Pertumbuham Ekonomi Batam Triwulan IV 2025 Menguat, Capai 7,49%

0
203
Foto/Ekonomi Batam mencatat pertumbuhan 6,76 persen sepanjang 2025 dengan PDRB Rp253,64 triliun. Industri pengolahan dan investasi menjadi motor utama pertumbuhan.

RASIO.CO, Batam – Perekonomian Batam menutup tahun 2025 dengan kinerja yang kuat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Batam pada Triwulan IV 2025 mencapai 7,49 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy), meningkat signifikan dibandingkan 3,27 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan yang tinggi pada akhir tahun tersebut turut mendorong capaian ekonomi Batam sepanjang 2025 sebesar 6,76 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp253,64 triliun.

Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Batam menunjukkan tren yang terus meningkat setiap triwulan. Pada Triwulan I, ekonomi Batam tumbuh 5,17 persen, kemudian meningkat menjadi 6,66 persen pada Triwulan II, 6,89 persen pada Triwulan III, hingga mencapai 7,49 persen pada Triwulan IV.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan capaian tersebut mencerminkan kuatnya peran sektor industri dan investasi sebagai penggerak utama ekonomi Batam.

Menurutnya, peningkatan investasi serta dominasi sektor industri pengolahan menjadi faktor penting yang mendorong aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

“Batam tumbuh karena industri dan investasi. Ketika investasi meningkat 9,53 persen dan industri pengolahan menyumbang lebih dari 57 persen terhadap PDRB, itu menunjukkan mesin produksi Batam benar-benar bergerak,” ujar Amsakar.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, menilai lonjakan pertumbuhan ekonomi pada Triwulan IV menjadi indikator bahwa investasi yang masuk mulai menghasilkan output produksi yang signifikan.

Ia menyebut ekspansi industri yang terjadi pada akhir tahun turut memperkuat fondasi ekonomi Batam untuk mempertahankan momentum pertumbuhan pada tahun-tahun berikutnya.

“Pertumbuhan yang melonjak di akhir tahun menunjukkan ekspansi industri di Batam mulai menghasilkan aktivitas ekonomi riil dan menjadi fondasi kuat untuk menjaga momentum pertumbuhan pada 2026,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, menjelaskan bahwa peningkatan investasi yang mendekati dua digit menunjukkan Batam mulai memasuki fase ekspansi kapasitas produksi.

Ia menambahkan sektor manufaktur masih menjadi tulang punggung perekonomian Batam dengan kontribusi sebesar 57,01 persen terhadap PDRB.

Selain itu, pertumbuhan pada sektor listrik dan gas yang mencapai 11,90 persen serta sektor real estate sebesar 14,70 persen juga mencerminkan meningkatnya aktivitas industri dan pengembangan kawasan ekonomi di Batam.

Dengan tren pertumbuhan yang konsisten meningkat sepanjang tahun, Batam diproyeksikan tetap menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi paling dinamis di Indonesia, terutama dengan dukungan arus investasi yang terus menguat.

YD

Print Friendly, PDF & Email





TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini