

RASIO.CO, Lingga – Ketua DPRD Kabupaten Lingga, Maya Sari, S.Sos., M.IP menghadiri kegiatan Malam Syukuran Makan Sehidang Berlima, Doa Haul Sultan Mahmud Riayat Syah, dan Ceramah Agama, Peringatan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Lingga Tahun 2025, yang di laksanakan di Halaman Kantor Bupati Lingga. Kamis (20/11/2025), malam.

Suasana penuh kehangatan menyelimuti sebuah perhelatan akbar yang menjadi simbol persatuan dan penghormatan ini, dihadiri oleh jajaran Forkopimda dan tokoh penting daerah, Ketua DPRD Lingga, Bupati dan Wakil Bupati Lingga, Sekda Lingga, dan para Asisten Pemerintah Kabupaten Lingga, Ketua TP PKK Lingga, Ketua Dekranasda Lingga, Ketua Dharmawanita Persatuan, Kepala OPD, Camat, Lurah/Kepala Desa dan masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan prosesi sakral seperti persiapan hidang, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dan khidmatnya pembacaan doa Haul Sultan Mahmud Riayat Syah oleh Ketua MUI Kabupaten Lingga.
Momen puncak adalah tradisi Makan Sehidang Berlima, sebuah filosofi kebersamaan yang mengingatkan kembali akan pentingnya harmoni dan kolaborasi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Selaras dengan prosesi makan berhidang, hadirin juga disuguhi penayangan video komprehensif mengenai capaian-capaian pembangunan yang telah diraih Kabupaten Lingga, menunjukkan hasil kerja keras kolektif.

Ketua DPRD Kabupaten Lingga, Maya Sari, S.Sos., M.IP., turut menjadi bagian penting dalam acara tersebut. Beliau menerima secara langsung Buku Simposium Kabupaten Lingga dari BP2KL, sebuah penanda komitmen DPRD dalam mendukung pelestarian dan pengembangan sejarah serta budaya lokal.

Dalam sambutan Bupati Lingga dan BP2KL, ditegaskan kembali bahwa pembangunan daerah akan terus berpegang teguh pada nilai-nilai kearifan lokal dan budaya yang diwariskan. Malam syukuran ini ditutup dengan siraman rohani melalui ceramah agama, yang memberikan penyejuk hati dan menguatkan rasa syukur di usia ke-22 Kabupaten Lingga.

Melalui perayaan yang kaya makna budaya dan spiritual ini, Pemerintah Kabupaten Lingga dan seluruh jajaran, termasuk DPRD, meneguhkan komitmen untuk terus membangun Lingga secara kolaboratif, berbudaya, dan berlandaskan pada pondasi persatuan dan gotong royong yang menjadi kekuatan sejati daerah.

