

RASIO.CO, Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri kegiatan halalbihalal bersama masyarakat Kecamatan Sekupang yang berlangsung di Aula SD Kartini 1 Sekupang, Sei Harapan, Sabtu (4/4) malam.
Kegiatan tersebut menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menyampaikan berbagai capaian pembangunan yang telah diraih Kota Batam.
Dalam sambutannya, Amsakar mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum serta menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin atas nama pribadi, keluarga, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, serta Pemerintah Kota Batam. Ia menekankan bahwa halalbihalal merupakan momentum penting untuk saling memaafkan dan membersihkan hati dari prasangka. Oleh karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar bijak dalam berinteraksi, termasuk saat menggunakan media sosial.
“Jaga lisan dan jari di media sosial agar tidak menyakiti orang lain. Mari jadikan momentum ini untuk saling menguatkan,” ujarnya.
Amsakar juga mengakui bahwa memimpin Kota Batam dengan jumlah penduduk sekitar 1,3 juta jiwa bukanlah hal mudah. Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas berbagai keterbatasan selama masa kepemimpinannya yang telah berjalan lebih dari satu tahun. Meski demikian, ia menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi.
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar memaparkan sejumlah capaian pembangunan berdasarkan indikator makro. Ia menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Batam menunjukkan tren positif, dengan peningkatan investasi mencapai 155,5 persen. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam juga menempati peringkat kelima terbaik di wilayah Sumatera.
Tak hanya itu, angka kemiskinan di Batam berhasil ditekan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen. Kota Batam juga termasuk dalam enam kota di Indonesia dengan capaian penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).
“Capaian ini dapat diukur secara objektif. Ketika ekonomi tumbuh, IPM meningkat, dan kemiskinan menurun, maka kualitas kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat juga ikut membaik,” jelasnya.
Di sektor pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara turut mengalami peningkatan, dari 1,3 juta kunjungan pada 2024 menjadi 1,6 juta kunjungan pada 2025.
Meskipun berbagai capaian berhasil diraih, Amsakar menegaskan masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian utama pemerintah, di antaranya pelayanan air bersih, pengelolaan sampah, serta penanganan banjir. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, DPRD, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat.
Menutup sambutannya, Amsakar mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas daerah di tengah dinamika global, termasuk dampak krisis di Timur Tengah terhadap perekonomian.
“Hentikan narasi yang saling melemahkan. Mari bersinergi, dukung pembangunan, dan jaga kebersihan kota demi citra Batam yang lebih baik,” pungkasnya.
YD
