Perikanan Sektor Unggulan Lingga Peluang Usaha Masyarakat

0
814

RASIO.CO, Lingga – Kabupaten Lingga yang mempunyai luas wilayah daratan dan lautan mencapai 211,772 km2, dengan luas daratan 2.117,72 km2 (1 %) dan lautan 209,654 km2 (99%). tentunya perikanan menjadi pekerjaan dan sumber penghasilan utama bagi warga Lingga yang tinggal di dearah-daerah pesisir pulau.

Bupati Lingga bersama Ketua DPRD Lingga, saat meninjau lansung budidaya Kerapu Cantik di Desa Kote.
Bupati Lingga saat mengokuti panen Udang Vanamei

Ketersediaan alat tangkap merupakan sebuah kebutuhan bagi nelayan, pemerintah daerah Kabupaten Lingga dalam hal ini memang telah berupaya memberikan bantun alat tangkap bagi nelayan. dan tidak hanya alat tangkap, namun budidaya ikan, udan vanamei dan kepiting, beberapa daerah terus digesa oleh Pemerintah Kabupaten Lingga, untuk membantu meningkatkan perekonomian nelayan.

Kerambah budidaya Kerapu Cantik, Kerapu Centang, Kerapu Tiger dan Kerapu Sunu di Desa Persiapan Bendahara.

Beberapa daerah di Kabupaten Lingga yang telah ada budidaya, ikan kerapu, kepiting bakau (ketam bangkang) dan udang vanamei tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Lingga. seperti beberapa waktu yang lalu Balai Benih lkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lingga, telah mendistribusikan benih ikan Nila kepada Kelompok Mandiri Desa Batu Kacang, Kecamatan Singkep.

Memanfaatkan lahan di laut untuk budidaya berbagai jenis kerapu oleh pemuda Desa Persiapan Bendahara.

Pendistribusian bibit ikan Nila tersebut, pada Senin (14/3/2022), diserahkan lansung oleh Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lingga, Sutarman, setelah dilakukan penyerahan bibit ikan Nila tersebut lansung ditebarkan ke dalam kolam yang telah di siapkan yang berlokasi di Objek Wisata Batu Ampar.

Bupati Lingga dan Ketua DPRD Lingga saat akan meninjau budidaya Kerapu Cantik.

Bibit ikan Nila yang di distribusikan oleh Balai Benih lkan DKP Lingga telah dilakukan sebanyak 2 tahap, untuk tahap pertama diserahkan dan ditebar sebanyak 2000 ekor benih ikan Nila, dan untuk tahap kedua diserahkan dan ditebar sebanyak 500 ekor benih ikan Nila, yang juga berlokasi di Objek Wisata Batu Ampar.

Salah satu tambak yang ada di Kabupaten Lingga, budidaya Udang Vanamei.

“Ini adalah salah satu upaya untuk menarik kunjungan yang berekreasi di Batu Ampar, kedepannya kita berharap dilokasi ini nantinya akan dijadikan pusat ikan Nila, dipilihnya ikan Nila karena Batu Ampar jauh dari laut dan berada jauh didarat, disini nantinya akan kita dirikan rumah makan ikan Nila, sehingga bagi para wisatawan yang berkunjung ke Batu Ampar bisa menikmatinya,” kata Plt. Kepala DKP Lingga, Sutarman.

Salah satu tambak yang ada di Kabupaten Lingga, budidaya Udang Vanamei.

Selain Ikan Nila, budidaya dengan sistem keramba pembesaran bibit ikan kerapu cantik dan pembesaran kepiting di Desa Kote, Kecamatan Singkep Pesisir, juga menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Lingga, hal ini terlihat dari kunjungan yang dilakukan Bupati Lingga, Muhammad Nizar bersama Ketua DPRD Lingga Ahmad Nashirudin. Minggu (10/10/2021). dikeramba budidaya pembesaran bibit ikan kerapu cantik dan pembesaran kepiting yang dikelola oleh pihak swasta sejak tahun 2000 lalu.

“Inilah menjadi PR kita bersama, bagaimana pihak swasta terus kontinyuitas, sementara kita masih angin-angin, semoga kedepan kita bisa memanfaatkan balai benih yang sudah tersedia, agar dapat maksimal ketika itu dipadukan dengan geliat usaha budidaya dari masyarakat,” harap Bupati Lingga.

Sementara untuk budidaya Kepiting Bakau atau Ketam Bangkang, tentunya dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Lingga. hal ini dikarenakan kepiting bakau punya nilai jual yang tinggi.

Dengan potensi kelautan Lingga sangat besar tersebut, ditambah lagi dekat dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia. sehingga banyak budidaya ada di Kabupaten Lingga, baik itu yang menggunakan tambak maupun keramba, untuk budidaya seperti udang vaname, ikan kerapu, lobster dan kepiting bakau. yang tentu akan dapat menarik kunjungan ke Kepri dan Lingga khususnya.

Sektor perikanan merupakan sektor unggulan bagi Kabupaten Lingga. untuk itu, Pemerintah daerah terus mendorong budidaya perikanan dan mengoptimalkan potensi hasil laut Lingga. namun itu semua Lingga tidak terlepas membutuhkan dukungan pemerintah pusat karena potensi kelautan Lingga sangat besar.

“Kami sangat mendukung pengembangan budidaya kepiting bakau, yang berlokasi dekat dengan Pantai Batu Berdaun, yang juga salah satu Objek Wisata di Dabo Singkep,” ucap Nizar.

Dengan wilayah pesisir yang terbentang luas sangat baik untuk budidaya berbagai biota laut, dari kunjungan Ketua DPRD bersama Anggota DPRD Lingga, Selasa (23/3/2021) tahun lalu, melihat salah satunya kepiting bakau. kini telah dimulai budidaya untuk penggemukan kepiting bakau, oleh Koperasi Insan Maju Sejahtera. di Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep.

“Semoga pola ini berhasil dalam waktu 2 bulan masa panen, dan bisa di tularkan kepala masyarakat petani tambak yang ada di Kabupaten Lingga,” tambah Ahmad Nashiruddin, Ketua DPRD Lingga.

Seperti yang diketahui, budidaya udang vanamei merupakan juga sektor unggulan bagi Kabupaten Lingga, untuk budidaya udang vanamei ini dibeberapa desa telah membuat tambak, untuk itu, Pemerintah Kabupaten Lingga sendiri melalui DKP Lingga sangat mendukung dan terus fokus pada peningkatan perekonomian masyarakat di sektor budidaya tambak udang vanamei.

Untuk penebaran benih udang vanamei disetiap tambak mencapai ribuan ekor, dengan penghasilan sekali panen mencapai 1-2 ton pada setiap tambak, dengan rata-rata berat udang 15 gram atau lebih untuk per ekornya. tentu saja ini merupakan peluang yang sangat bagi pengelola tambak, dan dikelola secara kolompok.

Kerambah saat ini mulai diminati oleh sekelompok pemuda yang berada di Desa Persiapan Bendahara, Kecamatan Kepulauan Posek, Kabupaten Lingga, Nazar tokoh masyarakat Desa Persiapan Bendahara, Kamis (31/3/2022), menyebutkan saat ini banyak pemuda yang tertarik membuat kerambah, dan setiap kerambah yang dimiliki para pemuda tersebut, dengan budidaya berbagai jenis ikan kerapu baik untuk lokal maupun untuk keluar negeri, kalau untuk lokal seperti Kerapu Sunu dan Kerapu Hitam, sementara untuk luar Kerapu Centang, Kerapu Cantik dan Kerapu Tiger.

Hanya untuk pemasaran ikan kerapu tersebut saat ini, hanya menunggu ada yang datang untuk membeli ikan kerapu itu, hal ini karena belum adanya koperasi nelayan di Desa Persiapan tersebut, adapun budidaya Kerapu Centang dengan ukuran 3 inci sampai bisa dipanen memakan waktu lebih kurang 6 bulan, dengan berat per ekornya 6 ons hingga satu kilogram.

Kecamatan Kepulauan Posek yang boleh dikatakan warga masyarakatnya 100 persen berprofesi sebagai nelayan, tidak saja hanya kerambah yang menjadi usaha mereka, antara lain seperti memancing, jaring ikan bawal, menjaring udang dan bubu ikan maupun bubu ketam, tergantung dari musim apa saat itu. jika masuk menjaring ikan bawal maka ramai dari mereka yang akan turun melaut untuk menjaring ikan bawal.

Untuk kerambah yang diusahakan oleh pemuda di Desa Persiapan Bendahara saat mencapai lebih kurang 30 buah, sementara untuk usaha bubu meski tidak terlalu ramai. namun mereka akan mengangkat bubu tersebut satu minggu sekali, hanya saja untuk usaha bubu ini mereka mengerjakan secara induvidu maupun kelompok yang dilakukan secara swadaya.

Karena matrial yang dipakai menggunakan rotan dan kain folek yang biasa digunakan untuk kerambah, hanya berbeda pada ukuran mata pada kain folek tersebut, karena mata kain folek untuk bubu tersebut lebih besardengan ukuran benang yang lebih kecil. untuk satu kilo kain folek untuk bubu dengan harga Rp80 ribu, bisa digunakan untuk 12 -15 bubu tergantung besar kecilnya bubu.

Masyarakat berharap adanya bantu pemerintah daerah Lingga, kalau untuk jaring tentu yang diperlukan masyarakat alat tangkap. sementara untuk kerambah yang diperlukan para pemuda tersebut adalah bibit ikan, karena untuk bibit itu ada hanya saja masyarakat tergendala pada modal untuk membeli bibit ikan tersebut. karena untuk bibit Kerapu Centang dengan ukuran 2.5 hingga 3 inci, harganya mencapai Rp20 ribu per ekornya sampai ditempat,” ungkap Nazar.

Meski bibit ikan kerapu ini cukup mahal, namun dengan harga jual yang tinggi, dan jika budidaya ikan kerapu ini dilakukan dengan serius tentu pembeli akan datang, dan tentu saja perekonomian masyarakat akan meningkat dan kesejahteraan dalam kehidupan masyarakat dapat di capai.

Puspan







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini