Selasa, Mei 26, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 935

Nizar Kunjungi Budidaya Kerapu Cantik di Desa Kote

0

RASIO.CO, Lingga – Bupati Lingga bersama Ketua DPRD Lingga, Ahmad Nashirudin mengunjungi keramba budidaya pembesaran bibit ikan kerapu cantik, serta pembesaran kepiting di Desa Kote. Minggu (10/10).

Nizar menyampaikan apresiasi geliat Budidaya ikan kerapu cantik, yang dilakukan oleh salah seorang pengusaha di Desa Kote.

“Saya berharap, pak Kades, pak Camat Singkep Pesisir ini, untuk membantu pihak swasta yang telah menjalani budidaya ini dari tahun 2000,” kata Nizar kepada media di Desa Kote.

Untuk saat ini, jelas Nizar, Pemerintah daerah telah mempunyai satu tempat balai benih. Namun progam tersebut tidak berjalan stabil, dengan alasan tersebut saya datang untuk melihat keramba budidaya milik swasta ini.

“Ini menjadi PR kita bersama, bagaimana pihak swasta terus kontinuitas, sementara kita masih angin-angin,” terangnya.

Sebagai program sektor unggulan, lanjut Nizar, tentunya budidaya seperti ini perlu didukung. ia berharap kedepannya dapat dimaksimalkan balai benih yang ada di desa Kote ini.

“Semoga kedepannya kita bisa memanfaatkan balai benih yang sudah tersedia agar dapat di maksimalkan, dipadukan dengan geliat usaha budidaya dari masyarakat,” tutupnya.

Dalam kunjungan ke keramba budidaya pembesaran bibit ikan kerapu cantik ini, Bupati Lingga, juga didampingi Ketua DPRD Lingga dan anggota, serta Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Lingga.

Puspan

Plt Gubernur Sulsel Minta Usut Tuntas Kasus Pemerkosaan Anak di Luwu

0

RASIO.CO , Makassar – Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, meminta agar  kasus dugaan pemerkosaan tiga anak oleh ayah kandung di Kabupaten Luwu Timur diusut secara tuntas. Ia mengatakan, jika benar adanya, kasus ini di luar batas dan tidak rasional sehingga sepatutnya menjadi perhatian serius.

“Tidak rasional, tim akan turun untuk melihat faktanya,” ucap Andi Sudirman, seperti yang dikutip dari ANTARA.

Dilansir cnnindonesia.com, Ia mengaku tim akan koordinasi dengan kepolisian untuk secara bersama sama melakukan penyelidikan kembali terkait kasus ini. Apalagi baginya, pelaku kekerasan seksual terhadap anak ini pernah terdengar 2019 lalu dan muncul kembali, jadi perlu usut tuntas kebenarannya.

“Kita beri kesempatan kepada teman-teman APH (aparat penegak hukum) dan tim untuk bekerja bersama dan selidiki. Perlu melakukan penyelidikan secara menyeluruh sesuai prosedur dan ungkap kasus ini dengan sebenar-benarnya,” ujarnya.

Andi Sudirman mengatakan telah meminta kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (P3A Dalduk KB) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk berkoordinasi dengan Pemkab Lutim.

“Saya sudah minta Kadis P3A untuk turun koordinasi dengan Pemkab Lutim. Termasuk pendampingan kepada keluarga korban,” ucap dia.

Diketahui, kasus dugaan pemerkosaan yang dialami tiga orang anak berusia di bawah 10 tahun di Lutim pada 2019 baru-baru ini viral di media sosial.

Berdasarkan laporan ibu kandung ketiga anak, terduga pelaku tak lain ayah kandung mereka sendiri. Adapun Polres Lutim sebelumnya telah menutup kasus ini karena menganggap lemahnya barang bukti yang ada.

***

Kadensus 88 Ungkap Cerita di Balik Penemuan Bom Ciremai

0

RASIO.CO , Jakarta –  Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, Irjen Martinus Hukom menceritakan upayanya menemukan 35 kilogram bahan peledak berjenis TATP (triacetone Triperoxide) di Gunung Ciremai, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Dilansir cnnindonesia.com, bom yang dijuluki ‘Mother of Satan’ itu merupakan milik dari terpidana terorisme dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah, Imam Mulyana yang ditangkap pada 2017 lalu. Hukom mengatakan, bom itu tak langsung ditemukan usai Densus menangkap Imam. Butuh waktu hingga Imam mau bicara tentang bom yang masih disimpannya.

“Pendekatan-pendekatan yang dilakukan oleh Densus 88 dan inilah yang membuahkan hasil. Sehingga, orang ini si saudara Imam ini, saudara kita ini, si Imam Mulyana ini dia membuka itu semua ketika dia sadar,” kata Hukom dalam wawancara dengan program Blak-blakan detikcom sebagaimana dikutip, Senin (11/10).

Hukom menjelaskan bahwa Densus 88 memiliki dua pendekatan kepada terduga teroris. Pertama, secara keras atau hard approach yang menitikberatkan pada penegakkan hukum. Kedua, secara lunak atau soft approach. Cara ini dilakukan dengan dialog intensif guna mengubah cara berpikir terduga teroris.

“Ini orang (Imam) karena Amir JAD, begitu sangat kental dan keras sekali ideologinya,” jelasnya.

Setiap pekan, Hukom mengisahkan bahwa penyidik Densus menjalin komunikasi secara intens dengan Imam di ruang tahanan BNPT, Bogor. Tak hanya itu, pihak keluarga juga didekati oleh tim Densus.

“Kuncinya di sini adalah komunikasi, bukan digebukin,” tambahnya.

Setelah komunikasi panjang terjalin, Hukom mengatakan bahwa Imam tiba-tiba ingin bertemu dengan pimpinan Densus 88 untuk memberitahukan terkait keberadaan 35 kg bom tersebut. Kala itu, Imam hanya mengatakan terdapat 35 kg bahan peledak yang disimpan di Gunung Ciremai. Dia menyimpan di sana karena pertimbangan suhu udara agar bahan peledak bisa bertahan lebih lama.

“Dia mengalami suatu konflik batin. Kalau dia tidak membuka ini kepada polisi, ini akan berdampak kepada dia kalau dua orang temannya ini keluar lalu mengambil barang itu dan melakukan kekerasan lagi,” jelasnya.

***

DPRD Kepri Apresiasi Capaian Vaksinasi di Batam

0

RASIO.CO , Batam – Sebanyak 756.590 warga Batam sudah divaksin Covid-19 dosis pertama hingga Jumat (8/10/). Capaian itu merupakan 83,39 persen dari total sasaran sebanyak 907.371 warga.

Capaian itu mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kepri, Onward Siahaan. Ia mengatakan, di bawah kendali Rudi, masyarakat Batam sangat antusias ingin divaksin Covid-19.

“Kami bangga dengan Batam karena tingkat kesadaran masyarakat di bawah pimpinan Pak Wali (Wali Kota Batam, Muhammad Rudi) sangat aktif dan bisa mencapai 83,39 persen,” ujar politikus Gerindra tersebut usai meninjau vaksinasi di SP Plaza, Batam, Sabtu (9/10).

Bahkan, kata dia, pada kegiatan vaksinasi hari ini, disiapkan 1.100 dosis, namun animo masyarakat sangat tinggi sehingga dari semula hanya disiapkan untuk dosis kedua terpaksa harus melayani warga yang membutuhkan dosis pertama juga.

“Untuk dosis pertama sudah kita laksanakan saat reses sebelumnya. Masyarakat yang divaksin hari ini dari Sagulung, Batuaji, dan Sekupang,” ujarnya.

Ia berharap, capaian vaksinasi terus bergerak hingga mencapai 100 persen. Harapan Onward langsung direspons Wali Kota Batam. Di lokasi sama, Muhammad Rudi menyampaikan terima kasih semua elemen masyarakat dalam menyukseskan vaksinasi di Batam.

“Kalau semua bergerak menyukseskan vaksinasi, maka tahun ini juga kita bisa mencapai herd immunity,” kata dia.

Dengan semua sudah divaksin, sesuai jumlah sasaran vaksinasi, maka Batam bisa membuka semua kegiatan untuk memulihkan pariwisata Batam. Ia beralasan, dengan hidupnya pariwisata, maka perekonomian Batam bisa bangkit kembali.

“Kalau Singapur dan Malaysia sudah dibuka maka pariwisata akan hidup kembali, ekonomi akan bangkit lagi. Mari berjuang bersama datang ke tempat vaksinasi,” katanya.

Redaksi@www.rasio.co//

Tutup Pelatihan Kepemimpinan Administrator, Ansar : Tingkatkan Pelayanan Publik

0

RASIO.CO , Tanjungpinang – Ansar berpesan agar seluruh Aparat Sipil Negara ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi untuk dapat terus mengasah kemampuan, kemauan dan kesadaran dalam menjalankan tugasnya. Hal ini disampaikannya saat menutup PKA tahun 2021 di Aula Wan Seri Beni. Jum’at (8/10). 

Dikatakan Ansar, saat ini ASN sedang dihadapkan dengan dua tuntutan penting, yakni dituntut untuk terus berinovasi yaitu tantangan pelayanan publik yang semakin tinggi dan tuntutan globalisasi yang sedang tidak mampu dibendung karena hilangnya sekat-sekat antar Negara. 

“Kepedulian dalam pelayanan publik harus ditingkatkan, begitu juga kesiapan aparatur terhadap kebijakan pelayanan maupun proteksi terhadap kepentingan bangsa ini,” tegas Ansar

Menurut Gubernur, SDM Aparatur harus memiliki kompetensi untuk meningkatkan performance kinerja. ASN sebagai pelayan masyarakat harus benar-benar diwujudkan dalam bentuk nyata, tidak hanya slogan saja. 

“Kita harus punya kemampuan, kemauan dan kesadaran untuk berinovasi, berpikir cerdas dan berkreasi,” kata Gubernur. 

Karena, lanjut Gubernur, hasil riset World Bank, terdapat 150 negara menunjukan keunggulan ditentukan kontribusi SDA 10 persen, teknologi 20 persen, jejaring 25 persen dan SDM yang inovatif dan kreatif 45 persen. 

Berkaitan dengan transformasi digital, Gubernur menjelaskan sesuai dengan arahan Presiden peran Aparatur adalah sebagai regulator dan fasilitator dan bagaimana membuat regulasi serta memberikan fasilitas bagi dunia usaha dalam memanfaatkan internet sehingga dapat menggerakan ekonomi masyarakat dan menciptakan lapangan kerja. 

“Upaya yang perlu kita lakukan adalah memperluas jangkauan akses internet, peningkatan dan pembangunan infrastruktur digital, membangun pusat data, mempersiapkan regulasinya dan mempersiapkan SDM atau digital talent,” teranhnya. 

Sebuah laporan penelitian yang berjudul “we are social, digital in 2019”, Gubernur Ansar menyebutkan total penduduk Indonesia 268,2 juta, sedangkan pengguna mobile unik 355,5 juta dan pengguna internet 150 juta serta pengguna media social aktif 150 juta. 

Data ini menunjukan bahwa telah muncul sebuah peradaban digital dan menjadi trent masyarakat saat ini. 

“Saat ini kita sedang memasuki era disrupsi digital yaitu sebuah era dimana terjadinya perubahan secara pundamental karena hadirnya teknologi digital,” terangnya. 

Disamping itu, Gubernur Ansar juga meminta kepada BKPSDM untuk terus memonitor dan memantau keberlanjutan proyek perubahan yang telah digagas oleh peserta dalam membuat inovasi dan kreativitas jangan sampai hasil ini sampai pada pelatihan saja, tetapi harus terus berlanjut dan dikawal agar bermanfaat bagi Pemprov Kepri.

Redaksi@www.rasio.co//

Bangun Infrastruktur Sampai Wilayah Hinterland

0

RASIO.CO, Belakangpadang – Rudi mengatakan Pemko Batam terus berupaya untuk membangun semua infrastruktur yang ada, tidak hanya memprioritaskan jalan-jalan di pusat Kota Batam saja tapi juga sampai ke jalan-jalan di wilayah Hinterland, seperti di Kecamatan Belakangpadang.

 “Hari ini kami meninjau Jalan Merdeka di Belakangpadang, sebenarnya sejak sebelum Covid-19, saya sudah minta supaya jalan ini ditingkatkan,” kata Rudi, Sabtu (9/10).

Jalan dengan lebar 7 meter dan panjang 130 meter ini diharapkan dapat menjadi kebanggan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat di Belakangpadang. Selain itu juga dapat memberikan dampak pariwisata di Belakangpadang.

“Sesui namanya Pulau Penawar Rindu, kita coba kembang pariwisata di sini,” kata Rudi.

Itu sebabnya pembangunan jalannya tentu harus menjadi prioritas. Sehingga dapat mendukung pengembangan pariwisata di Kecamatan Belakangpadang.

Sebab, kecamatan yang berbatasan dengan Singapura ini tidak memiliki hasil lainnya selain sektor pariwisata yang dapat dikembangkan. Sebagian masyarakat sebagai nelayan dan tidak sedikit yang bekerja di Batam.

“Karena itu yang memungkinkan untuk dikembangkan adalah sektor pariwisatanya,” katanya.

Ke depan pihaknya juga akan meningkatkan transportasi laut, sehingga diharapkan ke depan tidak hanya masyarakat Batam saja yang datang ke Belakangpadang. Tapi juga wisatawan mancanegara dapat singgah ke Belakangpadang.

“Kalau ini terwujud saya yakin dapat memberikan ekonomi bagi masyarakat setempat,” katanya.

Redaksi@www.rasio.co//

Kenali dan Cegah Pneumonia pada Anak

0

RASIO.CO , Jakarta – Sebagai orang tua, Anda pasti khawatir bila Si Kecil mengalami masalah kesehatan, termasuk pneumonia. Oleh karena itu, langkah pencegahan perlu dilakukan guna melindungi pneumonia pada anak. Salah satunya adalah dengan pemberian vaksin PCV.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa terdapat sekitar 1.601 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada anak dalam jangka waktu 12 bulan di Yogyakarta. Dari 1.601 kasus tersebut, 96 kasus di antaranya berupa pneumonia dan terdapat 7 kasus yang tergolong pneumonia parah.

Kedua penyakit tersebut dilaporkan paling banyak menyerang anak-anak balita usia di bawah 2 bulan. Ada beberapa faktor yang dapat membuat seorang anak rentan terkena pneumonia, di antaranya sering menghirup asap rokok atau menjadi perokok pasif dan tidak mendapatkan imunisasi yang lengkap.

Vaksin PCV untuk Pneumonia

Ketika bayi baru lahir, ia memang terlindungi dari infeksi bakteri dan virus karena masih mempunyai antibodi dari ibunya. Namun, antibodi ini hanya bertahan selama beberapa bulan. Setelah jumlah antibodinya berkurang, tubuh bayi dan anak-anak akan lebih rentan terserang infeksi, termasuk pneumonia.

Pneumonia dapat disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae (S. pneumoniae). Agar anak terhindar dari infeksi bakteri ini, orang tua dianjurkan untuk membawa anak ke klinik vaksin atau rumah sakit terdekat agar mendapatkan vaksin PCV (pneumococcal conjugate vaccine) pada saat anak berusia 7-12 bulan.

Pemberian vaksin dilakukan sejak usia dini karena sistem kekebalan tubuh anak pada usia tersebut belum sempurna dan tidak cukup kuat untuk melawan infeksi.

Vaksin PCV diberikan sebanyak 4 kali, yaitu ketika anak berusia 2, 4, dan 6 bulan, serta dengan vaksin ulangan atau booster pada usia 12–15 bulan. Namun, untuk anak yang belum pernah menerima vaksin PCV, jadwal vaksinasi yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Untuk anak usia 7–12 bulan, pemberian vaksin dilakukan sebanyak 2 kali dengan jarak pemberian 1–2 bulan. Selanjutnya, vaksin booster diberikan setelah anak berusia 12 bulan dengan jarak setidaknya 2 bulan dari vaksin sebelumnya.
  • Untuk usia anak 1–2 tahun, pemberian vaksin PCV dilakukan sebanyak 2 kali dengan jarak 2 bulan.
  • Untuk anak usia 2–5 tahun, jenis vaksin yang digunakan adalah vaksin PCV10 dan PCV13. Vaksin PCV10 diberikan sebanyak 2 kali dengan jarak antar pemberian minimal 2 bulan, sedangkan vaksin PCV13 sebanyak 1 kali.

Pemberian vaksin PCV sangatlah penting dilakukan, tidak hanya untuk mencegah pneumonia pada anak Anda, tetapi juga melindungi anak lainnya yang belum menerima vaksin. Dengan demikian, jumlah kasus pneumonia pada anak pun dapat ditekan.

Untuk mengetahui jadwal pemberian vaksin pneumonia sesuai usia dan kondisi anak Anda, berkonsultasilah dengan dokter. Mari cegah pneumonia pada anak dengan memberikan vaksin PCV kepada anak Anda menurut anjuran dokter.

Sumber : Alodokter.com

Nadiem Hanya Buka 506 Ribu Formasi Guru PPPK

0

RASIO.CO , Jakarta – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim buka suara kenapa pihaknya hanya menyediakan 506.252 formasi guru PPPK pada tahun ini. Jumlah formasi itu hanya setengah dari janji Nadiem yakni mengangkat 1 juta guru honorer menjadi PPPK.

Dilansir cnnindonesia.com, Nadiem mengatakan pihaknya telah menyediakan 1.002.616 formasi guru ASN PPPK, namun pemerintah daerah hanya mengajukan 506.252 formasi kepada pemerintah pusat.

“Formasi itu harus datang dari daerah, dan daerah mengajukan 506.252 formasi. Jadi ini untuk memperjelas bahwa Pemerintah Pusat sudah menyediakan formasi 1 juta lebih tapi yang diajukan pemda hanya setengah,” kata Nadiem dalam YouTube Kemendikbud RI, Jumat (8/10).

Dari 506.252 formasi yang tersedia itu hanya 322.665 formasi yang dilamar oleh peserta, sehingga masih ada 183.587 formasi belum terpenuhi (kosong). Nadiem mengaku kebanyakan formasi kosong ada di daerah terpencil yang kekurangan guru.

“Ini kebanyakan di daerah terpencil di mana masih belum cukup gurunya yang menjadi pelamar untuk bisa mengisi posisi-posisi tersebut, dan tentunya ini akan terus kita optimalkan di tahap kedua dan ketiga,” kata mantan Bos Gojek itu.

Selain itu, dari total 322.665 formasi yang dilamar, sebanyak 173.329 di antaranya lolos menjadi PPPK guru. Ini artinya, masih ada formasi tersedia dari seleksi pertama sebanyak 149.336. Sehingga total formasi yang bakal diperebutkan di seleksi tahap II dan III yakni 332.923.

“Formasi kosong ini akan terus dipenuhi di ronde II dan III,” kata Nadiem.

Plt Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan masih mendiskusikan perihal penambahan formasi untuk seleksi PPPK guru. Pasalnya, kata Bima, dari 1 juta formasi yang disediakan oleh pemerintah pusat itu masih tersisa hampir 500 ribu formasi kosong yang belum diusulkan oleh daerah.

“Kami di Panselnas masih mendiskusikan apakah 500 ribu sisa dari kuota 1 juta yang ditetapkan Kemendikbud itu bisa digunakan di tahun berikutnya karena ini bisa memberikan kesempatan bagi daerah yang belum mengajukan formasi,” kata Bima.

Sebelumnya Nadiem berjanji bakal mengangkat sebanyak satu juta guru honorer menjadi ASN PPPK pada 2021 ini. Pengangkatan itu harus melalui seleksi PPPK guru.

Pada seleksi tahap pertama, Nadiem telah mengumumkan sebanyak 173.329 guru honorer lolos menjadi PPPK. Ia meminta guru honorer yang belum lolos seleksi untuk mengikuti tahap II atau III yang akan dilangsungkan pada tahun ini.

***

Presiden Bersama Ibu Negara Tinjau Hutan Mangrove

0

RASIO.CO , Bali – Tiba di Bali, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama rombongan langsung meninjau hutan mangrove di Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Kabupaten Badung pada Jumat pagi, 8 Oktober 2021.

Di Taman Hutan Raya tersebut, Presiden dan Ibu Iriana didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Sekretaris Negara, Menteri Luar Negeri, Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, Gubernur Bali , dan Wakil Menteri LHK, berjalan kaki di atas jembatan kayu menelusuri kawasan hutan mangrove sejauh 500 meter hingga menara pandang.

Ketika berjalan kaki, Presiden dan Ibu Iriana mendapatkan penjelasan dari pengelola Taman Hutan Raya, Komang Tri, tentang kawasan hutan mangrove tersebut. Komang Tri menjelaskan bahwa kawasan hutan mangrove tersebut direhabilitasi sejak tahun 1992.

“Luas kawasan ini sebesar 268 hektare. Sebelumnya merupakan lahan eks tambak ikan dan udang yang terbengkalai. Sejak 1992 direhabilitasi dan berhasil dengan baik. Saat ini terdapat 92 jenis burung dan 33 jenis tanaman mangrove,” ucap Komang Tri dilancir cnnindonesia.com.

Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas lahan mangrove di Provinsi Bali mencapai 2.143,97 hektare. Dari luas tersebut, 19 hektare di antaranya termasuk kategori kerapatan jarang, serta masih terdapat habitat mangrove yang berpotensi dapat ditanami seluas 263 hektare.

Menteri LHK mengatakan, keberhasilan konservasi hutan mangrove di Mangrove Conservation Forest beriringan dengan alih usaha dari budidaya tambak menjadi multi usaha lain berbasis ekosistem mangrove, seperti budidaya ikan tangkap, hasil pengolahan produk mangrove nonkayu, serta pariwisata. Upaya tersebut menunjukkan bahwa pemulihan ekosistem mangrove dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal maupun regional.

Dari kunjungan kerja ini juga diharapkan dapat diperoleh gambaran mengenai prestasi dan komitmen ekonomi hijau Indonesia yang dapat ditunjukkan kepada para anggota delegasi G20 pada KTT G20 tahun 2022 di Bali nanti.

Redaksi@www.rasio.co//

Tradisi Mandi Safar, Budaya yang Harus Dilestarikan

0

RASIO.CO , Batam  – Ardiwinata menghadiri kegiatan budaya Mandi Safar yang digelar oleh LAM Kec Nongsa dan masyarakat Kampung Terih, Kelurahan Sambau, Nongsa, Rabu (6/10).

Sebagai informasi, bagi masyakat Melayu Mandi Safar ini hakikatnya untuk memohon perlindungan karena digelar rangkaian doa bersama usai prosesi mandi tersebut. Mandi Safar sudah berlangsung sejak lama, sejak Kesultanan Riau Lingga.

