Sidang Pejabat Sekwan Pemprov Dugem di Bilyard Centre Ditunda

0
666

RASIO.CO, Batam – Sidang kasus dugaan pesta narkoba di karaoke Bilyard Centre dengan terdakwa Ahmad Fuad yang bekerja sebagai staff Sekwan DPRD Kepri dan istri sirinya Eka ditunda persidangannya di PN Batam. Kamis(04/05/2017).

Penundaan dilakukan Majlis hakim ketua Agus Rusianto SH.MH, didampingi hakim anggota Taufik Abdul Halim Nainggolan SH dan Muhammad Chandra SH.MH karena adanya pergantian Penasehat Hukum terdakwa Eka secara mendadak sehingga membuat terdakwa Ahmad Fuad kaget, pasalnya sebelumnya PHnya Eliswita.

“Saya tetap memakai PH yang sebeunya yang mulia dan saya tidak tahu adanya perubahan PH,” Kata Ahmad Fuad dipersidangan ruang utama.



Menyikapi hal ini, majlis hakim menunda persidangan pekan depan yang mewacanakan pembacaan tuntutan JPU.

Diberitakan sebelimnya, Apes nasip kedua terdakwa A.Fuadi yang merupakan staf pejabat sekwan pemrov Kepri dan Eka yang merupakan pasangan suami-istri(pasutri), dimana maksut hati ingin olah fokal tetapi akhirnya terjebak dugem di room 309 karaoke Bilyard Centre dan berakhir ditangkap BNNP Kepri sehingga duduk dibangku pesakitan PN Batam.

Kedua pasutri ini berdasarkan keterangan dua saksi Yani Saputra dan ,firman Erlian saksi kepolisian BNN dipersidangan berdasarkan hasil test urine diketahui positif dan didapati juga barang bukti ektasi yang didapat dari luar karaoke tersebut.

“Awalnya diamankan 4 orang dikamar 309 karaoke Bilyar Centre, namun dua PR negatif sedangkan kedua pasutri ini positif dan juga ditemui ektasi diatas meja yang mulia,” Kata Saksi di ruang sidang utama PN Batam. Kamis(20/04/2017).

Lanjut saksi, razia yang digelar di Karaoke Bilyar Centre merupakan kegiatan rutin yang dilakukan beberapa bulan lalu yang dipimpin kabid Brantas BNNP Kepri. saat dilakukan penggeledahan diseluruh room yang ada di tempat hiburan tersebut , hanya room 309 yang didapat sedang melakukan pesta narkoba.

“Ektasi mereka beli diluar parkiran sebelum masuk dari pengakuan pasutri,” jelasnya ke hakim.

Saat majlis hakim mempertanyakan apakah kedua pasangan suami-istri sudah dilakukan assesment oleh BNN karena barang bukti hanya empat butir, kedua saksi mengatakan sudah, namun proses hukum tetap lanjut.

Atas keterangan kedua saksi tersebut kedua terdakwa , terutama fuadi membantah seluruh keterangan kedua saksi BNN bahkan menyampaikan terhadap majlis hakim bahwa dirinya dijebak karena dirinya diundang ke room 309 tersebut.

“seluruh keterangan kedua saksi tidak benar dan justru saya dijebak yang mulia,” ujar terdakwa.

Usai mendegarkan keterangan saksi, Ketua Majelis Hakim Agus Rusdianto, Hakim Anggota Muhammad Chandra, dan Redite menunda sidang pekan depan dan memintaJaksa Penunutu Umum(JPU) Andi Akbar menghadirkan saksi berikutnya.

APRI @www.rasio.co

Print Friendly, PDF & Email


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini