
RASIO.CO, Batam – Wali Kota Batam Amsakar Achmad menghadiri peluncuran kapal tipe Floating Landing Facility (FLF) Permata Borneo 1 yang dibangun di Galangan PT Bahtera Bahari Shipyard, Jalan Patimura, Sei Kassam, Telaga Punggur, Batam, Senin (19/1). Peluncuran kapal tersebut menandai capaian penting industri maritim nasional, khususnya di Kota Batam.
Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi atas keberhasilan pembangunan kapal FLF yang sepenuhnya diproduksi di Batam oleh tenaga kerja dalam negeri. Ia menyebut momen ini sebagai tonggak sejarah baru bagi industri perkapalan Indonesia, mengingat keterbatasan jumlah kapal dengan kategori serupa di Tanah Air.
“Pagi ini kembali tercipta sejarah. Kapal dengan kategori seperti ini di Indonesia masih sangat terbatas, jumlahnya sekitar tujuh unit dan sebagian besar merupakan produk luar negeri. Namun, kapal ini merupakan hasil produksi Batam dan karya anak bangsa,” ujar Amsakar.
Ia menegaskan, peluncuran FLF Permata Borneo 1 menunjukkan kemampuan sumber daya manusia Indonesia dalam menguasai seluruh proses pembangunan kapal, mulai dari tahap perancangan desain, fabrikasi, hingga peluncuran secara mandiri.
“Ini menunjukkan bahwa anak-anak bangsa sudah siap, mulai dari mendesain, merancang, merakit, hingga akhirnya meluncurkan kapal secara mandiri,” katanya.
Lebih lanjut, Amsakar menyoroti posisi strategis Batam sebagai pusat industri galangan kapal nasional. Dari sekitar 250 galangan kapal yang tersebar di Indonesia, lebih dari 130 di antaranya beroperasi di Batam dan menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Menurutnya, pembangunan satu unit kapal mampu memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah.
“Satu kapal ini saja sudah melibatkan banyak tenaga kerja dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan,” ungkapnya.
Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pelaku industri, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan sektor maritim yang berdaya saing tinggi.
“Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat berjalan dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Komisaris PT Bahtera Bahari Shipyard, Hengky Suriawan, menjelaskan bahwa FLF Permata Borneo 1 merupakan kapal floating landing facility pertama yang diproduksi di dalam negeri. Seluruh proses perancangan dan pembangunan kapal tersebut dikerjakan oleh tenaga kerja Indonesia.
“Kapal jenis floating landing facility ini adalah yang pertama dibuat di Indonesia dan merupakan karya anak bangsa,” jelas Hengky.
Ia berharap keberhasilan pembangunan kapal tersebut dapat mendorong lahirnya inovasi baru di sektor perkapalan nasional, sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai kawasan industri maritim unggulan yang memiliki daya saing global.
YD
