Persoalan Sampah Mendesak, Amsakar-Li Claudia Minta Semua Pihak Bergerak

Pemko Batam Tingkatkan Penanganan Sampah: Timbulan Capai 1.185 Ton per Hari, Sistem Dua Shift Diterapkan

0
262
Foto/Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra saat menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Persampahan Kota Batam Tahun 2025, Senin (17/11) malam.

RASIO.CO, Batam – Pemerintah Kota Batam terus memperkuat sistem pengelolaan sampah seiring meningkatnya volume sampah yang kini mencapai 1.185,94 ton per hari atau setara 432.868,72 ton per tahun.

Data tersebut disampaikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam di tengah pesatnya pertumbuhan kota yang memunculkan berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan armada hingga kapasitas TPA yang semakin terbatas.

Untuk menjaga layanan kebersihan tetap optimal, Pemko Batam menyiapkan langkah terstruktur dan komprehensif. Salah satunya pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Sampah di tiga wilayah teknis sesuai Peraturan Wali Kota Batam Nomor 99 Tahun 2025.

Sistem operasional pengangkutan sampah kini dijalankan dalam dua shift:

  • 06.00–18.00 WIB untuk pengangkutan dari sumber sampah ke TPS
  • 18.00–06.00 WIB untuk pemindahan dari TPS ke TPA Punggur yang beroperasi 24 jam

DLH juga mengoperasikan berbagai jenis armada seperti kompaktor, dumptruck, arm roll, pickup, dan vacuum sweeper. Namun beberapa unit sudah tidak layak sehingga pemerintah menyiapkan rencana penguatan sarana, termasuk penambahan armada pada 2026.

Pemerintah turut merampungkan kajian lokasi TPS baru, serta menyiapkan pembangunan incinerator sebagai penguatan sistem pengelolaan dari hulu hingga hilir. Di sisi lain, masyarakat digerakkan melalui kegiatan gotong royong serentak yang melibatkan komunitas lingkungan, mahasiswa, pramuka, hingga Satgas Kebersihan.

Dalam arah kebijakan jangka menengah, Pemko Batam akan meningkatkan edukasi pemilahan sampah rumah tangga, memperkuat penegakan aturan, serta mulai menerapkan teknologi modern di TPA.

Situasi darurat sampah ini juga dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanganan Persampahan Kota Batam Tahun 2025, Senin (17/11) malam, dipimpin Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, bersama Forkopimda, OPD, BP Batam, camat, dan lurah.

Amsakar menegaskan perlunya respons cepat dan terintegrasi.

“Ini situasi serius. Kita tidak boleh santai melihat kondisi ini,” ujarnya. Ia meminta camat dan lurah memperkuat data, anggaran, dan pengawasan sebagai ujung tombak di lapangan.

Wawako Batam, Li Claudia Chandra, menekankan pentingnya percepatan implementasi keputusan rapat.

“Besok sudah mulai ditindaklanjuti. Jangan menunda,” tegasnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Batam sekaligus Ketua Task Force Penanganan Sampah, Yusfa Hendri, memaparkan strategi kunci, meliputi:

  • Pembentukan UPTD berbasis tiga wilayah teknis
  • Pembangunan tiga TPS baru yang dilengkapi incinerator
  • Sistem pengangkutan dua shift
  • Pembiayaan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT)
  • Pemetaan kebutuhan sarana dan prasarana oleh camat

“Dengan langkah-langkah ini, kita ingin memastikan penanganan sampah berjalan cepat, terukur, dan efektif,” kata Yusfa.

Redaksi@www.rasio.co//

Print Friendly, PDF & Email






TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini