Kamis, November 5, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 11

Atlet Pencak Silat Lingga Raih 12 Medali di Kejuaraan KING OF CHAMPIONS Batam

0

RASIO.CO, Lingga – Atlet pencak silat Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, berhasil membawa pulang 12 medali dalam kejuaraan pencak silat KING OF CHAMPIONS yang digelar di Mall Botania 2 (MB 2), Kota Batam, pada 2 hingga 4 Oktober 2026.

Kejuaraan tersebut diikuti berbagai perguruan pencak silat dan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dari sejumlah daerah di Kepulauan Riau. Selain itu, ajang ini juga diikuti pesilat dari negara tetangga, yakni Malaysia dan Singapura.

Dari kontingen Lingga, salah satu pesilat putri, Khayla Khayrunnisa Pradita, yang merupakan pelajar SMAN 1 Singkep, berhasil meraih medali emas sekaligus mendapat predikat sebagai Pesilat Terbaik Remaja.

Coach Lingga, Tengku Amir Effendy, mengatakan keikutsertaan atlet Lingga dalam kejuaraan tersebut tidak semata-mata mengejar kemenangan. Menurutnya, pengalaman dan jam terbang menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet.

“Juara hanya bonus, tapi tujuan dari mengikuti kegiatan ini untuk menambah perbendaharaan ilmu juga untuk menambah jam terbang,”

Tengku Amir menjelaskan, keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan juga menjadi bagian dari upaya membentuk mental bertanding serta karakter para atlet agar semakin baik menghadapi kompetisi berikutnya.

“Selain itu, untuk membentuk mental tanding dan membentuk karakter atlet untuk menjadi lebih baik lagi di kejuaraan kedepannya.”

Tengku Amir menambahkan, keikutsertaan atlet Lingga dalam kejuaraan tersebut dilakukan secara mandiri dengan menggunakan biaya pribadi masing-masing. Meski menghadapi berbagai keterbatasan, para atlet tetap menunjukkan semangat bertanding.

“Terlepas kegiatan ini bersifat mandiri atau menggunakan uang pribadi masing-masing dan dengan segala keterbatasan, tapi salut kepada para atlet tetap bertanding dengan semangat dan tanpa keluhan,” ujarnya.

Tengku Amir juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua atlet yang terus memberikan dukungan terhadap proses pembinaan anak-anak mereka.

“Terima kasih para orang tua atas suport dan sumbangsihnya yang luar biasa. Terima kasih juga telah membantu kami para pelatih dalam mengembangkan minat dan bakat anak-anak,” tutunya.

Berikut daftar atlet pencak silat Lingga yang berhasil meraih medali pada kejuaraan KING OF CHAMPIONS di Kota Batam:

Medali Emas:

  1. Tengku Fathin Nazifa Azzahira — MTsN Lingga
  2. Tengku Rafisqy Arfhadian Effendy — SD Negeri 001 Singkep Pesisir
  3. Azam Santriawan — SMAN 1 Singkep
  4. Alkhalifi Zikri Hady — SD Negeri 001 Singkep
  5. Khayla Khayrunnisa Pradita — SMAN 1 Singkep

Medali Perak:

  1. Denio Arengga — SMAN 1 Singkep
  2. Mega Putri Maharani — MTsN Lingga
  3. Khalila Dzakiya — MTsN Lingga
  4. Rafhasya Azka Ramadhan — SMAN 1 Singkep
  5. Apsu Prishelvia Tri Putri — Umum

Medali Perunggu:

  1. Aditya Zaki Ramadhan — SMP Negeri 1 Singkep
  2. Afiqah Aqila — MTsN Lingga

Dengan raihan tersebut, kontingen pencak silat Lingga menunjukkan potensi atlet muda yang cukup menjanjikan. Kejuaraan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menambah pengalaman, meningkatkan mental bertanding, serta mempersiapkan diri menghadapi kompetisi-kompetisi selanjutnya.

Puspan

Kasus Sabu 40 Kilo: Masri Dituntut 5 Tahun, Aset Kebun & Mewah di Rampas Negara

0

RASIO,CO, Batam – Jaksa Penuntut Umum (JPU) akhirnya menuntut Masri bin Syamaun dituntut 5 tahun penjara serta denda 1 miliar sedangkat aset mobil mewah dan kebun bernilai piluhan miliar dirampas negara.

Pasal 137 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun, serta pidana denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.

“Menyatakan terdakwa Masri Bin Syamaun bersalah melakukan tindak pidana “Setiap orang yang  menempatkan, membayarkan atau membelanjakan, menitipkan, menukarkan, menyembunyikan atau menyamarkan, menginvestasikan, menyimpan, menghibahkan, mewariskan, dan/atau mentransfer uang, harta, dan benda atau aset baik dalam bentuk benda bergerak maupun tidak bergerak, berwujud atau tidak berwujud yang berasal dari tindak pidana Narkotika dan/atau tindak pidana Prekursor Narkotika”

Sebagaimana yang didakwakan kepada terdakwa yaitu melanggar pasal 137 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP (dalam dakwaan Kesatu Primair Penuntut Umum).

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Masri Bin Syamaun dengan pidana penjara 5 (lima) tahun;

“Menjatuhkan pidana denda kepada terdakwa MASRI Bin SYAMAUN sebesar Rp.1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) yang harus dibayar dalam jangka waktu 1 (satu) bulan dan dapat diperpanjang untuk paling lama 1 (satu) bulan sejak putusan berkekuatan hukum tetap.

Narapidan Masri Bin Syamaun dikasus narkoba 40 kilogram sabu lolos dari hukuman mati sesuai tuntutan JPU karena divonis majelis hakim batam 18 tahun penjara, namun di kasasi Masri sebagai  bandar kembali dapat korting yakni 15 tahun penjara. Tetapi dalam kasus TPPU narkoba Terdakwa Masri kembali di sidang di PN Batam.

Ironisnya, Terdakwa Masri Bin Syamaun dalam.kasus 40 sabu divonis 18 tahun dan dikasasi menjadi 15 tahun penjara, namun kasus aliran dana Tindak Pidana Pencucian Uang(TPPU) di PN Batam. Aliran dana terdakwa Masri bahkan sampai Trilyunan bersama rekannya Fakjri alias Jeri alias Panjang DPO (Daftar Pencarian Orang).

Majelis Hakim kembali mengagendakan terdakwa Masri bin Syamaun.Kamis(13/08), Pemeriksaan  terdakwa  dalam agenda sidang. Namun dalam kasus narkiba 40 kilo dituntut hukuman mati, 4 Agustus 2025, Divonis Hakim PN Batam 18 Tahun Penjara, 20 Agustus 2025 dan di kasasi jadi 15 tahun, 19 Februari 2026.

Kronologid dakwaan terdakwa Masri bin Syamaun bersama rekannya Fahkri alias Heri alias Panjang(DPO) kurun 2014 sampai 2024 diduga dana transaksi di benk dan memakai rekening orang transaksi diduga TPPU.

269/Pid.Sus/2026/PN Btm.
Terdakwa dalam menjalankan bisnis narkotika bersama jaringan narkotikanya yaitu Sdr. Fakhri(DPO).  terdakwa menggunakan rekening pribadi dan rekening orang lain dengan maksud untuk tidak dapat di lacak oleh pihak aparat penegak hukum, rekening yang terdakwa.

Redaksi@www.rasio.co //

Lapas Dabo Singkep Gandeng SPNF-SKB Lingga Buka Akses Pendidikan bagi WBP

0

RASIO.CO, Lingga – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dabo Singkep terus memperkuat pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kali ini, penguatan pembinaan dilakukan melalui kerja sama di bidang pendidikan bersama Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB) Kabupaten Lingga. Selasa (6/10/2026).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lapas Kelas III Dabo Singkep dan SPNF-SKB Kabupaten Lingga. Kolaborasi ini membuka akses pendidikan kesetaraan bagi WBP sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan mempersiapkan mereka untuk kembali ke tengah masyarakat.

Penandatanganan PKS dihadiri Kepala Lapas Kelas III Dabo Singkep Yusrifa Arif, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lingga yang diwakili Sekretaris Supardi, S.Pd., M.Pd., serta Kepala SPNF-SKB Kabupaten Lingga Zoliho, S.Pd.

Kepala Lapas Kelas III Dabo Singkep, Yusrifa Arif, S.H., M.H., mengatakan pendidikan memiliki peran penting dalam proses pembinaan warga binaan.

“Pendidikan adalah bagian penting dari proses perubahan. Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga mendapatkan bekal yang dapat mereka gunakan ketika kembali ke masyarakat,” kata Yusrifa.

Menurutnya, menjalani masa pidana tidak semestinya menjadi penghalang bagi WBP untuk tetap memperoleh pendidikan dan mengembangkan potensi diri.

“Melalui pendidikan, warga binaan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kepercayaan diri sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lingga, Supardi, S.Pd., M.Pd., yang mewakili kepala dinas, menyampaikan bahwa sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan satuan pendidikan menjadi bagian penting dalam memperluas kesempatan belajar.

“Kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan belajar kepada seluruh lapisan masyarakat,” ujar Supardi.

Melalui program pendidikan kesetaraan tersebut, WBP tidak hanya mendapatkan kesempatan mengikuti proses pembelajaran, tetapi juga dapat menyelesaikan pendidikan dan memperoleh pengakuan akademik berupa ijazah.

Kegiatan tersebut juga diwarnai dengan pembagian ijazah kepada WBP peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan.

Pemberian ijazah menjadi momentum penting dalam proses pembinaan. Dokumen tersebut menjadi bukti bahwa warga binaan tetap memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan dan menyelesaikan jenjang pembelajaran meski sedang menjalani masa pidana.

Pendidikan diharapkan menjadi salah satu bekal bagi WBP ketika nantinya kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan pengetahuan, keterampilan, serta pengakuan akademik yang diperoleh, mereka diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik untuk menjalani kehidupan setelah masa pembinaan berakhir.

Lapas Kelas III Dabo Singkep bersama SPNF-SKB Kabupaten Lingga berkomitmen melanjutkan sinergi dalam menghadirkan pembinaan yang edukatif dan berkelanjutan.

Kerja sama tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung proses reintegrasi sosial, sehingga pembinaan di dalam lapas tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga mempersiapkan WBP untuk kembali berperan di tengah masyarakat.

BP Batam Percepat Pengerjaan Interkoneksi untuk Perkuat Suplai Air

0

RASIO.CO, Batam — Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, turun langsung ke Waduk Nongsa untuk melihat kondisi sumber air sekaligus merespons keluhan warga terkait gangguan suplai air di kawasan tersebut, Senin (5/10).

Dalam peninjauan tersebut, Amsakar menjelaskan bahwa Tinggi Muka Air (TMA) Waduk Nongsa saat ini berada pada kisaran 5,5 meter di atas permukaan laut, atau mengalami penurunan sekitar 4,5 meter dibandingkan kondisi normal.

Saat kondisi normal, rata-rata TMA Waduk Nongsa berada pada kisaran 10 meter di atas permukaan laut. Pada kondisi puncak, TMA dapat mencapai sekitar 12,7 meter di atas permukaan laut.

Minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir turut memengaruhi debit air yang masuk ke waduk. Kondisi tersebut berdampak terhadap ketersediaan air baku dan selanjutnya memengaruhi distribusi serta suplai air kepada masyarakat di wilayah Nongsa.

“Hari ini saya turun langsung agar persoalan air bagi masyarakat Nongsa bisa diatasi dengan cepat. Beberapa langkah teknis juga sudah dilakukan agar persoalan ini tidak berlarut-larut sehingga mengganggu aktivitas masyarakat,” tegas Amsakar di lokasi.

Ia menjelaskan, BP Batam telah menyiapkan sejumlah langkah teknis untuk mengantisipasi dampak penurunan TMA Waduk Nongsa sekaligus menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengalirkan air dari embung yang berada di kawasan Kebun Raya Nongsa melalui pemasangan pipa interkoneksi menuju Waduk Nongsa.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan debit air sehingga TMA Waduk Nongsa dapat meningkat secara bertahap.

“Kami berupaya mendorong debit air di waduk ini agar posisi 5,5 meter ini secara bertahap bisa meningkat. Paling tidak, dengan interkoneksi pipa ini, bisa naik satu atau dua meter,” tambahnya.

Selain mengalirkan air dari embung ke waduk tersebut, BP Batam juga mengupayakan penyambungan pipa 250 mm dan pipa 300 mm sebagai bagian dari sistem interkoneksi.

Penyambungan tersebut dilakukan untuk meningkatkan efektivitas booster sehingga dorongan air menuju masyarakat berjalan lebih optimal.

“Kita ingin agar pekerjaan teknis ini bisa cepat selesai sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat,” tambah Amsakar.

Amsakar menjelaskan bahwa gangguan distribusi yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh kondisi Waduk Nongsa yang mengalami penurunan TMA.

Ia juga mengajak agar masyarakat untuk bersama-sama melakukan salat istisqa sebagai bentuk ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan.

“Ikhtiar teknis kita lakukan, mari ikhtiar spiritual juga kita lakukan agar persoalan bisa teratasi,” tutup Amsakar. (*)

Redaksi@www.rasio.co //

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Amsakar Rayakan Kemenangan Bersama Ribuan Warga Batam

0

RASIO.CO, Batam – Kemenangan Tim Nasional (Timnas) Indonesia atas Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 disambut meriah ribuan warga Kota Batam yang menggelar nonton bareng (nobar) di Dataran Engku Putri, Batam Center, Senin (5/10) malam.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, turut larut dalam kegembiraan bersama masyarakat. Ia menyaksikan langsung perjuangan skuad Garuda hingga memastikan Indonesia keluar sebagai juara.

Berbaur bersama ribuan warga, Amsakar tampak antusias mengikuti jalannya pertandingan. Ia juga mengapresiasi konsistensi permainan Timnas Indonesia yang dinilainya menunjukkan kematangan taktik, disiplin, serta semangat juang tinggi.

“Sejak menit awal, saya sangat yakin Indonesia bisa keluar sebagai juara. Tempo permainan timnas kita sangat konsisten, alur bola berjalan rapi, dan stamina pemain terjaga dengan baik,” ujar Amsakar usai merayakan kemenangan bersama warga Batam.

Pertandingan berlangsung sengit sejak awal. Indonesia mampu memanfaatkan momentum setelah Thailand harus bermain dengan 10 pemain. Skuad Garuda kemudian meningkatkan tekanan ke lini pertahanan lawan hingga berhasil mencetak gol pembuka dan unggul 1-0.

Thailand tidak tinggal diam. Tim Gajah Perang berhasil mencetak gol penyeimbang dan kemudian membalikkan keadaan menjadi 2-1. Timnas Indonesia terus berjuang hingga akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.

Pertandingan akhirnya ditentukan melalui adu penalti. Indonesia tampil lebih baik dan berhasil unggul 4-2 sehingga memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Sepanjang pertandingan, dukungan ribuan warga Batam terus menggema di Dataran Engku Putri. Chant untuk skuad Garuda terdengar dari berbagai penjuru lokasi hingga peluit akhir pertandingan dibunyikan.

Kemenangan tersebut langsung disambut sorak-sorai warga. Amsakar pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain dan tim pelatih yang telah berjuang hingga membawa Indonesia meraih gelar juara.

“Alhamdulillah, doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia, khususnya yang bergema dari Dataran Engku Putri malam ini, dijawab dengan kemenangan manis. Kami sangat mengapresiasi kerja keras seluruh pemain. Ini hasil yang layak diraih berkat perjuangan pantang menyerah di lapangan,” kata Amsakar.

Menurutnya, kemenangan Timnas Indonesia tidak hanya menjadi kebanggaan bagi pencinta sepak bola, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan masyarakat.

Nobar di Dataran Engku Putri menjadi ruang bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk berkumpul dan memberikan dukungan bersama kepada Timnas Indonesia.

Kemeriahan nobar juga semakin lengkap dengan pembagian berbagai hadiah atau doorprize kepada warga yang berhasil menjawab pertanyaan dalam kuis seputar sepak bola dan program pembangunan Kota Batam.

Amsakar berharap semangat dan kebersamaan yang tercipta melalui dukungan terhadap Timnas Indonesia dapat terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat Batam.

“Ini menunjukkan bahwa ketika kita bersatu dan memberikan dukungan, energi positifnya luar biasa. Malam ini kita merasakan kebahagiaan yang sama karena Indonesia juara,” ujarnya.

YD

Taba Iskandar: Melalui Podcast Turut Cerdaskan Masyarakat

0

RASIO.CO, Batam – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau Taba Iskandar menyambangi Graha PWI Kepri, Senin (5/10/2026).

Taba tiba sekitar pukul 16.00 WIB. Ia datang untuk bersilaturahmi dengan sejumlah pengurus PWI Kepri.

Pertemuan berlangsung santai di Graha PWI Kepri, Ruko Purimas B6, Batam. Dalam pertemuan itu, Taba membawa gagasan kolaborasi.

Ia ingin membuat program podcast bersama PWI Kepri. Podcast tersebut menyasar masyarakat Batam dan Kepulauan Riau.

Selain itu, ia berharap podcast itu bisa menghadirkan dialog yang mencerdaskan. Topik podcast akan menyentuh berbagai persoalan masyarakat.

Pembahasan akan dikemas secara ringan. Masyarakat diharapkan bisa mengikuti setiap episode. Taba menilai media, khususnya PWI, memiliki peran startegis untuk masyarakat.

“Media dapat membuka ruang diskusi publik. Wartawan bisa menyampaikan informasi secara luas. Kami ingin menggandeng PWI Provinsi Kepri,” ujar Taba Iskandar dalam kunjungannya.

Meski demikian, Taba berharap kolaborasi ini bisa menghasilkan konten yang bermanfaat. Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai langkah awal.

Pembahasan program podcast akan dilanjutkan bersama PWI Kepri. Ketua PWI Provinsi Kepri Saibansah Dardani menyambut baik gagasan tersebut.

Ia menyatakan PWI Kepri siap membahas rencana kolaborasi itu. Termasuk teknis, materi dan narasumber yang dihadirkan.

“Program podcast ini diharapkan menjadi ruang dialog bersama. Khususnya untuk membahas persoalan Batam dan Kepulauan Riau,” ujar Saibansah Dardani.

Pada kesempatan ini, Saibansah Dardani didampingi sejumlah pengurus PWI. Seperti Ketua Dewan Pakar PWI Kepri Ramon Damora, Wakil Bendahara PWI Kepri Faisal, Ketua Bidang Pembelaan Wartawan Pariadi SH, Hendri D. Sembiring, dan Candra P. Pusponegoro.

Redaksi@www.rasio.co //

Amsakar Ikuti Upacara HUT ke-81 TNI, Perkuat Sinergi Jaga Keamanan dan Percepat Pembangunan

0

RASIO.CO, Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga keamanan serta mendukung percepatan pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan Amsakar usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI tingkat Provinsi Kepulauan Riau di Tugu Sirih, Tanjungpinang, Senin (5/10/2026).

Peringatan HUT ke-81 TNI mengusung semangat memperkuat sinergi dan kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terutama di wilayah perbatasan dan maritim Kepulauan Riau.

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh jajaran TNI, khususnya yang bertugas di wilayah Kepulauan Riau dan Kota Batam. Menurutnya, TNI memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan kondusivitas daerah, termasuk mendukung kelancaran pembangunan serta menjaga wilayah perbatasan.

“Atas nama Pemerintah Kota Batam dan seluruh masyarakat Kota Batam, kami mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia. TNI adalah garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa dan kedaulatan wilayah kita,” ujar Amsakar.

Ia mengatakan, posisi Batam sebagai daerah kepulauan dan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional di kawasan perbatasan membuat stabilitas keamanan menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian.

Karena itu, Amsakar menilai sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur masyarakat perlu terus diperkuat.

“Sesuai dengan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat, kami di Pemko Batam siap terus memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama TNI. Keamanan wilayah maritim dan stabilitas daerah adalah kunci utama untuk mendorong percepatan pembangunan, investasi, serta kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia yang maju, adil, dan makmur,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kaskogabwilhan I), Laksamana Muda TNI Amrin R.H, menyampaikan bahwa kedekatan antara TNI dan masyarakat hingga kini terus terjaga. Ia menilai hal tersebut menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kesan yang saya rasakan adalah bahwa TNI masih dicintai oleh masyarakat. Kemudian TNI masih bisa nyata berkarya bagi masyarakat, dan karya-karya TNI khususnya saat ini bisa nyata dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Amrin juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan bersama-sama membangun Indonesia.

“Saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama dengan TNI membangun Indonesia menuju cita-cita kita bersama, menuju masyarakat yang adil dan makmur, Indonesia yang maju, adil, dan makmur,” katanya.

Menanggapi pertanyaan awak media terkait perhatian pemerintah pusat terhadap pengamanan wilayah kelautan Kepulauan Riau, Amrin mengatakan sektor maritim menjadi salah satu prioritas, termasuk melalui penguatan dan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista).

“Untuk kelautan Kepri, masyarakat bisa melihat sendiri bagaimana perhatian pemerintah dan prioritas arah pembangunan alutsista kita. Bapak Presiden sudah sangat memperkuat alat pertahanan negara di hampir semua matra,” jelasnya.

Ia menjelaskan, penguatan sektor maritim dilakukan dengan mengintegrasikan kekuatan laut dan udara. Menurutnya, perhatian terhadap kemampuan pertahanan di sektor tersebut terus ditingkatkan untuk memperkuat pengamanan wilayah Indonesia.

“Sudah didatangkan kapal-kapal ukuran besar yang mampu beroperasi di laut dalam waktu cukup lama, seperti kapal induk hingga kapal-kapal fregat berukuran besar. Sementara untuk udara, kita memiliki pesawat tempur dan pesawat patroli udara maritim. Jadi, perhatian di sektor maritim sudah sangat luar biasa,” tuturnya.

Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI di Tugu Sirih Tanjungpinang turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kepulauan Riau, tokoh masyarakat, serta pimpinan instansi vertikal se-Kepulauan Riau.

YD

Iskandarsyah Kukuhkan Tim Pengawasan Bahasa dan MoU dengan Badan Bahasa Kemendikdasmen

0

RASIO.CO. Karimun – Pemkab Karimun bersama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen resmi menjalin sinergi kuat guna menjaga muruah bahasa di daerah. Sinergi ini ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepakatan tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah yang diselenggarakan di Tanjung Balai Karimun, Senin (5/10).

Pada momentum yang sama, Bupati Karimun, Iskandarsyah, secara resmi mengukuhkan Tim Pelaksana Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia di Kabupaten Karimun. Langkah strategis ini menjadikan Karimun sebagai salah satu daerah yang proaktif dalam mengawal identitas bangsa melalui bahasa.

Komitmen ini bukanlah hal baru, mengingat sebelumnya Bupati Karimun juga telah menetapkan kebijakan khusus terkait penguatan dan pelestarian bahasa Melayu sebagai bahasa daerah kebanggaan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya usai mengukuhkan tim pelaksana, Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, menegaskan pentingnya langkah pelindungan bahasa di tengah pesatnya arus globalisasi, sekaligus menyoroti posisi geografis Karimun yang strategis.

“Pemerintah Kabupaten Karimun menyambut baik dan siap bersinergi penuh dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Pengukuhan Tim Pelaksana Pengawasan pada hari ini adalah wujud komitmen nyata kami untuk mengutamakan dan melindungi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di ruang publik. Lebih dari itu, kesepakatan ini juga menjadi payung bagi kita untuk terus melestarikan bahasa dan sastra daerah, khususnya bahasa Melayu yang menjadi identitas dan akar budaya kita,” ujar Iskandarsyah.

Lebih lanjut, Bupati juga memberikan instruksi khusus kepada generasi muda Karimun terkait tantangan global. “Mengingat posisi Kabupaten Karimun yang sangat strategis berada di garis internasional dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, saya juga menginstruksikan agar anak-anak Karimun membekali diri dengan kemampuan bahasa asing, seperti bahasa Inggris dan Mandarin. Ini adalah bekal penting untuk bersaing. Prinsipnya harus kita pegang teguh: Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing,” tambahnya.

Turut hadir menyaksikan pengukuhan dan penandatanganan nota kesepakatan tersebut, perwakilan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Titik Wijanarti. Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti bahwa pembentukan tim pengawasan di daerah merupakan bentuk implementasi langsung dari Peraturan Menteri (Permen) terkait kebahasaan.

“Langkah cepat dan tegas dari Pemerintah Kabupaten Karimun ini sangat kami apresiasi karena sejalan dengan amanat Peraturan Menteri terkait pengutamaan bahasa Indonesia dan pelindungan bahasa daerah. Regulasi dari pusat tersebut memberikan landasan hukum bagi daerah untuk menertibkan penggunaan bahasa asing di ruang publik, serta memastikan dokumen resmi mematuhi kaidah yang berlaku. Kami berharap pengawasan ini berjalan efektif berbekal payung hukum yang telah ditetapkan,” tegas Titik Wijanarti.

Kerja sama antara Pemkab Karimun dan Kemendikdasmen ini berfokus pada tiga pilar utama, yakni pengembangan, pembinaan, dan pelindungan. Tim Pelaksana Pengawasan yang baru saja dikukuhkan akan mengemban tugas penting, di antaranya memastikan penggunaan bahasa Indonesia yang tepat pada nama jalan, fasilitas umum, gedung, hingga dokumen-dokumen resmi pemerintahan di lingkungan Kabupaten Karimun.

Selain penertiban bahasa di ruang publik, program kerja ke depan juga akan menyasar penguatan literasi masyarakat secara menyeluruh. Sebagai wujud nyata dukungan terhadap hal tersebut, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen akan memberikan bantuan berupa buku-buku literasi bahasa kepada Kabupaten Karimun.

Program penyediaan buku ini bertujuan untuk meningkatkan kecakapan dalam berbahasa di berbagai kalangan masyarakat, sekaligus memperkuat program daerah dalam melestarikan warisan bahasa Melayu agar tidak tergerus zaman, sejalan dengan semangat “Karimun BerAKHLAK”.

Melalui pengukuhan dan penandatanganan nota kesepakatan ini, Kabupaten Karimun diharapkan dapat menjadi proyek percontohan (pilot project) ketertiban berbahasa, di mana masyarakatnya bangga berbahasa Indonesia, teguh merawat bahasa daerah, dan cakap berbahasa asing untuk bersaing di kancah global.

redaksi@www.rasio.co //

Kapolri Lantik Irjen Pol Suhendri Jadi Kapolda Kepri

0

RASIO.CO, Batam – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto,melantik 27 pejabat utama Polri dan Kapolda, Salah satunya Kapolda Kepri Irjen Pol. Suhendri mengantikan Komjen Pol. Asep Safrudin sebagai Kabarekrim Polri, pelantikan dilaksanakan, Minggu(04/10).Selain Sertijab, kegiatan juga diisi dengan pelantikan serta Korps Raport kenaikan pangkat perwira tinggi Polri.

Dalam rangkaian tersebut, sejumlah jabatan strategis di lingkungan Mabes Polri maupun kewilayahan mengalami pergantian, termasuk jabatan Kapolda Kepri. Pergantian tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi sekaligus kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian.

Komjen Pol Asep Safrudin sebelumnya mengemban amanah sebagai Kapolda Kepri. Dalam rangkaian mutasi tersebut, Asep Safrudin mendapat promosi untuk menduduki jabatan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri sekaligus mendapat kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi (Jenderal Bintang Tiga).

Jabatan tersebut merupakan salah satu posisi strategis di lingkungan Mabes Polri yang memiliki tanggung jawab dalam penyelenggaraan fungsi reserse kriminal secara nasional.

Penugasan tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan pengabdian Komjen Pol Asep Safrudin setelah memimpin Polda Kepri. Selanjutnya, estafet kepemimpinan Polda Kepri diteruskan oleh Irjen Pol Suhendri yang dipercaya memimpin jajaran Polda Kepri.

Irjen Pol Suhendri merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1993 yang memiliki pengalaman panjang di lingkungan Korps Brigade Mobil (Brimob) dan sejumlah penugasan strategis di tingkat Mabes Polri.

Sebelum dipercaya sebagai Kapolda Kepri, Irjen Pol Suhendri menjabat sebagai Teknisi Jibom Utama Tingkat I Korbrimob Polri. Dalam perjalanan kariernya, ia juga pernah menjabat sebagai Kasat Brimob Polda Kepri dan Kapolres Tanjungpinang.

Pengalaman Irjen Pol Suhendri di Kepulauan Riau menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum kemudian mendapat berbagai penugasan di sejumlah wilayah dan lingkungan Mabes Polri.

Ia pernah dipercaya sebagai Wakasat Brimob Polda Jawa Timur, Kasat Brimob Polda Jambi, Kasat Brimob Polda Bali, Analis Kebijakan Madya Bidang Brigade Mobil Korbrimob Polri, Kakorbintarsis Ditbintarlat Akpol Lemdiklat Polri, Kabag SDM Korbrimob Polri hingga Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri.

Pada 2026, Irjen Pol Suhendri mendapat kenaikan pangkat menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol). Pengalamannya juga tercatat dalam pelaksanaan kegiatan kenegaraan. Pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Satuan Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Rabu, 1 Juli 2026, Suhendri dipercaya sebagai Komandan Upacara dalam upacara yang dipimpin Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara.

Dengan dilaksanakannya Sertijab tersebut, Irjen Pol Suhendri secara resmi melanjutkan estafet kepemimpinan Polda Kepri dari Komjen Pol Asep Safrudin, yang kini mengemban amanah sebagai Kabareskrim Polri.

Bagi Irjen Pol Suhendri, penugasan sebagai Kapolda Kepri sekaligus menjadi momentum untuk kembali mengemban tugas di wilayah yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.

Setelah sebelumnya pernah memimpin jajaran Brimob Polda Kepri dan Polres Tanjungpinang, kini Irjen Pol Suhendri dipercaya memimpin seluruh jajaran Polda Kepri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan pelayanan kepolisian di wilayah Kepulauan Riau.

Sementara bagi Komjen Pol Asep Safrudin, penugasan sebagai Kabareskrim Polri menjadi amanah baru dalam perjalanan pengabdiannya di tingkat nasional. Pergantian tersebut sekaligus menandai keberlanjutan pelaksanaan tugas dan program Polda Kepri di bawah kepemimpinan Irjen Pol Suhendri.

redaksi@www.rasio.co //

Tokoh Masyarakat Lingga Usulkan “Festival Gunung Daik Becabang Tiga” Jadi Event Tahunan Berskala Nasional

0

RASIO.CO, Lingga – Menyusul suksesnya rangkaian kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tahun 2026 yang digelar oleh Kecamatan Lingga selama satu bulan penuh, tokoh masyarakat Lingga, Muhammad Ishak, memberikan apresiasi tinggi sekaligus mengajukan gagasan strategis untuk mengembangkan potensi daerah melalui sebuah festival berskala besar.

Ishak menilai, kegiatan yang berlangsung di Daik dan sekitarnya telah berhasil menghibur masyarakat serta menjadi wadah bagi penggiat seni untuk kembali berkarya setelah masa yang cukup sepi. Menurutnya, kesuksesan acara tanpa dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) membuktikan bahwa kepemimpinan yang tanggap, kreatif, dan kooperatif mampu menghasilkan dampak positif, termasuk bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM).

“Masyarakat merasa terhibur dan berterima kasih. Bagi penggiat seni, adanya ‘ruang’ untuk tampil seolah membakar semangat dan menyuntikkan ‘darah baru’ untuk berkreasi kembali,” ujar Ishak, Minggu (4/10/2026).

Melihat antusiasme tersebut, Ishak mengusulkan agar rangkaian kegiatan serupa dikemas lebih menarik dan dikembangkan menjadi event tahunan daerah yang lebih bergengsi, yaitu Festival Gunung Daik Becabang Tiga (GDBT). Ia meyakini festival ini memiliki potensi efek domino tidak hanya bagi Kabupaten Lingga, tetapi juga dapat menarik wisatawan nusantara hingga mancanegara jika dipromosikan secara cerdas dan berkelanjutan.

“Tahniah dan mudah-mudahan tidak lelah sampai di situ saja. Alangkah baiknya jika ini dikembangkan menjadi Festival GDBT. Pantun legenda Gunung Daik sudah mendunia dan menjadi magnet kuat bagi wisatawan,” jelasnya.

Ishak menguraikan lima alasan kuat mengapa Festival GDBT layak digelar, pertama, Legenda Gunung Daik yang sudah mendunia. Kedua, Minat tracking atau pendakian Gunung Daik yang semakin tinggi. Ketiga, Cerita rakyat patahnya Gunung Daik yang telah populer di media sosial. Keempat, Fungsi hutan lindung Gunung Daik sebagai “paru-paru” kehidupan, dan Kelima, Ketersediaan fasilitas pendukung di kawasan Damnah, seperti Replika Istana Damnah, Dataran Sultan Abdurrahman Syah, Museum Linggam Cahaya, Balai Adat Melayu, dan Rumah Tenun.

Dalam konsep yang ditawarkan, Ishak menyarankan agar pelaksanaan awal festival memanfaatkan momen budaya yang sudah hidup di masyarakat, seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Jama’, yang dapat dipusatkan di Replika Istana Damnah.

Selain itu, festival ini akan menampilkan berbagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Lingga yang telah diakui tingkat nasional. Pengunjung tidak hanya menonton, tetapi juga dapat terlibat langsung dalam pembuatan kerajinan, menikmati kuliner khas Melayu, serta menyaksikan prosesi adat perkawinan tradisional Melayu Daik Lingga di Balai Adat Melayu. Unikanya, biaya prosesi adat ini berasal dari masyarakat yang memiliki hajat, namun dikoordinir oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) dan OPD terkait.

“Aspek konservasi juga harus menjadi bagian penting. Kita perlu mengundang kementerian terkait seperti KLHK, Kemenparekraf, dan Bappenas untuk melakukan FGD. Tujuannya bukan sekadar meramaikan, tetapi mencari strategi mendapatkan dana konservasi dan anggaran pembangunan ekowisata,” tambah Ishak.

Menutup pernyataannya, Ishak menekankan bahwa meskipun ide ini bermula dari modifikasi kegiatan tingkat kecamatan, skala potensi yang dimiliki terlalu besar jika hanya diserahkan kembali kepada pihak kecamatan. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan komitmen, sinergitas, dan integrasi tugas fungsi antar-OPD.

“Kerja besar yang berpotensi menjadi event tahunan daerah membutuhkan koordinasi yang kuat. Bagaimana cara mengintegrasikan tugas fungsi OPD terkait agar event ini lancar dan sukses adalah hal yang sangat krusial ke depannya,” pungkas Ishak.

Dengan usulan ini, diharapkan Kabupaten Lingga dapat menempatkan diri sebagai destinasi wisata budaya dan ekowisata unggulan di Indonesia, dengan Gunung Daik sebagai ikon utamanya.

Puspan