Jumat, Juni 5, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 102

Dugaan Penjualan Aset PTPN I, PT DMKR Kembalikan Rp150 Miliar ke Kejati

0

RASIO.CO, Medan – Tim Penyidik Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara menerima pengembalian kerugian keuangan negara senilai Rp150 miliar dari PT Deli Megapolitan Kawasan Residensial (DMKR). Pengembalian tersebut terkait kasus dugaan penjualan lahan aset PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I yang melibatkan anak perusahaannya, PT Nusa Dua Propetindo (NDP).

Aspidsus Kejati Sumut Mochamad Jefry menjelaskan, uang tersebut dikembalikan meski penyidik belum menyelesaikan perhitungan kerugian negara secara riil.

“Terhadap nominal kerugian keuangan negara sampai saat ini masih dalam proses perhitungan,” ujar Jefry dikutip dari CNNIndonesia, Rabu (22/10).

Meski demikian, ia menegaskan penyidik tetap membuka ruang bagi pihak-pihak yang ingin mengembalikan dugaan kerugian negara.

“Penyidik akan terus menunggu upaya pengembalian kerugian keuangan negara. Nantinya akan dikaitkan dengan hasil perhitungan resmi yang sedang berjalan,” katanya.

Jefry juga mengimbau masyarakat dan konsumen perumahan agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi selama proses hukum berlangsung.

“Kami mengharapkan masyarakat tidak terprovokasi sekiranya ada upaya ilegal dalam penguasaan aset yang sedang berperkara tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kejati Sumut Harli Siregar menjelaskan bahwa proses penghitungan kerugian negara masih dilakukan. “Dari HGU yang diusulkan menjadi HGB ada sekitar 93,8 hektare. Ada kewajiban menyerahkan 20 persen atau sekitar 18 hektare menjadi hak negara. Ini sedang dihitung seberapa besar nilainya jika dikonversi menjadi kewajiban uang,” terang Harli.

Ia menegaskan, penyidikan tidak hanya berfokus pada penegakan hukum terhadap pelaku, tetapi juga pemulihan kerugian negara. “Jaksa berupaya tidak semata-mata menghukum para pelaku, tetapi juga memulihkan kerugian keuangan negara,” ujarnya.

Plh Kasi Penkum Kejati Sumut Husairi menambahkan, uang Rp150 miliar yang dikembalikan PT DMKR telah disita dan dititipkan di Bank Mandiri Cabang Medan. “Pengembalian ini merupakan hal positif dan membantu tim penyidik dalam upaya penyelamatan kerugian negara,” katanya.

Dalam kasus ini, Kejati Sumut telah menetapkan tiga tersangka, yakni IS selaku Direktur PT NDP, ASK selaku Kepala Kantor Wilayah BPN Sumut periode 2022–2024, dan ARL selaku Kepala Kantor BPN Kabupaten Deli Serdang periode 2023–2025.

Ketiganya diduga terlibat dalam penjualan aset PTPN I seluas 8.077 hektare kepada PT Ciputra Land untuk pembangunan perumahan mewah Citraland. Modus yang digunakan yakni melalui kerja sama operasional (KSO) antara PT NDP dan PT Ciputra Land.

Dari total lahan 8.077 hektare itu, sekitar 2.514 hektare digunakan untuk pengembangan residensial dan 5.563 hektare untuk kawasan bisnis dan industri hijau. Namun, ASK dan ARL diduga memberikan persetujuan penerbitan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama PT NDP tanpa memenuhi kewajiban penyerahan 20 persen lahan kepada negara.

Lahan tersebut kemudian dikembangkan PT DMKR menjadi perumahan mewah Citraland meski masih berstatus aset negara. Tindakan ini diduga menyebabkan hilangnya aset negara sebesar 20 persen dari total luas lahan HGU yang diubah menjadi HGB akibat revisi tata ruang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PTPN I dan PT DMKR belum memberikan keterangan resmi terkait kasus yang sedang diselidiki Kejati Sumut tersebut.

***

Polda Kepri Gelar Donor Darah Serentak Peringati Hari Jadi Humas Polri ke-74

0

RASIO.CO, Batam – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Humas Polri ke-74 tahun 2025, Polda Kepulauan Riau bersama seluruh Polres dan Polresta jajaran menggelar kegiatan donor darah serentak, Rabu (22/10).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial dan semangat berbagi keluarga besar Polda Kepri kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung ketersediaan stok darah di wilayah Kepulauan Riau.

Pelaksanaan donor darah dilakukan serentak di Polda Kepri dan seluruh Polres/ta jajaran, diikuti oleh personel Polri, wartawan, serta masyarakat umum. Dari kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 113 kantong darah berhasil dikumpulkan.

Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si., melalui Kaurpenum Subbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKP Tigor Sidabariba, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini bukan sekadar momentum peringatan Humas Polri, tetapi juga bentuk semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial jajaran Polda Kepri terhadap masyarakat.

“Kegiatan donor darah ini kami laksanakan sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi Humas Polri ke-74. Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan manfaat sosial kepada masyarakat. Semoga darah yang disumbangkan dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar AKP Tigor Sidabariba.

Ia menambahkan, semangat kebersamaan dan solidaritas yang ditunjukkan seluruh jajaran Polda Kepri diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan kemanusiaan lainnya.

Melalui kegiatan donor darah serentak ini, Polda Kepri berkomitmen memperkuat hubungan harmonis antara Polri, media, dan masyarakat, sekaligus mencerminkan nilai-nilai Polri yang humanis, peduli, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Redaksi@www.rasio.co//

Sepekan Terakhir, Dua Pimpinan KKB Papua Dilaporkan Tewas

0

RASIO.CO, Jakarta – Dalam sepekan terakhir, dilaporkan dua pimpinan atau panglima Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua meninggal dunia. Satu tewas dalam operasi militer aparat TNI, sementara satu lainnya dilaporkan meninggal karena sakit.

Kasus pertama terjadi di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Panglima Kodap XV Ngalum Kupel, Lamek Alipky Taplo, tewas bersama tiga anggota KKB lainnya dalam operasi penyerangan aparat pada Minggu (19/10).

Serbuan yang dilakukan Komando Operasi Swasembada Papua itu merupakan tindak lanjut dari laporan intelijen terkait aktivitas kelompok bersenjata pimpinan Lamek Taplo yang diduga kerap melakukan aksi teror, pemerasan, dan intimidasi terhadap masyarakat sipil.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemulihan stabilitas keamanan di wilayah perbatasan RI-PNG, khususnya di Distrik Kiwirok,” ujar Asintelter Koops Swasembada Papua, Letkol Inf Renaldy H dikutip CNNIndonesia, Senin (20/10).

Renaldy menjelaskan, Lamek Taplo merupakan salah satu pimpinan KKB paling aktif di wilayah Pegunungan Bintang. Sejak 2020 hingga 2025, kelompoknya terlibat dalam berbagai aksi kekerasan dan penyerangan terhadap aparat maupun fasilitas umum.

Beberapa di antaranya yakni penyerangan pekerja proyek Jalan Trans Papua (Maret 2020), perampasan senjata dari Pospol Subsektor Oksamol (Mei 2021), pembakaran Puskesmas Kiwirok, serta pembunuhan tenaga kesehatan (September 2021). Kelompok itu juga tercatat menyerang pesawat Smart Air, membakar sekolah dan fasilitas umum di Kiwirok dan Serambakon, hingga menembak helikopter yang membawa bantuan kemanusiaan pada Oktober 2025.

Akibat rentetan aksi tersebut, tercatat enam korban jiwa dan delapan korban luka berat, sementara tujuh bangunan fasilitas umum serta enam alat berat ikut dibakar.

“Tewasnya Lamek Alipky Taplo merupakan tindakan nyata TNI dalam menjamin keamanan masyarakat di perbatasan demi terciptanya Papua yang aman dan damai. Operasi akan terus dilaksanakan secara terukur dan berkelanjutan,” tegas Renaldy.

Sementara itu, pimpinan KKB lainnya, Undius Kogoya, dilaporkan meninggal dunia karena sakit di Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Rabu (22/10) pukul 15.00 WIT.

Kapolres Intan Jaya, Kompol Sofian Samakori, membenarkan kabar tersebut. “Undius Kogoya dilaporkan meninggal karena sakit di Wandai,” kata Sofian, dikutip dari Antara, Kamis (23/10).

Berdasarkan informasi yang diterima, sebelum meninggal Undius sempat berpindah dari Timika menuju Enarotali, Kabupaten Paniai, lalu kembali ke Intan Jaya. Namun, saat tiba di Wandai, kondisinya memburuk dan akhirnya meninggal dunia.

KKB pimpinan Undius Kogoya diketahui aktif melakukan berbagai penyerangan terhadap warga sipil dan aparat keamanan di Kabupaten Intan Jaya sejak tahun 2022.

Dengan tewasnya dua pimpinan besar KKB tersebut, aparat keamanan berharap situasi di sejumlah wilayah rawan di Papua dapat berangsur stabil dan kondusif.

***

Sinergi Koperasi dan Kejaksaan, Bupati Karimun Dorong Tata Kelola Transparan

0

RASIO.CO, Karimun – Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, menghadiri penandatanganan nota kesepahaman antara Koperasi Merah Putih Sungai Raya dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Karimun terkait pembangunan Adhyaksa Kerja Sama Merah Putih, Rabu (22/10).

Kerja sama ini bertujuan memperkuat sinergi antara lembaga koperasi dengan aparat penegak hukum dalam mewujudkan tata kelola kelembagaan yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Bupati Iskandarsyah mengapresiasi langkah kolaboratif tersebut dan menilai bahwa inisiatif ini menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di Kabupaten Karimun.

Ia menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, termasuk penegak hukum, dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan koperasi. Menurutnya, tata kelola yang baik akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga koperasi sekaligus memperkuat perekonomian lokal.

Kerja sama ini juga diharapkan menjadi contoh positif bagi koperasi lain di Kabupaten Karimun dalam membangun kemitraan strategis dengan lembaga pemerintah dan aparat penegak hukum, demi mewujudkan ekonomi daerah yang transparan, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Redaksi@www.rasio.co//

Gubernur Ansar Apresiasi Gerakan Tanjak Lobam untuk Perkuat PAD Kepri

0

RASIO.CO, Bintan – Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kepri yang meluncurkan Gerakan Tanjak Lobam (Taat Pajak Lobam) di Kawasan Bintan Inti Industrial Estate (BIIE), Lobam, Kabupaten Bintan, Rabu (21/10).

Program ini digagas untuk memperkuat optimalisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak kendaraan bermotor (PKB), pajak alat berat (PAB), serta pajak daerah lainnya dari kawasan industri strategis tersebut.

Dalam sambutannya, Gubernur Ansar menilai bahwa Gerakan Tanjak Lobam merupakan bentuk nyata inovasi daerah menuju kemandirian fiskal di tengah dinamika ekonomi nasional. Ia menyebut pemerintah daerah dituntut untuk semakin kreatif dalam menggali potensi pendapatan agar tidak terlalu bergantung pada kebijakan pusat.

“Gagasan Tanjak Lobam ini adalah langkah konkret untuk memperkuat pondasi fiskal daerah. Kita tahu, beberapa waktu terakhir banyak penyesuaian APBD yang harus dilakukan karena kebijakan pusat. Maka, daerah harus mampu berinovasi dan mengejar kemandirian fiskal,” ujar Ansar.

Menurutnya, pajak kendaraan bermotor dan pajak alat berat merupakan dua sumber utama PAD yang berpotensi besar untuk dioptimalkan. Namun, keberhasilan peningkatan pendapatan daerah tidak akan tercapai tanpa sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan aparat penegak hukum.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan berbagai pihak—termasuk BRI, kepolisian, Jasa Raharja, dan pelaku industri di Lobam—adalah kunci. Gerakan ini menjadi inovasi yang bagus dalam membangun ekosistem kepatuhan pajak yang sehat,” tambahnya.

Ansar juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara peningkatan pendapatan daerah dan iklim investasi. Menurutnya, kebijakan ekstensifikasi pajak harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak menghambat gairah dunia usaha di Kepri.

“Kepri ini adalah kawasan perdagangan dan investasi global. Jadi, kebijakan fiskal kita juga harus bijak dan tidak membebani pelaku usaha, agar daya saing tetap terjaga,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bapenda Kepri Abdullah menjelaskan bahwa Kawasan Industri Bintan Inti Estate merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi penting di Kepri. Potensi pajak kendaraan bermotor dan alat berat di kawasan tersebut dinilai sangat besar, sehingga perlu langkah strategis seperti Gerakan Tanjak Lobam untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, dan pelaku usaha.

“Gerakan ini bertujuan untuk mengoptimalkan sinergi data dan pelayanan pajak daerah, mendorong kepatuhan dan ketertiban di lingkungan kawasan industri, serta menjadikan Kawasan Industri Lobam sebagai model percontohan kawasan taat pajak di Kepri,” jelas Abdullah.

Ia menambahkan, inisiatif ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, serta Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

General Manager PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE), Aditya Laksamana, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan gerakan ini. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri sangat penting untuk menciptakan iklim investasi yang sehat dan kompetitif.

“Kawasan ini telah lama menjadi motor penggerak ekonomi di Kepri. Inisiatif jemput bola seperti ini sangat kami apresiasi, karena menjadi bentuk nyata sinergi dunia usaha dan pemerintah dalam meningkatkan kontribusi terhadap penerimaan daerah,” ujarnya.

Sebagai bentuk penghargaan atas dukungan terhadap optimalisasi penerimaan daerah, Gubernur Ansar Ahmad menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah pihak, di antaranya Bupati Bintan Roby Kurniawan, Dirlantas Polda Kepri Kombes Pol. Andhika Bayu Adittama, Kapolres Bintan AKBP Yunita Stevani, Kakanwil Jasa Raharja Kepri Gentur Anggoro Waseso, Pimpinan Cabang BRI Tanjungpinang Haris Hanafi Nasution, GM PT BIIE Aditya Laksamana, serta perwakilan perusahaan di kawasan industri Lobam.

Melalui Gerakan Tanjak Lobam, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berharap dapat memperkuat kesadaran kolektif bahwa kepatuhan pajak bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk kontribusi nyata untuk pembangunan daerah yang adil, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Redaksi@www.rasio.co//

Kemenko Polhukam Gelar Rakor di Batam, Bahas Harmonisasi Kewenangan Pusat dan Daerah

0

RASIO.CO, Batam – Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) menggelar Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi dalam rangka Harmonisasi Kewenangan Pusat dan Daerah melalui Evaluasi Implementasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Batuampar, Rabu (22/10).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polhukam, Mayjen TNI Heri Wiranto. Ia menjelaskan, rapat ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan maraton yang digelar di tiga zona, yakni zona timur di Sulawesi, zona tengah di Bali, dan zona barat di Batam.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menghimpun berbagai masukan terkait tata kelola pemerintahan yang telah berjalan, termasuk pola hubungan antara pemerintah pusat dan daerah. Tujuannya agar ke depan penyelenggaraan pemerintahan semakin efektif dan selaras,” ujar Heri Wiranto.

Ia menegaskan, seluruh masukan dari kepala daerah yang hadir akan dijadikan bahan evaluasi dalam penyempurnaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Kami berharap masukan dari kepala daerah dapat menjadi poin penting dalam revisi peraturan ke depan. Masukan dari daerah sangat berarti untuk memastikan kebijakan pusat berpijak pada realitas lapangan,” tambahnya.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang turut menjadi narasumber dalam forum tersebut, menilai kegiatan ini penting untuk meninjau kembali pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

“Rakor seperti ini patut disambut baik. Spiritnya adalah menggali masukan dari bawah agar pengelolaan pemerintahan benar-benar sesuai dengan kebutuhan daerah,” kata Amsakar.

Ia mencontohkan sejumlah persoalan kewenangan yang dinilai perlu ditinjau ulang, seperti pengawasan terhadap 31 kawasan industri di Batam yang saat ini menjadi kewenangan provinsi, serta pengelolaan pendidikan tingkat SMA yang juga berada di bawah pemerintah provinsi.

“Ini bukan soal benturan kewenangan, melainkan bagaimana kita mencari solusi terbaik agar pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” tegasnya.

Selain membahas sinkronisasi kewenangan, kegiatan tersebut juga menjadi ajang strategis untuk memperkuat komunikasi antarlembaga dan memperkuat sinergi antarlevel pemerintahan.

Amsakar juga mengapresiasi dipilihnya Batam sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan zona barat. Menurutnya, hal ini sekaligus menggeliatkan sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di kota yang tengah berkembang pesat tersebut.

“Terima kasih kepada Kemenko Polhukam yang mempercayakan Batam sebagai tuan rumah. Selain menjadi wadah strategis untuk menyampaikan aspirasi daerah, kegiatan ini juga memberi dampak positif bagi ekonomi lokal,” ujarnya.

Dengan semangat sinergi antara pusat dan daerah, rakor ini diharapkan mampu melahirkan arah baru penyelenggaraan pemerintahan yang lebih harmonis, efektif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Redaksi@www.rasio.co//

Pemprov Kepri dan BPN Perkuat Sinergi Pemetaan Lahan Strategis untuk Investasi

0

RASIO.CO, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kepri memperkuat sinergi dalam pemetaan lahan strategis guna membuka ruang investasi baru di wilayah Kepri. Langkah ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Selasa (21/10).

Rakor dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, dan dihadiri oleh Kepala Kanwil BPN Kepri, Nurus Sholichin, beserta jajarannya, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kepri.

Dalam arahannya, Wagub Nyanyang menegaskan bahwa Pemprov Kepri berkomitmen mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi dengan memperluas pusat investasi tidak hanya di Batam dan Bintan, tetapi juga di Tanjungpinang dan Karimun.

“Tujuan rapat hari ini adalah memetakan lokasi-lokasi potensial untuk investasi agar pemerataan pembangunan bisa tercapai. Kami ingin memastikan ketersediaan lahan sebelum investor masuk, terutama di Tanjungpinang dan Karimun,” ujar Nyanyang.

Ia menambahkan, sejumlah investor telah menyatakan minat untuk berinvestasi di Kepri, khususnya di Pulau Bintan pada tahun 2025. Sektor yang diminati antara lain pembangunan kawasan Artificial Intelligence (AI) dan Data Center, kawasan industri, proyek jembatan Batam–Bintan, pelabuhan bongkar muat berskala internasional, serta pengembangan skytrain di Tanjungpinang.

Wagub berharap dukungan dan masukan dari BPN Kepri terkait status lahan yang akan diinvestasikan, agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

“Kami mohon dukungan dari BPN dan Kantah di daerah agar sinkronisasi dengan OPD seperti Dinas PUPP dan DLH bisa berjalan baik, terutama dalam memastikan status dan kesiapan lahan investasi,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Kepri, Nurus Sholichin, menjelaskan bahwa pihaknya hadir bersama Kantah Tanjungpinang dan Bintan untuk mendiskusikan posisi dan status tanah, baik yang sudah dikuasai, diusahakan, maupun yang berpotensi ditelantarkan.

“Kami juga menyampaikan perkembangan mengenai Peraturan Pemerintah tentang tanah terlantar. Data ini penting agar lahan berpotensi ekonomi dapat dimanfaatkan secara optimal,” jelas Nurus.

Dalam rakor tersebut, Kantah Bintan dan Tanjungpinang memaparkan hasil identifikasi dan pemetaan lokasi berpotensi investasi, termasuk lahan terlantar dan aset sitaan BLBI.

Kepala Bappeda Kepri, Aries Fhariandi, menambahkan bahwa tantangan utama Kepri saat ini adalah kesenjangan antara minat tinggi investor dan kesiapan lahan yang masih terbatas.

“Minat investasi di Kepri sangat tinggi, terutama di kawasan yang sudah kami promosikan. Karena itu, kita harus segera melakukan identifikasi dan pendataan menyeluruh agar ketika investor datang meninjau lokasi, lahan yang ditawarkan sudah siap,” ungkap Aries.

Rakor ini menghasilkan kesepahaman bahwa sinergi lintas instansi mutlak diperlukan untuk mempercepat penyediaan lahan investasi yang aman dan legal. Pemprov Kepri dan BPN Kepri sepakat membentuk tim teknis guna mempercepat proses identifikasi dan penetapan lahan strategis di wilayah Kepulauan Riau.

Redaksi@www.rasio.co//

Bikers Kepri Hadiri Honda Bikers Day Regional Sumatera 2025 di Medan

0

RASIO.CO, Batam – Bikers One Heart Community Kepulauan Riau turut ambil bagian dalam ajang akbar Honda Bikers Day (HBD) Regional Sumatera 2025 yang digelar di Istana Maimun, Medan, pada 11 Oktober 2025.

Para bikers Honda dari Kepri hadir dengan penuh antusias untuk merayakan kebersamaan dan mempererat solidaritas sesama pencinta sepeda motor Honda se-Sumatera.

Honda Bikers Day Regional Sumatera merupakan ajang tahunan yang paling dinantikan oleh komunitas sepeda motor Honda. Selain menjadi tempat berkumpulnya para bikers dari berbagai daerah, acara ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman, memperkuat jaringan komunitas, serta menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari keluarga besar Honda.

Bikers One Heart Community Kepri diwakili oleh ATHA dari CB150X Adventure Indonesia Kepri dan Fajarsyah dari Honda ADV Indonesia Chapter Batam. Keduanya menempuh perjalanan darat dan laut menuju Medan untuk menghadiri langsung acara tersebut.

Perjalanan touring dimulai dari pelepasan resmi di Main Dealer PT Capella Dinamik Nusantara Kepri, kemudian dilanjutkan ke Pelabuhan Punggur. Dari sana, para bikers menempuh perjalanan laut sekitar 20 jam menuju Pelabuhan Mengkapan, sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Kota Medan sebagai lokasi pelaksanaan HBD Regional Sumatera 2025.

Meski penuh tantangan—mulai dari bermalam di kapal, ban bocor, motor trouble, hingga hujan disertai angin kencang—semangat para bikers untuk hadir di ajang terbesar komunitas Honda di Sumatera tak pernah surut.

“Kami selaku Main Dealer Honda wilayah Kepulauan Riau selalu mendukung dan mengapresiasi komunitas di bawah paguyuban kami dalam kegiatan positif. Partisipasi ini menjadi bentuk apresiasi kami kepada komunitas One Heart Community Kepri yang mewakili dan membawa nama besar One Heart Community Kepri serta PT Capella Dinamik Nusantara di ajang Honda Bikers Day Regional Sumatera 2025,” ujar Duri Yanto, Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara Kepri.

Acara HBD semakin meriah dengan berbagai kegiatan menarik seperti lomba antar bikers, gathering komunitas, dan games berhadiah. Selain itu, tersedia pula booth aksesori sepeda motor Honda serta partisipasi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal untuk mendukung perekonomian masyarakat sekitar lokasi acara.

“Acara Honda Bikers Day Regional Sumatera 2025 ini sudah lama kami nantikan. Meskipun perjalanan jauh dan penuh kendala seperti ban bocor, motor trouble, dan hujan deras, semangat kami tidak pernah padam untuk hadir dan meramaikan HBD di Medan,” ungkap Atha, perwakilan Bikers One Heart Community Kepri.

Tak hanya para bikers yang bersemangat, vlogger otomotif perwakilan Honda Kepri juga turut mengabadikan momen kebersamaan di HBD Regional Sumatera 2025. Melalui sorotan kamera, suasana hangat dan energi positif para peserta tersampaikan dengan cara yang lebih dekat dan menarik.

Redaksi@www.rasio.co//

Hari Santri Nasional 2025, Kemenag Lingga Gelar Istighosah dan Doa Bersama

0

RASIO.CO, Lingga – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2025, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lingga menggelar kegiatan istighosah dan doa bersama di halaman kantor Kemenag Lingga, Selasa (21/10) malam.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan terhadap perjuangan para ulama dan santri dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain memperingati Hari Santri, acara tersebut juga bertujuan mempererat silaturahmi antarumat serta memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di tengah masyarakat.

Bupati Lingga yang diwakili oleh Tenaga Ahli, H. Abdullah, S.Th.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Hari Santri bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran dan kontribusi santri terhadap bangsa dan negara.

“Santri memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat dan cinta tanah air. Melalui semangat Hari Santri, mari kita jadikan momen ini untuk memperkuat komitmen dalam menjaga persatuan serta menebarkan nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat,” ujar H. Abdullah.

Kegiatan peringatan Hari Santri ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lingga, Kepala Kantor Urusan Agama se-Kabupaten Lingga, Ketua Majelis Agama, Ketua Badan Advokasi Kerukunan Beragama (BAKB), tokoh agama dan masyarakat, serta ASN di lingkungan Kemenag Lingga.

Turut hadir pula Kapolsek, anggota TNI AD, Dharma Wanita Persatuan (DWP), perangkat desa, para santri, santriwati, siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs), serta pelajar dari berbagai sekolah yang turut serta dalam kegiatan tersebut.

***

Produksi 3 Kg per Hari, KPK Temukan Tambang Emas Ilegal di Kawasan Mandalika

0

RASIO.CO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap keberadaan tambang emas ilegal yang beroperasi di dekat Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Temuan tersebut diakui sempat mengejutkan lembaga antirasuah itu.

Hal ini disampaikan Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi (Korsup) KPK Wilayah V, Dian Patria, dalam kegiatan Briefing Media Mewujudkan Pertambangan Bebas dari Korupsi: Tata Kelola Perizinan dan Pengawasan yang Bersih dan Akuntabel, Selasa (21/10).

“Saya juga baru tahu. Saya tidak pernah menyangka di Pulau Lombok, satu jam dari Mandalika, ada tambang emas besar,” ujar Dian di Gedung Merah Putih KPK, dikutip dari CNN Indonesia.

Menurut Dian, tambang ilegal tersebut mampu memproduksi sekitar tiga kilogram emas setiap hari. “Itu luar biasa, bisa tiga kilo emas dalam sehari. Ternyata di Lombok banyak tambang emas ilegal,” ucapnya.

KPK, lanjut Dian, mendorong pemerintah dan instansi berwenang untuk segera menegakkan aturan terhadap praktik tambang ilegal tersebut. “Kami dorong yang punya kewenangan untuk tegakkan aturan. Kalau tidak, ya kami yang tegakkan. Bisa jadi mereka bagian dari masalah, sengaja. Itu yang selama ini banyak terjadi,” tegasnya.

Ia juga menyinggung dugaan adanya pihak-pihak yang melindungi aktivitas tambang ilegal. “Mereka tidak berani menagih karena mungkin ada beking-bekingnya atau memang menikmati,” katanya.

Dian memastikan KPK telah menindaklanjuti temuan tersebut dengan melakukan koordinasi bersama pihak-pihak terkait. “Kami koordinasi dan dampingi. Jadi, kalau kami di Korsup, koordinasi supervisi pencegahan bisa lebih luas lagi,” ujarnya.

***