Tarif Naik, PLN Bright Batam Tetap Mati Lampu

0
795

RASIO.CO, Batam – Masyarakat Batam masih tetap kecewa terhadap Bright PLN Batam, pasalnya pemadaman lampu bergilir tetap masih terjadi.

Padahal Gubernur Kepri beberapa waktu meminta agar PLN komitmen atas janjinya, untuk tidak lagi melakukan pemadaman listrik secara bergilir.

Pada kenyataannya pemadaman bergilir terus terjadi, bahkan terakhir beralasan adanya pengurangan pasokan gas terhadap pembangkitnya.

” Kan ada pemangkit disel PLN dan kami masyarakat kecil selalu jadi korban,” kata Desi salah seorang warga bengkong Sadai yang mengalami manti lampu sekitar pukul 10.45 WIB.Sabtu(04/11/2017).

Parahnya, lanjut dia, dihari libur begini aktifitas dirumah cukup padat menggunakan listrik terutama mencuci pakaian dan kegiatan masak-memasak tuk keluarga dihari libur ini.

” tarif naik serta pembayaran jelas harus tepat waktu, kalau tidak bisa diputus,” ujarnya kesal.

Sementara itu, dua hari lalu ratusan mahasiswa Unrika Batamcentre terpaksa ujian tengah sementer(UTS) terpaksa berhenti beberapa jam, pasalnya lampu padam dan sempat membuat mahasiswa panik.

” PLN batam sudah kelewatan dan tidak tepat janji, ujianpun harus gelap-gelap,” ujar Adi salah seorang mahasiswa semester 3 ilmu hukum di Unrika batamcentre.

Sementara itu, dalam sehari ini pihak PLN Bright Batam telah terjadi pemadaman bergilir diwilayah Batam, parahnya bahkan sampai tiga kali dalam sehari degan alsan pemasokan gas kurang.

SedangkanGubernur Kepulauan Riau (Kepri) menyetujui rencana kenaikan tarif listrik Batam sebesar 45 persen yang diajukan PT Pelayanan Listrik Negara Batam (Bright PLN).

Kenaikan tarif listrik ini akan dilakukan secara bertahap hingga awal tahun 2018 mendatang.

“Dengan terpaksa tarif listrik di Batam harus dinaikan. Memang seperti yang sama-sama kita ketahui biaya operasional PLN Batam sudah tidak sehat lagi (merugi),” kata Nurdin, usai rapat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan PLN di Graha Kepri, beberapa waktu lalu.

Diakuinya, kenaikan 45 persen ini dilakukan bertahap. Setelah awal Juni 2017 lalu, PLN menaikan tarif 15 persen. Kemudian naik lagi 15 persen pada pertengahan September ini, untuk selanjutnya kenaikan 15 persen yang direncanakan dilakukan pada awal tahun 2018 mendatang.

“Kita semua sepakat, hingga Desember 2017 ini kenaikan hanya 15 persen dari tarif sekarang,” sambung orang nomor satu di Kepri tersebut.

Kendati menyetujui kenaikan tarif listrik, Nurdin meminta agar PLN komitmen atas janjinya, untuk tidak lagi melakukan pemadaman listrik secara bergilir.

“Malam ini sudah kita minta supaya tak ada lagi pemadaman. Pak kapolda juga sudah membantu mensosialisasikan,” kata dia.

Dalam rapat yang berlangsung tertutup tersebut, Nurdin mengakui kalau dari hasil audit, PLN Batam sudah tidak bertahan lagi dengan masih menerapkan tarif lama.

APRI@www.rasio.co

 







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini