Kamis, Juni 18, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 78

Terdakwa Kasus 2 Ton Sabu Mengaku Jadi “Boneka” Jacky Tan di Sidang PN Batam

0

RASIO.CO, Batam – Sidang lanjutan kasus penyelundupan narkotika jaringan internasional dengan barang bukti hampir 2 ton sabu kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (11/12).

Dua warga negara Thailand yang menjadi terdakwa mengaku hanya menjadi “boneka” dalam operasi besar yang dikendalikan seorang pria bernama Jacky Tan, yang kini berstatus buronan.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Tiwik dengan hakim anggota Douglas ini mengagendakan pemeriksaan saksi terhadap enam terdakwa. Perkara ini tercatat sebagai salah satu pengungkapan kasus narkotika terbesar sepanjang 2025.

Dua terdakwa asal Thailand, Weerapat Phongwan dan Teerapong Lekpradube, memberikan kesaksian menggunakan jasa penerjemah. Keduanya bersikeras tidak mengetahui bahwa barang yang mereka bawa adalah sabu.

“Awalnya kapal membawa minyak. Lalu kami diperintahkan membawa barang, tapi saya tidak tahu bentuknya,” kata Weerapat di hadapan majelis hakim.

Menurutnya, seluruh kegiatan mereka dikendalikan oleh Mr. Tan alias Jacky Tan, mulai dari keberangkatan di Thailand hingga pengaturan logistik. Weerapat juga menyebut empat terdakwa Indonesia — Fandi Ramadhan, Richard Halomoan, Leo Candra Samosir, dan Hasiholan Samosir — ikut berangkat ke Thailand atas instruksi yang sama.

Setibanya di Thailand, mereka dijemput orang suruhan Jacky Tan, difasilitasi hotel, dan diberi kebutuhan selama menunggu perintah. “Setelah satu malam, kami diminta naik kapal kembali tanpa pengurusan surat apa pun,” ujarnya.

Weerapat turut menjelaskan adanya perubahan rute pelayaran. Mereka awalnya diperintahkan menuju Filipina via perairan Aceh, namun rute dialihkan ke Selat Malaka dan Malaysia sebelum akhirnya tertangkap saat memasuki wilayah Indonesia.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) memaparkan kronologi lengkap operasi sindikat internasional ini:

  • April 2025: Hasiholan menawarkan pekerjaan sebagai ABK kepada Fandi Ramadhan.
  • 1 Mei 2025: Empat WNI berangkat ke Thailand dan bertemu dua WN Thailand.
  • Tinggal 10 hari di Sakura Budget Hotel menunggu instruksi Jacky Tan.
  • 18 Mei 2025: Menggunakan speed boat, para terdakwa diantar ke kapal Sea Dragon.
  • Terjadi transaksi ship-to-ship di tengah laut dengan kapal ikan Thailand.
  • Kode transaksi: Sindikat menggunakan uang Myanmar yang dilaminasi sebagai penanda sahnya muatan antar-kapal.

Sebanyak 67 kardus sabu dipindahkan lalu disembunyikan di haluan dan tangki bahan bakar kapal. Identitas kapal Sea Dragon juga disamarkan dengan melepas bendera Thailand. Weerapat mengaku momen penangkapan terjadi cepat.

“Saya melihat kapal merapat, tidak tahu kapal apa. Lalu datang kapal patroli, saya lihat TNI AL. Setelah itu Bea Cukai naik dan kami diamankan,” ujarnya.

Ia mengklaim baru mengetahui bahwa barang tersebut adalah sabu saat pemeriksaan dilakukan di Dermaga Tanjung Uncang.

Pada 21 Mei 2025 pukul 00.05 WIB, Tim Gabungan BNN dan Bea Cukai menghentikan kapal tersebut di perairan Karimun. Hasil laboratorium memastikan bahwa barang yang dibungkus dalam kemasan teh China itu adalah 1.995.130 gram metamfetamina, hampir dua ton.

Atas tindakan mereka, enam terdakwa didakwa dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35/2009, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup, mengacu pada jumlah barang bukti dan keterlibatan jaringan internasional.

Sementara itu, sosok pengendali utama, Jacky Tan, masih diburu aparat penegak hukum Indonesia dan Thailand. Kasus ini kembali menunjukkan kuatnya operasi jaringan narkotika lintas negara yang memanfaatkan jalur laut di kawasan perbatasan.

YD

Perkuat Infrastruktur Persampahan, Li Claudia Pantau Pembangunan TPS BIN Tertutup

0

RASIO.CO, Batam – Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, kembali turun ke lapangan untuk meninjau pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) BIN Sampah Tertutup, Kamis (11/12).

Kecamatan Sekupang menjadi lokasi utama peninjauan, dimulai dari Gedung Beringin di Kelurahan Sungai Harapan, kemudian dilanjutkan ke sejumlah titik lain yang telah ditetapkan sebagai lokasi pembangunan.

Didampingi tim teknis dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas CKTR, BP Batam, serta jajaran kecamatan dan kelurahan, Li Claudia meninjau berbagai aspek penting, mulai dari kondisi lahan, aksesibilitas jalan, kesiapan utilitas, hingga situasi lingkungan sekitar. Seluruh aspek diverifikasi untuk memastikan TPS tersistem yang dibangun dapat berfungsi optimal dan berkelanjutan.

Peninjauan tersebut juga menyoroti rencana alur pemisahan sampah organik dan nonorganik. Standarisasi pengolahan berbasis teknologi menjadi kunci agar TPS BIN Tertutup tidak sekadar menjadi titik pembuangan, tetapi menjadi pusat pengelolaan sampah yang efisien dan ramah lingkungan.

“Nanti TPS BIN Tertutup ini bukan hanya tempat pembuangan. Kita siapkan sistem pengelolaan yang terintegrasi. Sampah organik dan nonorganik akan dipisahkan sejak awal agar proses pengolahannya lebih efektif dan ramah lingkungan,” ujar Li Claudia.

Ia menegaskan pentingnya verifikasi langsung di lapangan sebelum pembangunan dimulai. Di Kecamatan Sekupang terdapat 11 titik pembangunan TPS BIN yang tersebar di tujuh kelurahan, masing-masing dengan kondisi berbeda sehingga membutuhkan penyesuaian teknis.

“Kita ingin Batam semakin bersih. Ini komitmen bersama agar kota ini memiliki sistem pengelolaan sampah yang jauh lebih baik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Li Claudia mengingatkan bahwa setiap pembangunan harus mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat sekitar.

“Pemilihan lokasi harus memperhatikan jarak dengan permukiman, kenyamanan lingkungan, serta masukan masyarakat. Pembangunan ini harus memberi manfaat, bukan menimbulkan gangguan,” tuturnya.

YD

Komisi II DPRD Batam Bahas Keluhan UMKM Genta I Terkait Penutupan Akses Jalan

0

RASIO.CO, Batam – Komisi II DPRD Kota Batam menggelar rapat koordinasi (rakor) membahas permasalahan yang dialami pelaku UMKM di Perumahan Genta I, Kecamatan Batu Aji, Rabu (10/12) sore.

Rapat dipimpin oleh Sekretaris Komisi II, Safari Ramadhan, S.Pd.I, didampingi Wakil Ketua Komisi II Muhammad Syafe’i, ST., MM, serta anggota Komisi II Setia Putra Tarigan, Kamaruddin SE., MM, dan Hj. Umi Kalsum.

Rakor tersebut juga menghadirkan sejumlah instansi terkait, seperti Dinas UMKM, Dinas Perhubungan, DBMSDA, Kasat Lantas Polresta Barelang, Camat Batu Aji, serta Lurah Buliang. Selain itu, hadir pula perwakilan Forum Musyawarah Warga dan Ikatan Masyarakat UMKM Perumahan Genta I.

Rapat digelar menyusul laporan para pedagang kecil di sekitar Perumahan Genta I yang mengaku mengalami penurunan omzet signifikan hingga ada yang menutup usaha sejak adanya penutupan akses jalan di kawasan tersebut. Penutupan akses dinilai menyulitkan warga mencapai lokasi pedagang, sehingga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi mereka.

Safari Ramadhan menegaskan bahwa pelaku UMKM ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah, mengingat banyak warga yang menggantungkan penghidupan keluarga pada usaha kecil tersebut. Ia juga mendorong agar ditemukan solusi terkait ketertiban lalu lintas di wilayah tersebut.

Dalam rapat, sempat terjadi perdebatan antara perwakilan pedagang dan instansi terkait. Para pelaku UMKM hanya memiliki satu permintaan kepada pemerintah, yakni membuka kembali akses jalan.

Sementara itu, informasi yang diterima dari Dinas Perhubungan menyebutkan bahwa kawasan dimaksud sebenarnya tidak ideal untuk aktivitas UMKM karena berpotensi menimbulkan risiko keselamatan lalu lintas. Meski demikian, Komisi II bersama instansi teknis sepakat untuk mencari solusi terbaik agar pembangunan infrastruktur tetap berjalan tanpa mengorbankan keberlangsungan usaha masyarakat kecil.

Rakor ditutup dengan komitmen bersama untuk kembali membuka akses jalan. Namun, karena organisasi perangkat daerah (OPD) terkait—yakni Dinas Perhubungan, Bina Marga, dan Kasat Lantas Polresta Barelang—tidak hadir, keputusan final akan dibawa ke rapat pimpinan DPRD Kota Batam.

YD

Kemenkeu Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Aceh Utara

0

RASIO.CO, Aceh Utara — Tim Relawan Kemenkeu Peduli Bea Cukai Lhokseumawe kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak banjir bandang di Gampong Teugoh, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, pada Kamis (11/12).

Bantuan ini berasal dari donasi pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa tanggap darurat bencana.

Penyerahan bantuan dipimpin langsung oleh koordinator tim relawan, Vicky Fadian. Bantuan diserahkan kepada tokoh masyarakat Gampong Teugoh, Nazir Abubakar, atau yang akrab disapa Toke Sibok. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan dasar berupa sembako, mukena, sajadah, sarung, obat-obatan, serta logistik harian bagi warga yang kehilangan rumah dan mata pencaharian.

Vicky Fadian mengatakan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud komitmen pegawai Kemenkeu untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang membutuhkan.

“Kami membawa amanah dari seluruh pegawai Kemenkeu. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga dan menjadi penyemangat dalam proses pemulihan,” ujarnya.

Toke Sibok menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian Kemenkeu Peduli dan Bea Cukai Lhokseumawe. Ia menegaskan bahwa bantuan ini sangat berarti, terutama memasuki masa pemulihan pascabencana.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Di masa awal tanggap bencana dan masa rehabilitasi ke depan, dukungan seperti ini sangat membantu warga,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa banjir bandang yang melanda kawasan tersebut telah menyebabkan kerusakan berat pada sekitar 80 persen lahan pertanian dan perkebunan warga. Kondisi ini diperkirakan berdampak serius terhadap penghasilan masyarakat, terlebih banyak lahan pertanian dan tempat tinggal juga mengalami kerusakan dalam berbagai tingkat.

AD

White Spot Gigi, Ketahui Penyebab dan Penanganannya

0

RASIO.CO, Batam – White spot gigi merupakan bercak putih pada permukaan gigi yang dapat mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri. Kondisi ini juga bisa menjadi tanda awal kerusakan enamel sehingga perlu diatasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi masalah gigi yang lebih serius.

White spot dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Bercak putih ini muncul akibat proses demineralisasi atau hilangnya mineral dari enamel gigi. Selain mengganggu estetika, white spot juga dapat menyebabkan gigi menjadi sensitif dan meningkatkan risiko gigi berlubang jika tidak segera ditangani.

Dikutip dari Alodokter, berikut beberapa penyebab white spot gigi yang umum terjadi:

1. Penumpukan plak gigi
Plak adalah lapisan lengket dari sisa makanan dan bakteri yang menempel di permukaan gigi. Jika tidak dibersihkan secara rutin, plak akan terus menumpuk dan menghasilkan asam yang mengikis mineral pada enamel. Pengikisan ini dapat menimbulkan white spot. Plak kerap tidak disadari karena terlihat tipis atau kekuningan, dan bila dibiarkan dapat memicu gigi berlubang serta masalah gusi.

2. Kebiasaan menyikat gigi yang kurang tepat
Menyikat gigi secara asal menyebabkan beberapa area sulit terjangkau, sehingga sisa makanan dan plak menumpuk di bagian tertentu. Penumpukan tersebut lama-kelamaan mengikis enamel dan memicu munculnya white spot.

3. Sering konsumsi makanan atau minuman manis
Makanan dan minuman tinggi gula seperti permen, kue, dan minuman bersoda mempercepat hilangnya mineral enamel. Gula dan asam merangsang pertumbuhan bakteri penghasil asam sehingga gigi rentan mengalami demineralisasi dan memicu white spot.

4. Pemakaian kawat gigi (behel)
Pengguna behel membutuhkan perhatian ekstra terhadap kebersihan gigi. Braket dan kawat membuat area sekitar braket sulit dibersihkan, sehingga sisa makanan mudah terjebak dan membuat enamel lebih rentan terkena white spot. Jika kebersihan tidak dijaga, bercak putih biasanya muncul di sekitar braket setelah behel dilepas.

5. Fluorosis
Fluorosis terjadi akibat paparan fluoride berlebihan saat masa pertumbuhan gigi pada anak. Meski fluoride bermanfaat, kadar berlebih dapat memunculkan bercak putih atau garis coklat pada permukaan gigi. Kondisi ini muncul jika anak sering menelan pasta gigi, mengonsumsi air dengan fluoride tinggi, atau mendapat suplementasi tanpa anjuran dokter.

6. Kurangnya mineral
Enamel gigi membutuhkan mineral seperti kalsium dan fosfat agar tetap kuat. Kekurangan mineral membuat enamel melemah dan rentan mengalami white spot. Kondisi ini dapat terjadi akibat pola makan tidak seimbang atau gangguan penyerapan nutrisi.

Langkah Penanganan White Spot Gigi

White spot sebaiknya diperiksakan ke dokter gigi karena penyebabnya beragam dan membutuhkan penanganan sesuai kondisi masing-masing pasien. Dokter dapat menentukan perawatan paling efektif melalui pemeriksaan langsung.

Beberapa tindakan yang umum dilakukan dokter gigi antara lain:

  • Mengoleskan gel fluoride atau varnish untuk membantu mengembalikan kekuatan dan mineral gigi.
  • Memberikan bahan perbaikan enamel yang mengandung kalsium atau fosfat.
  • Melakukan mikroabrasi untuk menghilangkan lapisan enamel yang terkena bercak putih.
  • Menambal gigi dengan bahan komposit agar warna gigi lebih merata.
  • Memasang veneer jika bercak putih cukup banyak dan tidak hilang dengan perawatan lain.

Untuk mencegah white spot bertambah parah atau muncul kembali, berikut beberapa hal yang perlu dilakukan:

  • Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride.
  • Menggunakan benang gigi setiap hari, terutama bagi pengguna behel.
  • Mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula atau asam.
  • Memastikan asupan mineral penting seperti kalsium dan fosfat melalui pola makan bergizi.
  • Rutin memeriksakan gigi ke dokter untuk deteksi dini dan penanganan lebih cepat.

YD

KPK Sita Uang dan Emas dalam OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

0

RASIO.CO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menyita uang pecahan rupiah dan logam mulia dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya dan sejumlah pihak lainnya.

“Bahwa dalam kegiatan tertangkap tangan ini, selain mengamankan lima orang, tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk rupiah dan juga logam mulia dalam bentuk emas,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Kantornya, Jakarta, Kamis (11/12).

Budi menjelaskan pihaknya telah melakukan gelar perkara atau ekspose dan menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka. Identitas para tersangka serta rincian konstruksi perkara akan dijelaskan secara lengkap dalam konferensi pers yang dijadwalkan sore hari ini.

“Termasuk nanti detail penangkapannya, lokasinya di mana nanti kami akan jelaskan dalam konferensi pers,” imbuhnya.

KPK menangkap total lima orang terkait OTT tersebut, terdiri dari penyelenggara negara dan pihak swasta. Kelimanya sudah menjalani pemeriksaan intensif sejak dilakukan penangkapan. Namun, Budi belum ingin membuka identitas para pihak yang tertangkap tangan maupun tersangka yang telah ditetapkan.

