RASIO.CO, Taluk Kuantan – GP Ansor kabupaten Kuantan Singingi melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar(PKD) Ditlantsar ke-8 selama tiga hari di ikuti 133 orang di Kuantan Singingi. Jumat(08/10).
Turut hadir Sekda Kuansing, Kapolres Kuansing, Kepala Kementrian Agama Kuansing, Kadisdikpora kuansing, Forkopimda, pimpinan wilayah GP Ansor Riau Sahabat Purwaji, S.Sos, Beserta Jajaran Pengurus Pw.Gp.ansor wilayah Riau, Pimpinan Cabang Gp.Ansor Kuansing Agustyawan,SE.

Kasatkorcab Banser Kuansing Sahabat Agus Rianto,S.Pd,Tokoh PC NU Kuansing,MwcNu Sentajo Raya para kyai, alim ulama, habaib, tokoh agama, tokoh masyarakat, anggota Drpd Kuansing, ormas kepemudaan dan perguruan pencak silat IPSI kuansing.
Kegiatan ini dibuka Langsung oleh Kapolres Kuansing Dalam amanat upacara Kopolres kuansing menyampaikan “Sodaraku pemuda ansor dan Banser, serta hadirin sekalian yang saya muliakan.
Kata Kapolres, GP.Ansor dan Banser yang lahir dari Rahim NU mewarisi semangat para ulama yaitu Hubbul waton minal iman, warisan dan semangat para ulama inilah yang menjadikan pemuda Ansor dan Banser selalu dibutuhkan kehadirannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hal ini telah dibuktikan oleh GP Ansor dan Banser dalam kiprahnya selama lebih dari setengah abad terus berdiri kokoh sebagai perekat simpul keberagaman serta ikut memberikan rasa aman bagi semua anak bangsa dalam menjalin tali persaudaraan.
Peran sejarah GP Ansor dan Banser sangat relevan dengan kondisi negara Indonesia yang majemuk dan beragam dalam suku, agama, dan budaya.
Kiranya kita perlu meyakini bahwa keragaman dan perbedaan bukanlah kelemahan, melainkan sebuah kekuatan yang kalau disataukan membuat Negara dan bangsa kita menjadi Negara maju yang berdiri sejajar dengan negara negara lain di dunia.
Dalam sebuah negara demokrasi seperti halnya Negara kita Indonesia, perbedaan dalam kemajemukan pasti sebuah keniscayaan. Sistem demokrasi telah memberikan Ruang kebebasan dalam berpendapat.
Namun, kebebasan tersebut seringkali disalahgunakan oleh oknum atau kelompok tertentu untuk mengklaim dirinya dan kelompoknya paling benar, serta mengkerdilkan individu dan kelompok lain yang berbeda dari pandangannya .
Hal inilah yang kemudian menjadi bibit bibit permusuhan baik kita sesama muslim, ataupun sodara sodara kita yang non muslim. Karena itu, saya mengajak marilah kita kembali meneladani sikap-sikap terpuji para ulama dalam menyikapi situasi ini dengan hati yang lapang dan pikiran yang jernih, agar terhindar dari hasutan dan sikap-sikap yang dapat memecah belah bangsa kita.
Hadirin sekalian, saat ini Pandemi covid 19 juga menjadi salah satu ujian terberat tidak hanya bagi bangsa Indonesia, tetapi juga seluruh bangsa di dunia. Sedikitnya sudah 219 juta orang di dunia yang terpapar covid 19 dengan korban jiwa mencapai 4,5 juta orang di seluruh dunia.
Namun kita patut bersyukur, berdasarkan data kementerian kesehatan pada bulan September 2021 sampai dengan awal Oktober 2021, saat ini penyebaran covid di Indonesia, terkhusus di provinsi Riau perlahan sudah mengalami penurunan.
Hal ini tentunya jangan menjadikan kita sombong dan takabur dengan euphoria yang berlebihan. Masih banyak orang orang di sekitar kita yang merupakan golongan rentan terinfeksi covid 19, bila kita lengah dengan protokol kesehatan.
Bencana covid 19 juga telah membuat jutaan sodara sodara kita kehilangan mata pencaharian untuk menghidupi keluarganya, karena lumpuhnya berbagai sektor usaha dan perekonomian.
Oleh karena itu kami mengajak seluruh kader pemuda ansor dan banser dimanapun berada, khususnya yang hadir pada acara ini untuk memupuk kepedulian terhadap saudara-sailudara kita yang terdampak secara social dan ekonomi akibat pandemic covid 19 Mari kita berikhtiar bersama dengan saling membantu, saling menjaga, dan saling mengingatkan dalam mentaati protokol kesehatan, agar pendemic ini cepat berakhir.
Tidak lupa kita harus selalu panjatkan doa dan tawakal kepada Allah SWT, tuhan yang maha esa agar senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi ujian ini.
Hadirin yang berbahagia, pelatihan kepemimpinan dasar bagi kader- kader pemuda Ansor dan Banser di kabupaten Kuantan Singingi, sangat dibutuhkan dalam mencetak pemimpin pemimpin masa depan yang nantinya memikul kewajiban, tidak saja menjamin legitimasi bagi Indonesia sebagai negara bangsa dengan beragam agama, suku dan budaya, tetapi juga dapat menjadi teladan dalam membangun kerja sama antara ulama, umaroh, dan umat untuk memelihara keamanan dan ketertiban serta memperjuangkan kemaslahatan bagi seluruh warga Negara Indonesia.
Sebagai penutup, dengan diselenggarakannya kegiatan pelatihan kepemimpinan dasar serta DIKLATSAR bagi pemuda Ansor dan Banser se kabupaten Kuansing tahun 2021.
Semoga dapat mencetak pemimpin pemimpin tangguh masa depan dengan semangat nasionalisme dalam bingkai aswaja ( Ahlu Sunnah Wal jamaah) serta tertanam di hatinya Hubbul Wathan Minal Iman yang artinya mencintai tanah air, sebagai bagian dari iman. Tutup Kapolres
Sementara itu, Pimpinan cabang gerakan pemuda Ansor Agustyawan SE mengatakan Kepada media rasio,co, alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan lancar selama Tiga hari saya berharap Kegiatan ini dapat menambah silaturahim dan menyiapkan kader militan, solid, berhaluan Aswaja dalam bingkai NKRI Dan tetap Ansor Banser siap bersinergi disegala bidang dengan pemerintah, kepolisian dan stakeholder lainya,Pungkas pimpinan cabang gp.ansor kuansing.
Sementara itu kasatkorcab Kuansing Agus Rianto,Spd mengatakan, Dengan digelarnya kegiatan diklatsar banser dan pkd ansor, kita berharap dapat menumbuhkan kader kader pemuda yg memiliki jiwa agamis santun dan memiliki jiwa nasionalisme dalam bela negara dan cinta tanah air.
Hal ini seperti yg di sampaikan oleh para masyayikh pendiri NU yaitu hubul waton minal iman. Hal ini juga yg tertuang dalam 9 butir butir nawa prasetya banser .
Atas nama kasatkorcab/komandan banser kuantan singingi Saya mengucapkan selamat kepada 133 anggota ansor banser yg baru, selamat berkhidmat dalam bingkai ahlus sunnah wal jamaah annahdiyah.
Kemudian juga saya menginstruksikan kepada seluruh anggota militan yg baru untuk melakukan tugas yg tertuang dalam rencana tindak lanjut (RTL) yaitu
1.melakukan bakti sosial disetiap desa masing masing,
- Berkoordinasi dengan pemerintah Desa masing masing untuk melakukan kegiatan kegiatan sosial lainya
- Membuat kegiatan pelatihan keagamaan seperti pelatihan prosesi penyelenggaraan jenazah, dll
Dan melakukan banyak hal yg tujuan nya untuk membuat dampak positif bagi masyarakat.
melakukan sebagai salah satu persyaratan kelulusan sebagai anggota ansor banser kuantan singingi.
Untuk memacu perbaikan ahlak dan diri, saya berharap dan menginstruksikan kepada seluruh anggota untuk senantiasa bertakwa kepada allah swt dan selalu mentaati segala peraturan perundang undangan yg berlaku di negara kesatuan republik indonesia tercinta, tutup kasatkorcab Banser.
Rusmanto@www.rasio.co //


