RASIO.CO, Lingga – Pembangunan sarana dan prasarana (sarpras) berupa dua unit drainase di Kelurahan Sungai Lumpur, telah rampung dikerjakan. Pembangunan tersebut berlokasi di RT 002/RW 006 dan RT 001/RW 007 melalui pola swakelola kelurahan yang bekerja sama dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga.
Lurah Sungai Lumpur, Teddy Andika, S.IP., mengatakan pembangunan drainase tersebut merupakan bagian dari program sarana dan prasarana kelurahan yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lingga.
Menurut Teddy, penentuan lokasi pembangunan didasarkan pada hasil musyawarah pembangunan tahun 2025. Kedua wilayah tersebut dinilai membutuhkan saluran drainase yang lebih memadai untuk menunjang kebutuhan masyarakat.
“Berdasarkan hasil musyawarah pembangunan, drainase di dua wilayah tersebut menjadi prioritas karena memang sangat dibutuhkan masyarakat,” kata Teddy, Minggu (18/10/2026).
Teddy menjelaskan, sebelum pembangunan dilakukan, masyarakat setempat sebenarnya telah memiliki saluran parit. Namun, saluran tersebut masih berupa parit alami dan belum menggunakan konstruksi beton.
Teddy menyampaikan, kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan perlunya pembangunan drainase dengan konstruksi yang lebih memadai agar dapat membantu memperlancar aliran air di lingkungan permukiman.
“Dengan adanya pembangunan drainase yang telah selesai ini, harapannya tentu bisa membantu masyarakat terkait pengairan dan aliran air di lingkungan sekitar,” terangnya.
Teddy mengungkapkan, meski pembangunan fisik telah rampung, Ia menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan fungsi drainase tersebut. Menurutnya, infrastruktur yang telah dibangun perlu diimbangi dengan kesadaran warga untuk melakukan pemeliharaan secara rutin.
Teddy berharap masyarakat dapat berpartisipasi melalui kegiatan gotong royong, membersihkan saluran dari sampah maupun material yang berpotensi menghambat aliran air, serta menjaga kondisi drainase agar tetap berfungsi dengan baik.
“Setelah drainase ini dibangun, kita berharap ada pemeliharaan dari masyarakat. Kesadaran untuk bergotong royong dan menjaga kebersihan saluran sangat penting agar drainase ini bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang,” tutupnya.
Pembangunan dua unit drainase ini menjadi salah satu upaya peningkatan infrastruktur lingkungan di Kelurahan Sungai Lumpur. Namun, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh selesainya pekerjaan fisik, melainkan juga oleh pemanfaatan dan pemeliharaan yang berkelanjutan oleh masyarakat.
RASIO.CO, Lingga – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lingga mematangkan persiapan atlet menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Tahun 2026. Kali ini, perhatian diarahkan pada 11 cabang olahraga (cabor) yang akan mengikuti kompetisi secara mandiri. Bertempat di Kantor Sekretariat KONI Lingga, Kompleks Implasmen Dabo Singkep, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga. Sabtu (17/10/2026).
Sebelas cabor yang dipastikan mengikuti Porprov VI 2026 secara mandiri meliputi Savate, Ju-jitsu, Tarung Derajat, Tenis Meja, Futsal, Balap Motor, Taekwondo, Menembak, Karate, Bulu Tangkis, dan Muay Thai.
Ketua KONI Kabupaten Lingga, Junaidi Adjam, mengatakan pertemuan tersebut bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi antara KONI dan seluruh cabor yang mempersiapkan diri secara mandiri.
Menurut Junaidi, perhatian KONI tidak hanya tertuju pada cabor yang memperoleh dukungan dana hibah, tetapi juga mencakup pembinaan dan dukungan moral bagi cabor yang berjuang dengan sumber daya sendiri.
“Kita bukan hanya fokus pada cabor yang menggunakan dana dari hibah, tetapi kita juga fokus secara moral dan bertanggung jawab terhadap cabor-cabor yang mandiri, yang berjumlah 11 cabor,” kata Junaidi, pada media ini.