“Pemeriksaan sudah selesai dilakukan. Nanti kita jelaskan,” tandasnya.

KPK akan menyampaikan kronologi OTT dan konstruksi kasus dugaan suap yang diduga melibatkan Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya pada hari ini. Dengan demikian, status hukum Ardito akan diketahui setelah penangkapan tersebut.

“Kronologi dan konstruksi perkara secara lengkap akan kami sampaikan dalam konferensi pers,” ujar Budi.

OTT itu bermula dari permintaan keterangan sejumlah pihak di wilayah Jakarta dan Lampung pada Selasa (9/12). Tim KPK kemudian melakukan kegiatan tangkap tangan dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Lampung Tengah pada keesokan harinya.

***

Gelombang II Bantuan Internasional ke Aceh, Obat-obatan hingga Relawan

0

RASIO.CO, Aceh – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menyatakan bahwa gelombang kedua bantuan internasional dari Malaysia untuk korban banjir dan longsor di Aceh telah tiba. Bantuan yang mendarat di Aceh tersebut terdiri dari obat-obatan, pakaian, cokelat, hingga tenaga medis.

Mualem menjelaskan bahwa bantuan logistik dan relawan medis itu segera disalurkan ke daerah-daerah terdampak bencana yang membutuhkan. Bantuan logistik tersebut mencakup 2 ton obat-obatan, 1 ton cokelat, dan pakaian untuk anak-anak.

“Sudah sampai bantuan dari Kuala Lumpur, yaitu 3 ton untuk kita bagi-bagikan ke beberapa kabupaten/kota bersama dokter dan perawat. Obat-obatan 2 ton, 1 ton cokelat dan pakaian untuk anak-anak,” kata Mualem saat jumpa pers di Meuligoe Gubernur Aceh, dikutip CNNIndonesia, Rabu (10/12) malam.

Ia menambahkan bahwa para pengungsi saat ini sangat membutuhkan obat-obatan karena mulai terserang berbagai penyakit, seperti penyakit kulit, gatal-gatal, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hingga demam.

“Ini saya rasa paling banyak membutuhkan obat-obatan. Apalagi sekarang masyarakat kita sudah terdampak,” ujarnya.

Sebelumnya, Mualem telah memberi lampu hijau bagi bantuan luar negeri yang ingin masuk ke Aceh untuk membantu korban banjir dan longsor. Ia menegaskan tidak ada larangan selama tujuannya membantu.

“Saya rasa tidak ada larangan. Sah-sah saja, tidak ada masalah,” kata Mualem usai rapat percepatan penanganan bencana di Sumatra yang digelar di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, pada Minggu (7/12).

Ia memastikan bahwa relawan maupun bantuan luar negeri yang masuk ke Aceh tidak akan dipersulit. “Mereka tolong kita, kok kita persulit?” ujarnya.

Mualem juga mengakui Aceh telah menerima bantuan dari Malaysia dan kini kedatangan gelombang kedua. Selain itu, ia berencana meminta bantuan ahli dari China untuk membantu proses pencarian korban.

Sementara itu, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin turut menanggapi langkah Gubernur Aceh yang membuka diri terhadap bantuan internasional dalam penanganan bencana hidrometeorologi di tiga provinsi di Sumatra. Menurut Sjafrie, bantuan dari China yang dimaksud Mualem adalah bantuan personal untuk membantu pencarian korban, bukan bantuan negara asing.

“Sebetulnya yang dimaksud itu adalah (bantuan) personal yang dari China, itu untuk menemukan (korban), itu bukan bantuan asing,” kata Sjafrie di Universitas Hasanuddin, Makassar, Selasa (9/12).

“Itu bantuan personal kepada Mualem yang mau mencari jasad-jasad dari para korban bencana,” lanjutnya.

Sjafrie menegaskan bahwa pemerintah RI telah mengerahkan seluruh kekuatan personel untuk melakukan pencarian terhadap korban yang masih hilang akibat bencana banjir dan longsor, dan semua dilakukan secara mandiri tanpa melibatkan pihak asing.

“Tetapi secara keseluruhan penanggulangan bencana yang ada di Sumatera Utara dan Sumatera Barat serta Aceh itu ditanggulangi secara mandiri,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penanganan bencana di Sumatra berada dalam kendali penuh pemerintah dan dapat ditangani oleh bangsa Indonesia sendiri.

“Kemarin Presiden Prabowo sudah melakukan evaluasi bahwa bencana ini bisa kita atasi oleh bangsa sendiri,” ujar Sjafrie.

Pemerintah, lanjutnya, memiliki peralatan angkut darat, laut, dan udara yang memadai, logistik yang cukup, obat-obatan lengkap, serta tenaga medis yang siap membantu proses penanganan bencana.

***

Kasus Pembalakan Liar Sijunjung: Oknum Jaksa Kejati Kepri Ditarik dan Diselidiki

0

RASIO.CO, Batam – Seorang oknum jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau berinisial HAS diduga terlibat dalam aktivitas pembalakan liar di kawasan hutan Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Dugaan tersebut mencuat setelah sebuah video berdurasi 1 menit 23 detik viral di media sosial.

Dalam video itu, HAS disebut terkait pengerusakan hutan di lahan sekitar 700 hektare di Nagari Tanjungkaliang, Sijunjung. Ia juga diduga menguasai lahan ilegal dan menyerahkan uang sekitar Rp 1,2 miliar kepada pemegang kuasa adat setempat. Bahkan, HAS disebut sebagai pemilik sawmill di lokasi tersebut.

Selain itu, dokumen yang digunakan untuk melegalkan aktivitas tersebut juga diduga dipalsukan. Tanda tangan Sekretaris Daerah Sijunjung kabarnya tercantum dalam dokumen izin pemanfaatan kayu tanpa sepengetahuan yang bersangkutan.

Menanggapi viralnya informasi tersebut, Kasi Intel Kejari Bintan Roi Baringin Tambunan mengatakan bahwa HAS sudah tidak lagi menjabat sebagai Kasubagbin Kejari Bintan.

“Yang bersangkutan sudah ditarik ke Kejati Kepri sejak November 2025 untuk menjalani pemeriksaan,” ujarnya, dikutip Batampos, Rabu (10/12).

Kasi Penkum Kejati Kepri Yusnar Yusuf membenarkan bahwa HAS tengah menjalani proses pembinaan dan telah diperiksa terkait dugaan pelanggaran disiplin.

“Saat ini HAS ditempatkan di bidang pengawasan sambil menunggu hasil pemeriksaan atau penjatuhan hukuman disiplin berkekuatan hukum tetap,” katanya.

HAS diketahui telah dijatuhi hukuman disiplin berat berupa pembebasan dari jabatan menjadi jabatan pelaksana selama 12 bulan. Namun, yang bersangkutan mengajukan banding atas putusan tersebut.

Terkait dugaan keterlibatan dalam pembalakan liar di Sijunjung, Yusnar menyarankan agar informasi lebih lanjut ditanyakan kepada Kejati Sumatera Barat.

“Locus delicti berada di wilayah hukum Kejati Sumbar,” pungkasnya.

YD

AUMX II Resmi Dibuka, Wagub Kepri Nyanyang Soroti Pentingnya Kolaborasi Maritim ASEAN–AS

0

RASIO.CO, Batam – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menghadiri Pembukaan ASEAN–US Maritime Exercise (AUMX) II yang digelar di Premiere Hotel, Batam, Rabu (10/12).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Konsulat Amerika Serikat di Medan sebagai upaya memperkuat kolaborasi maritim antara negara-negara ASEAN dan Amerika Serikat.

Di sela-sela kegiatan, Wakil Gubernur menegaskan bahwa Provinsi Kepulauan Riau memiliki posisi strategis di kawasan Asia Tenggara. Kepri berbatasan langsung dengan sejumlah negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja, dengan luas wilayah mencapai 425.214,69 km², di mana 98 persen merupakan lautan.

“Letak geografis ini membawa peluang besar sekaligus tantangan yang kompleks. Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan banyak negara, kami menghadapi tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas kawasan,” ujar Wagub Nyanyang.

Ia kemudian merinci tiga tantangan utama yang dihadapi Kepri sebagai provinsi kepulauan terdepan di Indonesia:

  1. Menjaga kedaulatan dan keamanan maritim, termasuk mencegah praktik ilegal seperti illegal fishing.
  2. Keamanan jalur pelayaran, terutama memastikan navigasi yang aman dan lancar di Selat Malaka dan Selat Singapura yang menjadi jalur tersibuk di dunia.
  3. Mitigasi bencana dan menjaga lingkungan, termasuk antisipasi perubahan iklim serta perlindungan ekosistem laut.

Wagub menegaskan bahwa keberadaan latihan bersama AUMX II menjadi langkah penting untuk memperkuat kerja sama multilateral di bidang maritim.

“Inisiatif seperti AUMX II sangat kami hargai karena secara langsung meningkatkan keamanan kawasan, interoperabilitas, dan kesiapsiagaan bersama,” tambahnya.

Selain tantangan, Wagub juga menyoroti besarnya potensi ekonomi maritim Kepri. Menurutnya, wilayah yang hampir seluruhnya terdiri dari laut menyimpan peluang besar mulai dari investasi, pariwisata bahari, hingga sektor kelautan dan perikanan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kepri, khususnya Kota Batam, sebagai tuan rumah penyelenggaraan ASEAN–US Maritime Exercise ini,” ujarnya.

Wagub Nyanyang kemudian menyampaikan harapan agar kerja sama antara Indonesia—khususnya Provinsi Kepulauan Riau—dan Amerika Serikat terus berkembang dan saling menguatkan.

“Semoga ke depan hubungan ini semakin erat dan memberi manfaat bagi keamanan dan kemakmuran kawasan,” tutupnya.

AD

Batam Raih Penghargaan Nasional pada Penganugerahan SPPG Inspiradaya 2025

0

RASIO.CO, Batam – Kota Batam kembali mencatat prestasi di tingkat nasional melalui penghargaan dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) pada ajang Penganugerahan SPPG Inspiradaya Tahun 2025 di Jakarta, Selasa (9/12).

Kegiatan ini digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai berhasil mengembangkan ekosistem pemberdayaan masyarakat berbasis Program Makan Bergizi Gratis.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti komitmen Batam dalam memperkuat ekosistem pangan lokal sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan pemenuhan gizi masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan program yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memberdayakan pelaku usaha lokal. Batam berupaya memastikan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemasok pangan dapat berjalan berkelanjutan,” ujar Amsakar.

Penganugerahan SPPG Inspiradaya 2025 merupakan agenda puncak yang diselenggarakan Kemenko PM sebagai bentuk penghargaan bagi SPPG yang menunjukkan praktik baik dalam penguatan kemitraan dengan pemasok pangan lokal, peningkatan partisipasi masyarakat secara inklusif, serta pengembangan inovasi sosial dan ekologis.

Deputi III Bidang Koordinasi PM Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM, Abdul Haris, mengatakan bahwa penganugerahan ini merupakan wujud apresiasi sekaligus dorongan agar SPPG terus berkontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat.

“Kegiatan ini adalah bagian dari aspirasi bagaimana SPPG bisa memberikan kontribusi nyata bagi pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Abdul menjelaskan bahwa berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN) per 8 Desember, terdapat 17.084 SPPG yang telah beroperasi di seluruh Indonesia. Keberadaan SPPG tersebut dinilai mampu memberdayakan lebih dari 854 ribu tenaga kerja, dengan 45,9 juta penerima manfaat.

“Proses ini tidak hanya berfungsi sebagai apresiasi atau seleksi, tetapi juga ruang refleksi bagi SPPG untuk menata tata kelola, mengukur dampak, dan mengembangkan inovasi,” kata Abdul. Dari 110 SPPG yang diseleksi, terpilih 20 penerima penghargaan.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Ia menegaskan bahwa SPPG merupakan instrumen penting dalam memperkuat rantai pasok pangan nasional.

“Sebagai instrumen pemberdayaan, SPPG harus terus memperkuat ekosistem yang melibatkan pelaku ekonomi lokal, terutama komunitas dalam memenuhi kebutuhan produksinya,” ujarnya.

YD