Menwa Poltek Batam Gelar Seminar Semangat Pancasila, Ria Saptarika Jadi Pembicara Utama

0
257

RASIO.CO, Batam – Dalam rangka menumbuhkan semangat kebangsaan dan memperkuat karakter generasi muda, Resimen Mahasiswa (Menwa) Politeknik Negeri Batam menggelar Seminar Semangat Pancasila pada Senin (16/6) di Kampus Politeknik Negeri Batam. Seminar ini mengusung tema Mewujudkan Pemuda Tangguh, Bangsa Kuat.

Seminar ini menghadirkan dua pemateri utama, yaitu Ir. H. Ria Saptarika, M.Eng., anggota DPD RI sekaligus anggota MPR RI, serta Kapten Infanteri Asman Aritonang, S.H., Kepala Urusan Komunikasi Sosial (Kaur Komsos) Staf Teritorial Kodim 0316/Batam.

Acara ini juga dihadiri oleh Dr. Muhammad Zaenuddin, S.Si., M.Sc., Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni Politeknik Negeri Batam, serta Dr. Fendi Hidayat, S.Kom., M.Kom., Wakil Komandan Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahabahari Provinsi Kepulauan Riau.

Ketua penyelenggara acara, Pujayanti, mengatakan seminar ini tidak hanya diikuti oleh anggota dan alumni Menwa Politeknik Negeri Batam, tetapi juga mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan seperti Dewan Mahasiswa Politeknik Negeri Batam, Universitas Batam (UNIBA), Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA), Universitas Ibnu Sina, STIQ Kepri Quran Centre, serta perwakilan pelajar dari sejumlah Sekolah Menengah Atas di Kota Batam.

Pujayanti menjelaskan, Seminar Semangat Pancasila merupakan momentum penting dalam membentuk pemuda sebagai pilar ketahanan bangsa. Diharapkan, dengan karakter kuat, semangat gotong royong, dan nilai patriotisme yang tertanam sejak dini, generasi muda Indonesia mampu menjaga dan meneruskan cita-cita luhur para pendiri bangsa.

Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Zaenuddin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat strategis untuk membentuk karakter mahasiswa yang memiliki wawasan kebangsaan dan semangat persatuan. Ia menilai, selain memperkuat pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan, seminar ini juga menjadi wadah silaturahmi dan kolaborasi antarorganisasi mahasiswa lintas kampus. Ia berharap semangat persatuan yang tumbuh dalam forum ini dapat memicu lahirnya gerakan kepemudaan yang konstruktif dan solutif dalam menjawab tantangan bangsa.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kecakapan akademik saja tidak cukup dalam kehidupan bermasyarakat. Mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan sosial, kepemimpinan, dan integritas yang ditempa melalui aktivitas organisasi agar siap menghadapi tantangan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Dr. Fendi Hidayat memberikan apresiasi kepada Ir. H. Ria Saptarika yang telah berkenan hadir dan mendukung terselenggaranya acara ini. Fendi menilai Ria Saptarika yang pernah menjadi anggota Menwa di Jakarta dan kini menjadi Senator DPD RI asal Kepri adalah teladan nyata bagi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa pembentukan karakter kebangsaan di kalangan generasi muda tidak bisa ditunda dan harus dilakukan secara berkelanjutan.

Ia menambahkan, Menwa Mahabahari Provinsi Kepulauan Riau terus berkomitmen menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan mahasiswa, salah satunya dengan menginisiasi seminar-seminar bertema cinta Tanah Air dan bela negara di berbagai kampus.

Dalam pemaparannya, Ir. H. Ria Saptarika mengingatkan pentingnya internalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi dalam berpikir, bersikap, dan bertindak bagi generasi muda. Ia menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap toleran, gotong royong, dan keadilan sosial. Ia juga mengajak pemuda untuk memahami Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan etis dan struktural dalam berbangsa dan bernegara, serta untuk menjaga keutuhan NKRI dan menolak ideologi yang bertentangan dengan semangat persatuan.

Ria mengingatkan bahwa Bhinneka Tunggal Ika adalah kekuatan utama bangsa Indonesia yang harus dijaga. Ia mengajak mahasiswa untuk tidak terjebak dalam polarisasi identitas, melainkan merawat keberagaman sebagai kekayaan bangsa yang memperkuat persatuan.

Sementara itu, Kapten Infanteri Asman Aritonang, S.H., yang kini menjabat Kepala Urusan Komunikasi Sosial Staf Ter Kodim 0316/Batam, menegaskan pentingnya menjaga keutuhan NKRI. Dengan latar belakang tugas tempur di Maluku dan penugasan di satuan elit Yonif 121/MK dan 136/TS, ia mengingatkan bahwa keutuhan wilayah Indonesia adalah harga mati. Ia mengajak pemuda untuk mewaspadai ancaman ideologi dan disrupsi informasi yang dapat memecah belah bangsa, serta meneladani perjuangan para pahlawan yang rela berkorban demi NKRI.

Asman menekankan makna Bhinneka Tunggal Ika sebagai kekuatan fundamental bangsa Indonesia dan pentingnya menjunjung tinggi keberagaman. Ia juga berbagi pengalamannya menjelajah Gunung Binaya dan bertugas di daerah operasi, yang semakin meyakinkannya bahwa Indonesia itu luas, beragam, namun satu. Ia berharap generasi muda mampu menjaga keberagaman sebagai pondasi persatuan, bukan sumber perpecahan.

Dalam semangat kebersamaan itu, Asman mengajak para mahasiswa untuk menjadi agen perubahan yang berpijak pada nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air.

(rl)

Print Friendly, PDF & Email





TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini