Minggu, Juni 14, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 8

Atasi Kemacetan, Pemko Batam Mulai Pelebaran Jalan Tengku Sulung 

0

RASIO.CO, Batam – Pemerintah Kota Batam mulai merealisasikan proyek pelebaran Jalan Tengku Sulung di Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan perkotaan.

Proyek dengan nilai anggaran Rp14,6 miliar ini mencakup pelebaran jalan sepanjang 2,2 kilometer, mulai dari Simpang Cikitsu hingga Bundaran SMA Negeri 3 Batam. Selama ini, ruas tersebut dikenal memiliki volume kendaraan tinggi, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh PT Medani Tractorindo Perkasa dan berada di bawah pengawasan PT Ganesha Pratama Consultant. Berdasarkan kontrak Nomor 63/000.3.3/SPJ/RJ/BM/IV/2026, proyek ditargetkan rampung dalam waktu 210 hari kalender atau sekitar tujuh bulan.

Dengan target tersebut, jalan yang telah diperlebar diperkirakan dapat mulai digunakan masyarakat pada triwulan IV tahun 2026.

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah.

Menurutnya, peningkatan kapasitas jalan diperlukan untuk mengimbangi pertumbuhan kawasan Batam Kota yang terus berkembang.

“Kami berharap pembangunan jalan ini benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat, baik dalam mengurangi kemacetan maupun mendukung aktivitas ekonomi warga,” ujar Rudi.

Ia menambahkan, keberadaan Jalan Tengku Sulung cukup strategis karena berada di kawasan permukiman, pusat pendidikan, serta aktivitas ekonomi masyarakat. Kondisi jalan yang sebelumnya terbatas kerap menyebabkan antrean kendaraan dan memperpanjang waktu tempuh.

Melalui proyek ini, Pemko Batam menargetkan arus lalu lintas menjadi lebih lancar, efisiensi perjalanan meningkat, serta kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan lebih terjamin.

Selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat yang melintas diimbau untuk menyesuaikan waktu perjalanan serta menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan di sekitar lokasi proyek.

Warga di kawasan Belian dan Baloi Permai pun menyambut positif proyek tersebut, dengan harapan pengerjaan dapat selesai tepat waktu tanpa mengganggu aktivitas harian secara signifikan.

YD

Honda Bagikan Tips Aman Parkir Hindari Pencurian Sepeda Motor

0

RASIO.CO, Batam  — Kasus pencurian sepeda motor masih menjadi perhatian masyarakat, baik saat kendaraan diparkir di fasilitas umum maupun di lingkungan tempat tinggal. Modus pelaku kejahatan yang semakin beragam membuat pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan serta membangun kebiasaan parkir yang aman guna meminimalisir risiko kehilangan kendaraan.

Melalui edukasi keselamatan berkendara, Honda mengingatkan bahwa keamanan sepeda motor tidak hanya bergantung pada fitur teknologi yang disematkan pada kendaraan, tetapi juga dipengaruhi oleh perilaku dan kedisiplinan pengendara dalam menjaga keamanan saat parkir.

Pilih Lokasi Parkir yang Aman dan Terpantau

Pengendara diimbau untuk menghindari parkir di area liar, lokasi minim pencahayaan, maupun tempat yang sepi dan tertutup dari pengawasan. Sebaliknya, gunakan area parkir resmi yang memiliki penerangan memadai, pengawasan CCTV, atau petugas keamanan untuk membantu mengurangi potensi tindak pencurian.

Area parkir yang terlalu tertutup oleh kendaraan besar atau berada di sudut yang minim aktivitas juga sebaiknya dihindari karena dapat memberikan ruang bagi pelaku kejahatan untuk beraksi tanpa menarik perhatian.

Biasakan Mengunci Stang ke Arah Kanan

Salah satu langkah sederhana yang kerap diabaikan pengendara adalah posisi penguncian stang saat parkir. Mengunci stang ke arah kanan dinilai lebih aman dibandingkan ke kiri karena ruang gerak untuk memasukkan kunci T menjadi lebih sempit dan terhalang bodi motor, sehingga menyulitkan pelaku pencurian.