Junaidi menjelaskan, rapat tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan kontingen Lingga menghadapi Porprov VI 2026 yang dijadwalkan dibuka pada 1 November mendatang di Kota Tanjungpinang.
Junaidi menegaskan, kesiapan menghadapi ajang olahraga tingkat provinsi tidak cukup hanya mengandalkan kondisi fisik atlet. Kesiapan mental, kekompakan tim, serta kemampuan menghadapi persaingan dengan kabupaten dan kota lain juga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.
“Kita yakin dan percaya, di samping cabor yang menggunakan dana hibah, cabor mandiri juga optimistis bisa mempertahankan prestasi yang pernah diraih. Tentunya, harapan kita prestasi tersebut bisa lebih meningkat lagi,” ujarnya.
Junaidi mengungkapkan, melalui KONI Kabupaten Lingga, sebanyak 18 cabang olahraga akan diberangkatkan untuk mengikuti Porprov VI 2026, baik cabor yang mendapatkan pendanaan hibah maupun yang berpartisipasi secara mandiri.
Junaidi mengatakan, partisipasi cabor mandiri menjadi bentuk kontribusi positif bagi daerah. Semangat atlet dan pengurus yang tetap berupaya mengikuti kompetisi meski dengan dukungan dana mandiri dinilai menunjukkan komitmen untuk membawa nama Kabupaten Lingga di tingkat provinsi.
“Ini suatu kontribusi yang sangat positif bagi daerah. Mereka dengan penuh semangat, secara mandiri, tetap memiliki kemauan untuk berpartisipasi. Dengan koordinasi yang baik antara pengurus masing-masing cabor dan laporan yang disampaikan kepada kami, persiapan menghadapi Porprov 2026 diharapkan dapat berjalan dengan baik,” tuturnya.
KONI Lingga berharap koordinasi yang terbangun antara pengurus, pelatih, dan atlet dapat memperkuat kesiapan seluruh kontingen. Dengan demikian, keikutsertaan dalam Porprov VI 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian prestasi olahraga Kabupaten Lingga.
RASIO.CO, Batam – Pemprov Kepri mengajak pelaku pariwisata di Batam, Bintan, Karimun, Tanjungpinang, dan kabupaten lainnya untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan.
Keramahan, keamanan, dan kenyamanan harus jadi prioritas agar Kepri tetap menjadi destinasi pilihan wisatawan nusantara dan mancanegara.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, saat pembukaan Batam Travel Mart ASITA Kepri di Mega Mall Batam Centre.
Menurut Hasan, Kepri punya posisi strategis, terutama untuk pasar Singapura, Malaysia, India, Tiongkok, Korea, dan Jepang. Kedekatan geografis, konektivitas, serta pilihan destinasi, akomodasi, dan kuliner menjadi keunggulan yang harus diperkuat.
“Kami ajak seluruh pelaku industri pariwisata untuk terus beri pelayanan terbaik. Keramahan, keamanan, kenyamanan harus jadi prioritas,” ujar Hasan.
Listrik Sudah Normal, Asap Kiriman
Hasan menyebut gangguan kelistrikan akibat kondisi tak terduga sebelumnya telah kembali normal. Ia mengapresiasi langkah cepat PLN Batam, pemda, dan aparat keamanan.
Terkait jerebu/asap di Kepri, ia menegaskan asap tersebut merupakan kiriman dari luar Kepri. Pemangku kepentingan terus menangani, dan hujan yang mulai turun diharapkan mengurangi jerebu.
Meski begitu, pelaku usaha dan wisatawan diminta tetap waspada dan jaga kesehatan.
Banyak Pilihan Wisata Alternatif
Wisatawan tetap bisa menikmati wisata Kepri, dari Batam, Bintan, Karimun, Tanjungpinang, Lingga, Natuna, hingga Anambas.
Jika ingin aktivitas dalam ruangan, tersedia pilihan MICE, wellness tourism, pusat perbelanjaan, dan wisata kuliner.
“Banyak pilihan wisata yang bisa dinikmati. Tapi wisatawan tetap perlu perhatikan info terkini dan jaga kesehatan,” jelasnya.
Wisatawan juga diimbau memakai masker jika diperlukan saat kualitas udara belum sepenuhnya membaik.
Butuh Kolaborasi Semua Pihak
Hasan menegaskan kenyamanan wisatawan bukan hanya tugas pemerintah, tapi semua pelaku usaha. Pelayanan ramah, informasi jelas, transportasi aman, dan kesiapan petugas di pintu masuk sangat penting.
Ia mengapresiasi dukungan CIQP, ASITA, PHRI, HPI, pramuwisata, dan penyedia transportasi wisata yang terus mendukung pelayanan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami harap koordinasi dan kualitas layanan terus diperkuat agar wisatawan merasa aman dan nyaman di Kepri,” tegasnya.
RASIO.CO, Batam – Persoalan banjir, air bersih, sampah, hingga tumpang tindih kewenangan Pemko Batam dan BP Batam kembali disorot.
Mantan Anggota DPRD Kepri, Sirajudin Nur, menilai masalah ini butuh penanganan serius dan berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Sirajudin dalam Podcast Ruang Bicara bersama Sri Widayanti.
Menurutnya, pertumbuhan penduduk dan industri harus diimbangi layanan dasar yang memadai, terutama air bersih.
“Kalau data center memang dibutuhkan untuk ekonomi, jangan ditolak. Tapi pastikan industri dan warga dapat suplai air yang cukup,” ujar Sirajudin.
Distribusi Air Perlu Dievaluasi
Sirajudin menyebut, Persoalan air harus ditelusuri menyeluruh, apakah karena sumber air berkurang atau distribusi terganggu. Kerusakan pipa akibat proyek infrastruktur sering jadi pemicu.
Ia meminta ada koordinasi antar pengelola jaringan air, listrik, gas, dan telekomunikasi agar tidak saling merusak. Pemetaan jaringan bawah tanah dan pertanggungjawaban atas kerusakan fasilitas publik harus diperjelas.
Banjir Karena Air Kehilangan Jalur Resapan
Soal banjir, lanjutnya, pembangunan jalan dan alih fungsi lahan mengurangi daya serap tanah. Jika drainase tidak memadai, limpasan air akan meningkat.
“Banjir ini terjadi karena air hujan tidak ketemu jalan pulangnya,” ujarnya.
Ia mendorong pembangunan memperhatikan drainase dan ruang terbuka hijau sebagai daerah resapan, serta pengawasan dokumen lingkungan yang sesuai fakta lapangan.
Kewenangan BP Batam dan Pemko Harus Jelas
Terkait tata kelola, Sirajudin menilai pembagian kewenangan BP Batam dan Pemko Batam menimbulkan tantangan koordinasi, terutama terkait lahan, investasi, dan pelayanan publik.
Ia menilai mekanisme pengawasan dan pertanggungjawaban kebijakan perlu diperkuat agar aspirasi warga tersalurkan efektif.
Sampah Butuh Sistem Terintegrasi
Selaim itu, Soal sampah, Sirajudin menilai pengangkutan saja tidak cukup. Ia mengusulkan penguatan TPS, pemilahan organik-anorganik, dan pengolahan sebelum ke TPA.
“Butuh fasilitas memadai, sistem angkut teratur, dan kesadaran warga agar sampah tidak menumpuk,” ujarnya.
Di akhir, ia mengajak masyarakat aktif menyampaikan aspirasi dan meminta pemerintah fokus benahi layanan dasar.
“Pahami betul masalahnya. Kalau tidak paham masalah, kita tidak akan bisa temukan solusi yang tepat,” tutupnya.
Batam – Lagi- lagi para mafia penyeludupan barang-barsng ilegal rokok noncukai, Beras, dll diduga memanfaatkan Pelabuhan Rakyat Tanjungriau mengunakan kapal kayu.
Pantauan lapangan, Terlihat truck roda enam besar memasuki pelabuhan rakyat tanjungriau sekira pukul 19,30 wib dan sesampai diarea darmaga, lalu portal ukuran mini ditutup agar para pemancing atau pejalan kaki tak masuk kearea dsrmaga.
Parahnya, Truck Lori yang mesuk kedarmaga pelabuhan rakyat tersebut besar dan porpotensi amruk karena diduga puluhan truck masuk bongkar muat saban malam termasuk barang jasa titipan.
“Sudar terkordinir dengan baik dan berpotensi juga seldupkan narkoba, diharapkan beacukai bertindak,” ujar warga dilokasi enggan disebutkan.Rabu(29/10) 19.30.wib malam.
Sementara itu, Beberapa waktu lalu Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Agung Widodo, S.Sos. akan terus berkomitmen menindak tegas peredaran rokok noncukai alias ilegal di Batam melalui program gempur rokok.
Hal ini sudah menjadi program prioritas serta telah meneruskan bagian penindakan untuk melakukan operasi pasar atau Operasi Cukai di Batam.
“Monggo…p2 segera luncurkan opsar/opscuk” ujar Agung Widodo melalui sambungan selularnya, Selasa(14/10) lalu.
Dalam pesan singkatnya, Agung juga menyampaikan , bahwa tim insyaa Alloh segera ditindaklanjuti unit pengawasan, dan menjadiperhatian BC Batam dan BC Kanwil Kepri.
Terpisah, Dikabarkan Polairud Polri tangkap kapal kayu penyeludup barang-barang FTZ Batam melalui p elabuhan sengkuang dan diduga kapal tersebut milik IC.
“Empat hari lalu ditangkap bersama kapal lainnya dan diduga milik IC,” ujar sumber enggan dipublis.Rabu(28/10).
Informasi lapangan, Pengusaha nakal IC diduga sudah cukup lama bermain barang-barang ilegal bahkan juga Jastip(barang jasa titpan) untuk menghindari pajak negara.
Ironisnya, Onum IC diduga bermain di pelabuhan Pelra Tanjung Sengkuang, bahkan merambah ke pelabuhan jambataj 6 dan pelabuhan tikus yang ada si Batam untuk diseludupkan ke pulau-pulau yang ada di Kepri.
Terpisah, Sat Polairud Polresta Barelang mengikuti kegiatan Talk Show U-Talk bersama Official UTV dengan tema “Aktivitas Pelabuhan Rakyat di Batam”.
Kegiatan ini menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai kondisi aktivitas pelabuhan, pengawasan keamanan perairan, serta upaya pencegahan penyelundupan barang ilegal dan narkotika di wilayah hukum Polresta Barelang.
Kegiatan berlangsung secara langsung melalui Zoom Meeting di Mako Sat Polairud Polresta Barelang, pada Rabu, (28/10/2026). Pukul 10.30 WIB.
Dalam pemaparannya, Kasat Polairud Polresta Barelang AKP Asril, menjelaskan bahwa lalu lintas kapal di perairan Batam berkembang pesat karena posisi geografisnya yang strategis sebagai jalur transportasi laut dan logistik yang menghubungkan Indonesia dengan Singapura dan Malaysia.
Berdasarkan data BP Batam periode Januari hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 73.230 kunjungan kapal, pergerakan penumpang mencapai 6,7 juta jiwa, serta arus peti kemas sebesar 542.927 TEUs.
Tingginya aktivitas tersebut membutuhkan pengawasan yang optimal untuk memastikan keselamatan pelayaran dan menjaga keamanan wilayah perairan.
Lebih lanjut, AKP Asril menjelaskan bahwa fokus utama Sat Polairud Polresta Barelang meliputi pengawasan aktivitas pelayaran dan kondisi cuaca, pemeriksaan aspek keselamatan dan keamanan perairan sesuai kewenangan, serta pencegahan berbagai tindak pidana yang memanfaatkan jalur laut.
