Selasa, April 28, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 1601

Kapolda Metro Jaya Ingatkan Soal Persatuan

0

JAKARTA, rasio.co-Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal M. Iriawan menyambangi sejumlah tokoh agama di Warakas, Jakarta Utara, Ahad, 5 Februari 2017. Dalam pertemuan itu, Iriawan mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah kondisi politik Jakarta saat ini.

“Saya mohon dukungan dan doa agar Ibu Kota tetap aman, lancar, terkendali, dan kondusif,” kata Iriawan saat membuka acara, Ahad ini. Ia pun menegaskan, Polda Metro Jaya tak terikat dengan pasangan calon Gubernur DKI mana pun selama kondisi Jakarta aman.

Iriawan juga memberi arahan terkait dengan keamanan dan ketertiban masyarakat. Dia meminta tokoh-tokoh masyarakat setempat lebih waspada dan peka terhadap isu yang bisa memecah-belah masyarakat.

“Saya titipkan kepada pak ustad, kepada semua tokoh-tokoh, kita amankan dulu lingkungannya di Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, dulu. Hati-hati kita sedang digiring ke dalam perpecahan,” ucap Iriawan.

Menurut dia, saat ini, banyak negara asing yang menginginkan masyarakat Indonesia terpecah. Bila tidak waspada di tingkat lingkungan masing-masing, perpecahan tersebut bisa benar-benar terjadi.

Dalam acara itu pula, Iriawan menyempatkan diri bertemu dengan puluhan anak yatim-piatu dari Yayasan Nurul Jamal. Ia pun menyumbangkan dua hewan kurban berupa kerbau dan sapi.

Acara itu diadakan di bawah kolong Jalan Tol Pelita, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sejumlah tokoh-tokoh agama setempat bersama jajaran Kepolisian Resor Jakarta Utara dan Kepolisian Sektor Tanjung Priok menghadiri acara itu.

ANDALLE @www.rasio.co

Mendikbud Ingin Pelajar Kembangkan Jiwa Wirausaha

0

YOGYAKARTA, rasio.co: Jumlah pengusaha di Indonesia diperkirakan masih minim, baru sekitar 1 persen. Padahal idealnya negara memiliki pengusaha sekitar 4 persen. Untuk menggenjot jumlah pengusaha itu, Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy menegaskan kalau belajar soal wirausaha bukan di kelas namun di lapangan.

“Dalam bangun karakter dan talenta wirausaha itu harus dilaksanakan di lapangan. Ini bagian pembentukan dari karakter itu. Jangan diajar di kelas tapi disuruh ke pasar, dalam acara kelas inspirasi bertema “Mencetak Entrepeneuer Tangguh Bersama Arif P Rachmat”, di SMA Negeri I Yogyakarta, Sabtu (4/2/2017).

Pria kelahiran Madiun ini menuturkan, seseorang ingin membangun usaha harus berani ambil risiko. “Jangan cari selamat. Kalau cari selamat itu banyak,” ujar dia.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini juga mengatakan kalau ingin menjadi orang sukses jangan seperti mayoritas orang lain. Salah satunya memilih suatu bidang yang dikuasai sehingga unggul dari yang lain.

“Anda berkompetisi jangan masuk laga yang kamu pasti kalah sehingga menjadi pecundang. Pilih yang unggul di situ. Kalau tidak bisa jadi juara satu di olahraga lari, cari olahraga lain yang kamu unggul. Demikian juga wirausaha. Wirausaha cari mana yang lebih unggul. Unggul tak harus kompetitif tapi juga komparatif,” ujar dia.

Selain itu, Muhadjir menuturkan agar tekun mengekplorasi sehingga dapat berkompetisi saat menjalankan bisnis. Tak hanya itu, untuk menjalani usaha juga mesti punya tanggung jawab besar.

ANDALLE @www.rasio.co

Pemerintah Siapkan Strategi Atasi Ketimpangan Ekonomi

0

JAKARTA, rasio.co-Pemerintah menyiapkan kebijakan ekonomi yang mengedepankan pemerataan demi meminimalisasi kesenjangan ekonomi. “Ada beberapa pilar untuk kebijakan ini yang satu sama lain bisa saja berhubungan tapi bisa juga tidak terlalu berat,” kata Menko Perekonomian Darmin Nasution dalam keterangan pers.

Pilar-pilar kebijakan itu, menurut Darmin, antara lain terkait kebijakan reforma agraria, yang terkait dengan kebijakan di bidang pangan (pertanian) dan perkebunan. Kebijakan ini menyoroti bahwa masyarakat berpenghasilan rendah pada dasarnya tidak cukup kalau hanya diberikan kesempatan yang sama, tetapi juga perlu modal.

“Oleh karena itu, reforma agraria pertama-tama kebijakannya adalah mengenai bagaimana memberikan equity. Bagaimana memberikan modal kepada mereka, terutama petani yang nggak punya lahan atau punya lahan tapi kecil,” jelas Darmin.

Menko Perekonomian menjelaskan, pemerintah cenderung tidak akan membagi-bagikan lahan begitu saja, tetapi akan membuatnya dalam bentuk kelompok. “Akan lebih bagus hasilnya 50 hektar pohon cabai dibandingkan dengan masing-masing setengah hektar tapi tersebar di 200 tempat,” ujarnya.

Selanjutnya, di bidang perkebunan, pemerintah akan mendorong agar tidak hanya komoditas kelapa sawit yang menonjol, tetapi juga karet, kelapa, cokelat, kopi dan sebagainya, yang didalamnya perkebunan rakyat cukup dominan.

Menurut Menko Perekonomian, dari hasil review pemerintah, yang namanya perkebunan rakyat itu yang pertama-tama bibitnya memang tidak pernah direncanakan dengan baik.  Diakui Darmin, jika selama ini memang tidak dihasilkan bibit yang baik untuk dibeli petani.

Melalui kebijakan reforma agraria, jelas Darmin, pemerintah juga membangun rumah bagi masyarakat miskin perkotaan yang tinggal di daerah-daerah kumuh. Selanjutnya, pemerintah juga akan mendorong sinergi antara nelayan penghasil rumput laut dengan perusahaan besar untuk melakukan investasi pengolahan rumput laut.

“Kalau kita konsisten dengan kebijakan itu, maka artinya pemerintah tidak akan memberikan konsesi kepada perusahaan besar untuk melakukan budidaya rumput laut. Itu adalah biar nelayan saja,” jelas Darmin.

Selanjutnya, pemerintah juga akan menyusun kebijakan pengeluaran APBN bukan hanya diarahkan untuk melahirkan proyek-proyek kegiatan-kegiatan padat karya, tetapi juga melahirkan kegiatan-kegiatan ekonomi, seperti halnya membangun infrastruktur jalan, jembatan, atau pembangkit listrik.

“Pemerintah akan mencarikan jalan supaya kegiatan ekonomi masyarakat juga bisa lahir,” jelas Darmin.

ANDALLE @www.rasio.co

Hello world!

0

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!