin sekretariat daerah tahun 2017.”

Sedangkan nama Rosi Atali hanya disebutkan dua kali dalam STS tersebut. Yakni STS sebesar Rp 130 juta dan STS sebesar Rp.20 juta, dengan uraian Pengembalian pengesahan APBD perubahan 2017. Kok kenapa bisa beda judul pengembaliannya, itu juga yang menjadi salah satu kejanggalannya,” jelas Hadiman lagi.

Selain itu dalam fakta persidangan ada lagi aliran dana yang diiberikan Verdy Ananta melalui Sdr. Rino untuk Ketua DPRD tahun 2017 sebesar Rp.90 juta.

Untuk itu masih menurut Hadiman, pihaknya mengatensikan pengusutan pengembangan kasus ini secara seksama. Dan jika ada yang terbukti menerima aliran dana tersebut, pihaknya langsung menetapkan tersangka terhadap mantan dewan yang menerima.

”Langsung kita tetapkan tersangka jika terbukti menerima. Kita usut terus kasus ini, Semuanya kita periksa. Percuma juga kalau dewan yang kita panggil ini berusaha berkilah. Nanti pasti juga akan ketemu dan siap-siaplah jadi tersangka,”tegas Hadiman serius.

Untuk diketahui, Pengesahan APBD 2017 Pemkab Kuansing saat itu tidak berjalan mulus. Bahkan bisa disebut sangat terlambat karena baru disahkan pada 5 Mei 2017.

Sampai mendapat sorotan dari seluruh elemen masyarakat, Pemprov Riau sampai mengirimkan empat surat teguran ke Bupati Kuansing. Tidak hanya itu, Pemerintah Pusat juga sampai memberi deadline hingga pertengahan Mei 2017 dengan ancaman tidak mengirimkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU).

Sedangkan pengesahan APBD Perubahan 2017, digelar pada 8 November. Kala itu, masalah honorer juga hangat dibahas bersamaan APBD P 2017. (rda)

Kapolda Kepri Tinjau Program NASI KAPAU di Lingga

0

RASIO.CO, Lingga – Dalam rangka Vaksinasi Jangkau Pulau (NASI KAPAU), Kapolda Kepri IRJEN.POL. DR. Aris Budiman, M.Si bersama NY. Sinche Aris Budiman beserta Staff dan Bhayangkari Polda Kepri Kunjungi Kabupaten Lingga.

Kegiatan Kunjungan Kapolda Kepri tersebut, langsung disambut Kapolres Lingga AKBP Arief Robby Rachman S.H, S.I.K, M.Si bersama NY. Tricia Arief Robby Rachman, Forkopimda, Tomas, PJU Polres Lingga dan Bhayangkari Polres Lingga, di Pelabuhan Jagoh Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Minggu (13/6/2021) sore.

Kapolres Lingga AKBP Arief Robby Rachman mengatakan, Kunjungan Kapolda Kepri di Kabupaten Lingga, meninjau lansung Vaksinasi massal di Gedung Endra dharmalaksana Polres Lingga, dalam rangka Hari Bhayangkara ke 75 tahun 2021.

“Setelah melakukan Peninjauan Vaksinasi massal di Mapolres Lingga, dilanjutkan peninjauan Pos PPKM dan Lokasi Karantina terpadu di Implasmen Dabo Singkep, serta peninjauan NASI KAPAU di Desa Penuba, Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga,” kata Kapolres Lingga.

Kapolres Lingga menjelaskan, Kapolda Kepri melakukan peninjauan kegiatan NASI KAPAU untuk memastikan, Vaksinasi massal yang dilaksanakan terhadap Masyarakat yang ada Pulau-Pulau khususnya di Desa Penuba.

“Selain melakukan peninjauan NASI KAPAU, juga menghadiri kegiatan Pembukaan TMMD ke 111 tahun 2021 di Gedung Nasional Dabo Singkep, dilanjutkan Peninjauan Vaksinasi massal di Gedung Nasional Dabo Singkep, serta peninjauan lokasi TMMD ke 111 tahun 2021, di Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga,” tutupnya.

Menteri Airlangga Serahkan PP KEK BAT dan Nongsa

0

RASIO.CO , Batam – Menteri Airlangga serahkan dua Peraturan Pemerintah tentang Kawasan Ekonomi Khusus yang berlokasi di Batam yang telah ditandatangani oleh Presiden RI Joko Widodo pada 8 Juni 2021 lalu.

Dua PP yang ditandatangani Presiden tersebut, yaitu PP Nomor 67 Tahun 2021 tentang KEK Batam Aero Technic (BAT) dan PP Nomor 68 Tahun 2021 tentang KEK Nongsa. Penyerahan dua PP tersebut masing-masing dilakukan di lokasi KEK Batam Aero Technic kawasan Bandara Hang Nadim Batam dan di KEK Nongsa Digital Park, Nongsa, Batam, Sabtu (12/6/2021).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI sekaligus Ketua Dewan Kawasan Batam, Airlangga Hartarto, dalam sambutannya dalam penyerahan Peraturan Pemerintah No. 67 dan 68 Tahun 2021, mengatakan penetapan kedua KEK tersebut sangat strategis dalam mendukung pengembangan Kawasan Batam, Bintan dan Karimun yang saat ini telah dikembangkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas atau Free Trade Zone yang telah mampu menarik investasi, baik asing maupun dalam negeri.

Dikatakan Menko Perekonomian, KEK Batam Aero Technic seluas 30 ha, memiliki target investasi sebesar Rp7,2 triliun dan penciptaan lapangan pekerjaan 9.976 tenaga kerja. Sesuai PP Penetapannya, KEK ini akan dikembangkan untuk kegiatan industri berbasis MRO (Maintenance, Repair, Overhaul) pesawat.

Pengembangan KEK Batam Aero Technic bersifat Brown Field Project, berbeda dengan KEK lainnya yang berlokasi di luar KPBPB Batam yang sifatnya Green Field Project. Disebut Brown Field Project karena sebelum ditetapkan menjadi KEK, kawasan tersebut telah dibangun berbagai fasilitas, di antaranya untuk area hanggar maintenance, hanggar painting, hanggar cleaning, apron, taxiway, dsb untuk tahap 1 dan 2 seluas 6 Ha. Kedepan, setelah menjadi KEK akan dikembangkan beberapa hanggar maintenance baru, component shop, serta workshop untuk tools & equipment.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI sekaligus Ketua Dewan Kawasan Batam, Airlangga Hartarto berharap KEK Batam Aero Technic dapat menjadi showcase utama perekonomian Indonesia dan membuat Indonesia setara dengan negara maju modern dan sejahtera, dan dapat segera merealisasikan komitmen pembangunan kawasan dan menghadirkan investasi pelaku usaha sesuai dengan target yang telah ditetapkan bahkan bisa lebih cepat.

Diharapkan investasi yang dihadirkan adalah investasi yang dapat berkontribusi optimal dalam pengembangan industri dirgantara nasional, serta untuk peningkatan perekonomian wilayah dan nasional.

“KEK BAT perlu segera memperluas pasar, tidak hanya untuk pasar maskapai Lion Group, tapi untuk menarik pasar maskapai nasional dan international lainnya dan dapat sukses dan berhasil serta menjadi success story untuk pengembangan KEK berbasis MRO di Indonesia,” kata Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Sedangkan KEK Nongsa seluas 166.45 ha, memiliki target investasi sebesar Rp16 triliun dan penciptaan lapangan pekerjaan 16.500 tenaga kerja. KEK ini akan dikembangkan untuk kegiatan berbasis IT- digital dan pariwisata.

Seperti KEK BAT, pengembangan KEK Nongsa atau Nongsa Digital Park (NDP) juga bersifat Brown Field Project, berbeda dengan KEK lainnya yang berlokasi di luar KPBPB Batam yang sifatnya Green Field Project. Disebut Brown Field Project karena sebelum ditetapkan menjadi KEK telah dibangun berbagai akomodasi dan atraksi pariwisata bertaraf internasional, serta sudah terbangun infrastruktur pendukungnya, seperti Turi Beach Resort, Nongsa Point Marina, Nongsa Terminal Bahari, Nongsa Village, dan Infinite Framerwork Studio.

“Fasilitas Investasi KEK eks KPBPB, seperti KEK Nongsa ini, berbeda dengan fasilitas investasi di KEK lain di luar KPBPB Batam ini. Fasilitas KEK di sini kami sebut Fasilitas FTZ plus karena tidak serta merta hilang fasilias FTZ-nya,” kata Menko Perekonomian.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI sekaligus Ketua Dewan Kawasan Batam, Airlangga Hartarto, berharap KEK NDP ini dapat menjadi showcase utama perekonomian Indonesia dan membuat Indonesia setara dengan negara maju modern dan sejahtera, dapat segera merealisasikan komitmen pembangunan kawasan dan menghadirkan investasi pelaku usaha sesuai dengan target yang telah ditetapkan bahkan bisa lebih cepat.

“Diharapkan investasi yang dihadirkan adalah investasi yang dapat berkontribusi optimal dalam pengembangan IT-digital dan pariwisata di Indonesia, serta pertumbuhan ekonomi wilayah dan nasional serta dapat sukses dan berhasil serta menjadi success story untuk pengembangan KEK Digital di Indonesia,” kata Airlangga Hartarto.

Penyerahan kedua PP tentang KEK tersebut dihadiri oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita; Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad; Walikota Batam dan juga Kepala Badan Pengusahaan Batam, Muhammad Rudi; Jajaran dari Kemenko Perekonomian, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian/LPNK lainnya; Jajaran Pimpinan BP Batam;

Pimpinan Lion Group yang diwakili oleh pak Edward Sirait, Direktur Utama PT Batam Teknik, serta Jajaran Lion Group dan PT.Batam Teknik; Komisaris Utama PT Taman Resor Internet (Nongsa Digital Park), Kris Wiluan dan jajarannya, serta Para Pelaku Usaha di KEK Nongsa.

Redaksi@www.rasio.co//

Stadion Temenggung Abdul Jamal Sebagai Pusat Vaksinasi

0

RASIO.CO , Batam – Pemerintah menjadikan Stadion Temenggung Abdul Jamal sebagai pusat vaksinasi Covid-19. Hal itu sebagai upaya pemerintah menyukseskan vaksinasi di Kota Batam.

“Kita siapkan untuk seluruh masyarakat Kota Batam yang berusia 18 tahun ke atas,” ujar Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Minggu (13/6/2021).

Pusat vaksinasi tersebut sudah mulai dibuka hari ini hingga 25 Juni mendatang. Adapun jam operasional vaksinasi tersebut mulai pukul 08.00 – 15.00. “Ini langkah cepat kita untuk mengejar target 70 persen warga Batam divaksin Covid-19 hingga akhir bulan ini,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang hendak divaksin, kata Rudi, hanya membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), menyiapkan nomor telepon masing-masing warga, dan harus usia 18 tahun ke atas.

“Ini ikhtiar kita bersama dalam upaya memulihkan kesehatan sekaligus membangkitkan ekonomi Batam,” kata Rudi.

Selama pelaksanaan vaksinasi, ia juga berpesan untuk menerapkan protokol kesehatan 5M; memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Ayo kita sama-sama menyukseskan vaksinasi ini untuk melindungi diri dan keluarga dari Covid-19,” kata Rudi.

Redaksi@www.rasio.co//

Gubernur Ansar Resmikan Desa Berlistrik di Kabupaten Lingga

0

RASIO.CO , Lingga – Usai menyalakan “lampu” di tujuh desa di Kabupaten Lingga bulan April lalu, Gubernur Ansar kembali menyalakan listrik di tiga desa di Kabupaten Lingga.

“Setelah sekian lama saya yakin masyarakat sudah lama menunggu kehadiran PLN di desa ini dan hari ini kita bisa sama-sama menyalakan lampu dari PLN,” ucap Gubernur Ansar di Desa Batu Berlubang, Lingga, Senin (14/6).

Adapun tiga desa yang dikunjungi oleh Gubernur Ansar adalah desa Mensanak, desa Pulau Bukit, dan desa Batu Berlubang. Ketiga desa ini merupakan tiga dari sebelas desa di Kepulauan Riau yang termasuk dalam program “Desa Berlistrik Provinsi Kepulauan Riau” tahap kedua.

Di hadapan masyarakat desa Gubernur Ansar mengatakan bahwa listrik merupakan hajat hidup dasar yang mempunyai korelasi dengan perkembangan sumber daya manusia untuk berkompetisi di masa mendatang. Karena listrik menjadi penunjang bagi generasi muda agar bisa belajar lebih optimal.

“Sekarang masa depan mereka bisa kita harapkan dapat terus menjadi lebih baik karena mereka dapat belajar dengan nyaman di malam hari”, tutur Gubernur Ansar.

Yang kedua Gubernur Ansar menyampaikan bahwa listrik sangat penting dalam hal percepatan pengembangan ekonomi. Ia berharap usai kehadiran listrik PLN dapat dimaksimalkan oleh masyarakat untuk pengembangan hasil laut guna peningkatan taraf hidup masyarakat pesisir.

“Saya minta ke Pemkab Lingga agar membina masyarakat kita dalam hal UMKM yang saat ini sudah sangat terbantukan dengan adanya listrik,” imbau Gubernur Ansar.

Gubernur Ansar juga mengingatkan masih ada 138 desa lagi di Kepulauan Riau yang masih gelap gulita. Untuk itu Gubernur Ansar berjanji bahwa akan bekerja keras untuk menuntaskan seluruh desa di Kepri akan dialiri listrik.

Dirinya berujar bahwa perusahaan yang beroperasi di pulau-pulau di Kepri dapat membantu pengaliran listrik melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Saya tidak katakan ini tugas pemerintah atau PlN saja, tetapi adalah tugas kita bersama untuk membantu kehidupan masyarakat Kepri,” ujar Gubernur Ansar.

Sementara itu, Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PT. PLN Wiluyo Kusdwiharto mengatakan jika sudah menjadi tanggung jawab moral bagi PLN untuk menerangi seluruh wilayah di Indonesia.

“Inilah pengabdian kami, kami tidak membedakan pelanggan. Masyarakat di wilayah 3T pun berhak menikmati listrik dari PLN karena mereka adalah warga negara Indonesia,” ucap Wiluyo.

Turut hadir dalam peresmian tersebut Wakil Ketua I DPRD Kepri Hj Dewi Kumalasari, Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto, Danrem 033/WP Brigjen Jimmy Ramos Manalu, Danlanud RHF Tanjungpinang Kolonel Pnb Andi Wijanarko, executive vice president PLN Jefri Rosiadi, GM PT PLN Riau Kepri Hartono, Anggota DPRD Kepri Kamaruddin Ali, spesialis Pratama dukungan bisnis SKK Migas Yanin Kholison, Kepala Dinas ESDM Hendri Kurniadi, Kepala Dinkes M. Bisri, dan beberapa staf khusus gubernur.

Redaksi@www.rasio.co//

Wagub Marlin Ingin Terobosan yang Meringankan Masyarakat

0

RASIO.CO , Tanjungpinang – Marlin Agustina menyampaikan bahwa seluruh kegiatan yang ada di Provinsi Kepulauan Riau realisasinya akan berjalan lancar jika situasi pandemi covid19 melandai. Kesehatan masyarakat masih harus menjadi perhatian utama.

“Progres realisasi kegiatan kita luar biasa baik. Walau dalam seminggu naik rata-rata 1 sampai 2 persen, namun ini merupakan kemajuan kita bersama. Saya harap para kepala OPD dapat mengejar target yang telah ditetapkan agar dapat dilaksanakan tepat waktu,” ujar Wagub Marlin saat Rapat Rutin Evaluasi Kegiatan Pembangunan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau TA 2021 di Ruang Rapat Utama Lt. 4 Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Senin (14/6).

Wagub Marlin berpesan kepada setiap OPD agar terus menggenjot kegiatan fisik, hingga masyarakat pun tahu progres dan apa-apa saja yang sedang dikerjakan. Wagub Marlin juga mengapresiasi kepada OPD yang membuat terobosan-terobosan yang meringankan beban masyarakat di tengah pandemi ini.

“Saya mendukung penuh rencana relaksasi pajak yang akan dilaksanakan BP2RD. Ini merupakan langkah konkrit pemerintah di masa pandemi ini sehingga masyarakat tahu ada kepedulian dari pemerintah,” ujar Wagub Marlin.

Sementara itu Sekdaprov Kepri H.T.S Arif Fadilah menyampaikan memasuki minggu kedua Bulan Juni, tentu harus terus memantau progres realisasi belanja. Ini merupakan salah satu ikhtiar percepatan pertumbuhan dan pemulihan ekonomi.

“Perlu kerja keras dan kebersamaan kita. Kegiatan yang ada tetap didorong untuk dipercepat terutama kegiatan strategis di lapangan,” tutur Sekda Arif.

Kepala BP2RD Reni Yusneli menyampaikan bahwa pihaknya berupaya menarik pajak sebanyak-banyaknya. Pihak UPT sudah melakukan  jemput bola namun karena zona memerah lagi akibat kenaikan kasus aktif Cobid 19, maka kebijakan tersebut akhirnya berjalan agak lambat.

“Maka dari 1 juli sampai 30 September kita akan melaksanakan relaksasi pajak dengan bentuk pajak kendaraan bermotor dengan sasaran terutama penunggak pajak,” ujar Reni.

Dalam kesempatan yang sama Karo Pengadaan Barang / Jasa Misbardi melaporkan bahwa dari 276 jumlah paket yg akan ditenderkan di tahun 2021 sudah masuk ke Biro PBJ sebanyak 135 paket atau sekitar 50 persen. Dari 135 yang sudah selesai sebanyak 58 paket dan 6 paket yg telah ditetapkan pemenangnya dan sekarang memasuki masa sanggah.

Turut hadir dalam rapat tersebut Asisten I Juramadi Esram, Asisten III Hasbi, dan seluruh Kepala OPD Pemerintah Provinsi Kepri.

Redaksi@www.rasio.co//

Terima Kasih Wagub Marlin untuk Vaksinator

0

RASIO.CO , Batam – Wakil Gubernur Kepri Hj Marlin Agustin mengucapkan terima kasihnya kepada tenaga vaksinator seluruh Kepri saat meninjau vaksinasi di GOR Temenggung Abdul Jamal, Minggu(13/6).

“Terimakasih banyak ya, sudah ikhlas bertugas untuk kita semua. Semoga kita selalu diberikan kesehatan. Kepri kembali sehat,” ujar Wagub Marlin.

Wagub Marlin menyampaikan itu saat meninjau vaksinas di GOR. Di kursi vaksinasi, tempat tenaga vaksinator menyuntik, Wagub Marlin menyapa dan menyampaikan rasa terima kasih itu. Kerja ikhlas tenaga vaksinator itu membuat samlai Sabtu (12/6) warga Kepri yang sudah divaksin mencapai 314.718 orang. Jumlah ini sebesar 22,40 persen dari sasaran vaksinasi di Kepri sebanyak 1.423.225 jiwa.

Saat ini, capaian tertinggi ada di Kota Tanjungpinang. Sebanyak 34,28 persen capaian dari target 158.525. Kemudian diikuti Bintan, sebanyak 31,20 dari 113.598 orang atau sebanyak 35.442 orang. Sampai saat ini, warga di Batam yang palin banyak divaksin, yaitu 162.108 orang dari target capaian sebanyak 785.003. Atau 20,65 persen.

Di Karimun dari 183.050 orang sasaran, sudah 34.747 jiwa (18,98%) yang divaksin. Untuk Anambas dari sasaran 32.512 orang, capaianya pada angka 19,88 persen atau 6.465 orang. Untuk Natuna, audah 11.160 orang atau 19,80 persen capaian dari 56.354 targen sasaran. Sementara di Lingga, capaiannya baru pada angka 13,52 persen atau 9.906 dari 73.289 sasaran.

Wagub Marlin yakin dukungan semua pihak akan membuat capaian di Kepri semakin besar. Dukungan TNI Polri, para vaksinator dan antusias masyarakat untuk divaksin membuat capaian itu semakin cepat. Terlebih, kata Marlin dukungan pemerintah pusat sangat besar untuk Kepri dalam program vaksinasi ini. Puluhan ribu para pekerja pun sudah mulai divaksin di berbagai sentra vaksinasi.

“Dengan kerja bersama, semua pasti bisa. Kita pun bisa menang melawan pandemi ini,” kata Wagub Marlin.

Redaksi@www.rasio.co//

BP Batam Fasilitasi Vaksinasi Massal untuk Penuhi Target 70 persen

0

RASIO.CO , Batam – BP Batam bersama dengan TNI/Polri, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Batam, Bright PLN menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 secara massal di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, Minggu (13/6)

Turut hadir dalam peninjauan, Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Marlin Agustina; Walikota Batam dan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi;  Kepala Kepolisian Resor Kota Barelang, Kombes Pol Yos Guntur; dan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0316/Batam, Letnan Kolonel (Letkol) Kav Sigit Dharma Wiryawan.

Kepala BP Batam, yang juga Walikota Batam, Muhammad Rudi, dalam peninjauan tersebut menyampaikan, tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk mencapai target Vaksinasi Covid-19 di Kota Batam sebesar 70 persen di bulan Juli mendatang.

“Sehingga nanti di bulan Agustus terkejar 100 persen. Maka untuk mengejar target tersebut kita semua harus bekerja keras, dengan membuka layanan vaksinasi ini,” ujar Muhammad Rudi.

Ia menambahkan, kegiatan ini akan berlangsung setiap hari dalam seminggu hingga akhir Bulan Juni.

 “Saya, bersama Pak Kapolres, Pak Dandim, sudah sepakat akan mengerahkan seluruh kecamatan agar setiap harinya masyarakat memanfaatkan layanan vaksinasi ini,” kata Muhammad Rudi.

Menurutnya, bila 70 persen masyakat sudah melakukan vaksinasi, maka imunitas tubuh serta-merta akan meningkat dan menekan penyebaran Covid-19 di Kota Batam, serta membuka peluang untuk meningkatkan perekonomian di Kota Batam.

Senada dengan Kepala BP Batam, Kepala Kepolisian Resor Kota Barelang, Kombes Pol Yos Guntur, mengatakan, pelaksanaan vaksinasi hari pertama berjalan dengan lancar. Adapun tujuan dari kegiatan tersebut adalah sebagai implementasi dari perintah Presiden RI guna mendirikan sentra vaksinasi di Kota Batam.

“Untuk teknisnya, masing-masing kecamatan, Polsek dan Komando Rayon Militer akan mengerahkan masyarakat yang belum divaksin untuk hadir di Temenggung Abdul Jamal, agar target 70 persen tersebut dapat tercapai,” ujar Yos Guntur.

Ia berharap, masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini dengan baik, untuk meningkatkan imunitas tubuh guna melawan Covid-19, sambil memenuhi target pemulihan ekonomi nasional, khususnya Kota Batam. Kepala Seksi Dokkes Polresta Barelang, dr. Leonardo, Sp.FM, mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan hingga akhir bulan, dimulai tanggal 13-25 Juni 2021, untuk mengejar target pencapaian Kota Batam.

“Nantinya akan ada empat sampai enam titik lainnya yang kita bangun. Target kita 20.000 orang per harinya,” ujar Leo.

Dengan adanya sentra vaksinasi di Batam, dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mereduksi titik-titik vaksinasi yang tersebar di Kota Batam, sehingga baik proses vaksinasi maupun vaksinator yang bertugas lebih efisien.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan kolaborasi. Jadi misalnya Dinas Kesehatan memiliki vaksin, kami dari TNI/Polri memiliki kekuatan untuk menggerakkan massa. Jadi semuanya saling melengkapi dan kegiatan dapat berjalan maksimal,” terang Leo.

Untuk jenis vaksin yang digunakan adalah AstraZeneca, dengan melibatkan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Batam, Puskesmas, TNI/Polri, serta para civitas academica yang terdiri dari mahasiswa kedokteran Universitas Batam sebagai petugas adminstrasi.

“Bila selama ini vaksinator juga diberi beban untuk menginput data, kali ini kami hadirkan para mahasiswa untuk membantu proses administrasi,” kata Leo.

Untuk proses pendaftarannya sendiri dikatakan Leo, cukup membawa fotokopi kartu identitas dan alat tulis untuk mengisi formulir pendaftaran.

Redaksi@www.rasio.co//