Pengendara juga perlu memastikan kunci stang benar-benar terkunci sebelum meninggalkan kendaraan, termasuk saat parkir dalam waktu singkat.

Gunakan Pengaman Tambahan

Selain memanfaatkan kunci bawaan kendaraan, penggunaan pengaman tambahan seperti disc lock, rantai pengaman, maupun gembok roda dapat memberikan perlindungan berlapis terhadap risiko pencurian.

Langkah ini dinilai efektif untuk memperlambat dan mempersulit pelaku saat mencoba membawa kendaraan secara paksa.

Beberapa tipe sepeda motor Honda juga telah dilengkapi fitur keamanan modern, seperti Secure Key Shutter, Honda Smart Key System, Anti-Theft Alarm, serta Answer Back System yang membantu meningkatkan keamanan kendaraan saat diparkir.

Jangan Simpan STNK dan BPKB di Dalam Jok

Pengendara juga diimbau untuk tidak meninggalkan dokumen penting kendaraan seperti STNK maupun BPKB di dalam jok sepeda motor. Kebiasaan ini masih sering dilakukan dan dapat menimbulkan risiko lebih besar apabila kendaraan hilang dicuri.

Dokumen kendaraan sebaiknya disimpan di tempat yang aman dan terpisah dari kendaraan guna menghindari penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pastikan Alarm dan Sistem Keamanan Aktif

Bagi pengguna sepeda motor yang telah dilengkapi fitur Anti-Theft Alarm dan Honda Smart Key System, pengendara disarankan untuk selalu memastikan sistem keamanan aktif sebelum meninggalkan kendaraan.

Fitur alarm akan memberikan peringatan suara ketika kendaraan disentuh atau digerakkan secara paksa sehingga dapat membantu mencegah aksi pencurian.

Duri Yanto selaku Sales Manager wilayah Kepulauan Riau mengatakan bahwa kesadaran pengendara menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan kendaraan.

“Keamanan kendaraan tidak hanya bergantung pada teknologi motor, tetapi juga kebiasaan pengendaranya. Langkah sederhana seperti memilih lokasi parkir yang aman, menggunakan kunci tambahan, tidak meninggalkan surat kendaraan di dalam motor, hingga memastikan alarm aktif dapat membantu mengurangi risiko pencurian,” ujarnya.

Bangun Budaya #Cari_Aman dalam Aktivitas Sehari-hari

Melalui edukasi ini, Honda mengajak masyarakat untuk membangun budaya #Cari_Aman sebagai bagian dari gaya hidup berkendara yang lebih peduli terhadap keselamatan dan keamanan kendaraan.

Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dinilai mampu memberikan rasa aman dan nyaman saat beraktivitas sehari-hari, sekaligus membantu menekan risiko tindak pencurian kendaraan bermotor.

YD

Pengembangan Budidaya Rumput Laut di Pulau Lalang, Harapan Besar Agar Masalah Masa Lalu Tak Terulang

0

RASIO.CO, Lingga – Sebagai sosok yang pernah merasakan pahit getirnya hidup sebagai anak nelayan, sekaligus memiliki latar belakang berpendidikan di bidang perikanan, Muhammad Ishak mengaku sangat gembira dan mengucap syukur atas hadirnya informasi mengenai pengembangan budidaya rumput laut di Pulau Lalang.

Muhammad Ishak, menaruh harapan besar agar program ini dapat berjalan sukses dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat pesisir.

“Harapan besarnya tentu tak lain dan tak bukan adalah semoga budidayanya berkembang, berhasil, dan berkelanjutan, serta dapat meningkatkan pendapatan nelayan pembudidaya rumput laut,” ujar Ishak, Kamis (21/5/2026).

Ishak mengungkapkan hal ini bukan tanpa alasan. Ia mengingat kembali pengalamannya beberapa tahun silam, tepatnya sebelum Kabupaten Lingga terbentuk. Saat itu, ia ditunjuk oleh perusahaan patungan Indonesia, Malaysia, dan Korea sebagai Kepala Pengembangan Budidaya Rumput Laut di wilayah Kepulauan Riau, Provinsi Riau. Salah satu lokasi unggulan yang dikembangkan saat itu adalah perairan Pelakak – yang kini menjadi Desa Pelakak, Kecamatan Singkep Pesisir.

Menurut Ishak, lokasi tersebut sangat cocok untuk pengembangan jenis rumput laut Eucheuma cottonii dan bisa dibudidayakan sepanjang musim. Dukungan dari masyarakat nelayan pun saat itu sangat antusias menyambut usaha tersebut. Namun, perjalanan usaha budidaya itu akhirnya menemui jalan buntu, bukan karena kegagalan dalam produksi atau kurangnya minat nelayan, melainkan masalah di sisi pemasaran.

“Perusahaan berhenti membeli hasil panen nelayan, baik rumput basah maupun kering, dengan alasan gudang penyimpanan sudah penuh. Informasi yang kami dapat saat itu, harga rumput laut di pasar dunia sedang anjlok. Beberapa tahun setelah perusahaan itu tutup, ada lagi pihak yang berusaha mengembangkan di lokasi yang sama, namun masalah yang sama pun terulang. Tentu saja kejadian ini sangat mengecewakan para nelayan,” kenang Ishak.

Meski begitu, Ishak menilai usaha budidaya rumput laut sebenarnya memiliki daya tarik yang sangat besar dan potensi tinggi untuk dikembangkan di Kabupaten Lingga. Hal ini didukung oleh kondisi wilayah yang memiliki banyak pulau, teluk, pantai, dan selat, meski tidak semua titik cocok untuk usaha ini. Selain itu, proses budidaya tergolong mudah dan bisa dikerjakan oleh seluruh anggota keluarga, dengan masa panen yang relatif singkat yakni hanya 45 hari.

“Artinya, jika nelayan mengelola budidaya secara berurutan, mereka bisa mendapatkan hasil dan penghasilan setiap hari, sama seperti nelayan tangkap — asalkan ada pembeli yang mau mengambil dalam kondisi basah. Ini keuntungan yang sangat besar,” jelasnya.

Namun di balik potensi itu, Ishak mengatakan, terdapat kendala teknis yang kerap dialami pembudidaya. Salah satunya adalah kesulitan dalam memenuhi standar kualitas saat rumput harus dijual dalam bentuk kering. Standar yang disyaratkan biasanya adalah kadar air tersisa 15 persen, atau perbandingan 8 hingga 10 kilogram rumput basah menjadi 1 kilogram rumput kering, serta bebas dari kotoran dan pasir.

“Kendala lain, jika terlambat dijemur rumput laut akan mudah rusak. Belum lagi curah hujan di Lingga cukup tinggi, padahal penjemuran butuh waktu 3 hingga 4 hari berturut-turut. Hal-hal inilah yang dulu menjadi hambatan,” tambahnya.

Berdasarkan pengalaman pahit tersebut, Ishak sangat berharap pengembangan baru di Pulau Lalang ini tidak mengulangi kesalahan atau menghadapi kendala yang sama. Ia berharap pihak perusahaan pengelola dan Pemerintah Kabupaten Lingga telah menyiapkan langkah strategis dan antisipasi yang matang, sebagaimana yang telah diterapkan di daerah-daerah lain yang pengembangan budidaya rumput lautnya sudah maju dan mapan.

“Mudah-mudahan pihak perusahaan dan Pemkab Lingga sudah menyiapkan langkah strategis dan antisipasi, seperti di daerah-daerah lain yang sudah maju pengembangan usahanya. Insya Allah, kali ini hasilnya akan berbeda dan berkelanjutan,” pungkasnya penuh harap.

Puspan

Perkuat Kemudahan Berinvestasi, BP Batam Kembali Luncurkan Layanan LMS

0

RASIO.CO, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan merilis versi penyempurnaan layanan digital Land Management System (LMS) pada 26 Mei 2026. Pembaruan ini difokuskan untuk meningkatkan layanan pengalokasian lahan di Kota Batam.

LMS merupakan portal perizinan resmi yang dikembangkan BP Batam untuk memudahkan masyarakat dan pelaku usaha memperoleh informasi terkait prosedur serta tata cara pengajuan perizinan pertanahan.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyatakan bahwa penyempurnaan sistem ini menjadi bagian dari komitmen lembaga dalam menata pengelolaan lahan agar lebih cepat, efisien, dan transparan.

“Komitmen penataan tanah di Batam melalui LMS ini juga merupakan komitmen yang kami sampaikan kepada Bapak Presiden. Sebagai upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN),” ujar Li Claudia Chandra.

Ia menambahkan, optimalisasi LMS diharapkan mampu mendorong percepatan investasi di Batam melalui kemudahan akses layanan pertanahan berbasis digital.

Dalam implementasinya, BP Batam menerapkan empat prinsip utama dalam pengelolaan pertanahan, yakni keberlanjutan, keterbukaan, akuntabilitas, dan kepastian hukum.

Asas keberlanjutan diwujudkan melalui pengalokasian lahan yang mengacu pada rencana tata ruang serta rencana induk pengembangan wilayah. Sementara itu, prinsip keterbukaan dilakukan dengan menyediakan informasi ketersediaan lahan yang dapat diakses publik, baik untuk alokasi reguler, langsung, maupun terbuka.

Dari sisi akuntabilitas, setiap permohonan akan melalui proses evaluasi oleh Tim Verifikasi Teknis lintas unit kerja, termasuk penilaian berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Adapun kepastian hukum dijamin melalui kepatuhan terhadap regulasi agraria serta perlindungan hak para pihak dalam dokumen resmi.

“Melalui LMS ini, pemohon dapat mengakses informasi terkait regulasi, persyaratan, dan prosedur pengurusan perizinan tanah secara cepat dan transparan,” jelasnya.

Li Claudia juga menjelaskan bahwa layanan ini dapat diakses melalui laman resmi LMS BP Batam. Pada platform tersebut, pengguna dapat melihat ketersediaan lahan, layanan perizinan, hingga informasi pendukung lainnya.

Pelaku usaha juga dimungkinkan untuk menelusuri lokasi yang tersedia sebelum mengajukan permohonan. Namun, pengajuan hanya dapat dilakukan setelah pengguna memiliki akun yang terdaftar dalam sistem.

Setelah seluruh dokumen diunggah dan proses pengajuan selesai, sistem akan secara otomatis menerbitkan dokumen Keputusan Pengalokasian Tanah (KPT) serta Perjanjian Pemanfaatan Tanah (PPT).

“Untuk tutorial lebih lengkap bisa dilihat dari video yang telah kami tayangkan. BP Batam akan terus berkomitmen menghadirkan layanan yang transparan, profesional dan berbasis digital guna mendukung kemudahan investasi di Kota Batam,” tutupnya.

AD

Jaksa Ungkap Dugaan Suap ke Dirjen Bea Cukai Capai 213 Ribu Dolar Singapura

0

RASIO.CO, Jakarta – Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkap dugaan penerimaan suap oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, dalam sidang perkara korupsi di Pengadilan Tipikor, Rabu (20/5).

Dalam persidangan yang menghadirkan Orlando Hamonangan, Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, jaksa menyebut nilai suap yang diduga diterima mencapai 213.600 dolar Singapura dalam satu periode penyerahan.

Orlando menjelaskan, pada Agustus 2025 dirinya didatangi oleh John Field bersama seorang perempuan bernama Sri Pangastuti alias Tuti dengan membawa sejumlah amplop berlabel kode tertentu.

“Untuk yang dititipkan sama saya itu amplop cokelat ada tulisan inisialnya nomor 2 sama nomor 1, Pak,” ujar Orlando di hadapan majelis hakim.

Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penerima amplop dengan kode nomor 1. Sementara itu, ia menyebut mengetahui penerima untuk kode lainnya.

“Nomor satu saya tidak tahu Pak, nomor dua saya tahu, nomor tiga saya tahu,” jelasnya.

Ia kemudian menerangkan bahwa kode nomor 2 ditujukan kepada Direktur Penindakan dan Penyidikan, Rizal, sedangkan kode nomor 3 untuk Kasubdit Intelijen, Sisprian Subiaksono.

Dalam persidangan, jaksa turut menampilkan data berupa dokumentasi amplop yang dikaitkan dengan masing-masing pejabat penerima.

“Majelis, ini kami tampilkan foto tadi mengaitkan dengan kode-kode yang Pak Ocoy pahami tentang siapa-siapa yang dapat jatah amplop itu,” ujar JPU.

Jaksa menegaskan bahwa kode amplop tersebut telah dipetakan berdasarkan bukti yang dimiliki pihaknya. Kode ‘2’ dan ‘3’ disebut merujuk pada Rizal dan Sisprian, sementara kode ‘1’ dikaitkan dengan Dirjen Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama.

“Izin Majelis, kami tegaskan yang sales 2-1 adalah Dirjen Bea Cukai nilainya 213.600 Dolar Singapura,” ujar Jaksa.

“Itu kami yang tegaskan ya, kami, karena kami yang punya bukti ini,” lanjutnya.

Jaksa juga mengungkap bahwa kemunculan kode amplop tersebut berkaitan dengan pertemuan antara John Field dengan Djaka dan Rizal di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada 22 Juli 2025.

Dalam perkara ini, John Field selaku pimpinan Blueray Cargo (Grup) didakwa memberikan suap kepada sejumlah pejabat Bea Cukai dengan total mencapai Rp61 miliar, serta tambahan fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp1,8 miliar.

Tindak pidana tersebut diduga dilakukan bersama dua terdakwa lain, yakni Dedy Kurniawan Sukolo selaku Manajer Operasional Custom Clearance dan Andri selaku Ketua Tim Dokumen Importasi.

Adapun sejumlah pejabat yang disebut menerima aliran dana tersebut antara lain Rizal, Sisprian Subiaksono, serta Orlando Hamonangan. Sementara itu, penanganan perkara terhadap klaster pejabat Bea Cukai akan diproses dalam berkas terpisah.

Menurut jaksa, pemberian suap itu bertujuan untuk memperlancar proses pengeluaran barang impor milik Blueray Cargo dari pengawasan kepabeanan agar lebih cepat.

***

Jaga Netralitas, Amsakar Minta ASN Batam Tak Terjebak Polarisasi

0

RASIO.CO, Batam – Wali Kota Batam Amsakar Achmad memberikan pengarahan kepada seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Batam menjelang keberangkatannya menunaikan ibadah haji.

Dalam arahan yang disampaikan di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (20/5/2026), Amsakar menekankan pentingnya menjaga stabilitas pemerintahan agar tetap berjalan optimal selama dirinya menjalankan ibadah.

Ia menyebut, selama masa tersebut, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra akan menjalankan tugas sebagai Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota sesuai ketentuan yang berlaku.

“Saya ingin menyampaikan kepada seluruh jajaran agar memberikan dukungan penuh kepada Ibu Wakil Wali Kota selama saya melaksanakan ibadah haji. Pemerintahan harus tetap berjalan secara solid dan kompak,” ujar Amsakar.

Selain itu, ia mengingatkan seluruh jajaran agar tidak membangun polarisasi di lingkungan kerja, baik karena kedekatan pribadi maupun perbedaan pandangan.

“Saya tidak ingin di lingkungan Pemerintah Kota Batam tumbuh polarisasi atas dasar suka dan tidak suka. Jangan sampai muncul kelompok-kelompok yang justru mengganggu semangat kebersamaan dan kinerja organisasi,” tegasnya.

Menurut Amsakar, tantangan birokrasi saat ini semakin kompleks, terutama di tengah tingginya keterbukaan informasi publik. Karena itu, ASN diminta menjaga etika, komunikasi, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas.

“Kita berada pada era keterbukaan informasi. Apa pun yang dilakukan akan mudah menjadi perhatian publik. Karena itu, kehati-hatian dalam bersikap harus dijaga. Jangan menunjukkan sikap arogan atau merasa lebih dari yang lain,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga suasana kerja yang harmonis serta mendukung setiap kebijakan pimpinan demi kelancaran program pembangunan dan pelayanan publik.

“Jaga kekompakan, dukung arahan pimpinan, dan jangan ada hal-hal yang mengganggu soliditas organisasi. Tumbuhkan rasa memiliki dan kecintaan terhadap organisasi kita,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra menyatakan kesiapannya untuk menjalankan amanah serta memastikan roda pemerintahan tetap berjalan dengan baik selama Wali Kota menunaikan ibadah haji.

“Saya dari dulu sampai hari ini tetap tegak lurus terhadap pimpinan. Fokus kita adalah bekerja, memastikan pelayanan berjalan, dan seluruh agenda pemerintahan tetap terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Li Claudia juga mengajak seluruh jajaran Pemko Batam untuk mendoakan kelancaran ibadah haji Wali Kota Batam.

“Yang terpenting, mari kita doakan agar bapak berangkat dalam keadaan sehat dan kembali ke Batam juga dalam keadaan sehat,” tutupnya.

AD

Dua Pelaku Diamankan, 100 Ribu Benih Lobster Ilegal Disita

0

RASIO.CO, Batam – Ditreskrimsus Polda Kepri melalui Subdit I Indagsi mengungkap kasus penyelundupan benih bening lobster (BBL) yang diduga akan dikirim ke luar negeri melalui Batam. Pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya penegakan hukum terhadap praktik ilegal yang merugikan negara sekaligus mengancam kelestarian sumber daya kelautan.

Kasus tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang turut dihadiri Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, Dirreskrimsus Kombes Pol. Silvester Mangombo Marusaha Simamora, serta sejumlah perwakilan instansi terkait, Rabu (20/5).

Kabidhumas Polda Kepri menjelaskan, pengungkapan dilakukan pada Rabu pagi sekitar pukul 08.30 WIB di kawasan Komplek Mega Legenda 2, Batam Kota.

“Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan dua orang terduga pelaku masing-masing berinisial S.S. yang berperan sebagai penjemput barang dan D.S. yang diduga memerintahkan penjemputan barang tersebut. Selain itu, petugas turut mengamankan barang bukti berupa kurang lebih 100.000 ekor Benih Bening Lobster (Baby Lobster),” ujar Kombes Pol. Nona Pricillia Ohei.

Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol. Silvester Mangombo menjelaskan, pengungkapan berawal dari informasi adanya pengiriman benih lobster dari Jakarta ke Batam yang diduga akan diteruskan ke luar negeri.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim melakukan pemantauan dan membuntuti kendaraan yang keluar dari Bandara Hang Nadim menuju kawasan Mega Legenda. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan tujuh koli kardus, dengan empat di antaranya berisi benih lobster yang disimpan dalam koper.

“Dari hasil pengecekan ditemukan tujuh koli kardus, dimana empat koli di antaranya berisi Benih Bening Lobster yang disimpan di dalam koper,” jelasnya.

Selanjutnya, pelaku beserta kendaraan dan seluruh barang bukti diamankan ke Mapolda Kepri untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Dari hasil penyelidikan, modus yang digunakan yakni mengirim benih lobster melalui kargo pesawat udara dari Jakarta ke Batam. Barang dikemas dalam koper, dibungkus kardus, serta dilapisi pakaian bekas untuk mengelabui petugas.

Setibanya di Batam, benih lobster tersebut rencananya akan diselundupkan ke luar negeri melalui Singapura guna memperoleh keuntungan ilegal.

“Atas perbuatannya, para terduga pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 88 huruf a Jo Pasal 35 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan,” tegas Kombes Pol. Silvester Mangombo.

Para pelaku terancam hukuman pidana penjara paling lama dua tahun serta denda maksimal Rp2 miliar. Sementara itu, kerugian negara akibat praktik tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar.

Di akhir keterangannya, Kabidhumas Polda Kepri mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam praktik perdagangan maupun penyelundupan benih lobster ilegal.

Selain merugikan negara, aktivitas tersebut juga dinilai dapat mengancam kelestarian ekosistem laut dan keberlanjutan sumber daya perikanan nasional.

AD

Kepala BP Batam Tinjau Progres Penguatan Jaringan Pipa Air Minum

0

RASIO.CO, Batam – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, meninjau langsung progres pekerjaan penguatan jaringan pipa distribusi air minum di sejumlah titik di Kota Batam, Selasa (19/5).

Peninjauan difokuskan pada dua segmen yang dinilai krusial, yakni Central Sukajadi–Awal Bros serta Simpang Jam–Tangki Ozon–Bukit Senyum. Kedua titik tersebut menjadi bagian penting dalam sistem distribusi air ke masyarakat.

Amsakar mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai rencana serta tidak mengalami hambatan di lapangan.

“Saya meninjau langsung progres pekerjaan pembangunan jaringan distribusi air minum, agar seluruh proses dapat terpantau dan tidak terkendala,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Amsakar turut didampingi Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano.

Selain memantau progres pembangunan, ia juga ingin memastikan proyek tersebut mampu meningkatkan kualitas layanan air bersih, terutama dalam memperpanjang durasi aliran air ke rumah warga.

“Upaya yang telah kita lakukan saat ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat Kota Batam untuk mengalirkan air minum hingga mengalir dengan jangka waktu yang lebih panjang,” tambahnya.

Melalui penguatan jaringan ini, BP Batam berharap distribusi air minum dapat semakin optimal dan kebutuhan masyarakat terhadap air bersih dapat terpenuhi secara lebih merata.

YD

Imigrasi Dabo Singkep Gelar Media Gathering, Perkuat Keterbukaan Informasi Publik

0

RASIO.CO, Lingga – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Dabo Singkep menggelar kegiatan media gathering bersama insan pers sebagai upaya memperkuat keterbukaan informasi publik di bidang keimigrasian.

Kegiatan yang berlangsung di Cafe Tige Berlian, Teluk Rhu, Kecamatan Singkep, Selasa (19/5) ini menjadi momentum awal bagi Imigrasi Dabo Singkep dalam membangun komunikasi yang lebih erat dengan media.

Mengusung tema “Meningkatkan Sinergi dan Kolaborasi untuk Penguatan Keterbukaan Informasi Publik di Bidang Keimigrasian”, forum tersebut dimanfaatkan sebagai ruang diskusi sekaligus kolaborasi dalam penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat.

Sejumlah perwakilan kantor imigrasi di wilayah Kepulauan Riau turut hadir, di antaranya dari Batam, Tanjungpinang, Tanjung Uban, Belakang Padang, Ranai, hingga Tarempa. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Divisi Pengendali Imigrasi serta Bagian Komunikasi Publik dan Kehumasan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Dabo Singkep, Patri La Zaiba, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi visi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Tikim), khususnya dalam pengelolaan informasi yang adaptif dan modern.

“Ini merupakan visi dari Tikim dengan mengundang kantor Imigrasi se-Kepulauan Riau. Adapun tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan citra positif, khususnya di pelayanan publik,” ujar Patri.

Ia menilai, keterbukaan informasi menjadi aspek penting dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan keimigrasian. Melalui peran media, berbagai inovasi dan upaya pelayanan yang dilakukan diharapkan dapat tersampaikan secara luas dan transparan.

Selain itu, Patri menekankan pentingnya masukan dari masyarakat dan media sebagai bahan evaluasi untuk peningkatan kualitas layanan, khususnya dalam pengurusan dokumen keimigrasian seperti paspor.

“Sebagai pelayan masyarakat, kami membutuhkan koreksi atau masukan. Dibutuhkan kerjasama antara masyarakat atau media dalam mengontrol pelayanan imigrasi sekaligus meningkatkan pelayanan kita supaya lebih baik,” tutup Patri.

Ia juga menyebut kegiatan serupa merupakan yang pertama kali dilaksanakan di wilayah Kepulauan Riau oleh Imigrasi Dabo Singkep.

“Sepanjang pengetahuan saya untuk wilayah Kepri, kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan oleh Imigrasi Dabo Singkep,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Imigrasi Dabo Singkep berharap sinergi dengan media dapat terus terjalin, sehingga penyampaian informasi keimigrasian kepada masyarakat semakin akurat, transparan, dan akuntabel.

Puspan

Polisi Ajukan Red Notice untuk Lukmanul Pengendali Narkoba Jaringan The Doctor

0

RASIO.CO, Jakarta – Bareskrim Polri mengajukan penerbitan red notice terhadap Lukmanul Hakim alias Pak Cik Hendra alias Pak Haji, yang diduga sebagai aktor kunci dalam jaringan peredaran narkotika lintas negara.

Lukmanul disebut berperan sebagai pengendali sekaligus pemasok utama sabu dan etomidate dalam jaringan yang terhubung dengan Andre ‘The Doctor’.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan, langkah pengajuan red notice dilakukan melalui Divisi Hubungan Internasional Polri.

“Mengajukan permohonan penerbitan red notice melalui Divhubinter Polri terhadap DPO Lukmanul Hakim alias Hendra alias Pak Haji,” kata Eko, Rabu (20/5).

Menurut Eko, Lukmanul merupakan warga negara Indonesia asal Aceh yang terdeteksi berada di Malaysia. Namun, yang bersangkutan kini diketahui telah berganti kewarganegaraan menjadi warga Saint Kitts and Nevis.

“Lukmanul Hakim merupakan DPO BNN RI terkait perkara TPPU tindak pidana narkotika,” ujarnya.

Dari penelusuran transaksi keuangan, aparat menemukan aliran dana dalam jaringan tersebut mencapai ratusan miliar rupiah. Dalam kurun waktu akhir 2018 hingga Maret 2026, tercatat 14.961 transaksi dengan total nilai sekitar Rp464 miliar.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Andre ‘The Doctor’, pertemuan terakhir dengan Lukmanul terjadi pada 2024.

“Yang bersangkutan diduga telah melakukan operasi plastik pada bagian wajah sehingga terdapat perbedaan dengan foto yang ditunjukkan oleh penyidik,” tutur Eko.

Untuk mengantisipasi perubahan identitas tersebut, penyidik bersama tim identifikasi kepolisian membuat sketsa wajah terbaru yang diduga menggambarkan kondisi terkini Lukmanul.

“Membuat lembar DPO dengan melampirkan tiga foto yaitu foto sebelum operasi plastik dan hasil sketsa dugaan bentuk wajah setelah operasi,” ujarnya.

Selain jalur internasional, Polri juga memperkuat koordinasi dengan aparat Malaysia guna mempercepat proses penangkapan.

“Kami juga mengirimkan surat permohonan bantuan penangkapan secara police-to-police kepada PDRM Malaysia terhadap DPO Lukmanul Hakim alias Hendra alias Pak Haji alias Pak Cik,” kata Eko.

Dalam pengembangan kasus ini, sebelumnya aparat telah lebih dulu menangkap Andre ‘The Doctor’ di Penang, Malaysia, pada awal April lalu.

Andre diketahui terlibat dalam jaringan distribusi narkotika yang juga berkaitan dengan bandar Koh Erwin. Dalam perkara tersebut, turut terseret nama sejumlah aparat kepolisian di wilayah Bima.

Andre disebut sebagai pihak yang memasok sabu kepada Koh Erwin untuk diedarkan di Nusa Tenggara Barat. Pada Januari 2026, tercatat dua transaksi dengan total nilai Rp800 juta untuk sekitar 5 kilogram sabu.

Selain itu, Andre juga disebut berperan dalam pengendalian distribusi narkotika melalui jaringan yang dikenal dengan nama “Whiterabit”.

***