Jumat, November 6, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 85

ASN Batam Mulai Kerja dengan Skema WFA, Pelayanan Publik Tetap Optimal

0

RASIO.CO, Batam – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Batam mulai kembali bekerja pada Rabu (25/3) dengan menerapkan skema work from anywhere (WFA).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan bahwa penerapan WFA tetap mengutamakan optimalisasi pelayanan publik. Setiap pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) telah mengatur pembagian tugas bagi pegawai yang bekerja di kantor maupun secara fleksibel.

“Pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan optimal dan bertanggung jawab,” ujarnya, Selasa (24/3).

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Batam akan menggelar apel gabungan ASN pada 30 Maret 2026. Apel tersebut akan dipimpin oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, serta dirangkai dengan kegiatan halalbihalal.

Lebih lanjut, Rudi menyampaikan pesan Wali Kota Batam agar seluruh ASN segera kembali fokus menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat setelah libur Idulfitri.

“Semangat Idulfitri harus menjadi energi baru untuk meningkatkan etos kerja dan kualitas pelayanan publik,” katanya.

Pemerintah Kota Batam berharap peningkatan kinerja ASN dapat mendorong pelayanan yang lebih cepat dan responsif, serta berdampak pada percepatan pembangunan daerah.

YD

Hakim Tiwik Vonis Dua Tahun, Jaksa Banding Terkait Kasus Penyeludup Emas 2,5 Kilo Gram

0

RASIO.CO, Batam – Majelis hakim ketua Tiwik didampingi dua hakim anggota memvonis Ega Aditiya dua tahun penjara serta Rp50 juta, dimana dua tahun lebih ringan dari tuntutan JPU Batam empat tahun penjara.

Akibat diduga timpangnya vonis majelis hakim ketua Tiwik sekaligus ketua PN Batam didampingi dua hakim anggota, JPU Batam banding. Kamis(12/03)lalu.

perhiasan emas dengan berat ± 2.541,3 (dua ribu lima ratus empat puluh satu koma tiga) gram tersebut adalah Rp. 1.683.203.687 dirampas negara.

  1. Menyatakan Terdakwa Ega Aditiya Bin Jumali, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “penyelundupan di bidang impor” sebagaimana didakwakan dalam dakwaan tunggal penuntut umum;
  2. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa Ega Aditiya Bin Jumali oleh karena itu dengan pidana penjara selama 2 (Dua) Tahun dan pidana denda sejumlah Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) yang harus Terdakwa bayarkan dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak putusan ini mempunyai kekuatan hukum tetap;
  3. Menetapkan jika pidana denda tersebut tidak dibayar dalam jangka waktu yang telah ditentukan, maka kekayaan atau pendapatan Terpidana dapat disita dan dilelang untuk melunasi pidana denda yang tidak dibayar;
  4. Dalam hal, hasil penyitaan dan pelelangan kekayaan atau pendapatan tidak cukup atau tidak memungkinkan untuk dilaksanakan, pidana denda yang tidak dibayar tersebut diganti dengan pidana penjara selama 50 (lima puluh) hari;

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum(JPU)Batam menuntut terdakwa Ega Adittiya empat tahun penjara denda 100 juta terkait kasus penyeludup emas ± 2.541,3 gram senilai Rp.4,8 miliar asal Malaysia yang merupakan tangkapan Beacukai di pelabuhan internasional Batamcentre.Rabu(28/01) lalu.

Selain itu, dalam tuntutan JPU, emas seberat 2,5 kilogram terancam dirapas negara diduga milik Ramadhan yang ditetapkan Daftar Pencarian Orang(DPO) dan hari ini, kamis(12/03) diagendakan mejalis hakim ketua Tiwik membacaka putusan diruang sidang utama PN. Batam.

“Menetapkan Supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan : Menyatakan Terdakwa Ega Adittya terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana
“setiap orang menyembunyikan barang impor secara melawan hukum” dalam dakwaan Penuntut Umum yaitu Pasal 102 huruf e Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan,”

“Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa pidana penjara selama 4 Tahun dan Denda sebesar Rp 100.000.000,- dan Barang bukti emas dirampas untuk negara,” ujar JPU.

Terdakwa diduga berupaya memasukkan perhiasan emas dari Malaysia ke Indonesia tanpa melalui prosedur kepabeanan yang sah.Sehari sebelum keberangkatan, terdakwa dihubungi seseorang bernama Ramadhan yang kini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

Ramadhan memerintahkan Ega Aditya untuk membawa emas milik seseorang bernama Mat Japik dari Malaysia ke Batam dengan imbalan upah Rp3 juta.

Terdakwa kemudian bertemu Mat Japik di Terminal Bersepadu Selatan (TBS), Malaysia untuk menerima perhiasan emas tersebut. Barang bukti disembunyikan dengan cara dimasukkan ke dalam saku celana, sementara sebagian lainnya diikat di bagian perut menggunakan korset.

Pada 22 September 2025 sekitar pukul 07.30 waktu Malaysia, terdakwa berangkat dari Pelabuhan Stulang Laut menuju Batam menggunakan Kapal MV Dolphin 5. Setibanya di Batam, gerak-gerik terdakwa menimbulkan kecurigaan petugas Bea dan Cukai saat pemeriksaan menggunakan mesin X-Ray.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan badan dan menemukan lima bungkus perhiasan emas yang disembunyikan di saku celana serta di balik korset di perut terdakwa. Hasil pemeriksaan menunjukkan emas tersebut berkadar 24 karat dengan berat keseluruhan 2.541,3 gram. Berdasarkan hasil penimbangan dan pengujian dari PT Pegadaian cabang Batam nilai total emas tersebut mencapai sekitar Rp4,87 miliar.

Sementara itu, keterangan ahli kepabeanan menyebutkan potensi kerugian negara berupa pungutan yang tidak tertagih akibat perbuatan terdakwa diperkirakan mencapai Rp1,68 miliar. Atas perbuatannya, terdakwa Ega Aditya didakwa dan dituntut melanggar ketentuan pidana di bidang kepabeanan sebagaimana diatur dalam Pasal 102 huruf e UU Kepabeanan.

ad@www.rasio.co //

KPK Kembalikan Yaqut Cholil Qoumas ke Rutan dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

0

RASIO.CO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, sebagai tahanan Rumah Tahanan (Rutan) KPK dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi kuota haji.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa pengalihan status penahanan dilakukan pada Senin (23/3).

“Hari ini, KPK melakukan proses pengalihan jenis penahanan terhadap tersangka YCQ dari tahanan rumah untuk kembali menjadi tahanan Rutan KPK,” ujarnya.

Sebelum kembali ditempatkan di Rutan, Yaqut terlebih dahulu menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh tim dokter di Rumah Sakit Bhayangkara.

KPK menyatakan bahwa Yaqut akan langsung ditahan di Rutan apabila dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan.

“Kita sama-sama tunggu hasil tes kesehatan ini,” tambah Budi.

Lebih lanjut, KPK memastikan proses penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji yang menjerat Yaqut tetap berjalan hingga nantinya dilimpahkan ke tahap penuntutan.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang terus mengawal dan mendukung KPK dalam penanganan perkara ini,” katanya.

Sebelumnya, KPK sempat menuai kritik setelah mengalihkan status penahanan Yaqut dari tahanan Rutan menjadi tahanan rumah. Perubahan status tersebut diketahui publik setelah adanya keterangan dari Silvia Rinita Harefa usai menjenguk suaminya di Rutan KPK saat momen Lebaran.

KPK kemudian mengonfirmasi bahwa perubahan status tersebut dilakukan berdasarkan permohonan dari pihak terkait dan bukan karena kondisi kesehatan.

Kini, dengan dikembalikannya status penahanan ke Rutan, proses hukum terhadap Yaqut Cholil Qoumas kembali berjalan dengan pengawasan lebih ketat di bawah kewenangan KPK.

***

Polresta Barelang Pastikan Pengamanan Operasi Ketupat Seligi 2026 Berjalan Maksimal

0

RASIO.CO, Batam – Polresta Barelang melalui Subsatgas Propam melaksanakan pengecekan dan pengawasan terhadap personel pengamanan dalam rangka Operasi Ketupat Seligi 2026 di sejumlah Pos Pengamanan (Pospam) dan Pos Pelayanan (Posyan).

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (23/03) ini dipimpin langsung oleh Kasipropam Polresta Barelang, Iptu Robin Tua Pandapotan bersama tim, dengan tujuan memastikan kesiapsiagaan dan kedisiplinan personel di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, tim turut melibatkan Iptu Andri Marsudi serta sejumlah personel Provos lainnya. Mereka melakukan pengecekan langsung ke beberapa titik pos guna memastikan kehadiran personel sesuai surat perintah yang telah ditetapkan.

Adapun lokasi yang menjadi sasaran pengecekan meliputi Pos Pam Simpang Gelael Rosedale, Pos Pam Nagoya Hill, Pos Pam Jodoh McDonald’s, Pos Yan Pelabuhan Domestik Sekupang, serta Pos Pam K-square. Dari hasil pemeriksaan, seluruh personel di masing-masing pos dinyatakan hadir lengkap, dengan jumlah berkisar 10 hingga 11 personel di setiap titik.

Selain memeriksa kehadiran, tim juga memberikan arahan kepada perwira pengendali (Padal) dan personel. Penekanan diberikan pada pentingnya pengawasan melekat, kesiapsiagaan menghadapi situasi di lapangan, serta kewajiban melaporkan setiap kejadian menonjol kepada posko operasi.

Personel juga diingatkan untuk menjaga keselamatan, menghindari pelanggaran, serta mengedepankan sikap humanis dalam melayani masyarakat. Aspek kebersihan pos, penampilan, dan etika komunikasi yang sopan turut menjadi perhatian dalam pelaksanaan tugas.

Iptu Robin Tua Pandapotan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga profesionalisme dan integritas personel selama operasi berlangsung.

“Kami memastikan seluruh personel melaksanakan tugas sesuai aturan, menjaga sikap, serta mengedepankan pelayanan yang humanis kepada masyarakat. Hindari pelanggaran sekecil apa pun dan tetap jaga nama baik institusi Polri,” tegasnya.

Dengan adanya pengawasan ini, diharapkan seluruh personel dapat menjalankan tugas secara optimal, profesional, dan bertanggung jawab. Secara umum, situasi di seluruh pos pengamanan dan pelayanan di wilayah hukum Polresta Barelang terpantau aman, tertib, dan kondusif.

YD

Sanny&David Hanya Dituntut Setahun Kasus Pengedar Vape Ilegal di batam

0

RASIO.CO, Batam – Dua terdakwa kasus pengedar Vape mengandung obat keras Sanny dan David hanya dituntut masing-masing satu tahun penjara tanpa denda oleh JPU Batam.Kamis(12/03)dua pekan lalu di PN Batam.

Ironisnya, JPU pun dalam tuntutannya terhadap kedua terdakwa sama selama setahun penjara dan bebas dalam denda, sedangkan dalam keyakinan tuntutan JPU Pasal 435 Jo Pasal 138 Ayat (2), Ayat (3) UU RI Nomor : 17 tahun 2023 tentang Kesehatan Jo Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 tahun 2023 sebagaimana dalam Dakwaan Kesatu Penuntut Umum.

Ancaman hukumannya, Setiap Orang yang memproduksi atau mengedarkan Sediaan Farmasi dan/ atau Alat Kesehatan yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, khasiat/ kemanfaatan, dan mutu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun atau pidana denda paling banyak Rp5.O00.000.00O,00 (lima miliar rupiah).

Diketahui,Berawal Sanny berkomunikasi menawarkan terdakwa David untuk menawarkan menkonsumsi Vepe jenis obat keras merek Vape VIP satu piece yang bernilai Rp.1,9 juta, dimana diduga dapat membuat mengandung Etomidate/ obat keras/ obat penenang yang biasa digunakan dokter untuk membuat pasien tertidur sebelum menjalani prosedur medis atau bedah.

Selanjutnya, terdakwa David melalui Sanny berkoordinasi untuk membeli sebanyak sembilan piece dengan total nilai Rp.26,7 juta terhadap Yoyo(DPO) dan diantarkan kerumah terdakwa David Perumahan Garden Point 1 No.11 Kelurahan Baloi Indah Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam.

Sedangkan dua piece lagi dipesan kembali oleh terdakwa David melalui terdakwa Sanny terhadap Yoyo(DPO) seharga dua piece Vape ZOMV totalnya Rp.4,6 juta dan saat penyerahan itulah kedua terdakwa ditangkap kepolisian Ditresnarkoba Polda Kepri dan saat digeledah ditemukanlah barang bukti tersebut di tubuh terdakwa sekitar bulan Oktober 2025.

ad@www.rasio.co //

BP Batam Dorong Investasi Hilirisasi, Ekspor Timah Solder STANIA Tembus Pasar India

0

RASIO.CO, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam mendorong investasi manufaktur bernilai tambah yang relevan dengan kebutuhan industri global di tengah perubahan geopolitik dan pergeseran rantai pasok.

Komitmen tersebut ditegaskan Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, saat menghadiri pelepasan ekspor timah solder oleh PT Solder Tin Andalan Indonesia di Kawasan Industri Tunas Prima, Kamis (12/3).

Momentum tersebut hadir seiring penguatan ekonomi Batam. Pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat mencapai 7,49 persen secara year-on-year, menunjukkan daya tahan dan daya saing Batam sebagai kawasan industri dan investasi strategis di wilayah barat Indonesia.

Dalam sambutannya, Fary menegaskan bahwa Batam perlu mendorong investasi yang tidak hanya berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi juga berlanjut hingga tahap produksi, hilirisasi, dan ekspor.

“Di tengah perubahan geopolitik dan pergeseran rantai pasok global, Batam harus mampu memosisikan diri sebagai basis industri yang adaptif, efisien, dan siap ekspor. Momentum pertumbuhan ekonomi harus diubah menjadi ekspansi industri bernilai tambah yang nyata,” ujarnya.

Kegiatan tersebut ditandai dengan pelepasan pengiriman timah solder produksi Batam ke pasar India. Ekspor ini menjadi bukti bahwa investasi di Batam tidak hanya bersifat administratif, tetapi telah menghasilkan produk nyata yang mampu bersaing di pasar internasional.

Perusahaan yang melakukan ekspor, PT Solder Tin Andalan Indonesia atau STANIA, bergerak di sektor hilirisasi timah dan menjadi bagian dari penguatan industri bernilai tambah di Batam. Kehadirannya dinilai memperkuat struktur industri daerah sekaligus memperluas keterhubungan Batam dengan rantai pasok global, khususnya di sektor manufaktur dan elektronik.

Direktur STANIA, An Sadiano, menyampaikan apresiasi atas dukungan BP Batam dalam pengembangan industri hilir.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan BP Batam yang telah memberikan perhatian dan dorongan bagi pengembangan industri kami. Dukungan ini menjadi bagian penting dalam membangun iklim usaha yang kondusif,” ujarnya.

Bagi BP Batam, pelepasan ekspor ini bukan sekadar seremoni, melainkan indikator bahwa investasi hilirisasi mulai terkonversi menjadi produksi riil, nilai tambah, serta akses pasar global.

Keberadaan industri seperti STANIA juga memperkuat posisi Batam sebagai basis produksi yang kompetitif. Kedekatan geografis dengan Singapura, kematangan kawasan industri, serta konektivitas logistik menjadi keunggulan utama dalam menarik investor global.

Ke depan, BP Batam menilai proyek hilirisasi akan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan daya saing daerah. Investasi yang mampu menghasilkan nilai tambah, memperluas ekspor, dan menciptakan aktivitas ekonomi riil dinilai menjadi kunci pertumbuhan Batam yang berkelanjutan.

YD

Open House Idulfitri Amsakar Achmad Dipadati Warga, Ajang Silaturahmi Hangat 

0

RASIO.CO, Batam – Nuansa hangat dan penuh kebersamaan terasa dalam gelaran open houseWali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, pada perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.

Kegiatan yang berlangsung di Wisma BP Batam, Sabtu (21/3), menjadi magnet bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi langsung dengan pemimpin daerah di hari yang fitri.

Sejak pagi, wisma telah dipadati warga dari berbagai penjuru Kota Batam. Dengan mengenakan busana terbaik khas Lebaran, masyarakat datang bersama keluarga membawa semangat kebahagiaan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Di halaman hingga ruang utama wisma, suasana tampak tertata rapi namun tetap akrab. Barisan tamu yang mengular berjalan dengan tertib, menunggu giliran untuk bersalaman langsung.

Dengan senyum ramah, Amsakar menyambut setiap warga tanpa sekat. Ia menjabat tangan, menyapa, bahkan sesekali berbincang ringan dengan masyarakat, menanyakan kabar dan kondisi mereka.

“Idulfitri adalah momen untuk kembali kepada fitrah, saling memaafkan, dan mempererat tali silaturahmi. Kami membuka pintu selebar-lebarnya agar bisa berbagi kebahagiaan dengan masyarakat Batam,” ujar Amsakar di sela kegiatan.

Tak hanya menjadi ajang silaturahmi, open house ini juga menghadirkan nuansa kekeluargaan yang kental. Dalam kesempatan tersebut, Amsakar menegaskan pentingnya menjaga semangat persatuan yang telah terbangun di tengah masyarakat.

Ia mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga kekompakan demi kemajuan Kota Batam.

“Kebersamaan yang kita rasakan hari ini adalah kekuatan utama dalam membangun Batam. Dengan semangat gotong royong dan persatuan, kita optimistis Batam akan semakin maju dan sejahtera,” tambahnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, serta berbagai unsur masyarakat.

Kehadiran tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga umum semakin memperkuat makna perayaan tersebut. Semua larut dalam suasana yang sama tanpa perbedaan, mencerminkan nilai-nilai Idulfitri yang sarat akan persaudaraan.

Menjelang siang, arus kedatangan masyarakat masih terus berlangsung. Wajah-wajah penuh kebahagiaan terpancar dari setiap sudut, menjadi gambaran bahwa open house ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang pertemuan hati antara pemimpin dan masyarakatnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Batam berharap semangat Idulfitri tidak hanya dirasakan sebagai perayaan sesaat, tetapi juga menjadi energi positif untuk mempererat persatuan, memperkuat kepedulian sosial, serta mendorong pembangunan Kota Batam ke arah yang lebih baik.

YD

Honda Kepri Semarakkan Ramadan Lewat Program Lebaran Nusantara, Hadirkan Beragam Kegiatan Sosial

0

RASIO.CO, Batam – Dalam menyemarakkan bulan suci Ramadan, jaringan dealer Honda di wilayah Kepulauan Riau menghadirkan beragam aktivitas bertajuk Lebaran Nusantara Honda yang menyasar berbagai lapisan masyarakat.

Tidak hanya melalui kegiatan buka puasa bersama, Honda juga menghadirkan rangkaian aktivitas interaktif yang mengedepankan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

Sejumlah dealer Honda menghadirkan kegiatan dengan konsep yang beragam. PT Daya Anugrah Mandiri turut berpartisipasi dalam bazar Ramadan dengan menghadirkan produk serta layanan Honda lebih dekat kepada masyarakat.

Sementara itu, PT Mitra Krida Perkasa menggelar lomba membuat parcel yang mendorong kreativitas peserta dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.

Kegiatan bernuansa religi juga digelar oleh PT Tajelin Sejahtera melalui lomba membaca surat pendek yang diikuti berbagai kalangan. Di sisi lain, PT Semesta Abadi Motor menghadirkan kegiatan sosial berupa pembagian sembako yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama masyarakat sekitar.

Selain itu, jaringan dealer Honda di Batam, Tanjungpinang, dan Tanjungbalai Karimun juga menggelar kegiatan buka puasa bersama konsumen sebagai bentuk upaya mempererat hubungan dan membangun kedekatan di bulan Ramadan.

Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, manajemen Honda juga menghadirkan program service visit kepada konsumen loyal terpilih. Program ini bertujuan memastikan kualitas layanan tetap terjaga sekaligus memberikan pengalaman layanan yang lebih personal.

Regional Head PT Capella Dinamik Nusantara, Syaiful, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Honda dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.

“Melalui Lebaran Nusantara Honda, kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya mempererat hubungan dengan konsumen, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Hal ini sejalan dengan semangat Sinergi Bagi Negeri,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi wujud komitmen Honda dalam membangun kedekatan dengan masyarakat tidak hanya dari sisi produk dan layanan, tetapi juga melalui nilai kebersamaan yang kuat.

Dengan beragam aktivitas yang dihadirkan, Honda berharap dapat terus mempererat hubungan dengan konsumen serta menghadirkan semangat kebersamaan yang selaras dengan nilai-nilai Ramadan.

YD

Ribuan Jamaah Sholat Idul Fitri 1447 H di Engku Putri Batam

0

RASIO.CO, Batam – Ribuan umat muslim melaksanakan sholat Idul Fitri 1 sawal 1447 H di lapangan Engku Putri Batam.

Tampak hadir Walikota Batam, Dr. H. Amsakar Achmad. S.Sos, M.Si bersama istri serta Sekda Firmansyah,  para Kadis-kadis, dan OPD lainnya dan masyarakat kota Batam.

Pada kesempatan tersebut, bertindak sebagai khatib adalah H. Bakhtiar M. Rum, Lc., M.A., imam H. Muslim Ahmad, serta bilal Rasyid Ridha.

Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyatakan kesiapan pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah yang akan digelar pada Sabtu (21/3/2026).

Sebanyak 1.020 titik lokasi telah disiapkan dan tersebar di seluruh wilayah Kota Batam.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad,  mengatakan penyediaan ribuan titik tersebut bertujuan untuk mengakomodasi tingginya antusiasme masyarakat dalam melaksanakan ibadah Salat Id, sekaligus memastikan pelaksanaan berjalan aman, tertib, dan nyaman.

“Penyebaran lokasi ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat serta menghindari penumpukan jemaah di satu titik,” ujar Amsakar.

Ia menjelaskan, dari total 1.020 titik tersebut, sebanyak 943 lokasi berada di masjid, 42 di musala, serta 35 titik lainnya di lapangan atau halaman masjid yang tersebar di seluruh kecamatan.

Ad@www.rasio.co //

Wartawan Lingga Beradu Akting Dalam Sebuah Film Pendek

0

RASIO.CO, Lingga – Sebuah proyek film pendek tengah berjalan dengan semangat tinggi meski dengan konsep yang sederhana. Film yang digarap oleh Production House StayAlive ini bukanlah produksi film biasa. Keunikan terletak pada pemerannya yang mayoritas adalah para wartawan lokal yang selama ini dikenal sebagai pembawa berita, kini mencoba peran baru sebagai aktor dalam layar lebar.

Dengan latar rumah sederhana di Tanjung Jodoh, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, dimana lokasi pengambilan gambar menjadi saksi bisu perjuangan dan solidaritas para wartawan yang mengeksplorasi sisi lain dari kemampuannya.

Sutradara film, Alang Dilaut, yang juga merupakan pemeran utama, menegaskan bahwa film ini bukan hanya sebuah hiburan belaka. Pilihan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat menambah keautentikan film ini.

Alang menjelaskan, dengan tokoh-tokoh seperti Suden, sosok samseng di sekitar lingkungan Alang, juga warga lainnya yang memiliki karakter kuat serta beragam, film pendek ini mengangkat dinamika sosial yang kerap dijumpai namun jarang mendapatkan sorotan dalam karya film lokal.

“Film ini relate dengan kehidupan sehari-hari. Ceritanya sederhana, tetapi punya pesan moral yang kuat,” ujarnya.

Hal menarik lain adalah peran para wartawan dari berbagai media. Dari Kutipan.co, Tribun Batam, Selingga.com, iNews.id hingga lingga.pikiran-rakyat.com, mereka bergabung dalam sebuah kolaborasi unik. Pemeran yang biasanya bekerja di balik layar kini tampil di depan kamera dengan karakter yang berbeda dari peran profesinya sehari-hari.

“Contohnya, Suden menjadi preman yang memiliki sisi kemanusiaan, Wan Samsi yang meskipun terlihat alim tapi pelit, dan Sapar yang gemar bergosip, memberikan warna tersendiri dalam narasi film. Keberhasilan para jurnalis itu memerankan karakter menjadi salah satu kelebihan film ini yang sekaligus menjadi tantangan baru bagi mereka,” ungkapnya.

Ricky Ardiansyah dari Production House StayAlive mengungkapkan, bahwa ide film ini sangat menarik baginya. Cerita sederhana namun kaya akan nilai moral yang membangun, menjadi alasan kuat pihak produksi untuk menggeluti proyek ini.
ketertarikannya sekaligus proyek yang memberi warna baru dan pengalaman tak terlupakan bagi para staf dan pemeran di balik layar.

“Biasanya para wartawan meliput berita, kali ini mereka justru harus hidup dan berperan dalam sebuah cerita. Ini sebuah tantangan dan kolaborasi yang unik,” paparnya.

Cerita film ini sendiri mengangkat kisah seorang pria bernama Alang yang bekerja serabutan dan menghadapi kesulitan ekonomi dalam kehidupan sehari-harinya. Tinggal di rumah kontrakan sederhana, ia berusaha menanggung beban hidup yang menumpuk, ditambah dengan rasa rindu pada ibunya di kampung halaman.

Tokoh Suden, preman di lingkungan tersebut, melalui berbagai peristiwa kecil di bulan Ramadan, mulai berubah sikap setelah tersentuh oleh kebaikan-kebaikan kecil yang dilakukan Alang. Perubahan tersebut menggambarkan bahwa di balik kerasnya dunia nyata masih ada ruang untuk kebaikan dan harapan.

Perjalanan cerita yang tampak sederhana ini memuat pesan moral yang dalam tentang kemanusiaan, solidaritas, dan pentingnya kebaikan meskipun hanya dalam bentuk sederhana. Film ini mengajak penonton untuk melihat dan merasakan betapa pentingnya memperhatikan sesama dalam keseharian. Konteks bulan Ramadan yang dipilih sebagai latar waktu tidak hanya menambah nuansa spiritual, tetapi juga menjadi simbol sikap pemaaf, pengertian, dan transformasi positif yang menjadi inti cerita.

Waktu peluncuran film ini direncanakan bertepatan dengan momentum Hari Raya Idul Fitri 2026, yang menjadi saat tepat bagi masyarakat untuk bersama-sama merenungi makna kemenangan dan kebaikan. Dengan harapan film ini tidak hanya menjadi hiburan yang menyenangkan, tetapi juga menjadi pengingat sekaligus inspirasi yang mampu menggugah kesadaran sosial masyarakat luas. Film ini ingin menyampaikan bahwa pesan moral yang kuat tidak harus penuh efek mewah, karena kesederhanaan dalam penceritaan justru mampu menyentuh hati lebih dalam.

Proyek film ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan kolaborasi lintas profesi mampu menghasilkan karya bermakna yang tidak hanya terbatas pada fungsi hiburan semata. Terlibatnya wartawan sebagai pemeran menandai suatu kebaruan dalam dunia perfilman lokal di Lingga. Proses produksi yang dilakukan dengan suasana kekeluargaan dan antusiasme membuktikan besarnya komitmen untuk menyajikan sesuatu yang bermakna bagi masyarakat. Hal ini sekaligus membuka peluang bagi penggiat seni dan media di daerah untuk terus berkarya dengan cara yang kreatif dan inovatif.

Sebagai penutup, film pendek ini bukan hanya merefleksikan kisah kehidupan sederhana, tetapi juga menjadi pengingat kuat akan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah contoh nyata bahwa kesederhanaan bukanlah halangan untuk membuat karya besar, asalkan ada niat dan semangat yang tulus. Film ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat Lingga dan sekitarnya, serta menguatkan semangat untuk selalu melihat sisi baik dalam setiap kondisi, serta terus berbagi kebaikan meski hanya lewat cerita sederhana di layar kaca.


@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Interpretasi Judul: Judul ini memiliki dua lapis makna. Makna permukaan menggambarkan sebuah film pendek yang dibuat dengan konsep sederhana, melibatkan para wartawan sebagai pemeran di Kabupaten Lingga. Sementara itu, makna mendalamnya adalah bahwa cerita yang sederhana itu sarat pesan moral yang menyentuh kehidupan sehari-hari, menggugah empati dan refleksi bagi penontonnya. Film ini menunjukkan bahwa dari hal sederhana sekalipun bisa lahir karya yang berarti dan menyentuh nilai-nilai kemanusiaan.

Di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, sebuah proyek film pendek tengah berjalan dengan semangat tinggi meski dengan konsep yang sederhana. Film yang digarap oleh Production House StayAlive ini bukanlah produksi film biasa. Keunikan terletak pada pemerannya yang mayoritas adalah para wartawan lokal yang selama ini dikenal sebagai pembawa berita, kini mencoba peran baru sebagai aktor dalam layar lebar. Dengan latar rumah sederhana di Tanjung Jodoh, Desa Tanjung Harapan, lokasi pengambilan gambar menjadi saksi bisu perjuangan dan solidaritas para wartawan yang mengeksplorasi sisi lain dari kemampuannya.

Sutradara film, Alang Dilaut, yang juga merupakan pemeran utama, menegaskan bahwa film ini bukan hanya sebuah hiburan belaka. “Film ini relate dengan kehidupan sehari-hari. Ceritanya sederhana, tetapi punya pesan moral yang kuat,” ujarnya. Pilihan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat menambah keautentikan film ini. Dengan tokoh-tokoh seperti Suden, sosok samseng di sekitar lingkungan Alang, juga warga lainnya yang memiliki karakter kuat serta beragam, film pendek ini mengangkat dinamika sosial yang kerap dijumpai namun jarang mendapatkan sorotan dalam karya film lokal.

Hal menarik lain adalah peran para wartawan dari berbagai media. Dari Kutipan.co, Tribun Batam, Selingga.com, iNews.id hingga lingga.pikiran-rakyat.com, mereka bergabung dalam sebuah kolaborasi unik. Pemeran yang biasanya bekerja di balik layar kini tampil di depan kamera dengan karakter yang berbeda dari peran profesinya sehari-hari. Contohnya, Suden menjadi preman yang memiliki sisi kemanusiaan, Wan Samsi yang meskipun terlihat alim tapi pelit, dan Sapar yang gemar bergosip, memberikan warna tersendiri dalam narasi film. Keberhasilan para jurnalis itu memerankan karakter menjadi salah satu kelebihan film ini yang sekaligus menjadi tantangan baru bagi mereka.

Ricky Ardiansyah dari Production House StayAlive menjelaskan bahwa ide film ini sangat menarik baginya. Cerita sederhana namun kaya akan nilai moral yang membangun, menjadi alasan kuat pihak produksi untuk menggeluti proyek ini. Tambahnya, “Biasanya para wartawan meliput berita, kali ini mereka justru harus hidup dan berperan dalam sebuah cerita. Ini sebuah tantangan dan kolaborasi yang unik.” Ketertarikan ini sekaligus proyek yang memberi warna baru dan pengalaman tak terlupakan bagi para staf dan pemeran di balik layar.

Cerita film ini sendiri mengangkat kisah seorang pria bernama Alang yang bekerja serabutan dan menghadapi kesulitan ekonomi dalam kehidupan sehari-harinya. Tinggal di rumah kontrakan sederhana, ia berusaha menanggung beban hidup yang menumpuk, ditambah dengan rasa rindu pada ibunya di kampung halaman. Tokoh Suden, preman di lingkungan tersebut, melalui berbagai peristiwa kecil di bulan Ramadan, mulai berubah sikap setelah tersentuh oleh kebaikan-kebaikan kecil yang dilakukan Alang. Perubahan tersebut menggambarkan bahwa di balik kerasnya dunia nyata masih ada ruang untuk kebaikan dan harapan.

Perjalanan cerita yang tampak sederhana ini memuat pesan moral yang dalam tentang kemanusiaan, solidaritas, dan pentingnya kebaikan meskipun hanya dalam bentuk sederhana. Film ini mengajak penonton untuk melihat dan merasakan betapa pentingnya memperhatikan sesama dalam keseharian. Konteks bulan Ramadan yang dipilih sebagai latar waktu tidak hanya menambah nuansa spiritual, tetapi juga menjadi simbol sikap pemaaf, pengertian, dan transformasi positif yang menjadi inti cerita.

Waktu peluncuran film ini direncanakan bertepatan dengan momentum Hari Raya Idul Fitri 2026, yang menjadi saat tepat bagi masyarakat untuk bersama-sama merenungi makna kemenangan dan kebaikan. Dengan harapan film ini tidak hanya menjadi hiburan yang menyenangkan, tetapi juga menjadi pengingat sekaligus inspirasi yang mampu menggugah kesadaran sosial masyarakat luas. Film ini ingin menyampaikan bahwa pesan moral yang kuat tidak harus penuh efek mewah, karena kesederhanaan dalam penceritaan justru mampu menyentuh hati lebih dalam.

Proyek film ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan kolaborasi lintas profesi mampu menghasilkan karya bermakna yang tidak hanya terbatas pada fungsi hiburan semata. Terlibatnya wartawan sebagai pemeran menandai suatu kebaruan dalam dunia perfilman lokal di Lingga. Proses produksi yang dilakukan dengan suasana kekeluargaan dan antusiasme membuktikan besarnya komitmen untuk menyajikan sesuatu yang bermakna bagi masyarakat. Hal ini sekaligus membuka peluang bagi penggiat seni dan media di daerah untuk terus berkarya dengan cara yang kreatif dan inovatif.

Sebagai penutup, film pendek ini bukan hanya merefleksikan kisah kehidupan sederhana, tetapi juga menjadi pengingat kuat akan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah contoh nyata bahwa kesederhanaan bukanlah halangan untuk membuat karya besar, asalkan ada niat dan semangat yang tulus. Film ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat Lingga dan sekitarnya, serta menguatkan semangat untuk selalu melihat sisi baik dalam setiap kondisi, serta terus berbagi kebaikan meski hanya lewat cerita sederhana di layar kaca.