Polisi Gandeng Komdigi Blokir Situs Pemicu Aksi Peledakan di SMA 72 Jakarta

0
211
Korban ledakan SMA 72 Jakarta. (Foto/Ist)

RASIO.CO, Jakarta — Kepolisian akan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memblokir sejumlah situs yang diduga menjadi inspirasi siswa melakukan aksi peledakan di SMA Negeri 72 Jakarta.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya, Kombes Roberto Pasaribu, mengatakan langkah ini dilakukan setelah Densus 88 menemukan sejumlah situs yang berpotensi menanamkan ide kekerasan kepada pelaku.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Komdigi, melalui Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, untuk melakukan pembatasan atau pemblokiran terhadap website-website tersebut,” ujar Roberto, dikutip dari CNNIndonesia, Rabu (12/11).

Menurut Roberto, penyidik kini masih mendalami situs dan media online yang diakses oleh terduga pelaku.

“Kami akan memaparkan apa saja yang sudah pernah dipelajari, dikunjungi, atau didistribusikan oleh yang bersangkutan di perangkat digitalnya,” tambahnya.

Laptop Pelaku Disita untuk Pemeriksaan Digital Forensik

Polisi juga berhasil menemukan dan menyita satu unit laptop milik terduga pelaku yang sebelumnya sempat tidak berada di tangannya.

“Laptop itu baru ditemukan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum dan telah diserahkan kepada kami di Direktorat Siber,” jelas Roberto.

Saat ini, tim forensik digital sedang menelusuri riwayat akses situs dan aktivitas daring pelaku melalui perangkat tersebut.

“Seluruh media online dan situs yang diikuti oleh anak yang berkonflik dengan hukum ini masih dalam proses pendalaman di laboratorium digital forensik,” ungkapnya.

Kronologi Ledakan di SMA 72 Jakarta

Ledakan terjadi di SMAN 72 Jakarta Utara pada Jumat (7/11) sekitar pukul 12.15 WIB, tepatnya di area masjid sekolah saat salat Jumat berlangsung.
Tidak ada korban meninggal dunia, namun sebanyak 96 orang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Densus 88 Antiteror Polri mengungkap, pelaku diduga mulai mencari informasi tentang aksi kekerasan melalui berbagai situs karena merasa tertindas dan menyimpan dendam.

Penelusuran itu mendorong pelaku bergabung dalam komunitas daring yang mengagumi pelaku kekerasan bersenjata di luar negeri.

Setidaknya ada enam pelaku aksi kekerasan global yang menjadi inspirasinya, yaitu Eric Harris, Dylan Klebold, Dylann Storm Roof, Alexandre Bissonnette, Vladislav Roslyakov, dan Brenton Tarrant — nama-nama yang juga ditemukan tertulis pada senjata mainan milik pelaku.

***

Print Friendly, PDF & Email





TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini