Tiket Pesawat Batam-Natuna Melonjak, Danlanud : Bukan Wewenang Kami

0
491

RASIO.CO, Natuna – Harga tiket pesawat untuk satu orang baik dari maupun menuju Natuna mencapai Rp 2,3 juta yang berlaku untuk tiket satu kali perjalanan orang dewasa.

Warga menduga, mahalnya tiket pesawat karena ada campur tangan oknum TNI AU di sana. Seperti diketahui, aktivitas penerbangan komersial di Kabupaten Natuna masih menumpang di bandara milik TNI AU itu.

Kolonel Pnb Jajang Setiawan bereaksi terkait kabar miring yang beredar di daerah yang dikenal akan penghasil migas itu. Ia membantah jika mahalnya harga tiket pesawat dari Natuna ke Batam maupun sebaliknya bukan disebabkan oleh TNI AU.

Bahkan untuk meluruskan informasi tak sedap yang beredar itu, Danlanud RSA Kolonel Pnb Jajang Setiawan mengadakan rapat mendengarkan keluhan masyarakat terkait harga tiket pada Selasa (21/6) di VIP Room Bandara Raden Sadjad.

Tidak hanya unsur TNI AU, perwakilan dua maskapai penerbangan yang ada di Natuna yaitu NAM Air dan Lion Air Group bersama Ketua DPRD Natuna berserta anggota dan perwakilan masyarakat ikut hadir dalam pertemuan itu.

Dalam rapat tersebut ia mengklarifikasi semua isu yang beradar, dimana pada kesimpulan rapat tersebut TNI AU bukan penyebab tinggi harga tiket.

“Bahwa ini tidak benar. Yang harus diketahui adalah, TNI AU tidak punya kewenangan untuk menentukan harga tiket,” tegas Danlanud dilansir dalam tribunnews.com. Selasa (21/6).

Menurutnya, kebijakan mengenai harga tiket merupakan kewenangan pemerintah dan maskapai itu sendiri.

Pihaknya selalu mendukung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dalam penggunaan fasilitas militer sebagai sarana transportasi umum. Ia berharap dengan adanya rapat pertemuan itu, isu yang berkembang segera hilang mengingat hal tersebut menjadi beban tersendiri bagi dirinya sebagai pemimpin di Lanud RSA.

Perwakilan maskapai NAM Air, Yati yang hadir saat itu membenarkan hal tersebut, Ia mengatakan pihak TNI AU tidak andil dalam penentuan harga tiket.

Justru TNI AU telah banyak membantu memudahkan proses perizinan landing pesawat di Bandara Raden Sadjad saat mereka mengajukannya.

“Tidak benar sama sekali jika mahalnya harga tiket di Natuna atas campur tangan dari pihak Lanud. Bahkan sebenarnya pihak Lanud sudah cukup banyak berperan dalam membantu kelancaran penerbangan di daerah ini,” kata Yati.

***

Print Friendly, PDF & Email





TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini