Pengungsi di Aceh Mulai Terserang Penyakit, Faskes Rusak dan Obat Minim

0
477
Pengungsi banjir dan longsor di Aceh mulai terserang flu, demam, batuk, dan penyakit kulit. Minimnya tenaga medis dan rusaknya lebih dari 200 fasilitas kesehatan memperparah kondisi. (Foto/Ist)

RASIO.CO, Banda Aceh – Warga korban banjir longsor di Aceh yang bertahan di tenda-tenda pengungsian mulai terserang penyakit seperti flu, demam, batuk-batuk hingga penyakit kulit.

Kondisi itu diperparah minimnya bantuan tenaga medis dan obat-obatan dari luar Aceh karena 204 unit fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas rusak diterjang banjir dan longsor.

Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Kabupaten Bener Meriah Ilham Abdi membenarkan bahwa pengungsi di wilayahnya mulai terserang penyakit, sementara tenaga kesehatan juga sangat terbatas.

“Ya mulai dari flu, demam di setiap titik pengungsi, sudah kami siapkan nakes yang ada untuk bertugas di lokasi yang bisa dijangkau,” kata Ilham Abdi dikutip CNNIndonesia, Kamis (4/12).

Rumah sakit di daerah tersebut juga belum sepenuhnya beroperasi karena BBM untuk menghidupkan mesin genset masih langka. Hal ini membuat operasional RS terhambat dalam menangani pasien.

“Genset hanya dihidupkan saat penting penanganan pasien. Selebihnya terpaksa dimatikan,” katanya.

Data Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh Tahun 2025 mencatat jumlah pengungsi hingga Rabu (3/12) mencapai 688.775 orang.

Seorang warga Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Anas, berharap bantuan obat-obatan serta petugas medis segera dikirim karena pengungsi mulai terserang penyakit.

“Kondisi pengungsi, baik anak-anak maupun dewasa mulai terserang gatal, flu, demam dan batuk-batuk. Obat-obatan sangat sulit didapatkan oleh pengungsi, tidak ada petugas medis di lapangan karena Pustu, Polindes dan Puskesmas terdampak banjir,” ujarnya.

Secara umum, pengungsi di hampir semua titik di daerah Peusangan mengeluhkan kebutuhan air minum, obat-obatan, dan stok logistik yang mulai menipis.

“Keluhan para pengungsi di semua titik hampir sama, mereka kekurangan alas tidur. Yang paling dibutuhkan saat ini air minum, masker, obat-obatan. Untuk stok pangan meskipun menipis masih cukup untuk dua hari ke depan,” kata Anas.

Kebutuhan tenaga medis dan obat-obatan di daerah terparah seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Aceh Timur sangat mendesak.

***







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini