

RASIO.CO, Batam — Badan Pengusahaan (BP) Batam mempertegas posisi Batam sebagai simpul strategis dalam jalur perdagangan dan industri maritim global melalui partisipasinya dalam pameran Euromaritime 2026 yang digelar di Marseille, Prancis.
Dalam ajang tersebut, Batam diperkenalkan tidak lagi sekadar sebagai kawasan industri penunjang, melainkan sebagai platform operasional industri maritim yang berada di jalur pelayaran tersibuk dunia, yakni Selat Malaka dan Singapura.
Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menyampaikan langsung potensi Batam dalam sesi forum diskusi bersama pelaku industri maritim Eropa. Ia menegaskan bahwa daya saing Batam ditopang oleh kombinasi lokasi geografis strategis, status kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone/FTZ), serta ekosistem industri maritim yang telah terbangun secara solid.
“Batam tidak hanya unggul secara geografis, tetapi juga siap dari sisi industri. Kami berada di jalur perdagangan dunia dan siap menjadi mitra strategis dalam rantai pasok global,” ujar Fary di hadapan peserta forum.
Agenda BP Batam di Marseille diawali dengan pertemuan bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Marseille. Dalam pertemuan tersebut, KJRI menyatakan dukungan terhadap langkah Batam dalam memperluas jejaring kerja sama ekonomi Indonesia, khususnya di kawasan Eropa.
Partisipasi BP Batam dalam Euromaritime dinilai sejalan dengan agenda diplomasi ekonomi Indonesia yang mendorong kawasan strategis nasional terhubung langsung dengan jaringan industri global.
“Kehadiran BP Batam di Euromaritime mencerminkan meningkatnya perhatian dan kepercayaan internasional terhadap Batam sebagai mitra strategis di sektor maritim dan investasi,” kata Konsul Jenderal RI di Marseille, Dian Kusumaningsih.
Minat pelaku industri Eropa terlihat dari respons positif terhadap skala dan konsentrasi industri galangan kapal di Batam, yang saat ini menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Sejumlah perusahaan maritim asal Prancis menyatakan ketertarikan untuk menjajaki peluang kerja sama, mulai dari desain kapal, industri pendukung perkapalan, hingga layanan maritim.
Peluang kolaborasi tersebut akan ditindaklanjuti melalui agenda business matching yang direncanakan berlangsung di Batam pada Maret 2026.
Keikutsertaan BP Batam dalam Euromaritime 2026 turut didukung oleh delegasi daerah dan teknis, di antaranya Ketua Kadin Kepulauan Riau Mustava, Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam Benny Syahroni, serta Direktur Investasi BP Batam Dendi Gustinandar. Kehadiran delegasi ini mencerminkan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat promosi investasi Batam di tingkat internasional.
Dengan realisasi investasi mencapai Rp69,3 triliun sepanjang 2025, Batam dinilai mampu bertahan di tengah ketidakpastian global sekaligus meningkatkan posisinya dari kawasan industri regional menjadi pemain yang mulai diperhitungkan dalam arsitektur industri maritim dunia.
YD
