RASIO.CO, Batam – Diduga Pengusaha Tempat Hiburan Malam(THM) melabrak aturan, pasalnya dengan gamblang membuk perjudian jenis bola pimpong di Batam.
Ironisnya, Para pengusaha nakal tersebut dompleng di THM dengan omset miliaran tanpa daerah tidak mendapat kontribusi apa-apa.

Anehnya, pantauan lapangan THM maupun Pub yang menyediakan judi bola pimpong sudah dilakukan razia oleh aparat kepolisian tetap masih lancar beroperasi, namun diduga yang buka yang notabene THM Pasifik, Bilyar Centre dan K2 sedangkan JJ, Dragon dan Boombastik telah disegel.

Ironisnya, para pengusaha nakal memanfaatkan izin THM untuk sekaligus memasang judi bola pimpong di VVIP room dengan fasilitas TV, Bola Tiup angin dan wanita.
“Judi pimpong buka tetapi di THM bekingan yang kuat, jika tidak bakal ditutup dan itu bukan rahasia umum lagi,” ujar Af salah seorang pengunjung di BC nagoya beberapa hari lalu.
Batam sempat hampir lebih kurang setahun para penyelenggara judi tiarap, paska kasus sambo bergulir dan usai sambo di vonis mati, pengusaha nakal bidang judi kembali meraja lela. Namun diduga tetap masih pemain lama yang berani beroperasi.
Sementara itu, beberapa hari lalu, pihak kepolisian Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri melakukan razia tetapi pemilik pemain judi pimpong lama tetap gagah beroperasi.
Sementara itu , dilansir kepri aktual.com, menurut Kasubdit 3 Jantanras Krimum Polda Kepri, Robby Topan Manusiwa memgatakan, melakukan polis line terhadap tiga lokasi, JJ, Dragon dan Boombastik diduga tanpa izin.
“Opsnal Subdit 3 Jatanras Polda Kepri nengamankan sementara lokasi pimpong yang tidak berijin dan melakukan penyelidikan niat dari pelaku usaha membuka lokasi permainan tanpa ijin tersebut. Apakah ada indikasi untuk mencari keuntungan,” ujarnya.
Sementara itu, disinggung soal pilih-pilih atau tebang pilih saat melakukan penindakan terhadap lokasi permainan, Robby menegaskan bahwa pihaknya telah bertindak sesuai tugas.
“Yang jelas, kami bertindak sesuai dengan tugas, tanggung jawab dan kewenangan kami sebagai Polri. Tebang kalau busuk dan menjadi penyakit, pilih kalau dia baik, taat aturan dan sesuai prosedur,” tegasnya.
Redaksi@www.rasio.co //

