Kamis, Mei 7, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 906

Batam dan Anambas Akan Jalin Kerjasama Kembangkan Pariwisata

0

RASIO.CO, Batam – Pemkab Anambas melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Anambas akan menjalin kerjasama dengan Pemko Batam dalam hal untuk mengembangkan pariwisata. Hal ini disampaikan Kepala Disparbud Kabupaten Kepulauan Anambas, Masykur, saat berkunjung ke Kantor Disbudpar Kota Batam, Senin (8/11).

Masykur, mengatakan, seiring mengendornya kasus Covid di Kepri, Kabupaten Kepulauan Anambas mempersiapkan untuk menyambut wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Salah satu upayanya menjalin silaturrahmi dan kerjasama dengan Disbudpar Kota Batam.

Terlebih, lanjutnya Kota Batam sebagai Travel Hub (gerbang penghubung wisman). Tak hanya itu, antar Batam dan Kepulauan Anambas didukung transportasi lewat udara dan laut.

“Secepatnya kita membuat surat ke Disbudpar Kota Batam dan Mou (Memorandum of Understanding) di bidang pariwisata,” katanya.

Ia menginformasikan, Kabupaten Kepulauan Anambas dikenal memiliki destinasi bahari yang indah, sehingga ia akan mempromosikan destinasi bahari, budaya, kuliner, dan atraksi kepada wisatawan.

“Seiring dengan hilangnya Covid-19, semoga kunjungan wisman meningkat dari tahun sebelumnya,” pintanya.

Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata menyambut baik kunjungan dari Disparbud Kepulauan Anambas. Menurutnya, kerjasama ini akan berdampak baik bagi daerah masing-masing.

“Kita menyambut baik kerjasama ini,” katanya.

Terlebih, Kota Batam Travel Hub (gerbang penghubung wisman). Tercatat, pada tahun 2019 jumlah wisman yang berkunjung ke Batam pada 2019 lalu sebanyak 1.947.943 kunjungan.

“Misalnya wisman dari Singapura maupun Malaysia ke Batam kita akan promisikan juga ke mereka (wisman) ke Kepulauan Anambas,” ucapnya.

Ardi menuturkan, Kota Batam terus mengembangkan pariwisata. Ia menyebutkan, ada tiga konsep mengembangkan pariwisata yakni aksesbilitas, amenitas, dan atraksi. Wali Kota Batam, Muhammad Rudi sudah mengembangkan infrastruktur Kota Batam dalam konsep pariwisata. 

Kemudian Batam didukung amenitas yang lengkap, seperti adanya rumah sakit, restoran, transportasi, dan sebagainya. Untuk Bandar Udara Internasional Hang Nadim juga bekerja sama dengan incheon, Korea Selatan untuk mengembangkan bandara.

“Semua hulu hilir pelaku pariwisata, budaya, dan ekraf (ekonomi kreatif) juga sudah divaksin, dan memberikan kepercayaan kepada wisatawan bahwa Batam siap menyambut wisatawan,” ujarnya.

Terbaru, Batam juga bergabung menjadi anggota Tourism Promotion Organization (TPO) for Asia Pacific Cities, berbasis di Korea Selatan. Di organisasi internasional tersebut, pariwisata Batam akan dipromosikan. Sebanyak 140 kota dari 16 negara bergabung menjadi anggota TPO for Asia Pasific.

“Semua ini kita kembangkan untuk memajukan pariwisata, sehingga wisatawan aman dan nyaman saat berada di Batam,” pungkasnya.

Redaksi@www.rasio.co//

Jefridin Hadiri Peresmian Gedung Baru RRI

0

RASIO.CO, Batam – Sekda Batam menghadiri peresmian Gedung RRI Batam di Jalan Abuyaltama Nomor 2 Batam Centre, Selasa (9/11). Dengan diresmikan gedung itu, diharapkan RRI terus bersama pemerintah membangun daerah.

“Kita harus berkolaborasi membangun negeri ini. Apalagi Batam yang berada di perbatasan negara,” ujarnya.

Melalui RRI, ia meminta terus mengumandangkan budaya Batam seperti berpantun, berpuisi dan sebagainya. Ia mengaku, Pemko Batam terus bergandeng tangan dengan semua pihak dalam membangun daerah terdepan ini.

“Mari bersama mewujudkan Batam bandar dunia Madani yang modern dan sejahtera,” katanya.

Ia berharap, melalui siaran di RRI, budaya Batam terus disiarkan agar masyarakat Batam secara keseluruhan dan memahami bahkan seluruh aktifitas ekonomi Kepri berlangsung di Batam.

Tak lupa, Jefridin juga mengajak semua pihak dalam menangani pandemi Covid-19. Ia terus menekankan pentingnya menerapkan protokol kesehatan.

“Alhamdulillah kasus Covid-19 sudah melandai,” ujarnya.

Turut hadir pada peresmian ini Dewan Pengawas RRI Enderiman Butar-Butar, Rini Purwandari, Muhammad Khusnaeni, Plt. Direktur Utama Harry Sudarayanto, Direktur SDM dan Umum Nurhanuddin, Asisten Deputi Bidang Pertanahan, Keamanan, Komunikasi dan Informatika Edwin J.H. Wuisang serta Kabid Komunikasi dan Informatika Armando J.P Siregar

Redaksi@www.rasio.co//

Manfaat Kayu Manis untuk Menurunkan Berat Badan

0

RASIO.CO, Jakarta – Selain memiliki aroma dan rasa yang khas, kayu manis juga punya sederet manfaat untuk kesehatan, Salah satunya adalah untuk menurunkan berat badan. 

Dilansir dalam Alodokter.com, Mengonsumsi kayu manis bisa membawa banyak manfaat bagi kesehatan, seperti mengurangi peradangan, mengatasi gangguan pencernaan, dan termasuk menurunkan berat badan. Beragam manfaat tersebut diperoleh dari antioksidan dan cinamaldehyde yang terkandung di dalam kayu manis. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa kayu manis bermanfaat untuk menurunkan berat badan:

1. Meningkatkan metabolisme

Menurut penelitian, zat cinnamaldehyde di dalam kayu manis dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Dengan metabolisme yang lebih baik, maka tubuh pun bisa membakar lemak lebih cepat.

2. Meningkatkan sensitivitas hormon insulin

Sejumlah riset menyebutkan, kayu manis mampu meningkatkan kinerja hormon insulin. Hormon insulin adalah salah satu hormon penting yang mengatur metabolisme dan penggunaan energi tubuh. Apabila hormon insulin bekerja dengan optimal, maka metabolisme tubuh juga akan meningkat. Nah, hal inilah yang kemudian bisa mempercepat proses penurunan berat badanmu.

3. Melancarkan proses pencernaan

Tidak hanya mampu membatasi selera makan, kandungan serat pada kayu manis juga bisa memperlancar proses pencernaan, lho. Dengan demikian, kamu bisa buang air besar (BAB) lebih lancar dan teratur, sehingga kamu terhindar dari risiko sembelit yang bisa menyebabkan perut buncit.

Cara Mengonsumsi Kayu Manis untuk Menurunkan Berat Badan

Walau memiliki potensi untuk menurunkan berat badan, tapi ingat, ya, kayu manis tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Pasalnya, terlalu banyak mengonsumsi kayu manis bisa menimbulkan beragam efek samping, seperti timbulnya reaksi alergi, keracunan, dan penurunan gula darah secara drastis.

Oleh sebab itu, kamu cukup menambahkan sedikit saja kayu manis untuk menambah cita rasa pada makanan atau minumanmu. Beberapa makanan dan minuman yang bisa kamu tambahkan taburan kayu manis adalah oatmeal, sereal, roti gandum, irisan buah, teh, kopi, yogurt, dan es krim.

Perlu diingat, hanya menambahkan kayu manis pada makanan dan minuman saja tidak akan menurunkan berat badanmu. Untuk mendukung keberhasilan program dietmu, kamu juga perlu mengonsumsi beragam makanan rendah kalori, olahraga secara teratur, dan minum air putih yang cukup, ya.

***

Ansar Ingatkan Pelaku Industri Untuk Kelola Limbah Dengan Baik

0

RASIO.CO, Bintan – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, bahwa pengelolaan limbah yang baik sangat diperlukan untuk mencegah potensi bahaya yang ditimbulkan. 

“Pengelolaan yang baik dan berkepanjangan diperlukan agar tidak menjadi penyebab masalah lingkungan. Apalagi limbah-limbah yang berbentuk cair yang sulit diuraikan oleh bakteri” kata Ansar pada acara Penutupan Pembangunan Sistem Pengelolaan Limbah Rumah Tangga Terpadu yang diselenggarakan oleh Loola Resort, Kabupaten Bintan. Senin (8/11). 

Menurutnya, Pemprov Kepri pada dasarnya sangat mendukung program untuk kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. 

Hal ini adalah salah satu amanah dalam pertemuan Sustainable Development Goals (SDGs), dimana para pemimpin-pemimpin dunia selalu membahas keikutsertaan masyarakat dalam proses perumusan tujuan dan target kesejateraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. 

Ansar mengatakan bahwa bahaya yang disebabkan limbah itu tidak timbul seketika, akan tetapi bisa timbul dalam waktu yang panjang dan tidak jarang menimbulkan dampak fatal seperti kematian. Lebih lanjut, Ia meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi bersama Pemerintah Kabupaten Bintan untuk mempelajari sistem sanitasi penanganan limbah yang lebih efektif. 

“Kedepan Pemprov Kepri akan mempelajari sistem ini, kalau memang ini efektif, kita juga akan mengembangkannya di berbagai wilayah yang resistensi limbahnya sangat besar,” ujar Gubernur. 

Ansar juga menceritakan pengalamannya sewaktu menjabat Bupati Bintan, dimana Pemkab Bintan mendapatkan penghargaan khusus dari Kementerian Kesehatan RI karena telah berhasil melakukan program Open Defecation Free (ODF).

“Dulu sewaktu saya menjadi Bupati Bintan, saya sempat dijuluki Bupati Jamban, karena lebih dari 2000 jamban yang Pemkab Bintan bangun. Karena kala itu masih banyaknya masyarakat membuang limbah diluar rumah, dengan tidak adanya wc,” ceritanya.

Disamping itu, Gubernur Ansar berharap sistem pengelolaan sanitasi tersebut dapat juga di kembangkan di Kabupaten dan Kota lainnya yang ada di Kepulauan Riau. 

“Semoga percontohan ini, juga dapat memberikan contoh penanganan limbah kepada daerah lainnya. Karena limbah tidak boleh dipandang enteng,” harapnya. 

Terakhir, menurut Gubernur Ansar sistem pengelolaan unit ini dibuat bersama-sama masyarakat, agar kedepan masyarakat akan sadar pentingnya pengelolaan limbah yang baik.

“Kita lakukan program pemicu, agar masyarakat terdorong dengan pemanfaatannya. Karena hari ini kita di Kepri tak usah bicara jauh-jauh tentang kehebatan pariwisata dan industri. Kalau urusan-urusan wc saja belom terselesaikan,” tutupnya.

Semetara itu, Sekdakab Bintan Adi Prihantara berterima kasih kepada Loola Eco Eventure yang telah peduli kepada masyarakat Bintan, dimana pembangunan sistem pengelolaan sanitasi diharapkan bermanfaat.

“Tentu ini menjadi tugas masyarakat semua untuk menjaga yang telah dibangun dan tahu menggunakannya serta tahu merawatnya,” ucapnya.

Sekda Bintan menambahkan Pemkab Bintan juga menginginkan gerakan membangun kampung yang disebut program Gerbang Kampung.

“Jadi diawali dari sistem pengelolaan sanitasi yang baik, maka kita harapkan kampung kita menjadi baik,” tambah Adi Prihantara.

Redaksi@www.rasio.co//

165 Pembalap Sepeda Ramaikan Tour De Em Nongsa Roll and Race

0

RASIO.CO,  Batam – Sebanyak 165 pembalap sepeda ramaikan Tour De Em Nongsa Roll and Race. Selain dari Kota Batam, kegiatan ini juga diikuti pembalap dari Tanjungpinang dan Jakarta. Kegiatan pertama kali digelar oleh Komunitas Sepeda Road Bike berkolaborasi dengan Em Auto.

“Tour tour semacam ini sering di gelar di tahun-tahun sebelumnya, namun event yang di gagas oleh teman-teman Komunitas Sepeda Road Bike bersama Em Auto pertama kali digelar,” kata, Haryoto, Panitia Tour De Em Nongsa Roll and Race, Minggu (8/11) lalu.

Kegiatan ini sebagai ajang silaturrahmi antar sesama riders sepeda balap, menyalurkan hobi bersepeda dan mengali potensi bakat atlet berprestasi. Ia menyebutkan, peserta melewati rute sepanjang 92 kilometer, yang dimulai dari Showroom Em Auto sampai Nongsa.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Komunitas Sepeda Road Bike berkolaborasi dengan Em Auto. Ia berharap kegiatan ini terus dilaksanakan untuk menarik para pembalap sepeda dari luar kota bahkan luar negeri.

“Setiap tahun dilaksanakan, nanti kita promosikan di kalender pariwisata(Calender of Event) Batam,” katanya.

Ardi menyarankan untuk menambah rute seperti melewati destinasi wisata Kota Batam. Ardi menginformasikan Batam berada PPKM level 1, Batam sudah mulai melaksanakan aktivitas kepariwisataan, seperti bazar kuliner, festival Jepang. Namun ia berpesan untuk menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer, serta menjaga jarak.

“Silahkan berevent namun tetap menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Redaksi@www.rasio.co//

Siapkan Pemuda Batam Tangguh dan Berdaya Saing

0

RASIO.CO, Batam – Amsakar Achmad, mengatakan, pemuda Batam harus tangguh dan memiliki daya saing. Untuk itu, perlu dibekali keahlian sebelum masuk dunia kerja.

“Saingan kita negara tetangga; Singapura dan Malaysia. Jadi, pemuda Batam harus siap bersaing,” ujar Amsakar saat membuka Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) di Tanjungsengkuang, Batuampar, Senin (8/11).

Adapun pendidikan kecakapan kerja tersebut bekerja sama dengan Direktorat Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbud Ristek RI. Program itu diminati 300 pemuda Batam.

“Dari total yang mengirimkan lamaran, ada 71 pemuda yang masuk kualifikasi dan hanya 20 pemuda yang berhak mendapatkan pelatihan ini,” ujar Amsakar.

Dengan ketatnya proses pelatihan ini, ia berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan serius demi mengembangkan keahlian. Semua peserta akan menjalani pelatihan selama 35 hari.

“Saya tidak mau mendengar ada peserta yang bolos. Ini kesempatan yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” katanya.

Ke depan, ia meminta akan lebih banyak peserta yang mengikuti pelatihan itu. Langkah itu dinilai penting dalam menghadapi bonus demografi yang diperkirakan 2030 atau 2035 mendatang.

“Usia produktif ini kalau tidak dibekali dengan keterampilan akan menjadi beban negara. Tentu, dengan pelatihan ini harus memiliki capaian atau perubahan dari kondisi sebelumnya ke kondisi lebih baik,” ujar Amsakar.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Batam, Hendri Arulan mengatakan, dengan program Pendidikan Kecakapan Kerja tersebut, diharapkan mampu menyiapkan pemuda Batam untuk siap bekerja.

“Untuk kali ini pelatihan mengelas dengan las busur manual untuk menyiapkan pemuda kita untuk siap bekerja dan menjadi tenaga ahli unggul,” katanya.

Redaksi@www.rasio.co//

BP Batam Gelar FGD PERKI 1 Tahun 2021

0

RASIO.CO, Batam – Dalam rangka meningkatkan standar pelayanan di badan publik, BP Batam menggelar Focus Group Discussion PPID BP Batam dengan mengusung tema “Sosialisasi Peraturan Komisi Informasi (PERKI) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Standar Layanan Informasi Publik”. Senin (8/11) pagi.

Pada tahun 2020 dan 2021, dua kali berturut-turut BP Batam menerima Anugrah Keterbukaan Informasi Publik dari KIP Republik Indonesia pada kualifikasi Badan Publik Informatif. Hal tersebut menjadi motivasi bagi BP Batam untuk tetap konsisten berinovasi memberikan kemudahan akses informasi bagi masyarakat.

Kepala Biro Umum BP Batam, Budi Susilo, mewakili Anggota Bidang Administasi dan Keuangan BP Batam, dalam kesempatan itu, mengatakan kegiatan tersebut atas upaya  implementasi UU No. 14 Tahun 2008 sebagai kewajiban dalam menyediakan dan melayani permohonan informasi.

“BP Batam berupaya untuk terus mengedepankan semangat transparansi dan mengelola informasi yang dikemas dengan baik, efisien dan dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat,” kata Budi Susilo saat memberikan sambutan acara tersebut.

Budi berharap sosialisasi ini dapat memberikan pencerahan kepada para pengurus PPID badan publik khususnya pihaknya dalam memahami serta mengetahui tata cara maupun proses pelaksanaan pelayanan informasi kepada masyarakat sesuai dengan standar layanan informasi yang ditetapkan dan mengacu kepada ketentuan perundang-undangan.

“Dengan harapan dapat semakin mempererat silatuhrahmi serta media saling berbagi ilmu dan informasi mengenai pengelolaan layanan informasi yang tidak lain tujuannya adalah untuk meningkatkan transparansi BP Batam kepada masyarakat ,” harapnya.

Pelaksanaan FGD tahun ini cukup berbeda dari tahun sebelumnya, selain mengundang pengelola PPID yang berasal dari unit-unit kerja di lingkungan BP Batam, BP Batam turut melibatkan Pemerintah Kota Batam, Kepolisian daerah Provinsi Kepulauan Riau, Kejaksaan Negeri Batam, Pengadilan Negeri Batam, Perwakilan OMBUDSMAN Republik Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, BPS Kota Batam, Imigrasi Kelas 1 Khusus Batam, KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam.

FGD Sosialisasi PERKI 1 Tahun 2021 ini menghadirkan narasumber dari Komisioner Bidang Kelembagaan Komisi Informasi Pusat (KIP) Republik Indonesia, Cecep Suryadi, Wakil Ketua Komisi Informasi Provinsi Kepulauan Riau, Ferry Manalu, dan Tenaga Ahli Komisi Informasi Pusat, Fathul Ulum.

Adapun tiga paparan pokok materi. Pertama, Pengelolaan Informasi Publik sebagai wujud Good Governance. Kedua, Tahapan dan Tata Cara Pengujian Konsekuensi sesuai PERKI 1 Tahun 2021. Ketiga, Muatan Materi Baru dalam PERKI nomor 1 tahun 2021 tentang Standar Layanan Informasi Publik.

Komisioner Bidang Kelembagaan Komisi Informasi Pusat (KIP) Republik Indonesia, Cecep Suryadi, menjelaskan terkait pengenalan Informasi Publik dan mandat terpenting sebagai pengelola badan publik.

“Informasi Publik adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan/atau diterima oleh suatu badan publik yang berkaitan dengan penyelenggara dan penyelenggaraan negara, badan publik lainnya yang sesuai dengan Undang-Undang ini serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik, dengan adanya keterbukaan informasi maka dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat,” tutur Cecep.

Sementara, Wakil Ketua Komisi Informasi Provinsi Kepulauan Riau, Ferry Manalu, menyampaikan beberapa hal terkait Pentingnya Uji Konsekuensi Berdasarkan PERKI nomor 1 Tahun 2021 tentang Standar Layanan Informasi Publik.

“Pengujian Konsekuensi perlu dilakukan apabila terdapat pengecualian informasi publik, yaitu informasi yang dianggap sebagai informasi yang dikategorikan sebagai informasi yang dikecualikan oleh Badan Publik, untuk melindungi kepentingan yang lebih besar. PPID Menutup Informasi diberikan kepada masyarakat jika merasa informasi tersebut berpotensi dikecualikan,” jelas Ferry.

Sedangkan Tenaga Ahli Komisi Informasi Pusat, Fathul Ulum berkesempatan memaparkan beberapa hal terkait Dasar Hukum Undang-undang nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan PERKI nomor 1 tahun 2021 tentang Standar Layanan Informasi Pusat serta Garis Besar Peraturan Komisi Informasi.

Redaksi@www.rasio.co//

Tinjau Kesiapan Lahan Relokasi di Batubesar, Amsakar Pastikan Percepat Pembangunan

0

RASIO.CO, Batam – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad meninjau kesiapan lahan relokasi untuk pedagang di Batubesar. Senin (8/11). Target pematangan lahan seharusnya selesai pada pekan ini, namun kondisi cuaca hujan yang turun beberapa hari belakangan membuat pekerjaan sedikit terganggu.

 “Total ada 466 kaveling yang disiapkan pemerintah. Ada dua titik, saat ini sedang proses pematangan lahan yang dilakukan BP Batam dan Pemko Batam,” kata Amsakar.

Para pedagang yang sebelumnya berjualan di ROW sepanjang jalan Batubesar tersebut akan dipindahkan, karena dampak peningkatan jalan.

 “Tapi saya pastikan, kami akan mempercepat pekerjaan ini. Tadi saya juga sudah bicara dengan pihak BP Batam,” katanya.

Dengan demikian, para pedagang yang sudah mendapatkan undian pembagian kaveling langsung dapat melakukan pembangunan kembali kiosnya. Amsakar juga memastikan saat ini sudah tidak ada masalah terkait relokasi para pedagang bahkan mayoritas para pedagang juga sudah membongkar kiosnya sendiri.

“Sebagian besar sudah dibongkar sendiri, kami juga berkomitmen akan membantu proses pemindahan,” jelasnya.

Terkait lokasi pemindahannya sendiri, Amsakar mengatakan cukup strategis. Pasalnya selain tak jauh dari jalan utama juga sangat dekat dengan pemukiman warga.

“Artinya aksesnya terbuka dari jalan raya dan pemukiman,” katanya.

Redaksi@www.rasio.co//

Amsakar Pantau Langsung Penanganan Banjir di Kabil Nongsa

0

RASIO.CO, Batam – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad kembali turun ke lapangan untuk meninjau penanganan banjir di Kabil Nongsa. Senin (8/11)

“Kamarin saya sudah ke sini, dan hari ini saya ke sini lagi ingin melihat langsung penanganan banjir di Kabil Nongsa ini,” kata Amsakar.

Penyebab utama banjir di Kabil ini karena disebabkan proses pembangunan yang masih berjalan sehingga berdampak terhadap drainase. Selain itu juga karena kondisi gorong-gorong yang cukup kecil, sehingga tidak dapat menampung debit air yang besar. karena itu pihaknya menurunkan alat berat.

“Saya minta supaya paritnya ini diperbesar. Supaya kalau hujan lebat bisa menampung air,” ujarnya,

Pihaknya juga akan melakukan rapat dengan intansi terkait yaitu PT Moya Indonesia, perusahaan Kaliban dan BP Batam.

“Kita minta Kaliban juga berkontribusi, apa yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya.

Redaksi@www.rasio.co//

Parosmia, Gangguan Penciuman setelah Sembuh dari COVID-19

0

RASIO.CO, Jakarta – Parosmia merupakan salah satu gangguan saraf penciuman yang dikeluhkan sebagian orang setelah sembuh dari COVID-19. Meski terlihat ringan, kondisi ini kerap membuat penderitanya tidak nyaman dan tidak nafsu makan. Oleh karena itu, langkah penanganan tetap perlu dilakukan.

Dilansir dalan Alodokter.com, Gangguan saraf penciuman berupa parosmia dapat terjadi pada kondisi long haul COVID-19, yaitu kondisi ketika gejala infeksi virus Corona masih dirasakan setelah seseorang dinyatakan sembuh dari COVID-19.

Parosmia memang tidak berbahaya, tetapi kondisi ini bisa membuat penderitanya merasa kebingungan untuk menentukan aroma dari sumber bau tertentu serta cita rasa dari makanan dan minuman.

Parosmia merupakan kondisi yang membuat indra penciuman keliru dalam mendeteksi atau mengartikan bau atau aroma tertentu. Contohnya, bunga atau wewangian yang berbau harum bisa tercium menjadi bau busuk oleh penderita parosmia.

Penyebab terjadinya parosmia pada seseorang yang telah sembuh dari COVID-19 masih belum diketahui secara pasti. Namun, hal ini diduga terjadi akibat rusaknya sel-sel saraf indra penciuman di hidung karena peradangan yang dipicu oleh infeksi virus Corona.

Parosmia bisa terjadi secara bertahap, tetapi ada pula yang terjadi secara mendadak. Selain itu, ada studi yang menyebutkan bahwa kondisi ini lebih banyak dialami oleh wanita berusia di atas 30 tahun, tetapi para pria juga bisa mengalaminya.

Parosmia memang bukan gangguan kesehatan yang serius, tapi juga tidak bisa disepelekan. Pasalnya, parosmia bisa membuat makanan yang sebelumnya terasa nikmat dan menggugah selera bisa saja menjadi terasa tidak enak. Hal ini bisa membuat penderita gangguan penciuman ini menjadi kurang nafsu makan.

Jika tidak ditangani dengan tepat, hal ini bisa membuat penderita parosmia mengalami dehidrasi dan malnutrisi atau kekurangan gizi karena susah makan.

Cara Mengatasi Parosmia

Gangguan penciuman parosmia akibat COVID-19 biasanya dapat pulih dengan sendirinya seiring waktu, sehingga tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, lamanya proses pemulihan bisa berbeda-beda pada setiap penderitanya. Ada yang bisa sembuh hanya dalam waktu beberapa minggu, tetapi ada pula yang baru pulih setelah berbulan-bulan.

Berbagai studi menyebutkan bahwa rata-rata penderita COVID-19 dengan parosmia dapat pulih dalam kurun waktu 3 bulan. Nah, bila Anda mengalaminya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendukung pemulihan dan memperbaiki fungsi indra penciuman yang terganggu akibat parosmia. Berikut ini adalah caranya:

Latihan penciuman

Salah satu cara efektif untuk mengatasi parosmia adalah dengan melatih indra penciuman. Latihan ini bertujuan untuk membantu indra penciuman agar bisa kembali berfungsi dengan baik dalam mengenal sumber aroma.

Anda bisa melakukan latihan indra penciuman sebanyak 2–3 kali sehari selama 15–20 detik. Lakukan secara rutin selama kurang lebih 3 bulan atau hingga penciuman kembali seperti semula. Anda pun juga bisa menggunakan bantuan bahan-bahan alami untuk melatih indra penciuman, misalnya bunga, lemon, cengkeh, kayu putih, kopi, parfum, atau rempah-rempah.

Penggunaan obat-obatan

Pada kasus tertentu, parosmia akibat COVID-19 juga bisa ditangani dengan pemberian obat-obatan kortikosteroid dari dokter. Obat ini berfungsi untuk mengurangi peradangan di hidung, sehingga sel-sel saraf penciuman bisa kembali berfungsi.

Selain itu, Anda juga bisa membersihkan rongga hidung dengan larutan saline atau air garam steril yang dijual bebas di apotek untuk mengembalikan penciuman akibat parosmia.

Saat mengalami parosmia, penting bagi Anda untuk selalu mencukupi kebutuhan cairan dan nutrisi tubuh dengan minum air putih yang cukup dan makan secara teratur. Jika makanan tertentu membuat Anda merasa mual, cobalah untuk mengonsumsi makanan lain yang aromanya tidak terasa mengganggu.

Walau tidak berbahaya, parosmia yang Anda alami setelah sembuh dari COVID-19 tetap perlu diobati. Oleh karena itu, jika Anda merasakan gejala parosmia atau gangguan penciuman lain akibat COVID-19, seperti anosmia atau phantosmia, sebaiknya periksakan diri ke dokter, ya.

***