Digelar 2–8 Maret, Pemprov Kepri Matangkan Persiapan KURMA 2026

0
1878
Foto/Pemprov Kepri menggelar rakor persiapan Kepri Ramadhan Fair (KURMA) 2026 yang akan berlangsung 2–8 Maret dengan bazar UMKM dan lomba keagamaan.

RASIO.CO, Tanjungpinang — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menggelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kepri Ramadhan Fair (KURMA) 2026 di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Lantai III, Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Dompak, Senin (2/2). Rapat ini digelar untuk mematangkan persiapan penyelenggaraan kegiatan menjelang bulan suci Ramadan.

Rapat dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Luki Zaiman Prawira dan dihadiri unsur perangkat daerah, Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau, serta perwakilan lembaga terkait lainnya.

Dalam arahannya, Luki menjelaskan bahwa Ramadhan Fair merupakan bagian dari rangkaian program Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) yang terintegrasi dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Program tersebut telah menjadi agenda nasional sejak 2023 dalam menyambut bulan Ramadan.

Luki menegaskan bahwa Kepri Ramadhan Fair yang diberi brand KURMA atau Kepulauan Riau Ramadhan Fair telah menjadi identitas tahunan Provinsi Kepulauan Riau. Branding tersebut pertama kali digunakan pada 2024 dan kembali dipertahankan pada pelaksanaan 2026.

“KURMA ini sudah menjadi identitas kita. Awal prosesnya dari KDEKS dan KNEKS. Kepri bahkan menjadi salah satu provinsi yang pertama kali dikunjungi Wakil Presiden pada pelaksanaan Ramadhan Fair beberapa tahun lalu,” ujar Luki.

Ia juga mengapresiasi peran Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau sebagai Ketua Pelaksana KDEKS Daerah yang selama ini memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Kepri Ramadhan Fair.

Dalam rapat tersebut, dibahas sejumlah agenda utama yang direncanakan berlangsung pada 2–8 Maret 2026. Kegiatan tersebut meliputi lomba azan dan dai cilik tingkat provinsi, lomba busana muslim berbasis produk UMKM lokal, lomba kompang dan sholawat, pasar murah, pojok layanan syariah, seminar ekonomi dan keuangan syariah, serta bazar UMKM.

Luki menekankan pentingnya penunjukan penanggung jawab atau person in charge (PIC) untuk setiap lomba dan kegiatan guna memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan tepat waktu, mengingat jadwal pelaksanaan yang semakin dekat.

Rapat juga menyepakati rekomendasi lokasi kegiatan, yakni bazar UMKM tetap dipusatkan di Jalan Merdeka, sementara acara penutupan dan kegiatan utama diarahkan ke kawasan Dekranasda Kepulauan Riau yang dinilai lebih representatif untuk menerima tamu VIP dan undangan dari kementerian.

“Kita ingin penutupan dilaksanakan di area Dekranasda. Lokasinya lebih luas dan fasilitasnya lengkap, termasuk untuk VIP dan layanan pendukung lainnya,” jelas Luki.

Ia meminta seluruh perangkat daerah segera bergerak cepat menyusun teknis pelaksanaan dan pembiayaan kegiatan secara konkret. Menurutnya, setiap usulan kegiatan harus disertai perencanaan anggaran agar pelaksanaannya realistis dan terukur.

“Kita rapat teknis dulu. Setelah seluruh susunan kegiatan jelas, nanti kita gelar rapat final. Yang penting kita siap menyukseskan KURMA 2026,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Hasan memaparkan konsep awal pelaksanaan KURMA 2026, mencakup penataan venue, jadwal acara, serta kebutuhan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah. Konsep tersebut selanjutnya akan dibahas kembali bersama Bank Indonesia dan tim KDEKS untuk penyempurnaan.

IW







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini