Selasa, Mei 26, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 936

Berpergian Melalui Pelabuhan SBP Harus Sudah Divaksin

0

RASIO.CO , Tanjungpinang – Bagi masyarakat yang ingin berpergian melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura, agar memperhatikan betul persyarakat perjalanan. Pasalnya Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjungpinang akan melakukan pemeriksaan. Mereka yang belum vaksin Covid-19, akan divaksin di lokasi.

“Menyikapi SE Gubernur Kepri nomor 611, terkait dengan level kepri sudah level 1. Artinya tinggi levelnya. Tentu kita harus mengambil langkah-langkah untuk mengamankan kebijakan pimpinan,” ujar Agus Jamaludin, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjungpinang, Kamis (7/10).

KKP bertekad akan membantu, jangan sampai Kepri turun level. KKP akan menerapkan betul protokol kesehatan di pelabuhan dan juga Bandara. Juga membantu meningkatkan cakupan vaksinasi. Masyarakat yang akan melakukan perjalanan, diminta untuk mencermati benar persyaratan sesuai surat edaran (SE) Gubernur Kepri.

Dimana pelaku perjalanan di dalam Provinsi Kepri, harus sudah melakukan vaksinasi dosis lengkap. Mereka yang sudah melaksanakan vaksinasi dosis 1 dan 2, tidak lagi diberlakukan swab antigen untuk perjalanan di dalam provinsi. Sedangkan yang belum vaksinasi dosis lengkap, harus tetap melengkapi diri dengan hasil negatif swab antigen.

Untuk mempermudah para pelaku perjalanan, selama dua pekan mendatang KKP akan menyediakan fasilitas vaksinasi di Pelabuhan Sri Bintan Pura. “Mulai Jumat tanggal 8 Oktober, sampai dua minggu kedepan,” jelas Agus.

Untuk melaksanakan hal tersebut, KKP bekerjasama dengan TNI, Polri Satpol PP, Pelindo dan KSOP akan melakukan pemeriksaan dokumen para pelaku perjalanan. Dimana para petugas akan memeriksa aplikasi Peduli Lindungi dari masing-masing gawai.

“Yang belum download aplikasi Peduli Lindungi, akan kita suruh untuk download saat itu juga. Akan kita periksa sertifikat vaksinnya. Kalau ada yang belum vaksin atau baru dosis 1, akan kita vaksin di lokasi,” jelas Agus.

Walaupun begitu, tahapan vaksinasi akan tetap diberlakukan seperti biasa. Para calon penerima vaksin tetap akan dilakukan screening. Mereka yang lolos screening, akan langsung disuntik. Tersedia vaksinasi astrazeneca dan sinovac. Jadi baik anak diatas usia 12 tahun ataupun ibu hamil, dapat melakukan vaksinasi di Pelabuhan SBP.

Para calon penumpang yang melakukan vaksinasi akan menjalani observasi selama 30 menit di lorong pelabuhan, yang akan dilengkapi dengan kursi. “Setelah selesai observasi, baru kita berikan sertifikat dan boleh melanjutkan perjalanan,” sebut Agus.

Vaksinasi ini tidak hanya bagi pelaku perjalanan saja, masyarakat yang belum menerima vaksinasi Covid-19 atau belum menerima dosis 2 dapat melakukan vaksinasi di Pelabuhan SBP. Layanan vaksinasi tersedia selama dua pekan kedepan, dimulai pukul 07.30.

“Untuk Minggu kita libur,” ungkap Agus. Sedangkan untuk pelaku perjalanan yang belum melakukan vaksinasi Covid-19 karena alasan medis, harus melengkapi diri dengan surat keterangan dari dokter spesialis rumah sakit pemerintah.

Redaksi@www.rasio.co//

Siapkan Rp 3,5 Miliar untuk Rehabilitasi Gedung PGRI

RASIO.CO , Tanjungpinang – Pemprov Kepri telah menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp 3,5 miliar untuk rehabilitasi gedung Persatuan Guru Republik Indonesia PGRI Provinsi Kepri di Senggarang Tanjungpinang pada tahun anggaran 2022 mendatang.

Hal ini disampaikan Gubernur Kepri saat menerima audiensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di ruang kerjanya di lantai 4, kantor Gubernur Dompak, Selasa (5/10) kemarin.

Menurut Ansar, keberadaan Gedung PGRI menyangkut kepentingan orang banyak, sehingga upayakan pada tahun 2022 Gedung PGRI tersebut mendapatkan anggaran hibah untuk merenovasi. Ia juga langsung mengajak pengurus PGRI beserta OPD terkait untuk meninjau ke lokasi di Senggarang guna memperhitungkan dan mencarikan jalan keluarnya.

Ansar pun meminta kepala Dinas terkait untuk menyiapkan review DED nya serta Rencana Anggaran Bangunan untuk diberikan kepada PGRI Provinsi Kepri untuk nantinya PGRI mengusulkan Proposal renovasi Gedung PGRI yang diperkirakan anggaran rehabnya 3,5 miliyar.

“Jika Gedung PGRI bagus dapat dikelola dengan baik dan dapat menghasilkan untuk PGRI itu sendiri, karena Gedungnya lengkap fasilitasnya, Kita ingin anak-anak Kepri cerdas, jadi guru-gurunya juga harus diperhatikan,” kata Gubernur Ansar

Tak hanya itu, dalam kesempatan ini Ansar juga banyak mendengarkan aspirasi para guru, serta saran dan masukan yang mampu mendorong untuk memperkuat PGRI dalam melanjutkan tugas-tugas pengabdian dan kiprahnya di dunia Pendidikan di Provinsi Kepulauan Riau. 

Redaksi@www.rasio.co//

Layanan Warung Gurindam, Akses Data Makin Mudah

0

RASIO.CO, Batam – Badan Pusat Statistik Provinsi Kepri meluncurkan layanan Warung Gurindam di Ibis Styles Hotel. Kamis (7/10). Layanan dalam bentuk website itu memudahkan masyarakat mengakses informasi data.

Kepala BPS Kepri, Agus Sudibyo mengatakan, Warung Gurindam tersebut menyajikan sejumlah layanan seperti informasi publik, data mikro, konsultasi statistik, hingga coaching. Layanan ini, lanjut Agus, dapat mempermudah dan memperdalam kajian informasi agar dapat diakses pers, pengusaha, akademis, dan masyarakat yang membutuhkan layanan BPS.

“Warung Gurindam bisa diakses melalui laman http://gurindam.bpskepri.com,” ujar Agus.

Ia memaparkan, layanan ini juga sebagai langkah BPS meminimalisir pertemuan langsung di masa pandemi Covid-19. Untuk itu, BPS juga memberikan ruang bagi masyarakat berkonsultasi secara virtual melalui Warung Gurindam, sehingga masyarakat tidak perlu datang langsung ke Kantor BPS.

“Dalam Warung Gurindam ini, masyarakat bisa berkonsultasi secara langsung maupun melalui telepon dan WhatsApp resmi BPS. Nanti akan dilayani petugas BPS Kepri dengan waktu pelayanan Senin-Jumat pukul 08.30-15.30,” jelas Agus.

Agus mengungkapkan, dengan adanya layanan terbaru itu, menjadikan BPS lebih aktif menjemput bola dalam menyampaikan informasi data yang valid dan berkualitas kepada masyarakat.

“Warung Gurindam bisa diakses siapa saja dan di mana saja dan kapan saja dengan biaya gratis,” katanya.

Ia berharap, dengan peran BPS menyajikan data yang valid dapat membuat Kepri yang maju dan mampu menghadapi tantangan terbesar saat ini, yakni pandemi Covid-19. Pada sisi lain, kata dia, layanan ini diharapkan mampu meningkatkan jangkauan layanan informasi yang tepat kepada masyarakat.

“Saat ini, jangkauan kepada masyarakat sangat terbatas. Di sini, kami membutuhkan media untuk menjangkau masyarakat lebih luas lagi,” katanya saat peluncuran layanan yang disejalankan dengan Workshop Wartawan dalam rangkaian Hari Statistik Nasional (HSN).

Workshop Wartawan dan Peluncuran Warung Gurindam itu dihadiri Kepala BPS Batam, Rahmad Iswanto, dan sejumlah wartawan di Kota Batam.

Redaksi@www.rasio.co//

Jenis Makanan Penyebab Usus Buntu

0

RASIO.CO , Jakarta – Banyak faktor yang diduga dapat memicu penyakit usus buntu, dan salah satunya adalah makanan penyebab usus buntu. Lantas, apa saja jenis makanan yang dapat memicu penyakit ini?

Penyakit usus buntu merupakan peradangan pada usus buntu atau apendiks. Seseorang dapat menderita penyakit usus buntu karena beberapa faktor, seperti infeksi cacing atau parasit, usus tersumbat oleh feses, cedera di bagian perut, dan pembesaran kelenjar getah bening di dinding saluran cerna.

Dilansir dari alodokter.com, konsumsi jenis makanan tertentu juga diketahui dapat memicu terjadinya peradangan pada usus buntu. Ada beberapa jenis makanan yang diduga dapat menyebabkan usus buntu, antara lain:

1. Buah berbiji

Mengonsumi buah-buahan yang mengandung biji di dalamnya, seperti anggur, jeruk, dan jambu biji diduga dapat menyebabkan penyakit usus buntu. Hal ini karena biji-bijian dari buah tersebut sulit dicerna oleh usus dan akhirnya dapat menyumbat usus buntu.

Meski demikian, bukan berarti Anda tidak boleh mengonsumsi buah-buahan tersebut sama sekali. Anda tetap bisa mengonsumsi buah yang berbiji setelah menghilangkan bijinya terlebih dahulu.

2. Makanan pedas

Makanan pedas, seperti cabe dan paprika, kerap disebut sebagai makanan penyebab usus buntu. Hal ini karena mengonsumsi makanan pedas berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada saluran cerna, sehingga memicu terjadinya radang usus buntu.

Pada beberapa kasus, dokter kerap menemukan biji cabe dan paprika saat proses operasi usus buntu. Hal ini menimbulkan asumsi bahwa biji cabe dan paprika sulit dicerna, sehingga menyebabkan penyumbatan serta peradangan pada usus buntu.

Namun, hal tersebut belum terbukti secara medis, karena minimnya angka kasus usus buntu akibat biji cabe maupun paprika. Meski demikian, Anda tetap disarankan untuk membatasi konsumsi makanan pedas, terutama yang mengandung cabe dan paprika serta bijinya.

3. Makanan rendah serat

Daging dan produk olahannya, seperti bakso dan sosis, juga berpotensi menjadi makanan penyebab usus buntu. Hal ini karena rendahnya kandungan serat dalam makanan tersebut yang bisa menyebabkan sembelit, bahkan memicu radang usus buntu.

Untuk meminimalkan risiko radang usus buntu, Anda sebaiknya membatasi konsumsi makanan tersebut atau mengimbanginya dengan konsumsi sayuran.

4. Makanan cepat saji

Sama halnya dengan daging dan produk olahannya, makanan cepat saji biasanya mengandung sedikit atau bahkan tanpa serat. Oleh karena itu, terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji juga dapat memicu sembelit yang merupakan salah satu faktor risko terjadinya radang usus buntu.

Itulah beberapa makanan penyebab usus buntu yang perlu Anda waspadai. Namun, Anda tidak perlu khawatir. Selama tidak dikonsumsi secara berlebihan, berbagai jenis makanan di atas tidak akan membuat Anda langsung menderita penyakit usus buntu.

Untuk mencegah usus buntu pun tidak semata-mata dapat dilakukan hanya dengan membatasi konsumsi makanan penyebab usus buntu. Anda tetap perlu menerapkan pola hidup sehat dengan mencukupi kebutuhan air putih, mengonsumsi sayuran dan buah-buahan, serta rutin berolahraga.

Jika Anda mengalami gejala usus buntu, seperti sakit perut bagian kanan bawah, nafsu makan berkurang, demam, mual, muntah, dan kembung, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter juga dapat memberi tahu Anda lebih jauh mengenai jenis makanan penyebab usus buntu.

***

Nizar Sampaikan Wacana Prioritas Pembagunan di Lingga ke Tim Bapennas RI

0

RASIO.CO, Lingga – Bupati Lingga, Muhammad Nizar bertemu dengan tim Millenniun Challenge Corporation (MCC) Compact 2, Badan Perencanaan Nasional (Bapennas) RI, disela-sela kegiatan di Pekanbaru, Riau, Rabu (6/10).

Bupati Lingga, Muhammad Nizar, dalam pertemuan dengan Tim MCC Compact 2, tidak menyia-nyiakan kesempatan dan langsung menyampaikan usulan prioritas pembangunan di Kabupaten Lingga, seperti Bendungan Jelutung dan Kawasan Pariwisata Tugu Khatulistiwa, Sungai Tenam agar dapat masuk dalam Usulan-usulan Program Compact-2 MCC Kementerian PPN/BAPPENAS RI.

“Alhamdulillah dapat bersilaturahmi dan berdiskusi dengan tim Compact 2 MCC BAPPENAS, mudah-mudahan usulan yang kami sampaikan dapat masuk dalam Usulan Program Compact-2 MCC Kementerian PPN/BAPPENAS RI,” kata Nizar melalui rilis yang diterima media.

Nizar didampingi Plt Kadis PUPR, Kadis Perhubungan, Plt Kadis Perkim, Dinkes PPKB dan Dinas Kominfo, Juga menyambangi kediaman, Staf Ahli Menteri Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan BAPPENAS RI, Erwin Dimas, menyampaikan rencana usulan-usulan pembangunan infrastruktur tambahan lainnya untuk Kabupaten Lingga.

“Pertemuan dikediamannya tersebut, untuk memperkuat dua usulan pembangunan, agar dapat dibantu mendorong masuk dalam usulan Program Compact-2 MCC Kementerian PPN/BAPPENAS RI. semoga dari dua usulan yakni Bendungan Jelutung dan Kawasan Pariwisata Tugu Khatulistiwa Sungai Tenam, dapat terealisasi salah satunya,” terangnya.

Nizar berharap, pemerintah Provinsi Kepri baik itu Gubernur, Wakil Gubenur maupun Bappeda, dapat bantu memfollow up terkait usulan ini ke Bappenas RI.

“Semoga pemerintah provinsi dapat juga terus membantu mendorongnya agar terealisasi,” ungkapnya.

MCC Compact 2 merupakan program proyek hibah dari Pemerintah Amerika Serikat kepada Provinsi Riau. Proyek hibah dari MCC asal Amerika Serikat (AS) ini difokuskan kepada pembangunan infrastruktur daerah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Puspan@www.rasii.co //

Kapal Riset China Diduga Berlayar di Natuna

0

RASIO.CO , Natuna –  Peneliti Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI) Imam Prakoso mengatakan kapal riset China, Hai Yang Di zhi 10, terdeteksi berlayar di sekitar area blok migas D-Alpha, Laut Natuna Utara. Imam menyebut di wilayah tersebut terdapat cadangan gas yang besar.

Dilansir cnnindonesia.com, Kapal riset Tiongkok itu terdeteksi berada di Laut Natuna Utara pada akhir Agustus hingga akhir September 2021. Setelah sempat keluar wilayah ZEE RI, kapal riset itu kembali terpantau masuk kembali awal pekan ini.

Dari pantauan IOJI melalui Automatic Identification System (AIS) dan satelit Sentinel-2, kapal riset China ini berlayar zig-zag dengan membentuk pola seperti sawah.

“Area survei kapal itu adalah area blok migas D Alpha. Mengenai kandungan berapa silahkan klarifikasi ke narasumber yang lebih ahli. Yang jelas secara umum di situ ada cadangan gas yang besar,” kata Imam saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (7/10).

Imam mengatakan kapal itu memang sempat keluar dari Laut Natuna Utara pada akhir September lalu. Ia menduga kapal riset itu balik kanan untuk mengisi perbekalan di gugusan Pulau Karang, Laut China Selatan. Setelah perbekalan terisi penuh, kapal itu terdeteksi masuk ke Laut Natuna Utara pada awal pekan ini. Menurut Imam, kapal China itu diduga kembali melakukan riset di wilayah perairan RI.

“Berdasarkan AIS, saat ini masih terdeteksi kapal riset tersebut di ZEE Indonesia. Terdeteksi juga sinyal dari kapal coast guard bernama China Coast 6305 yang mengawal kapal tersebut di ZEE Indonesia,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah bersikap jelas soal aktivitas kapal riset China itu lantaran aktivitas riset kapal asing di ZEE Indonesia merupakan tindakan ilegal apabila dilakukan tanpa izin dari pemerintah Indonesia.

Menurutnya, aktivitas kapal itu juga melanggar hak berdaulat terhadap kegiatan eksplorasi dan eksploitasi SDA seperti yang diatur dalam UNCLOS 1982, khusunya Pasal 56 ayat 1, Pasal 240, 244 dan 246, dan Pasal 7 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1983.

“Apabila aktivitas tersebut ilegal, maka pemerintah berhak mengusir kapal tersebut keluar ZEE Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, TNI AL belum memperoleh informasi lebih ihwal kapal riset milik Pemerintah China, Hai Yang Di zhi 10 yang diduga kembali berada di Laut Natuna Utara. Kepala Dinas Penerangan Komando Armada (Koarmada) I TNI AL, Letnan Kolonel Laode Muhammad mengaku pihaknya belum mendapatkan informasi terkait kehadiran kapal riset itu.

“Saya belum mendapatkan informasi dari lapangan,” jelasnya ketika dikonfirmasi oleh CNNIndonesia.com, Rabu (6/10).

***

Ansar Terus Dorong Percepatan Investasi

0

RASIO.CO , Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepri mengatakan akan terus mendorong percepatan masuk dan berkembangnya investasi di Provinsi Kepri. Hal ini disampaikan Gubernur Provinsi Kepri. Rabu (6/10).

Ansar mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya agar perkembangan masuknya investasi di Provinsi Kepri dapat segera terwujud.

“Salah satunya dengan mendorong agar  Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di provinsi Kepri dapat terus kita optimalkan,” ujar Ansar.

Menurut Ansar, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat khususnya Presiden RI Joko Widodo untuk dapat memberikan kelonggaran terkait kebijakan mempermudah perizinan investasi di Provinsi Kepri.

“Pengembangan KEK ini juga salah satu Proyek Strategi Provinsi Kepri yang menjadi prioritas utama yang kita minta ke presiden beberapa waktu lalu,” jelas Ansar.

Ansar yakin, dengan percepatan investasi di Kepri ini menjadi salah satu yang diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kepri.

Redaksi@www.rasio.co//

Rudi Terima Kunjungan Kerja Wali Kota Pekanbaru

0

RASIO.CO , Batam – Wali Kota Batam menerima kunjungan Wali Kota Pekanbaru, Firdaus. Dalam rangka kunjungan kerja Pemko Pekanbaru ke Pemko Batam tentang pengelolaan kas daerah yang telah berjalan dengan BNI.

Disampaikan Rudi, Batam dan Pekanbaru sudah pasti memiliki hubungan kedekatan yang sangat erat karena Riau merupakan induk dari Kepri.

“Pak Firdaus sendiri sebelumnya juga pernah di Batam, sekitar tahun 1990 sampai 1998. Artinya sudah tahu bagaimana Batam,” kata Rudi, Rabu (6/10).

Rudi mengatakan meskipun di tengah pandemi Covid-19 pihaknya saat ini tetap berupaya untuk membangun Kota Batam. Tanpa, mengabaikan pencegahan dan penanganan Covid-19.

Terutama dari segi infrastrukturnya, mulai dari pelebaran jalan, pengembangan pelabuhan bongkar muat hingga pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim. Itu semua dilakukan tidak lain adalah supaya ekonomi tetap dapat jalan.

“Peningkatan infrastruktur memang menjadi prioritas kami,” ujarnya.

Sementara, Wali Kota Pekanbaru Firdaus mengatakan sebelumnya memang pernah bertugas di Batam tahun 1990 sampai 1998. Saat ini diakuinya sudah banyak perubahan dan perkembangan yang pesat di Batam.

“Saya ucapkan terimakasih buat Pak Wali Kota Batam yang mau menerima kami. Saat ini saya melihat memang sudah banyak yang berubah, Batam berkembang sangat pesat,” kata Firdaus.

Redaksi@www.rasio.co//

Kunjungan Konsul AS, Rudi Paparkan Alasan Batam jadi Primadona

0

RASIO.CO, Batam – Wali Kota Batam menerima kunjungan perdana Konsul Amerika Serikat Wilayah Sumatera Gordon S. Church di ruang kerjanya lantai 5 Kantor Walikota Batam, Rabu (6/10).

Turut membersamai Rudi, Sekda Batam Jefridin Hamid, Assisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Yusfa Hendri, Kepala Bapelitbangda Wan Darussalam, Kepala Dinas Kominfo Azril Apriansyah dan Kepala Disbudpar Batam Ardiwinata.

Walau pertama kali ke Batam Gordon mengaku terkesan dengan Batam. Ia tidak ragu untuk menyampaikan hal tersebut kepada Rudi. Gayung bersambut, Rudi menyampaikan terimakasih atas kunjungan Gordon.

“Saya salut dengan Batam,” kata Gordon.

Topik pembicaraan antara keduanya ragam, dari investasi, penanganan Covid-19,  keamanan maupun kenyamanan hingga perihal peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Terkait investasi, Gordon sempat menanyakan apa yang membuat Batam menjadi daerah primadona para investor menanamkan modalnya di daerah ini. Seperti diketahui, iklim investasi asing di Batam tidak terlalu terganggu walau kini sedang pandemi covid-19.

“Saya ingin katakan, lokasi Batam ini sangat strategis. Kemudian, daerah ini menjadi perhatian pusat, maka diberi wewenang  perizinan yang selesai hanya cukup di sini, tak perlu ke pusat,” terang Rudi.

Selain itu, dualisme antara Pemko Batam dengan BP Batam kini telah usai, pasca keputusan kedua lembaga ini dipimpin secara ex officio oleh Walikota Batam. “Karena sudah satu pemimpinnya, proses perizinan semakin mudah,” tambah dia.

Rudi mengungkapkan investor Amerika juga ada di Batam dan berharap ke depan investor dari Negeri Paman Sam tersebut bertambah di Batam. Kini, lanjut Rudi, investor terbanyak di Batam dari Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang dan negara-negara lainnya.

Lebih lanjut, perbincangan juga merambah penanganan Covid-19. Kabar baiknya, penanganan Covid-19 sangat bagus. Jika seluruh pihak semakin konsisten melaksanakan protokol kesehatan sangat mungkin Batam secara keseluruah menjadi zona hijau.

“Selain iklim investasi yang relatif tidak terganggu, penanganan covid sangat baik dan sebenarnya kalau dilihat kita sudah penuhi level 1,” imbuh Rudi.

Kabar ini tentu melegakan Gordon dan rombongannya. Menyambung pembicaraan, kerjasama Amerika Serikat dan Indonesia juga dalam hal ini cukup baik dalam bentuk bantuan vaksin untuk warga Indonesia.

Selain itu, Gordon juga mengungkapkan kerjasama pusat pelatihan kemaritiman dengan Bakamla RI di Batam. Dalam kesempatan ini, Gordon menanyakan peran lembaga pendidikan tinggi negeri di Batam dalam meningkatkan kualitas SDM.

Amerika sendiri memiliki Program Youth Exchange and Study) yakni beasiswa penuh US Department AFS-USA Exchanges Culture, pihak Gordon mendorong lebih banyak lagi pelajar Batam yang ikut program ini. Rudi pun menyambut baik kesempatan ini.

“Selain itu, untuk dari Pemko Batam juga menyediakan beasiswa bagi anak-anak lokal tempatan di Batam,” pungkasnya.

Redaksi@www.rasio.co//

Lapas Dabo Beri Pelatihan Keterampilan Kemandirian Terhadap WBP

0

RASIO.CO, Lingga – Lapas Kelas III Dabo Singkep bekerjasama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Tunas Cemerlang, menggelar pelatihan keterampilan kemandiriann terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan Tahun 2021, di Lapas Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.

Kepala Lapas Kelas III Dabo Singkep, Dewanto mengatakan, ini merupakan program pembinaan kemandirian, yang pada saat ini kita laksanakan dengan menggandeng mitra dari pihak ketiga, yaitu PKBM Tunas Cemerlang. dalam pelatihan ini hanya diikuti 10 orang WBP, yang sudah kami pilih untuk mengikuti kegiatan diluar tembok, yang berdasarkan lama dan jenis pidananya, serta telah melewati setengah dari masa tahanan.

Dewanto menjelaskan, ini memang sudah di programkan dan tahun ini diadakan, tujuan dari pembinaan ini, supaya mereka tidak mengulagi lagi tindak pidana yang sebelumnya pernah dilakukan, kemudia bisa menjadi manusia yang produktif di masyarakat dan bisa mandiri, juga mempunyai keterampilan yang mudah untuk diaplikasikan ketika kembali lagi ke masyarakat.

“Untuk kegiatan pembinaan ini, kami mengambil 2 orang instruktur dari PKBM Tunas Cemerlang, selain itu, kegiatan pelatihan ini dimulai dari tanggal 27 September 2021, hingga satu bulan kedepan,” kata Dewanto saat ditemui disela-sela kegiatan pembinaan WBP Lapas Dabo Singkep. Rabu (6/10/2021).

Dewanto melanjutkan, untuk kendala dalam pelaksanaannya adalah tempat, karena di Lapas Dabo Singkep hanya ada blok hunian, sedangkan untuk pembinaan kemandirian seperti yang dilaksanakan saat ini harus ada tempat tersendiri. satu tempat yang berada didalam satu komplek yang dibuat khusus untuk pelatihan dan dibuat terpisah dari blok hunian.

Dewanto menambahkan, adapun napi yang bisa mengikuti kegiatan di luar tembok, seperti kegiatan ini, napi tersebut sudah di sidang tim pengamat Permasyarakatan, jadi tahapannya sudah bisa untuk melakukan aktifitas kegiatan pembinaan yang berada diluar tembok, namun tetap dilakukan pengawasan yang ketat dan terkontrol, yang mana semua pegawai Lapas terlibat untuk mengawasi.

“Untuk kegiatan pembinaan ini, instrukturnya ada 2 orang dari PKBM Tunas Cemerlang, dan untuk kegiatannya sudah dimulai dari tanggal 27 September hingga satu bulan kedepan, harapan kami tentunya mereka memiliki bekal setelah berada diluar, dan bisa diaplikasikan ketika satu saat mereka memerlukan pekerjaan atau ikut bekerja, setidaknya ada yang bisa mereka terapkan dan bisa dikerjakan untuk mencari penghasilan buat mereka,” tutupnya.

Puspan