Kamis, November 5, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 16

Amsakar Achmad : Kita Tak Boleh Terlambat Mendesain Pendidikan Untuk Anak Bangsa

0

RASIO.CO, Batam – Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di kawasan Rempang, Batam, Kepulauan Riau, resmi dimulai.

Pembangunan ditandai dengan seremoni groundbreaking dan pemasangan tiang pancang perdana oleh Kepala BP Batam/Wali Kota Batam Amsakar Achmad, didampingi Wakil Kepala BP Batam/Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra dan Ketua Yayasan Merah Putih Eddy Hussy, Kamis (24/9).

Sekolah tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 18,5 hektare dan diperuntukkan bagi jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan sistem boarding school.

Amsakar mengatakan, pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih ditargetkan rampung pada akhir 2028.

Kehadiran sekolah tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di kawasan Rempang.

“Kita tidak boleh terlambat mendesain pendidikan untuk anak bangsa. Sekolah ini akan menjadi sejarah, mencetak anak-anak hinterland yang akan tampil mewarnai perjalanan pembangunan Batam ke depan,” ujar Amsakar dalam sambutannya.

Menurutnya, pembangunan sekolah tersebut merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang mampu berkontribusi dalam pembangunan Batam dan Indonesia pada masa mendatang.

Sementara itu, Li Claudia Chandra mengatakan, Sekolah Terintegrasi Merah Putih akan dilengkapi sarana dan prasarana berstandar internasional.

Fasilitas tersebut disiapkan untuk menunjang proses pembelajaran sekaligus mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal.

“Indonesia Emas harus diisi oleh anak-anak kita dari Rempang, Galang, Buluh, dan hinterland lainnya dengan pendidikan yang andal dan bermutu. Sekolah ini menjadi bagian penting dalam sejarah pendidikan dan diharapkan mendukung kemajuan kawasan Rempang dan Kota Batam,” kata Li Claudia.

Ia menegaskan, pembangunan sekolah tersebut tidak hanya berorientasi pada penyediaan fasilitas pendidikan, tetapi juga pada upaya mempersiapkan generasi muda yang memiliki kualitas dan daya saing.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Merah Putih Eddy Hussy mengapresiasi dukungan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra yang mendorong para pelaku usaha untuk turut mengambil bagian dalam pembangunan sekolah tersebut.

“Harapan kami, sekolah ini menjadi upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang tangguh. Semoga inisiatif mulia ini mendapat dukungan dari semua pihak hingga selesai dan membawa manfaat besar bagi Batam ke depan,” ujar Eddy.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Robinson Tan mengatakan pembangunan sekolah terintegrasi merah putih akan menjadi sejarah mulia bagi generasi masa depan bangsa, terkhusus kesempatan belajar yang berkualitas bagi anak prasejahtera di kawasan Rempang Galang dan sekitarnya.

“Ini merupakan satu catatan sejarah buat Kota Batam. Ini adalah sebuah amanah mulia bagi kami, untuk masa depan banyak anak-anak daerah yang akan mengisi pembangunan daerah ini ke depan.” Ujar Robinson Tan.

Seremoni groundbreaking tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin, Dirintelkam Polda Kepri Kombes Pol Ferikson Tampubolon, Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo, Direktur Operasional PT MEG Michael Wilson, Wakil Komandan Kodaeral IV Laksma TNI Ketut Budiantara, para Anggota/Deputi Bidang BP Batam, jajaran Forkopimda Kota Batam, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat.

Dengan dimulainya pembangunan ini, Sekolah Terintegrasi Merah Putih diharapkan menjadi salah satu pusat pendidikan yang mampu mencetak generasi muda berkarakter, berdaya saing, dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Redaksi@www.rasio.co //

Sekolah Terintegrasi Merah Putih Ditargetkan Rampung Akhir Tahun 2028

0

RASIO.CO, Batam – Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih resmi dimulai melalui prosesi groundbreaking dan pemasangan tiang pancang perdana di kawasan Rempang, Kamis (24/9/2026).

Pembangunan sekolah di lahan seluas 18,5 hektare yang dilaksanakan oleh Yayasan Sekolah Merah Putih tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan akses pendidikan yang berkualitas bagi generasi emas Indonesia, khususnya anak-anak di wilayah Rempang dan Galang.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menjelaskan sekolah terpadu ini dirancang untuk menampung peserta didik mulai jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) tanpa dipungut biaya.

Selain memberikan kesempatan kepada siswa berprestasi dan anak-anak dari keluarga prasejahtera, lanjut Amsakar, keberadaan Sekolah Terintegrasi Merah Putih ini juga akan memprioritaskan anak-anak dari Rempang dan Galang.

“Kami harapkan kehadiran sekolah terpadu pertama di Batam ini dapat menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak. Bukan hanya untuk belajar, tetapi juga untuk membangun karakter, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan mereka menghadapi masa depan,” ujar Amsakar.

Ia menambahkan, pembangunan sarana dan prasarana sekolah tersebut ditargetkan rampung akhir tahun 2028.

Menurutnya, program yang mengedepankan kualitas pendidikan ini menjadi investasi jangka panjang yang manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga oleh keluarga dan masyarakat secara luas.

“Anak-anak berprestasi, anak-anak dari keluarga prasejahtera, termasuk putra-putri Rempang dan Galang, akan mendapatkan ruang dan kesempatan untuk menempuh pendidikan di sini. Oleh sebab itu, manfaatkan peluang ini agar SDM Indonesia, khususnya Batam, bisa lebih unggul dan memiliki kompetensi yang baik,” tambahnya.

Senada, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengungkapkan bahwa Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang ini juga akan dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap, termasuk fasilitas penunjang pembelajaran serta asrama bagi peserta didik.

Konsep tersebut menjadikan sekolah ini sebagai salah satu fasilitas pendidikan terpadu yang dirancang untuk memberikan lingkungan belajar sekaligus tempat tinggal bagi peserta didik selama menjalani pendidikan.

Di samping itu, kehadiran sekolah terpadu tersebut juga menghadirkan harapan baru bagi generasi muda untuk mewujudkan mimpi mereka di masa mendatang.

“Kami berharap kehadiran sekolah ini dapat memberikan manfaat jangka panjang dalam memperkuat ekosistem pendidikan di Batam dan menjadikan Rempang sebagai salah satu pusat pendidikan terpadu yang memberikan manfaat bagi anak-anak, khususnya generasi muda Rempang dan Galang,” ujar Li Claudia. (*)

Redaksi@www.rasio.co //

Paripurna Penyampaian/Pengantar KUPA dan PPAS APBD Perubahan Kabupaten Lingga Tahun Anggaran 2026

0

RASIO.CO, Lingga – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga melaksanakan rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Pengantar KUPA dan PPAS APBD Perubahan Kabupaten Lingga Tahun Anggaran 2026.

KUPA dan PPAS APBD Perubahan Kabupaten Lingga disampaikan langsung oleh Bupati Lingga Muhammad Nizar S.Sos pada rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lingga.

“Penyampaian rancangan Perubahan KUPA dan PPAS APBD Perubahan Tahun anggaran 2026 merupakan bagian dari tahapan pengelolaan keuangan daerah sebagai tindak lanjut atas hasil evaluasi pelaksanaan APBD Tahun anggaran 2026. perkembangan realisasi pendapatan dan belanja daerah, perubahan kondisi ekonomi dan fiskal, serta kebutuhan penyesuaian terhadap program dan kegiatan prioritas daerah.

penyusunan perubahan kebijakan anggaran ini berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan keuangan daerah termasuk peraturan pemerintah nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah dan peraturan menteri dalam negeri nomor 14 tahun 2025 tentang pedoman penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah Tahun anggaran 2026.

pembangunan Kabupaten Lingga tahun 2026 diarahkan pada tema “akselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis keunggulan daerah, investasi pemerataan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.”

oleh karena itu perubahan kebijakan anggaran tahun 2026 tidak semata-mata dimaknai sebagai perubahan angka dalam struktur APBD. lebih dari itu perubahan anggaran merupakan upaya untuk menyesuaikan kemampuan fiskal daerah dengan kebutuhan pembangunan yang berkembang sehingga sumber daya yang terbatas dapat diarahkan kepada program dan kegiatannya lebih efektif efisien tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

  1. kebijakan perubahan pendapatan daerah.
    pendapatan daerah yang semula direncanakan sebesar Rp. 800.492.612.674.00 dalam rancangan perubahan KUPA dan PPAS APBD disesuaikan menjadi Rp. 739.331.039.749.00 atau mengalami penurunan sebesar Rp. 61.161.572.925.00. penyesuaian tersebut terutama berasal dari perubahan proyeksi pendapatan asli daerah yang sebelumnya ditargetkan sebesar Rp. 175.329.242.395.00 disesuaikan menjadi Rp. 44.107.151.032.00. pada saat yang sama pendapatan transfer mengalami peningkatan dari semula sebesar Rp. 618.365.124.000.00 menjadi Rp. 688.428.363.980.00

dengan demikian struktur pendapatan daerah dalam perubahan APBD mencerminkan adanya penyesuaian terhadap perkembangan kemampuan penerimaan daerah yang perlu direspon melalui kebijakan yang realistis dan terukur.

  1. kebijakan perubahan belanja daerah.
    belanja daerah yang semula dianggarkan sebesar Rp. 850.308.218.735.00 dalam rancangan perubahan APBD Tahun anggaran 2026 disesuaikan menjadi Rp. 743.688.517.909.00 atau mengalami penurunan sebesar Rp. 106.619.700.826.00 penyesuaian tersebut terutama tercermin pada belanja operasional dan belanja modal.

oleh karena itu perubahan belanja tidak semata-mata dimaknai sebagai pengurangan atau penambahan pagu anggaran tetapi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas belanja daerah agar lebih efektif, efisien, produktif, tepat sasaran dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

  1. kebijakan perubahan pembiayaan daerah
    dari sisi pembiayaan daerah kebijakan perubahan pembiayaan diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara pendapatan dan belanja daerah sekaligus memastikan kebutuhan pembiayaan dapat dikelola secara hati-hati dan sesuai dengan kemampuan fiskal daerah. dalam rancangan perubahan APBD Tahun anggaran 2026 penerimaan pembiayaan yang semula direncanakan sebesar Rp. 63.000.000.000.- disesuaikan menjadi Rp. 39.357.478.160.00 atau mengalami penurunan sebesar Rp. 23.642.521.840.00

kebijakan pembiayaan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Kabupaten Lingga untuk menjaga keseimbangan APBD, memenuhi kewajiban daerah, serta memastikan pengelolaan pembayaran dilaksanakan secara prudent, terukur dan berkelanjutan.

kami menyadari bahwa keberhasilan pengelolaan APBD tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi terutama oleh kualitas perencanaan ketepatan alokasi, efektivitas pelaksanaan, efisiensi penggunaan anggaran serta akuntabilitas dalam mempertanggungjawabkan setiap rupiah keuangan daerah.

karena itu pemerintah Kabupaten Lingga berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas pengelolaan keuangan daerah, meningkatkan efektivitas program dan kegiatan, serta memastikan anggaran daerah benar-benar diarahkan untuk mendukung pelayanan publik dan pencapaian sasaran pembangunan Kabupaten Lingga.


Bupati dan Wakil Bupati Lingga Hadiri Rapat Paparan Tim Kreatif KEN 2026

0

RASIO.CO, Lingga – Bupati Lingga, Muhammad Nizar, S.Sos., bersama Wakil Bupati Lingga, Ir. H. Novrizal, ST, M.IP, menghadiri kegiatan Rapat Paparan dari Tim Kreatif Program Kharisma Event Nusantara (KEN) Tahun 2026. Bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Lingga pada Kamis (24/9/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk mematangkan konsep acara promosi daerah yang rencananya akan digelar rutin setiap tahun. Tim Kreatif KEN dibentuk khusus untuk memberikan masukan, ide, dan kreativitas segar. Ke depannya, tim ini akan berkolaborasi erat dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis untuk merealisasikan konsep yang diajukan kepada pimpinan daerah.

Wakil Bupati Lingga, H. Novrizal dalam sambutannya menyampaikan harapannya kepada seluruh Kepala OPD, tim kreatif, dan pihak terkait agar dapat bersinergi menyukseskan gelaran tersebut.

“Kami mengajak semua kepala OPD dan seluruh undangan, kami minta masukan dan saran untuk kegiatan KEN 2026 yang rencananya akan dilaksanakan sekitar tanggal 6-11 November 2026. Seluruh pendanaan kegiatan ini bersumber dari anggaran Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau,” kata Novrizal.

Kharisma Event Nusantara Kabupaten Lingga Tahun 2026 mengangkat tajuk “Festival Seni Tamadun Melayu”. Acara ini merupakan perayaan seni dan budaya yang dirancang untuk mengangkat kekayaan tamadun, sejarah, tradisi, serta nilai-nilai Melayu Kabupaten Lingga sebagai bagian integral dari identitas “Bunda Tanah Melayu”.

Tujuan utama dari penyelenggaraan festival ini adalah meningkatkan kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, agar Kabupaten Lingga semakin dikenal luas. Diharapkan, lonjakan kunjungan wisata ini dapat menggerakkan perekonomian, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sehingga berdampak positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lingga.

Selain mendongkrak geliat ekonomi, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat citra Kabupaten Lingga sebagai negeri Melayu, membuka ruang ekspresi bagi seniman dan pelaku ekonomi kreatif, serta menciptakan efek berganda (multiply effect) bagi sektor kriya, transportasi, perhotelan, akomodasi, dan sektor pendukung lainnya.

Festival yang berlangsung selama lima hari ini rencananya akan dibuka secara resmi pada Jumat, 6 November 2026, dengan rangkaian doa selamat. Setelahnya, akan dilanjutkan dengan berbagai aktivitas menarik, antara lain Makan Berhidang, Gunung Daik Run, Kampung Permainan Melayu, Lomba Pantun dan beragam kegiatan budaya lainnya.

Tampak hadir dalam rapat paparan tersebut Asisten I dan Asisten II Setda Kabupaten Lingga, para Kepala OPD, Camat, Lurah, anggota Tim KEN, serta sejumlah undangan lainnya. Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Lingga optimis Festival Seni Tamadun Melayu 2026 akan menjadi ajang promosi daerah yang sukses dan berkesan.


Sekda Lingga Letak Batu Pertama Pembangunan KB Pelita Hati di Desa Bukit Langkap

0

RASIO.CO, Lingga – Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, H. Armia, S.Pd., M.IP., menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kelompok Bermain (KB) Pelita Hati di Desa Bukit Langkap, Kecamatan Lingga Timur, pada Selasa (22/9/2026).

Pembangunan fasilitas pendidikan anak usia dini ini merupakan bagian dari Program Revitalisasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Lingga.

Prosesi peletakan batu pertama menjadi penanda resmi dimulainya konstruksi bangunan KB Pelita Hati. Kehadiran sarana ini diharapkan dapat menyediakan tempat belajar yang lebih layak dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan pendidikan bagi anak-anak usia dini di wilayah tersebut.

Sekda Lingga, H. Armia, menekankan pentingnya pendidikan pada masa emas anak. Pendidikan usia dini memegang peranan krusial dalam membangun karakter serta mengembangkan kemampuan anak sebagai fondasi utama pembentukan sumber daya manusia (SDM) di masa mendatang.

H. Armia mengharapkan agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan menghasilkan bangunan dengan kualitas baik, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

“Pendidikan anak usia dini menjadi bagian penting dalam membentuk SDM sejak awal. Kita berharap pembangunan KB Pelita Hati ini dapat memberikan ruang belajar yang nyaman dan mendukung tumbuh kembang anak-anak di Desa Bukit Langkap,” ungkap H. Armia.

Kegiatan peletakan batu pertama tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan Lingga Timur, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF), Kepala Desa Bukit Langkap, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan lainnya.

Melalui inisiatif ini, Pemerintah Kabupaten Lingga terus berkomitmen untuk mendorong tersedianya fasilitas pendidikan yang memadai guna memenuhi kebutuhan anak-anak di berbagai wilayah. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat layanan PAUD sebagai salah satu pilar penting dalam menyiapkan generasi penerus yang berkualitas dan berdaya saing.


Realisasikan Pokir, Wakil Ketua I DPRD Kota Batam Serahkan 100 Mesin Ketinting untuk Nelayan Belakangpadang

0

RASIO.CO, Batam — Kepedulian terhadap masyarakat pesisir dan nelayan ditunjukkan Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Haji Aweng Kurniawan. Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut menyerahkan bantuan sebanyak 100 unit mesin ketinting kepada nelayan se-Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam. Wakil Ketua I DPRD Kota Batam Haji Aweng Kurniawan dari Fraksi Partai Gerindra (kiri) menyerahkan bantuan mesin ketinting kepada 100 nelayan Kecamatan Belakangpadang di Pulau Kasu, Selasa (22/9/2026).

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Kelurahan Pulau Kasu, Kecamatan Belakangpadang, Selasa (22/9/2026) pagi. Kegiatan tersebut dihadiri ratusan nelayan dan masyarakat setempat serta disaksikan langsung oleh Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Kepala Dinas Perikanan Kota Batam Yudi Atmaja, sejumlah kepala OPD, dan unsur Forkopimda Kota Batam.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua I DPRD Kota Batam Haji Aweng Kurniawan mengatakan bantuan mesin ketinting tersebut merupakan bentuk komitmennya dalam memperhatikan kebutuhan masyarakat, khususnya para nelayan yang selama ini menyampaikan aspirasi terkait sarana pendukung untuk melaut. Menurutnya, bantuan tersebut bersumber dari anggaran pokok-pokok pikiran (pokir) dirinya sebagai anggota DPRD Kota Batam.

“Ini merupakan aspirasi yang disampaikan masyarakat, khususnya nelayan, kepada saya. Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan manfaat dan membantu meningkatkan aktivitas serta hasil tangkapan nelayan,” ujar Haji Aweng Kurniawan.

Menurutnya, keberadaan mesin ketinting yang lebih memadai diharapkan dapat mendukung mobilitas nelayan saat melaut. “Mudah-mudahan dengan bantuan ini boat nelayan bisa lebih cepat jalannya, sehingga dapat melaut dengan tangkapan lebih maksimal,” ungkapnya.

Beliau menambahkan, bantuan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi nelayan di Pulau Kasu. Nelayan dari sejumlah wilayah lain di Kecamatan Belakangpadang, termasuk Pecung, Lengkang, dan sejumlah pulau lainnya di kawasan Sekanak Raya Belakangpadang, juga menerima bantuan. Untuk itulah beliau berharap para penerima dapat memanfaatkan mesin ketinting tersebut secara maksimal untuk menunjang aktivitas melaut dan meningkatkan perekonomian keluarga.

“Gunakan bantuan ini sebaik-baiknya untuk mencari rezeki. Mudah-mudahan bisa membantu nelayan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengapresiasi perhatian dan kepedulian Wakil Ketua I DPRD Kota Batam Haji Aweng Kurniawan terhadap masyarakat nelayan. Menurutnya, dukungan terhadap nelayan merupakan bagian penting dalam upaya membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir.

“Hari ini kepedulian ditunjukkan oleh Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, H. Aweng Kurniawan. Mudah-mudahan dapat menyelesaikan persoalan nelayan,” ujar Amsakar.

Dalam kegiatan tersebut, Amsakar juga secara resmi melaunching Tim Cakalang (Tim Percepatan Administrasi Kapal Nelayan Gratis). Tim tersebut dibentuk untuk membantu dan memudahkan para nelayan dalam mengurus administrasi kapal, khususnya dokumen yang diperlukan agar kapal nelayan dapat memperoleh akses BBM sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain penyerahan bantuan mesin ketinting, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan santunan kepada ahli waris nelayan yang mengalami kecelakaan laut. Pada kesempatan yang sama, turut dilakukan penyerahan 10 paket internet dengan kuota masing-masing 85 GB dari provider XL kepada masyarakat.

YD

Kemenag Perkuat Kemampuan Jurnalistik dan Pemahaman Hukum Guru Madrasah

0

RASIO.CO, Batam – Humas Kemenag Kantor Kementerian Agama Kota Batam melalui Seksi Pendidikan Madrasah melaksanakan kegiatan Penguatan Jurnalistik dan Sharing Penguatan Pemahaman Hukum bagi Guru Madrasah MI, MTs, dan MA se-Kota Batam, di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Rabu(24/09).

Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan Jaringan Media, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan komunikasi, penulisan, serta pemahaman aspek hukum bagi guru madrasah.

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Batam, Andika Setiawan.

Dalam sambutannya, Andika Setiawan menyampaikan bahwa penguatan jurnalistik di lingkungan madrasah diharapkan dapat mendorong para guru untuk meningkatkan kemampuan menulis, baik dalam bentuk tulisan akademik maupun opini.

Menurutnya, kemampuan menulis menjadi salah satu sarana penting bagi guru untuk menyampaikan gagasan, sudut pandang, maupun pemikiran terhadap berbagai isu dan persoalan, khususnya yang berkaitan dengan dunia pendidikan dan perkembangan madrasah di Kota Batam.

“Melalui kemampuan jurnalistik, guru tidak hanya mampu menyampaikan informasi, tetapi juga dapat menuangkan gagasan dan pemikiran yang konstruktif mengenai pendidikan. Ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya literasi di lingkungan madrasah,” ujar Andika.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut diikuti oleh 40 guru madrasah. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Diskusi berlangsung interaktif dengan adanya pertukaran gagasan dan pengalaman antara narasumber dan peserta.

Selain penguatan jurnalistik, kegiatan juga diisi dengan sesi penguatan pemahaman hukum bagi guru madrasah. Sesi ini membahas pentingnya pemahaman terhadap aspek hukum dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik.

Pemahaman hukum diharapkan dapat memberikan kepastian dan perlindungan profesional kepada guru dalam menjalankan tugas mendidik, sekaligus membantu mereka memahami hak, kewajiban, serta langkah yang tepat ketika menghadapi persoalan dalam pelaksanaan tugas di lingkungan pendidikan.

Materi jurnalistik dan pemahaman hukum disampaikan oleh sejumlah praktisi yang berpengalaman di bidangnya, yaitu Saibansyah Dardani, S.Ag., Ketua PWI Kepri dan Ahli Pers/Dewan Pers, serta Zabur Anjasfianto, ST., SH., Praktisi Media dan Jurnalis, Sekretaris SMSI Kepulauan Riau sekaligus Wakil Ketua PWI Kepri Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum.

Melalui kegiatan ini, Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Batam berharap para guru madrasah dapat semakin terampil dalam menyampaikan informasi dan gagasan melalui tulisan, sekaligus memiliki pemahaman hukum yang memadai dalam menjalankan tugas profesionalnya di lingkungan madrasah.

Redaksi@www.rasio.co //

Beacukai Gagalkan Impor 30 Kontainer Beras-Garam India Jalur Hijau

0

RASIO.CO, Jakarta –  DJBC Kemenkeu bersama jajaran kementerian/lembaga terkait berhasil menggagalkan upaya impor ilegal beberapa barang yang masuk ke beberapa wilayah Indonesia.

Barang ilegal tersebut di antaranya yakni beras dan garam impor diduga asal India masuk ke Indonesia dari beberapa lokasi yakni di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Jawa Timur dan kawasan berikat di Bogor Jawa Barat.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama mengungkapkan telah mengamankan 30 kontainer berisi beras dan garam impor ilegal yang masuk melalui dua lokasi berbeda.

Bea Cukai mengamankan 30 kontainer berisi beras dan garam yang tidak sesuai dengan pemberitahuan kepabeanan,” kata Djaka, dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bea dan Cukai, Selasa (22/9) lalu.

Dari hasil pemeriksaan, Bea Cukai menemukan adanya indikasi misdeklarasi atau pemberitahuan barang yang tidak benar, termasuk upaya pengelabuan melalui kemasan dan penyusunan barang, termasuk beras dan garam ilegal.
Djaka merinci, dari 30 kontainer tersebut, 15 kontainer berisikan 202.450 kg beras dan 211.000 kg garam masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan nilai mencapai Rp 7,8 miliar dan 15 kontainer berisikan 194.000 kg beras dan 225.400 kg garam masuk ke kawasan berikat di Bogor senilai Rp 8 miliar.

“Atas seluruh barang ataupun penindakan ini, Bea Cukai telah melakukan upaya untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” terang Djaka.

Pihaknya akan terus berupaya mengoptimalkan pengawasan melalui kombinasi berbagai sumber informasi dan metode pengawasan.

“Kami mengombinasikan informasi intelijen, informasi masyarakat, analisis risiko terhadap profil pemasok dan importir, teknologi, serta pengawasan lapangan.

Setiap penindakan juga akan kami kembangkan lebih lanjut untuk mengetahui asal barang, tujuan barang yang diselundupkan, dan pihak-pihak yang terlibat,” ujar Djaka.

Dalam penanganan berbagai penindakan tersebut, Bea Cukai berkoordinasi dan bersinergi dengan berbagai kementerian/lembaga, antara lain Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Badan Karantina Indonesia, Polri melalui Bareskrim dan Korwas, Perum BULOG, serta Kejaksaan RI melalui Jampidsus.

Sinergi tersebut dilakukan untuk mendukung pemeriksaan, pendalaman informasi, serta penanganan barang dan perkara sesuai kewenangan tiap-tiap instansi.

Pengawasan di bidang kepabeanan merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Bea Cukai dalam melindungi masyarakat dan industri dalam negeri, melakukan penegakan hukum, memfasilitasi perdagangan, serta mengoptimalkan penerimaan negara.

Masyarakat diimbau untuk berperan aktif menyampaikan informasi mengenai dugaan pelanggaran kepabeanan melalui saluran resmi Bea Cukai. Setiap informasi akan ditindaklanjuti berdasarkan analisis risiko dan ketentuan yang berlaku.

Redaksi@www.rasio.co //

Air Kembali Mengalir Normal, Warga Apresiasi BP Batam

0

RASIO.CO, BALatam – Aliran air yang kembali normal membawa kelegaan bagi warga Perumahan GMP Tahap 2, Tanjung Sengkuang. Mereka pun menyampaikan apresiasi kepada BP Batam dan berharap kondisi tersebut dapat terus terjaga.

“Terima kasih kepada Bapak Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Ibu Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. Air di perumahan kami, khususnya di GMP Tahap 2, sudah mengalir lancar,” ujar salah seorang warga, Karuniawati, Rabu (23/9).

Menurut Karuniawati, kelancaran pasokan air tersebut menjadi kabar baik bagi warga yang sebelumnya harus menunggu pasokan tangki, termasuk pada malam hari. Ia berharap kondisi tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Kami berharap ke depannya air bisa terus lancar. Selama ini kami cukup kesulitan karena harus menunggu tangki, bahkan sampai malam. Mudah-mudahan kondisi sekarang bisa terus seperti ini,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan warga lainnya, Rocky. Ia berharap aliran air dapat terus berjalan normal sehingga kebutuhan sehari-hari warga dapat terpenuhi dengan lebih baik.

“Terima kasih. Kami berharap ke depan air bisa terus lancar seperti biasa dan tidak kembali seperti sebelumnya. Sekarang kami tentu merasa lebih lega karena alirannya sudah kembali,” ujar Rocky.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan ketersediaan air merupakan bagian penting dari pelayanan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, kelancaran layanan perlu terus dijaga.

“Kami tentu bersyukur ketika perbaikan layanan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ketersediaan air merupakan kebutuhan dasar, sehingga pelayanan ini harus terus dijaga agar berjalan baik dan memberikan kepastian bagi warga,” ujar Amsakar.

Sementara, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menegaskan bahwa manfaat pelayanan harus terus dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, termasuk warga di kawasan permukiman.

“Yang paling penting bagi kami adalah memastikan masyarakat dapat merasakan manfaat dari pelayanan yang semakin baik. Kami berharap aliran air dapat memenuhi kebutuhan warga dengan baik,” ujar Li Claudia.

Kembalinya aliran air tersebut menjadi perkembangan yang langsung dirasakan warga dalam aktivitas sehari-hari. Bagi masyarakat, kepastian pasokan air tidak hanya memudahkan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga memberikan kenyamanan dalam menjalankan aktivitas di lingkungan tempat tinggal. (*)

Redaksi@www.rasio.co //

Forum Pimred PWI Soroti Anggaran “MaMi” Pemprov Kepri

0

RASIO.CO, Batam – Forum Pemimpin Redaksi (Pimred) PWI Kepri mulai membangun tradisi baru dalam kerja jurnalistik, yakni membaca dan menguji data-data publik yang tersedia untuk masyarakat.

Gagasan itu mengemuka dalam diskusi Forum Pimred PWI Kepri di Graha PWI, Batam Center, Selasa (22/9). Forum Pimred mempertemukan para pemimpin redaksi, yang notabene anggota PWI Kepri, untuk membicarakan bagaimana pers dapat mengolah data pemerintah menjadi informasi yang lebih bermakna bagi publik.

Ketua Forum Pimred PWI Kepri, Marganas Nainggolan, mengatakan, pers tidak hanya berfungsi memberitakan peristiwa, tetapi juga memiliki ruang untuk membaca data yang telah dibuka kepada publik, kemudian mengolahnya menjadi informasi yang lebih mudah dipahami masyarakat.

“Banyak data pemerintah yang sebenarnya terbuka bagi publik. Pers punya tugas untuk membaca data itu, melihat konteksnya, lalu menjelaskan kepada masyarakat apa yang sebenarnya ada di balik angka-angka tersebut,” kata wartawan empat dekade penerima Anugerah Pers Card Number One (PCNO) PWI Pusat ini.

Dalam diskusi tersebut, Forum Pimred kemudian memilih salah satu data sebagai bahan awal pembacaan, yaitu data belanja makanan dan minuman Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau Tahun Anggaran 2025.

Pilihan tersebut berangkat dari munculnya perhatian terhadap besarnya nilai belanja makanan dan minuman yang tercantum dalam Catatan atas Laporan Keuangan Pemprov Kepri 2025. Dalam dokumen disebutkan realisasi sejumlah kelompok belanja makanan dan minuman tercatat sedikitnya Rp47,38 miliar sepanjang tahun 2025.

Angka itu tersebar dalam beberapa kelompok belanja, antara lain makanan dan minuman rapat, jamuan tamu, aktivitas lapangan, serta makanan dan minuman pada fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Tiga pos terbesar adalah makanan dan minuman rapat dengan realisasi sekitar Rp21,02 miliar, makanan dan minuman aktivitas lapangan sekitar Rp15,08 miliar, serta makanan dan minuman jamuan tamu sekitar Rp10,37 miliar. Ketiga pos tersebut bila dijumlahkan mencapai sekitar Rp46,47 miliar.

Menurut Ketua PWI Kepri Saibansah Darsani, pembacaan data tidak dimaksudkan untuk langsung menarik kesimpulan mengenai ada atau tidaknya penyimpangan.

“Ini bukan kesimpulan bahwa ada korupsi atau ada pelanggaran. Justru kita sedang belajar membaca datanya. Angka yang besar menimbulkan pertanyaan-pertanyaan jurnalistik yang kemudian harus dijawab dengan dokumen dan verifikasi,” ujar Saibansah yang akrab dipanggil Cak Iban.

Cak Iban mengatakan, salah satu pertanyaan yang muncul dalam diskusi adalah bagaimana realisasi Rp21,02 miliar untuk makanan dan minuman rapat tersebut terbentuk.

Berapa banyak rapat yang menggunakan anggaran tersebut, berapa jumlah pesertanya, berapa harga satuan makanan dan kudapan, serta apakah volume konsumsi yang dibayarkan sesuai dengan jumlah orang yang benar-benar hadir, merupakan sejumlah pertanyaan yang dinilai perlu dijawab secara transparan.

Hal serupa menurut Cak Iban berlaku juga pada belanja makanan dan minuman jamuan tamu yang mencapai angka lumayan fantastis, Rp10,37 miliar.

Forum ingin melihat bagaimana anggaran tersebut digunakan, siapa yang menjadi tamu, dalam kegiatan apa jamuan diberikan, berapa jumlah konsumsi, siapa penyedianya, dan dokumen apa yang mendukung pertanggungjawabannya.

Di bagian lain, belanja makanan dan minuman aktivitas lapangan mencapai angka yang tak kalah mewah, sekitar Rp15,08 miliar. Pos tersebut, tambah Cak Iban, dinilai menarik untuk dibaca lebih rinci karena istilah “aktivitas lapangan” dapat mencakup berbagai kegiatan pemerintahan.

“Kalau kita membaca angka Rp15 miliar, tentu pertanyaannya bukan hanya besar atau kecil. Kita ingin tahu aktivitasnya apa, di mana, kapan, berapa pesertanya, berapa paket yang dibeli, berapa harga satuannya, dan siapa penyedianya,” ungkap dia.

Sultra Jadi Pembanding

Salah satu anggota Forum Pimred PWI Kepri, Lintong C Manurung, melakukan pembacaan terhadap data Pemprov Kepri yang kemudian mendapatkan konteks tambahan dari perkembangan perkara dugaan korupsi anggaran makan dan minum di Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Lintong bilang, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara sedang menyidik dugaan penyalahgunaan anggaran makan dan minum pada Biro Umum Setda Sultra untuk Tahun Anggaran 2022 dan 2023 dengan total anggaran sekitar Rp31 miliar. Nilainya masing-masing sekitar Rp17 miliar pada 2022 dan Rp14 miliar pada 2023. Kerugian negara dalam perkara tersebut masih dalam proses penghitungan.

Tapi Lintong buru-buru menambahkan, bahwa perkara Sultra tidak dapat dijadikan dasar untuk menyamakan kondisi tersebut dengan belanja Pemprov Kepri. Kasus Sultra hanya menjadi konteks. Forum Pimred tidak mengatakan Kepri sama dengan Sultra.

“Yang kita lakukan adalah belajar dari bagaimana sebuah angka anggaran dapat dibaca lebih jauh melalui dokumen, transaksi dan pertanggungjawaban. Seruan Presiden Prabowo di banyak tempat agar pejabat harus banyak berhemat demi kemaslahatan rakyat, tentu menjadi konteks lain yang mesti dicermati,” sebut Pimred Telegrapnews.com ini.

Di ujung diskusi, Marganas Nainggolan menguatkan simpulan, bahwa pembacaan data tidak akan berhenti pada belanja makanan dan minuman Pemprov Kepri.

Forum Pimred PWI Kepri, kata dia, akan memilih secara berkala data publik dari berbagai instansi di Kepulauan Riau untuk dibaca bersama.

“Bisa data pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, lembaga vertikal, badan usaha milik daerah, maupun institusi publik lainnya. Semua akan menjadi bahan bacaan. Karena masyarakat punya hak untuk mengetahui apa yang dikerjakan dan bagaimana sumber daya publik digunakan,” katanya.

Ia mengatakan, hasil diskusi tidak selalu harus berujung pada pemberitaan yang mengandung persoalan. Ada kalanya data hanya akan menjadi bahan pemahaman bersama, sementara data lain dapat berkembang menjadi liputan mendalam apabila ditemukan hal yang memang memiliki nilai kepentingan publik.

“Tidak semua data harus dicari kesalahannya. Yang penting kita membaca. Kalau ada sesuatu yang perlu dijelaskan, kita dalami. Kalau perlu konfirmasi, kita konfirmasi. Kalau datanya wajar, kita sampaikan juga bahwa memang wajar,” demikian Marganas.

Sampai berita ini diunggah awak media belum berhasil mengkonfirmasi terhadap pihak yang berkepentingan terhadap pagu anggaran.

Redaksi@www.rasio.co //