Pengawasan dilakukan terhadap pergerakan penumpang domestik maupun internasional, dengan memperhatikan potensi perubahan cuaca, hujan disertai petir, dan gelombang tinggi melalui koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Selain itu, pengawasan kelayakan kapal, kelengkapan navigasi, dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan dilaksanakan melalui koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Bea Cukai, Karantina, dan Dinas Kesehatan.
AKP Asril juga menyoroti kerawanan penyelundupan barang ilegal dan narkotika melalui jalur perairan. Luasnya wilayah laut Kepulauan Riau serta keberadaan pelabuhan resmi dan pelabuhan rakyat di kawasan pesisir menjadi tantangan tersendiri bagi aparat dalam melakukan pengawasan.
Modus yang perlu diwaspadai antara lain pengiriman barang menggunakan kapal besar maupun kapal kecil bermesin atau speedboat, pemindahan muatan antarkapal (ship-to-ship), penyembunyian barang di dalam kompartemen kapal, serta penyamaran barang melalui kemasan tertentu.
Terkait upaya penindakan, AKP Asril menyampaikan bahwa sejumlah kapal pernah ditindak dalam kasus pelanggaran di wilayah perairan, di antaranya MT Kimsun, Fushanqing 1, MT Ocean Porter, dan MT Global.
Penindakan dapat dilakukan di berbagai titik perairan, mulai dari Selat Malaka, kawasan Nongsa, hingga Punggur, sesuai dengan lokasi dan hasil penanganan perkara.
Salah satu tantangan yang dihadapi petugas patroli adalah adanya upaya membuang barang bukti ke laut ketika kapal mencurigakan didekati petugas.
Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan personel, penguatan patroli, serta koordinasi lintas instansi agar pengawasan dapat berjalan secara efektif.
AKP Asril turut menjelaskan bahwa perkembangan aktivitas ekonomi dan mobilitas di Batam perlu diimbangi dengan pengawasan yang konsisten terhadap potensi peredaran barang terlarang. Oleh karena itu, Sat Polairud Polresta Barelang terus memperkuat sinergi dengan KSOP terkait aspek keselamatan dan kelayakan pelayaran sesuai kewenangannya, Bea Cukai dalam pengawasan barang, serta instansi Karantina untuk pemeriksaan terkait hewan dan aspek kesehatan. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mempersempit peluang penyelundupan serta meningkatkan efektivitas pengawasan di pelabuhan resmi maupun pelabuhan rakyat.
RASIO.CO, Batam – Kehadiran kapal buku terapung Doulos Hope di Batam memperkaya pilihan wisata edukasi sekaligus memperkuat potensi Batam sebagai destinasi wisata maritim yang terbuka bagi kunjungan internasional.
BP Batam melalui Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, menghadiri peresmian dan pembukaan kapal buku terapung Doulos Hope di Pelabuhan Bintang 99 Batam, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan tersebut meliputi pengenalan kapabilitas kapal, perkenalan kru dari berbagai negara, serta peresmian perpustakaan di atas kapal yang menambah pilihan wisata edukasi di Batam sekaligus memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk memperluas wawasan dan mengenal keberagaman budaya melalui koleksi buku yang tersedia.
Kapal Doulos Hope dikelola oleh lembaga amal asal Jerman dengan dukungan 186 kru dari 38 negara berbeda. Kapal ini menghadirkan sekitar 2.000 judul buku, mulai dari bacaan edukatif hingga berbagai koleksi yang dapat menambah wawasan pengunjung.
Kehadiran kapal Doulos Hope turut menunjukkan potensi Batam sebagai persinggahan kapal internasional yang menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Selain memiliki daya tarik wisata maritim, Batam juga berpeluang memperluas pilihan wisata edukasi yang dapat dinikmati pengunjung dari berbagai latar belakang.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengapresiasi kehadiran Doulos Hope yang menghadirkan nilai edukasi sekaligus memperkaya pengalaman wisata di Batam.
“Kami mengapresiasi kehadiran Doulos Hope di Batam. Selain menghadirkan pengalaman edukatif melalui buku, kunjungan ini turut memperkaya pilihan wisata dan memperkenalkan potensi Batam sebagai kota yang terbuka terhadap kunjungan internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Director Doulos Hope, Trizenia September, berharap keberadaan perpustakaan di atas kapal dapat memudahkan pengunjung mengakses buku dan memperluas pengetahuan melalui beragam bacaan yang tersedia.
Kehadiran Doulos Hope diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi wisatawan sekaligus memperkuat optimisme terhadap potensi Batam sebagai destinasi wisata edukasi dan maritim. Dukungan fasilitas pelabuhan serta beragam daya tarik yang dimiliki menjadi peluang bagi Batam untuk terus menarik kunjungan internasional.
RASIO.CO, Batam – Menurunnya kualitas udara akibat kabut asap menjadi perhatian bagi masyarakat Batam, terutama yang beraktivitas di luar ruangan.
Menyikapi kondisi tersebut, Wakil Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Li Claudia Chandra, turun langsung membagikan masker kepada warga di kawasan Bundaran BP Batam, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan Sudirman Saad, Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan Denny Tondano, serta Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum Ariastuty Sirait, bersama jajaran.
Pembagian masker ini merupakan langkah preventif untuk membantu masyarakat mengurangi risiko paparan partikel berbahaya di udara, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi lingkungan yang kurang bersahabat.
Kabut asap yang memengaruhi kualitas udara di Batam diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan. Asap yang terbawa angin hingga Kepulauan Riau, ditambah rendahnya curah hujan, memengaruhi kondisi udara dalam beberapa waktu terakhir.
Situasi ini menjadi perhatian, terutama bagi warga yang menggantungkan aktivitas harian di luar ruangan. Paparan partikel di udara berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan.
Melalui kegiatan ini, BP Batam mendorong masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan kualitas udara. Penggunaan masker yang sesuai dapat menjadi salah satu cara mengurangi paparan partikel berbahaya, terutama ketika aktivitas di luar ruangan tidak dapat dihindari.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan perhatian terhadap kesehatan masyarakat menjadi hal penting di tengah kondisi udara yang kurang baik.
“Kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan untuk melindungi diri, terutama saat beraktivitas di luar ruangan,” ujar Li Claudia.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap dampak kabut asap memerlukan perhatian bersama, dengan keselamatan dan kesehatan masyarakat sebagai prioritas.
RASIO.CO, Tanjungpinang – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, mengapresiasi kolaborasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) dalam menjaga stabilitas pangan di Kepri.
Hal itu disampaikan Nyanyang saat membuka Gebyar Kuliner dan Gerbang Ekonomi Pangan yang digelar DPC HKTI Kota Tanjungpinang di depan Ramayana Tanjungpinang, belum lama ini.
“Yang dijual oleh BUMA HKTI itu harganya di bawah pasar. Ini menjadi kolaborasi yang sangat kuat, ekonomi di daerah tersebut akan lebih meningkat lagi,” ujar Nyanyang, yang juga Ketua DPD HKTI Provinsi Kepri.
Pantauan di lokasi, harga yang ditawarkan memang jauh di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Minyak goreng yang HET-nya Rp15.700 dijual Rp15.000, dan beras 5 kg yang biasanya Rp76.000 hingga Rp86.000 di pasaran, dijual hanya Rp70.000 – Rp71.000. Masyarakat pun berbondong-bondong datang.
Tantangan Pangan di Daerah Kepulauan
Dalam Podcast Ruang Bicara bersama Sri Widayanti di Kediaman Resmi Wagub Kepri, Nyanyang menjelaskan tantangan pangan di Kepri yang memiliki 2.028 pulau dengan 394 pulau berpenghuni.
“Kendala utama adalah konektivitas. Kalau di Jawa dan Sumatera pupuk bisa diangkut mobil, di Kepri semua lewat laut. Ini berpengaruh pada harga dan pasokan,” jelasnya.
Kebutuhan pangan Kepri masih sangat bergantung pasokan luar. Kebutuhan telur di Kepri mencapai 3 juta butir per hari, sementara produksi lokal baru 600 ribu – 800 ribu butir. Cabai, sayuran, daging, dan ayam banyak didatangkan dari Medan, Padang, Lampung, hingga Jawa Timur.
Untuk itu, Pemprov Kepri mendorong kedaulatan pangan melalui bisnis matching dengan distributor dan memperkuat peran petani lokal.
“60% populasi ada di Batam, kebutuhan tinggi di sana. Kita harus berdaulat pangan,” tegasnya.
Pemprov juga telah menyalurkan 9.700 BPJS Ketenagakerjaan untuk petani dan program bibit cabai bersama Dinas Ketahanan Pangan yang dinilai berhasil menekan inflasi.
Angka Kemiskinan Terendah ke-4 dan IPM Tertinggi ke-3
Nyanyang yang juga Ketua Satgas Pengentasan Kemiskinan Kepri memaparkan, angka kemiskinan Kepri saat ini terendah nomor 4 se-Indonesia.
“Pendidikan kita utamakan, kesehatan kita tingkatkan pelayanannya,” ujarnya.
Strategi pengentasan dilakukan dengan pendekatan desil. Anak dari keluarga desil 1 dan 2 disekolahkan melalui Sekolah Rakyat yang sudah berjalan dengan 100 lebih murid di Tanjungpinang, serta bantuan UMKM bagi keluarganya.
Menurutnya, hal itu berdampak pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri yang kini berada di peringkat 3 nasional setelah DKI Jakarta dan DI Yogyakarta.
“Jangan sampai investasi datang kita hanya jadi penonton. Kita siapkan SDM lewat SMK, sekarang 63% anak kita masuk SMK dan belum lulus sudah diterima kerja,” katanya.
Ia juga menyebut program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari Presiden Prabowo Subianto berjalan lancar di Kepri.
Dorong Kolaborasi untuk Sukseskan Asta Cita
Terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat, Nyanyang menilai peran HKTI, BUMA, dan ormas lain sangat vital.
“Ini kolaborasi yang sangat kuat yang mana ekonomi di daerah tersebut akan lebih meningkat lagi. HKTI, BUMA, dan organisasi lain ikut menjalankan program Asta Cita Presiden Prabowo. Petani, nelayan, peternak dibutuhkan untuk menyukseskan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Ke depan, ia berharap model pasar murah BUMA HKTI yang sukses di Tanjungpinang bisa direplikasi di 6 kabupaten/kota lainnya di Kepri. Pemprov Kepri membuka peluang kerja sama resmi melalui MoU dengan ormas-ormas pangan.
“Terima kasih BUMA dan HKTI. Insya Allah dengan kolaborasi ini Kepri akan menjadi lumbung swasembada pangan, masyarakat tidak susah sekolah, tidak susah pendidikan, dan tidak susah lapangan pekerjaan,” tutupnya.
RASIO.CO, Lingga – Lurah Sungai Lumpur, Teddy Andika, S.IP., membuka kegiatan sosialisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) di ruang Kantor Lurah Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Kamis (15/10/2026), sore.
Kegiatan ini menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lingga untuk memberikan pemahaman mengenai Identitas Kependudukan Digital (IKD), khususnya bagi masyarakat yang belum memilikinya.
Sosialisasi tersebut dihadiri ketua RT/RW se-Kelurahan Sungai Lumpur, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Lurah Sungai Lumpur, Teddy Andika menjelaskan bahwa sosialisasi Perlinsos bertujuan mendorong keterlibatan RT/RW menjadi agen Perlinsos. Agen ini nantinya diharapkan dapat membantu warga dalam mengakses layanan terkait bantuan sosial, termasuk mengajukan sanggahan apabila terdapat ketidaksesuaian data desil kesejahteraan.
“Dalam kegiatan ini, kita juga mengundang narasumber dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Sebab, untuk mendaftar menjadi agen Perlinsos, masyarakat wajib terlebih dahulu terdaftar atau sudah memiliki IKD di smartphone mereka,” kata Teddy.
Teddy menyebutkan, sasaran awal perekrutan agen Perlinsos memang unsur lembaga kemasyarakatan di Kelurahan Sungai Lumpur, terutama para ketua RT dan RW. Namun, kesempatan tersebut tetap terbuka bagi masyarakat umum yang ingin berpartisipasi.
“Bagi masyarakat yang ingin menjadi agen, silakan bertanya kepada RT/RW yang sudah menjadi agen. Atau boleh langsung ke kelurahan untuk mendaftarkan diri,” terangnya.
Teddy juga menyoroti persoalan ketidaksesuaian data kesejahteraan atau desil yang dapat berdampak pada penyaluran bantuan sosial. Menurutnya, masih ada kemungkinan warga yang dinilai mampu justru menerima bantuan, sementara masyarakat yang membutuhkan malah belum terakomodasi.
Melalui Perlinsos, ia berharap persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme pengajuan sanggahan dan pembaruan data sesuai ketentuan yang berlaku.
“Mungkin melalui Perlinsos ini dapat kita tertibkan dan disanggah serta dapat diajukan untuk penerima bansos,” tutupnya.
Karena itu, para ketua RT/RW didorong untuk mengambil peran aktif sebagai agen Perlinsos. Kedekatan mereka dengan masyarakat dinilai dapat membantu warga memperoleh informasi, memahami proses pengajuan, serta menyampaikan persoalan terkait data kesejahteraan dan bantuan sosial.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kelurahan Sungai Lumpur berharap proses pendataan dan pengusulan bantuan sosial dapat berjalan lebih tertib, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk memperjuangkan kesesuaian data berdasarkan kondisi sebenarnya.
Keterlibatan perangkat lingkungan dan masyarakat menjadi salah satu langkah penting agar penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran dan transparan.
RASIO.CO, Lingga – Pemerintah Kelurahan Dabo Lama menggelar gotong royong (goro) bersama untuk membersihkan kawasan kolong dan pesisir pantai di RT 001/RW 009, Kelurahan Dabo Lama, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga. Kamis (15/10/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya terkait banyaknya ikan yang mati di kolong tersebut, selain itu kegiatan ini untuk menangani persoalan lingkungan sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang bermukim di sekitar pesisir.
Sebelum kegiatan dimulai, seluruh peserta melaksanakan apel bersama di lokasi yang berdekatan dengan Posyandu Anggrek. Apel tersebut melibatkan Camat Singkep, Puskesmas Dabo Lama, TNI Angkatan Laut (TNI AL), Satpol PP, para ketua RT/RW, Linmas, Dinas Lingkungan Hidup (LH), PKK, kader Posyandu, serta masyarakat setempat.
Lurah Dabo Lama, Harie Kurniawan, mengatakan gotong royong kali ini dilakukan dengan memanfaatkan sampan kecil atau jongkong untuk membantu proses pembersihan di kawasan tersebut.
Menurut Harie, kegiatan ini merupakan langkah awal penanganan di lapangan. Selanjutnya, pembukaan area di bibir pantai direncanakan menggunakan alat berat melalui koordinasi dengan Camat Singkep dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
“Harapan kami selaku lurah, permasalahan ini dapat diselesaikan secepatnya sehingga masyarakat kami yang bertempat tinggal di sekitar RT 001/RW 009, khususnya yang dekat pantai, bisa mendapat kenyamanan. Kami juga berharap peristiwa ini tidak terulang kembali pada masa mendatang,” kata Harie kepada media ini.
Harie menegaskan, sinergi antara pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya menyelesaikan persoalan lingkungan di kawasan tersebut.
Harie juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong tersebut. Menurutnya, keterlibatan bersama menjadi modal penting agar penanganan lingkungan dapat berjalan lebih efektif.
“Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak sehingga gotong royong bersama ini dapat terlaksana,” tutupnya.