Sabtu, Mei 23, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 1019

Waspadai Bahaya Blind Spot Ketika Berkendara

0

RASIO.CO , Jakarta – Berkelana dengan sepeda motor di jalan raya memang menyenangkan dan lebih efisien secara waktu. Dengan dimensi yang lebih kecil, sepeda motor memiliki kemampuan berkendara lebih lincah dan mudah untuk menyalip kendaraan lain, namun juga berpotensi sulit terdeteksi di area blind spot kendaraan lain yang lebih besar.

“Seringkali pengendara kurang berhati-hati ketika berada di samping atau belakang kendaraan yang memiliki ukuran besar sehingga tanpa sadar pengendara sepeda motor berada pada posisi blind spot yang berpotensi terlibat dalam kecelakaan ketika berkendara,” ujar Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM) Johanes Lucky.

Blind spot merupakan “titik buta” kendaraan yang tidak bisa dijangkau oleh mata pengendara dan spion standar kendaraan. Untuk menekan potensi terjadinya kecelakaan akibat “titik buta” tersebut, berikut tips untuk mengantisipasinya.

Yang Pertama pahami dan ketahui area blind spot kendaraan kita dan juga kendaraan lain dengan mengikuti pelatihan safety riding agar mampu memprediksi bahaya apa saja yang dapat terjadi ketika bekendara. Salah satu tempat pelatihan safety riding yang tersedia saat ini bisa ditemui di AHM Safety Riding Park, Deltamas, Cikarang.

Yang Kedua pastikan area blind spot kita secara visual dengan melihat ke kanan atau ke kiri sebelum berubah arah atau lajur kendaraan. Alternatif lainnya, dapat juga memasang spion tambahan untuk meminimasi area blind spot kita.

Yang ketiga fokus mata dan pendengaran saat berkendara untuk memaksimalkan kewaspadaan kita terhadap lalu lintas jalan. Untuk itu, hindari mendengarkan musik dengan headset saat berkendara serta hindari menggunakan knalpot tidak standar karena berpotensi menurunkan konsentrasi dan kewaspadaan kita saat berkendara.

Selanjutnya selalu memposisikan di area luar blind spot kendaraan lain agar terlihat oleh kendaraan lain.

Penting membunyikan klakson atau lampu untuk melakukan konfirmasi kepada pengguna jalan lain bahwa apabila kita berada pada area blind spot-nya dan segera keluar dari area blind spot tersebut.

Selalu menggunakan pelengkapan berkendara yang terlihat, sehingga tidak mudah terabaikan oleh kendaraan lain.

Selanjutnya selalu jaga jarak aman dengan kendaraan lain saat berkendara.

“Semakin besar suatu kendaraan maka “titik buta” saat berkendaranya semakin luas. Selain memahami posisi blindspot suatu kendaraan, pengendara juga harus menerapkan #cari_aman dalam berkendara sehingga meminimalisir resiko kecelakaan,” tutup Lucky.

“Agar tercipta berkendara aman dengan Sepeda Motor Honda di jalan, maka blind spot  menjadi hal yang sangat penting untuk di pahami dan di perhatikan, agar selalu aman dalam perjalanan” sapa Budi Winarto selaku Instruktur Safety Riding PT Capella Dinamik Nusantara Kepulauan Riau.

Perintah Wagub Marlin, Selesaikan Distribusi Pupuk Bersubsidi

0

RASIO.CO , Tanjungpinang – Wagub Marlin meminta Dinas Pertanian Provinsi untuk segera menjadwalkan rapat melalui video conference dengan melibatkan seluruh stake holder se Kepri saat Rapat Pembahasan Tentang Pelaksanaan Kebijakan Distribusi Pupuk Bersubsidi di Gedung Daerah, Kamis (10/6).

“Ini merupakan masalah yang sudah berlarut-larut dan harus dipecahkan segera. Langkah konkrit adalah dudukkan masalah ini dengan Dinas Pertanian seluruh kabupaten / kota se Kepri untuk mengetahui akar permasalahannya,” kata Wagub Marlin .

Dalam kesempatan itu Wagub Marlin meminta Dinas Pertanian Provinsi untuk segera menjadwalkan rapat melalui video conference dengan melibatkan seluruh stake holder yang meliputi Dinas Pertanian Kabupaten Kota se Kepri, pihak distributor, serta Bank BRI selaku penyedia Kartu Tani dan mesin EDC serta Kementerian Pertanian.

“Pemprov Kepri yang memiliki fungsi pengawasan terhadap program ini, memiliki ketergantungan yang besar terhadap penyuluh pertanian. Idealnya setiap desa memiliki satu orang penyuluh. Dengan keterbatasan penyuluh yang kita miliki, ini juga salah satu masalah yang perlu kita pecahkan” ujar Wagub Marlin.

Sementara itu Sekdaprov H.T.S. Arif Fadilah menyampaikan bahwa Pemprov Kepri mendorong kebijakan penyaluran pupuk bersubsidi ke petani. Agar petani tidak dikecewakan dengan lambatnya proses distribusi.

“Saya memahami perasaan petani. Pasti mereka kecewa dengan lambatnya proses distribusi. Padahal dana di kartu tani sudah disetorkan, tetapi pupuk tidak ada stoknya,” ujar Sekda Arif.

Sekda Arif juga meminta Dinas Pertanian Provinsi Kepri segera menyurati pihak distributor mengenai alasan lambatnya distribusi pupuk subsidi ke daerah di Kepri. Juga dalam surat tersebut menyarankan pihak distributor untuk membuka kantor perwakilan di Kepri untuk memudahkan distribusi.

“Surat itu nanti ditembuskan ke Menteri Pertanian agar pihak kementerian tahu kita peduli akan program pemerintah pusat ini dan problem pada pendistribusiannya” tegas Sekda Arif

Pada kesempatan yang sama Kabid Sarpras Pertanian Dinas Pertanian Provinsi Kepri Suryani menjelaskan bahwa pupuk bersubsidi adalah pupuk dalam pengawasan yang pengadaan dan penyalurannya mendapat subsidi dari pemerintah untuk petani.

“Masalah utamanya adalah karena kita di Provinsi Kepri  penyaluran pupuk masih memakai sistem operasi pasar, karena belum ada penunjukan pengecer oleh distributor. Petani sudah melakukan penebusan dengan kartu tani tapi pupuk belum tersedia di tempat menggesek mesin EDC. Uang yang disetor petani kepada pemegang EDC, setelah terkumpul baru disetorkan ke distributor,” tutur Suryani.

Turut menghadiri rapat ini Kepala Biro Administrasi Perekonomian Novianto, Perwakilan Dinas Pertanian dan Perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Redaksi@www.rasio.co//

Marlin : Tetap Fokus Pemulihan Kesehatan dan Ekonomi

0

RASIO.CO , Tanjungpinang – Marlin Agustina menyampaikan bahwa saat ini prioritas Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau adalah untuk menangani dan mengantisipasi dampak pandemi Covid-19. Hal ini disampaikannya di Ruang Sidang Utama DPRD Kepri, Dompak, Kamis (10/6).

“Berbagai kebijakan telah kami lakukan, seperti realokasi anggaran dengan kebijakan ikat pinggang tight money policy seperti dikatakan bapak gubernur,” ucap Wagub Marlin.

Realokasi anggaran akan digunakan untuk  dukungan terhadap penanganan bidang kesehatan, jaring pengaman sosial dan dampak ekonomi sehingga pemulihan ekonomi dapat disegerakan usai terkontraksinya ekonomi Kepri di masa Pandemi Covid-19.

Karena wabah Covid-19 pula seperti dikatakan oleh Wagub Marlin  yang menyebabkan capaian realisasi pendapatan dan belanja daerah menjadi rendah. Capaian realisasi pendapatan mengalami penurunan akibat perubahan arah kebijakan pendapatan daerah terutama usai terbitnya Perpres Nomor 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian APBN tahun 2020.

“Perubahan arah kebijakan dari pemerintah pusat mengakibatkan berkurangnya alokasi dana transfer ke daerah, sehingga capaian kita tidak maksimal,” ungkap Wagub Marlin.

Untuk mengurangi ketergantungan pendapatan daerah terhadap dana perimbangan dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kepri sebagaimana Visi dan Misi Gubernur dan Wakil Gubernur telah memprioritaskan atas pembangunan sektor kemaritiman.

“Saya dan Bapak Gubernur telah berkomitmen untuk menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai program prioritas pembangunan,” kata Wagub Marlin dihadapan anggota DPRD.

Selain itu, untuk menggenjot lagi pendapatan daerah terutama terhadap potensi objek retribusi labuh jangkar dan pendapatan retribusi pemanfaatan ruang laut. Pemerintah Provinsi Kepri tengah menggesa proses Pengintegrasian antara dokumen RZWP3K dan RTRW.

Hal ini dikarenakan Undang-undang Nomor 11 tahun 2020 yang mengamanatkan untuk integrasi dua dokumen tersebut, maka usai pengintegrasian tersebut selesai Pemerintah Provinsi Kepri akan mempunyai hak untuk memungut biaya labuh jangkar dan retribusi ruang laut lainnya.

Turut hadir dalam sidang tersebut Sekretaris Daerah TS Arif Fadillah, Wakil Ketua I DPRD Kepri Hj Dewi Kumalasari, Wakil ketua II Raden Hari Tjahyono, dan Wakil Ketua III Tengku Afrizal Dahlan, serta beberapa perwakilan Forkompinda Kepri.

Redaksi@www.rasio.co//

Amsakar Terima Kunjungan BLUD DPD RI

0

 RASIO.CO , Batam – Amsakar Achmad menerima kunjungan Badan Legislasi Urusan Daerah, Dewan Perwakilan Daerah RI di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (10/6).

Dalam kunjungan kerja tersebut, BLUD DPD RI mengklarifikasi ke Pemerintah Kota Batam terkait gambaran perkembangan Peraturan Pemerintah (PP) 21/2021 tentang Rencana dan Kebijakan Daerah Tentang Tata Ruang Wilayah.

“Kami menyambut baik kunjungan ini, semoga kehadiran rekan-rekan DPD RI menjadi harapan baru dalam memajukan Kota Batam,” kata Amsakar.

Dalam kesempatan itu, Amsakar menyampaikan sejarah Kota Batam dan juga perkembangan ekonomi daerah yang kini tergerus akibat Covid-19, hingga penyelenggaran tata ruang di Batam. “Secara teknis, kami menghadirkan OPD (Perganisasi Perangkat Daerah) untuk membahas kebutuhan kunjungan BLUD DPD RI,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPD RI Dapil Kepri, Richard Hamonangan Pasaribu, mengapresiasi sambutan Pemko Batam. Ia melaporkan, dalam kunjungan tersebut pihaknya mrmbawa 13 Anggota BLUD DPD RI.

“Terima kasih atas sambutan dan kiranya pertemuan ini berkah untuk kita semua,” katanya.

Di lokasi sama, Wakil Ketua II BLUD DPD RI, A Hakim, menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan terlibat dengan peraturan daerah, namun hanya memfasilitasi mempercepat pembentukan aturan daerah.

Adapun tujuan kunjungan tersebut untuk mengetahui gambaran tentang penerapan RTRW hingga mengatahui dampak berkaitan produk hukum PP 21/2021 di daerah. Dalam kunjungan itu juga dibuka forum diskusi yang dipimpin langsung Wakil Wali Kota, Wakil Ketua II BLUD DPD RI, dan Anggota BLUD DPD RI.

Redaksi@www.rasio.co//

Amsakar Tinjau Vaksinasi untuk 750 Pegawai Pemko

0

RASIO.CO , Batam – Sebanyak 750 pegawai dan keluarga di lingkungan Pemko Batam divaksin di Dataran Engku Putri. Vaksinasi itu ditinjau langsung Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Kamis (10/6).

Adapun vaksinasi itu merupakan dosis pertama dengan mendatangkan tiga tim vaksinator dari Puskesmas Tanjungsengkuang, Bulang, dan Galang. Kegiatan itu ditaja Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Batam.

Amsakar mengatakan, penanganan Covid-19 harus terus digencarkan, salah satunya melalui vaksinasi tersebut. Hal itu disampaikan Amsakar mengingat masih melonjaknya kasus penyebaran Covid-19

“Covid-19 ini akan terus berlanjut, bahkan sudah 10.425 kasus positif di Batam sejak pertama kali Covid-19 masuk ke Batam,” katanya.

Dengan begitu, Amsakar meminta semua masyarakat khsususnya keluarga pegawai agar ikut mensosialisasikan vaksinasi ini. Bahkan, ia menargetkan 70 persen warga Batam divaksin.

“Ajak warga lain. Bantu kami menyosialisasikan vaksinasi ini. Silakan datang langsung ke Puskesmas untuk divaksin,” kata Amsakar.

Amsakar mengatakan, dalam menyelesaikan persoalan Covid-19 ini membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pasalnya, dampak dari Covid-19 ini terus terasa khususnya di sektor ekonomi.

“Kalau kasus ini tak berhenti, maka pukulan untuk Batam akan terus berlanjut, khususnya bagi perekonomian Batam,” kata Amsakar.

Ia juga menyampaikan bahwa vaksin tersebut penting untuk meningkatkan imun tubuh. Bahkan, dengan imunisasi, melawan Covid-19 lebih mudah.

 “Kita genjot bagaimana agar seluruh masyarakat memiliku imun tubuh yang baik agar mampu menekan penyebaran Covid-19,” katanya.

Hadir dalam vaksinasi itu Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid, Kepala BKPSDM, Hasnah, Kepala Dinas Kominfo Batam, Azril Apriansyah, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Batam, Raja Azmansyah, dan peserta  vaksinasi.

Redaksi@www.rasio.co //

Sudah 226.350 Masyarakat Kepri yang divaksin

0

RASIO.CO , Batam – Wagub Marlin kembali meninjau pelaksanaan vaksinasi di lapangan. Kali ini, Wagub Marlin meninjau pelaksanaan vaksinasi di Gedung Dekranasfa Batam dan Batamindo.

Wakil Gubernur Hj Marlin Agustina terus mendorong capai vaksinasi di Kepri semakin besar. Peran serta semua pihak sangat penting, sehingga masyarakat semakin banyak yang divaksin. Kekebalan komunitas(herd immunity)  di Kepri diharapkan segera terjadi.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat Kepri yang antusias dengan vaksinasi. Sampai semalam sudah 226.350 masyarakat Kepri yang divaksin. Kita harap peningkatannya semakin hari semakin banyak,” kata Wagub Marlin di Batam, Senin (7/6).

Wagub Marlin berterima kasih kepada semua pihak yang mendorong berdirinya sentra vaksinasi selain di puskesmas-puskesmas. Semua kelompok seakan berlomba-lomba menjadi yang terdepan untuk mempercepat vaksinasi di Kepri. Laju vaksinasi di Kepri memang terlihat dari data nasional yang terbit pekan lalu. Kepri termasuk lima besar provinsi yang vaksinasi dosis satunya paing banyak.

Vaksinasi dosis pertama Kepri sebesar 54,83 berada di bawah Bali, DKI Jakarta (77,44 persen), Di Yogyakarta (61,69 persen) dan Jawa Timur (49,74 persen).

226.350 warga yang divaksin tersebut, menandakan sudah 15,3 persen masyarakat yang divaksin dari target 1.486.091 jiwa. Wagub Marlin yakin tambahan semakin hari akan semakin besar capaiannya. Apalagi semua tampak bergerak aktif menyuskseskan vaksinasi di Kepri.

Pada kesempatan kunjunganya ke sentra vaksinasi, Wagub Marlin pun terus mengingatkan semua untuk patuh dengan protokol kesehatan. Walapun sudah divaksin, masyarakat jangan lalai dan meninggalkan lima M.

“Sekali lagi, semua ini akan berhasil kalau semua berdisiplin dengan protokol kesehatan. Terus memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,” kata Wagub Marlin.

Redaksi@www.rasio.co//

BP Batam Paparkan Usulan Proyek Unggulan Dalam Rakor Program BBK

0

RASIO.CO , Batam – Sesuai dengan amanat Presiden RI, pengembangan dan pengelolaan Kawasan Batam, Bintan, dan Karimun akan dilakukan secara terintegrasi dengan pengembangan core business/industri yang saling mendukung dan infrastruktur yang terkoneksi antarkawasan.

Hal ini disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Wahyu Utomo, dalam Rapat Koordinasi Usulan Program/Proyek Prioritas dalam Rencana Induk BBK.

Rakor digelar pada Selasa (8/6/2021), bertempat di Ruang Tunggu A2 Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam.

Wahyu mengatakan, Rakor ini digelar guna meninjau langsung serta memahami kebutuhan-kebutuhan penting dari masing-masing kawasan, guna membangun perekonomian setelah terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2021Tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.

“Karena Batam, Bintan dan Karimun adalah kawasan yang menjadi ujung tombak perekonomian di Indonesia,” ungkap Wahyu dilansir bpbatam.go.id.

Wahyu mengatakan, rencana induk masing-masing wilayah BBK perlu dilakukan pengembangan sesuai dengan kelebihan wilayahnya masing-masing dengan mengedepankan sektor yang berdaya saing.

“Sebagai contoh, Batam akan kita jadikan Hub Logistik Internasional, Industri Kedirgantaraan, Industri Light and Valuable, Industri Digital dan Kreatif, Perdagangan Internasional, serta Pusat Keuangan dan Wisata Kesehatan Terintegrasi,” jelas Wahyu.

Asumsi Skenario Pertumbuhan Ekonomi Rencana Pengembangan dalam Rencana Induk KPBPB BBK mengusung Skenario Optimis, dengan menargetkan sedikitnya Rp5.924 triliun total kebutuhan investasi hingga Tahun 2045.

Sedangkan Program/Proyek dalam Rencana Induk Kawasan BBK mengusung Tahap Short Term (2021-2025) yang mencakup sebanyak 109 proyek, dengan total indikasi investasi Rp 629 triliun.

“Tentunya ini angka yang tidak sedikit, dan kita harus bersinergi untuk memperbaiki regulasi, mekanisme dengan menyinergikan kinerja dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat,” kata Wahyu

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Bidang Kebijakan Strategis BP Batam, Enoh Suharto,  memaparkan mengenai Rencana Pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Ia mengatakan, area kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk Pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam telah disiapkan seluas 354 hektare.

Proses lelang sendiri telah selesai pada Maret 2021 lalu yang dimenangkan oleh Konsorsium PT Angkasa Pura I bersama dengan Incheon International Airport Corporation (IIAC) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

“Lama konsesinya 25 tahun, dengan lingkup proyek Renovasi Terminal 1, Pembangunan Terminal 2, dan Pengelolaan Cargo. Indikasi invetasinya sendiri lebih-kurang senilai Rp6,7 triliun. Kami harapkan nantinya Bandara Hang Nadim mampu menampung lebih dari 40 juta penumpang,” ujar Enoh.

Selain itu, kawasan Bandara Hang Nadim Batam juga tengah mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Aero Technic seluas 30 hektare, serta pembangunan runway kedua.

Turut hadir dalam kegiatan, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Wakil Bupati Karimun Azhar Hasyim, Wakil Walikota Batam Amsakar Ahmad, Asisten Deputi Penataan Ruang dan Pertanahan Kemenko RI, dan pejabat lainnya dari Pusat dan Daerah.

Wagub Marlin Yakin Penanganan Stunting di Kepri Semakin Baik

0

RASIO.CO , Batam – Wagub Marlin ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sukses menyelenggarakan penanggulangan stunting. Apresiasi ini diberikan Wagub Marlin karena penanggulangan stunting di Kepulauan Riau dapat dikendalikan dengan baik.

Khususnya kabupaten yang telah menjadi daerah lokus terlebih dahulu yaitu Lingga, Natuna dan Karimun. Kabupaten Kota lain pun bakal menyusul menjadi lokus penilaian berikutnya.

Wakil Gubernur Hj Marlin Agustina mengajak demua pihak untuk bersama-sama menekan angka prevalensi stunting di Kepri. Walaupun menjadi yang terbaik kedua setelah Bali, angka untuk prevalensi harus semakin baik lagi.

“Memang pada survey Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019 stunting di Kepri yang terbaik kedua setelah Bali. Kita ingin semakin baik lagi. Generasi Kepri harus tumbuh sehat dan selalu mendapatkan asupan terbaik,” kata Marlin saat Pembukaan Penilaian Kinerja Kabupaten / Kota dalam Pelaksanaan Delapan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Tahun 2021 di Graha Kepri, Batam, Senin (7/6).

Menurut Marlin, upaya pencegahan stunting harus dilakukan melalui intervensi gizi yang  terpadu, mencakup intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif. Penyelenggaraan intervensi yang terpadu untuk meyasar kelompak prioritas di daerah merupakan kunci keberhasilan perbaikan gizi.

“Upaya pencegahan stunting akan lebih efektif apabila interfensi gizi spesifik dan gizi sensitif dilakukan secara konvergen. Konvergensi penyampaian layanan membutuhkan keterpaduan proses perencanaan, penganggaran dan pemantauan program pemerintah secara lintas sektor untuk memastikan tersedianya layanan intervensi gizi kepada keluarga sasaran prioritas dan intervensi gizi sensitif untuk semua masyarakat,” kata Wagub Marlin.

Ada pun Delapan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting itu dengan melakukan identifikasi sebaran stunting, ketersediaan program, dan kendala dalam pelaksanaan integrasi intervensi gizi. Aksi kedua dengan menyusun rencana kegiatan untuk meningkatkan pelaksanaan integrasi intervensi gizi.

Aksi ketiga adalah menyelenggarakan rembuk stunting tingkat kabupaten/kota. Yang keempat memberikan kepastian hukum bagi desa untuk menjalankan peran dan kewenangan desa dalam intervensi gizi terintegrasi.

Aksi kelima adalah memastikan tersedianya dan berfungsinya kader yang membantu pemerintah desa dalam pelaksanaan intervensi gizi terintegrasi di tingkat desa. Yang keenam meningkatkan sistem pengelolaan data stunting dan cakupan intervensi di tingkat kabupaten/kota.

Aksi ketujuh adalah melakukan pengukuran pertumbuhan dan perkembangan anak balita dan publikasi angka stunting kabupaten/kota. Dan kedelapan melakukan review kinerja pelaksanaan program dan kegiatan terkait penurunan stunting selama satu tahun terakhir.

Redaksi@www.rasio.co //

Wujudkan Batam Bebas Covid-19

0

RASIO.CO , Batam – Sekda Kota Batam  Jefridin Hamid meninjau pelaksanaan vaksinasi pekerja di Kawasan Industri Batamindo, Kamis (10/6).

Ia mengajak seluruh perusahaan untuk mendaftarkan karyawannya untuk mengikuti vaksinasi. Untuk mendapatkan vaksinasi perusahaan dapat berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja.

“Yang belum divaksin silahkan didaftarkan,” kata dia.

Jefridin kembali mengingatkan, vaksinasi merupakan salah satu ikhtiar menekan penyebaran Covid-19. Seperti diketahui pandemi ini menekan segala sektor, termasuk ekonomi.

“Kalau covid ini dapat segera kita atasi, Batam akan kembali menggeliat ekonominya seperti biasa,” ucap dia.

Selain itu, pariwisata Batam juga sangat terdampak. Tidak tinggal diam, pemerintah terus berupaya untuk kembali meningkatkan sektor ini. Dalam hal ini,  Batam merupakan salah satu daerah yang dipilih yang akan menerapkan travel bubble.

“Kita masyarakat Batam harus syukuri ini, tapi travel bubble ada syaratnya yaitu salah satunya minimal masyarakatnya 70 persen sudah divaksin,” terangnya.

Tidak hanya untuk pekerja, masyarakat umum dapat mendatangi puskesmas terdekat untuk mendapatkan layanan gratis ini.

“Setelah divaksin ini, informasikan ke tetangga yang belum vaksin agar mereka ikut vaksin,” harap dia.

Selain mengajak masyarakat menyukseskan vaksinasi, Jefridin juga kembali mengingatkan semua elemen untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Hal serupa, lanjut Jefridin, seperti yang kerap disampaikan  Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad dalam berbagai kesempatan.

“Walau sudah di vaksin, tetap laksanakan  prokes. Kurangi mobilitas, pakai masker, hindari kerumunan dan lain-lain,” pungkasnya.

Redaksi@www.rasio.co//

Tim Penggerak PKK Kota Batam Dilantik dengan Menerapkan Prokes

0

RASIO.CO , Batam – PKK Kota Batam dan Kecamatan se-Kota Batam masa bakti 2021-2024 resmi dilantik. Acara pelantikan tersebut di selenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Tak hanya diwajibkan menggunakan masker, setiap peserta yang datang dilakukan pengecekan suhu tubuh dan menggunakan sanitizer. Kemudian, kursi di dalam ruangan juga diatur berjarak 2 meter. Kemudian untuk makanan juga dihidangkan dengan kotak, sehingga tidak ada makan di tempat.

Peserta dan tamu undangan juga sangat terbatas, hanya dihadiri oleh pengurus yang akan dilantik. Sedangkan OPD dan kecamatan yang hadir hanya perwakilan saja. Sehingga yang hadir jauh dari kapasitas ruangan. Pantauan di lokasi acara ruangan juga terlihat cukup lengang dan banyak kursi-kursi yang kosong

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batam, Marlin Agustina mengatakan kegiatan pelantikan ini sangat penting agar para pengurus dapat segera bekerja. Tentunya membantu program-program pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat.

“Tim Penggerak PKK ini tidak ada gaji, kegiatannya murni untuk sosial membantu masyarakat,” kata Marlin di Golden Prawn, Rabu (9/6/2021) malam.

PKK sendiri mempunyai 10 program pokok yang terbagi dalam 4 pokja. Di antaranya Pokja I meliputi penghayatan dan pengamalan Pancasila dan gotong royong. Kemudian Pokja II meliputi pendidikan dan keterampilan serta pengembangan kehidupan berkoperasi.

Selanjutnya Pokja III meliputi pangan, sandang, perumahan dan tatalaksana rumah tangga. Sedangkan Pokja IV berupa kesehatan, kelestarian lingkungan hidup dan Perencanaan sehat.

“Dalam pengurusan tahun ini kami buat sedikit berbeda, karena tidak hanya ibu-ibu saja tapi juga melibatkan langsung para bapak-bapak,” kata Marlin.

Pihaknya juga melibatkan langsung beberapa ustad dan ustadzah masuk dalam kepengurusan Tim Penggerak PKK Kota Batam. Tujuannya tidak lain adalah agar para tokoh agama itu dapat membantu Tim Penggerak PKK dalam membentuk karakter anak-anak dan remaja di Batam yang lebih baik.

Marlin juga berpesan saat ini pandemi Covid-19 masih belum berakhir, itu sebabnya pengurus TP PKK Kota Batam diminta terus gencar sosialisasi pentingnya protokol kesehatan. Mulai dari keluarga, kerabat, tetangga dan lingkungan tempat tinggalnya.

“Selain itu kita semua juga harus membantu pemerintah dalam mensukseskan vaksinasi Covid-19. Sosialisasikan bahwa vaksin aman, supaya masyarakat tidak ragu,” katanya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi Mengatakan Pemko Batam menargetkan minimal 70 persen masyarakat Batam harus divaksin pada Juli mendatang. Karena itu program vaksinasi terus dijalankan saat ini.

“Kita harus mampu mengendalikan penyebaran Covid-19 di Kota Batam. Karena itu ayo ajak masyarakat untuk vaksin, agar pandemi ini segera berakhir,” kata Rudi.

Redaksi@www.rasio.co//