Kamis, November 5, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 12

Amsakar: Pembangunan Batam Butuh Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

0

RASIO.CO, Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong penguatan sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga keberlanjutan pembangunan di Kota Batam. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Silaturahmi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam bersama RT, RW, LPM, serta tokoh masyarakat Kecamatan Batu Aji Tahun 2026 di Aula Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) Batam, Batu Aji, Jumat (2/10/2026).

Amsakar mengatakan, silaturahmi tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Forum itu juga menjadi kesempatan untuk menyatukan langkah dalam menjawab berbagai kebutuhan serta persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

Menurut Amsakar, pertemuan bersama RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat dapat menjadi energi baru dalam perjalanan kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.

“Silaturahmi ini, insyaallah akan menjadi energi baru di era kepemimpinan Amsakar-Li Claudia. Apa yang sudah kita capai hari ini bukan hanya keberhasilan Amsakar-Li Claudia, tetapi merupakan hasil kerja kolektif kita semua. Pembangunan Batam butuh kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Amsakar.

Ia menyampaikan, berbagai capaian pembangunan Pemerintah Kota Batam perlu terus dikomunikasikan kepada masyarakat. Demikian pula dengan perkembangan program yang sedang berjalan agar masyarakat mengetahui apa yang telah dan sedang dikerjakan pemerintah, sekaligus dapat memberikan masukan terhadap hal-hal yang masih perlu dibenahi.

“Melalui forum silaturahmi inilah saya berharap segala capaian yang sudah diraih dapat dikomunikasikan. Progres-progres yang sudah berhasil kita capai juga dapat disampaikan, sehingga masyarakat mengetahui apa yang sedang kita kerjakan,” katanya.

Amsakar menegaskan, pembangunan infrastruktur di Batam akan terus dilanjutkan secara bertahap. Pemerintah, kata dia, berkomitmen menghadirkan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan warga.

“Infrastruktur kita tetap terus jalan. Ini sebagai bentuk komitmen dan keseriusan kami untuk secara bertahap menyelesaikan segala persoalan yang dihadapi warga,” ujarnya.

Selain infrastruktur, pengelolaan sampah menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian. Amsakar menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Batam akan memperkuat kerja sama dengan pihak swasta dalam penanganan sampah di Kecamatan Batu Aji, Sagulung, dan Sekupang.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membenahi sistem pengelolaan sampah secara bertahap agar persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat dapat ditangani dengan lebih optimal.

Di hadapan para perangkat masyarakat, Amsakar juga menyampaikan apresiasi kepada RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat yang selama ini turut mendukung berbagai program pemerintah.

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat hingga tingkat lingkungan menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai program berjalan dan memberikan manfaat.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu semua, karena menjadi bagian penting dalam menyelesaikan seluruh program Amsakar-Li Claudia. Dukungan bapak dan ibu sangat berarti bagi kami,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan FKRT/RW, Eka Pramudia, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam atas berbagai program pembangunan yang dirasakan masyarakat. Ia juga berterima kasih atas pembangunan infrastruktur, termasuk drainase, yang dinilai memberikan manfaat bagi warga.

“Alhamdulillah, terima kasih Pak Wali atas pembangunan drainase dan berbagai program yang sangat berpihak kepada masyarakat,” ungkap Eka.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Batam juga menyerahkan insentif secara simbolis kepada perwakilan RT, RW, dan LPM. Penyerahan itu menjadi bentuk perhatian dan dukungan pemerintah kepada para penggerak masyarakat di tingkat kelurahan dan lingkungan.

YD

Gubernur Ansar Silaturahmi ke PWI Kepri, Gagas Eksplorasi Sejarah dan Pesona Pulau Penyengat

0

RASIO.CO, Batam  – Pertemuan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dengan jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri di Graha PWI Kepri, Batam, Sabtu (3/10/2026), tak sekadar menjadi ajang silaturahmi.

Dari pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban itu, lahir gagasan untuk bersama-sama menggali lebih dalam kekayaan sejarah, budaya, pariwisata dan literasi Kepri, salah satunya melalui eksplorasi Pulau Penyengat.

Ansar berdialog langsung dengan jajaran pengurus PWI Kepri. Suasana semakin cair ketika para pengurus memperkenalkan diri, diselingi canda dan tawa.

Dalam kesempatan tersebut, Ansar menyampaikan permohonan maaf atas miskomunikasi yang sempat terjadi antara Pemerintah Provinsi Kepri dan PWI Kepri.

“Ini ada miskomunikasi. Tidak ada maksud saya untuk tidak mengindahkan. Setelah saya cek, untuk itu saya menugaskan Ibu Sekda Provinsi,” kata Ansar.

Ia menegaskan, pemerintah daerah membutuhkan dukungan media dalam menjalankan pembangunan sekaligus menyampaikan berbagai program kepada masyarakat.

“Pemda selama ini bisa berjalan tidak terlepas dari dukungan media. Oleh karena itu, ke depan kita bisa bersama-sama membangun Kepri,” ujarnya.

Ansar juga menekankan pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD), dalam menjalankan program pembangunan.

“Tentunya tangan-tangan saya, para kadis dan antar-OPD, selalu berkolaborasi satu sama lain,” katanya.

Ia pun membuka ruang seluas-luasnya bagi PWI Kepri untuk menyampaikan masukan terkait pembangunan daerah.

“Saya ucapkan terima kasih. Saya siap mendengarkan apa yang menjadi masukan dari PWI Kepri,” ujar Ansar.

Menggali Cerita dari Pulau Penyengat

Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani mengatakan, kunjungan Gubernur Ansar menjadi momentum penting untuk mempererat kembali silaturahmi sekaligus membicarakan berbagai gagasan yang dapat memberi kontribusi bagi kemajuan Kepri.

“Terima kasih atas kedatangan Pak Gubernur ke Graha PWI Kepri. Selain mempererat silaturahmi, ada banyak isu positif tentang kemajuan Kepri yang bisa kita bahas bersama. Yang terpenting bagaimana kita memajukan Kepri dari berbagai sisi,” kata Saibansah.

Pembicaraan kemudian mengarah pada potensi sejarah dan budaya Kepri yang dinilai masih dapat dieksplorasi lebih luas.

Kehadiran Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan dalam pertemuan itu turut membuka diskusi mengenai pengembangan wisata sejarah dan budaya, termasuk Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang.

Bagi Saibansah, Penyengat bukan sekadar destinasi wisata. Pulau kecil tersebut merupakan salah satu simpul penting sejarah Melayu di Kepulauan Riau.

Penyengat pernah menjadi pusat pemerintahan dan kehidupan intelektual Kesultanan Riau-Lingga. Tradisi keilmuan, kesusastraan dan pemikiran Melayu tumbuh di pulau tersebut dan meninggalkan jejak yang masih dapat ditelusuri hingga kini.

Salah satu warisan paling dikenal adalah Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji, yang tidak hanya menjadi karya penting dalam kesusastraan Melayu, tetapi juga berkaitan erat dengan sejarah perkembangan bahasa dan pemikiran Melayu di Nusantara.

Karena itu, Saibansah menggagas kunjungan khusus wartawan PWI Kepri ke Pulau Penyengat.

Para wartawan nantinya tidak hanya datang untuk menikmati destinasi wisata, tetapi menggali berbagai cerita yang tersimpan di balik pulau tersebut, mulai dari sejarah, tokoh, bahasa, sastra, tradisi hingga kehidupan masyarakat.

Para jurnalis juga didorong menulis Penyengat dalam bentuk feature dengan sudut pandang dan gaya masing-masing.

Tulisan tersebut selanjutnya dapat dihimpun menjadi sebuah buku yang merekam Pulau Penyengat dari perspektif para jurnalis.

“Mahkota seorang jurnalis adalah buku,” tegas Saibansah.

Penyengat dan Jejak Bahasa Melayu

Gagasan tersebut mendapat sambutan dari Dewan Pakar PWI Kepri Ramon Damora yang selama ini memiliki perhatian terhadap seni, budaya dan sejarah Melayu.

Ramon menyoroti kekayaan bahasa Melayu di Kepulauan Riau serta kaitannya dengan perkembangan bahasa Indonesia.

Menurut dia, jejak sejarah perkembangan bahasa Melayu di Kepri perlu terus dikaji dan diperkenalkan kepada masyarakat luas, termasuk melalui kekayaan literatur yang lahir dari kawasan tersebut.

“Perlu ada kajian khusus dan bagaimana Pulau Penyengat semakin dikenal, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di Asia bahkan secara global,” ujar Ramon.

Ramon menyebut Penyengat memiliki kekayaan literatur dan jejak intelektual yang panjang. Warisan tersebut, menurut dia, penting diangkat kembali agar tidak berhenti sebagai peninggalan sejarah, tetapi menjadi pengetahuan yang terus hidup.

Ramon saat ini juga mengemban amanah sebagai Ketua Departemen Seni, Musik, Film dan Budaya dalam struktur kepengurusan PWI Pusat periode 2025-2030.

Gerakan Literasi Menyambut 100 Tahun Sumpah Pemuda

Dari pembicaraan mengenai Penyengat, gagasan kemudian berkembang menjadi gerakan literasi dan dokumentasi menyambut 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028.

Ramon mengusulkan agar momentum tersebut tidak hanya diperingati melalui kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menghimpun berbagai cerita, pemikiran, karya dan kekayaan budaya dari berbagai daerah.

Masyarakat tempatan, masyarakat Kepri, pelajar, seniman, fotografer, jurnalis dan berbagai profesi lainnya dapat mengambil bagian.

Kontribusi tidak harus selalu berbentuk tulisan jurnalistik. Cerita masyarakat, karya sastra, foto, catatan sejarah, karya seni hingga dokumentasi lainnya dapat dihimpun menjadi arsip digital yang merekam wajah Kepri menjelang satu abad Sumpah Pemuda.

“Misalnya ada 100 tulisan dari masyarakat tempatan, masyarakat Kepri dan lainnya, ada dari seniman dan dari profesi lainnya. Nanti dikumpulkan dalam satu file besar secara digital,” kata Ramon.

Menurut dia, gerakan tersebut dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan kembali kekayaan sejarah, bahasa dan kebudayaan Melayu Kepri kepada generasi muda.

Pulau Penyengat, dengan jejak sejarah dan tradisi intelektualnya, dapat menjadi salah satu sumber cerita utama dalam gerakan tersebut.

“100 tahun Sumpah Pemuda seharusnya tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi juga meninggalkan warisan pengetahuan yang dapat dibaca dan diakses oleh generasi setelahnya,” ujarnya.

Gubernur Siap Fasilitasi

Gagasan tersebut mendapat respons positif dari Gubernur Ansar Ahmad.

Ansar menyatakan Pemerintah Provinsi Kepri siap memfasilitasi kunjungan wartawan PWI Kepri ke Pulau Penyengat untuk menggali lebih jauh potensi sejarah, budaya dan pariwisata yang dimiliki pulau tersebut.

Menurut Ansar, Penyengat kini tidak hanya memiliki berbagai situs sejarah dan budaya, tetapi juga fasilitas penginapan yang memungkinkan wisatawan maupun rombongan tinggal lebih lama.

“Sekarang di Pulau Penyengat sudah ada beberapa homestay, bisa bermalam di sana. Berangkat siang dari Batam, bisa kumpul malam di sana. Pagi kita sarapan bersama dan siangnya bisa pulang,” kata Ansar.

Ansar kemudian melontarkan candaan yang kembali mencairkan suasana.

“Asal jangan malam Jumat, saya ada acara rutin yasinan,” ujarnya, disambut tawa para pengurus PWI Kepri.

Pertemuan itu akhirnya tidak berhenti pada sebuah agenda silaturahmi.

Dari Graha PWI Kepri, muncul gagasan untuk menjadikan jurnalistik sebagai jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan generasi masa kini.

Pulau Penyengat dapat dibaca bukan sekadar sebagai gugusan kecil di perairan Tanjungpinang, melainkan sebagai ruang tempat sejarah Melayu, bahasa, sastra, tradisi dan kehidupan masyarakat bertemu.

Dari sebuah pulau kecil, tersimpan cerita besar tentang Melayu.

Dan melalui tulisan para jurnalis, cerita itu dapat kembali dihidupkan, didokumentasikan dan diperkenalkan kepada generasi yang akan datang.

***

KONI Lingga Matangkan Persiapan Cabor Prioritas Jelang Porprov VI 2026

0

RASIO.CO, Lingga – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lingga menggelar rapat teknis persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-VI Tahun 2026, yang berlangsung di Kantor Sekretariat KONI Lingga, Kompleks Implasmen Dabo Singkep, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga. Sabtu (3/10/2026).

Rapat tersebut diikuti tujuh cabang olahraga (cabor) yang diprioritaskan untuk mengikuti Porprov VI 2026. Ketujuh cabor tersebut yakni sepak bola, bola voli, pencak silat, atletik, catur, judo dan woodball. Pelaksanaan kegiatan dan persiapan cabor tersebut menggunakan pembiayaan dari dana hibah.

Ketua KONI Kabupaten Lingga, Junaidi Adjam, mengatakan rapat tersebut digelar untuk memastikan kesiapan masing-masing cabor menjelang pelaksanaan Porprov VI akan diselenggarakan pada 1- 8 November 2026 di Kota Tanjungpinang sebagai tuan rumah.

“Hari ini KONI memanggil tujuh cabang olahraga yang diprioritaskan untuk memastikan kesiapan mereka dalam menghadapi Porprov ke-VI yang akan digelar pada 1 November 2026 mendatang,” kata Junaidi saat ditemui usai rakor teknis di Sekretariat KONI Lingga.

Menurut Junaidi, dalam rapat tersebut masing-masing cabor menyampaikan perkembangan persiapan hingga tahapan pemusatan latihan atau training center (TC).

“Tadi sudah disampaikan kepada masing-masing cabor tentang persiapan mereka sampai hari ini hingga menghadapi TC nanti. In Syaa Allah, dengan adanya semangat seperti ini, kita juga akan mengejar target-target juara yang tentunya emas,” ujarnya.

Selain membahas kesiapan atlet, rapat juga menjadi ruang bagi masing-masing cabor menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi. KONI Lingga, kata Junaidi, akan berupaya mengakomodasi kebutuhan tersebut sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.

“Berbagai persoalan juga sudah disampaikan oleh cabor. KONI akan mencoba mengakomodasi hal-hal yang sifatnya bagaimana nanti dalam pelaksanaan Porprov, kelayakan terhadap cabor-cabor ini paling tidak dapat memuaskan mereka,” katanya.

Junaidi menegaskan, salah satu fokus KONI saat ini adalah memperjuangkan agar anggaran yang tersedia dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing cabor.

“Oleh karena itu, yang terpenting konsentrasi kita hari ini bagaimana memperjuangkan anggaran yang sudah ada ini agar nanti disesuaikan dengan kondisi yang ada dari cabor ini,” ujarnya.

Junaidi berharap persiapan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada perolehan medali, tetapi juga memastikan kontingen Lingga dapat mengikuti seluruh rangkaian Porprov dengan baik tanpa menghadapi persoalan dalam pelaksanaannya.

“Harapannya nanti, di samping juga menargetkan perolehan medali di beberapa cabor dan kelas, kita juga tidak akan bermasalah dalam pelaksanaan Porprov pada tahun ini,” kata Junaidi.

Terkait target, Junaidi mengatakan KONI Lingga memiliki sasaran perolehan medali pada sejumlah cabor dan kelas yang menjadi prioritas.

“Kalau target untuk juara kabupaten/kota jelas kita punya target. Tapi yang pasti target kita adalah masing-masing cabor dari beberapa kelas yang dipertandingkan,” ujarnya.

Junaidi menyampaikan, pada Porprov VI 2026, terdapat 31 cabang olahraga yang dipertandingkan. Namun, Kabupaten Lingga hanya akan mengikuti 18 cabor dan kondisi ini membuat kontingen Lingga harus mempersiapkan diri secara maksimal, terlebih setiap kabupaten/kota memiliki jumlah cabor yang berbeda untuk diikuti.

“Karena dari 31 cabor yang dipertandingkan di Porprov ini, Lingga hanya ikut 18 cabor yang tentunya harus berjuang keras. Di antara kabupaten/kota juga bervariasi jumlah cabor yang dikirim. Sehingga yang ditargetkan adalah kelas pertandingan dan cabor yang menjadi prioritas untuk memperoleh medali emas,” jelasnya.

Junaidi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh cabor dan atlet yang tetap menjalankan persiapan di tengah keterbatasan anggaran. Ia meminta para atlet untuk tetap berlatih secara mandiri dan konsisten agar persiapan menghadapi Porprov VI semakin matang.

“Kita berterima kasih kepada cabor serta mengucapkan apresiasi kepada masing-masing atlet yang hari ini dengan keterbatasan anggaran yang tersedia. Kami berpesan kepada atlet, berlatihlah secara mandiri dan konsisten terus-menerus agar supaya semakin hari dalam rangka persiapan Porprov itu semakin matang dan tentu mereka juga tetap punya target-target yang harus dicapai,” pungkasnya.

Puspan

PWI Kepri Gembira Atas Kepercayaan Kapolri Jenderal Suyudi Pilih Irjen Asep Safrudin Jadi Kabareskrim Polri

0

RASIO.CO, Batam – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Saibansah Dardani menyambut gembira atas kepercayaan yang diberikan Kapolri Jenderal Polisi Suyuidi Ario Seto kepada Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.

“Selamat atas kepercayaan dari Kapolri Jenderal Suyudi kepada Kapolda Kepri Irjen Asep sebagai Kabareskrim Polri. Tentunya, ini bukanlah tanggung jawab yang ringan. Karena itulah, PWI Kepri terus mendukung dan mendoakan agar Irjen Asep sukses di tempat tugasnya yang baru,” ujar Saibansah yang juga Ahli Pers Dewan Pers itu, Sabtu (3/10/2026).

Penunjukan Asep Safrudin sebagai Kabareskrim tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Mutasi tersebut mencakup 88 perwira tinggi dan perwira menengah Polri.

Dalam rotasi itu, Asep menggantikan Komjen Pol. Syahardiantono yang dimutasi sebagai Pati Bareskrim Polri dalam rangka penugasan pada Kantor Staf Presiden (KSP). Sementara jabatan Kapolda Kepri selanjutnya dipercayakan kepada Irjen Pol. Suhendri.

Saibansah yang akrab disapa Cak Iban itu menambahkan, selama memimpin Polda Kepri, Asep Safrudin telah menjalankan berbagai program dan penanganan persoalan keamanan serta ketertiban masyarakat di wilayah kepulauan dan perbatasan tersebut.

Itulah makanya, kepemimpinan Asep menjadi salah satu pertimbangan PWI Kepri ketika memberikan Anugerah Warta Marwah dalam kategori ‘Benteng Negeri’.

Penghargaan itu diberikan kepada Asep atas kepemimpinannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kepri yang dinilai turut mendukung terciptanya suasana kondusif bagi masyarakat dan dunia usaha.

“Atas berbagai prestasi itulah, PWI Provinsi Kepri menganugerahkan Anugerah Warta Marwah kepada Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin kategori Benteng Negeri,” kata Cak Iban.

Selain aspek keamanan, pendekatan humanis dalam menjalankan tugas kepolisian juga menjadi bagian dari pertimbangan penghargaan tersebut. Salah satunya melalui pengenalan nilai-nilai budaya Melayu, termasuk Gurindam Dua Belas, dalam membangun komunikasi dengan masyarakat.

Bagi PWI Kepri, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pemeliharaan keamanan tidak semata-mata dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui komunikasi dan pendekatan sosial yang sesuai dengan karakter masyarakat setempat.

Berpengalaman di Bidang Reserse

Asep Safrudin bukan sosok baru dalam bidang reserse. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1993 itu memiliki pengalaman di sejumlah jabatan yang berkaitan dengan penyelidikan, penyidikan, narkotika, kejahatan siber, serta kepemimpinan kewilayahan.

Ia lahir di Bogor, Jawa Barat, pada 15 Juni 1969 dan berasal dari Sibanteng, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

Kariernya antara lain dimulai sebagai Kasat III Ditnarkoba Polda Metro Jaya pada 2010. Setahun kemudian ia dipercaya menjadi Kapolres KP3 Tanjung Priok dan pada 2012 menjadi Kapolres Bogor.

Setelah itu, Asep menjabat Wakapolres Metro Jakarta Barat pada 2014 dan Kapolresta Barelang pada tahun yang sama. Ia kemudian dipercaya menjadi Dirresnarkoba Polda Banten pada 2016.

Pengalaman di tingkat Mabes Polri antara lain sebagai Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri pada 2017 dan Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada 2018.

Kariernya berlanjut sebagai Karobindiklat Lemdiklat Polri pada 2019, Wakapolda Kalimantan Barat pada 2020, Wakapolda Kepri pada 2023, hingga kemudian dipercaya sebagai Kapolda Kepri pada 2025.

Kini, pada 2026, Asep kembali mendapat penugasan di Mabes Polri sebagai Kabareskrim. Pengalaman panjangnya di bidang reserse menjadi salah satu bagian dari rekam jejak yang menyertai penugasan tersebut.

Berpengalaman Tangani Persoalan Perbatasan

Selama menjabat Kapolda Kepri, Asep juga menghadapi karakteristik wilayah Kepri sebagai daerah kepulauan sekaligus kawasan perbatasan Indonesia.

Penanganan kejahatan lintas negara menjadi salah satu tantangan kepolisian di wilayah tersebut. Pada September 2026, misalnya, Polda Kepri memperkuat kerja sama dengan kepolisian Malaysia dalam menghadapi kejahatan lintas negara, termasuk perdagangan orang, narkotika, penyelundupan, serta pertukaran informasi.

Pengalaman tersebut menambah rekam penugasan Asep dalam menangani persoalan keamanan yang memiliki dimensi lintas wilayah dan lintas negara.

Dengan jabatan barunya sebagai Kabareskrim, pengalaman tersebut kini dibawa ke tingkat nasional. Bareskrim merupakan unsur pelaksana tugas pokok Polri yang memiliki fungsi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana.

Saibansah berharap pengalaman Asep selama bertugas di berbagai wilayah, termasuk Kepri, dapat menjadi bekal dalam menjalankan amanah sebagai Kabareskrim Polri. Ia juga menyampaikan apresiasi atas pengabdian Asep selama memimpin Polda Kepri.

“PWI Kepri terus mendukung dan mendoakan agar Irjen Asep sukses di tempat tugasnya yang baru. Semoga amanah dalam menjalankan tugas dan tetap memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Cak Iban.

Selamat Datang Kapolda Baru Kepri Irjen Pol Suhendri

PWI Kepri juga mengucapkan selama datang untuk Irjen Pol Suhendri yang juga dipercaya Kapolri Jenderal Suyudi untuk menjadi Kapolda Kepri.

Kepala Bidang Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia mengungkapkan pergantian Kapolda Kepri itu, Sabtu (3/10/2026). “Bapak Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safruddin, mendapatkan amanah baru sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri,” kata Nona.

Dalam telegram yang sama, Suhendri ditunjuk sebagai Kapolda Kepri. Mutasi tersebut merupakan bagian dari rotasi jabatan di lingkungan Polri. Suhendri sebelumnya menjabat Teknisi Penjinak Bom (Jibom) Utama Tingkat I Korbrimob Polri.

Nona mengatakan, mutasi dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja organisasi sekaligus menjawab tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang semakin kompleks.

“Mutasi jabatan di lingkungan Polri ini sebagai bagian dari upaya institusi untuk mengoptimalkan kinerja dan menjawab tantangan kamtibmas yang semakin kompleks,” ujarnya.

Menurut Nona, pergantian jabatan tersebut juga merupakan bagian dari tour of duty dan tour of area dalam pembinaan karier personel Polri.

Nona menyampaikan ucapan selamat atas penugasan baru yang diterima Asep Safruddin. “Selamat kepada jenderal atas mutasi jabatan yang ada,” katanya.

Redaksi@www.rasio.co //

Pecinta Honda Stylo 160 Ikuti “Stylo Sound Ride”

0

RASIO.CO, Batam – Komunitas pengguna dan pecinta Honda Stylo160 di Batam mengikuti STYLO SOUND RIDE yang digelar pada 3 Oktober 2026. Kegiatan yang diselenggarakan PT Capella Dinamik Nusantara selaku main dealer sepeda motor Honda wilayah Kepulauan Riau itu memadukan city rolling dengan diskusi komunitas, musik, serta aktivitas bergaya.

Rangkaian kegiatan dimulai dari Main Dealer Capella Honda Kepri dengan briefing yang dipimpin Pulihanafiah Harahap selaku PIC Community. Setelah mendapat arahan mengenai rute dan kegiatan, peserta kemudian melakukan city rolling menggunakan Honda Stylo160.

Rute perjalanan melewati sejumlah lokasi di Kota Batam, di antaranya Lampu Merah Kaliban, Mega Mall, Alun-Alun Engku Putri, One Batam Mall, Lampu Merah Gelael, dan Bundaran Ocarina. Peserta kemudian menuju Angkringan Tepi Danau Bengkong untuk mengikuti rangkaian kegiatan utama.

Di lokasi tersebut, peserta mengikuti sesi sharing & discussion yang membahas aktivitas komunitas, perencanaan kegiatan, pengelolaan media sosial, serta HCID (Honda Community ID).

Aktivitas lain berupa lomba foto dengan tema Old Money bersama Honda Stylo160. Peserta juga mengikuti sesi nyanyi bersama dengan lagu dan lirik yang telah disiapkan panitia.

Duri Yanto mengatakan STYLO SOUND RIDE menjadi salah satu bentuk apresiasi kepada komunitas Honda, khususnya pengguna dan pecinta Honda Stylo160.

“STYLO SOUND RIDE merupakan salah satu bentuk apresiasi kami kepada komunitas Honda, khususnya para pengguna dan pecinta Honda Stylo160,” ujar Duri Yanto.

Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi anggota komunitas untuk bersilaturahmi, berdiskusi, dan menikmati aktivitas bersama.

Salah satu peserta, Lorenza, menilai kegiatan tersebut memberi kesempatan bagi bikers Honda Stylo160 di Batam untuk berkumpul dalam suasana yang lebih akrab.

“Kegiatan ini luar biasa karena menjadi ajang silaturahmi bagi kami para bikers Honda Stylo160 di Kota Batam,” ujarnya.

Lorenza mengatakan rangkaian kegiatan mulai dari city rolling, nyanyi bersama, sharing discussion, hingga lomba foto membuat peserta dapat berinteraksi sekaligus memperkuat kekompakan komunitas.

Rangkaian STYLO SOUND RIDE kemudian ditutup dengan makan bersama seluruh peserta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari aktivitas komunitas Honda Stylo160 di Batam, sementara informasi mengenai agenda lanjutan komunitas belum diumumkan.

Redaksi@www.rasio.co //

Beacukai Sikat Speedboad Dita Ekpress Angkut Rokok Ilegal PSG

0

RASIO.CO, Batam – Kapal Satgas Patroli Laut BC-1001 dan BC-11001 kembali berhasil gempur rokok ilegal dengan menangkap speeadboad Dita Ekress bermuatan ratusan karton rokok polos berbagai merk salah satunya PSG, UFO, OVO dan Hmild di Tanjungsauh, Batam. Jumat(02/10).

Dari rangkaian kegiatan tersebut, sebanyak 1.679.400 batang rokok tanpa dilekati pita cukai berbagai merek dan varian berhasil diamankan, dengan total estimasi nilai barang mencapai Rp2,53 miliar dan estimasi kerugian negara sekitar Rp1,38 miliar.

Penindakan pertama dilakukan pada Selasa (22/9) di perairan Pulau Tanjung Sauh. Satgas Patroli Laut BC-1001 dan BC-11001 memperoleh informasi mengenai dugaan pengangkutan rokok tanpa pita cukai dari Punggur menuju Tanjung Uban.

Sekitar pukul 20.55 WIB, petugas berhasil menghentikan SB Dita Express dan melakukan pemeriksaan. Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan 1.200.500 batang rokok tanpa pita cukai berbagai merek dan varian.

Satu orang nakhoda dan satu orang ABK turut diamankan. Kapal beserta muatannya kemudian dibawa ke Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang untuk pemeriksaan dan proses lebih lanjut.

Barang hasil penindakan tersebut diperkirakan bernilai Rp1,81 miliar, dengan estimasi kerugian negara sekitar Rp910,93 juta.

Penindakan berikutnya berlangsung pada Sabtu (26/9). Satgas Patroli Laut BC-15026 dan BC-11001 menerima informasi adanya dugaan pengangkutan rokok ilegal dari Sungai Lekop menuju Sungai Guntung.

Petugas kemudian menemukan sebuah selodang bermesin yang melintas di sekitar Pelabuhan Pulau Buluh.

Selanjutnya petugas melakukan upaya penghentian terhadap sarana pengangkut untuk dilakukan pemeriksaan. Dalam proses tersebut, sarana pengangkut mengarah ke daratan di sekitar Pelabuhan Pulau Buluh.

Setelah berada di dekat daratan, kru kapal meninggalkan sarana pengangkut dan melarikan diri. Petugas kemudian menguasai sarana pengangkut dan menemukan 179.200 batang rokok tanpa pita cukai.

Selodang beserta seluruh muatannya kemudian ditegah, disegel, dan dibawa ke Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang untuk proses lebih lanjut. Estimasi nilai barang mencapai Rp266,11 juta, dengan estimasi kerugian negara sekitar Rp173,40 juta.

Selain melalui pelaksanaan patroli laut, pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal juga diperkuat melalui kolaborasi dan sinergi antarinstansi penegak hukum.

Pada Senin (7/9), Ditpolairud Polda Kepulauan Riau menindak dugaan pengiriman rokok tanpa pita cukai di Pelabuhan Pancung, Sekupang, setelah memperoleh informasi dari masyarakat mengenai rencana pengiriman barang ilegal menuju Tanjung Balai Karimun.

Dalam kegiatan tersebut, personel Ditpolairud Polda Kepri mengamankan 299.700 batang rokok berbagai merek tanpa pita cukai, satu unit speedboat tanpa nama, serta satu unit mobil Daihatsu Gran Max yang digunakan dalam kegiatan pengangkutan. Barang tersebut diperkirakan bernilai Rp451,45 juta, dengan estimasi kerugian negara sekitar Rp293,44 juta.

Penanganan perkara tersebut menjadi salah satu bentuk konkret sinergi antara Ditpolairud Polda Kepri dan Bea Cukai Batam dalam mengawasi peredaran barang kena cukai ilegal.

Pada 8 September 2026, Ditpolairud Polda Kepri menyerahkan penanganan perkara tersebut kepada Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan di bidang cukai.

Rangkaian penindakan tersebut menunjukkan komitmen Bea Cukai Batam dalam menjaga wilayah perairan dan jalur distribusi dari peredaran barang kena cukai ilegal, baik melalui pelaksanaan patroli laut maupun penguatan koordinasi dan kolaborasi dengan aparat penegak hukum lainnya.

Redaksi@www.rasio.co //

Inflasi Kabupaten Karimun Capai 1,63 Persen pada September 2026, Catat Angka Tahunan Terendah di Kepri

0

RASIO.CO, Batam  – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karimun hari ini merilis laporan Berita Resmi Statistik mengenai Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK).

Pada September 2026, Kabupaten Karimun mencatatkan tingkat inflasi tahunan (Year-on-Year/y-on-y) sebesar 1,63 persen dengan IHK sebesar 110,34. Angka ini merupakan inflasi tahunan terendah di Provinsi Kepulauan Riau dibandingkan Kota Batam (3,65 persen) dan Kota Tanjungpinang (3,76 persen).

Meskipun secara tahunan mencatatkan angka terendah, inflasi bulanan (Month-to-Month/m-to-m) Kabupaten Karimun pada September 2026 tercatat sebesar 0,54 persen, yang merupakan inflasi bulanan tertinggi di wilayah Kepulauan Riau. Sementara itu, tingkat inflasi tahun kalender (Year-to-Date/y-to-d) hingga September 2026 berada di angka 0,94 persen.

Kepala BPS Kabupaten Karimun, Lulus Haryono, menyampaikan bahwa dinamika harga kebutuhan pokok menjadi faktor utama penggerak inflasi bulanan di wilayah ini.

“Kenaikan harga daging ayam ras menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar dengan andil 0,15 persen. Hal ini dipicu oleh peningkatan permintaan masyarakat yang bertepatan dengan kenaikan harga pakan ternak dan Day Old Chicken (DOC),” jelasnya.

Selain daging ayam ras, komoditas hortikultura seperti cabai merah dan bawang merah juga turut mendorong inflasi masing-masing sebesar 0,14 persen dan 0,08 persen. Kenaikan ini utamanya disebabkan oleh penurunan produksi di sejumlah daerah sentra penghasil.

Dilihat dari kelompok pengeluaran secara tahunan (y-on-y), inflasi tertinggi disumbang oleh kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran yang melonjak sebesar 5,09 persen dengan andil terhadap total inflasi sebesar 0,36 persen.

Meski sebagian besar harga kebutuhan mengalami kenaikan, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga dan berhasil menahan laju inflasi lebih tinggi.

Sayuran seperti kacang panjang dan kangkung memberikan andil deflasi bulanan terbesar, masing-masing sebesar 0,06 persen dan 0,05 persen. Secara kelompok pengeluaran tahunan, kelompok Kesehatan serta kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya turut mencatatkan deflasi masing-masing sebesar 0,82 persen dan 0,62 persen.

BPS Kabupaten Karimun akan terus memantau perkembangan harga komoditas di pasar untuk memberikan data yang akurat guna mendukung pengambilan kebijakan perbaikan ekonomi daerah.

Redaksi@www.rasio.co //

Kapolres Lingga Perkuat Sinergitas dengan Lapas Kelas III Dabo Singkep

0

RASIO.CO, Lingga – Kapolres Lingga, AKBP Ahmad Andi Suryadi, S.H., S.I.K., M.M., bersama jajaran Mempererat Silaturahmi Berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dabo Singkep. Rabu (30/9/2026).

Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan sinergitas, solidaritas, dan soliditas antarinstansi penegak hukum di wilayah Kabupaten Lingga.

Turut dihadiri dalam kunjungan tersebut, Kabagops Polres Lingga, AKP Marsahid, Kabag Log, AKP Zulkarnain, Kasat Reskrim, AKP Gede Santoso, S.Tr.K., S.I.K., Kasatsamapta IPTU Arfen, Kasatbinmas, IPTU Heriyanra Kurniawan, S.H., P.S. Kasikum, IPDA Alexander Maramis, S.E., M.M., P.S. Kasipropam, IPDA Jenris Sihombing, KBO Satlantas IPDA Maya Oktaviani, S.H., serta sejumlah perwira dan personel Polres Lingga.

Rombongan Polres Lingga disambut langsung oleh Kalapas Kelas III Dabo Singkep, Yusrifa Arif Martondang, S.H., M.H., bersama Kasubsi Pembinaan Roby Mulyadi dan Kasubsi Kamtib Leo Candra, S.Sos.

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kalapas, Kalapas Kelas III Dabo Singkep, Yusrifa Arif menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Kapolres Lingga beserta jajaran.

Menurut Yusrifa, koordinasi dan komunikasi dengan aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan, aspek keamanan dan ketertiban menjadi salah satu hal yang harus mendapatkan perhatian bersama. Karena itu, koordinasi dengan aparat penegak hukum perlu terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban,” kata Kalapas.

Kalapas juga berharap dukungan serta koordinasi dengan Polres Lingga dapat terus berjalan secara berkesinambungan, tidak hanya dalam aspek pengamanan, tetapi juga dalam mendukung proses pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan.

Sementara itu, Kapolres Lingga, AKBP Ahmad Andi Suryadi menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan serta membangun komunikasi yang semakin baik antara Polres Lingga dengan Lapas Kelas III Dabo Singkep.

“Kunjungan ini merupakan bentuk silaturahmi sekaligus upaya untuk memperkuat sinergitas antara Polres Lingga dengan Lapas Kelas III Dabo Singkep. Kami berharap komunikasi dan koordinasi yang selama ini sudah berjalan dapat terus ditingkatkan, sehingga bersama-sama dapat menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Lingga,” ungkap Kapolres.

Kapolres menegaskan bahwa Polres Lingga siap mendukung pelaksanaan tugas Lapas, khususnya apabila terdapat persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan membutuhkan koordinasi maupun penanganan bersama sesuai dengan tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing.

“Harapannya, sinergitas, solidaritas, dan soliditas antara Polres Lingga dengan Lapas Kelas III Dabo Singkep tetap terjaga dan semakin kuat dalam mendukung penegakan hukum serta terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah Kabupaten Lingga,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Lingga juga menyerahkan cinderamata kepada pihak Lapas Kelas III Dabo Singkep sebagai simbol hubungan silaturahmi dan sinergitas antarlembaga. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Lingga dan Lapas Kelas III Dabo Singkep sepakat untuk terus memperkuat komunikasi, koordinasi, dan pertukaran informasi guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan.

Kedua instansi juga berkomitmen untuk menjaga hubungan silaturahmi dan kerja sama secara berkesinambungan, sehingga setiap permasalahan maupun kondisi yang membutuhkan penanganan bersama dapat direspons secara cepat, terpadu, dan sesuai dengan kewenangan masing-masing.


Pelabuhan Rakyat Jembatan 6 Sarang Penyeludupan

0

RASIO.CO,  Batam – Pelabuhan Rakyat(pelra) diduga menjelang Tugu Titik Nol Barelang Batam, lebih dikenal pelra Akau diduga terus dimanfaatkan mafia menjadi sarang penyeludupan barang-barang antar pulau maupun provinsi.

Pantauan lapangan, Pelabuhan Pelra tersebut yang diperuntukan bagi para nelayan untuk membongkar hasil laut berupa ikan serta udang hasil tangkapan dibawa oleh kapal kayu alias pompong, berubah angkut, beras, gula l, bawang merah dan komiditi ilegal lainnya dari batam yang merupakan daerah FTZ.
Ironisnya, Para mafia penyeludup mengunakan pelabuhan rakyat tersebut dan diduga dibekingi oknum aparat nakal.

“Kegiatan pembongkaran beras, gula dan lainnya sudah berlangsung lama dipelabuhan ini,” ingkap sumber dilokasi.

Lanjutnya, Perhatikan saja kalau ada mobil box masuk ke arah pelabuhan Akau dan ada mobil pribadi yang kawal. Itu diduga oknum aparat,” jelasnya.

Ia juga menyebut nama-nama inisial yang diduga terlibat sebagai pemilik dan pengendali lapangan, diantaranya MO, LO, AX, dan AC sebagai pengurus lapangan di Batam.

Aktivitas penyelundupan ini dinilai merugikan negara hingga miliaran rupiah serta merusak iklim usaha yang sehat di Batam. Padahal DJBC dan aparat penegak hukum telah gencar melakukan “Operasi Gurita” untuk memberantas sindikat barang ilegal.

Berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan, pelaku penyelundupan terancam pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar, serta penyitaan barang bukti dan sarana angkut.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam Setiawan Rosyidi mengatakan, Memperketat pengawasan lalulintas barang masuk dan keluar di perairan Batam.

“kami juga melakukan operasi laut bersama BC Kepri yg mempunyai armada laut besar utk melakukan pengawasan di pintu keluar dan masuk. Contohnya kemarin kita lakukan penindakan 1,5 juta batang rokok ilegal di kapal MV Ocean Porter.”kata Setiawan Rosyidi melaui sambungan selularnya kemarin.

Kata dia, Pengawasan kita lakukan berdasarkan manajemen resiko,  Dengan besarnya wilayah FTZ Batam kami melakukan analisis dari berbagai sumber
salah satunya informasi dari masyarakat.

“Tidak itu saja kami juga melakukan sinergi dengan APH lain seperti TNI, Polri dan Pemkot.” Tegas Setiawan Rosyidi.

Redaksi@www.rasio.co //

PWI Kepri Dukung Transformasi Polri di Bawah Kapolri Suyudi

0

RASIO.CO, Tanjungpinang – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Riau menyatakan siap mendukung program transformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyuidi Ario Seto.

Dukungan tersebut disampaikan Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani yang juga Ahli Pers Dewan Pe4s, serta Ketua Dewan Pakar PWI Kepri Ramon Damora.

Keduanya menilai arah pembenahan Polri yang menitikberatkan pada pelayanan publik, penegakan hukum, pengawasan, penguatan sumber daya manusia, dan kedekatan dengan masyarakat sejalan dengan kepentingan publik serta membutuhkan pengawalan bersama, termasuk dari pers.

“Kami PWI Kepri siap mendukung program Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Bagi pers, Polri yang semakin profesional, transparan, akuntabel, dan dekat dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan ruang publik yang sehat dan terlindungi,” kata Saibansah Dardani.

Menurut Saibansah, dukungan pers terhadap agenda transformasi Polri bukan berarti mengurangi fungsi kontrol media. Sebaliknya, pers tetap memiliki tanggung jawab menjalankan fungsi pengawasan secara profesional, kritis, berimbang, dan berdasarkan fakta.

“Dukungan itu harus ditempatkan dalam kerangka kemitraan yang sehat. Pers tetap menjalankan fungsi kontrol dan memberikan informasi kepada masyarakat secara independen. Ketika ada program yang berpihak pada kepentingan masyarakat, tentu kita dukung dan kawal pelaksanaannya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Dewan Pakar PWI Kepri Ramon Damora.

“Program Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto perlu mendapat dukungan semua pihak, termasuk pers. Semangat memperkuat pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, pengawasan, transparansi, dan kedekatan polisi dengan masyarakat merupakan agenda yang menyentuh langsung kepentingan publik,” kata Ramon.

Ramon menilai pers memiliki posisi strategis dalam mengawal pelaksanaan program tersebut. Menurut dia, dukungan pers dapat diwujudkan melalui pemberitaan yang memberikan ruang bagi informasi yang objektif sekaligus tetap mengkritisi pelaksanaan kebijakan ketika ditemukan persoalan di lapangan.

“Pers tidak hanya memberitakan apa yang dilakukan institusi, tetapi juga menyampaikan suara masyarakat. Karena itu, hubungan Polri dan pers harus dibangun dalam semangat keterbukaan, profesionalitas, dan kepentingan publik,” demikian usulan pernyataan Ramon.

Tujuh Program Transformasi Polri

Suyudi Ario Seto resmi menjabat Kapolri setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Suyudi menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Sebelum dilantik, Suyudi memaparkan tujuh program prioritas transformasi Polri dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI.

Tujuh agenda tersebut meliputi penguatan kelembagaan, pembinaan sumber daya manusia dan rekrutmen, pelayanan publik, penegakan hukum, pengawasan, akuntabilitas anggaran, serta transformasi digital.

Dalam agenda kelembagaan, Suyudi mendorong struktur organisasi Polri yang lebih ramping dan efektif. Polres diarahkan menjadi satuan operasional yang kuat, sementara Polsek diperkuat agar lebih tangguh dan dekat dengan masyarakat.

Pada aspek SDM, ia menekankan pembenahan seluruh siklus pengelolaan personel, mulai dari perencanaan, rekrutmen, pendidikan, penempatan, pengembangan karier, kompetensi, kesejahteraan hingga masa purnatugas.

Sementara dalam pelayanan publik, Suyudi menekankan pelayanan yang mudah diakses, cepat, transparan, terukur, dan inklusif. Penegakan hukum diarahkan berbasis bukti dan dilakukan secara proporsional serta transparan.

Suyudi juga mengusung doktrin “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai arah kepemimpinannya. Doktrin tersebut menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi pelaksanaan tugas kepolisian.

Untuk 100 hari pertama, Suyudi antara lain menyiapkan konsolidasi internal, evaluasi perkara, penguatan Polsek, serta pembenahan pelayanan di lini terdepan.

Usai dilantik, Suyudi menegaskan akan melakukan konsolidasi internal dan memetakan berbagai persoalan di tubuh Polri. Program yang dinilai masih baik akan dilanjutkan, sedangkan bagian yang perlu diperbaiki akan dibenahi.

Bagi PWI Kepri, agenda tersebut menjadi ruang penting untuk membangun hubungan yang profesional antara pers dan kepolisian, dengan tetap menempatkan kepentingan masyarakat, keterbukaan informasi, dan fungsi kontrol pers sebagai pijakan utama.

Redaksi@www.rasio.co //