 Sebelum Mandi Safar ada ritual Besapa yakni meminta doa selamat. Mandi Safar terbagi tiga tata cara yakni berbedak langi yang terbuat dari beras yang digiling dan dijadikan tepung basah, dicampur kunyit dan limau purut sebagai pewangi. Tatacara ini bertujuan untuk membersihkan jasmani.

Setelah itu dilanjutkan dengan berenang ke laut melewati Wapak yang bertuliskan huruf Arab. Filosofinya untuk menghilangkan hal negatif pada diri manusia. Dan ketiga mandi tolak balak. Acara ditutup dengan berdoa bersama dan menikmati sajian juada khas Melayu.

Dalam sambutannya, Ardi mengatakan Mandi Safar salah satu atraksi budaya dan pariwisata yang menarik untuk wisatawan. Ia mengapresiasi tradisi ini masih ada dan dilestarikan oleh masyarakat Melayu.

“Kalau di bidang kebudayaan dinamakan ritus,” katanya.

Ia menjelaskan, Kota Batam mempunyai Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD). Dalamnya ada 10 unsur yang tercantum, diantaranya olahraga tradisional, sastra lisan, ritus, dan sebagainya. Ardi mengharapkan ritus atau kebiasaan ini dikenalkan ke generasi muda.

“Ini namanya ritus yakni kebiasan harus dijaga dengan baik. Atraksi ini kita catat di Warisan Budaya Tak Benda (WBTB),” ucapnya.

Ardi menginformasikan Pemerintah Kota (Pemko) Kota Batam dalam hal ini Disbudpar Kota Batam mempunyai Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Dalam kesempatan tersebut Ardi mengajak, warga di Kampung Terih untuk mencatat cagar budaya.

“Jika ada bangunan bersejarah itu namanya cagar budaya, atraksi namanya Warisan Budaya Tak Benda. Masyarakat boleh mencatat nanti kita kurasi dan kita daftarkan,” terangnya.

Pemko Batam peduli dengan kebudayaan, masyarakat juga bisa ikut mencatat budaya yang ada di Kota Batam. “Kenapa pantun, anglung, di akui Unesco, karena didaftarkan. Mengapa tidak Mandi Safar, tari Jogi dan lain-lain didaftarkan,” ungkapnya.

Saat ini Kota Batam mempunyai museum yang bernama Museum Batam Raja Ali Haji yang berlokasi di Dataran Engku Putri, Batam Center. Museum ini sudah tercatat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) bersama 475 museum lainnya di Indonesia. Dan telah meraih sertifikat tipe B dari Kementerian Kemendikbud Ristek.

Isi dari museum ini menampilkan sejarah peradaban Batam mulai dari Batam sejak zaman Kerajaan Riau Lingga, Belanda, Temenggung Abdul Jamal, Jepang, masa Kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kepri, Otorita Pertama, era BJ Habibie, Kota Administratif, masuk Sejarah Astaka, Khazanah Melayu, dan infrastruktur atau era Batam sekarang.

“Ayo berkunjung, museum ini bersifat universal, disana ada khazanah Melayu, Riau Lingga,” sebutnya.

Ardi menyampaikan, Kampung Terih pernah mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) yakni Anugerah Pesona Indonesia (API) Tahun 2018 sebagai tujuan wisata baru terpopuler di Kota Batam.

Ia menyebut ada tiga hal untuk mengembangkan pariwisata yakni aksesbilitas, amenitas, dan atraksi. Kampung wisata terih sudah memenuhinya seperti dekat dengan rumah sakit, mempunyai panggung, dan sebagainya. Namun, saran Ardi masyarakat mulai mengembangkan homestay.

“Kesempatan buatlah homestay, wisatawan tidak tinggal di city tetapi mereka tinggal di rumah warga,” jelasnya.

Jika border Singapura dan Malaysia sudah dibuka, Ardi akan mempromosikan homestay tersebut. “Jangan meniru rumah kota, kita bikin rumah ala homestay,” pungkasnya.

Redaksi@www.rasio.co//