

RASIO.CO, Batam – Pemerintah Kota Batam terus mendorong penataan pasar yang bersih dan tertib melalui penguatan sistem pengelolaan sampah, termasuk di pasar swasta yang jumlahnya mendominasi di wilayah tersebut.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra saat menerima audiensi Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia di Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Selasa (21/4).
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi antara pemerintah dan pengelola pasar, khususnya pasar swasta, dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks.
Dalam audiensi itu, perwakilan ASPARINDO menyampaikan bahwa pihaknya telah mendukung kebijakan pemerintah dengan menampung pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) hingga 30 persen dari pedagang kaki lima. Namun, aktivitas tersebut turut meningkatkan volume sampah yang membutuhkan penanganan lebih sistematis.
Keterbatasan fasilitas seperti kontainer sampah dan sistem pengangkutan menjadi tantangan utama, terutama di pasar swasta. Kondisi ini dinilai perlu penataan yang tidak hanya berfokus pada kebersihan, tetapi juga keteraturan aktivitas pasar.
Menanggapi hal tersebut, Li Claudia menegaskan bahwa penataan pasar menjadi kunci utama dalam mengatasi persoalan tersebut.
“Jika pasar tertata, pengelolaan sampah akan lebih mudah. Keduanya harus berjalan beriringan,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Pemko Batam akan melakukan pendataan menyeluruh terhadap pasar-pasar di Batam untuk menentukan skala prioritas penanganan.
Dari sekitar 60 pasar yang ada, sebanyak 54 merupakan pasar swasta dan enam lainnya dikelola pemerintah. Pasar yang belum memenuhi standar pengelolaan sampah akan menjadi fokus utama penanganan.
Tim akan diturunkan langsung ke lapangan untuk memetakan kondisi riil, termasuk dengan memanfaatkan teknologi seperti drone guna mempercepat proses identifikasi.
“Penanganan akan dilakukan secara bertahap dengan target perbaikan di sejumlah lokasi setiap hari. Dalam pelaksanaannya, koordinasi lintas sektor menjadi kunci, terutama antara BP Batam dan Pemko Batam,” ujarnya.
Sementara itu, pengangkutan sampah tetap berjalan seperti biasa sembari menunggu penyusunan solusi jangka panjang yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
“Kita ingin setiap langkah yang dilakukan hari ini memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga bagi masa depan Batam yang lebih bersih dan tertata,” tutupnya.
YD
