Sabtu, Mei 9, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 872

KPAI Ungkap 18 Kasus Kekerasan Seksual di Sekolah Sepanjang 2021

0

RASIO.CO, Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat setidaknya ada 18 kasus kekerasan yang terjadi di satuan pendidikan selama 2021.

Pengumpulan data dilakukan mulai 2 Januari sampai 27 Desember 2021, melalui pemantauan kasus yang dilaporkan keluarga korban ke pihak kepolisan dan diberitakan oleh media massa. Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengungkapkan pelaku kekerasan seksual terdiri dari pendidik atau guru sebanyak 10 orang atau sekitar 55.55 persen.

Kemudian Kepala Sekolah atau Pimpinan Pondok Pesantren sebanyak 22,22 persen, pengasuh 11,11 persen, tokoh agama 5.56 persen, dan pembina asrama 5.56 persen.

“Total jumlah pelaku ada 19 orang, meskipun total kasusnya 18, karena untuk Ponpes di Ogan Ilir ada 2 pelaku, keduanya merupakan guru. Seluruh pelaku adalah laki-laki,” ucap Retno dilansir tribunnews.com. Selasa (28/12).

Dari 18 kasus kekerasan seksual di satuan pendidikan, empat atau 22,22 persen dari total kasus terjadi di sekolah di bawah kewenangan Kemendikbudristek.

“Sementara 14 kasus atau 77,78 persen terjadi di satuan pendidikan di bawah kewenangan Kementerian Agama,” tutur Retno.

Sedangkan lokasi kejadian meliputi 17 Kabupaten/Kota pada sembilan provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I. Yogjakarta, Sumatera Barat, Sumatera Utara. Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua. 

Sedangkan kabupaten/kota meliputi  Cianjur, Depok, Bandung, dan  Tasikmalaya (Jawa Barat); Sidoarjo. Jombang, Trengalek, Mojokerto dan Malang (Jawa Timur); Cilacap dan Sragen (Jawa Tengah); Kulonprogo (D.I Yogjakarta); Solok (Sumatera Barat); Ogan Ilir (Sumatera Selatan); Timika (Papua); dan Pinrang (Sulawesi Selatan).

Mayoritas kasus kekerasan seksual  terjadi di satuan pendidikan berasrama atau boarding school, yaitu sebanyak 12 satuan pendidikan 66,66 persen.

Sementara kekerasan seksual di satuan pendidikan yang tidak berasrama hanya di enam satuan pendidikan 33,34 persen. Kasus kekerasan seksual di satuan pendidikan di bawah Kemendikbudristek pun dua di antaranya adalah sekolah berasrama, yaitu di kota Medan dan di Batu, Kota Malang.

***

Hendri Rencanakan Akan Bangun 2 Sekolah Baru Tahun 2022

0

RASIO.CO, Batam – Dinas Pendidikan Kota Batam akan membangun 2 unit sekolah baru pada 2022 mendatang. Hal ini dibeberkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan.

“Kita bangun 2 sekolah baru. Kalau memang anggaran kita kuat. Tergantung PAD kita dan cukup,” ujar Hendri dilansir batam.tribunnews.com. Senin (27/12).

Adapun 2 unit sekolah itu adalah SDN 13 di Laguna Marina dan SMP di kawasan Putra Jaya Tanjung Uncang. Kedua sekolah ini progresnya masih dalam proses lelang.

“Di sana jumlah siswanya sering membeludak,” ujar Hendri.

Sebelumnya diberitakan tahun 2021, Disdik Kota Batam membangun 4 sekolah baru. Pembangunan 4 SMP negeri sudah rampung dikerjakan. Pembangunan yang menelan anggaran mencapai Rp 9,7 miliar lebih ini direncanakan mulai ditempati tahun depan.

Ia mengatakan, pembangunan sudah selesai dilaksanakan. Saat ini pekerja tinggal membersihkan lokasi dan sisa bangunan sekolah usai pembangunan.

“Sudah selesai dikerjakan semua. Mungkin tahun depan sudah mulai ditempati. Karena masih masa pandemi, belajar tatap muka masih digelar terbatas,” katanya beberapa waktu lalu.

Pembangunan 4 sekolah ini masuk dalam kategori mendesak. Tingginya minat masuk ke sekolah negeri, membuat kebutuhan akan sekolah negeri juga mengalami peningkatan setiap tahunnya.

“Karena banyak yang masuk negeri, jadi ada siswa yang terpaksa menumpang di sekolah lain. Bahkan mereka tetap sekolah walau belum ada bangunan. Makanya tahun ini kita tambah empat bangunan lagi,” katanya.

Pembangunan sekolah ini merupakan solusi untuk menangani membludaknya pendaftaran di sekolah negeri. Beberapa tahun ini diakui minat ke sekolah negeri meningkat cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena kondisi pandemi yang membuat banyak pekerja kehilangan pekerjaan mereka.

“Sedikit banyak, hal ini memberikan dampak terhadap pendaftaran di sekolah negeri,” sebutnya.

Empat sekolah yang dibangun tahun ini yaitu SMPN 59 Batam di Sagulung dengan anggaran Rp 3 miliar, SMPN 60 Batam di Sagulung dengan anggaran Rp 2,3 miliar. Selanjutnya SMPN 62 Batam di Bengkong dibangun dengan anggaran Rp 2,4 miliar, dan terakhir SMPN 63 Batam dibangun di Nongsa dengan nilai anggaran Rp 1,9 miliar.

***

Flaxseed, Biji Kaya Serat dengan Sejuta Manfaat

0

RASIO.CO, Jakarta – Kini kesadaran hidup sehat semakin meningkat. Konsumsi makanan sehat merupakan fokus utama. Salah satunya adalah flaxseed atau biji rami, yang memiliki banyak manfaat.

Flaxseed kaya kandungan serat, lemak baik seperti asam lemak omega-3, karbohidrat, protein, serta vitamin dan mineral termasuk Vitamin B, folat, kalsium, magnesium, kalium, fosfor, tembaga, zat besi, dan zinc. Biji ini juga memiliki manfaat antioksidan dan efek serupa estrogen, berkat kandungan lignan di dalamnya. Flaxseed memiliki kalori yang tinggi, yaitu sekitar 530 kalori dalam 100 gramnya.

Dilansir dalam Alodokter.com, Berikut ini adalah beberapa manfaat flaxseed untuk kesehatan:

  • Menurunkan tingkat kolesterol
    Flaxseed diduga dapat menekan kadar kolesterol jahat atau LDL (low-density lipoprotein), sekaligus kadar kolesterol secara keseluruhan. Meski demikian, flaxseed tidak tampak banyak memengaruhi HDL (high-density lipoprotein) atau kolesterol baik.
  • Mencegah penyakit jantung
    Kandungan nutrisi di dalam flaxseed, termasuk serat dan omega-3, terlihat dapat membantu menormalkan irama detak jantung dan mengurangi risiko terjadinya aterosklerosis. Studi terbaru juga menyebutkan bahwa omega-3 dalam flaxseed dapat membantu menurunkan tekanan darah.
  • Mengurangi peradangan
    Peradangan yang biasanya menyertai asma dan penyakit Parkinson, diduga dapat dikurangi oleh senyawa alpha linoleic acid (ALA) dan lignan yang dikandung flaxseed. Kandungan flaxseed ini juga dikatakan dapat mencegah pembentukan plak pada arteri, yang sekaligus dapat mencegah serangan jantung dan stroke.
  • Memperlambat perkembangan sel kanker
    Berdasarkan penelitian di laboratorium, zat-zat di dalam flaxseed terlihat dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, seperti kanker usus besar, payudara, kulit, dan prostat. Kandungan lignan dalam flaxseed diduga mampu memberikan perlindungan dari kanker payudara. Peneliti meyakini bahwa mengonsumsi lignan sejak remaja dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara dan meningkatkan angka harapan hidup pada penderita kanker payudara.
  • Menstabilkan tingkat gula darah
    Pada sebuah studi, asupan flaxseed sebanyak tiga kali sehari selama 3 bulan, terlihat dapat membantu menstabilkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Studi lain menunjukkan bahwa asupan bubuk flaxseed secara teratur selama satu bulan mampu menurunkan kadar gula darah puasa.

Tips Mengonsumsi Flaxseed

Pastikan untuk mengonsumsi flaxseed yang sudah ditumbuk, sebab dalam bentuk utuh biji ini dapat keluar dari saluran pencernaan tanpa dicerna dengan baik. Flaxseed mentah yang belum diproses kemungkinan mengandung racun. Oleh karena itu, masak flaxseed bersama dengan makanan lain untuk menghancurkan racun yang mungkin terkandung di dalamnya. Anda bisa menambahkan flaxseed pada biskuit, kue, atau roti sebelum dipanggang.

Namun, pastikan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Konsumsi flaxseed sekitar 50 gram atau 5 sendok makan per hari, dianggap sudah mencukupi. Tambahkan satu sendok flaxseed pada sereal sarapan pagi, atau pada mayones dalam roti lapis. Flaxseed juga akan menambah serat sekaligus rasa pada yoghurt sebagai camilan atau makanan penutup.

Untuk memperoleh manfaat flaxseed bagi kesehatan, konsumsilah biji ini secara teratur. Tapi jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan pada dokter gizi sebelum mengonsumsi flaxseed.

***

Batam Raih Penghargaan RTDI dan RKCI yang Digelar Oleh ITB

0

RASIO.CO, Batam – Kota Batam meraih dua penghargaan sekaligus terkait Riset Transformasi Digital Indonesia (RTDI) dan Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2021 yang digelar ITB. Dua penghargaan itu diumumkan pada acara penutupan secara virtual, Senin (27/12/).

Kegiatan ini dilakukan untuk melakukan pengukuran terhadap implementasi konsep kota cerdas di Indonesia. Rudi menyambut baik apresiasi tersebut. Ia menyebutkan, pihaknya terus berupaya mewujudkan Batam yang semakin maju, berdaya saing dan adaptif dengan perkembangan zaman.

“Sesuai visi Batam, terwujudnya Batam sebagai badar dunia madani yang modern dan sejahtera,” ucap Rudi.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam Amsakar apresiasi dari berbagai kalangan merupakan bukti bahwa kebijakan di Batam sudah berjalan sebagaimana mestinya. Menurutnya, apresiasi-apresiasi ini didedikasikan untuk warga Batam.

“Kita jalankan amanah agar Batam semakin hebat,” katanya.

Seperti diketahui,, berbagai apresiasi tingkat internasional maupun nasional kerap disematkan kepada Wali Kota Batam Muhammad Rudi. Baik sebagai pribadi maupun lembaga.

“Sesungguhnya kami tak bekerja untuk itu (penghargaan), kami hanya ingin hadir untuk masyarakat,” imbuhnya.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, I Gede Wenten mengatakan semenjak 2015, RKCI merupakan penelitian untuk melakukan evaluasi dan memetakan kota di indonesia sesuai dengan potensinya.

“RKCI 2021 ini, dilaksanakan bersama RDTI, yang merupakan riset untuk menilai kesiapan digital kota untuk mendukung kinerja pemerintah kota,” katanya.

Lanjut dia, RKCI dan RDTI bukan semata-mata riset namun bentuk dukungan ITB dalam rangka pengembangan smarcity demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Harapan kami melalui kegiatan ini dapat terpotret kondisi kota sebagai implementasi program smartcity dan tranformasi digital. Sehingga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi pemerintah kota untuk tingkatkan kinerja dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya.

Redaksi@www.rasio.co//

Sindikat Pengirim TKI Ilegal Dibekuk Polisi

0

RASIO.CO, Batam – Jajaran Kepolisian Ditkrimum Polda Kepri menangkap dua pelaku pengirim TKI ilegal kenegara jiran Malaysia.

Parahnya, akibat perbuatan kedua tersangka berinisial JI alias J dan AS alias AB lebih kurang diduga 25 TKI Ilegal meninggal dan 25 dikabarkan belum ditemukan hingga saat ini masih dilakukan pencarian.

Kedua pelaku diduga bertugas sebagai penampung atau pengurus Pekerja Migran Indonesia Inisial JI Alias J dan Inisial AS Alias AB diamankan oleh tim gabungan Dit Reskrimum Polda Kepri dan Polres Bintan.

“Dua orang tersangka ini yang melakukan pengurusan pengiriman Pekerja Migran Indonesia Ilegal yang mengalami kecelakaan kapal di Johor Bahru, Malaysia beberapa waktu yang lalu, dalam kecelakaan kapal tersebut mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 21 orang dan 25 orang masih dalam pencarian.” Kata Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes. Pol. Jefri Ronald Parulian Siagian, dan Kasubdit IV Dit Reskrimum Polda Kepri AKBP Achmad Suherlan saat Konferensi Pers di Polda Kepri. Senin (27/12).

Kata dia, Berawal pada Rabu tanggal 15 Desember 2021 Ditreskrimum Polda Kepri mendapatkan informasi dari Atase kepolisian Republik Indonesia di Johor Bahru, Malaysia bahwa telah terjadi kecelakaan kapal pengangkut Pekerja Migran Indonesia Ilegal melalui wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Dari Informasi tersebut jajaran tim gabungan melakukan penyelidikan sehingga pada Jumat tanggal 24 desember 2021, tim ditreskrimum polda kepri berhasil mengamankan dua orang yang diduga kuat sebagai penampung PMI Ilegal,” ungkapnya.

″Dua orang yang diduga kuat sebagai penampung PMI Ilegal berdasarkan Olah TKP dan keterangan Saksi-saksi, kedua orang ini berinisial JI Alias J dan Inisial AS Alias AB, Inisial JI Alias J diamankan dirumahnya yang berada di Wilayah Kavling Harapan Jaya, Bengkong Sadai, Kota Batam dan Inisial AS Alias AB diamankan di perumahan Cendana, Batam Center, Kota Batam,” jelasnya.

Dari JI Alias J berhasil diamankan barang bukti 5 lembar tiket pesawat Lion Air rute Jakarta-Batam,1 unit Handphone yang dijadikan sebagai alat Komunikasi, Buku rekening Bank BRI atas nama tersangka dan Satu Unit Sepeda Motor yang digunakan menjemput PMI di Bandara Hang Nadim, Kota Batam.

Sedangkan Dari Inisial AS Alias AB diamankan barang bukti 1 Unit Handphone, 1 buku rekening atas nama SH yaitu istri tersangka Inisial AS Alias AB, ATM atas nama SH, 1 Unit mobil Toyota Corona warna Gold.

Tidak berhenti sampai disini saja, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi dan dari perkara ini penyidik juga telah melakukan penyitaan terhadap 7 Unit Speed Boat Fiber yang digunakan untuk pengiriman PMI Ilegal.

Dan juga 1 Unit kapal kayu yang digunakan untuk penampungan sementara PMI Ilegal,” ucapnya.

Terhadap kedua tersangka ini telah diterapkan dugaan tindak pidana orang perseorangan dilarang melaksanakan Penempatan Pekerja Migran Indonesia ke Luar Negeri tanpa memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 81 dan pasal 83 undang-undang nomor 18 tahun 2017 tentang perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Dengan ancaman paling lama 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 15.000.000.000,00.

Sebagaimana yang telah diketahui bersama bahwa kasus ini terjadi di daerah Malaysia, dan berangkat dari informasi tersebut kami melakukan penyelidikan dilapangan dan melakukan koordinasi juga dengan pihak-pihak terkait, kedua tersangka ini adalah yang menjadi perantara yang berada di Kota Batam sebagai pengumpul atau penerima PMI.

Mereka ini tidak bekerja sendiri, ini merupakan sindikat dan ada bagian lainnya, untuk sementara ini baru dua yang kita dapatkan namun untuk yang lainnya masih terus kita kembangkan dan semoga saja kita bisa mengungkap nya'” Jelas Dir Reskrimum Polda Kepri.

″Kami dari gabungan satgas misi kemanusian ini akan terus melakukan pengembangan terhadap perkara ini dan pihak-pihak yang terlibat tentunya akan kita tarik dan di proses untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya atas pengiriman PMI secara Ilegal,” pungkasnya.

Adi@www.rasio.co //

Pekik Masyarakat Harga LPG Non Subsidi Naik

0

RASIO.CO, Jakarta – Kebijakan PT Pertamina menaikkan harga LPG non subsidi secara bertahap sebesar Rp1.600-Rp2.600 per kilogram sejak Sabtu (25/12) lalu membuat masyarakat menjerit.
Sri Hartati (53) misalnya.

Ibu rumah tangga asal Bogor mengatakan kebijakan itu berpotensi menekan kehidupannya. Pasalnya, ia merupakan salah satu konsumen tabung gas LPG 12 kg.

Sebelum kenaikan, ia mengaku harus mengeluarkan Rp160 ribu untuk membeli gas untuk kebutuhan satu hingga dua bulan. Dengan asumsi kenaikan harga Rp2.600 per kg yang diberlakukan Pertamina sekarang, pengeluaran itu bisa membengkak jadi Rp191.200.

“Jangan kemahalan lah, itu menindas masyarakat, ini kita lagi usaha. Lagi terpuruk gini keadaan,” ujarnya dilansir CNNIndonesia.com, Senin (27/12).

Perempuan yang sehari-hari membuka usaha laundry itu mengatakan pembengkakan pengeluaran itu sangat terasa baginya. Apalagi di saat yang sama, harga bahan pokok juga naik. Untuk cabai saja, melansir PIHPS, secara rata-rata, naik 2,61 persen per Kamis (16/12) lalu menjadi Rp86.500 per kg secara nasional.

Bila dibedah berdasarkan daerah, terpantau harga cabai rawit merah termahal ada Provinsi Maluku Utara seharga Rp165 ribu per Kg. Lalu diikuti Provinsi Maluku dengan harga Rp153.750 per Kg.
 Tak hanya cabai rawit merah, kenaikan juga terjadi pada cabai rawit hijau yang makin mahal Rp400 per Kg atau naik 0,7 persen menjadi Rp57.400 secara nasional.

“Sekarang telur naik, ayam naik, cabe naik. Berat banget, kalau bisa jangan semuanya naik lah,” imbuhnya.

Segendang sepenarian dengan Sri, keluhan juga disampaikan Yeni Agustini (36). Ibu rumah tangga asal Kabupaten Bandung Barat merasa keberatan dengan kenaikan LPG non subsidi tersebut.

“Keberatan lah, terlebih harga bahan pokok juga naik. Masa gas harus naik juga,” ujarnya.

Yeni biasa membeli LPG 12 kilogram (kg) dengan harga Rp150 ribu. Namun, jika dengan kenaikan Rp2.600 per kg, maka diasumsikan kini Yeni harus membayar Rp181.200. Menurut Yeni kenaikan harga juga bisa lebih tinggi kalau sudah sampai ke agen-agen pengecer gas. Karena itu ia pun berharap pemerintah bisa lebih mengontrol kenaikan harga tersebut agar tidak terlalu drastis.

Senada, Andini Siwi Pratiwi (33) seorang ibu rumah tangga asal Bekasi juga merasa keberatan dengan kenaikan LPG non subsidi. Keluhannya pun sama seperti Sri, yakni kebutuhan yang kian meningkat karena kenaikan juga terjadi pada bahan pokok seperti minyak, telur dan lainnya.

“Jujur kalau ibu rumah tangga sangat keberatan karena kan berasa. Apa lagi sekarang kenaikan bukan hanya LPG kan. Tapi serentak dari mulai minyak dan lain lain. jadi berasa banget,” katanya.

Ia mengaku biasa membeli LPG 12 kg seharga Rp145 ribu hingga Rp165 ribu bergantung agen tempat ia membeli. Gas tersebut biasa ia gunakan untuk kebutuhan selama enam bulan. Kini jika diasumsikan dengan kenaikan Rp2.600 per kg, Andini harus membayar Rp196.200 untuk gas 12 kg dari yang sebelumnya Rp165 ribu.

Sebelumnya, Pertamina menaikkan harga LPG non subsidi secara bertahap sebesar karena lonjakan harga di level internasional.

“Besaran penyesuaian harga LPG non subsidi yang porsi konsumsi nasionalnya sebesar 7,5 persen berkisar antara Rp1.600-Rp2.600 per Kg. Perbedaan ini untuk mendukung penyeragaman harga LPG ke depan serta menciptakan fairness harga antar daerah,” jelas Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Sub Holding Pertamina Commercial & Trading Irto Ginting kepada CNNIndonesia.com.

Irto menyebut kenaikan harga LPG non subsidi dilakukan guna merespons tren peningkatan harga Contract Price Aramco (CPA) LPG yang terus meningkat sepanjang 2021. Ia mencatat pada November 2021 harga mencapai US$847/metrik ton, itu harga tertinggi sejak 2014 atau naik 57 persen sejak Januari 2021.

***

Pantau Vaksinasi se-Indonesia, Kapolri Minta Semua Kejar Target 70 Persen

0

RASIO.CO, Jawa Barat – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo  bersama Menteri Koordinator Bidang PMK, Menkes, Kepala dan Kasum TNI memantau kegiatan akselerasi percepatan vaksinasi yang diadakan di seluruh Provinsi di Indonesia.

Dalam kesempatan ini, mereka meninjau secara langsung kegiatan vaksinasi yang diadakan di Taman Safari Indonesia, Bogor, Jawa Barat. Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin ditargetkan dalam kegiatan percepatan vaksinasi ini.

“Terima kasih karena hari ini rekan-rekan semua telah melaksanakan kegiatan vaksinasi serentak. Tadi dilaporkan kurang lebih 5 ribu titik dengan target minimal hari ini 1,2 juta. Apabila ada wilayah kemudian target bisa melebihi, saya berikan apresiasi. Saya akan ikuti sampai sore nanti,” kata Sigit saat menyapa secara virtual kegiatan vaksinasi se-Indonesia bersama dengan para Menteri, Kamis (23/12).

Dalam arahannya, mantan Kapolda Banten ini meminta kepada wilayah yang belum mencapai target vaksinasi 70 persen untuk berpacu dalam mengejar target tersebut dengan melakukan berbagai macam strategi percepatan.

Disisi lain, Sigit mengapresiasi bahwa ada beberapa wilayah di Indonesia yang capaian vaksinasi pertamanya sudah mencapai angka 100 persen. Seperti, DKI Jakarta, Kepri, Yogyakarta, dan Kalimantan Timur.

“Alhamdulillah vaksin kedua kita rata-rata nasional sudah masuk diangka 40 persen. Walaupun ini bagian dari rata-rata beberapa wilayah yang tentunya masih juga ada yang kurang. Demikian harapan kita bagaimana kemudian wilayah yang masih di bawah 70 persen tolong betul-betul di pacu,” ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Sigit menyadari, setiap wilayah memiliki tantangan dan kesulitan yang berbeda-beda. Namun, kata Sigit, hal itu bisa diantisipasi dengan modifikasi strategi yang disesuaikan dengan kewilayahan masing-masing.

Menurutnya, akselerasi vaksinasi demi mewujudkan kekebalan komunal sebagaimana target Presiden Joko Widodo sangat penting terkait pengendalian Pandemi Covid-19. Hal itu juga sebagai upaya antisipasi adanya varian baru Covid-19 yakni, Omicron.

“Jadi tolong yang masih belum, rekan-rekan bisa menanyakan atau kemudian melakukan modifikasi terkait dengan strategi. Karena saya tahu, masing-masing wilayah memiliki kesulitan yang berbeda. Ini perlu dilakukan karena varian baru Omicron, Kepala BNPB sudab sampaikan sudah terdeteksi delapan,” ucap Sigit.

Lebih dalam, Sigit menekankan, akselerasi vaksinasi juga sebagai upaya untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pasca-libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Karenanya, dalam periode Nataru, Sigit menyampaikan, telah menggelar Operasi Lilin, yang didalamnya disiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan.

“Kita membuat di pos pengamanan dan pos pelayanan untuk bisa melakukan kegiatan-kegiatan dalam rangka mendukung strategi vaksinasi. Kita siapkan gerai vaksin dan di Rest Area kita siapkan pos pengamanan. Pada saat aplikasi PeduliLindungi kemudian deteksi ada masyarakat belum vaksin atau baru vaksin sekali atau terkonfirmasi positif tentunya kita berikan langkah-langkah, yang belum vaksin kita vaksin. Kemudian yang terkonfirmasi kita tempatkan di isolasi sementara kemudian tindaklanjuti apakah kita bawa ke rumah sakit rujukan atau tempat isolasi yang dipersiapkan,” papar Sigit.

Dengan upaya itu, Sigit berharap, di periode Nataru, aktivitas masyarakat dapat berjalan sehingga meningkatkan pertumbuhan perekonomian. Dan disisi lain, penegakan protokol kesehatan serta pengendalian Covid-19 dapat berjalan dengan baik.

“Kita tetap harus waspada dan menjaga  agar laju Covid-19 bisa kita kendalikan dengan menegakan aturan prokes secara ketat, lalu kuat dalam akselerasi percepatan vaksinasi, dan memperkuat langkah-langkah 3M dan 3T. Sehingga, itu semua jadi satu bagian yang harus kita laksanakan didalam operasi Nataru kali ini. Mohon doanya agar rangkaian ini berjalan lancar. Masyarakat bisa laksanakan aktivitas disatu sisi laju Covid-19. pertumbuhannya bisa kita kendalikan,” tutur Sigit.

***

Satgas Keluhkan Data PMI Positif COVID-19 Masuk ke Kepri

0

RASIO.CO, Tanjungpinang – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau merasa keberatan data Pekerja Migran Indonesia yang positif COVID-19 dimasukkan ke wilayah itu.

“Sudah dua kali dalam bulan ini terjadi hal itu. Pertama, beberapa hari lalu muncul angka 70 orang, kemudian hari ini 31 orang. Tentu ini tidak relevan,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Jumat (24/12).

Seharusnya, kata dia jumlah PMI yang positif COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan saat mereka dikarantina itu masuk dalam data nasional, seperti yang dilakukan sebelumnya.  Namun dalam dua pekan ini, Kemenkes memasukkan data PMI yang terinfeksi COVID-19 sebagai penambahan kasus aktif di Kepri. Hal itu yang menyebabkan kasus aktif di Kepri di tingkat nasional menjadi tinggi.

“PMI itu dipulangkan dari Malaysia dan Singapura ke Indonesia melalui Batam. Kemudian pulang ke kampung halamannya setelah melewati prosedur pemeriksaan yang ketat, dan karantina,” kata mantan Kepala Dinas Kesehatan Kepri itu.

Tjetjep mengemukakan data harian penanganan COVID-19 Kepri tidak memasukkan jumlah PMI yang positif COVID-19 sebagai penambahan kasus aktif. Namun penanganan PMI melalui Batam tetap dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan.

“Kalau berdasarkan data penanganan COVID-19 Kepri sekarang, jumlah kasus aktif di wilayah ini hanya 2 orang,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Lamidi mengatakan lima kabupaten dan satu kota di wilayah itu bertahan nihil kasus aktif COVID-19.

Ia mengatakan, Kabupaten Lingga, Kepulauan Anambas, Natuna, Bintan, dan Karimun nihil kasus aktif COVID-19. Satu dari dua kota di Kepri yakni Kota Tanjungpinang juga nol kasus aktif COVID-19 sejak dua pekan lalu. Sementara kasus aktif COVID-19 di Kota Batam sebanyak tiga orang setelah sehari yang lalu bertambah satu orang.

“Kasus aktif di Kepri tinggal tiga orang. Mereka merupakan warga Batam,” ujarnya, yang juga Pelaksana Harian Sekda Kepri.

Tiga kabupaten yang sudah ditetapkan sebagai Zona Hijau yaitu Anambas, Natuna dan Bintan. Sedangkan Lingga merupakan daerah pertama di Kepri yang ditetapkan Zona Hijau. Namun pekan lalu, petugas di Lingga salah menginput data sehingga pusat menetapkan sebagai Zona Kuning.

Padahal sampai sekarang Lingga nol kasus aktif COVID-19 sehingga tidak tepat bila statusnya menjadi Zona Kuning. Daerah lainnya yang masih ditetapkan sebagai Zona Kuning yakni Batam, Karimun dan Tanjungpinang.

“Kami imbau masyarakat untuk menahan diri selama musim liburan sekolah, Natal dan Tahun Baru 2022, dengan tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan masyarakat. Tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.

Lamidi menjelaskan total pasien COVID-19 di Kepri sejak pandemi sampai sekarang mencapai 53.885 orang, tersebar di Batam 25.933 orang, Tanjungpinang 10.230 orang, Bintan 5.583 orang, Karimun 5.488 orang, Anambas 1.846 orang, Lingga 2.310 orang, dan Natuna 2.495 orang.

Total jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 sejak pandemi mencapai 52.124 orang, tersebar di Batam 25.089 orang, Tanjungpinang 9.828 orang, Bintan 5.403 orang, Karimun 5.327 orang, Anambas 1.799 orang, Lingga 2.225 orang, dan Natuna 2.453 orang.

Total jumlah pasien yang meninggal dunia sejak pandemi COVID-19 sebanyak 1.759 orang, tersebar di Batam 842 orang, Tanjungpinang 402 orang, Bintan 180 orang, Karimun 161 orang, Anambas 47 orang, Lingga 85 orang, dan Natuna 42 orang

Redaksi@www.rasio.co//

Kenali Gejala dan Resiko Diabetes pada Anak

0

RASIO.CO, Jakarta – Anak yang menderita diabetes bisa mengalami gejala berupa sering haus dan sering buang air kecil, serta banyak makan tapi berat badannya justru turun. Sebagai orang tua, penting bagi Anda untuk mengenali berbagai risiko dan gejala diabetes pada anak agar kondisi ini tidak terlambat ditangani oleh dokter.

Tubuh membutuhkan hormon insulin untuk membantu sel-sel, jaringan, dan organ tubuh menggunakan glukosa atau gula darah sebagai sumber energi. Hormon insulin ini dihasilkan di pankreas.

Ketika hormon insulin berkurang atau sel-sel tubuh kesulitan menggunakan insulin, maka dapat terjadi penumpukan gula darah. Hal inilah yang menyebabakan penyakit diabetes. Menurut data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), angka kejadian diabetes pada anak usia 0-18 tahun di Indonesia meningkat hingga lebih dari 1000 kasus dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini.

Dilansir dalam Alodokter.com, Berdasarkan penyebabnya, penyakit diabetes pada anak secara umum terbagi menjadi 2 tipe, yaitu:

Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 adalah tipe diabetes yang yang lebih sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Namun diabetes tipe 1 juga terkadang bisa menyerang bayi, balita, dan orang dewasa. Diabetes tipe 1 terjadi akibat kelainan autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh anak merusak atau menghancurkan pankreasnya sendiri, sehingga fungsi pankreas menjadi terganggu.

Akibatnya, anak yang menderita diabetes tipe 1 hanya menghasilkan sedikit atau bahkan tidak menghasilkan hormon insulin sama sekali. Kondisi ini bisa menyebabkan kadar gula darah meningkat dan lama kelaamaan merusak organ serta jaringan tubuh.

Hingga saat ini, penyebab pasti terjadinya diabetes tipe 1 pada anak belum diketahui. Namun, seorang anak bisa rentan terkena diabetes tipe1 apabila ia memiliki faktor risiko berikut:

  • Genetik atau keturunan, misalnya memiliki riwayat diabetes tipe 1 dalam keluarga.
  • Riwayat infeksi virus.
  • Pola makan kurang sehat, misalnya sering mengonsumsi makanan atau minuman yang manis, misalnya permen, es krim, jus buah kemasan, atau buah kering.

Diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 disebabkan oleh resistensi insulin atau kondisi ketika sel-sel tubuh anak kesulitan menggunakan insulin untuk memanfaatkan gula darah sebagai energi. Pada kasus tertentu, diabetes tipe 2 juga bisa terjadi akibat berkurangnya produksi insulin. Karena terjadinya gangguan tersebut, kadar gula darah anak dapat meningkat.

Diabetes tipe 2 biasanya rentan terjadi pada anak berusia berusia di atas 10 tahun atau pada usia remaja. Ada beberapa faktor risiko yang dapat membuat anak rentan terkena diabetes tipe 2, yaitu:

  • Memiliki orang tua atau saudara dengan riwayat penyakit diabetes.
  • Berat badan berlebih atau obesitas pada anak.
  • Kebiasaan sering mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak.
  • Kurang aktif bergerak atau jarang olahraga.

Gejala-Gejala Diabetes pada Anak

Gejala diabetes tipe 1 dan 2 juga secara umum sulit dibedakan dan sering kali mirip satu sama lain. Sebagian anak yang menderita diabetes tipe 1 atau pun tipe 2 tidak menunjukkan adanya gejala atau merasakan adanya keluhan. Namun, pada sebagian anak yang lain, diabetes dapat menimbulkan beberapa gejala berikut ini:

1. Sering haus dan buang air kecil

Kadar gula darah berlebih akan dibuang melalui urine. Hal ini akan membuat anak sering buang air kecil atau bahkan mengompol. Dengan banyaknya cairan tubuh yang keluar, anak pun akan cepat merasa haus dan minum lebih banyak dari biasanya.

2. Nafsu makan meningkat

Anak yang menderita diabetes akan kesulitan menghasilkan energi akibat gangguan fungsi atau berkurangnya jumlah insulin. Akibatnya, anak akan merasa sering sering kelaparan dan makan lebih banyak untuk memperoleh energi.

3. Berat badan turun

Meski makan lebih banyak dari biasanya, namun berat badan anak yang menderita diabetes justru akan turun. Tanpa pasokan energi dari gula, jaringan otot dan simpanan lemak akan menyusut. Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas kerap menjadi tanda pertama dari diabetes pada anak.

4. Terlihat lelah atau lesu

Anak yang menderita diabetes mungkin akan terlihat lebih lemah dan lesu karena kurangnya energi di dalam tubuh. Anak bisa tetap terlihat lesu meski sudah makan dalam jumlah atau porsi yang besar.

5. Penglihatan kabur

Kadar gula darah yang tinggi akibat diabetes lama kelamaan bisa menyebabkan saraf mata membengkak. Kondisi ini dapat membuat anak mengalami gangguan penglihatan atau pandangannya terasa buram.

6. Muncul luka atau infeksi di tubuh yang sulit sembuh

Karena kadar gula darah yang tinggi, seorang anak yang menderita diabetes akan memiliki luka yang sulit sembuh saat cedera atau terluka. Selain menghambat proses penyembuhan luka, diabetes juga dapat membuat anak rentan terserang infeksi.

7. Warna kulit menghitam

Resistensi insulin dapat menyebabkan kulit menjadi gelap, terutama di area ketiak dan leher. Kondisi ini disebut akantosis nigrikans.

Selain beberapa gejala di atas, seorang anak yang menderita diabetes juga kerap menunjukkan tanda gejala lain, seperti sering rewel atau menangis terus-menerus, napas berbau seperti buah, dan muncul ruam popok.

Pengobatan Diabetes pada Anak

Pengobatan diabetes pada anak perlu disesuaikan dengan jenis diabetes yang diderita anak. Untuk menentukan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang berupa tes gula darah dan tes autoantibodi diabetes untuk menentukan apakah anak menderita diabetes tipe 1 atau 2.

Jika anak terdiagnosis menderita diabetes tipe 1, maka dokter akan memberikan terapi insulin untuk mengendalikan gula darah. Sementara jika anak terkena diabetes tipe 2, dokter akan memberikan obat-obatan antidiabetes. Terapi insulin juga dapat diberikan pada diabetes tipe 2, jika diabetes yang diderita anak sudah sudah berat.

Selain itu, dokter juga biasanya akan menganjurkan orang tua untuk menjaga pola makan anak dan mengajak anak rutin berolahraga.

Diabetes yang terlambat ditangani umumnya akan menimbullkan sejumlah komplikasi berat yang dapat membahayak kondisi Si Kecil. Oleh sebab itu, pastikan Anda memeriksakan kondisi Si Kecil ke dokter anak apabila ia memiliki risiko tinggi atau sudah menunjukkan beberapa gejala diabetes pada anak.

***

Pegawai Wisma Atlet Tertular Varian Omicron dari Pasien Asing

0

RASIO.CO, Jakarta – Satu pegawai yang bekerja di RSDC Wisma Atlet Kemayoran tertular Covid-19 varian omicron. Pegawai itu termasuk salah satu pasien omicron yang baru terdeteksi berdasarkan hasil pemeriksaan Whole Genome Sequence.

Saat ini, total kasus varian Omicron di Indonesia ada 46 usai bertambah 27 pada Minggu kemarin (26/12).

“Ada satu dua yang dari dalam negeri, pekerja wisma atlet, yang tertular dari luar negeri,” ucap Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan dilansir dalam CNNIndonesia.com. Senin (27/12).

Diketahui, sebelumnya juga ada pegawai kebersihan RSDC Wisma Atlet Kemayoran yang tertular varian omicron. Bahkan dia adalah pasien pertama yang mengidap varian omicron. Diduga tertular dari warga negara asing yang belakangan juga menjadi pasien omicron.

Sejauh ini, kasus varian omicron menjadi 46 usai bertambah 27. Sebanyak 25 pasien adalah warga negara Indonesia yang baru pulang dari Malaysia, Kenya, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Mesir, Malawi, Spanyol, Inggris, Turki.

Lalu ada satu pasien WNA asal Nigeria dan satu pegawai kebersihan RSDC Wisma Atlet Kemayoran.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen oleh Badan Litbangkes, kami kembali mengidentifikasi tambahan kasus Omicron 27 orang. Sebagian besar menjalani karantina di Wisma Atlet dan sebagian lagi di RSPI Sulianti Saroso,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi

***