Jumat, November 6, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 78

Jaringan “Rayap Besi” Terungkap, Polisi Amankan Pelaku Pencurian Kabel hingga Pagar Pelabuhan

0

RASIO.CO, Batam – Polresta Barelang melalui Satuan Reserse Kriminal menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus pencurian dengan pemberatan terhadap sarana dan prasarana fasilitas umum di Kota Batam.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas pencurian kabel listrik milik PLN di wilayah Batam. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Satreskrim langsung melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan para pelaku.

Kasus pertama terjadi pada Jumat, 3 April 2026 sekitar pukul 20.00 WIB di kawasan Batu Batam Mas. Pelaku berinisial RS (48) mencuri kabel arus listrik milik PLN dengan cara menggali tanah menggunakan cangkul dan pipa besi, kemudian menarik kabel menggunakan katrol, memotong, serta mengupasnya untuk diambil tembaganya. Hasil curian tersebut dijual ke penampungan besi tua dengan kerugian mencapai Rp16 juta.

Kasus berikutnya adalah pencurian travo milik PLN di Belakang Padang yang terjadi pada 1 April 2026 di Pulau Kasu. Pelaku berjumlah lima orang, yakni AH (30), PL (37), T (36), TA (33), serta dua penadah MYH (58) dan YAT (23). Mereka mencuri travo dengan cara mengangkat unit dari bawah tiang listrik, kemudian menjualnya ke penampungan besi tua seharga Rp14 juta. Total kerugian akibat aksi ini mencapai Rp35 juta.

Selain itu, polisi juga mengungkap kasus pencurian pagar pembatas pelabuhan di Pulau Mongkol, Kelurahan Pemping, Kecamatan Belakang Padang, yang terjadi pada 1 April 2026 sekitar pukul 02.00 WIB. Pelaku AH, PL, dan T menarik pipa besi pagar yang telah rapuh, kemudian mengangkutnya menggunakan speedboat untuk dijual. Dari aksi tersebut, pelaku hanya memperoleh Rp400 ribu, sementara kerugian korban mencapai Rp5 juta.

Dalam pengungkapan ini, polisi turut mengamankan berbagai barang bukti, di antaranya alat-alat yang digunakan pelaku, tembaga hasil curian, travo, pipa besi, serta speedboat yang digunakan dalam aksi kejahatan. Dari hasil pemeriksaan, para pelaku diketahui telah beberapa kali melakukan aksi serupa di sejumlah lokasi di Batam.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol M. Debby Tri Andrestian, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara Polda Kepri, Polresta Barelang, dan Polsek Belakang Padang.

Ia juga mengungkapkan bahwa para pelaku positif menggunakan narkoba, yang menjadi salah satu faktor pendorong terjadinya tindak kriminal tersebut.

“Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 477 ayat (1) huruf f dan g Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara, serta Pasal 591 huruf a dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun penjara,” ujarnya.

Pihak kepolisian menegaskan akan terus meningkatkan patroli dan penindakan terhadap kejahatan yang merugikan fasilitas umum. Masyarakat juga diimbau untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan guna menjaga keamanan lingkungan.

YD

Tanggap Cepat Bencana, Pemdes Tanjung Harapan Salurkan Bantuan Korban Puting Beliung

0

RASIO.CO, Lingga – Pemerintah Desa Tanjung Harapan bergerak cepat merespons bencana angin puting beliung yang melanda kawasan Pasir Kuning, RT 01 RW 02, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, pada Senin (6/4).

Kepala Desa Tanjung Harapan, Irwansyah, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk hadir membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana.

“Alhamdulillah, penyerahan bantuan sembako untuk yang tertimpa musibah sudah kami lakukan. Kami dari pemerintah desa berkomitmen untuk tidak tinggal diam terhadap warga kami yang sedang kesulitan,” ujar Irwansyah kepada media, Selasa (7/4).

Kades Tanjung Harapan menyerahkan bantuan kepada korban yang rumahnya di terjang angin puting beliung. (Foto: Istimewa).

Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, sedikitnya empat bangunan mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang tersebut.

“Setelah kami data dan cek di lapangan, ada empat bangunan yang kena angin puting beliung. Rinciannya adalah dua rumah warga, satu gedung Posyandu desa, dan satu lagi tempat usaha,” jelasnya.

Selain menyalurkan bantuan awal, pemerintah desa juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada instansi terkait di tingkat kabupaten, termasuk Pemerintah Kabupaten Lingga, Dinas Sosial (Dinsos), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Ini juga sudah kita laporkan pada Pemda Lingga, Dinsos, dan BPBD. Tanggap dari Pemda sangat baik, laporan sudah kita masukkan. Insya Allah besok atau lusa kami sudah dapat menerima bantuan tambahan dari Dinsos,” tambahnya.

Saat ini, pemerintah desa juga tengah mengajukan proposal ke BPBD untuk membantu perbaikan rumah warga yang rusak agar dapat segera ditempati kembali.

“Untuk dari BPBD, kita lagi mengajukan proposal terhadap kerusakan rumah yang tertimpa musibah,” ungkap Irwansyah.

Ia pun berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah terhadap warga terdampak, sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem.

“Besar harapan kami Pemda Lingga dapat memperhatikan warga kami yang tertimpa musibah. Sekaligus kami berharap pada warga agar tetap waspada terhadap cuaca yang kurang bersahabat,” pungkasnya.

Puspan

Kondisi Rusak Parah, Wagub Kepri Minta Waduk Sei Jago Direhabilitasi Total

0

RASIO.CO, Bintan – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, meminta agar Waduk Sei Jago segera direhabilitasi secara menyeluruh menyusul kondisi kerusakan yang dinilai cukup parah.

Permintaan tersebut disampaikan saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi waduk di Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Senin (6/4) lalu. Kegiatan itu turut didampingi Tim Percepatan Pembangunan Kepri serta jajaran Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepri.

Menurut Nyanyang, kondisi waduk saat ini sudah tidak mampu berfungsi optimal sebagai daerah tangkapan air, sehingga perlu langkah penanganan serius dari pemerintah.

“Selain itu rencananya tentu harus dilakukan rehab total jika melihat kondisi waduk Sei Jago yang saat ini dalam kondisi rusak berat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan sejumlah arahan teknis, di antaranya normalisasi aliran air dari hulu menuju intake serta pengusulan pembangunan tampungan air tambahan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

Tambahan tampungan air tersebut direncanakan berada di bawah waduk eksisting guna meningkatkan kapasitas penyimpanan air di kawasan tersebut.

Diketahui, Waduk Sei Jago merupakan salah satu sumber air yang dikelola oleh Perumda Tirta Kepri dan melayani sekitar 3.000 sambungan pelanggan di wilayah Tanjung Uban.

Namun saat ini, waduk tersebut tidak dapat berfungsi optimal akibat mengalami kekeringan, sehingga distribusi air kepada masyarakat terganggu.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PU Kepri, Dona Astriana, menjelaskan bahwa dalam kondisi normal waduk mampu mengalirkan air hingga 40 liter per detik.

“Akibat lama tidak turun hujan, saat ini kondisi waduk Sei Jago rusak berat dan terdapat kebocoran pada struktur bawah waduk. Disamping itu, lahan masyarakat yang bersempadan dengan waduk juga sudah beralih fungsi, yang awalnya merupakan hutan saat ini sebagian besar sudah berubah menjadi kebun masyarakat,” jelasnya.

Kondisi tersebut dinilai semakin memperparah fungsi waduk sebagai penampung air, sehingga diperlukan penanganan komprehensif agar dapat kembali berfungsi secara maksimal.

AD

DPRD Batam Terima Audiensi KPK, Perkuat Komitmen Pemberantasan Korupsi 2026

0

RASIO.CO, Batam – DPRD Kota Batam menerima audiensi dari Komisi Pemberantasan Korupsi dalam rangka sosialisasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di ruang serba guna DPRD Kota Batam ini dihadiri pimpinan dan anggota dewan, serta jajaran KPK yang dipimpin Direktur Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah I, Agung Yudha Wibowo.

Rombongan KPK disambut langsung oleh Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin, didampingi Wakil Ketua I Aweng Kurniawan dan Wakil Ketua III Muhammad Yunus Muda.

Dalam pertemuan tersebut, tim KPK memaparkan peran fungsi koordinasi dan supervisi dalam upaya pencegahan korupsi, sekaligus memperkenalkan program pemberantasan korupsi terintegrasi tahun 2026 yang akan diterapkan di seluruh instansi pemerintahan, baik pusat maupun daerah.

Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan sosialisasi yang diberikan oleh KPK.

“Pemberantasan korupsi merupakan komitmen bersama dan kami mengucapkan terima kasih serta sangat mengapresiasi atas sosialisasi yang disampaikan KPK hari ini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa DPRD Kota Batam berkomitmen mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi, terutama melalui fungsi pengawasan yang dimiliki lembaga legislatif.

“Kita perlu bersama-sama memaksimalkan peran dalam pemberantasan korupsi, baik di lingkungan kerja maupun dimulai dari diri sendiri,” tegasnya.

Audiensi ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara DPRD Kota Batam dan KPK dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, serta bebas dari praktik korupsi.

YD

Li Claudia Pastikan Bantuan Lansia di Batam Diperluas, Target Jangkau 60 Ribu Penerima

0

RASIO.CO, Batam – Di tengah hujan deras, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan lanjut usia (lansia) melalui program bantuan sosial yang terus diperluas.

Pernyataan tersebut disampaikan saat penyaluran bantuan sosial kepada lansia di Lapangan Kantor Camat Galang, Selasa (7/4), yang dirangkaikan dengan kegiatan silaturahmi pemerintah bersama kader posyandu dan kader kelurahan siaga. Meski diguyur hujan, kegiatan tetap berlangsung dengan antusias tinggi dari masyarakat. Li Claudia pun mengapresiasi semangat warga yang tetap hadir sejak pagi.

“Walaupun hujan deras, semangat bapak dan ibu luar biasa. Ini menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan dan keluarga,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Batam menyalurkan bantuan sosial kepada ribuan lansia. Tercatat sebanyak 4.000 lansia telah menerima bantuan, dengan nilai Rp400 ribu per bulan, meningkat dari sebelumnya Rp300 ribu.

Li Claudia menjelaskan bahwa jumlah penerima akan terus ditambah secara bertahap. Saat ini, jumlah lansia di Batam diperkirakan mencapai 60 ribu orang, sehingga pemerintah terus melakukan pembenahan data agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.

“Jika data sudah semakin rapi dan anggaran tersedia, kami akan menambah jumlah penerima hingga seluruh lansia di Batam dapat merasakan bantuan sosial setiap bulan,” jelasnya.

Ia menambahkan, perluasan bantuan ini didukung oleh capaian positif pembangunan daerah, seperti pertumbuhan ekonomi yang meningkat, realisasi investasi yang melampaui target, serta kenaikan APBD.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh berpuas diri. Upaya menekan angka kemiskinan dan pengangguran tetap menjadi prioritas utama.

“Kami ingin angka kemiskinan dan pengangguran terus turun secara signifikan. Karena itu, semua program akan terus kami tingkatkan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Li Claudia juga mengajak masyarakat untuk mendukung program pembangunan yang dijalankan bersama Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Salah satu fokus pembangunan di wilayah Galang adalah sektor pendidikan, melalui rencana pembangunan sekolah dari tingkat SD hingga SMA.

“Ini demi masa depan anak-anak kita. Kami membutuhkan dukungan seluruh masyarakat Batam agar pembangunan berjalan lancar dan manfaatnya bisa dirasakan bersama,” tutupnya.

YD

Buronan Narkoba The Doctor Sempat Kabur di Kuala Lumpur, Ditangkap di Penang

0

RASIO.CO, Jakarta – Buronan kasus narkotika internasional, Andre Fernando Tjhandra alias “The Doctor”, akhirnya berhasil ditangkap setelah sempat lolos dari upaya penangkapan di Kuala Lumpur.

Sekretaris NCB Interpol Hubinter Polri, Untung Widyatmoko, mengungkapkan bahwa operasi pelacakan terhadap tersangka telah dilakukan sejak awal Maret 2026.

“Subjek ini cukup licin dan sempat lolos dari upaya penangkapan di Kuala Lumpur, sebelum akhirnya berhasil kami sudutkan dan tangkap di Penang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (7/4).

Ia menjelaskan, setelah lolos dari kepungan petugas di Kuala Lumpur, Andre melarikan diri ke Penang. Pelariannya berakhir setelah tim gabungan berhasil melacak keberadaannya di sebuah apartemen.

“Penangkapan buronan atas nama Andre Fernando Tjhandra alias ‘The Doctor’ merupakan bukti nyata soliditas kerja sama operasional antara Set NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri dan Royal Malaysia Police,” tambahnya.

Sementara itu, Kasatgas NIC Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kevin Leleury, menyebut tersangka telah berada di Malaysia sejak 2024.

“Kalau dari hasil interogasi dari 2024, Andre alias Charlie alias The Doctor sudah berada di Malaysia,” ujarnya.

Dalam penangkapan tersebut, petugas hanya mengamankan barang bukti berupa tas dan beberapa telepon genggam.

Andre diketahui masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus narkotika yang melibatkan bandar besar Koh Erwin.

Dalam jaringan tersebut, Andre berperan sebagai pemasok sabu yang kemudian diedarkan di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat. Tercatat, Koh Erwin melakukan dua kali transaksi dengan Andre pada Januari 2026, masing-masing senilai Rp400 juta.

Selain itu, Andre juga disebut memiliki jaringan peredaran narkotika di wilayah Riau. Ia diduga menyelundupkan cartridge vape mengandung zat etomidate melalui jalur laut dari Malaysia, masuk melalui Dumai.

Kasus ini turut menyeret sejumlah oknum aparat, termasuk mantan Kapolres Bima Kota dan mantan Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota, yang kini tengah menjalani proses hukum.

***

Polemik Bazar Implasement Dabo Singkep, Camat Ambil Keputusan Final

0

RASIO.CO, Lingga – Polemik lokasi bazar di kawasan eks Implasement Dabo Singkep akhirnya memasuki tahap penentuan. Pemerintah Kecamatan Singkep memastikan akan mengambil keputusan final guna mengakhiri konflik yang berkepanjangan.

Camat Singkep, Agustiar, menegaskan bahwa rapat khusus akan digelar pada Selasa (7/4) pagi dengan menghadirkan seluruh pihak terkait.

“Pagi ini kami akan menggelar rapat khusus. Saya akan memanggil kedua belah pihak, baik pengelola wahana permainan maupun pelaku UMKM yang beroperasi di area Implasement. Hari ini kita akan ambil kesepakatan bersama, bukan lagi sekadar mediasi,” tegas Agustiar.

Ia menyebut, proses mediasi yang selama ini berlangsung dinilai tidak lagi efektif karena belum menghasilkan kesepakatan konkret. Oleh sebab itu, keputusan tegas perlu segera diambil.

Menurutnya, kondisi di lapangan kini mulai tidak kondusif akibat adanya pihak yang menolak penyatuan lokasi bazar. Hal ini berdampak langsung terhadap aktivitas perdagangan dan menurunnya omzet pedagang.

“Jadi ada pihak yang masih tidak mau bersatu, makanya hari ini harus kita sepakati bersama secara final. Tidak ada lagi ruang untuk penundaan,” ujarnya.

Permasalahan ini bermula dari kebijakan pemisahan lokasi bazar menjadi dua titik di kawasan eks Implasement Dabo Singkep. Kebijakan tersebut justru memicu penurunan jumlah pengunjung karena arus pembeli terbagi.

Sejumlah pedagang mengaku kondisi bazar menjadi lebih sepi dibandingkan saat seluruh aktivitas terpusat di satu lokasi.

Dengan adanya keputusan final dari pihak kecamatan, diharapkan aktivitas ekonomi kembali stabil dan hubungan antar pelaku usaha di kawasan tersebut dapat kembali harmonis.

Puspan

Lapas Dabo Singkep dan TNI Gelar Razia Gabungan di Hunian WBP

1

RASIO.CO, Lingga – Lapas Kelas III Dabo Singkep kembali memperkuat pengawasan internal dengan menggelar razia kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP), Senin (6/4) malam.

Kegiatan ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel Koramil 04 Dabo Singkep serta pengawasan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Riau guna memastikan pelaksanaan berjalan transparan dan akuntabel.

Kasubsi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib), Leo Candra, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara detail di seluruh kamar hunian WBP.

“Pelaksanaan razia difokuskan pada kamar hunian warga binaan pemasyarakatan dengan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap barang-barang yang berada di dalam kamar hunian,” ujar Leo.

Ia menegaskan, razia ini menjadi langkah preventif untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan sekaligus menekan peredaran barang terlarang di dalam lapas.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan, seperti korek api, pulpen, baterai, jarum, dan jepit kuku. Meski demikian, tidak ditemukan narkoba maupun telepon genggam.

“Namun untuk narkoba dan handphone nihil, ini menandakan bahwa upaya pencegahan selama ini berjalan efektif,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Lapas, Robby Muliadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Melalui kegiatan razia gabungan ini, kami ingin memastikan bahwa Lapas Dabo Singkep tetap berada dalam kondisi yang aman dan kondusif. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata sinergitas antara Lapas dengan Aparat Penegak Hukum dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan pemasyarakatan,” ungkapnya.

Robby menambahkan, razia tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program prioritas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

“Program tersebut bertujuan mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba, telepon genggam ilegal, serta berbagai barang terlarang lainnya demi mendukung proses pembinaan yang optimal,” tutup Robby.

Dengan adanya sinergi antara petugas lapas dan aparat TNI, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban di Lapas Dabo Singkep dapat terus terjaga secara konsisten.

Puspan

Akurasi Data Jadi Kunci, Li Claudia Dorong Integrasi Data Kependudukan Batam

0

RASIO.CO, Batam – Pemerintah Kota Batam mulai membenahi persoalan data kependudukan yang dinilai belum sepenuhnya sinkron antarinstansi. Upaya ini dilakukan guna memastikan setiap kebijakan publik berbasis data yang akurat.

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menginstruksikan pembentukan satuan tugas (satgas) khusus untuk merapikan sekaligus mengintegrasikan data kependudukan di Kota Batam.

Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta organisasi perangkat daerah (OPD) di Kantor BP Batam, Senin (6/4/2026).

Menurut Li Claudia, ketidaksinkronan data antar-OPD berpotensi menghambat efektivitas program pemerintah, terutama dalam upaya menekan angka kemiskinan dan pengangguran.

“Disdukcapil harus menjadi sumber data utama. Tidak boleh lagi ada OPD yang menggunakan data masing-masing. Semua harus terintegrasi dan sinkron agar kebijakan publik benar-benar berbasis data yang akurat,” tegasnya.

Ia menilai, integrasi data perlu didukung dengan sistem aplikasi terpadu yang mampu mengakomodasi berbagai informasi kependudukan, mulai dari data kematian, penduduk aktif, hingga perpindahan warga dalam satu sistem terpusat.

Sebagai langkah awal, pembenahan data akan difokuskan pada wilayah dengan jumlah penduduk tinggi, seperti Kecamatan Sagulung, Batam Kota, dan Bengkong.

Selain itu, camat dan lurah diminta turun langsung ke lapangan guna memastikan validitas data domisili masyarakat, termasuk penduduk nonpermanen. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan tingkat akurasi data yang saat ini masih berada di kisaran 85 persen.

Li Claudia menegaskan bahwa data kependudukan yang akurat akan menjadi fondasi penting dalam perumusan berbagai program strategis pemerintah daerah.

“Saya ingin pertumbuhan ekonomi dan realisasi investasi yang tinggi sejalan dengan penurunan angka kemiskinan dan pengangguran. Kuncinya satu, data harus rapi dan valid,” ujarnya.

Data yang telah terintegrasi nantinya akan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti penentuan kuota sekolah, distribusi seragam gratis bagi siswa, hingga verifikasi penerima bantuan iuran (PBI) dan peningkatan layanan administrasi kependudukan.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin, bersama sejumlah anggota DPRD sebagai bentuk pengawasan agar proses sinkronisasi data berjalan optimal.

YD

Rekrutmen Taruna Akpol 2026, Polri: Seleksi Bersih dan Transparan

0

RASIO.CO, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya dalam pelaksanaan rekrutmen Taruna-Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 dengan mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).

Penegasan tersebut disampaikan dalam press release penerimaan Taruna Akpol 2026 di Mabes Polri, Senin (6/4).

Asisten Kapolri Bidang SDM, Anwar, menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara konsisten berdasarkan prinsip BETAH yang telah diatur dalam regulasi rekrutmen Polri.

“Seleksi penerimaan Taruna-Taruni Akpol 2026 menggunakan prinsip BETAH. Artinya proses dilakukan secara objektif, jujur, terbuka, serta dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, transparansi menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen Polri.

“Setiap tahapan seleksi terbuka dan diawasi baik secara internal maupun eksternal. Kami ingin memastikan seluruh proses dapat dilihat, diawasi, dan dipercaya masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Anwar menegaskan bahwa rekrutmen Taruna Akpol tahun ini hanya menggunakan satu jalur, tanpa adanya jalur khusus maupun kuota tambahan.

“Penerimaan Taruna-Taruni Akpol 2026 hanya melalui jalur reguler. Tidak ada jalur khusus atau titipan. Peserta dengan nilai terbaik sesuai hasil seleksi yang akan lulus,” tegasnya.

Berdasarkan data sementara, animo masyarakat terhadap rekrutmen Akpol 2026 terbilang tinggi. Tercatat sebanyak 7.988 orang telah mendaftar, dengan 5.432 peserta sudah terverifikasi dan 2.556 lainnya masih dalam proses verifikasi.

Menurut Anwar, proses rekrutmen ini merupakan investasi strategis Polri dalam menyiapkan calon pemimpin masa depan.

“Taruna Akpol dipersiapkan menjadi calon pimpinan Polri yang adaptif, komunikatif, inovatif, serta mampu menjawab tantangan tugas ke depan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menambahkan bahwa penguatan pengawasan publik menjadi bagian penting dalam menjaga integritas seleksi.

“Kanal pengaduan melalui hotline dan QR Code terus kami sosialisasikan agar masyarakat dapat berperan aktif dalam pengawasan,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut menjaga proses rekrutmen tetap bersih dan transparan.

“Partisipasi masyarakat sangat penting untuk memastikan proses rekrutmen berjalan sesuai prinsip BETAH,” tambahnya.

Polri berharap seluruh rangkaian seleksi Taruna-Taruni Akpol 2026 dapat berjalan lancar, transparan, serta mampu menghasilkan calon perwira terbaik sebagai investasi sumber daya manusia jangka panjang bagi institusi.

AD