RASIO.CO, Padang – Bandara Internasional Minangkabau harus ditutup sementara, Senin (21/8) akibat cuaca buruk yang menyebabkan jarak pandang terbatas.
Akibat cuaca buruk ini, beberapa pesawat harus gagal terbang dan berputar sampai dengan cuaca baik sehingga tak ada kecelakaan penerbangan terjadi.
Dilansir dari Airmagz.com, Humas Bandara Internasional Minangkabau Fendrik Sondra mengatakan beberapa pesawat masih berputar dan dialihkan juga ke bandara terdekat .
“Terpantau, ada sekitar empat pesawat yang tengah melakukan holding selama lebih dari 30 menit. Dua pesawat Garuda Indonesia (GA 148 dan GA6315) dan satu pesawat Batik Air (BTK6818) serta satu pesawat Sriwijaya Air (SJY020),” ujar Sondra
Sondra menambahkan jika cuaca masih belum membaik hingga malam hari maka penerbangan daerah asal sementara tidak diberangkatkan.
“Jarak pandang normal untuk penerbangan yaitu kisaran 800 namun akibat cuaca buruk jarak pandang tidak memungkinkan untuk penerbangan. Kira akan terus melajukan pemantauan,” pungkasnya

Kata Dia, banyak sekali sampah yang naik penyebab banjir yang terjadi pada Kamis(17/7) Sampai saat ini belum ada pihak kebersihan yang melakukan pembersihan sekitarnya.
Ada pun harga yang ditawarkan bervariasi, tergantung menu yang dipesan. Untuk minuman mulai Rp 5.000 hingga Rp 10.000 dan Rp 30.000 khusus untuk kopi Luak.
“Obat kuat didatangkan dari Jakarta dan diedarkan ditoko obat yang ada di Batam, namun tidak memiliki izin edar,” Kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes S Erlangga diruangannya.