
RASIO.CO, Batam – Bukan rahasia umum lagi banyak pakaian bekas, balpres atau monja beredar dari Batam ke sejumlah kota se-Indonesia.
Sejumlah brand ternama luar negeri yang jika baru dibanderol dengan harga jutaan, bisa diperoleh dengan setengah harga bahkan lebih murah dari monja, yang tentu kondisinya setengah pakai.
Berburu baju dan celana dari monja bagi yang terbiasa sebenarnya seperti berburu harta karun. Itu lantaran merek-merek ternama, seperti True Religion, jenama dari Amerika Serikat dan Evisu dari Jepang kadang muncul dan pedagang tak menyadarinya. Di toko resmi, harga jin merek-merek itu dibanderol jutaan rupiah, tapi di monja kurang dari Rp 300 ribu.
Bisnis pakaian bekas impor juga menggiurkan sebab keuntungannya yang relatif besar. Dengan merogoh kocek antara Rp 8 juta sampai Rp 15 juta untuk membeli satu bal, keuntungannya bisa berlipat-lipat.
Itu karena dalam satu bal akan dipilih pakaian berdasarkan kualitas dan mereknya dan dijual degan berbagai variasi harga. Dalam skala lebih besar, bisnis ini juga menggiurkan bagi para importir. Jika importir membeli satu pack yang isinya kurang lebih 250 bal dengan harga Rp 800 juta hingga Rp 900 juta per pack, lalu dijual kepada pedagang sekitar Rp 10 juta per bal, keuntungannya bisa miliaran.
Dibiarkan jika Terlanjur Membeli
Sementara itu, Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Moga Simatupang menjelaskan balpres yang sudah beredar ke pedagang akan dibiarkan dulu dijual hingga habis.
“Kalau yang ada di pedagang kita biarkan dulu hingga habis dan kita lihat sampai setelah Lebaran ini,” sebutnya saat pemusnahan hasil tangkapan di Desa Air Cargo, Batam, Senin (3/4).
Setelah itu, pihaknya akan melakukan peneguran kepada pengecer agar tidak lagi menjual barang tersebut.
“Nanti berupa teguran saja, tetapi kita tunggu dulu barang-barangnya habis,” sebutnya dikutip tribunbatam.
Sementara itu Dirjen Bea dan Cukai Askolani dalam kesempatan ini mengatakan, penindakan ini berkat kerja sama aparat dan tim gabungan yang ada di Batam. Mereka menyebut akan konsisten dan dalam hal penindakan ini tidak akan bisa kerja sendiri.
“Kami akan bersinergi dengan sejumlah teman-teman penegak hukum, karena kita tidak bisa bekerja sendiri,” sebutnya.
Tujuan ini semua tentunya sudah sangat jelas, seperti arahan Presiden Indonesia Joko Widodo dengan alasan untuk memulihkan perekonomian Indonesia dan meningkatkan nilai-nilai UMKM di Indonesia.
Sebelumnya Bea Cukai Batam melakukan pemusnahan hasil tangkapan sejak tahun 2018 hingga 2022 setidaknya Ada 5.000 koli yang dimusnahkan dalam kegiatan kali ini.
Dengan adanya pemusnahan ini, nantinya pihak Bea Cukai akan melakukan pengawasan lebih ketat lagi di sejumlah wilayah di Indonesia.
Dirjen Bea Cukai Askolani dalam kesempatan itu menjawab pertanyaan sejumlah wartawan. Masuknya Balpres seolah tidak terbendung di Batam hal ini disebabkan karena banyak pintu masuknya di Batam ini. Maka dari itu, menurut Askolani ke depannya pengawasan akan terus dilakukan.
“Ini merupakan barang-barang ilegal. Masuk ke Indonesia bisa dari mana saja. Termasuk lewat pelabuhan tikus,” sebut Askolani.
Selain dari pelabuhan tikus, Askolani juga menjelaskan para pelaku penyelundulan ini juga bisa beraksi saat petugas lengah atau sedang istirahat.
“Banyak sekali celahnya untuk menyelundupkan barang-barang seperti ini,” tegasnya.
Untuk diketahui, sebanyak 5000 koli balpres dimusnahkan hari ini di desa air kargo, Batam. Barang yang dimusnahkan itu ditaksir senilai Rp 17,4 miliar.
Masalah impor pakaian bekas sudah menjadi perhatian pemerintah terutama di Kementerian Perdagangan bahkan sudah ada muncul Permendag No. 51/M-DAG/PER/7/2015 Tahun 2015 tentang Larangan Impor Pakaian Bekas.
Dalam peraturan itu disebutkan pakaian bekas impor yang masuk ke wilayah Indonesia wajib dimusnahkan dan importir dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan. Dengan masuknya pakaian bekas yang di negara asalnya dianggap limbah, menjadikan Indonesia sebagai negara penampung sampah.
***

