Direktur Lokataru Foundation Dijemput Polisi, Disebut Pernah Kritik PSN Patimban

0
417
Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen. (Foto/CNN Indonesia)

RASIO.CO, Jakarta – Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen, dikabarkan ditangkap polisi di Jakarta pada Senin (1/9/) malam sekitar pukul 23.45 Wita. Penangkapan tersebut menimbulkan spekulasi luas mengenai penyebabnya.

Delpedro sebelumnya dikenal lantang mengkritisi dugaan praktik oligarki dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) Pelabuhan Patimban. Dalam laporannya, ia bahkan menyebut keterlibatan salah satu menteri Kabinet Merah Putih.

Spekulasi lain menyebut penangkapan itu berkaitan dengan pernyataannya yang menuding sejumlah anggota kepolisian membuat unggahan provokatif untuk mengajak pelajar, khususnya siswa STM, turun aksi dalam demonstrasi di Jakarta.

Dalam video yang diunggah akun Instagram Lokataru Foundation, tampak Delpedro dijemput aparat berpakaian preman di sebuah rumah menggunakan mobil Ertiga putih. Lokataru menyatakan penjemputan itu dilakukan tanpa surat perintah resmi dan tanpa penjelasan dasar hukum.

“Bebaskan Delpedro Marhaen! Penangkapan ini adalah bentuk kriminalisasi dan ancaman nyata bagi kebebasan sipil serta demokrasi,” tulis Lokataru dalam unggahan yang dikutip Selasa (2/9).

Delpedro Marhaen dikenal sebagai aktivis HAM dan peneliti di Haris Azhar Law Office. Ia menempuh pendidikan magister Ilmu Politik di UPN Veteran Jakarta dan Magister Hukum di Universitas Tarumanagara, setelah sebelumnya lulus Sarjana Hukum di universitas yang sama.

Pada Agustus 2024, Delpedro juga pernah ditangkap saat aksi demonstrasi menolak revisi Undang-Undang Pilkada di DPR RI. Kala itu, ia bersama sejumlah aktivis menentang langkah parlemen yang dianggap bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi.

***







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini