RASIO.CO, Karimun – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Karimun ke-27 yang jatuh pada tanggal 12 Oktober 2026, Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun telah menyiapkan rangkaian kegiatan meriah sepanjang bulan Oktober.
Kemeriahan ini merupakan hasil kolaborasi dan partisipasi Pemerintah Daerah, instansi vertikal, komunitas, pihak swasta, serta seluruh masyarakat Kabupaten Karimun.
Mengusung tema “Karimun Bangkit dan Berkembang Dalam Harmoni”, rangkaian acara Events Calendar 2026 pada bulan Oktober ini akan menyajikan beragam aktivitas, mulai dari seni, budaya, olahraga, hiburan, hingga pemberdayaan ekonomi kreatif.
“Rangkaian acara tahun ini kami rancang untuk mencerminkan semangat harmoni dan kebersamaan masyarakat Karimun. Kami berharap perayaan Hari Jadi ke-27 ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian lokal dan mempromosikan pariwisata Karimun ke tingkat yang lebih luas,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun.
Sorotan Events Calendar Oktober 2026: Berikut adalah rangkaian kegiatan utama yang akan menyemarakkan Kabupaten Karimun sepanjang bulan Oktober:
* 1 – 3 Oktober: Perayaan HUT Ngo Hu Niu Niu oleh Yayasan Dewi Sakti Semesta di Jl. Antena Kamkong Meral.
* 4 – 12 Oktober: Gempak Malam Launching Satu Melody Dalam Harmony oleh DPD Gemawa Kepri di Coastal Area Karimun.
* 9 – 11 Oktober: Karimun Weekend Market (KWM VOL 3) oleh INI KARIMUN di UPBU Raja Haji Abdullah (RHA) Tanjung Balai Karimun.
* 11 Oktober: Fashion Show Restro Style Era – 70 An Dan 80 An oleh AKBN di UPBU Raja Haji Abdullah (RHA) Tanjung Balai Karimun.
* 12 Oktober: Upacara dan Syukuran Peringatan Hari Jadi Kab. Karimun Ke 27 Tahun oleh BKPSDM & PMD (Upacara di Halaman Kantor Bupati, Syukuran di Gedung Nilam Sari).
* 16 – 17 Oktober: Enjoy Karimun Event 2026: Karimun Cultural Celebration (Semarak Budaya Dalam Harmoni) oleh Dinas Pariwisata Kab. Karimun di Panggung Putri Kemuning – Coastal Area Karimun. * 17 – 18 Oktober: Festival Gasing Karimun oleh Dispora Kab. Karimun di Parkiran Hall A – Coastal Area Karimun.
* 24 – 25 Oktober: Turnamen Karate Kab. Karimun EJ Cup 2026 oleh Dispora Kab. Karimun di GOR Indoor Dispora.
* 25 Oktober: Tok Fishing Tournament Ke-5 oleh Tuah Orang Kite Fishing di Pesisir Pantai Coastal Area KP Baru Tebing Depan Restoran Raja Husin.
* 25 Oktober: Ini Karimun Fun Run 5 K oleh INI KARIMUN di UPBU Raja Haji Abdullah (RHA) Tanjung Balai Karimun.
* 30 Oktober: Wirid Bulanan Pemda Karimun Bersama Masyarakat (Doa Bersama Sempena Hari Jadi Kab. Karimun) oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Karimun di Kec. Meral Barat.
Pemerintah Kabupaten Karimun mengajak seluruh masyarakat, keluarga, sahabat, dan kerabat, untuk hadir dan memeriahkan setiap rangkaian acara.
Jangan hanya menjadi penonton, jadilah bagian dari kemeriahannya! Mari ramaikan Oktober di Karimun dan rayakan Hari Jadi Kabupaten Karimun ke-27 bersama-sama. Saatnya berwisata di Karimunaja! Karimun Melaju Dalam Harmoni.
RASIO.CO, Karimun – Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, memimpin rapat persiapan Hari Ulang Tahun (HUT) dan mengarahan tegas agar seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan secara efektif, efisien, dan membawa manfaat langsung bagi masyarakat luas.
Dalam arahannya, Bupati merencanakan penataan ulang perayaan historis daerah dengan membedakan peringatan “Hari Jadi Karimun” pada bulan Mei dan “Hari Otonomi Kabupaten Karimun” pada tanggal 12 Oktober. Ke depannya, ia juga mengusulkan agar agenda Rapat Paripurna DPRD dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Otonomi untuk memperkuat makna sejarah daerah.
Bupati Iskandarsyah secara khusus menyoroti pentingnya penerapan tata kelola pemerintahan yang berjiwa wirausaha (entrepreneur government). Konsep ini menuntut pemerintah daerah untuk tampil lebih inovatif, produktif, dan cerdas dalam mengoptimalkan anggaran.
Menurutnya, kegiatan pemerintah tidak boleh lagi didominasi oleh acara yang bersifat seremonial semata, melainkan harus difokuskan pada program yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.
Sebagai tindak lanjut, Bupati menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) bersama seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bersinergi dan mengintegrasikan berbagai program ke dalam satu rangkaian perayaan terpadu.
Beberapa agenda strategis yang akan disiapkan meliputi pasar murah, pameran UMKM, pelayanan kesehatan masyarakat, festival pariwisata, hingga penganugerahan bagi masyarakat dan tokoh berprestasi.
Melalui perencanaan yang terpadu dan tepat sasaran ini, peringatan HUT Karimun diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan daerah.
Lebih dari itu, momentum perayaan ini akan dimanfaatkan sebagai etalase capaian pembangunan, penggerak roda ekonomi, sekaligus wadah untuk mempererat kebersamaan guna mewujudkan Kabupaten Karimun yang maju, sejahtera, dan berbudaya.
RASIO.CO, Batam – Tokoh Mayarakat Melayu Rempang-Galang Iswandi Muhammad Yaacob lebih dikenal Bang Long mendorong pemerintah, pengembang dan masyarakat mengutamakan berdialog dalam penyelesaian lahan di Barelang Batam. Selasa(29/09).
Menurut Bang Long seorang tokoh masyarakat Melayu yang selama ini dikenal aktif menyuarakan aspirasi masyarakat terkait persoalan Rempang. Hal ini disampaikan di kegiatan Podcast Ruang Bicara. Botania, Selasa(22/09) Pekan Lalu.
Dalam perbincangan tersebut, Bang Long menceritakan perjalanan keterlibatannya dalam perjuangan masyarakat Rempang sejak mencuatnya persoalan relokasi pada 2023.
Ia menjelaskan bahwa keterlibatannya berawal dari kepedulian terhadap masyarakat yang menurutnya menghadapi rencana relokasi dari kawasan tempat mereka telah bermukim selama bertahun-tahun.
Menurut Bang Long, persoalan Rempang pada saat itu tidak hanya menyangkut pembangunan dan investasi, tetapi juga berkaitan dengan sejarah, kehidupan masyarakat, serta keberadaan kampung-kampung tua di kawasan tersebut.
Kata dia, terdapat sekitar 16 titik kampung tua yang menjadi bagian dari pembahasan relokasi. masyarakat pada dasarnya tidak menolak investasi maupun pembangunan, tetapi berharap kebijakan pembangunan tetap memperhatikan keberadaan masyarakat setempat.
“Rakyat tidak menolak yang namanya investasi, pembangunan, kemajuan dan lain sebagainya. Dengan catatan, duduk bermusyawarah dan temukan secara menyeluruh solusinya,” ujar Bang Long Dalam Podcast Ruang Bicara.Bang Long bercerita, kembali keterlibatannya dalam berbagai aksi masyarakat pada 2023. Ia menyebut salah satu momentum penting terjadi pada September 2023 ketika sejumlah pemuda dan masyarakat berkumpul menyampaikan aspirasi di depan BP Batam.
Menurut penuturannya, aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian sikap masyarakat yang menolak relokasi dan meminta pemerintah memperhatikan aspirasi warga Rempang.
Bang Long mengatakan, dirinya bersama sejumlah pemuda saat itu berusaha menyampaikan tuntutan agar harkat dan martabat masyarakat serta hak masyarakat di kawasan tersebut diperhatikan dalam kebijakan pembangunan.
Ia menegaskan bahwa menurut pandangannya, masyarakat tidak menolak investasi. Persoalan utama, kata dia, adalah bagaimana pembangunan dapat berjalan tanpa mengabaikan keberadaan masyarakat yang telah lama tinggal di kawasan tersebut.
“Pada dasarnya masyarakat menerima investasi. Tapi dengan catatan kampung mereka jangan dipindahkan, jangan direlokasi, jangan digusur,” kata Bang Long.
Dalam dialog tersebut, Bang Long juga menyampaikan pentingnya komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat sebelum kebijakan besar diterapkan.
Menurutnya, pemerintah perlu membuka ruang musyawarah agar masyarakat dapat memahami kebijakan sekaligus menyampaikan aspirasi dan kekhawatiran mereka.
Ia menilai kebijakan yang menyangkut masyarakat seharusnya dibicarakan secara terbuka dengan mengedepankan prinsip keadilan dan kebijaksanaan.
“Pemerintah dengan rakyat harus duduk bermusyawarah, membahas tentang permasalahan yang terjadi secara terbuka, legowo, adil dan bijaksana,” ujarnya.
Bang Long juga meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan masyarakat Rempang.
Ia berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun BP Batam dapat membuka kembali ruang dialog untuk mencari solusi yang dapat diterima berbagai pihak.
