Minggu, Mei 10, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 876

MK Tolak Permohonan HPTKES Indonesia

0

RASIO.CO, Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan pengujian mengenai aturan uji kompetensi bagi mahasiswa Kesehatan sebagaimana diatur dalam Pasal 21 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan (UU Nakes).

Permohonan yang teregistrasi dengan Nomor 56/PUU-XIX/2021 ini diajukan oleh Himpunan Perguruan Tinggi Kesehatan Swasta Indonesia (HPTKES Indonesia).

“Amar putusan, mengadili menolak permohonan Pemohon untuk seluruhnya,”ujar Ketua MK Anwar Usman dalam sidang pengucapan putusan yang digelar pada Rabu (15/12/2021) secara daring. Dikutip dari mkri.id, Selasa(20/12)

Dalam pertimbangan hukum yang disampaikan oleh Hakim Konstitusi Daniel Yusmic P. Foekh, Pemohon mendalilkan Pasal 21 ayat (7) UU 36/2014 membuka ruang penyelenggaraan uji kompetensi mahasiswa tenaga kesehatan diatur ulang ataupun diubah hanya dengan “Peraturan Menteri” tanpa harus mengubah undang-undang yang menjadi dasar hukum sebelumnya.

Padahal, pelaksanaan uji kompetensi tersebut sebelumnya merupakan bagian integral dari kewenangan yang telah diberikan kepada perguruan tinggi kesehatan.

Terhadap dalil Pemohon a quo, menurut Mahkamah, pembentukan Peraturan Menteri yang didasarkan karena adanya pendelegasian kewenangan dari peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, in casu UU a quo, diperkenankan sepanjang substansi yang diatur dalam Peraturan Menteri tersebut bersifat pelaksanaan terhadap peraturan yang lebih tinggi.

Hal ini dimungkinkan karena tidak semua substansi dapat diatur dalam UU, termasuk juga UU 36/2014. Pasal 21 ayat (7) UU 36/2014 memberikan delegasi kepada Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan untuk membentuk Peraturan Menteri mengenai tata cara pelaksanaan Uji Kompetensi.

Menurut Daniel, peraturan Menteri a quo menjadi penting keberadaannya. Hal ini karena selain menjalankan perintah pendelegasian yang diberikan oleh UU 36/2014, Peraturan Menteri ini juga diperlukan untuk mengatur lebih lanjut hal-hal teknis yang terkait dengan pelaksanaan uji kompetensi secara nasional agar memiliki standar dan tata cara pelaksanaan yang sama sehingga menimbulkan kepastian hukum.

Lebih lanjut, sambung Daniel, materi muatan dalam Peraturan Menteri a quo juga haruslah selaras dan tidak boleh bertentangan dengan UU 36/2014 atau bahkan menciptakan norma hukum baru yang tidak diatur dalam undang-undang yang memerintahkan pembentukan Peraturan Menteri dimaksud.

“Bahwa berkenaan dengan hal tersebut, andaipun terdapat Peraturan Menteri yang oleh Pemohon dianggap bertentangan dengan UU 36/2014, khususnya terkait dengan pelaksanaan uji kompetensi sebagaimana diatur dalam norma Pasal 21 UU 36/2014, persoalan tersebut bukanlah menjadi kewenangan Mahkamah untuk menilainya,” ungkap Daniel.

Sehingga, berdasarkan pertimbangan hukum tersebut, Daniel melanjutkan, dalil Pemohon yang pada pokoknya menyatakan Pasal 21 ayat (7) UU 36/2014 membuka ruang penyelenggaraan uji kompetensi mahasiswa tenaga kesehatan diatur ulang ataupun diubah hanya dengan “Peraturan Menteri” sehingga bertentangan dengan UUD 1945 adalah tidak beralasan menurut hukum.

Sebelumnya, Pemohon mendalilkan bahwa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah salah dalam menafsirkan Pasal 21 UU Nakes. Hal ini berdampak pada terlanggarnya hak konstitusional Pemohon.  Kemendikbud ristek mengeluarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 755/P/2020, tanggal 18 Agustus 2020 dan berlaku sejak 4 Mei 2020 sebagai turunan dari Permendikbud Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Uji Kompetensi Mahasiswa Bidang Kesehatan yang merupakan turunan dari Pasal 21 UU Nakes. Dengan adanya Permendikbud tersebut, makabsaat ini dalam menentukan kelulusan mahasiswa kesehatan dilakukan melalui uji kompetensi yang dilakukan oleh Komite Nasional Uji Kompetensi Mahasiswa Bidang Kesehatan.

Pemohon juga mendalilkan kewajiban memiliki Sertifikat Kompetensi sebagai syarat menamatkan studi tersebut, justru mahasiswa terhalangi untuk melangkah ke tahap berikutnya baik berupa melanjutkan pada tahap jenjang pendidikan lebih tinggi ataupun untuk mencari pekerjaan. Untuk itu, dalam petitumnya, Pemohon meminta agar Mahkamah menyatakan ketentuan Pasal 21 UU Nakes inkonstitusional sepanjang dimaknai ‘berdasarkan Permendikbud Nomor 2 Tahun 2020’.Selain itu, Pemohon meminta agar Mahkamah menyatakan ketentuan Pasal 21 Nakes inkonstitusional selama dimaknai ‘tidak terdapat peran perguruan tinggi dalam menentukan kelulusan mahasiswa dalam uji kompetensi’.

***

134 Nelayan Terima Bantuan Sarana Prasarana Perikanan

0

RASIO.CO,  Batam – Pemko Batam melalui Dinas Perikanan memberikan bantuan sarana prasarana perikanan tangkap kepada 134 nelayan.

Penyerahan bantuan secara simbolis diberikan kepada perwakilan 10 KUB dalam acara Peringatan Hari Jadi ke-192 Batam di Dataran Engku Putri Batam Centre, Sabtu (18/12). Bantuan diserahkan langsung oleh Wagub Kepri, Walikota dan Wakil Walikota Batam bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Batam lainnya.

Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Husnaini mengatakan bantuan ini bersumber dari APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2021. Nelayan-nelayan penerima bantuan ini berasal dari 8 kecamatan di Kota Batam.

“Penerima bantuan ini tergabung dalam 30 Kelompok Usaha Bersama (KUB),” tutur Husnaini.

Adapun bantuan yang diberikan berupa 3 unit boat pancung fiber glass 24 kaki, 5 unit boat pancung fiber glass 36 kaki, dan 12 unit sampan fiber glass 18 kaki. Selain itu juga diberikan bantuan 12 unit mesin ketinting, 17 unit mesin tempel 15PK, 5 unit mesin tempel 40PK, dan 14 unit mesin tempel 4PK.

Alat tangkap yang diberikan antara lain 1.060 buah bento atau bubu rajungan, 130 buah jaring karang jadi, 494 rol kawat bubu berbagai ukuran, dan 184kg jaring ramban atau jaring kelong.

“Total bantuan yang diberikan kepada masyarakat nelayan kecil ini bernilai Rp2,3 miliar,” ujarnya.

Husnaini mengatakan bantuan kepada nelayan dan pelaku usaha perikanan lainnya ini merupakan kegiatan rutin di Dinas Perikanan Kota Batam. Bantuan diberikan kepada masyarakat nelayan, pembudidaya, pemasar dan pengolah produk perikanan berdasarkan usulan yang dimasukkan melalui musrenbang.

Redaksi@www.rasio.co//

7,22 Persen Anak di Kepri Sudah Divaksin

0

RASIO.CO, Tanjungpinang – Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepri mencatat sebanyak 16.004 orang atau 7,22 persen anak usia 6-11 tahun sudah disuntik vaksin.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana, mengatakan target vaksinasi dosis pertama untuk anak usia 6-11 tahun mencapai 205.666 orang.

Ia merincikan vaksinasi dosis pertama di Kepri tersebar di Kota Tanjungpinang sebanyak 1.866 orang atau 8,09 persen, Kota Batam 8.970 orang atau 6,74 persen, Kabupaten Bintan 404 orang atau 2,42 persen, Kabupaten Karimun 2.635 orang atau 10,43 persen, Kabupaten Lingga  1.143 orang atau 11,88 persen, Kabupaten Natuna 856 orang atau 9,53 persen, Kabupaten Anambas 130 orang atau 2,59 persen.

“Target vaksinasi dosis kedua untuk anak 6-11 tahun di Kepri mencapai 221.670 orang,” kata mantan Kadis Kesehatan Kepri.

Terkait vaksinasi COVID-19 untuk remaja usia 12-17 tahun di Kepri, Tjetjep mengungkapkan 98,19 persen atau 203.914 orang sudah disuntik vaksin dosis pertama.

Vaksinasi dosis pertama tersebar di Kota Tanjungpinang sebanyak 22.679 orang atau 95,34 persen, Kota Batam 117.985 orang atau 100,10 persen, Bintan 17.416 orang atau 105,00 persen, Karimun 24.919 orang atau 102,66 persen, Lingga 7.940 orang atau 75,28 persen, Natuna 8.523 orang atau 91,42 persen, Kepulauan Anambas 4.452 orang atau 84,33 persen.

Sementara realisasi vaksin dosis kedua mencapai 81,91 persen atau 170.092 orang, tersebar di Tanjungpinang 19.795 orang atau 83,21 persen, Batam 100,303 orang atau 85,10 persen, Bintan 14.518 orang atau 87,53 persen, Karimun 20.116 orang atau 82,87 persen, Lingga 5.110 orang atau 48,45 persen, Natuna 7.028 orang atau 75,38 persen, Kepulauan Anambas 3.222 orang atau 61,03 persen.

“Realisasi vaksinasi dosis pertama usia di atas 18 tahun  sebanyak 1.282.548 orang atau 93,39 persen, dosis kedua 1.036.357 orang atau 75,46 persen, dan dosis ketiga
13.551 orang atau 0,86 persen,” tuturnya.

Sementara capaian vaksinasi dosis pertama untuk lansia sebanyak 66.850 orang atau 76,73 persen, dan dosis kedua 51.666 orang atau 59,30 persen.

Redaksi@www.rasio.co//

Jhony Prasetya Terpilih Nahkodai PWI Lingga

0

RASIO.CO, Lingga – Persatuan Wartawan Indonesia Lingga menggelar pelantikan Ketua dan pengurus PWI Kabupaten Lingga periode 2021-2024 yang dilaksanakan di Gedung Nasional, Dabo Singkep. Minggu (19/12) lalu.

Sebelumnya telah digelar Konferkab ke-I tahun 2021. yang dihadiri oleh pengurus PWI Provinsi Kepri yakni Sekretaris PWI Kepri, Wakil Ketua Bidang Organisasi Keanggotaan PWI Kepri, Bendahara PWI Kepri dan beberapa anggota PWI Kepri di ruang pertemuan Hotel Prima Inn. Sabtu (18/12) malam.

Pada Konferkab tersebut, Jhony Prasetya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWI Kabupaten Lingga priode 2021-2024. yang sebelumnya dirinya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Kabupaten Lingga.

Wakil Ketua Bidang Organisasi Keanggotaan PWI Kepri, Aldi Sam Jaya mengatakan, dengan telah definitifnya kepengurusan yang ada tentunya roda organisasi PWI Kabupaten Lingga akan lebih berjalan lagi. Ia meminta pengurus PWI Lingga untuk menjalankan program organisasi yang telah dihasilkan dari rapat-rapat komisi sebelumnya di Konferkab tersebut.

Konferkab yang dilaksanakan, jelas Aldi, adalah amanah dari PDRT dan tentu PWI Kepri sangat mengapresiasi kegiatan ini. PWI Lingga dibawah kepemimpinan Jhony Prasetya, kita harapkan akan lebih efektif dan maksimal menjalankan organisasi ini.

“PWI adalah organisasi pers yang pertama dan tertua di Indonesia, tentunya masyarakat dan pemerintah daerah, khususnya di Kabupaten Lingga, memiliki harapan terhadap keberadaan wadah PWI ini,” kata Aldi kepada awak media.

Ketua PWI Lingga terpilih, Jhony Prasetya menyampaikan, bahwa PWI Kabupaten Lingga akan berupaya untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah. kemarin kami melaksanakan Konferkab yang merupakan salah satu dasar sesuai dengan amanat dari PDRT. kita dari PWI bahwasanya Konferkab adalah musyawarah tertinggi. yang mana pada Konferkab tersebut saya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWI Lingga periode pertama tahun 2021-2024.

“Terima kasih kepada Bupati Lingga dan Ketua DPRD Lingga serta perwakilan instansi yang hadir, tentunya ini menjadi semangat bagi kami insan pers, khususnya yang berada di bawah naungan PWI Lingga. kami akan memberikan sumbangsih dalam pemberitaan terhadap pembangunan yang ada di Kabupaten Lingga,” terangnya.

Bupati Lingga, Muhammad Nizar dalam sambutannya, meminta pengurus yang dilantik selalu memberikan berita-berita yang berimbang dalam menjalankan tugas sebagai jurnalistik. dan wartawan yang tergabung di PWI Lingga tetap selalu menjaga kode etik.

“Semoga setelah dilantik rekan-rekan insan pers yang tergabung dalam PWI Lingga, dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah dan dapat memberikan pemberitaan yang berimbang serta menjadi wartawan yang profesional serta bisa menjaga kode etik jurnalistik, dan memberikan pencerahan bagi masyarakat Lingga,” tutupnya.

Selain pengurus PWI Provinsi Kepri, kegiatan pelantikan juga dihadiri Bupati Lingga, Ketua DPRD Lingga beserta anggota, perwakilan dari Polres Lingga, perwakilan Lanal Dabo Singkep, perwakilan Koramil Dabo Singkep, Camat, Lurah, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan tamu undangan lainnya.

Puspan

UMKM Menjadi Katup Penyelamat Perekonomian Kepri

0

RASIO.CO, Tanjungpinang – Ansar menyatakan selalu mendukung penuh segala bentuk program pengembangan UMKM di Kepri. Di tengah kondisi perekonomian yang masih berfluktuasi akibat pandemi Covid-19, UMKM dapat menjadi tulang punggung pemulihan ekonomi masyarakat dengan terbukanya lapangan pekerjaan dan juga meningkatnya daya beli masyarakat.

Dukungan tersebut dilontarkannya saat membuka seminar kewirausahaan pemuda yang digelar Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Kepri di Hotel CK Tanjungpinang, Senin (20/12).

“Usaha mikro kecil dan menengah dapat menjadi katup penyelamat perekonomian apabila didukung kebijakan yang konsisten dan juga elaborasi,” ujar Gubernur.

Menurutnya, UMKM di Kepri sangat potensial untuk dikembangkan. Berbagai produk olahan laut dan pertanian termasuk makanan ringan khas Kepri mempunyai nilai ekonomis yang dapat mendongkrak perekonomian, apabila dilakukan pembimbingan dan pembinaan secara maksimal terhadap UMKM.

“Karena itulah seminar kewirausahaan yang digagas SOKSI seperti ini sangat tepat, karena kita juga sudah meluncurkan berbagai stimulus untuk merangsang geliat UMKM di Kepri,” imbuh Gubernur.

Kegiatan seminar kewirausahaan ini memang dapat melengkapi program bantuan kredit modal tanpa bunga yang diprakarsai Pemprov Kepri bersama Bank Riau Kepri. Dimana pelaku UMKM dapat mengajukan pinjaman modal untuk usaha mereka tanpa perlu mengembalikan bunga dari pinjaman. Sebab Pemprov Kepri yang akan menanggung bunga pinjaman modal tersebut.

Bagi Ansar, misi pemulihan ekonomi akan menjadi salah satu prioritas utama pemerintahannya di tahun 2022. Perekonomian di Kepri mulai menunjukkan tanda-tanda peningkatan yang baik, dari hasil diskusi Gubernur bersama BPS Kepri, diperkirakan perekonomian Kepri tahun 2021 bisa tumbuh di kisaran empat sampai enam persen.

“Angka tersebut cukup spektakuler karena kita berangkat dari kondisi perekonomian yang minus tiga koma delapan puluh persen di tahun 2020,” terang Gubernur.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Depinas SOKSI, Muhammad Misbhakun, mengatakan dalam setiap resesi ekonomi UMKM selalu menjadi salah satu pilar untuk pertumbuhan ekonomi, sebab melalui UMKM masyarakat masih bisa melakukan kegiatan perekonomian dan juga usaha.

“Ini menjadi bukti bahwa konsolidasi yang dilakukan SOKSI melalui acara ini dapat memberikan dukungan penuh pada pemerintah untuk mengembangkan perekenomian melalui UMKM,” ujar Misbhakun.

Dalam kegiatan tersebut, selain seminar kewirausahaan, SOKSI Kepri juga memberikan bantuan sebesar 500 ribu Rupiah kepada 120 UMKM di Tanjungpinang.

Turut hadir dalam acara tersebut anggota dewan pembina Depinas Soksi Rabinson Napitulung, Dewan Penasehat Depidar XXXII SOKSI Kepri Akhmad Ma’aruf Maulana, Ketua Dewan Pembina Depidar XXXII SOKSI Kepri Rizki Faisal, Ketua Depidar XXXII SOKSI Kepri Ade Angga,  Staf khusus Gubernur Kepulauan Riau H.Sarafuddin Aluan, dan sejumlah Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri.

Redaksi@www.rasio.co//

Lomba Masak Meriahi Peringati Hari Ibu Ke-93 di Karimun

0

RASIO.CO, Karimun – Sebanyak 10 tim peserta lingkup PKK Karimun terdiri dari 4 tim dari PKK Kecamatan Karimun dan 6 Tim dari RMBKK ikuti Lomba Masak Kudapan Non Beras Kluster Sagu dalam rangka memperingati hari ibu ke-93 yang diperingati di Lapangan Rumah Dinas Bupati Karimun. Minggu (19/12) lalu .

Lomba Masak Kudapan Non Beras Kluster Sagu sendiri merupkan bagian yang penting dalam upaya diversifikasi konsumsi pangan melalui keberagaman konsumsi non beras, pasalnya sagu yang merupakan bahan makanan non beras yang saat ini menjadi tema dalam perlombaan kali ini merupakan salah satu makanan khas bagi masyarakat karimun.

Hal ini sejalan juga dengan langkah Pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dan mencerdaskan generasi muda dengan memberdayakan potensi sumber daya lokal.

Pada peringatan Hari Ibu ini, Aunur menaruhkan harapan kepada para Ibu-ibu untuk ikut serta dalam memberdayakan kesejahteraan keluarga. Karena ia menilai, kalau peran dari Ibu-ibu diberbagai bidang sudah terasa penting.

“Jadi, peran Ibu-ibu tidak hanya dalam mengurus rumah tangga saja, tapi jauh lebih luas untuk ikut mengisi berbagai kegiatan pembangunan di Kabupaten Karimun ini,” harap Aunur.

Selanjutnya, terkait Lomba masak yang di laksanakan ibu-ibu IPPK tersebut Bupati Karimun menjelaskan dengan adanya program-program seperti lomba Masak, memasak dengan bahan non beras yang berbasis sumber daya lokal diharapkan dapat meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam keluarga.

Lomba Masak Kudapan Non Beras Kluster Sagu dalam rangka memperingati hari ibu ke-93 ini juga di hadiri langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau Bpk. H. Ansar Ahmad, S.E M.M., yang sekaligus Membuka Acara yang di garap oleh Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Karimun bekerja sama dengan Rumpun Melayu Bersatu Kabupaten Karimun (RMBKK) tersebut.

Dalam sambutannya, Aunur mengatakan seorang ibu memulai pendidikan pertama bagi anaknya, untuk itu perlu memuliakan ibu, karena bagaimanapun juga ibu banyak jasanya. Ibu telah merawat, mendidik sehingga generasi penerus menjadi orang-orang yang bisa berguna bagi nusa dan bangsa.

“Membina generasi kedepan itu yang paling memiliki peran besar dimulai dari ibu-ibu di rumah, maka di setiap 22 Desember di peringati sebagai hari ibu di setiap tempat.”ungkapnya.

“Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi kita untuk menghormati ibu, menghormati orang yang berjasa bagi kita. Semoga Allah memberikan keberkahan dan kemudahan kepada ibu kita,” sambungnya.

Kemudian, mengenai lomba masak Kudapan Non Beras sebagai peringatan hari ibu, Gubernur Kepri menyampaikan dalam sambutannya.

“ini juga merupakan satu hal yang sangat positif dalam kita melahirkan diversifikasi bentuk-bentuk makanan di wilayah kita, Karena banyak sumber sumber lain selain beras, yang bisa kita olah bisa kita kemas sedemikian rupa sehingga menjadi suguhan suguhan yang menarik” katanya.

Peringatan hari ibu selain mengadakan lomba masak dengan bahan sagu ini juga di sejalankan dengan kegiatan peluncuran Buku Cerita Mini Koska dengan Judul Buku “DINER” Dinamika Narasi Kuliner” yang di tulis oleh Tengku Junizar dkk dari Koridor Seni Sastra Karimun.

Buku yang Terinspirasi dari bagian perjalanan hidup Bupati Karimun yang semasa kecilnya pernah membantu ibunya membuat dan berjualan Putu Piring yang merupakan makanan Kue khas Melayu, dalam penulisan Buku ini Bupati Karimun terlibat langsung sebagai narasumber.

Redaksi@www.rasio.co//

Amsakar Hadiri Turnamen Sepakbola Dapur 12 Cup III

0

RASIO.CO, Batam –  Amsakar mengucapkan selamat atas terselenggaranya Turnamen Sepak Bola ‘Dapur 12 Cup III’ Kelurahan Seipelunggut. Minggu (19/12).

“Selamat atas terselenggaranya turnamen ini dan sepatutnya kita berikan apresiasi,” kata Amsakar.

Menurut dia, kegiatan ini sangat hebat. Pasalnya telah tiga kali digelar dan kini diikuti oleh lebih dari 100 tim. Selain itu, kegiatan tersebut mencerminkan semangat dan antusias warga Seipelunggut dan Batam pada umumnya.

“Semangat dan antusias merupakan modal yang besar dalam hidup ini,” katanya.

Ia mengatakan, semangat dan antusias juga dipraktikkan oleh dirinya bersama Wali Kota Batam Muhammad Rudi dalam membangun Batam. Selain itu, momentum ini merupakan silaturahmi dengan masyarakat.

“Bersilaturahmi dengan masyarakat memberikan energi bagi kami. Kalaulah silaturahmi diperkuat dan satu sama lain bersinergi dan saling mendukung, maka tak ada kerja yang tidak selesai,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, masyarakat menyampaikan keinginan agar di Seipelunggut dapat dibangun stadion mini. Amsakar menyebutkan, pembangunan di suatu daerah perlu melewati mekanisme Musrenbang. Untuk itu ia mendorong agar masyarakat mengusulkan terlebih dahulu di Musrenbang.

Menurut dia, jika masyarakat sepakat dan satu suara bisa saja dibangun. Namun ia mengingatkan, ada skala prioritas dalam pembangunan. Bisa saja masyarakat memiliki prioritas lain untuk dibangun.

“Saya contohkan misal ada yang usulkan sekolah atau layanan kesehatan, ini kita kembalikan ke masyarakat pilih yang mana,” imbuhnya.

Redaksi@www.rasio.co//

Tingkatkan Pelayanan Masyarakat, Rudi Dorong Kepala Puskesmas Terus Berinovasi

0

RASIo.CO,  Batam – Wali Kota Batam mendorong Kepala UPT Puskesmas di Batam terus berinovasi, hal itu untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Jika pelayanan hari ini satu jam, bagaimana ke depan bisa menjadi 10 menit. Teruslah berinovasi,” ujar Rudi usai meresmikan gedung Puskesmas Seipanas, Senin (20/12).

Ia menegaskan, jika pelayanan sudah baik, maka masyarakat yang datang ke puskesmas akan puas dan bisa cepat sembuh jika yang datang hendak berobat.

“Menjadi modern tidak hanya perubahan di fisik saja, tapi pelayanan juga,” katanya.

Untuk itu, ia mengajak semua pegawai terus berinovasi, kususnya di sektor kesehatan. Ia pun mengapresiasi petugas kesehatan yang terus menangani pandemi Covid-19.

“Hampir dua tahun, kita sukses menangani penyakit yang tidak tampak kasat mata ini,” kata Rudi.

Dengan suksesnya penanganan di bidang kesehatan ini, maka kebijakan keuangan daerah kembali bisa dimanfaatkan untuk pembangunan Kota Batam.

“Mari ketuk hati kecil kita, bagaimana kita bisa menciptakan terobosan baru demi Batam,” ujarnya.

Redaksi@www.rasio.co//

Balik Penanganan Pandemi, Azril: Satu Foto Berjuta Cerita

0

RASIO.CO, Batam – Kepala Kominfo Batam Azril Apriansyah menghadiri pembukaan Pameran Foto Jurnalistik oleh PFI Kepri dengan Tema ‘Bangkit Dari Pandemi’ One Batam Mall, Senin (20/12) siang.

Azril menyampaikan, Pemko Batam mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, melalui pameran foto ini pengunjung dapat mengingat kembali terkait upaya penanganan Covid-19 di Kepri, lebih dari satu setengah tahun belakangan.

“Ada banyak hal yang telah kita lakukan dalam upaya menangani pandemi ini. Melalui foto yang ditampilkan PFI akan mengingatkan upaya-upaya tersebut. Seperti kata orang-orang, Satu Foto Berjuta Cerita,” ucap Azril.

Menurutnya, pandemi memang salah satu fokus pemerintah yang kini sedang ditangani. Dalam praktiknya, penanganan ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah namun juga perlu keterlibatan semua pihak.

“Harapan kita semua pandemi ini segera selesai, dengan demikian ekonomi kembali bangkit dan semoga investasi semakin banyak,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PFI Kepri Teguh Prahitna menyampaikan, pameran ini menampilkan sekitar 100 foto jurnalistik yang sudah melalui kurasi atau seleksi yang ketat. Umumnya tentang kilas balik penanganan pandemi yang diseiringkan dengan pembangunan Kota Batam.

“Hampir dua tahun kita dihadapkan pada pendemi ini, berbagai foto penanganannya kami tampilkan pada pameran ini,” terangnya.

Teguh mengatakan, PFI Kepri mengapresiasi Pemko Batam, karena disamping menangani pandemi juga tidak berhenti melakukan pembangunan. Kedua hal tersebut memang seyogyanya dapat dilaksanakan beriringan.

Menurutnya, pameran ini bertujuan membantu pemerintah dalam memberikan edukasi bahaya Covid-19 dan mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan. Sehingga masyarakat tak abai akan bahaya Covid-19 yang bisa kapan saja mengincar.

“Kami ingin berbuat sesuatu yang bermanfaat dan mendukung pemerintah dalam penanganan Covid-19 dengan karya yang diharapkan bisa mengedukasi tentang prokes dan mengingatkan bahaya Covid-19,” pungkasnya.

Redaksi@www.rasio.co//

Manfaat Jamur Lingzhi untuk Kesehatan

0

RASIO.CO, Jakarta – Jamur Lingzhi atau jamur Reishi merupakan spesies jamur yang telah digunakan sebagai obat tradisional di negara-negara Asia sejak 2000 tahun lalu. Jamur yang tercatat sebagai jamur herbal tertua di dunia ini dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Jamur Lingzhi digambarkan sebagai jamur yang sulit dimasak, berstruktur keras, dan terasa pahit. Jamur Lingzhi terbagi ke dalam dua bagian, yaitu bagian badan buah dan bagian miselium (seperti benang yang tertanam di tempat mereka tumbuh). Bagian miselium inilah yang biasanya digunakan sebagai obat herbal.

Dilansir dalam Alodokter.com, Jamur Lingzhi mengandung karbohidrat, lemak, serat, dan protein. Jamur yang bernama Latin Ganoderma lucidum ini juga mengandung molekul bioaktif polisakarida, peptidoglikan, dan triterpenoid. Dengan aneka kandungan di atas, ada beberapa potensi manfaat kesehatan yang bisa didapat dari jamur Lingzhi, yaitu:

1. Antikanker

Jamur Lingzhi kaya akan asam lemak, asam amino, alkaloid, steroid, enzim, triterpenoid, dan polisakarida. Triterpenoid dan polisakarida adalah senyawa yang berkontribusi pada sifat antikanker jamur Lingzhi.

Sejumlah uji penelitian klinis menemukan bahwa banyak sel kanker yang mati berkat jamur ini. Penelitian lain menunjukkan bahwa jamur Lingzhi dapat menurunkan jumlah dan ukuran tumor di usus besar, serta mencegah kanker kolorektal dan kanker prostat.

Menurut penelitian lain, senyawa bioaktif yang disebut polifenol dan flavonoid pada jamur ini juga diyakini dapat membantu terapi antiinflamasi terhadap melanoma dan kanker payudara. Meski tampak menjanjikan untuk pencegahan dan pengobatan banyak jenis kanker, masih perlu banyak uji klinis lebih lanjut untuk memastikan efektivitas jamur Lingzhi sebagai bagian terapi pengobatan kanker.

2. Menurunkan kadar lemak dan gula darah

Menurut penelitian, senyawa di dalam jamur Lingzhi diduga dapat menurunkan kadar gula darah di dalam tubuh. Namun, hal tersebut masih membutuhkan bukti dan studi lebih lanjut.

3. Meningkatkan kekebalan tubuh

Manfaat lain jamur Lingzhi adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dalam satu penelitian disebutkan jika senyawa dalam jamur Lingzhi dapat meningkatkan aktivitas sel darah putih untuk melawan infeksi dan penyakit.

4. Melawan depresi dan kelelahan

Tidak hanya meningkatkan kekebalan tubuh, mengonsumsi jamur Lingzhi juga dipercaya mampu meredakan depresi dan kelelahan, serta meningkatkan kualitas hidup penderita penyakit tertentu.

5. Antipenuaan

Sebuah penelitian menunjukkan, ada sejumlah komponen pada jamur Lingzhi yang diketahui memiliki efek antipenuaan. Komponen tersebut adalah polisakarida, triterpen, peptida, dan peptida polisakarida. Senyawa antioksidan yang terkandung pada jamur ini juga mampu melindungi sel-sel tubuh dari dampak radikal bebas.

Perlu diperhatikan bahwa orang yang sedang mengonsumsi obat-obatan penstabil tekanan darah, antikoagulan atau pengencer darah, disarankan menghindari konsumsi jamur Lingzhi karena jamur ini bisa menyebabkan pengenceran darah.

Masih banyak riset yang perlu dilakukan untuk membuktikan manfaat jamur Lingzhi bagi kesehatan. Jika Anda ingin mengonsumsi jamur Lingzhi dalam bentuk suplemen atau obat herbal, sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu.

***