RASIO.CO, Batam – Paska usai dilakukan penggusuran dan pembongkaran Pasar Induk Jodoh, Tim terpadu Pemerintah Kota Batam melakukan pemagaran di Pasar Induk Jodoh, Batam.
“Hal tersebut dilakukan karena saat ini Pasar Induk Jodoh masih dalam proses tahapan mau dibangun, jadi
untuk sementara kita memagar seluruhnya supaya tidak ada lagi aktivitas di dalamnya,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, Selasa (10/3).
“Kita sudah melakukan rapat dengan tim terpadu terkait pembongkaran dan pemagaran, surat pemberitahuan sudah ada namun ditolak warga,” ujarnya.
“Bangunan akan dirobohkan semua dan sekarang lagi proses Analisis dampak lalu lintas (Andalalin), analisis dampak lingkungan (amdal) dan izin-izin lainnya,” jelas Gustian Riau.
Ia menambahkan, Kalau kondisi sekarang kita pertahankan mubazir, sementara kondisi bangunan sudah bolong-bolong tinggal robohnya lagi. Kalau roboh kena masyarakat nantinya Pemerintah juga jadi masalah.
“Jadi kondisi bangunan saat ini tidak layak lagi ada penghuni di dalamnya, itu tinggal menunggu roboh saja. Maka nya itu yang kita khawatirkan timbul persoalan baru nantinya,” tambah Gustian.
Ini akan kita pagar biar dibangun oleh Pemerintah, rencana akan dibangun 5 lantai tentunya desain sudah ada jadi tinggal pembangunan saja.
“Ada sekitar 1.888 pedagang yang namanya sudah terdaftar dan masih ada sisa sekitar 100 sampai 200 lagi sehingga kita bisa menampung pedagang yang ada di lokasi sekarang ini,” tambahnya.
Untuk Anggaran dari Pusat kurang lebih Rp. 200 Miliar dengan luas lahan 2,1 Hektar. Lahan sudah dihibahkan seluruhnya ke Pemko Batam dan Disperindag selaku penerima aset dari Pemerintah, jadi harus kita jaga lah aset Pemerintah.
“Yang jelas ini semua untuk masyarakat tidak ada yang lain,” tegas Gustian.
Pembangunan pasar induk ini yang jelas untuk masyarakat juga, terutama masyarakat Top 100 nantinya tidak ada satu pedagang pun yang tidak dapat lokasi disini.
“Nama semua pedagang sudah ada jadi jika ada sisanya nantinya kita lakukan pertemuan kembali sehingga memang menjadikan pusat central dari pada ekonomi di kota Batam,” tutup Gustian.
Yuyun@www.rasio.co //

