RASIO.CO, Batam – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Batam yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan menggelar rapat bersama Tim Pemerintah Kota Batam, Rabu (10/12).
Rapat yang berlangsung di ruang rapat DPRD Kota Batam tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pansus, Muhammad Fadhli, SE dan dihadiri sejumlah anggota Pansus, perangkat daerah terkait, serta Bagian Hukum Setda Kota Batam. Agenda rapat difokuskan pada proses finalisasi hasil pembahasan sekaligus penyusunan laporan kerja Pansus.
Muhammad Fadhli menjelaskan bahwa rapat tersebut menjadi tahap akhir sebelum Ranperda disampaikan dalam rapat paripurna. Ia berharap proses pembentukan regulasi tersebut dapat segera mencapai tahap pengesahan.
“Rapat hari ini untuk memfinalisasi hasil pembahasan dan penyusunan laporan kerja Pansus. Kita harapkan dalam waktu dekat dapat dilaporkan dalam rapat paripurna untuk disahkan,” ujarnya.
Dengan selesainya tahap finalisasi, Pansus menargetkan Ranperda Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan dapat segera menjadi landasan hukum untuk meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Kota Batam.
RASIO.CO, Batam – Penderita diabetes perlu memperhatikan sejumlah pantangan guna mencegah kondisi semakin memburuk. Pantangan ini tidak hanya terkait makanan dan minuman manis, tetapi juga kebiasaan sehari-hari yang berpotensi meningkatkan kadar gula darah.
Dikutip dari Alodokter, diabetes adalah penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Penyakit ini terbagi menjadi dua jenis, yakni diabetes tipe 1 yang disebabkan pankreas tidak mampu memproduksi insulin, serta diabetes tipe 2 yang terjadi akibat tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara optimal.
Penderita diabetes lebih rentan mengalami komplikasi seperti penyakit ginjal, jantung, hingga gangguan penglihatan. Karena itu, penting untuk mengenali dan menghindari berbagai pantangan berikut:
1. Mengonsumsi minuman tinggi gula Soda, teh manis, minuman kemasan, dan jus kemasan mengandung gula tinggi yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Penderita diabetes disarankan memilih air putih atau teh tanpa gula.
2. Terlalu sering makan makanan manis Cokelat, kue manis, martabak, atau makanan tinggi gula lain dapat meningkatkan kadar gula darah secara cepat sehingga memperburuk kondisi penderita.
3. Konsumsi makanan berlemak jenuh Lemak jenuh dari daging merah, mentega, keju, es krim, serta makanan yang digoreng dapat meningkatkan kolesterol dan memicu resistensi insulin.
4. Stres berlebihan Stres memicu pelepasan hormon kortisol dan glukagon yang dapat meningkatkan gula darah. Penderita dianjurkan melakukan relaksasi, meditasi, olahraga, atau konseling.
5. Jarang berolahraga Aktivitas fisik membantu tubuh memanfaatkan glukosa sebagai energi. Penderita diabetes disarankan berolahraga minimal 30 menit, lima kali per minggu.
6. Kebiasaan merokok Nikotin dapat menghambat penyerapan glukosa ke dalam sel dan meningkatkan risiko komplikasi diabetes.
7. Mengonsumsi alkohol berlebihan Alkohol dapat merusak fungsi hati dan membuat tubuh sulit mengontrol kadar gula darah.
8. Tidak teratur minum obat Mengabaikan jadwal konsumsi obat dapat membuat gula darah tidak terkontrol dan mengurangi efektivitas pengobatan.
Selain menghindari pantangan tersebut, penderita diabetes perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan mengikuti pengobatan sesuai anjuran dokter untuk mencegah komplikasi dan menjaga gula darah tetap stabil.
RASIO.CO, Jakarta – Bareskrim Polri kini mencari pihak-pihak yang merusak lingkungan hingga menyebabkan banjir di Sumatera. Pihak tersebut diduga pelaku penyebab munculnya temuan gelondongan kayu di Garoga, Tapanuli Utara, dan Anggoli, Tapanuli Tengah.
Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni memastikan pihaknya terus mendalami temuan gelondongan kayu di Garoga dan Anggoli. Ia menyebutkan telah melakukan penelusuran asal muasal kayu tersebut.
“Kami telusuri dari TKP kami kerja berdasarkan alat bukti, ini harus kita uji dengan lab terkait identifikasi jenis kayu, kemudian kita temukan di TKP baru kita cari dari mana sumber kayu itu, apakah dari kawasan hutan atau di luar kawasan hutan,” kata Irhamni dikutip detiknews, Rabu (10/12).
Berdasarkan penelusuran itu, ia menyebutkan telah memiliki alat bukti terkait perusakan hutan di wilayah Garoga dan Anggoli. Menurut dia, temuan gelondongan kayu di Garoga dan Anggoli identik dengan kayu-kayu yang ditemukan di lokasi pembukaan lahan.
“Kami telah temukan beberapa bukaan, jenis-jenis kayu itu identik dengan yang ada di Garoga dan Anggoli,” ucapnya.
Dari situlah Irhamni memastikan akan mencari siapa yang bertanggung jawab atas temuan kayu gelondongan tersebut.
“Tadi akan kita cari siapa yang lakukan, siapa yang suruh lakukan, atau bersama-sama dengan siapa peristiwa itu dilakukan,” imbuhnya.
Selain itu, ia akan mencari pemilik alat-alat berat yang berada di TKP pembukaan lahan.
“Itu ditemukan 2 ekskavator dan 1 buldoser. Ini kita buktikan siapa, yang dapat keuntungan siapa, per orangan atau korporasi, yang jelas di Garoga telah kami naikkan proses penyidikan,” tutur dia.
RASIO.CO, Batam – Beacukai Batam mencatat sepanjang akhir tahun 2025 telah menyita barang bawaan penumpang berupa beg travel berisi pakaian bekas asal negara jiran di pelabuhan Fery internasional maupun domestik di Batam. Rabu(10/12).
Menurut cattatan bea cukai Batam mencatat 145 penindakan terhadap pemasukan pakaian bekas ilegal melalui barang bawaan penumpang dengan total barang mencapai 682 koli sepanjang periode Januari hingga 8 Desember 2025.
Lokus penindakan terbanyak tercatat di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre, dengan 78 Surat Bukti Penindakan (SBP) dan total 358 koli pakaian bekas.
Penindakan juga dilakukan di sejumlah terminal penumpang lainnya, yakni Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay sebanyak 31 SBP (145 koli), Pelabuhan Ferry Internasional Sekupang sebanyak 30 SBP (159 koli), Pelabuhan Ferry Domestik Sekupang sebanyak 4 SBP (11 koli).
Pelabuhan Ferry Domestik Telaga Punggur sebanyak 1 SBP (7 koli), serta Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam sebanyak 1 SBP (2 koli).
Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah, menjelaskan bahwa rata-rata penindakan ballpress mencapai 12 kasus dan sebanyak 56 koli setiap bulannya.
Selain dibawa langsung oleh penumpang, modus yang kerap ditemukan adalah penitipan bagasi berisi pakaian bekas kepada penumpang lain yang tidak membawa bagasi, dengan imbalan tertentu.
Modus ini umumnya menggunakan koper bekas dengan ukuran dan ciri fisik yang seragam.
“Komitmen Bea Cukai dalam menindak tegas pemasukan pakaian bekas ilegal sejalan dengan arahan Menteri Keuangan RI, Bapak Purbaya Yudhi Sadewa. Impor pakaian bekas tidak hanya berisiko terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga berdampak langsung pada keberlangsungan industri tekstil dan UMKM dalam negeri,” jelas Zaky.
Pada Selasa (9/12), dalam Konferensi Pers Sinergi Pengawasan Pakaian Bekas Ilegal bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Kepulauan Riau, Bea Cukai Batam menghadirkan barang bukti hasil penindakan periode November hingga 8 Desember 2025, sebanyak 33 SBP dengan total 178 koli pakaian bekas.
Barang bukti tersebut terdiri atas 17 SBP (103 koli) dari Pelabuhan Batam Centre, 12 SBP (61 koli) dari Pelabuhan Sekupang, serta 4 SBP (14 koli) dari Pelabuhan Harbour Bay.
Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40 Tahun 2022 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor, pakaian bekas termasuk ke dalam kategori Barang Dilarang Impor.
Oleh karena itu, terhadap barang tersebut dilakukan penindakan sebagaimana diatur dalam Pasal 18 ayat (1) huruf b PMK Nomor 34 Tahun 2025 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Barang yang Dibawa oleh Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut.
Selanjutnya, barang hasil penindakan akan ditetapkan sebagai Barang Dikuasai Negara (BDN) dan Barang Milik Negara (BMN) untuk kemudian dilakukan pemusnahan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membeli, menggunakan, maupun memperdagangkan pakaian bekas ilegal dan senantiasa mematuhi aturan yang berlaku.”
Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pengawasan dan penegakan hukum di bidang kepabeanan,” tutup Zaky.
Bea Cukai Batam akan terus memperkuat pengawasan dan sinergi lintas instansi sebagai bagian dari upaya menjaga integritas Kawasan Perdagangan Bebas Batam serta melindungi masyarakat dan perekonomian nasional dari praktik perdagangan ilegal.
RASIO.CO, Jakarta – Sidang perdana kasus dugaan penghasutan terkait aksi kericuhan yang terjadi pada Agustus lalu dengan terdakwa Direktur Eksekutif Lokataru, Delpedro Marhae, dijadwalkan segera digelar. Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat memastikan sidang dakwaan untuk Delpedro dan tiga terdakwa lainnya akan berlangsung pekan depan.
“Untuk sidang perdana direncanakan tanggal 16 Desember 2025,” kata juru bicara PN Jakarta Pusat, Sunoto, dikutip detiknews, Rabu (10/12).
Tiga terdakwa lain dalam perkara tersebut ialah admin @gejayanmemanggil Syahdan Husein, staf Lokataru Foundation Muzaffar Salim, serta mahasiswa Universitas Riau Khariq Anhar. Perkara ini akan diadili oleh majelis hakim yang dipimpin Harika Nova Yeri, dengan anggota Sunoto dan Rosana Kesuma Hidayah.
“Keempatnya teregistrasi dalam satu berkas yaitu Perkara Nomor 742/Pid.Sus/2025/PN.Jkt.Pst,” ujar Sunoto.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menetapkan empat orang tersebut sebagai tersangka dalam kasus dugaan penghasutan aksi demonstrasi yang berujung ricuh pada Agustus 2025. Seluruh tersangka telah ditahan.
Mereka adalah Direktur Eksekutif Lokataru Delpedro Marhaen, aktivis Khariq Anwar, Muzaffar Salim, dan Syahdan Husein. Keempatnya sempat mengajukan permohonan praperadilan untuk meminta hakim menyatakan penetapan tersangka oleh Polda Metro Jaya tidak sah.
Namun hakim menolak permohonan tersebut. Pengadilan menyatakan penetapan tersangka oleh penyidik sah dan sesuai prosedur. Dengan demikian, penyidikan berlanjut hingga perkara Delpedro dkk resmi masuk tahap persidangan.
RASIO.CO, Jakarta – Polisi memastikan bahwa Gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, merupakan tempat servis sekaligus kantor, bukan lokasi produksi drone.
“Benar perusahaan drone, tapi mereka tidak produksi. Mereka perbaikan dan kantor. Bisa servis drone, servisnya memang di sana,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra, dikutip CNNIndonesia, Rabu (10/12).
Roby juga membenarkan bahwa Terra Drone merupakan perusahaan asal Jepang, namun ia memastikan bahwa pemimpin perusahaan Terra Drone di Jakarta Pusat adalah warga negara Indonesia.
“Perusahaannya perusahaan Jepang. Kalau pemimpin perusahaan yang di situ bukan orang Jepang,” jelasnya.
Roby menyebut pihaknya telah mengantongi identitas pimpinan perusahaan dan akan segera dimintai keterangan terkait insiden kebakaran.
Kebakaran melanda gedung tersebut pada Selasa (9/12) siang. Peristiwa itu diduga bermula dari baterai drone yang terbakar di lantai 1 gedung.
“Kalau dari keterangan tadi, sementara karena baterai ya, baterai dari drone yang terbakar. Namun sebabnya terbakar, saat ini tim labfor masih bekerja,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro.
Kebakaran ini mengakibatkan 22 orang meninggal dunia. Hingga Selasa (9/12) malam, RS Polri Kramat Jati telah mengidentifikasi tiga dari 22 jenazah korban.
RASIO.CO, Jakarta – Sebanyak 17 jenazah korban banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, akan dimakamkan secara massal bersama tujuh jenazah lainnya di TPU Bungus, Kota Padang, pada Rabu (10/12) siang.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Agam, Villa Erdi, mengatakan bahwa 17 jenazah tersebut tidak memiliki klaim dari pihak keluarga dan hasil tes DNA juga tidak cocok dengan warga yang merasa kehilangan anggota keluarga.
“Tidak ada yang mengklaim dan DNA yang diambil tidak cocok dengan jenazah, sehingga jasad dimakamkan. Ke-17 jenazah ini berada di Rumah Sakit Bhayangkara Padang,” ujarnya mengutip Antara.
Seluruh jenazah akan disalatkan terlebih dahulu di Masjid Raya Ahmad Khatib Al Minangkabawi setelah Zuhur, sebelum kemudian dibawa ke TPU Bungus untuk dimakamkan secara massal.
Villa Erdi merinci bahwa dari 17 jenazah tersebut, sembilan berjenis kelamin laki-laki, lima perempuan, dan tiga lainnya berupa bagian tubuh.
Sebelumnya, Dinas Sosial Agam juga telah memakamkan 10 jenazah korban banjir bandang di TPU Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung. Dari jumlah tersebut, dua jenazah tidak memiliki keluarga, sedangkan delapan lainnya dimakamkan berdasarkan permintaan keluarga.
“Pihak keluarga meminta korban dimakamkan di TPU Sungai Jariang,” katanya.
Bencana banjir bandang, tanah longsor, dan banjir yang melanda Agam menyebabkan dampak besar dengan 188 korban meninggal dunia dan 72 orang masih hilang. Sebanyak 13 orang masih dirawat, 4.117 orang mengungsi, dan 988 warga terdampak atau terisolir.
Kerusakan yang ditimbulkan meliputi 493 rumah rusak ringan, 359 rusak sedang, 600 rusak berat, 11 tempat ibadah rusak, 67 jembatan rusak, serta 49 titik jalan rusak.
Selain itu, 99 fasilitas pendidikan, 125 irigasi, dan 18 bendungan turut mengalami kerusakan. Bencana juga mengakibatkan 6.025 ternak mati, serta 1.813,70 hektare lahan pertanian rusak.
RASIO.CO, Batam – Penyidik Satuan Reskrim Polresta Barelang terus mendalami kasus penindakan bongkar muat di kawasan Sagulung yang mengamankan barang bekas serta sejumlah kendaraan, termasuk tiga truk pelangsir milik PT PLS Ekspress — perusahaan yang disebut-sebut milik Asiong. Polisi belum mengambil langkah penetapan tersangka; penyelidikan masih berlangsung intensif.
Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin, mengatakan pengungkapan kasus ini tidak dilakukan tergesa-gesa.
Timnya menangkap langsung aktivitas bongkar muat di sebuah gudang di Sagulung dan mengamankan lima kendaraan roda empat, dua kontainer yang diduga tengah memindahkan barang impor bekas, serta tiga truk pengangkut. Selain itu, 25 orang yang berada di lokasi juga diperiksa sebagai saksi dan terduga keterlibatan dalam aktivitas tersebut.
Pemeriksaan saksi menjadi bagian penting untuk menelusuri kepemilikan barang, asal muatan, serta keabsahan dokumen pengirimannya. Meski proses hukum telah berjalan hampir satu bulan, penyidik belum menarik kesimpulan akhir.
Semua prosedur pemeriksaan dan verifikasi dokumen dilakukan agar penyelidikan dapat menentukan apakah perkara ini merupakan pelanggaran administratif atau mengarah pada tindak penyelundupan yang lebih serius.
“Penyelidikan masih terus berlanjut,” ujar Zaenal dikutip Batamnews, Rabu (10/12) pagi.
Pantauan di Mapolresta Barelang memperlihatkan dua kontainer dan tiga truk masih terparkir di halaman depan sebagai barang bukti. Kondisi ini menunjukkan kasus tersebut belum dilimpahkan ke Bea dan Cukai Batam untuk tahap selanjutnya.
Zaenal menyampaikan bahwa fokus utama penyidik saat ini tertuju pada status dua kontainer sebagai bukti. Pemeriksaan dokumen terus dikebut termasuk penelusuran jalur masuk barang ke wilayah Batam dan dugaan kelalaian pengawasan. “Puluhan saksi sudah kita periksa termasuk beberapa instansi,” tambahnya.
Dalam penanganan perkara ini, Zaenal menegaskan penyidik berhati-hati agar tidak terjadi kekeliruan dalam penegakan hukum. Di tengah sorotan publik atas maraknya isu masuknya barang bekas impor melalui jalur tidak resmi, kasus di Sagulung menjadi perhatian serius pihak kepolisian dan masyarakat.
RASIO.CO, Karimun – Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, memimpin Rapat Evaluasi Prestasi dan Pemantauan Pembangunan Daerah yang berlangsung di Ruang Rapat Cempaka Putih, Senin (08/12).
Rapat ini digelar sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Karimun untuk memastikan capaian kinerja daerah berjalan sesuai target. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mengevaluasi progres pembangunan pada berbagai sektor yang tengah dijalankan.
Dalam arahannya, Bupati Iskandarsyah menekankan pentingnya koordinasi lintas perangkat daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mempercepat realisasi program-program strategis daerah.
Ia menegaskan bahwa sinergi antarorganisasi perangkat daerah menjadi kunci agar seluruh agenda pembangunan dapat terlaksana secara optimal, tepat waktu, dan membawa dampak nyata bagi masyarakat Karimun.
RASIO.CO, Batam – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, menegaskan bahwa pengembangan Kawasan Dendang Melayu harus dirancang sebagai wajah baru pariwisata Barelang.
Hal itu disampaikannya saat menerima paparan rencana investasi dari PT Vendoor Mebelia Indonesia yang berminat mengembangkan kawasan budaya dan wisata di Jembatan I Barelang, Selasa (9/12).
Dalam pertemuan tersebut, Firmansyah mendengar langsung berbagai gagasan pengembangan dari manajemen PT Vendoor Mebelia Indonesia. Konsep yang ditawarkan meliputi penataan ruang budaya, pusat kuliner, area rekreasi, hingga penguatan ruang UMKM, dengan tetap menjadikan identitas Melayu sebagai daya tarik utama kawasan.
Sekda Batam mengapresiasi rencana tersebut, namun menegaskan bahwa setiap pengembangan harus mengacu pada perencanaan yang matang dan dapat dilihat secara menyeluruh sebelum memasuki tahap pembangunan fisik.
“Sebelum pengembangan dilakukan, kami minta disiapkan masterplan yang jelas. Model kawasan harus tergambar lengkap dengan kondisi sebelum dan sesudah pembangunan. Dengan begitu, arah transformasi bisa terlihat konkret dan sesuai ketentuan tata ruang,” tegas Firmansyah.
Ia juga meminta agar rencana pengembangan memasukkan fasilitas mini pelabuhan sebagai penunjang aksesibilitas wisatawan dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
“Mini pelabuhan ini penting sebagai pintu masuk alternatif. Barelang memiliki karakter perairan yang kuat, sehingga akses laut perlu diperhitungkan sejak awal,” ujarnya.
Firmansyah menambahkan bahwa Pemko Batam terbuka terhadap investasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Namun, setiap langkah pengembangan harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta daya saing pariwisata Batam secara regional maupun internasional. Pemerintah, kata dia, siap memberikan dukungan teknis dan pendampingan sesuai prosedur agar kerja sama berjalan transparan dan berkualitas.
Sementara itu, pihak PT Vendoor Mebelia Indonesia menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti arahan tersebut. Langkah yang akan dilakukan meliputi penyusunan masterplan, penyelarasan skema kerja sama, revitalisasi area pantai, pembangunan fasilitas publik, integrasi ruang seni budaya, serta penerapan konsep pengelolaan berbasis smart tourism.
Pertemuan tersebut berlangsung konstruktif dan menjadi langkah awal menuju kajian lanjutan. Firmansyah berharap rencana ini dapat memberikan nilai tambah bagi kawasan Barelang, meningkatkan daya tarik wisata, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Barelang adalah wajah Batam. Kami ingin pengembangan Dendang Melayu memberi kebanggaan dan manfaat sebesar-besarnya. Transformasinya harus terlihat, terukur, dan membawa dampak nyata,” tutupnya.