Kamis, November 5, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 9

Kelurahan Dabo Gelar MMD/K, ODF Capai 97 Persen

0

RASIO.CO, Lingga – Pemerintah Kelurahan Dabo, menggelar Musyawarah Masyarakat Desa/Kelurahan (MMD/K) bersama para ketua RT dan RW membahas percepatan program Open Defecation Free (ODF) atau tidak buang air besar sembarangan, sekaligus mencari solusi atas persoalan sampah yang masih menjadi keluhan masyarakat. Bertempat di Gedung Sapta Pesona Kelurahan Dabo, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga. Rabu (14/10/2026).

Kegiatan MMD/K tersebut menjadi langkah untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan layak bagi masyarakat.

Lurah Dabo, Mardi Sastra, mengatakan capaian ODF di Kelurahan Dabo saat ini telah mencapai lebih dari 97 persen. Namun, masih terdapat sekitar 3 persen yang perlu dituntaskan agar target 100 persen dapat direalisasikan.

“ODF ini sangat penting karena berkaitan dengan kebiasaan buang air besar sembarangan. Program ini membutuhkan keseriusan kita bersama, baik dari Kelurahan Dabo maupun UPT Puskesmas Dabo. Capaian kita sudah 97 persen lebih, tinggal sekitar 3 persen lagi yang harus kita kejar agar mencapai 100 persen,” kata Mardi.

Menurut Mardi, upaya percepatan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat, terutama warga yang masih memiliki kebiasaan membuang kotoran langsung ke saluran drainase.

Mardi mengungkapkan, pihak kelurahan bersama para ketua RW telah melakukan pemetaan terhadap wilayah yang masih memerlukan perhatian khusus. Hasil pemetaan menunjukkan, persoalan tersebut terkonsentrasi di RW 009 dan RW 010, dengan beberapa rumah yang masih menjadi sasaran penanganan.

“Kita sudah melakukan pertemuan dengan ketua RW untuk memberikan imbauan. Di Kelurahan Dabo, ada dua lokasi yang sudah kita petakan, yakni RW 009 dan RW 010. Hanya beberapa rumah yang masih menjadi perhatian, khususnya yang berada di sekitar drainase dan pembuangannya langsung ke parit besar,” jelasnya.

Mardi menambahkan, capaian ODF di Dabo saat ini masih berada pada tahap ODF bersyarat. “Karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan agar seluruh persyaratan dapat dipenuhi dan status bebas buang air besar sembarangan tercapai secara menyeluruh,” paparnya.

Mardi mengakui, selain ODF, persoalan sampah turut menjadi perhatian dan persoalan yang perlu penanganan bersama, karena pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan keseriusan dan koordinasi lintas pihak.

Mardi mengatakan, salah satu keluhan masyarakat berkaitan dengan belum optimalnya fasilitas tempat sampah. Di sisi lain, terdapat warga yang telah mengumpulkan sampah di rumah, tetapi kesulitan membuangnya karena keterbatasan armada pengangkut.

“Masalah sampah ini memang menjadi pekerjaan rumah, bukan hanya bagi Kelurahan Dabo, tetapi juga membutuhkan keseriusan bersama. Ada keluhan warga mengenai tempat sampah yang belum maksimal. Beberapa warga juga menyampaikan bahwa sampah sudah dikumpulkan di rumah, tetapi mereka membutuhkan armada untuk mengangkutnya,” ungkap Mardi.

Mardi menuturkan, untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, pihak Kelurahan Dabo mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lingga. Pemerintah kelurahan berharap adanya dukungan armada agar pengangkutan sampah warga dapat berjalan lebih optimal.

“Insyaallah, untuk masalah ini kita sudah berkoordinasi dengan pihak lingkungan hidup. Kita mengharapkan bantuan untuk mengangkut sampah tersebut,” tutupnya.

Melalui musyawarah tersebut, Pemerintah Kelurahan Dabo berharap keterlibatan RT dan RW dapat memperkuat pendataan, edukasi, serta pengawasan di lingkungan masyarakat. Penyelesaian persoalan ODF dan sampah dinilai membutuhkan komitmen bersama agar upaya menciptakan lingkungan sehat tidak berhenti hanya pada imbauan.

Amsakar Achmad : Pemerintah Kawal Pemulihan Seluruh Layanan Dasar

0

RASIO.CO, Batam  — Gangguan pasokan listrik yang melanda Batam sejak Senin (12/10/2026) berdampak pada aktivitas masyarakat, pelayanan publik, hingga kegiatan dunia usaha.

Setelah penanganan intensif oleh PLN Batam, Kepala BP Batam Amsakar Achmad menyampaikan bahwa pasokan listrik telah kembali pulih sepenuhnya berdasarkan informasi terbaru yang diterimanya.

Bagi Amsakar, pemulihan listrik bukan sekadar persoalan menyalakan kembali jaringan. Yang terpenting adalah memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas, kebutuhan dasar terpenuhi, dan pelayanan publik berangsur normal.

“Berdasarkan informasi terbaru yang kami terima, kondisi kelistrikan Batam sudah pulih 100 persen.” tegas Amsakar, Selasa (13/10/2026).

Pihaknya memastikan pemerintah mengawal setiap progres agar seluruh aspek layanan dasar bagi masyarakat Kota Batam dapat kembali normal.

Di tengah situasi tersebut, Amsakar juga menyampaikan apresiasi kepada tim teknis PLN Batam yang bekerja menangani gangguan.

Sejak kejadian berlangsung, pihaknya terus berkoordinasi dengan Direksi PLN Batam beserta jajaran untuk memantau penanganan dan mendorong percepatan pemulihan.

“Kami memahami seluruh lapisan masyarakat merasakan langsung dampak gangguan ini. Karena itu, sejak awal kami terus berkoordinasi dengan PLN Batam dan seluruh pihak terkait agar penanganan berjalan cepat dan langkah-langkah yang diperlukan segera dilakukan. Kami mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang terlibat,” ujarnya.

Kondisi Waduk Kembali Normal, Distribusi Air Berangsur Di Atas 80%

Pasokan listrik yang dilaporkan telah kembali normal, tidak serta merta membuat pemulihan layanan lain yang terdampak, dapat normal seketika. Salah satunya distribusi air bersih, yang operasionalnya bergantung pada pasokan listrik dan kondisi jaringan perpipaan. Pendistribusian air memerlukan waktu hingga jaringan perpipaan kembali terisi secara bertahap.

Data BP Batam per Rabu (14/10/2026) pukul 06.00 WIB menunjukkan sekitar 80 hingga 85 persen area pelanggan telah kembali menerima aliran air pada elevasi normal. Sementara itu, 319 trip mobil tangki disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga di wilayah yang masih mengalami gangguan.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Denny Tondano, menjelaskan bahwa pulihnya operasional instalasi pengolahan air tidak serta-merta membuat seluruh pelanggan langsung menerima air secara normal.

“Jaringan perpipaan membutuhkan waktu untuk kembali terisi hingga tekanan dan volume air stabil. Wilayah yang berada di ujung jaringan maupun kawasan dengan elevasi lebih tinggi berpotensi membutuhkan waktu lebih lama.” jelas Denny.

BP Batam memperkirakan proses pemulihan jaringan perpipaan secara keseluruhan dapat membutuhkan waktu. Selama proses tersebut, distribusi air menggunakan mobil tangki disiapkan sebagai dukungan sementara, dengan prioritas bagi fasilitas kesehatan, rumah sakit, rumah ibadah, dan permukiman yang masih mengalami gangguan.

Kondisi ini menjadi perhatian karena kebutuhan air bersih tidak dapat ditunda. Karena itu, masyarakat yang belum menerima aliran air secara normal diharapkan mengikuti informasi resmi mengenai distribusi bantuan dan perkembangan pemulihan di wilayah masing-masing.

BP Batam Turun ke Lapangan, Dunia Usaha Ikut Dikawal

Dampak gangguan listrik juga dirasakan sektor industri dan pelaku usaha yang membutuhkan pasokan energi untuk menjaga operasional tetap berjalan.

Untuk mengetahui kondisi secara langsung, BP Batam melalui Kedeputian Bidang Investasi di bawah kepemimpinan Fary Djemy Francis mengunjungi sejumlah kawasan industri, investor, pelaku UMKM, dan fasilitas pelayanan publik, termasuk rumah sakit, pada Selasa pagi (14/10/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mendengarkan kendala yang dihadapi, menyampaikan perkembangan penanganan, serta memastikan komunikasi dengan pelaku usaha tetap berjalan.

“Kami mengapresiasi kerja keras PLN Batam dalam mempercepat pemulihan. Dalam keadaan seperti ini, yang dibutuhkan bukan hanya solusi teknis, tetapi juga kepedulian dan kebersamaan. BP Batam ingin hadir, mendengar, dan memastikan masyarakat serta pelaku usaha tidak menghadapi kesulitan ini sendirian,” ujar Fary.

BP Batam juga berkoordinasi dengan pengelola layanan air minum, rumah sakit, bandara, pelabuhan, dan pihak terkait lainnya untuk memantau dampak gangguan terhadap layanan publik.

Sejumlah perwakilan dunia usaha turut menyampaikan apresiasi terhadap langkah pemulihan PLN Batam dan perhatian BP Batam yang turun langsung menemui pelaku usaha. Koordinasi tersebut diharapkan membantu mempercepat pemulihan kegiatan ekonomi dan memastikan kendala yang masih terjadi dapat ditangani.

Amsakar: Pemerintah Tidak Berhenti pada Pemulihan Listrik

Amsakar mengajak seluruh masyarakat Batam untuk tetap tenang dan bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Ia memahami gangguan kelistrikan yang terjadi bukanlah kondisi yang diharapkan siapa pun, terlebih dampaknya dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat, dunia usaha, hingga layanan publik.

Menurutnya, situasi ini perlu disikapi dengan bijak. Di tengah ketidaknyamanan yang terjadi, upaya penanganan dan kerja keras seluruh pihak patut dihargai, sembari memastikan proses pemulihan layanan yang terdampak terus dikawal hingga kembali berjalan optimal.

“Tidak ada satu pun dari kita yang menginginkan situasi seperti ini. Kita memahami dampaknya dirasakan oleh masyarakat dari berbagai lapisan. Alhamdulillah, berdasarkan informasi yang kami terima, kondisi kelistrikan saat ini telah pulih sepenuhnya. Kita patut menghargai kerja keras seluruh pihak yang telah berupaya menangani gangguan ini. Pemerintah akan terus mengawal agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan kebutuhan warga tetap terpenuhi,” ujar Amsakar.

Ia berharap, kejadian ini menjadi momentum bersama untuk melakukan evaluasi, memperkuat koordinasi, dan meningkatkan keandalan infrastruktur serta kualitas pelayanan publik di Batam.

“Sejak hari pertama berdampak, saya meminta seluruh jajaran baik di BP Batam maupun di Pemko Batam sesuai dengan tusinya agar turun dan mengecek setiap layanan dasar, masyarakat hingga dunia usaha. Pelayanan air terus kami monitor dan berangsur pulih. Kami juga pastikan pelayanan Rumah Sakit, Pelabuhan, Bandara tetap berjalan normal. Termasuk efek ekonomi kita pantau, UMKM hingga pelaku usaha seluruh aspek harus mendapatkan pendampingan optimal.” tegas Amsakar.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga situasi Batam tetap kondusif. Sehingga seluruh pelayanan dapat berjalan lebih baik, aktivitas masyarakat kembali berjalan lancar, dan dunia usaha dapat beroperasi dengan optimal.

“Mari kita hargai upaya dan kerja keras semua pihak, sekaligus menjadikan kejadian ini sebagai momentum untuk berbenah dan memperbaiki pelayanan ke depan. Pemerintah akan terus mengawal prosesnya. Yang terpenting, mari kita jaga Batam tetap aman, kondusif, dan nyaman bagi semua. Semoga ke depan seluruh pelayanan semakin baik, aktivitas masyarakat kembali berjalan lancar, dan dunia usaha dapat beroperasi dengan optimal,” tutup Amsakar.

Redaksi@www.rasio.co //

Kritik Pedas Akademisi Soal Blackout Batam: Citra Kota Investasi Terancam Kandas

0

RASIO.CO, Batam  – Pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda Kota Batam dalam beberapa hari terakhir memicu kritik dari berbagai elemen masyarakat.

Insiden ini dinilai mencederai citra Batam yang selama ini digadang-gadang sebagai pusat investasi strategis dan penyangga ekonomi nasional.

Menanggapi kondisi tersebut, akademisi Universitas Ibnu Sina (UIS) Batam, Dr. Sumardin, SE.,M.Si.,  menyampaikan pandangan kritis sekaligus menawarkan solusi konkret untuk pembenahan sistemik PT PLN Batam.

Menurut Sumardin, persoalan listrik di Batam tidak bisa lagi dipandang sebagai gangguan teknis biasa. Dampaknya sangat fatal bagi ekosistem investasi dan perekonomian lokal.

“Batam didesain dengan regulasi khusus sebagai kawasan industri dan pusat manufaktur.”

“Ketika listrik padam total hingga berjam-jam, kerugiannya tidak hanya kulkas warga yang mati, tetapi miliaran rupiah pada sektor industri, perbankan, dan logistik yang terhenti,” ujar Sumardin.

Ia juga menyoroti lemahnya manajemen komunikasi krisis dan mitigasi PLN Batam.

“PLN Batam terkesan terjebak pada pola reaktif, menunggu ada kerusakan baru sibuk perbaikan, bukan proaktif melakukan pencegahan sistemik berbasis prediksi risiko,” tegasnya.

Tiga Solusi Konkret untuk PLN Batam

Sebagai akademisi, Sumardin tidak hanya melontarkan kritik, tetapi juga menyodorkan tiga pilar solusi:

1. Modernisasi Menuju Smart Grid
PLN Batam harus mempercepat revitalisasi teknologi dengan sistem _smart grid_ yang mampu mendeteksi dan mengisolasi titik gangguan secara otomatis sebelum meluas menjadi blackout sistemik. Jalur pasokan cadangan (redundancy system) juga harus disiapkan agar pasokan bisa dialihkan tanpa pemadaman massal.

2. Audit Aset Vital dan Pembersihan ROW
Alasan gangguan akibat cuaca atau hewan mencerminkan lemahnya proteksi fisik pada aset transmisi. Perlu audit independen berkala terhadap keandalan pembangkit dan pembersihan Ruang Bebas (Right of Way/ROW) di sepanjang jalur secara ketat.

3. Transparansi Informasi dan Kompensasi Otomatis Manajemen komunikasi krisis wajib dibenahi agar masyarakat mendapat informasi aktual yang valid. Selain itu, regulasi kompensasi ganti rugi bagi pelanggan industri maupun rumah tangga harus diterapkan secara transparan dan otomatis, misalnya melalui pemotongan tagihan bulanan sebagai bentuk akuntabilitas publik.

Di akhir pernyataan, Sumardin mendesak Pemerintah Kota Batam, BP Batam, dan Kementerian ESDM untuk memperketat pengawasan terhadap tata kelola PLN Batam.

“Listrik adalah urat nadi perekonomian Batam. Jangan sampai ambisi besar menarik investor internasional kandas hanya karena kita tidak mampu mengelola stabilitas energi,” tutupnya.

Redaksi@www.rasio.co //

HUT ke-27 Karimun, Iskandarsyah Paparkan Pertumbuhan Ekonomi 6,14% dan Ajak Warga Bangkit dalam Harmoni

0

RASIO.CO, Karimun – Memperingati Hari Jadi ke-27 Kabupaten Karimun, Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga optimisme, persatuan, dan gotong royong di tengah tantangan global.

Hal itu disampaikan dalam Upacara Peringatan HUT ke-27 Karimun di Halaman Kantor Bupati Karimun, Senin (12/10/2026). Tahun ini, Pemkab Karimun mengusung tema *”KARIMUN BANGKIT DAN BERKEMBANG DALAM HARMONI”*.

Bupati Iskandarsyah menegaskan, tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan komitmen kolektif.

“Karimun Bangkit adalah sikap pantang menyerah menghadapi tantangan zaman. Karimun Berkembang adalah komitmen menerapkan Entrepreneur Government, tidak hanya mengejar serapan APBD tapi fokus pada output, outcome dan benefit untuk kesejahteraan rakyat. Dalam Harmoni adalah penegasan bahwa kemajemukan suku, agama, ras dan budaya adalah kekayaan yang harus dijaga,” ujar Iskandarsyah.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga identitas Karimun sebagai *Negeri Darussalam*. Kata Karimun dimaknai sebagai sesuatu yang mulia, dan Darussalam sebagai negeri yang damai.

“Karimun harus terus menjadi rumah kedamaian dan keselamatan bagi seluruh warganya, dengan tetap memegang teguh pepatah di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” katanya.

Paparkan Capaian Ekonomi 6,14 Persen

Bupati yang telah memimpin bersama Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole,S.Sos , M.M., selama 1 tahun 9 bulan itu memaparkan sejumlah capaian.

Pertumbuhan ekonomi Karimun menyentuh angka 6,14 persen pada semester I tahun 2026. Di tingkat nasional, Karimun meraih penghargaan Kinerja Terbaik Ke-2 dalam pengendalian inflasi dari Kemenko Perekonomian dan Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah dari Mendikdasmen RI.

Karimun juga sukses menjadi tuan rumah POPDA X Kepri 2026 yang menggerakkan ekonomi riil dengan perputaran Rp4,2 miliar bagi UMKM dan perhotelan lokal.

Di bidang SDM, Pemkab menyalurkan beasiswa pendidikan tinggi bernilai miliaran rupiah hasil kolaborasi dana CSR.

“Inna Maal ‘Usri Yusro, sesudah kesulitan selalu ada kemudahan,” kata Iskandarsyah memompa semangat warga di tengah krisis global.

Ke depan, fokus strategis Pemkab Karimun adalah mendorong ekonomi yang lebih tangguh, memperluas lapangan kerja, pembangunan infrastruktur konektivitas perbatasan melalui BNPP, serta perluasan jaringan air bersih dan energi terbarukan komunal.

Ia menegaskan, inovasi dan kreativitas akan menjadi kunci untuk mewujudkan kemajuan Karimun 20 hingga 25 tahun ke depan.

“Butuh sinergi seluruh elemen masyarakat untuk menuntaskan program pembangunan demi Karimun yang maju, sejahtera, dan berbudaya,” tutupnya.

Redaksi@www.rasio.co //

Tips Aman Berkendara Saat Asap Mengganggu Jarak Pandang

0

RASIO.CO, Batam –  Asap yang mengurangi jarak pandang dapat meningkatkan risiko saat berkendara. Pengendara perlu mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, meningkatkan kewaspadaan, dan tidak memaksakan perjalanan ketika kondisi sudah tidak memungkinkan.

Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga jarak pandang kembali aman menjadi pilihan. Namun, bagi pengendara yang tetap harus bepergian, sejumlah hal perlu diperhatikan sebelum dan selama perjalanan.

Pastikan Perlengkapan dan Kendaraan dalam Kondisi Baik. Sebelum berangkat, gunakan perlengkapan berkendara secara lengkap. Helm dengan visor tertutup dapat membantu melindungi wajah dan mata, sedangkan masker dapat digunakan sebagai perlindungan tambahan sesuai kondisi udara.

Visor juga perlu dipastikan bersih agar tidak semakin mengganggu pandangan ketika kondisi di sekitar jalan berasap atau berkabut.

Kondisi kendaraan perlu diperiksa sebelum perjalanan, terutama ban, sistem pengereman, lampu utama, lampu belakang, lampu sein, spion, dan mesin. Pengendara juga dapat memantau informasi mengenai kualitas udara, jarak pandang, cuaca, serta kondisi lalu lintas sebelum berangkat.

Kurangi Kecepatan dan Perlebar Jarak Aman. Ketika asap membuat jarak pandang berkurang, kecepatan kendaraan perlu disesuaikan dengan kemampuan pengendara untuk melihat kondisi jalan dan kendaraan di sekitarnya.

Jarak aman dengan kendaraan di depan juga perlu ditambah. Hindari manuver atau pengereman mendadak dan kendalikan kendaraan secara halus untuk mengantisipasi kondisi jalan maupun pergerakan pengguna jalan lain.

Lampu utama juga perlu dipastikan berfungsi dengan baik agar kendaraan lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain.

Jangan Memaksakan Diri Saat Jarak Pandang Memburuk. Jika asap semakin pekat hingga jarak pandang sangat terbatas, pengendara sebaiknya tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan.

Kurangi kecepatan secara bertahap, nyalakan lampu utama, jaga jarak dengan kendaraan lain, lalu cari lokasi yang aman untuk menepi. Hindari berhenti di bahu jalan atau lokasi yang justru dapat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM), Daniel Aria Sulistya Nugroho, mengatakan kewaspadaan perlu ditingkatkan ketika kondisi lingkungan menyebabkan jarak pandang berkurang.

“Lakukan persiapan sebelum perjalanan, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, perhatikan kondisi jalan, dan segera menepi apabila kondisi sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman,” ujar Daniel.

Menurut dia, menunda perjalanan tetap menjadi pilihan terbaik jika perjalanan tidak mendesak dan kondisi belum aman. “Tetap Cari Aman saat berkendara,” katanya.

Periksa Kondisi Kendaraan Setelah Perjalanan. Pengendara juga perlu memperhatikan kondisi kendaraan setelah digunakan dalam lingkungan dengan kualitas udara yang buruk dalam waktu cukup lama.

Jika ditemukan penurunan performa atau gangguan pada sistem pengereman, ban, lampu, maupun komponen lainnya, kendaraan dapat diperiksa di AHASS terdekat.

Bagi pengendara yang masih harus melakukan perjalanan dalam kondisi asap, keselamatan tetap perlu menjadi pertimbangan utama. Jika jarak pandang terus memburuk, perjalanan sebaiknya dihentikan sementara di lokasi yang aman hingga kondisi memungkinkan untuk kembali berkendara.

Redaksi@www.rasio.co //

Tawarkan Beasiswa Wartawan, Politeknik Aisyiyah Batam Teken MoU dengan PWI Kepri

0

RASIO.CO, Batam – Politeknik ‘Aisyiyah Batam (Polita) menjalin kerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), Selasa (13/10/2026).

Penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dilaksanakan secara sederhana namun khidmat di Sekretariat Graha PWI Kepri di Komplek Pertokoan Purimas Batam Center, Kota Batam.

Dalam kerja sama tersebut, Direktur Politeknik ‘Aisyiyah Batam (Polita) menawarkan beasiswa pendidikan jenjang Diploma Empat (D4) bagi anggota PWI Kepri.

Direktur Politeknik Aisyiyah Batam, Susanna, S.I.Kom., M.M., mengatakan, beasiswa tersebut ditawarkan untuk tiga program studi (prodi) yang tersedia di kampus Polita, yakni Relasi Industri, Logistik dan Perdagangan Internasional, serta Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis.

Menurut Susanna, kerja sama dengan PWI Kepri tidak hanya sebatas pemberian beasiswa, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dalam berbagai kegiatan pendidikan dan pengembangan kompetensi, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan industri di Kota Batam.

“Kami menawarkan beasiswa untuk tiga program studi bagi para anggota PWI Kepri,” kata Susanna.

Ia menjelaskan, salah satu program studi yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama dengan PWI Kepri adalah Relasi Industri. Program tersebut dinilai relevan untuk membangun diskusi dan pertukaran pengetahuan mengenai hubungan industrial di Batam.

Ke depan, Polita membuka peluang menggelar berbagai kegiatan bersama PWI Kepri, seperti focus group discussion (FGD) yang membahas persoalan hubungan industrial dan dinamika ketenagakerjaan di Kota Batam.

Susanna menegaskan, MoU yang ditandatangani merupakan payung kerja sama bagi kedua institusi. Adapun bentuk kegiatan dan program lanjutan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan serta kesepakatan bersama.

“Kerja sama ini payungnya saja. Kalau nantinya ada kerja sama turunan, bisa kita lakukan,” ujarnya.

Selain membuka kesempatan pendidikan bagi wartawan, Polita juga membutuhkan keterlibatan praktisi untuk mendukung proses pembelajaran. Praktisi dari kalangan wartawan, misalnya yang memiliki pengalaman dalam penulisan siaran pers atau press release, berpeluang diajukan sebagai dosen praktisi dengan kualifikasi pendidikan minimal sarjana S1.

Melalui keterlibatan praktisi, mahasiswa Polita diharapkan memperoleh pengetahuan dan pengalaman langsung dari dunia kerja sehingga pembelajaran lebih sesuai dengan kebutuhan industri.

Susanna menambahkan, PWI Kepri juga akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan kampus. Dengan demikian, hubungan kedua institusi diharapkan berkembang tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga melalui kegiatan profesional dan penguatan sumber daya manusia.

Polita Fokus pada Kebutuhan Industri

Politeknik Aisyiyah Batam merupakan perguruan tinggi ketiga Muhammadiyah di Batam, setelah Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) Muhammadiyah dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah.

Di lingkungan perguruan tinggi Aisyiyah, Polita tercatat sebagai kampus ke-15 dan menjadi bagian dari jaringan perguruan tinggi Muhammadiyah.

Izin operasional Polita terbit pada 24 Juni 2026, sedangkan peresmian kampus dilaksanakan pada 12 September 2026.

Berbeda dengan sejumlah politeknik Aisyiyah di daerah lain yang berfokus pada bidang kesehatan, Polita mengarahkan program pendidikannya untuk menjawab kebutuhan sektor industri.

Tiga program studi yang ditawarkan dirancang untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja di bidang hubungan industrial, logistik, perdagangan internasional, serta komunikasi bisnis berbahasa Inggris.

Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Kepri, Saibansah Dardani, menyambut baik kerja sama tersebut. Kolaborasi ini diharapkan membuka kesempatan bagi wartawan untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan sekaligus memperluas kompetensi profesional.

“Salah satu satu program utama PWI Kepri adalah bidang pendidikan bagi anggota, seperti Uji Kompetensi Wartawan dan pendidikan lainnya, termasuk kuliah D4 ini,” ujar Saibansah yang akrab disapa Cak Iban itu.

Cak Iban menambahkan, pihaknya mengapresiasi dan menyampaikan terimakasih kepada Direktur Politeknik Aisyiyah Batam, Susanna, S.I.Kom., M.M., yang telah memberikan beasiswa bagi anggota PWI Kepri. Semoga kerjasama ini dapat terus ditingkatkan dengan berbagai kegiatan bersama di waktu yang akan datang.

Kerja sama Polita dan PWI Kepri juga diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan berbagai program bersama yang memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, insan pers, dan sektor industri di Batam.

“Semoga dari MoU ini akan dapat diikuti dengan berbagai kegiatan bersama yang melibatkan antara mahasiswa Polita dengan anggota PWI Kepri,” ujar Cak Iban yang juga Ahli Pers Dewan Per itu.

Redaksi@www.rasio.co //

BP Batam Sebut 80 Persen Wilayah Teraliri Air

0

RASIO.CO, Batam – Pemulihan distribusi air minum di Kota Batam pasca pemadaman listrik pada Senin (12/10) terus berlangsung secara bertahap.

Hingga Selasa (13/10/2026) pukul 10.00 WIB, sekitar 80 persen area pelanggan telah mulai menerima aliran air, sementara BP Batam menyiapkan 319 trip mobil tangki untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat di wilayah yang masih mengalami gangguan.

BP Batam terus mengawal proses pemulihan. Bersama tim teknis, jajaran Direktorat Badan Usaha (BU) SPAM juga telah meninjau instalasi pengolahan air (IPA) untuk memastikan operasional fasilitas dan distribusi air kembali berjalan.

Berdasarkan pemantauan operasional per Selasa pagi, sejumlah instalasi telah beroperasi dengan kapasitas 100 persen, yakni IPA Duriangkang 1–4, Muka Kuning 1 dan 2, Tanjung Piayu, Tembesi, Sei Ladi, serta Sei Harapan.

Namun, pemulihan belum sepenuhnya merata. IPA Duriangkang 5 berhenti sementara setelah kembali terdampak pemadaman listrik PLN pada pukul 09.29 WIB. Tim teknis terus berkoordinasi dengan PLN untuk memulihkan pasokan daya di instalasi tersebut.

Sementara itu, IPA Nongsa masih beroperasi dengan kapasitas 18,75 persen akibat penyesuaian operasional seiring penurunan elevasi air baku di Waduk Nongsa.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menjelaskan bahwa pulihnya operasional instalasi tidak serta-merta membuat seluruh pelanggan langsung menerima air secara normal. Jaringan perpipaan perlu kembali terisi hingga tekanan dan volume air stabil.

“Pemulihan distribusi air membutuhkan proses karena jaringan perpipaan harus kembali terisi secara bertahap. Pelanggan yang berada di ujung jaringan atau di wilayah dengan elevasi lebih tinggi berpotensi membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali mendapatkan aliran air yang stabil,” ujar Denny.

Secara keseluruhan, pemulihan jaringan perpipaan diperkirakan membutuhkan waktu hingga 2 x 24 jam. Proses ini dilakukan secara bertahap untuk menstabilkan tekanan dan volume air sekaligus mengurangi risiko kebocoran akibat perubahan tekanan secara mendadak.

Pemadaman Susulan Berdampak pada Sejumlah Wilayah

Di tengah proses pemulihan, gangguan listrik kembali terjadi pada Selasa pagi. Selain berdampak pada IPA Duriangkang 5, pemadaman pada pukul 09.30 WIB turut memengaruhi operasional tangki ozon di Seraya.

Gangguan di IPA Duriangkang 5 berdampak pada pengaliran air di KDA, Legenda, Buana Vista, Bukit Raya, Bida 3, GNC, Batu Besar, Sambau, Teluk Mata Ikan, dan wilayah sekitarnya.

Adapun gangguan pada tangki ozon di Seraya berpotensi memengaruhi distribusi air ke Seraya, Borobudur, Batu Ampar, Bengkong Polisi, Bengkong Langit, Bengkong Palapa, Melchem, Tanjung Sengkuang, Batu Merah, dan sekitarnya.

Wilayah lain yang menjadi perhatian dalam proses pemulihan adalah kawasan ujung jaringan dan dataran tinggi, termasuk Sagulung, Batu Aji, dan Marina. Tim teknis terus berkoordinasi dengan PLN untuk memulihkan pasokan listrik pada titik-titik yang terdampak.

319 Trip Mobil Tangki Disiapkan

Untuk membantu masyarakat yang masih mengalami keterbatasan pasokan air, BP Batam menyiagakan armada mobil tangki dengan target penyaluran sebanyak 319 trip pada Selasa (13/10/2026).

Penyaluran diprioritaskan untuk fasilitas kesehatan atau rumah sakit, rumah ibadah, serta permukiman yang masih mengalami gangguan pasokan air.

Rencana distribusi mobil tangki tersebut dibagi ke dalam empat wilayah, yakni Batu Aji dan sekitarnya sebanyak 138 trip dengan 10 armada, Nongsa dan sekitarnya 100 trip dengan tujuh armada, Tiban, Sekupang, dan Marina 40 trip dengan tiga armada, serta Tanjung Uma dan sekitarnya 41 trip dengan dua armada.

Langkah ini disiapkan sebagai dukungan sementara bagi warga selama proses pemulihan jaringan berlangsung, terutama di kawasan yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai tekanan air normal.

Warga Diimbau Tidak Mengambil Air Langsung dari Waduk

BP Batam mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan waktu bagi proses normalisasi distribusi air. Pengisian jaringan pipa harus dilakukan secara bertahap agar tekanan tidak meningkat secara mendadak dan menimbulkan risiko kebocoran.

Masyarakat juga diminta tidak mengambil air secara langsung dari Waduk Duriangkang, menyusul beredarnya rekaman aktivitas tersebut di media sosial. Selain berisiko terhadap keselamatan, pengambilan air secara langsung tanpa pengolahan juga tidak menjamin kualitas dan kehigienisan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Area waduk berada dalam pengawasan petugas keamanan. Masyarakat diharapkan menggunakan sumber air yang aman dan mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan pemulihan distribusi.

Denny menegaskan bahwa koordinasi dengan operator dan pihak terkait terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan pelayanan air minum di Batam.

“Kami terus berkoordinasi dengan mitra operator dan pihak terkait untuk memastikan pemulihan berjalan optimal. Kebutuhan air merupakan bagian penting dari aktivitas masyarakat sehari-hari. Karena itu, pemantauan operasional, penanganan wilayah terdampak, dan dukungan distribusi melalui mobil tangki terus kami upayakan hingga pelayanan kembali normal,” tutup Denny. (*)

Redaksi@www.rasio.co //

BP Batam dan Ombudsman RI Perkuat Pengawasan Pelayanan Publik

0

RASIO.CO, Batam – BP Batam menjalin kerja sama dengan Ombudsman Republik Indonesia untuk memperkuat pengawasan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Balairung Sari BP Batam, Selasa, 13 Oktober 2026.

Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Ketua Ombudsman RI, Nuzran Joher, serta disaksikan Asisten Madya Keasistenan Utama Manajemen Pencegahan Maladministrasi Ombudsman RI, Aat Sugihartati; Kepala Perwakilan Ombudsman Prov. Kepri, Lagat Siadari; dan para Anggota/Deputi di lingkungan BP Batam.

Adapun kerja sama tersebut mencakup pencegahan maladministrasi, percepatan penyelesaian pengaduan masyarakat, pertukaran informasi, pemanfaatan sarana dan prasarana, serta pengembangan sumber daya manusia.

Pada kesempatan pertama, Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan pelayanan publik menjadi salah satu perhatian serius BP Batam dalam mendukung pengembangan Batam sebagai kawasan industri yang tangguh dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Peningkatan pelayanan untuk Batam sebagai kawasan investasi adalah sebuah keniscayaan. Sehingga BP Batam harus berkomitmen untuk memperbaiki dan meningkatkan pelayanan publik untuk masyarakat maupun pelaku usaha,” ujar Amsakar.

Melalui kerja sama ini, BP Batam diharapkan dapat memperkuat tata kelola pelayanan yang lebih baik, meningkatkan respons terhadap pengaduan masyarakat, serta mencegah potensi maladministrasi dalam penyelenggaraan layanan.

Ketua Ombudsman RI, Nuzran Joher, menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini, yang diharapkan dapat memperkuat sinergi kedua lembaga sekaligus membangun mekanisme penanganan pengaduan dan meningkatkan kualitas layanan publik.

Nuzran juga mengatakan, MoU ini menjadi landasan saat BP Batam menjalankan tugas dan fungsinya agar terhindar dari risiko maladministrasi serta mendorong percepatan pelayanan publik.

“Sinergi antara Ombudsman RI dan BP Batam diharapkan dapat memperkuat mekanisme penyelesaian pengaduan sekaligus menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat dan pelaku usaha,” kata Nuzran.

Selain seremoni penandatanganan, BP Batam dan Ombudsman RI juga menggelar sosialisasi persiapan penilaian maladministrasi penyelenggaraan pelayanan publik BP Batam Tahun 2026.

Kegiatan ini diikuti para pejabat di lingkungan BP Batam sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan maladministrasi dan pemenuhan standar pelayanan publik.

Ketua DPRD Lingga Buka Turnamen Futsal U-10, U-12 dan U-14

0

RASIO.CO, Lingga, Ketua DPRD Kabupaten Lingga, Maya Sari, S.Sos., M.IP., secara resmi membuka Turnamen Futsal U-10, U-12 dan U-14 dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Turnamen yang memperebutkan Piala Ketua DPRD Kabupaten Lingga tersebut digelar di Lapangan Futsal Daik Lingga, Senin (12/10/2026).

Ket foto: Ketua DPRD Lingga buka turnamen Futsal peringati Hari Sumpah Pemuda. (Foto: Dok. HumPro DPRD Lingga).

Pembukaan turnamen turut dihadiri Wakil Bupati Lingga, Ir. H. Novrizal, M.IP., Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Lingga, Drs. H. Said Agus Marli, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM), Kapolsek Daik, serta Sekretaris DPRD Kabupaten Lingga, Sabirin, S.IP., M.IP.

Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdipora) Kabupaten Lingga, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lingga, camat, serta sejumlah tokoh masyarakat Daik Lingga.

Ketua DPRD Lingga, Maya Sari menyampaikan bahwa turnamen futsal tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga sebagai sarana mempererat kebersamaan dan menjalin silaturahmi antarpeserta.

“Ini juga sekaligus menumbuhkan semangat generasi muda untuk terus berkarya dan berprestasi bagi Kabupaten Lingga,” kata Maya Sari dalam sambutannya.

Turnamen Futsal Piala Ketua DPRD Kabupaten Lingga ini dijadwalkan berlangsung hingga akhir Oktober 2026. Sebanyak 48 tim dari berbagai kecamatan di Kabupaten Lingga ambil bagian dalam kompetisi yang mempertandingkan tiga kategori usia, yakni U-10, U-12 dan U-14.

Melalui turnamen ini, diharapkan lahir bibit-bibit atlet futsal potensial yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Lingga, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan pembinaan olahraga di kalangan generasi muda.

Puspan

BP Batam Koordinasikan Pemulihan Listrik dan Air

0

RASIO,CO –  BP Batam bergerak cepat berkoordinasi dengan PLN Batam untuk mendukung percepatan pemulihan pasokan listrik yang mengalami gangguan di sebagian besar wilayah Kota Batam dan sekitarnya.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan koordinasi dilakukan untuk mengoptimalkan penanganan gangguan, terutama dalam menjaga keberlangsungan layanan pada objek vital seperti rumah sakit, bandara dan fasilitas pelayanan publik lainnya.

“BP Batam terus berkoordinasi dengan PLN Batam untuk mendukung percepatan pemulihan listrik. Kami memahami dampak yang dirasakan masyarakat dan berharap penanganan dapat berjalan cepat dengan tetap mengutamakan keselamatan serta keandalan sistem,” kata Ariastuty di Batam Centre, Senin (12/10).

Ia menjelaskan, gangguan listrik berdampak pada operasional sejumlah instalasi pengolahan air (IPA), sehingga produksi dan distribusi air berpotensi terganggu atau mengalami penurunan tekanan.

Saat ini, pihaknya bersama mitra mengoptimalkan dengan penggunaan genset di IPA namun hanya bisa mencakup sekitar 30 persen produktivitas air.

Disebutkan, pemadaman listrik (PLN Off) berdampak pada operasional Water Treatment Plant (WTP) di beberapa lokasi, yaitu Ladi, Harapan, MK, Piayu, Tembesi, Nongsa dan DK 1–5.

Lebih lanjut, pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat perkembangan lebih baru. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan hingga pasokan listrik kembali normal.

“Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk dapat mengantisipasi kondisi ini dengan menyiapkan cadangan air secukupnya sesuai kebutuhan. Kami akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta kerja sama seluruh pelanggan ABH,” terang Ariastuty.

Sementara itu, Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menekankan bahwa keandalan pasokan listrik merupakan faktor penting bagi keberlangsungan kegiatan usaha sekaligus daya saing investasi Batam.

Menurutnya, upaya pemulihan perlu diikuti evaluasi menyeluruh bersama PLN Batam untuk mengidentifikasi penyebab gangguan dan memperkuat ketahanan sistem kelistrikan.

“Keandalan listrik merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus penopang aktivitas industri dan investasi. Kami mendorong evaluasi bersama untuk mengidentifikasi penyebab gangguan, meningkatkan kesiapan sistem, serta memperkuat langkah mitigasi agar kejadian serupa dapat diantisipasi ke depan,” jelas Fary.

BP Batam mendorong penguatan koordinasi dan evaluasi lintas pihak guna meningkatkan keandalan pasokan listrik, menjaga keberlangsungan pelayanan publik, mendukung aktivitas ekonomi dan iklim investasi Batam.

Diketahui, PLN Batam terus melakukan upaya pemulihan sistem kelistrikan secara bertahap. Hingga pukul 08.49 WIB, sejumlah jaringan distribusi telah berhasil dinormalkan dan kembali menyalurkan pasokan listrik ke beberapa wilayah di Kota Batam.

Pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memberikan perhatian khusus pada pasokan listrik untuk objek vital dan fasilitas pelayanan publik, seperti bandara, rumah sakit, pelabuhan, Dan fasilitas strategis lainnya.

Redaksi@www.rasio.co //