RASIO.CO, Jakarta – Nilai tukar rupiah bergerak menguat di tengah-tenag sidang pembacaan putusan hasil sidang sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Kamis (27/06). Pada pukul 10.27 WIB, rupiah menguat 14 poin atau 0,1 persen menjadi Rp14.164 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.178 per dolar AS.
Sejumlah analis keuangan memperkirakan, apapun hasil sidang tidak akan banyak berpengaruh terhadap kurs rupiah.
“Tidak berdampak sih menurut saya. Bukan “major issue’ di pasar saat ini,” ujar Analis Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, seperti dikutip Tempo.co.
Menurut Rully, pasar uang dunia saat ini masih lebih menunggu pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT G20 di Osaka. Sementara, sidang MK terkait perselisihan hasil pemilhan umum (PHPU) hanya akan berdampak kecil.
Menurut Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih, pergerakan rupiah yang positif juga seiring data ekonomi AS yang kembali melambat yaitu naiknya inventori pedagang besar yang mengindikasikan penjualan yang kurang baik dan menjadi insentif pelaku usaha mengurangi produksinya.
“Perlambatan data ini menambah kekhawatiran ekonomi AS yang melambat,” ujar Lana.
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.180 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.174 per dolar AS.
Saham gabungan melemah
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,16 persen ke posisi 6.310,49 pada Rabu (26/06). Meski demikian, investor asing masih mencatatkan net buy di seluruh pasar senilai Rp399,66 miliar.
Head of LOTS Services Lotus Andalan, Krishna Dwi Setiawan melihat, IHSG ditutup melemah karena terpengaruh bursa global yang lesu. Pasar saham Amerika Serikat turun setelah Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengindikasikan tak akan mudah melonggarkan suku bunga.
Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji memperkirakan, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini berpotensi untuk melanjutkan pelemahan dengan support 6.285 dan resistance 6.328. Penyebab utamanya karena sentimen global.
“Masih terkait dengan faktor minimnya sentimen positif dari domestik, sedangkan ekonomi global slowdown,” kata Nafan, dikutip dari Kontan.co.id.
Selain itu, perkembangan negosiasi perang dagang antara China dan Amerika Sertifikat (AS) masih menjadi perhatian pasar. Ini menyusul sentimen perang dagang di negara lain, termasuk meningkatnya tensi antara AS dan Iran.
Sementara, Analis Indo Premier Sekuritas, Mino mengatakan, pasar saham juga terdampak pembacaan putusan sengketa pemilu presiden di Mahkamah Konstitusi.
“Ada sikap hati-hati dari investor menjelang pengumuman hasil sengketa pilpres,” ujar Mino.
Tapi, Mino memperkirakan, IHSG hari ini akan menguat. Semua pihak diprediksi menerima hasil keputusan MK. Proyeksi dia, IHSG hari ini bergerak di kisaran 6.280-6.345.
Sedangkan Krishna memperkirakan hari ini pasar saham konsolidasi cenderung melemah terimbas pergerakan bursa global.
“Meski koreksi, saya melihatnya masih wajar dan sehat,” kata dia.
Proyeksi Krishna, IHSG hari ini bergerak dalam rentang support 6.290 dan resistance 6.340.
***

