Minggu, November 8, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 121

Honda Gelar Tiba-Tiba SMASH, Media Gathering Bulutangkis Bersama Jurnalis Kepri

0

RASIO.CO, Batam – Honda kembali memperkuat hubungan dengan insan media di wilayah Kepulauan Riau melalui kegiatan bertajuk Tiba-Tiba SMASH, sebuah media gathering yang dikemas dalam bentuk pertandingan bulutangkis. Kegiatan ini diikuti oleh rekan-rekan jurnalis dari berbagai media di Batam dan sekitarnya.

Melalui konsep olahraga, Honda menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat sekaligus kompetitif. Tiba-Tiba SMASH mempertandingkan dua kategori, yakni ganda putra dan ganda campuran, yang berlangsung dengan penuh semangat serta menjunjung tinggi sportivitas antar peserta.

Usai seluruh rangkaian pertandingan, kegiatan dilanjutkan dengan acara gathering dan makan siang bersama. Momen tersebut dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi sekaligus ruang komunikasi antara Honda dan para jurnalis, guna mempererat kedekatan serta menjaga hubungan baik yang selama ini telah terjalin.

Pemilihan cabang olahraga bulutangkis disebut sebagai bentuk penyegaran dari konsep media gathering pada tahun-tahun sebelumnya. Honda ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga sehat, interaktif, dan melibatkan partisipasi aktif seluruh peserta.

Honda Customer Care & Public Relations Manager, Tony Anggadha, menyampaikan bahwa konsep ini sengaja dihadirkan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi rekan-rekan media. “Pada tahun-tahun sebelumnya kami lebih banyak menggelar kegiatan outdoor. Tahun ini kami mencoba konsep yang sedikit berbeda dengan menghadirkan pertandingan bulutangkis agar lebih interaktif, sehat, dan menyenangkan. Selamat kepada rekan-rekan jurnalis yang berhasil meraih juara,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tony menegaskan pentingnya peran media dalam mendukung penyebaran informasi kepada masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi jurnalis dalam mempublikasikan berbagai informasi terkait sepeda motor Honda di wilayah Kepulauan Riau. “Kami sangat mengapresiasi peran jurnalis dan media yang telah membantu mempublikasikan informasi terkait sepeda motor Honda kepada masyarakat Kepulauan Riau. Kegiatan ini murni untuk kebersamaan, bergembira, dan sebagai bentuk terima kasih,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Honda turut memberikan apresiasi kepada jurnalis terbaik selama satu tahun terakhir. Melalui kegiatan Tiba-Tiba SMASH, Honda berharap sinergi dan hubungan positif dengan insan media dapat terus terjaga dan semakin kuat di masa mendatang.

YD

Waspada Aquaplaning Saat Berkendara di Tengah Cuaca Hujan Batam

0

RASIO.CO, Batam – Intensitas hujan yang meningkat di Kota Batam pada penghujung tahun 2025 menuntut pengendara sepeda motor untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara. Kondisi jalan yang basah dan licin, baik ketika hujan masih turun maupun setelah reda, dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Salah satu risiko utama yang perlu diwaspadai pengendara adalah aquaplaning, yakni kondisi ketika ban kehilangan daya cengkeram akibat adanya lapisan air di permukaan jalan. Selain itu, genangan air juga dapat menutupi lubang jalan yang berbahaya, sehingga roda dapat masuk secara tiba-tiba dan mengganggu keseimbangan pengendara.

Menghadapi situasi tersebut, pengendara sepeda motor diimbau untuk tidak memaksakan diri menerobos genangan air. Jika memungkinkan, pengendara disarankan menunggu hingga genangan surut. Namun, apabila harus melintas, ketinggian air perlu dipastikan masih aman sesuai dengan jenis sepeda motor dan ground clearance, guna mencegah air masuk ke ruang bakar yang berisiko menyebabkan kerusakan mesin.

Pengendalian kecepatan menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan. Berkendara dengan kecepatan rendah, terutama di jalur yang belum familiar, dinilai lebih aman untuk menghindari kehilangan traksi. Melaju terlalu cepat di jalan tergenang dapat meningkatkan risiko tergelincir, terlebih jika terdapat lubang jalan yang tidak terlihat karena tertutup air.

Selain itu, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan juga menjadi hal krusial. Jarak yang cukup memberi waktu reaksi lebih baik apabila pengendara lain melakukan pengereman mendadak atau bermanuver secara tiba-tiba untuk menghindari lubang di jalan yang licin.

Teknik dan postur berkendara turut menjadi perhatian. Pengendara disarankan untuk tidak meletakkan jari dalam posisi siaga di tuas rem saat melintasi genangan. Refleks menarik rem secara mendadak dapat menyebabkan roda depan terkunci dan memicu selip, khususnya di permukaan jalan yang basah.

“Keselamatan berkendara bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga kesiapan dan kesadaran menghadapi kondisi jalan. Kami terus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap faktor keselamatan, khususnya saat cuaca ekstrem,” ujar Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara, Duri Yanto.

Senada dengan itu, Instruktur Safety Riding PT Capella Dinamik Nusantara wilayah Kepulauan Riau, Christofer Valentino, mengingatkan pentingnya fokus dan perlengkapan berkendara yang lengkap. “Tetap fokus, gunakan perlengkapan berkendara lengkap, dan selalu cari aman dalam kondisi apa pun agar aktivitas tetap berjalan lancar sesuai rencana,” katanya.

YD

TNI AL Amankan Kapal Tak Berdokumen Bawa Kayu dan Narkoba di Karimun

0

RASIO.CO, Karimun – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mengamankan sebuah kapal yang kedapatan membawa muatan kayu tanpa dokumen lengkap serta narkotika di perairan Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Kapal dengan nama lambung KM Dolphin GT 22 diamankan oleh Tim Satgas Intermal Koarmada I bersama Tim Quick Response Kodaeral IV Lanal Tanjung Balai Karimun dalam rangka operasi pengamanan libur Natal dan Tahun Baru, Jumat (26/12).

Dalam siaran pers Lanal Tanjung Balai Karimun yang dikutip dari Antara, Minggu (28/12), disebutkan bahwa penindakan dilakukan di perairan depan PT Timah Kabupaten Karimun. Kapal tersebut dihentikan saat berlayar dari Tanjung Batu menuju Tanjung Balai Karimun.

KM Dolphin diketahui dinakhodai oleh Agustiono dengan membawa empat orang anak buah kapal (ABK). Kapal tersebut tercatat sebagai milik Samsul Hadi.

Setelah dihentikan, KM Dolphin beserta seluruh awaknya dibawa ke Markas Komando Lanal Tanjung Balai Karimun menggunakan Patkamla Dolphin untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan sejumlah pelanggaran terhadap peraturan pelayaran. Salah satunya adalah ketidaksesuaian dokumen crew list, khususnya pada posisi Kepala Kamar Mesin (KKM) yang tidak sesuai dengan data pengawak kapal yang berada di atas kapal.

Atas pelanggaran tersebut, KM Dolphin dan awaknya diduga melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran Pasal 117 ayat (2) juncto Pasal 302 ayat (1), dengan ancaman pidana penjara paling lama tiga tahun dan denda maksimal Rp400 juta.

Selain pelanggaran administrasi pelayaran, petugas juga menemukan barang bukti berupa satu bungkus rokok berbentuk kaleng kotak yang di dalamnya berisi satu paket narkotika jenis sabu seberat 0,8 gram, beberapa alat hisap bong, serta dua kemasan plastik yang diduga bekas pakai.

Atas temuan narkotika tersebut, tiga orang terduga akan diproses sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Keberhasilan ini menegaskan komitmen TNI AL dalam menjaga keamanan laut, menegakkan hukum, serta memberantas peredaran narkotika di wilayah perairan Indonesia, khususnya di jalur strategis Kepulauan Riau,” demikian keterangan resmi Lanal Tanjung Balai Karimun.

AM

Tak Cukup Bukti, KPK Hentikan Penyidikan Korupsi Tambang Nikel Rp2,7 T

0

RASIO.CO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menghentikan proses penyidikan kasus dugaan korupsi perizinan pertambangan nikel senilai Rp2,7 triliun yang menjerat mantan Bupati Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Aswad Sulaiman. Penghentian tersebut dilakukan melalui penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, keputusan penghentian penyidikan diambil karena tidak terpenuhinya kecukupan alat bukti, khususnya dalam penghitungan kerugian keuangan negara, serta adanya daluwarsa pada unsur dugaan suap.

“Penerbitan SP3 oleh KPK sudah tepat karena tidak terpenuhinya kecukupan alat bukti dalam proses penyidikan yang dilakukan, Pasal 2, Pasal 3-nya yaitu terkendala dalam penghitungan kerugian keuangan negara,” ujar Budi, dikutip dari CNNIndonesia, Minggu (28/12).

Ia menambahkan, tempus perkara yang terjadi pada 2009 juga berimplikasi pada daluwarsanya tindak pidana suap yang disangkakan. “Kemudian dengan tempus perkara yang sudah 2009 ini juga berkaitan dengan daluwarsa perkaranya, yakni terkait Pasal suapnya,” imbuhnya.

Menurut Budi, penerbitan SP3 ini dilakukan untuk memberikan kejelasan dan kepastian hukum bagi seluruh pihak terkait. Ia menegaskan bahwa setiap proses penegakan hukum harus dilaksanakan sesuai dengan norma dan prinsip hukum yang berlaku.

Keputusan tersebut, lanjut Budi, sejalan dengan asas pelaksanaan tugas dan kewenangan KPK sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK, yang mencakup kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentingan umum, proporsionalitas, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Meski demikian, KPK menegaskan masih membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi baru apabila terdapat perkembangan terkait perkara tersebut. “Kami terbuka, jika masyarakat memiliki kebaruan informasi yang terkait dengan perkara ini untuk dapat menyampaikannya kepada KPK,” kata Budi.

Sebelumnya, KPK menetapkan Aswad Sulaiman sebagai tersangka pada Oktober 2017 atas dugaan korupsi terkait pemberian izin pertambangan nikel di Kabupaten Konawe Utara. Saat itu, KPK menyebut indikasi kerugian keuangan negara mencapai sedikitnya Rp2,7 triliun yang berasal dari penjualan hasil produksi nikel akibat perizinan yang diduga melawan hukum.

“Indikasi kerugian negara sekurang-kurangnya sebesar Rp2,7 triliun, yang berasal dari penjualan hasil produksi nikel yang diduga diperoleh akibat perizinan yang melawan hukum,” kata Wakil Ketua KPK saat itu, Saut Situmorang, dalam konferensi pers pada 3 Oktober 2017.

Aswad, yang menjabat sebagai Bupati Konawe Utara pada periode 2007–2009 dan 2011–2016, diduga menerbitkan izin kuasa pertambangan eksplorasi dan eksploitasi serta izin usaha produksi operasi produksi kepada sejumlah perusahaan sejak 2007 hingga 2014. Selain itu, ia juga diduga menerima suap sebesar Rp13 miliar dari perusahaan-perusahaan yang mengajukan izin pertambangan pada periode 2007–2009.

“Diduga telah menerima uang sejumlah Rp13 miliar dari sejumlah perusahaan yang mengajukan izin kuasa pertambangan kepada Pemkab Konawe Utara,” ujar Saut.

Atas dugaan suap tersebut, Aswad sempat disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kabupaten Konawe Utara dikenal sebagai salah satu daerah penghasil nikel terbesar di Sulawesi Tenggara. Sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut antara lain PT Unaaha Bakti, Konawe Nikel Nusantara, Bososi Pratama Nikel, Bumi Karya Utama, Dwi Multi Guna Sejahtera, Tristako, Singa Raja, PT Kimko, PT Seicho, hingga PT Surya Tenggara.

Namun, langkah KPK menghentikan penyidikan menuai kritik dari mantan pimpinan lembaga antirasuah. Wakil Ketua KPK periode 2015–2019, Laode M. Syarif, menilai kasus tersebut tidak layak dihentikan mengingat besarnya potensi kerugian negara dan pentingnya sektor sumber daya alam.

“Kasus itu tidak layak untuk diterbitkan SP3 karena kasus sumber daya alam yang sangat penting, dan kerugian negaranya besar,” ujar Laode, dikutip dari Antara, Minggu (28/12).

Ia juga menyebut bahwa pada masa kepemimpinannya, KPK telah menemukan cukup bukti dugaan suap, sementara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tengah melakukan penghitungan kerugian negara. Menurutnya, apabila BPK tidak melanjutkan perhitungan kerugian, KPK seharusnya tetap dapat memproses perkara dugaan suap.

“Kalau BPK enggan melakukan perhitungan kerugian keuangan atau perekonomian negaranya, maka KPK bisa melanjutkan kasus suapnya saja,” pungkas Laode.

AD

RSBP Batam Terima Bantuan CSR Ambulans dari Bank Mandiri, Perkuat Layanan Kesehatan

0

RASIO.CO, Batam – Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Mandiri berupa satu unit mobil ambulans siap pakai, Selasa (23/12).

Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung peningkatan layanan kesehatan, khususnya penanganan kegawatdaruratan medis.

Penyerahan ambulans dilakukan di halaman luar lobi Gedung B RSBP Batam dan diterima langsung oleh Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait. Kegiatan ini turut dihadiri Direktur RSBP Batam dr. Tanto Budiharto, perwakilan Bank Mandiri, serta jajaran pejabat RSBP Batam.

Dalam sambutannya, Ariastuty Sirait menyampaikan apresiasi atas kontribusi Bank Mandiri melalui program CSR yang dinilai sebagai wujud nyata kolaborasi antara dunia usaha dan instansi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

“Terima kasih dan apresiasi kami sampaikan kepada Bank Mandiri. Hal ini menjadi penanda sinergi antara dunia usaha dan instansi pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” kata Ariastuty.

Ambulans yang diserahkan telah dilengkapi dengan perlengkapan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan dinyatakan siap digunakan untuk menunjang layanan kegawatdaruratan serta penanganan medis awal di RSBP Batam.

“Melalui kolaborasi ini, RSBP Batam dan Bank Mandiri menunjukkan sinergi positif dalam memperkuat layanan kesehatan yang responsif, profesional, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat. Semoga memberikan manfaat besar bagi pelayanan kesehatan, khususnya di RSBP Batam,” pungkasnya.

Sementara itu, Bank Mandiri menegaskan komitmennya untuk terus berperan serta dalam pembangunan Kota Batam, terutama di sektor kesehatan masyarakat. Ke depan, kerja sama dengan instansi pemerintah diharapkan dapat semakin diperkuat sebagai bagian dari sinergi berkelanjutan.

Usai prosesi serah terima secara simbolis, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan unit ambulans. Jajaran pimpinan RSBP Batam bersama perwakilan Bank Mandiri melihat secara langsung spesifikasi mobil ambulans yang diharapkan mampu semakin mendukung pelayanan kesehatan di RSBP Batam.

YD

KM Polo Terdampar Tanpa Awak di Lingga, Lanal Dabo Singkep Lakukan Pemeriksaan

0

RASIO.CO, Lingga – Sebuah kapal bernama KM Polo ditemukan terdampar tanpa awak di perairan Pulau Pekajang (Cibia), Kabupaten Lingga.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Dabo Singkep di bawah jajaran Koarmada I melaksanakan pemeriksaan gabungan pada Sabtu (27/12).

Pemeriksaan dilakukan setelah Lanal Dabo Singkep menerima laporan dari masyarakat Desa Pekajang yang pertama kali menemukan kapal tersebut pada Jumat (26/12). Menyikapi laporan itu, Komandan Lanal Dabo Singkep langsung menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pengecekan lapangan secara menyeluruh.

Tim gabungan yang melibatkan sejumlah instansi terkait bergerak menuju lokasi menggunakan Pat Sea Rider setelah melaksanakan apel kesiapan. Setibanya di perairan Pulau Pekajang, tim langsung melakukan pemeriksaan fisik terhadap KM Polo.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, KM Polo diketahui dalam kondisi tidak layak operasi. Kapal tersebut tidak dilengkapi sekoci, crane sekoci ditemukan dalam keadaan rusak, reling kapal patah, serta badan kapal mengalami korosi yang cukup parah.

Di dalam palka kapal, tim menemukan sembilan kontainer berukuran 45 feet dalam kondisi tertutup, serta satu kontainer berukuran 20 feet yang terbuka dan berisi tali karung.

Kondisi anjungan kapal juga dinilai memprihatinkan. Ruangan tampak berantakan dan hampir tidak dilengkapi peralatan navigasi, kecuali sebuah kompas. Sementara itu, kamar awak kapal, dapur, serta ruang mesin ditemukan tidak terawat, menimbulkan bau busuk, dan sebagian mesin terendam air yang bercampur oli.

Melihat kondisi tersebut, KM Polo diduga telah lama ditinggalkan. Kerusakan pada bagian luar kapal serta tingkat karat yang terlihat mengindikasikan kapal tersebut telah cukup lama terpapar cuaca di laut.

Pemeriksaan gabungan ini merupakan bagian dari upaya kesiapsiagaan TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan dan keselamatan wilayah perairan nasional. Langkah tersebut sekaligus menjadi tindakan awal untuk mencegah potensi pelanggaran hukum laut di wilayah perairan Kabupaten Lingga.

Puspan

Ribuan Pelari Meriahkan BTN Kepri Moonrun 2025, Pemprov Kepri Dorong Sport Tourism

0

RASIO.CO, Tanjungpinang – Ribuan pelari memadati kawasan depan Gedung Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (27/12) malam, dalam ajang BTN Kepri Moonrun 2025 yang untuk pertama kalinya digelar di Kota Tanjungpinang.

Event olahraga ini diikuti sebanyak 3.300 peserta dan menjadi simbol kolaborasi Pemerintah Provinsi Kepri dengan Bank BTN dalam menggerakkan sport tourism daerah.

Para peserta dilepas langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura dan Komisaris Independen Bank BTN Pietra Machreza. Turut hadir Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Wakil Wali Kota Raja Ariza, serta jajaran Forkopimda Kepri.

BTN Kepri Moonrun 2025 mempertandingkan dua kategori lomba, yakni jarak 10 kilometer yang diikuti 700 pelari dan kategori 5 kilometer dengan jumlah peserta mencapai 2.600 orang. Tingginya partisipasi menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap event lari malam tersebut.

Gubernur Ansar Ahmad menyebut antusiasme peserta tahun ini sangat luar biasa. Ia mengingatkan bahwa Moonrun sebelumnya sempat beberapa kali digelar di kawasan Bintan Resort sebelum pandemi Covid-19, kemudian diuji coba secara terbatas di Pulau Penyengat.

“Ini adalah Moonrun pertama yang kita selenggarakan di Tanjungpinang. Alhamdulillah, antusiasme masyarakat luar biasa. Ke depan, kami ingin menjadikan Moonrun agenda tahunan bersama BTN, dengan peserta yang bisa dua kali lipat dari sekarang,” ujar Ansar.

Ia menegaskan, Pemprov Kepri menargetkan kebangkitan kembali event-event olahraga berskala nasional hingga internasional sebagai pengungkit sektor pariwisata, sebagaimana kondisi sebelum pandemi.

“Kita ingin Kepri kembali ramai dengan peserta asing ribuan, sehingga event olahraga menjadi penggerak ekonomi dan wisata,” tambahnya.

Sementara itu, Komisaris Independen Bank BTN Pietra Machreza menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin bersama Pemerintah Provinsi Kepri. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting untuk keberlanjutan Moonrun di masa mendatang.

“Silaturahmi dan kolaborasi ini akan kami jaga. Menjadi kebanggaan bagi kami acara ini berjalan baik. Insya Allah Moonrun akan rutin diagendakan bersama Pemprov Kepri,” ujar Pietra.

Pada momentum yang sama, Gubernur Ansar Ahmad juga secara resmi melaunching Kawasan Gurindam 12 Tepi Laut Tanjungpinang sebagai Kawasan Car Free Day (CFD). Program CFD ini akan dilaksanakan setiap hari Minggu mulai 28 Januari 2025, pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.

Penetapan kawasan tersebut bertujuan menjadikan Tepi Laut sebagai ruang publik ramah pejalan kaki, keluarga, serta aktivitas olahraga masyarakat. Pelaksanaan perdana CFD juga akan disejalankan dengan Gerakan Wisata Bersih Kepri, sebagai kampanye menjaga kebersihan kawasan wisata dan mempercantik wajah kota agar tetap nyaman, bersih, dan ramah lingkungan.

IW

Amsakar Hadiri Haul Akbar Ke-16, Ribuan Jemaah Padati Masjid Agung Raja Hamidah

0

RASIO.CO, Batam – Wali Kota Batam Amsakar Achmad menghadiri Haul Akbar Batam Ke-16 Majelis Zikir Al-Khidmah yang digelar di Masjid Agung Raja Hamidah, Batamcentre, Minggu (28/12). Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung khidmat dan diikuti ribuan jemaah dari berbagai wilayah di Kota Batam.

Sejak pagi hari, jemaah telah memadati area masjid untuk mengikuti rangkaian acara yang meliputi pembacaan zikir, tahlil, hingga selawat. Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan yang menjadi agenda rutin tahunan Majelis Zikir Al-Khidmah di Batam.

Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas perkembangan Majelis Zikir Al-Khidmah yang dinilainya terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dari tahun ke tahun. Ia juga memberikan penghargaan kepada para sesepuh dan pendahulu majelis yang telah meletakkan dasar kuat sehingga jemaah terus bertambah.

“Sampai pada Haul Ke-16 ini, saya melihat antusiasme jemaah begitu luar biasa. Semangat umat Muslim di Batam untuk mengikuti Majelis Zikir Al-Khidmah sangat membanggakan. Pemerintah Kota Batam mengapresiasi dan mendukung penuh seluruh rangkaian kegiatan ini,” ujar Amsakar.

Amsakar menegaskan bahwa kegiatan zikir memiliki peran penting dalam mendukung visi Batam sebagai Bandar Dunia Madani. Menurutnya, keberadaan majelis zikir menjadi penyeimbang antara kemajuan pembangunan kota dengan penguatan nilai-nilai spiritual dan religius masyarakat.

“Hidup bukan hanya soal dunia, tetapi juga soal akhirat. Kita perlu ruang kontemplasi untuk mengasah spiritualitas. Al-Khidmah menjadi salah satu wadah yang dapat memupuk nilai tersebut,” lanjutnya.

Melalui kegiatan zikir dan doa bersama ini, Amsakar berharap keberkahan dan rahmat Allah SWT senantiasa tercurah bagi masyarakat Batam dan wilayah sekitarnya. “Mudah-mudahan zikir dan doa bersama ini mendatangkan rahmat dan keberkahan bagi Kota Batam, Provinsi Kepri, dan Indonesia yang kita cintai,” tuturnya.

Dengan dukungan pemerintah daerah, pelaksanaan Haul Akbar Ke-16 Majelis Zikir Al-Khidmah diharapkan tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi serta memperkuat semangat keagamaan di tengah pesatnya pembangunan Kota Batam.

YD

IMDI Batam Gelar Refleksi Akhir Tahun Dengan Silaturahmi dan Berdoa Bersama

0

RASIO.CO, Batam – Menjelang pergantian tahun menuju tahun 2026, jajaran pengurus Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI) Kota Batam menggelar kegiatan refleksi akhir tahun sekaligus silahturahmi dan Berdoa Bersama

Acara yang dihadiri segenap pegurus IMDI Kota Batam dan Kepri ini, dilaksanakan di Hotel Santika Batam Center pada Sabtu (27/12)

Ketua IMDI Kota Batam yang juga sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua IMDI Provinsi Kepri, Sisca Sartika, mengatakan bahwa maksud dan tujuan diadakannya kegiatan ini, yang utama adalah menjalin silahturahmi antar pengurus IMDI serta merefleksi kembali kegiatan organisasi di tahun 2025.

Untuk kedepan Sisca mengharapkan agar segenap pengurus IMDI semakin solid dan kompak, agar semua program yang diamanatkan Partai Demokrat dapat dilaksanakan lebih baik lagi.

Selain itu, Sisca juga mengatakan bahwa acara ini sengaja diadakan secara sederhana sebagai bentuk sikap empati untuk musibah yang terjadi di Sumatera.

“Mari kita ikut merasakan penderitaan saudara-saudara kita di Sumatera yang sedang tertimpa musibah, bahkan Pemerintah juga sudah memberikan surat edaran bahwa Pesta Kembang api di Kota Batam ditiadakan,” ucap Sisca yang juga merupakan Bendahara DPD Partai Demokrat Kepri ini.

Kegiatan ini diisi dengan pengarahan dan evaluasi kinerja pengurus serta diskusi ringan terkait permasalahan organisasi dan sosial. Kemudian yang menarik ada acara tukar kado. Dimana semua anggota yang hadir masing-masing diwajibkan membawa kado kecil untuk kemudian akan saling ditukarkan kepada anggota yang lain.

“Saling memberi dan menerima, ini wujud sifat solidaritas dan semangat soliditas yang kita ingin tanamkan kepada anggota, agar ke depannya dapat diimplementasikan dalam kinerja organisasi,” pungkasnya.

Acara ini memang sudah rutin diadakan oleh IMDI setiap menjelang pergantian tahun, sebagai bagian dari penguatan organisasi.

YD

KPK Telusuri Penghapusan Pesan Elektronik Terkait Kasus Suap Bupati Bekasi

0

RASIO.CO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan penghapusan pesan elektronik yang berkaitan dengan kasus suap Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang. Pesan tersebut diduga tersimpan dalam ponsel milik kepala dinas dan ditemukan penyidik dalam proses penyidikan perkara.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa penyidik saat ini tengah menelusuri pihak yang memberikan perintah untuk menghapus pesan elektronik tersebut. Upaya ini dilakukan guna mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa dalam perkara dugaan suap yang sedang ditangani.

“Di antaranya adalah dalam bentuk handphone yang diduga milik pihak-pihak dinas atau yang merupakan kepala dinas,” kata Budi saat dikonfirmasi di kantornya, Jakarta, Selasa (23/12) malam.

Budi menjelaskan, dari barang bukti elektronik yang telah disita, penyidik menemukan indikasi adanya komunikasi yang diduga sengaja dihapus. 

“Dalam BBE tersebut, penyidik juga sudah membuka sebagian dan didapatkan adanya komunikasi-komunikasi yang diduga dihapus,” imbuhnya.

Temuan tersebut diperoleh saat penyidik melakukan penggeledahan di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi pada Senin (22/12). Dalam kegiatan itu, sejumlah telepon genggam disita untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Menurut Budi, penyidik akan mendalami lebih jauh perihal penghapusan pesan elektronik tersebut melalui pemeriksaan saksi-saksi. “Kemudian jika ada, itu nanti siapa, motifnya apa, itu nanti tentu akan didalami oleh penyidik dalam proses pemeriksaan nantinya,” ujarnya.

Dalam perkara ini, KPK telah memproses hukum Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, ayahnya H.M Kunang, serta seorang pihak swasta bernama Sarjan. Ketiganya diduga terlibat dalam kasus suap terkait praktik ijon proyek yang terungkap melalui operasi tangkap tangan (OTT).

Berdasarkan hasil penyidikan, sejak Desember 2024 hingga dalam kurun waktu satu tahun terakhir, Ade Kuswara diduga secara rutin meminta ijon paket proyek kepada Sarjan melalui perantara H.M Kunang dan pihak lainnya. Total ijon yang diberikan Sarjan kepada Ade Kuswara bersama-sama H.M Kunang mencapai Rp9,5 miliar, yang diserahkan dalam empat kali penyerahan melalui perantara.

Selain itu, sepanjang tahun 2025, Ade Kuswara juga diduga menerima aliran dana lain dari sejumlah pihak dengan total mencapai Rp4,7 miliar.

Saat ini, para tersangka ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK selama 20 hari pertama hingga 8 Januari 2026. Ade Kuswara dan H.M Kunang sebagai pihak penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 a atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP serta Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Sarjan sebagai pihak pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor.

Dalam penanganan OTT tersebut, KPK juga sempat menyegel dua rumah milik Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Eddy Sumarman, yang berlokasi di Bekasi dan Pondok Indah. Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyatakan penyegelan dilakukan saat OTT pada Kamis, 17 Desember 2025, karena ditemukan dugaan awal adanya indikasi keterlibatan.

“Jadi, penyegelan itu dilakukan pada saat melakukan OTT, awalnya diduga pelaku tindak pidana korupsi,” ujar Asep dalam konferensi pers, Sabtu (20/12) pagi.

Asep mengungkapkan, saat OTT berlangsung, tim KPK sempat gagal membawa Eddy bersama pihak-pihak lain yang terjaring. Namun, setelah dilakukan gelar perkara bersama pimpinan KPK, keterlibatan Eddy dinilai belum memenuhi kecukupan alat bukti.

“Keterlibatan pihak ini tentunya turut kami bahas di dalam ekspose, tapi yang ditetapkan naik ke penyidikan adalah para terduga yang memang sudah memenuhi kecukupan alat buktinya,” jelas Asep.

Dengan demikian, penyidik memastikan segel di rumah Eddy Sumarman akan kembali dibuka seiring tidak ditemukannya bukti yang cukup untuk menetapkannya sebagai tersangka.

AD