Sejarah Masyarakat Melayu Menjadi Perhatian
Dalam pembahasan mengenai pembangunan Batam dan Rempang, Bang Long turut menyinggung sejarah masyarakat Melayu di kawasan tersebut.
Menurutnya, sejarah dan keberadaan masyarakat yang telah lama mendiami suatu wilayah perlu menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan.
Ia mengatakan, keberadaan BP Batam sebagai lembaga yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan dan pembangunan Batam tidak seharusnya menghilangkan perhatian terhadap sejarah dan masyarakat yang telah lebih dahulu berada di wilayah tersebut.
“Sejarah peradaban suatu wilayah, suatu daerah, suatu kebudayaan itu harus menjadi tolak ukur atau fokus sentral dalam menetapkan suatu kebijakan,” ujar Bang Long.
Rakyat Diminta Tidak Mudah Terprovokasi
Selain membahas persoalan Rempang, Bang Long juga menanggapi kejadian yang disebutnya terjadi pada 14 September. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan belasungkawa kepada korban yang meninggal dunia dan meminta masyarakat tidak memperkeruh situasi.
Ia mengimbau masyarakat Kepulauan Riau, khususnya Batam, agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar.
Menurutnya, setiap informasi perlu disaring dan diverifikasi terlebih dahulu agar masyarakat tidak mudah terprovokasi, terutama oleh informasi yang berpotensi membawa isu SARA.
“Setiap informasi yang kita baca, kita dapatkan, jangan ditelan mentah-mentah. Disaring terlebih dahulu, dicari mana yang benar, mana yang tidak benar,” kata Bang Long.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pengusaha, maupun pemerintah untuk menahan diri dan menyerahkan penanganan persoalan kepada pihak yang berwenang.
Bang Long menyatakan kepercayaannya terhadap aparat penegak hukum untuk menangani persoalan tersebut secara sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ilmu dan Sikap Kritis
Dalam perbincangan yang berlangsung di Podcast Ruang Bicara, Bang Long juga menyinggung pentingnya ilmu dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, ilmu dapat membantu seseorang memiliki pemikiran yang terukur dan tidak mudah dipengaruhi oleh pihak lain. Ia mengatakan, ketika menemukan sesuatu yang tidak sesuai dengan hati nurani, dirinya berusaha menyampaikan kritik secara tegas namun tetap dengan cara yang baik.
“Dengan ilmunya kita punya satu pemikiran yang terukur, punya psikologi yang kuat sehingga kita tidak mudah diintervensi oleh siapa pun,” ujarnya.
Bagi Bang Long, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari kehidupan demokratis selama disampaikan secara santun dan bertanggung jawab.
Ia menilai hubungan pemerintah dan masyarakat seharusnya dibangun melalui komunikasi, musyawarah, serta keterbukaan dalam mencari penyelesaian terhadap berbagai persoalan.
Podcast Ruang Bicara bersama Bang Long kemudian ditutup dengan pesan agar masyarakat tetap menjaga ketenangan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan ruang kepada pihak berwenang untuk menangani persoalan yang sedang berlangsung.
Perbincangan tersebut juga membuka peluang untuk menghadirkan kembali Bang Long dalam episode berikutnya dengan pembahasan yang lebih khusus mengenai persoalan Rempang, masyarakat Melayu, pembangunan, dan investasi di Batam.
RASIO.CO, Batam – Raja Mustakim bersama Tujuh doktor asal Natuna membentuk Archipelago Natuna Research Center (ANRC), lembaga kajian yang diarahkan untuk memperkuat pembangunan daerah melalui penelitian, kajian kebijakan, dan rekomendasi berbasis data.
“Kami ingin anak-anak Natuna yang cerdas dan berbakat serta memiliki intelektualitas mumpuni, kembali ke daerah dan membangun kampung halaman mereka,” tutur inisiator dan penggagas pembentukan ANRC Raja Mustakim, Sabtu(26/09) pekan lalu.
Secara hukum, lanjut Raja Mustakim yang juga Sekretaris Dewan Penasehat PWI Provinsi Kepri itu, ANRC secara telah memperoleh Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-0000211.AH.01.07.Tahun 2026.
Kehadiran lembaga ini diharapkan menjadi ruang bagi akademisi, peneliti, profesional, dan putra-putri Natuna untuk mengkaji berbagai persoalan strategis daerah secara ilmiah.
Ketujuh pendiri ANRC adalah Dr H Umar Natuna M.Pd.I., Dr H Amirudin MPA, Dr H Syahidun MM, Dr H Tirtayasa MA, Dr Asmara Juana M.Si., Dr H Kamaruddin MM, dan Dr Syahidin MA.
“Jadi, tujuan pendirian ANRC ini bukan sekadar sebagai lembaga kajian, melainkan lahir dari kesadaran bahwa berbagai persoalan Natuna membutuhkan penelitian yang serius, berbasis data, dan dilihat dari berbagai disiplin ilmu,” ungkap suami Bupati Natuna Cen Sui Lan itu.
Menurut dia, posisi Natuna sebagai daerah kepulauan sekaligus kawasan perbatasan membuat persoalan pembangunan daerah memiliki keterkaitan yang kompleks. Isunya mencakup ekonomi, pendidikan, kemaritiman, kesejahteraan masyarakat, tata kelola pemerintahan, lingkungan, sumber daya alam, sosial dan kebudayaan, hingga hubungan pemerintah pusat dan daerah.
Atas dasar itu, ANRC memosisikan diri sebagai mitra pengetahuan yang mempertemukan ilmu pengetahuan, data empiris, dan kebutuhan pembangunan daerah.
Hasil penelitian nantinya dapat dituangkan dalam berbagai bentuk, antara lain laporan penelitian, policy paper, policy brief, rekomendasi kebijakan, kajian akademik, serta forum ilmiah dan diskusi publik. “ANRC tidak dibentuk sebagai lembaga yang hanya berfokus pada minyak dan gas bumi (migas) saja,” tegas Raja Mustakim.
Migas memang menjadi salah satu isu strategis Natuna yang dapat menjadi objek penelitian. Namun, cakupan kajian ANRC meliputi pembangunan kawasan perbatasan, kebijakan publik, pendidikan, ekonomi, kemaritiman dan ekonomi biru, sosial-kebudayaan, Islam dan Tamaddun Melayu, geopolitik, lingkungan, sumber daya alam, desentralisasi fiskal, serta hubungan pusat dan daerah. Jadi, migas hanya salah satu tema penelitian ANRC, bukan identitas maupun satu-satunya agenda lembaga.
ANRC juga menyatakan akan menjaga independensi akademik dalam menentukan agenda penelitian, mengolah data, melakukan analisis, serta menyampaikan hasil kajian.
Pada saat yang sama, lembaga itu membuka peluang kerja sama dengan pemerintah, DPRD, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dunia usaha, organisasi masyarakat, media, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Ruang partisipasi juga dibuka bagi akademisi, peneliti, profesional, praktisi, generasi muda, serta putra-putri Natuna yang berada di berbagai daerah dan negara.
Raja Mustakim juga menekankan pentingnya penggunaan data yang valid dalam membahas persoalan pembagian hasil sumber daya alam dengan pemerintah pusat.
“Ketidakadilan ini kita ungkapkan ke Pemerintah Pusat dan stakeholder pusat dengan data-data yang valid dan menjadi program dari ANRC ke depan,” kata Raja Mustakim.
Ia berharap ANRC tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menghasilkan penelitian dan rekomendasi yang dapat digunakan dalam pembahasan kebijakan di tingkat daerah maupun pusat.
RASIO.CO, Batam – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Karimun merampungkan persiapan Konferensi Kabupaten (KonferKab) IV, kegiatan akan siap digelar pada Selasa, 29 September 2026, di meeting room hotel Selat Gelam.
Acara penting organisasi kewartawanan tertua ini dihadiri langsung oleh Ketua PWI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Saibansah Dardani, Sekretaris Alfian Lumban Gaol, Bendahara Nizamul Akhyar, Ketua Bidang Organisasi Tunggul Manurung dan Ketua Dewan Penasehat Marganas Nainggolan.
Pelaksanaan KonferKab IV PWI Karimun ini turut akan dihadiri oleh Bupati Karimun Ing Iskandarsyah serta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karimun, yang menunjukkan sinergi erat antara pemerintah daerah dan insan pers di Bumi Berazam.
“PWI Adalah DNA Pejuang”
Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani, menyampaikan pesan penuh semangat. Ia menegaskan bahwa para anggota PWI, khususnya di Kabupaten Karimun, merupakan bagian dari generasi yang memiliki etos juang tinggi.
“Gen PWI adalah DNA pejuang,” tegas Ahli Pers Dewan Pers yang akrab disapa Cak Iban itu.
Ia mengingatkan agar para jurnalis yang tergabung dalam PWI senantiasa menjaga integritas, profesionalisme, dan semangat juang dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, serta mencerdaskan masyarakat. Peran wartawan sebagai pilar keempat demokrasi, menurutnya, menuntut ketangguhan mental layaknya seorang pejuang di era digital saat ini.
KonferKab IV PWI Karimun ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga agenda konstitusional untuk mengevaluasi program kerja kepengurusan sebelumnya serta memilih kepemimpinan baru PWI Kabupaten Karimun untuk masa bakti selanjutnya.
Dengan terselenggaranya KonferKab IV ini, diharapkan kepengurusan PWI Karimun yang terpilih nantinya dapat semakin memperkuat soliditas internal, meningkatkan kompetensi wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW), serta terus berkontribusi positif bagi pembangunan Kabupaten Karimun melalui karya jurnalistik yang konstruktif.
RASIO.CO, Batam – Komitmen Swiss-Belhotel International untuk pasar pariwisata Batam semakin serius. Tidak hanya mengandalkan satu properti, jaringan hotel internasional ini kini menawarkan portofolio akomodasi lengkap yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan semua segmen wisatawan, baik pelancong hemat, pebisnis, maupun keluarga.
Menggeliatnya pariwisata Batam sebagai destinasi MICE dan leisure utama di Kepulauan Riau, Swiss-Belhotel International mengambil langkah strategis dengan memperkuat layanannya melalui diversifikasi produk akomodasi untuk berbagai segmen pasar.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengelolaan sejumlah properti yang tersebar di titik-titik strategis Batam, mulai dari hotel bintang empat, bintang tiga, budget hotel, hingga villa privat eksklusif.
Saat ini, jaringan Swiss-Belhotel di Batam mengelola Swiss-Belhotel Harbour Bay, Swiss-Belinn Baloi Batam, dan Zest Harbour Bay Batam. Terbaru, jaringan ini juga akan diperkuat dengan hadirnya hotel bintang lima Grand Swiss-Belhotel Harbour Bay yang telah melakukan soft opening pada 28 April 2026.
Hal tersebut disampaikan jajaran manajemen Swiss-Belhotel saat menjadi narasumber dalam Podcast Ruang Bicara bersama host Sri Widayanti. Selasa(15/09).
Evi selaku Assistant Director of Marcom Swiss-Belhotel, Moch dari manajemen Swiss-Belhotel, serta Roma selaku Assistant Marcom. Sementara Evi juga disebut sebagai bagian dari tim Sales Executive dalam pembahasan podcast.
Pembahasan dalam Podcast Ruang Bicara mengupas berbagai perkembangan Swiss-Belhotel di Batam, mulai dari pilihan hotel, fasilitas, wedding, meeting, kebutuhan keluarga, hingga pengembangan akomodasi di kawasan Nirup Island.
“Batam adalah pasar utama bagi Swiss-Belhotel International, dan kami sangat senang dapat memperkuat kehadiran kami di sini. Dengan beroperasinya Swiss-Belinn Baloi, Swiss-Belhotel Harbour Bay, dan Zest Harbour Bay, kehadiran hotel bintang lima baru ini akan melengkapi portofolio kami yang beragam,” ujar Evi selaku Assistant Director of Marcom Swiss-Belhotel,Batam.
Lanjutnya, Dengan konsep ini, wisatawan memiliki keleluasaan untuk memilih akomodasi sesuai kebutuhan. Wisatawan budget dan backpacker dapat memilih Zest Harbour Bay, pebisnis dan keluarga di pusat kota dapat memilih Swiss-Belinn Baloi dan Swiss-Belhotel Harbour Bay.
Ia menambahkan, segmen premium dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) akan dilayani oleh Grand Swiss-Belhotel Harbour Bay yang memiliki salah satu ballroom terbesar di Batam.
Beragam Pilihan Hotel di Batam
Moch menjelaskan, Swiss-Belhotel International memiliki sejumlah properti dengan karakter dan segmen pasar yang berbeda.
Untuk kawasan Harbour Bay, terdapat Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam yang merupakan hotel bintang empat dan telah berdiri sekitar 13 tahun. Selain itu, terdapat Zest Hotel Harbour Bay yang menyasar segmen budget lifestyle hotel.
Swiss-Belhotel juga menghadirkan Grand Swiss-Belhotel Harbour Bay yang dalam podcast disebut telah memasuki tahap pre-opening dan sudah menerima tamu.
Menurut pihak manajemen, Grand Swiss-Belhotel menyasar sejumlah segmen, termasuk keluarga, bisnis dan kegiatan sosial seperti wedding maupun engagement. Hotel tersebut memiliki kapasitas acara hingga sekitar 1.300 orang.
Fasilitas yang ditawarkan antara lain kids club, kolam renang untuk dewasa dan anak-anak, ballroom serta berbagai ruang yang dapat digunakan untuk kegiatan keluarga maupun bisnis.
Ballroom untuk Wedding dan Berbagai Acara
Grand Swiss-Belhotel juga memberikan fleksibilitas bagi pelanggan dalam menyesuaikan konsep acara.
Ballroom hotel disebut memiliki konsep minimalis dan modern dengan nuansa luxury. Fasilitas pendukung seperti sound system, LED dan projector juga tersedia untuk kebutuhan acara.
Untuk paket wedding, pihak manajemen dalam podcast menyampaikan harga buffet mulai dari sekitar Rp350 ribu per orang, dengan sejumlah fasilitas yang dapat diperoleh sesuai paket dan kebutuhan pelanggan.
Selain wedding, Grand Swiss-Belhotel juga menyediakan meeting room dengan kapasitas sekitar 40 hingga 50 orang dan fasilitas pendukung untuk kegiatan pertemuan.
Riahi Villas Hadir di Nirup Island
Saat ini managemen sedang melakuka pengembangan Riahi Villas by Swiss-Belhotel, Nirup Island.
Roma menjelaskan bahwa Riahi Villas menyasar wisatawan yang menginginkan pengalaman menginap di private island dengan konsep yang lebih tenang dan eksklusif. Villa tersebut memiliki pilihan dua hingga empat kamar tidur dan dilengkapi private pool.
Selain itu, tersedia berbagai aktivitas seperti water sport, paddle board, jet ski dan island hopping.
Untuk wisatawan lokal, akses menuju Nirup Island dapat dilakukan melalui Pelabuhan Harbour Bay. Dalam podcast dijelaskan terdapat rute keberangkatan dari Batam menuju Nirup pada jadwal tertentu.
Swiss-Belhotel Express dan Swiss-Belhotel K-Square
Pengembangan Swiss-Belhotel juga dilakukan di kawasan K-Square.
Swiss-Belhotel Express merupakan hotel bintang tiga yang menyasar kebutuhan transit, termasuk wisatawan dan pebisnis yang membutuhkan akomodasi untuk perjalanan singkat.
RASIO.CO, Batam – Jajaran Beacukai Batam berhasil mengungkap penyeludupan 11.310 gram melalui pelabuhan Internasional Batamcentre dan mengamankan 8 orang diduga sebagai pelaku.Senin(28/09).
Sesuai siaran pers Beacukai, Penindakan dilakukan dalam dua rangkaian kegiatan pada 22 dan 24 September 2026 terhadap delapan penumpang yang akan melakukan perjalanan dari Batam menuju Singapura.
Penindakan pertama dilakukan pada Selasa (22/9) di Terminal Keberangkatan Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre.
Berawal dari hasil pemeriksaan terhadap barang bawaan penumpang, petugas menemukan tujuh bungkusan bubuk padat mencurigakan dengan berat bruto sekitar 1.875 gram yang dibawa oleh seorang penumpang berinisial SQ.
Atas temuan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan lebih lanjut serta mengamankan barang untuk dilakukan pengujian di Laboratorium Bea dan Cukai Batam.
Berdasarkan hasil pengujian, barang tersebut positif mengandung unsur emas (Au) dengan kadar 99,530 persen. Temuan tersebut kemudian dikembangkan melalui analisis risiko terhadap pola perjalanan penumpang.
Dua hari berselang, Kamis (24/9), Bea Cukai Batam kembali melakukan pengawasan terhadap sejumlah penumpang yang akan berangkat menuju Singapura melalui Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre dan Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay.
Dalam rangkaian penindakan tersebut, petugas mengamankan tujuh penumpang berinisial TLK, CYA, LJ, CYO, CM, PC, dan YM. Dari pemeriksaan barang bawaan dan pemeriksaan lebih lanjut, petugas menemukan total 36 bungkusan bubuk padat dengan berat bruto sekitar 9.435 gram.
Barang tersebut ditemukan dengan berbagai modus, antara lain disimpan di dalam tas, disembunyikan pada pakaian dalam, serta dibawa secara tersembunyi di dalam tubuh penumpang (inserter).
Seluruh barang hasil penindakan kemudian dilakukan pengujian oleh Laboratorium Bea dan Cukai Batam. Berdasarkan hasil pengujian, seluruh sampel positif mengandung emas (Au) dengan kadar berkisar antara 99,115 persen hingga 99,219 persen.
Dengan demikian, dari dua rangkaian penindakan tersebut Bea Cukai Batam mengamankan sebanyak 43 bungkusan bubuk padat mengandung emas dengan total berat bruto sekitar 11.310 gram.
Barang tersebut berasal dari delapan penumpang yang seluruhnya akan melakukan perjalanan dari Batam menuju Singapura.
Pada penindakan pertama, barang hasil penindakan memiliki estimasi nilai sebesar Rp4,77 miliar, dengan estimasi kerugian negara yang berhasil diamankan sebesar Rp595 juta.
Sementara itu, pada rangkaian penindakan kedua, barang hasil penindakan memiliki estimasi nilai sebesar Rp24,46 miliar, dengan estimasi kerugian negara yang berhasil diamankan sebesar Rp3,06 miliar.
Secara keseluruhan, estimasi nilai barang dari kedua rangkaian penindakan mencapai Rp29,23 miliar, dengan estimasi kerugian negara yang berhasil diamankan sebesar Rp3,65 miliar.
Penindakan dilakukan dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan kepabeanan terhadap barang yang dibawa keluar dari Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.
Perkara tersebut saat ini masih dalam proses pemeriksaan dan penelitian untuk menentukan arah tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Atas perkara tersebut, terdapat dugaan pelanggaran terhadap ketentuan di bidang kepabeanan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan, Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.
serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34 Tahun 2025 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Barang yang Dibawa oleh Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut.
Bea Cukai Batam menegaskan bahwa pengawasan terhadap pergerakan barang melalui terminal penumpang internasional dilakukan secara berkelanjutan dengan mengedepankan analisis risiko dan pemeriksaan sesuai ketentuan.
Pengawasan tidak hanya ditujukan terhadap barang yang masuk ke wilayah Batam, tetapi juga terhadap barang yang dibawa keluar dari Kawasan Bebas untuk memastikan seluruh kewajiban kepabeanan dipenuhi.Bea Cukai Batam Gagalkan Upaya Pengeluaran 11.310 Gram Bubuk Padat Mengandung Emas ke Singapura.
RASIO.CO, Batam – BP Batam menegaskan dukungannya terhadap keberadaan dan peran media dalam membangun komunikasi publik yang terbuka dan konstruktif.
Hal itu disampaikan menyusul apresiasi yang diberikan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kepulauan Riau kepada Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.
Apresiasi tersebut diberikan dalam malam Apresiasi HUT AMSI Kepri ke-5 yang berlangsung di Nite & Day Laguna Hotel Tanjungpinang, Sabtu (26/9/2026). Dalam kesempatan itu, apresiasi untuk Amsakar diterima oleh Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, yang hadir mewakili Kepala BP Batam.
AMSI Kepri menilai Amsakar memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan Kota Batam dan mengikuti berbagai dinamika pembangunan daerah. Dalam kapasitasnya sebagai Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar dinilai memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pengembangan Batam sebagai kawasan investasi dan industri.
Selain rekam pengabdiannya di pemerintahan, AMSI Kepri juga menyoroti keterbukaan Amsakar dalam membangun komunikasi dengan insan pers. Komunikasi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan hubungan yang konstruktif antara pemerintah, media, dan masyarakat.
Mewakili Amsakar, Ariastuty menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan AMSI Kepri. Menurutnya, penghargaan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen BP Batam dalam membangun komunikasi publik yang terbuka bersama media.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada AMSI Kepulauan Riau atas apresiasi yang diberikan kepada Bapak Amsakar Achmad. Bagi kami, ini bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi juga menjadi momentum untuk terus memperkuat komunikasi dan sinergi dengan teman-teman media,” ujar Ariastuty.
Ia mengatakan, BP Batam memandang media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Terlebih, berbagai kebijakan dan program yang dijalankan BP Batam berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat, dunia usaha, maupun calon investor.
“BP Batam tentu sangat mendukung keberadaan media yang profesional dan independen. Media memiliki peran penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjadi ruang bagi publik untuk mengetahui perkembangan pembangunan Batam,” katanya.
Menurut Ariastuty, perkembangan industri media siber juga menjadi bagian dari dinamika komunikasi publik yang perlu mendapat dukungan bersama. Karena itu, hubungan antara pemerintah dan media perlu dibangun atas dasar keterbukaan, profesionalisme, serta komitmen untuk menghadirkan informasi yang faktual kepada masyarakat.
“Kami ingin hubungan BP Batam dengan media terus berjalan secara terbuka dan profesional. Kami membutuhkan media sebagai mitra komunikasi untuk menyampaikan berbagai perkembangan pembangunan, investasi, pelayanan publik, maupun kebijakan yang berkaitan dengan Batam,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan terhadap media tidak hanya diwujudkan melalui komunikasi antara pejabat dan wartawan, tetapi juga melalui upaya menciptakan ruang dialog yang sehat antara pemerintah, media, dan masyarakat.
Ariastuty berharap, momentum HUT ke-5 AMSI Kepri dapat semakin memperkuat kontribusi media siber dalam mengawal pembangunan daerah.
“Kami berharap AMSI Kepri terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam ekosistem informasi di Kepulauan Riau. BP Batam terbuka untuk terus berdialog dan berkolaborasi, sehingga informasi mengenai pembangunan dapat tersampaikan secara utuh kepada masyarakat,” tuturnya.
Apresiasi kepada Amsakar tersebut sekaligus menjadi momentum bagi BP Batam untuk menegaskan pentingnya hubungan yang konstruktif dengan media. Bagi BP Batam, komunikasi publik yang terbuka menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan berbagai agenda pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat diketahui secara luas.
RASIO.CO, Batam – – PT Capella Dinamik Nusantara selaku main dealer sepeda motor Honda wilayah Kepulauan Riau memfasilitasi kegiatan donor darah di Dealer Sales Office Mukakuning, Batam, Sabtu (26/9/2026).
Sebanyak 64 orang dinyatakan memenuhi persyaratan setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan berhasil mendonorkan darah, dengan total 64 kantong darah yang selanjutnya disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI).
Kegiatan yang bekerja sama dengan PMI Batam tersebut melibatkan karyawan internal Main Dealer Capella Honda Kepri dan jaringan dealernya, perusahaan pembiayaan, serta masyarakat umum, termasuk jurnalis dan content creator.
Kegiatan donor darah serupa ditargetkan berlangsung sedikitnya empat kali dalam setahun dengan target 100 kantong darah pada setiap pelaksanaan.
Dalam kegiatan tersebut, tim PMI Batam menangani proses skrining kesehatan calon pendonor hingga pengambilan darah. Peserta yang memenuhi persyaratan kemudian menjalani proses donor oleh petugas PMI sesuai prosedur pelayanan donor darah.
Regional Head Main Dealer Capella Honda Kepri, Syaiful, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan masyarakat yang memenuhi persyaratan donor dengan kebutuhan darah bagi pasien.
“Donor darah itu juga kebutuhan. Bagi yang sehat, donor darah memiliki manfaat, sementara bagi orang yang membutuhkan, darah tersebut bisa sangat berarti untuk keselamatan,” ujar Syaiful.
Menurut Syaiful, kegiatan tersebut juga berangkat dari pengalaman selama pandemi Covid-19 ketika aktivitas masyarakat mengalami pembatasan. Pada periode tersebut, ia mendapat informasi mengenai keterbatasan stok darah di PMI.
“Waktu pandemi, kami mendapat informasi stok kantong darah di PMI sangat minim. Di sisi lain, banyak masyarakat yang sehat dan ingin mendonorkan darah. Dari situ kami mencoba hadir menjadi jembatan,” katanya.
Customer Care and Public Relations Manager Main Dealer Capella Honda Kepri, Tony Anggadha, mengatakan kegiatan donor darah tersebut merupakan bagian dari program CSR Sinergi Bagi Negeri Honda.
“Donor darah ini merupakan bagian dari CSR Sinergi Bagi Negeri sebagai payung besar pelaksanaan CSR Honda, untuk berkontribusi positif terhadap negeri secara umum dan khususnya di Kepulauan Riau,” ujar Tony.
Sales Manager Main Dealer Capella Honda Kepri, Duri Yanto, mengatakan kegiatan donor darah selanjutnya ditargetkan berlangsung sedikitnya empat kali dalam setahun. Setiap pelaksanaan ditargetkan dapat mengumpulkan minimal 100 kantong darah untuk disalurkan kepada PMI.
“Minimal satu tahun empat kali. Setiap kegiatan kami targetkan minimal 100 kantong darah yang kami support ke PMI,” ujar Duri Yanto.
Pelaksanaan donor darah berikutnya dijadwalkan pada Desember 2026. Agenda tersebut menjadi tahapan lanjutan dari rencana pelaksanaan donor darah rutin Main Dealer Capella Honda Kepri.
RASIO.CO, Karimun — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun terus menunjukkan komitmen kuatnya dalam melindungi masyarakat pekerja, khususnya di sektor informal.
Di bawah kepemimpinan Bupati Iskandarsyah, Pemkab Karimun menargetkan sebanyak 4.200 pekerja rentan yang tersebar di berbagai desa untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kehadiran pemerintah daerah untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat dengan risiko kerja tinggi, seperti nelayan, petani, hingga kuli bangunan yang berdomisili di wilayah perdesaan.
Pada tahap awal pelaksanaannya, Pemkab Karimun memfokuskan program ini secara khusus untuk wilayah perdesaan dengan kuota 100 pekerja rentan per desa.
Mengingat secara administratif Kabupaten Karimun memiliki total 71 wilayah terdiri dari 42 desa dan 29 kelurahan maka program tahap pertama ini akan menyasar ke 42 desa tersebut.
Bupati Karimun menegaskan bahwa perlindungan ketenagakerjaan bagi pekerja rentan ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam membangun kemandirian dan pemerataan ekonomi.
“Langkah pemberian jaminan sosial ini adalah wujud nyata dari upaya pemerataan ekonomi dan pembangunan berbasis desa di Kabupaten Karimun. Kami ingin memastikan para nelayan, petani, dan pekerja bangunan di desa-desa kita bisa bekerja dengan tenang karena mereka terlindungi oleh negara. Ini juga merupakan komitmen kuat Pemkab Karimun dalam upaya memberantas kemiskinan ekstrem, yang sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat,” tegas Bupati.
Untuk menjamin kelancaran dan keberlanjutan program ini, Pemkab Karimun telah memperkuatnya dengan payung hukum berupa Peraturan Bupati (Perbup) Karimun Nomor 48 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bagi Pekerja Rentan.
Dalam pelaksanaannya di lapangan, kerja sama teknis dilakukan secara sinergis antara Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Karimun dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam.
Sinergi ini diharapkan mampu memastikan validasi data berjalan baik, sehingga bantuan perlindungan dapat disalurkan tepat sasaran kepada para pekerja yang benar-benar membutuhkan.