Sabtu, November 7, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 1619

Mobil Alphard Menteri Hanif Kecelakaan di Jawa Timur

0

RASIO.CO, Jakarta – Mobil rombongan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Hanif Dhakiri, yang akan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, mengalami kecelakan di Jalan Raya Mayjen Bambang Yuwono, Sidoarjo, Jawa Timur pada Jumat, 5 Mei 2017.

Kepala Unit Kecelakaan Lalulintas Kepolisian Resor Kota Sidoarjo, Ajun Komisaris Besar Tono Irawan, mengatakan kecelakaan terjadi ketika mobil Patwal Patroli Jalan Raya Kepolisian Daerah Jawa Timur yang mengawal rombongan menghindari sepeda motor yang hendak putar balik. “Sehingga tabrakan beruntun tidak terhindarkan,” katanya, Jumat, 5 Mei 2017.

Kecelakaan beruntun melibatkan empat mobil, yakni Alphard hitam RI-31 yang ditumpangi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dua mobil rombongan menteri, dan satu mobil penggendara lain. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 21.30, tepatnya di depan SMK Raden Patah, Balongbendo, Sidoarjo.

Akibatnya, mobil Alphard hitam Menteri Hanif itu rusak berat. Dua mobil rombongan menteri mengalami rusak berat di bamper depan, belakang, serta lampu belakang.  Mobil pengendara lain rusak di bagian depan. Beruntung, tak ada korban jiwa dari kecelakaan ini.

Dengan pengawalan polisi, Menteri Hanif kembali melanjutkan perjalanan kunjungan kerja ke Kediri, Jawa Timur, menggunakan mobil pengganti, yaitu Alphard nomo polisi L 1641 N. Sebelumnya rombongan mobil Menteri Hanif itu berangkat dari Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya sekitar pukul 12.00.

APRI @www.rasio.co| Tempo

Begini Kronologi Kaburnya Ratusan Napi Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru

0

RASIO.CO, Pekanbaru – Kepolisian Daerah Riau menyatakan 200 lebih narapidana penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk di Kota Pekanbaru kabur setelah berunjuk rasa memprotes pelayanan di rumah tahanan.

“Ratusan napi unjuk rasa, lakukan kekerasan, dengan tiang jemuran mendobrak salah satu pintu,” kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, di Antara.Jumat(05/05/2017).

Ia menjelaskan para tahanan yang memprotes layanan rumah tahanan juga sempat melakukan aksi lempar batu.

Mereka protes karena hunian kamar tahanan jauh melebihi kapasitas. Tempat penahanan yang kapasitasnya 361 orang digunakan untuk menampung 1.800 orang, kata Guntur.

Kepolisian tingkat resor dan sektor di seluruh Pekanbaru, ia melanjutkan, sudah mengerahkan personelnya untuk menangkap para tahanan yang kabur.

Dua satuan setingkat kompi Brimob Polda Riau yang meliputi sekitar 200 personel juga dikerahkan ke rumah tahanan.

“Ada beberapa silih berganti ditangkap, petugas melakukan penyisiran untuk menangkap para napi,” imbuhnya.

Kepolisian Daerah Riau pada Jumat sore menyatakan telah berhasil mengamankan sekitar 70 tahanan dari 200 lebih yang kabur dari Rumah Tahanan Sialang Bungkuk Kelas II B, Kota Pekanbaru.

“Sudah diamankan sekitar 70 orang dari 200 lebih yang kabur,” katanya.

Masyarakat Pekanbaru diimbau waspada

Pejabat Wali Kota Pekanbaru, Provinsi Riau Edwar Sanger meminta masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan pascakaburnya ratusan tahanan dari Rumah Tahanan Klas IIB Pekanbaru, Jumat siang.

“Mari sama-sama kita menjaga lingkungan dari keberadaan orang asing yang mencurigakan. Aktifkan pos keamanan lingkungan pasca kejadian ini,” kata Edwar usai mengujungi Rumah Tahanan Sialang Bungkuk, Kota Pekanbaru.

Berkisar 200-300 orang tahanan dan narapidana di Rutan Klas IIB atau dikenal sebagai Rutan Sialang Bungkuk, kabur tepat saat warga melakukan ibadah salat Jumat. Tahanan yang masih dalam proses persidangan itu kabur usai terjadi bentrokan di dalam rutan.

Saat ini, para tahanan yang kabur itu diperkirakan menyebar ke pemukiman warga dan menyebabkan masyarakat Kota Pekanbaru resah. Sebanyak 800 personel gabungan Polresta Pekanbaru dan Brimob Polda Riau hingga kini masih terus mengejar para tahanan tersebut.

Belasan tahanan berhasil ditangkap dan dibawa kembali ke Rutan Sialang Bungkuk. Mayoritas mereka ditangkap di permukiman warga sekitar lokasi Rutan.

Edwar meminta kepada masyarakat Kota Pekanbaru agar mengaktifkan sistem keamanan lingkungan. Dia juga mengatakan telah menginstruksikan ke setiap camat di Kota Pekanbaru dan meminta agar meningkatkan kewaspadaan.

Sejumlah masjid di lokasi sekitar Sialang Bunkguk turut mengumumkan peristiwa kaburnya tahanan tersebut melalui alat pengeras suara. Beberapa dari pemuda dan pria di lingkungan pemukiman juga turut aktif membantu kepolisian melakukan penangkapan.

APRI @www.rasio.co| Antara

Rusun Peruntukan Bagi Mahasiswa Politeknik di Bangun Pemerintah

0

RASIO.CO, Batam – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membangun rumah susun untuk mahasiswa yang berlokasi di sekitar kampus Batam Tourism Polytecnic, sebagai bentuk dukungan kepada dunia pendidikan.

Dilansir Antara, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Batam, Jumat, menyatakan bahwa kementerian sengaja membangun rusun untuk mahasiswa di sekitar kampus BTP guna menampung mereka yang memang berasal dari berbagai daerah.

“Ada anak yang dari pulau dengan beragam latar belakang agama dan suku. Asrama menjadi wadah akulturisasi, mengenal budaya satu sama lain. Apalagi ini untuk pariwisata,” kata Menteri usai meletakkan batu pertama Asrama BTP.

Rusun itu juga untuk mendukung Program Sejuta Rumah yang dicanangkan oleh Pemerintah dengan bentuk penyediaaan hunian vertikal.

Menteri Basuki berharap pembangunan Rusun itu bisa menambah semangat serta memberikan ketenangan dan kenyamanan para mahasiswa dalam proses menimba ilmu.

Bila Rusun sudah terbangun, ia mengajak mahasiswa untuk memelihara seperti layaknya hotel mulai dari kebersihan dan perawatan unit.

Di tempat yang sama, Dirjen Penyediaan Rumah Kementerian PUPR, Syarif Burhanudin menjelaskan, rusun mahasiswa berdiri di areal seluas 1.463,08 m2, dan akan dibangun satu menara yang terdiri dari 3 lantai.

Rusun itu berkapastas 37 unit dengan tipe unit 24. Dua unit di antaranya sengaja dirancang untuk difable yang berada di lantai 1.

Lantai 1 Rusun itu mampu menampung sebanyak 44 orang. Sedangkan untuk lantai 2 dan lantai 3 mampu menampung lebih banyak, yaitu masing-masing 52 orang.

“Sehingga daya tampung keseluruhannya sebanyak 148 orang. Masing-masing lantai akan dilengkapi oleh toilet komunal. Nantinya, rusun tersebut juga akan dilengkapi dengan ruang serbaguna, ruang pengelolaan yang berada dilantai 1, fasilitas listrik, air bersih, serta meubelair berupa tempat tidur tingkat, meja belajar, kursi belajar, dan lemari pakaian,” paparnya.

Masa pelaksanaan Rusun BTP dibangun selama 240 hari kalender, dimulai dari tanggal 27 April 2017 sampai 22 Desember 2017 dengan nilai kontrak sebesar Rp9.331.138.000.

Direktur BTP, Nur A Nasution berterima kasih kepada pemerintah untuk pembangunan rusun, yang nantinya akan dihuni oleh mahasiswa dari luar pulau seperti dari Natuna, Buton, Karimun dan lain.

“Walaupun kami baru berdiri selama 3 tahun, tapi sudah diakui oleh salah satu Profesor dari United Kingdom (UK) bahwa one of the best collage in the word adalah BTP, dengan diberikan kepercayan ini membuat kami lebih giat lagi dalam memajukan anak bangsa Indonesia supaya mampu bersaing di dunia Internasional,” ujarnya.

APRI @www.rasio.co| Antara

RCW Laporkan Kasus Dugaan Korupsi yang Mangkrak di Kejari Batam

0

RASIO.CO, Batam – LSM Riau Corruption Watch (RCW) melaporkan tiga dugaan kasus korupsi yang proses hukumnya mangkrak ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam kepada Jaksa Muda Pengawasan (Jamwas) dan Jampidsus.

Tiga kasus korupsi tersebut yakni, kasus dugaan korupsi proyek pengangkutan sampah di Dinas Kebersihan Dan Pertamanan bernilai 100 milyar , Kasus dugaan korupsi penerbitan rekomendasi Analisa Dampak Lingkungan Lalu Lintas (Amdal Lalin) Dinas Perhubungan Kota Batam tahun 2014 dan Kasus dugaan korupsi Dinas Sosial dan Pemakaman Batam senilai Rp1.5 milyar.

“Sudah kembali kita laporkan pada tanggal 18 april 2017 ke Jampidsus tiga kasus dugaan korupsi yang tidak jelas ujung pangkalnya sampai saat ini , sehingga terkesan mangrak di Kejari Batam,” kata Ketua RCW Mulkansyah dikantornya. Kamis(05/05/2017).

Menurut Mulkan, Keseriusan Kejaksaan Negeri Batam untuk mengungkap kasus dugaan korupsi penerbitan rekomendasi Amdal Lalin Dinas Perhubungan Kota Batam menjadi sorotan masyarakat. Adanya kekhawatiran kasus ini akan kembali “masuk angin” seperti kasus-kasus dugaan korupsi lainnya di Pemko Batam semakin masuk akal. “Sebab hingga kini tidak ada sama sekali kelanjutannya,” ujar Mulkan.

Dimana, Imbuhnya Zulhendri diduga menyalahgunakan wewenang dikarenakan surat rekomendasi yang dikeluarkannya merupakan wewenang dari Kementerian terkait dan dari Provinsi Kepri dikarenakan status jalan yang dikeluarkan rekomendasi bukan jalan yang dibawah wewenang Pemko Batam melainkan jalan nasional dan jalan provinsi Kepulauan Riau,” ujarnya.

Selain itu, Kata dia, adanya dugaan proses lelang ada permainan atau adanya dugaan kongkalikong antara pemenang lelang dengan mantan Walikota Batam Ahmad Dahlan, yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 100 miliar.

Menurutnya, kendati pengangkutan sampah telah dilakukan pelelangan, namun fakta di lapangan armada yang mengangkut sampah dan pekerja masih dari DKP Batam. Sehingga, diduga proses lelang hanya modus untuk mengeruk APBD Kota Batam.

Pemenang lelang yakni PT Royal Gensa Asih (RGA). Sebelumnya pihak Kejari Batam telah melakukan pemeriksaan terhadap 16 sopir PT. RGA, dalam waktu Kejari akan memanggil saksi lain dan Kepala Dinas DKP Batam, Sulaiman Nababan.

“Namun sampai saat ini kasusnya tetap saja tidak ada kejelasan sehingga kepercayaan masyarakat terhadap kejari Batam makin tidak percaya, padahal sudah banyak yang dipanggil dimintai keterangan,” paparnya.

Ia mengatakan, Kejaksaan Negeri Batam mengusut dugaan korupsi di Dinas Sosial dan Pemakaman (Dinsos) Kota Batam tahun anggaran 2015 lalu. Jaksa mengendus ada sekitar Rp 1,5 miliar anggaran Dinsos yang ‘raib’ dan tak bisa dipertanggungjawabkan tetapi sampai saat ini belum ada juga tersangka yang berhasil ditetapkan.

“Tidak kasus korupsi di Batam saja yang kita laporkan tetapi kasus dugaan korupsi di kejari lainnya yang ada di Kepri,” pungkasnya.

APRI @www.rasio.co|

KPPU Pantau Harga Sembako Jelang Ramadhan di Pasar Modern

0

RASIO.CO, Batam – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) KPD Batam melakukan peninjauan langsung harga sembako di modern market , tradisional dibeberapa lokasi menjelang memasuki bulan suci ramadhan 2017.

Kepala KPPU KPD Batam Lukman Sungkar mengatakan, sidak tersebut dilakukan bersama kementrian perdagangan untuk memantau pergerakan harga komoditas yang telah ditentukan pemerintah menjelang bulan Suci Ramadhan.

Dari hasil sidak tidak ditemukan harga yang menyimpang dan masih sesuai dengan peraturan yang ditentukan oleh Kemendagri, ” Kata Lukman di Komplek Nagoya Hill, Batam, Kamis (4/5/2017).

Kata dia, Tiga komodoti yang telah ditetapkan pemerintah pusat yang wajib di ikuti oleh pedagang retail yaitu harga komoditi gula Rp 12.500/kg, minyak curah Rp 11.000/liter dan daging Rp 80.000/kg khusus daging beku kecuali untuk harga minyak goreng disesuaikan dengan kemasan dan merek.

“Dari yang kita pantau di lapangan sampai saat ini harga yang beredar di masyarakat masih mengacu pada harga yang ditetapkan oleh instruksi pemerintah pusat, ” ujarnya.

Selain itu, imbuhnya, Langkah antisipasi dalam pengawasan harga komoditas ini juga dibentuk tim disetiap daerah dengan bekerjasama dengan polri, KPPU dan Dinas Perdaganan untuk memantau pergerakan harga komoditas.

Bukan hanya menjelang bulan puasa saja tapi berlangsung sampai lebaran dan berlaku sampai tanggal 10 bulan september sesuai dengan yang ada di surat edaran.

“Tujuannya yang pasti untuk menjaga ketahanan pangan secara nasional maupun yang di daerah,” pungkasnya.

APRI @www.rasio.co|Ika

Alexander Marwata: Kondisi Kesehatan Novel Semakin Membaik

0

RASIO.CO, Batam – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengatakan penyidik KPK, Novel Baswedan, masih dirawat di General Hospital Singapura. Namun, menurut Alex, kondisi kesehatan Novel semakin membaik, terutama kornea mata yang terkena air keras.

“Kondisinya (Novel) semakin baik, mulai pulih kesehatannya. Matanya semakin bagus,” katanya setelah Rapat Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi Terintegrasi di kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Kamis, 4 Mei 201.

Sepulang dari salat Subuh pada 11 April lalu, Novel diserang dua orang tak dikenal dengan air keras. Akibatnya, Novel harus dirawat di Singapura untuk mengobati matanya.

Alex mengungkapkan bagian mata Novel mengalami kondisi paling parah sehingga harus dibawa ke Singapura untuk menjalani perawatan. Menurut Alex, mata kanan Novel terlihat ada kemajuan yang signifikan.

Sedangkan mata kiri Novel agak lamban perkembangannya. “Mudah-mudahan, dalam jangka waktu tak terlalu lama, (Novel) sudah sembuh,” tuturnya.

Karena itu, kata Alex, diperlukan waktu untuk memulihkan mata kiri Novel. Pemberian obat untuk pemulihan mata Novel pun diperhatikan secara hati-hati agar tidak menimbulkan efek samping yang merugikan.

APRI @www.rasio.co| Tempo

Soal Hak Angket DPR, Ahli: KPK Memang Harus Diawasi

RASIO.CO, Jakarta – Ahli Hukum Tata Negara, Muhammad Rullyandi SH MH, menilai penggunaan hak angket Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam konteks pemahaman konstitusional merupakan hak yang melekat terhadap DPR yang dijamin oleh konstitusi negara sebagai marwah negara demokratis yang harus dijaga eksistensinya.

“Jadi penggunaan hak angket itu sama sekali tidak ada unsur pelanggaran ataupun melampaui,” Ujar ahli dari Universitas Pancasila itu kepada Rasio Media, Rabu (03/05). Lebih lanjut ahli yang akrab disapa Rully ini menjelaskan bahwa dalam melihat perjalanan KPK seyogyanyalah sistem evaluasi itu diberlakukan. “Sebagai wujud daripada prinsip negara hukum,” Jelasnya.

Menurut Rully lagi, tidak ada tidak ada lembaga negara di Republik Konstitusional ini yang dapat bebas dari pengawasan meskipun lembaga tersebut memiliki kewenangan super absolut. Sebab, KPK adalah lembaga negara dan negara adalah entitas kekuasaan sehingga sesungguhnya kekuasaan itu harus diawasi agar tidak disalahgunakan.

Dalam kesempatan itu, Rully mengaku pernah melakukan evaluasi terhadap KPK dengan menggugat melalui uji materi UU KPK terhadap persoalan SOP penyidikan KPK, penangguhan penahanan dan persoalan penyidik independen KPK di Mahkamah Konstitusi. “Dengan tafsir saya ketika itu KPK tidak sejalan dengan marwah filosofis dan historis UU KPK,” terangnya.

Bobby Furtado @www.rasio.co

Sidang Pejabat Sekwan Pemprov Dugem di Bilyard Centre Ditunda

0

RASIO.CO, Batam – Sidang kasus dugaan pesta narkoba di karaoke Bilyard Centre dengan terdakwa Ahmad Fuad yang bekerja sebagai staff Sekwan DPRD Kepri dan istri sirinya Eka ditunda persidangannya di PN Batam. Kamis(04/05/2017).

Penundaan dilakukan Majlis hakim ketua Agus Rusianto SH.MH, didampingi hakim anggota Taufik Abdul Halim Nainggolan SH dan Muhammad Chandra SH.MH karena adanya pergantian Penasehat Hukum terdakwa Eka secara mendadak sehingga membuat terdakwa Ahmad Fuad kaget, pasalnya sebelumnya PHnya Eliswita.

“Saya tetap memakai PH yang sebeunya yang mulia dan saya tidak tahu adanya perubahan PH,” Kata Ahmad Fuad dipersidangan ruang utama.

Menyikapi hal ini, majlis hakim menunda persidangan pekan depan yang mewacanakan pembacaan tuntutan JPU.

Diberitakan sebelimnya, Apes nasip kedua terdakwa A.Fuadi yang merupakan staf pejabat sekwan pemrov Kepri dan Eka yang merupakan pasangan suami-istri(pasutri), dimana maksut hati ingin olah fokal tetapi akhirnya terjebak dugem di room 309 karaoke Bilyard Centre dan berakhir ditangkap BNNP Kepri sehingga duduk dibangku pesakitan PN Batam.

Kedua pasutri ini berdasarkan keterangan dua saksi Yani Saputra dan ,firman Erlian saksi kepolisian BNN dipersidangan berdasarkan hasil test urine diketahui positif dan didapati juga barang bukti ektasi yang didapat dari luar karaoke tersebut.

“Awalnya diamankan 4 orang dikamar 309 karaoke Bilyar Centre, namun dua PR negatif sedangkan kedua pasutri ini positif dan juga ditemui ektasi diatas meja yang mulia,” Kata Saksi di ruang sidang utama PN Batam. Kamis(20/04/2017).

Lanjut saksi, razia yang digelar di Karaoke Bilyar Centre merupakan kegiatan rutin yang dilakukan beberapa bulan lalu yang dipimpin kabid Brantas BNNP Kepri. saat dilakukan penggeledahan diseluruh room yang ada di tempat hiburan tersebut , hanya room 309 yang didapat sedang melakukan pesta narkoba.

“Ektasi mereka beli diluar parkiran sebelum masuk dari pengakuan pasutri,” jelasnya ke hakim.

Saat majlis hakim mempertanyakan apakah kedua pasangan suami-istri sudah dilakukan assesment oleh BNN karena barang bukti hanya empat butir, kedua saksi mengatakan sudah, namun proses hukum tetap lanjut.

Atas keterangan kedua saksi tersebut kedua terdakwa , terutama fuadi membantah seluruh keterangan kedua saksi BNN bahkan menyampaikan terhadap majlis hakim bahwa dirinya dijebak karena dirinya diundang ke room 309 tersebut.

“seluruh keterangan kedua saksi tidak benar dan justru saya dijebak yang mulia,” ujar terdakwa.

Usai mendegarkan keterangan saksi, Ketua Majelis Hakim Agus Rusdianto, Hakim Anggota Muhammad Chandra, dan Redite menunda sidang pekan depan dan memintaJaksa Penunutu Umum(JPU) Andi Akbar menghadirkan saksi berikutnya.

APRI @www.rasio.co

Bea Cukai Gelar Operasi Laut “Jaring Sriwijaya”

0

RASIO.CO , Batam – Direktorat Jendral Bea dan Cukai Type B Khusus Batam menggelar operasi Patroli Laut Jaring Sriwijaya 2017 bersama Kastam Diraja Malaysia ( Patkor Kastima) serta Patkor Optima. yang dibuka hari di Dermaga Batu Ampar Jodoh Batam, kamis ( 04/05/17).

Operasi dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah perairan Indonesia untuk menanggulangi penyelundupan dan tindak pidana lainnya yang diamanahkan kepada Direktorat Jendral Bea dan Cukai sesuai dengan undang undang dan peraturan yang berlaku.

Pada tahun 2017, DJBC menyelenggarakan kegiatan patroli laut dengan berbagai macam skema yaitu di wilayah barat Indonesia dengan sandi operasi Patroli Laut Jaring Sriwijaya dan diwilayah Timur Indonesia dengan sandi Operasi Patroli Laut Jaring Wallacea.

Direktur Penindakan dan Penyedikan DJBC Hari Mulya mengatakan, dalam penyelenggaraan operasi laut dalam konteks kerja sama bilateral ( joint patrol) dengan Kastam Diraja Malaysia ( Patkor Kastima) serta Patkor Optima.

” Saat ini DJBC baru saja membuka operasi wilayah barat Indonesia dengan sandi operasi Jaring Sriwijaya 2017 dimana operasi ini dilalakukan secara berkesinambungan dimulai pada hari kamis tanggal 4 mei 2017 dan rencananya akan dilaksanakan dalam 3 tahap sampai akhir tahun 2017, ” jelas Hari.

Kata Dia, Patkor Operasi Patroli Laut Bea Cukai Jaring Sriwijaya 2017 ini mengikutsertakan unsur kapal patroli berupa Fast Patrol Boat (FPB) ukuran 60, 38 dan 28 meter, VSV, speed boat yang berjumlah 17 kapal patroli .

Melibatkan 250 personil dalam setiap operasinya. Dimana kapal kapal tersebut akan beroperasi di lima ( 5) sektor yaitu, mulai dari perairan Aceh Belawan, Tanjung Balai Asahan Tanjung Sinaboy, Tanjung Parit Batam, Tanjung Pinang Perairan Sumatra Bagian Selatan dan Sektor laut Natuna hingga wilayah Perairan Kalimantan Bagian Barat.

“Sedangkan untuk operasi jaring Wallacea 2017 akan digelar mulai tanggal 10 mei 2017 mendatang,” pungkasnya.

APRI @www.rasio.co| Ika

Loka Rehabilitasi Batam Telah Terstandarisasi ISO

0

RASIO.CO, Batam – Loka Rehabilitasi BNN Kepri Batam beserta Balai Besar Rehabilitasi Lido Jabar, Balai Rehabilitasi Baddoka, Sulsel, Balai Rehabilitasi Tanah Merah Kaltim, Balai Rehabilitasi Deli Serdang Sumut dan Kalianda Lampung. telah mengantongi ISO 9001:2015 tentang standar manajemen pelayanan.

Sementara itu , dilansir BNN, ISO 14001:2015 tentang sistem pengelolaan lingkungan baru diperoleh Balai Besar Rehabilitasi Lido dan Baddoka. Sertifikat ISO ini secara langsung diserahkan oleh British Standard Institution (BSI) Indonesia yaitu sebuah lembaga yang melakukan proses penilaian atau assessment dan juga audit sejak November 2016 lalu hingga mengeluarkan sertifikat ISO untuk BNN.

Deputi Rehabilitasi BNN, Dr. dr. Diah Setia Utami, Sp.KJ., MARS menjelaskan bahwa sebuah institusi memang membutuhkan adanya standarisasi baik dalam konteks mutu manajemen pelayanan dan juga pengaturan lingkungan. Menurutnya, untuk saat ini, standar yang sudah dikantongi baru dalam aspek manajemen pelayanan dan lingkungan.

“Ya, ini adalah langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya oleh fasilitas rehabilitasi BNN, ketika kita sudah memperbaiki mutu manajemen layanan dan lingkungan tentu ke depannya akan lebih mudah untuk mendapatkan standar-standar lainnya baik itu dalam rangka program, SDM dan lainnya”, imbuh Diah usai kegiatan penyerahan ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015, di Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Usai mendapatkan standar dalam hal manajemen dan lingkungan ini tentu ada ekspekstasi yang tinggi, mengingat BNN sedang dalam berupaya untuk mencapai standar nasional dan menjadi percontohan bagi pusat rehabilitasi lainnya.

Karena itulah Diah menilai, langkah pencapaian sertifikasi yang telah berjalan sejak November hingga BNN mendapatkan ISO merupakan hal proses yang sangat penting. Ke depan, tentu tantangannya cukup berat, karena seluruh jajaran yang bekerja di pusat rehabilitasi baik di pusat dan daerah harus tetap mempertahankan mutu layanan dan juga aspek lingkungan sehingga ISO yang sudah diraih tidak ditarik kembali. Karena itulah, BNN telah menunjuk sejumlah tim pengendali mutu agar bisa mempertahankan pencapaian ini.

“Setiap tahun pasti ada penilaian, untuk tahun ini, akan dilakukan penilaian kembali pada Oktober nanti, pastinya kita harus mempertahankan pencapaian ini”, tegas Deputi Rehabilitasi BNN.

Ketika disinggung tentang dampak dari proses sertifikasi, Diah mengungkapkan ada perubahan yang cukup positif karena pada dasarnya, proses sertifikasi tersebut cukup membantu jajaran yang bertugas di 6 pusat rehabilitasi BNN dalam memperbaiki kualitas SOP yang sudah dibuat. Ia mencontohkan, dengan adanya proses audit dalam rangka sertifikasi, telah tercipta sekitar 270 SOP baru, baik itu dalam manajemen pelayanan dan juga pengaturan untuk lingkungan yang isinya lebih mendetil.

Seperti diketahui, Saat ini Loka Rehabilitasi Batam memiliki kurang lebih 80 pegawai, terdiri dari staf – staf di bidang medis (dokter umum, dokter gigi, perawat, farmasi, radiografer, laboratorium dsb), bidang sosial (konselor, pembina mental, psikolog, instruktur vokasional), maupun staff tata usaha Untuk kebutuhan dokter spesialis, sementara ini didukung oleh pihak RSUD Embung Fatimah. Fasilitas yang tersedia di Loka Rehabilitasi BNN Batam antara lain gedung terapi medis, gedung rehabilitasi bagi laki-laki dan perempuan, gedung re-entry, masjid dan kapel, lapangan futsal dan basket, dapur dan laundry serta rumah dinas dan mess bagi pegawai.

Dari hasil survey BNN dan Puslitkes-UI tahun 2011, jumlah penyalah guna Narkoba di provinsi Kepri termasuk salah satu yang tertinggi di Indonesia. Sebanyak 4,3 persen dari populasi penduduk Kepri sebesar 2,1 juta atau sekitar 44.941 orang adalah penyalahguna Narkoba. Sebelumnya, Kepri bahkan sempat menduduki peringkat kedua setelah DKI Jakarta. Dari aspek geografis, Kepri juga memiliki kerentanan karena wilayahnya yang terdiri dari banyak pulau dan berbatasan dengan negara lain, yakni Singapura dan Malaysia.

Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika telah mengatur keseimbangan antara penyelesaian dalam aspek hukum dan kesehatan. Dalam aspek kesehatan, kebutuhan seorang penyalah guna Narkoba adalah mendapatkan rehabilitasi. Namun faktanya, layanan rehabilitasi di indonesia saat ini belum tersedia secara maksimal, karena belum sesuainya ketersediaan sumber daya manusia dan fasilitas rehabilitasi dengan jumlah penyalahguna itu sendiri.

Oleh karena itu hadirnya loka rehabilitasi ini menjadi salah satu upaya untuk menyelamatkan para penyalah guna Narkoba, khususnya mereka yang ada di wilayah Kepri. Peresmian loka rehabilitasi ini juga sebagai wujud implementasi dari Peraturan Bersama antara 7 kementerian / lembaga (Mahkamah Agung, Kemenkumham, Kejaksaan Agung, Polri, Kemenkes, Kemensos dan BNN) tentang Penanganan Pecandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika ke Dalam Lembaga.

APRI @www.rasio.co| BNN