Bentrok Memanas di Perbatasan Thailand–Kamboja, Warga Mulai Dievakuasi

0
579
Warga mengungsi setelah bentrokan di sepanjang perbatasan Kamboja-Thailand di Provinsi Oddar Meanchey, kamboja, Senin (08/12). (Foto/Agence Kampuchea Press)

RASIO.CO, Jakarta – Konflik bersenjata kembali pecah di perbatasan Thailand dan Kamboja pada Senin (8/12) pagi, menewaskan satu tentara Thailand dan melukai delapan lainnya. Bentrokan ini merupakan eskalasi terbaru dari ketegangan yang meningkat sejak akhir pekan lalu.

Serangan terjadi ketika pasukan Kamboja menembakkan peluru dan roket ke fasilitas militer serta permukiman sipil di wilayah Thailand. Militer Thailand kemudian membalas serangan tersebut, termasuk dengan mengerahkan jet tempur untuk menghantam target-target militer Kamboja, seperti diberitakan Bangkok Post.

Juru Bicara Angkatan Darat Thailand, Mayor Jenderal Winthai Suvaree, menjelaskan bahwa pasukan Kamboja mulai melepaskan tembakan senapan dan tembakan tidak langsung ke arah Chong An Ma, Distrik Nam Yuen, Ubon Ratchathani, sejak pukul 05.05 WIB. Laporan resmi pada pukul 07.00 WIB menyebutkan satu tentara Thailand tewas dan empat lainnya terluka di Chong Bok, distrik yang sama.

Dalam konferensi pers, Mayor Jenderal Winthai menyebut total delapan tentara Thailand terluka, sementara laporan mengenai adanya korban tewas tambahan masih menunggu konfirmasi. Ia menegaskan bahwa militer Thailand telah merespons dengan tembakan balik, serta mengerahkan jet tempur untuk menargetkan posisi militer Kamboja demi menghentikan agresi.

Angkatan Darat ke-2 Thailand melaporkan bahwa pada pukul 08.30 WIB, roket dari peluncur BM-21 milik Kamboja menghantam Ban Sai Tho 10 di Distrik Ban Kruat, Provinsi Buri Ram. Serangan kali ini adalah lanjutan dari insiden Minggu (7/12) sore di Si Sa Ket, yang menyebabkan dua tentara Thailand terluka.

Gelombang serangan tersebut memaksa pemerintah Thailand mengevakuasi warga dari empat provinsi di timur laut. Menurut Angkatan Darat ke-2, lebih dari 385.000 warga telah dipindahkan dari wilayah rawan.

Peningkatan eskalasi mulai terpantau sejak Minggu malam. Sekitar pukul 22.00, Kamboja mengerahkan tank di Samrong, Provinsi Oddar Meanchey, sekaligus mengevakuasi warga dari wilayah perbatasan. Persiapan militer besar-besaran terus terlihat hingga pukul 23.00, termasuk penguatan pangkalan, penggunaan drone, pemadaman sinyal ponsel, dan penyambutan komandan pasukan.

Menjelang tengah malam, peluncur roket RM-70 dikerahkan di Distrik Chom Krasan, Preah Vihear, diikuti peluncur BM-21 dan Type 90B yang ditempatkan di Samrong pada pukul 01.00.

Sekitar pukul 03.00, Kamboja menodongkan senjata ke sejumlah titik vital Thailand, termasuk Bandara Buri Ram dan Rumah Sakit Prasat di Surin. Tak lama kemudian, desa Ban Kachai Noi di Ban Dan menjadi sasaran, hanya 13 km dari bandara dan 87 km dari perbatasan. Desa Ban Chruk Khwae di Prasat, Surin, juga ikut menjadi target.

Juru Bicara Angkatan Udara Thailand, AM Jackrit Thammavichai, menegaskan bahwa penggunaan jet tempur merupakan langkah pembelaan diri untuk menghentikan ancaman Kamboja terhadap keamanan nasional.

“Pesawat angkatan udara hanya menyerang pangkalan militer sebagai bagian dari tindakan membela diri,” ujarnya.

Hingga kini, ketegangan di perbatasan masih tinggi dan pihak militer kedua negara siaga penuh untuk mengantisipasi serangan lanjutan.

YD

Print Friendly, PDF & Email





TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini