Jumat, Mei 29, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 1581

Panglima TNI Perintahkan Menyegel dan Menghentikan operasional PT Sacofa

0

RASIO.CO- Panglima TNI GatorNurmanyo mengecek secara langsung server dan kabel fiber optik bawah laut milik perusahaan telekomunikasi PT. Sacofa asal Malaysia yang melanggar kedaulatan NKRI di Desa Tarempa Barat, Kecamatan. Siantan Kabupaten. Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau.

Kedatangan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono, Asops Panglima TNI Mayjen TNI L. Pusung, dan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Cucu Soemantri, Danrem 033/WP Bigjend TNI Facri, Danlantamal IV Laksma TNI S. Irawan.

Terkait pelanggaran yang dilakukan perusahaan telekomunikasi tersebut, Panglima TNI langsung memerintahkan Komandan Lanal Tarempa Letkol Laut (P) Johan Wahyudi . untuk menyegel dan menghentikan operasional PT Sacofa, karena belum memiliki ijin dari pemerintah RI sehingga melanggar hukum dan aturan internasional terkait keamanan suatu negara.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, bahwa penghentian operasional perusahaan telekomunikasi tersebut sudah sesuai dengan Undang-Undang Internasional Nomor 1 Tahun 1983, termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982 yang diratifikasi menjadi Undang-Undang Nomor 17 tahun 1985.

“Dalam Undang-Undang Nomor 17 tahun 1985 tertuang bahwa negara kepulauan memberikan kesempatan untuk memasang kabel bawah laut dan perusahaan yang menggelar kabel bawah laut harus mengurus perizinan dari negara bersangkutan,” jelas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. melalui rilis diterima Rasio.co.Kamis(06/04/2017).

Panglima TNI menjelaskan bahwa, kabel fiber optik milik PT. Sacofa yang melintang di bawah laut RI dapat membahayakan sistem keamanan dan kedaulatan negara. “Kabel fiber optik dan server dapat langsung terhubung ke satelit bilaada tambahan perangkat lain sehingga bisa menyensor seluruh getaran, baik yang ada dipermukaan maupun kapal selam,”ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, operasional PT Sacofa sebenarnya telah berakhir pada 26 November 2016 dan sudah diputuskan untuk penghentian ‎operasionalnya, namun pada tanggal 23 Maret 2017 beroperasi kembali. “Dari Kemenkopolhukam sudah menyampaikan bahwa perusahaan ini tidak boleh beroperasi lagi karena masalah ini menyangkut kedaulatan Negara, dan kedaulatan negara adalah urusan TNI,” katanya.

Menurut Panglima TNI, Pulau Anambas dan Natuna merupakan pulau yang lokasinya sangat strategis karena berbatasan langsung dengan negara Singapura dan Malaysia. “Tentara Nasional Indonesia wajib melindungi agar kedaulatan NKRI tetap terjaga,” pungkasnya.

APRI @www.rasio.co | Ikawati Ratna Dewi

Rekontruksi Pungli BUMD Tanjungpinang Jadi Tontonan Warga

0

RASIO.CO, Tanjungpinang – jajaran kepolisian Tipikor Krimsus Polda Kepri gelar rekontruksi dugaan pungli yang dilakukan tersangka Slamet menjadi tontonan warga pasar Bintan di Bintancentre Timur.Kamis(06/04/2017).

Rekontruksi mulai digelar sekitar pukul 10.00 Wib mendapat pengawalan jajaran puluhan anggot polres dan wacananya lebih kurang 32 agenda dimana akan berakhir di kantor BUMD Tanjung[inang pelantar mutiara III no 4 Potong lembu dengan adegan penyerehan uang terhadap Slamet kepada direktur Acep.

“Tersangka merupakan orang terkenal disini bang dan kami sangat heran serta kaget melihat bos slamet ditangkap,” Kata Itok salah seorang pedagang di TKP.

Kata dia, seluruhnya pedagang dipasar tradisional disini sangat menyeganinya dan kami tahunya dia(red-slamet) baik bahkan kabarnya kami ketahui anak belia sedang menuntut ilmu diluar negeri.

“Anaknya sekolah diluar negeri tu mas,”ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit Tipikor Krimsus Polda Kepri AKBP Arif Budiman menggatakan adekgan rekontruksi secara menyeluruh lebih kurang adan 39 yang akan diperagakan tersangka, namun yang paling intinya ada 9.

“intiny ada sembilan dan nantinya akan berakhir di kantor BUMD Tanjungpinang,”ujarnya.

Sedangkan dilokasi, terlihat puluhan Polisi nampak berada di Pasar Bintan Center untuk mengamankan proses jalanya penangkapan terhadap Slamet. Sejumlah adegan diperagakan mulai dari proses pesan sewaan penempatan kios hingga transaksi uang

Hingga kini proses jalanya rekontruksi Pungli masih berlanjut.‎ Setelah dari Pasar Bintan Center, Slamet dan sejumlah saksi digiring ke kantor BUMD yang berlokasi di Batu 2.

APRI @www.rasio.co |

Empat Terdakwa Jaringan Narkoba Lintas Provinsi Terancam Hukuman Mati

0

RASIO.CO, Batam – Empat terdakwa jejaring Narkotika lintas provinsi tangkapan Bareskrim Polri yakni Agus Salim alias Cek Goh, Marizzaman alias Noval Badllisyah alias Jhon alias Baret Bin Badllisyah, Angga Wynanda alias Ayi dan Fadlul Haq Alias Deo Bin Nahar jalani terancam hukuman mati karena diduga memiliki sabu 6800 gram.

Sidang perdana di Pengadilann Negeri (PN) Batam, dengan agenda mendengarkan amar dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zia Ulfattah Idris, Rabu (5/4-2017).

Dalam amar dakwaan yang dibacakan JPU, mengatakan, bahwa ke empat terdakwa dalam perkaranya diajukan dalam Penuntutan terpisah. Dimana mereka (Terdakwa-red) ditangkap didaerah yang berbeda-beda. Agus Salim dan Marizzaman ditangkap didepan Hotel Serela Jalan Gatot Subroto Nomor 395 Petisah Kota Medan, Angga Wynanda ditangkap di Perumahan Taman Harapan Indah Rt. 02/010 Blok C Nomor 1 Kelurahan Bengkong,dan Fadlul Haq ditangkap di Samping UNNIBA Batam Center Kota Batam.

“Pada tanggal 29 Oktober 2016, Fadlul Haq telah mendapat perintah dari seseorang yang dipanggil Jhony, untuk pergi ke laut dengan menggunakan speedboat mengambil Narkoba. Kemudian setelah mendapatkan Narkoba yang dikemas dalam sebuah Tas punggung berwarna orange yang berisi 7 bungkus plastik yang masing-masing berisi kristal warna putih dengan berat keseluurhan sejumlah 6.800 gram. Setelah itu terdakwa (Fadlul Haq-red) menyerahkan ke Angga Wynanda alias Ayi di Samping UNNIBA Batam Center Kota Batam,”baca JPU Zia.

Lanjut Zia membaca, Setelah Narkoba diserahkan terdakwa Fadlul kepada terdakwa Angga, mereka pun sama-sama balik kerumahnya masing-masing. Tapi yang pertama ditangkap oleh Direktur Narkotika Bareskrim Polri adalah Fadlul kemudian Angga.

“Pengembangan pun dilakukan oleh Dit Narkotika Bareskrim Polri dan menangkap terdakwa Agus Salim dan Marizzaman di Medan,”katanya.

Usai Dakwaan ke empat terdakwa dibacakan Jaksa, terdakwa Marizzaman yang didampingi PH nya Nasrullah Abdul Rahman dan Riska Yuspa, serta ketiga terdakwa yang didampingi PH nya Eliswita menyatakan dalam persidangan, tidak akan mengajukan eksepsi.

“Kami hanya menyampaikan didalam pembelaan (Pledoi) saja nanti yang mulia,”ujar PH terdakwa.
Akibat perbuatanya, ke empat terdakwa didakwa dan diancam dalam pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Karena saksi belum ada, kata Majelis Hakim DR Agus Rusianto,.S.H,.M.H didampingi Hakim anggota Redite dan Chandra, maka sidang ditutup dan dilanjutkan pada tanggal 26 april 2017.

APRI @www.rasio.co |

Danlantamal IV: Akan Panggil Pemilik Pabrik Rokok Berinisial “H”

0

RASIO.CO – Danlantamal IV Laksamana S Irawan akan memanggil pemilik pabrik rokok non cukai asal Batam berinisial “H” , yang mana berdasarkan pengakuan emapt tersangka sudah empat kali melakukan penyeludupan rokok sehhingga berpotensi merugikan negara Rp1 milyar.

“H yang diduga pemilik pabrik rokok akan dipanggil untuk kepentingan penyidikan dan atas mengakuan empat orang yang sudah ditetpkan tersangka,” kata Danlantamal melalui rilisnya terhadap RASIO.CO.

Kata Dia, Penangkapan terhadap pelaku tindak kriminal penyelundupan rokok tanpa pita cukai sebanyak 2 juta batang berhasil diamnkan oleh Tim WFQR dari tangan 4 tersangka yang diamankan berikut barang bukti kapal speed Boat yang digunakan untuk mengangkut barang tersebut.

Rokok tanpa cukai tersebut adalah rokok H Mild yang seharusnya hanya boleh beredar di kawasan Batam dan dilarang untuk beredar ke luar Batam, apalagi ke Luar Negeri dalam hal ini Singapura dan Malaysia dimana Batam berbatasan langsung dengan kedua negara tersebut.

“Negara telah dirugikan milyaran rupiah karena dari keterangan dan pengakuan tersangka yang telah berhasil diamankan dan sudah sebanyak 4 kali melakukan penyelundupan dan kejahatan yang sama,”ujarnya.

Ia mengatakan, Adapun pemilik rokok atau pemilik pabrik yang disinyalir berada di kota Batam ini sudah diketahui identitasnya bernama H yang akan segera di panggil untuk dimintai keterangan dan penyelidikan lebih lanjut.

Rencananya dalam seminggu barang bukti rokok sebanyak 10.400 slop atau 2 juta batang ini akan diserahkan Bea dan Cukai untuk diproses dan dilakukan tindakan selanjutnya dan para tersangka akan diserahkan aparat kepolisian guna tindakan berikutnya.

“ Nanti akan kami serahkan ke BC, paling lama satu minggu, nunggu penyelidikan yang akan dilakukan oleh Lantamal IV baru nanti kita limpahkan kepolisian dan Bea Cukai Batam, “ pungkasnya.

APRI @www.rasio.co | Ika

Bakamla Gelar Sosialisasi Keamanan Laut

0

RASIO.CO, Batam – Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia menggelar workshop merangkai harmonisasi keamanan dan keselamatan di laut bersama berbagai instansi, kegiatan dilaksanakan di Camelia Room, Swiss-belhotel Harbourbay Batam,Rabu (05/04/17).

Dalam kegiatan work shop tersebut mengusung tema ” Optimalisasi Pengelolaan Keamanan dan Keselamatan Laut yang Terpadu antar Instansi Pemerintah” workshop ini dihadiri dari berbagai instansi terkait keamanan laut yaitu, Bakamla RI, Bakamla Batam, Dirpolair Polda Kepri, Lanal Batam, Perhubungan Laut Kepri, Imigrasi DJBC Kepri dan PSDKP Kepri.

Direktur Kebijakan Kedeputian dan Strategi Bakamla RI Sucipto menjelaskan, dengan melibatkan stake holder terkait, Bakamla RI menggelar workshop ini untuk meningkatkan harmonisasi menjaga kelautan.

“Tugas pokok dari Bakamla Patroli Laut akan lebih efektif dan efisien. apabila dari berbagai stake holder bekerjasama dalam mengamankan dan menjaga laut untuk menjamin keutuhan kelautan di perairan NKRI,” ujar Sucipto, pada RACIO.CO.

Sucipto menegadkan sinergitas antar stale holder ini untuk saling berkoordinasi dalam patroli laut, dan sebagai upaya peringatan dini dalam mengupayakan agar laut di Kepri dan di perairan Indonesia terbebas dari ancaman, dan kriminalitas di laut.

“Nah, dengan melibatkan instansi terkait ini,nantinya kita juga akan menyatukan kebijakan-kebijakan secara bersama, dan kedepannya bisa lebih baik lagi,” kata Sucipto.

Selain instansi terkait workshop yang digelar satu hari ini juga dihadiri akademisi untuk memberikan pengetahuan tentang kelautan dan peduli akan sumber daya alam kelautan.

Selain itu Sucipto juga memaparkan, keamanan laut erdapat lima pilar poros maritim dunia yakni budaya maritim, sumber daya maritim, insfratruktur koneksitas kemaritiman, diplomasi maritim dan pertahanan maritim.

“Mengenai kejahatan dilaut seperti perompakan di laut, Bakamla saat ini sudah membentuk unit reaksi cepat laut atau URCL di bakamla yang dipimpin oleh direktur operasional,” terangnya.

Pembahasan work shop selain bersilaturahmi antar instansi juga untuk menghimpun informasi mengenai pentingnya melihat kondisi kelautan saat ini di Kepri.

APRI @www.rasio.co | Ika

SMOE Miliki Pusat Pelatihan Pengelasan Industri Migas Pertama di Indonesia

0

RASIO.CO, Batam – Guna menanamkan nilai-nilai kompetensi sumber daya manusia terhadap peningkatan daya saing industri khususnya pada sektor migas, PT SMOE Indonesia meresmikan Pusat pelatihan pengelasan (welding center) di Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam. Selasa (4/4/2017).

Pembangunan pusat pelatihan tersebut adalah yang pertama kali di Indonesia untuk meningkatkan kompetensi pekerja khusus di bidang pengelasan dengan standar Internasional.

Komisaris Utama PT. SMOE Indonesia, Hoo Nee Sin mengatakan keberadaan pusat pelatihan pengelasan tersebut merupakan satu diantara sekian fasilitas baru yang dibangun oleh pihaknya setelah pusdiklat industri migas.

Ia menuturkan, pembangunan pusat pengelasan tersebut guna mendukung semua projek PT SMOE yang berpusat di Singapura dapat dilaksanakan di Batam sehingga memberikan nilai tambah bagi tenaga kerja untuk produktifitas industri migas.

“Kami telah memulai bekerjasama dengan Institusi lokal dan perguruan tinggi, dengan tujuan untuk pengembangan pelatihan kemampuan dan wawasan bagi para tenaga kerja khususnya pada lingkungan industri bidang migas,” ungkapnya.

Hoo Nee Sin meyakini bahwa pihaknya telah banyak mencapai keberhasilan dalam meningkatkan sektor migas untuk Indonesia dengan memiliki tenaga kerja lokal yang terampil dan senantiasa menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan berpengalaman seperti Gajah Baru Field dan Chevron dalam industi platform migas berskala Internasional.

Selain itu, letak Batam yang berdekatan dengan negara Singapura menjadi peluang dan potensi besar dalam bisnis industri. Untuk itu ia mengajak dan membuka diri baik kepada perusahaan lokal, sub kontraktor, dan mitra dari negara Norwegia, Denmark, dan Skotlandia untuk dapat berinvestasi dan senantiasa bermitra dengan pihaknya.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Agus Tjahajana didampingi Deputi Bidang Pelayanan Umum, Gusmardi Bustami, menyambut baik pembangunan pusat pelatihan pengelasan pertama di Indonesia tersebut. Agus menuturkan perkembangan globalisasi mengharuskan sumber daya manusia perlu dukungan standar sertifikasi bagi para pekerja, kemampuan khusus saat ini telah menjadi salah satu faktor penting sebagai bagian dari pertimbangan investor untuk menanamkan investasi di Kota Batam.

“fasilitas ini akan bisa melatih para pekerja di Indonesia dan kemudian mendapatkan sertifikasi seperti yang diinginkan sehingga pelanggan (investor) mendapat kepuasan dan memang itu adalah persyaratan daripada sebuah proyek,” ungkapnya.

Apresiasi juga datang dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI periode 2009-2011, Fadel Muhammad yang juga selaku pemilik saham PT SMOE. Fadel mengungkapkan rasa bangganya untuk dapat menghadiri acara peresmian tersebut. Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan pusat pengelasan yang pertama kali yang di bangun di Indonesia guna mendukung kemajuan industri di dunia Internasional.

“terimakasih kepada Mr Hoo Nee Sin, beliau tidak hanya membawa proyek masuk ke sini namun juga membawa nama Indonesia ke dunia Internasional,” ujarnya disambut riuh peserta yang hadir.

“saya menceritakan Batam kepada Menteri ESDM dan dia sangat terkejut dan tidak dapat membayangkan bahwa Batam memiliki fasilitas yang begitu lengkap bertaraf Internasional,” lanjutnya menambahkan.

Fadel menuturkan modal terbesar bagi perusahaan untuk terus berkembang di masa yang akan datang ialah kepercayaan dan dukungan dari berbagai pihak serta kesiapan tenaga lokal yang terampil.

Direktur Utama Kawasan Industri terpadu Kabil, Peter Vincen menyambut baik keberadaan pusat pengelasan di kawasannya. Batam memiliki ketersediaan sarana dan prasarana yang lengkap dapat menghemat pengeluaran devisa.

“dengan adanya fasilitas yang lengkap kita bisa mengerjakan proyek Internasional di Indonesia sehingga devisa negara bisa kita safe, dan dapat menambah portofolio engginer akan semakin bagus,” ujarnya.

Pusat pengelasan yang didirikan PT SMOE dilengkapi fasilitas berstandar Internasional seperti habitat welding, auditorium, office room, presentasi room, dsb serta dapat menampung 120 orang/peserta. Turut Hadir delegasi perusahaan Maersk Oil, Aker BP ASA Norwegia, perusahaan migas dari Denmark dan Skotlandia, pemerintah daerah, dan Pengamanan Obvit Batam.

APRI @www.rasio.co |

Polda Kepri Grebek Judi Gelper Planet 2 Newtown

0

RASIO.CO, Batam – Jajaran kepolisian Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri menggrebek Gelanggang Permainan(Gelper) dikawasan tempat hiburan Planet 2 Newtown kecamatan Lubukbaja. dan menetapkan 7 tersangka berinisial A, P, N, A, E, A, N, R, A.Minggu(02/04/2017). pukul 3.00 WIB dini hari.

Selain itu, juga melakukan penggrebekan terhadap gelper yang ada di kampung Aceh, Mukakuning dan menetapkan tersangka berenisial SY, R, LO, R, YS, F, AH. dengan Barang Bukti : 37 Mesin Gelper, Kunci Koin, Uang Rp. 700.00, 2 buah buku catatan.Pasal yang dilanggar Pasal 303 K.U.H.Pidana.

“Informasi masyarakat dan dilajutkan bahwa di Planet 2 Newton disinyalir terjadi tindak pidana perjudian jenis Gelanggang Permainan mekanik/elektronik dan dilakukan penggrebekan,” kata Kapolda Kepri melalui Kabid Humas Kombes Pol Erlangga melalui rilisnya diterima media RASIO.CO. Selasa(04/03/2017).

Kata dia, dilokasi anggota langsung mengamankan barang bukti uang sebesar Rp.400.000 dan kartu kuota warna hijau. Selanjutnya terlapor dan barang bukti sebagaimana tersebut diatas dibawa ke Ditreskrimum Polda Kepri guna dilakukan pemeriksaan lebihlanjut.Tersangka yang diamankan berinisial A, P, N, A, E, A, N, R, A.

Sedangkan barang bukti diamankan 7 buah buku In Out dikasir, 5 ikat Voucher Kuota warna hijau, 13 Unit HP, Uang sebesar Rp. 9.250.000, uang sebesar Rp. 400.000, 1 Unit Mesin Bola, 1 unitKunci mesin Gelper, 4 Voucher Kuota Warna Hijau.”ujarnya.

Selain itu, kata dia, Tempat Kejadian Perkara berlokasi di Simpang Dam, Kampung Aceh, Kelurahan Muka Kuning, KecamatanSei Beduk, Kota Batam anggota Ditreskrimum Polda Kepri mendapatkan informasi dari Masyarakat, ada judi Gelper, dan dilakukan penangkapan.

dan selanjutnya mengamankan orangbeserta barang bukti ke Mapolda Kepri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.Tersangka yang diamankan berinisial SY, R, LO, R, YS, F, AH. dengan Barang Bukti 37 Mesin Gelper, Kunci Koin, Uang Rp. 700.00., 2 buah buku catatan.Pasal yang dilanggar : Pasal 303 K.U.H.Pidana,” pungkasnya.

APRI @www.rasio.co |

Rokok FTZ Batam di Tangkap Lantamal Tanjungpinang

0

RASIO.CO – Speedboad tampa nama membawa rokok FTZ produksi Batam berhasil ditangkap Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) IV Lanal Batam pada pukul 23.00 WIB (Senin 3/4/2017).

Rokok non cukai diduga produksi batam tersebut rencananya akan diseludupkan keluar batam dengan tujuan Kijang, dimana selanjutnya akan disalurkan kedaerah lainnya di kepri, ironisnya Speedboat tanpa nama tersebut merupakan TO/Target Operasi WFQR IV yang terkenal licin, dengan bermesin 200 PK 3 buah pada Posisi 0°36′ 727″ U – 104° 17′ 206″ T diperairan Tg.Cakang P.Galang dengan muatan rokok tanpa cukai sebanyak 125 box (10.000 Sloop)

Menurut Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI S.Irawan mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan tim WFQR IV Lanal Batam, speed boat tanpa nama dengan ABK 3 orang dan tujuan Tg Dato Pulau Kijang, mengangkut rokok tanpa cukai pemilik rokok “H” yang beralamat Batam.

“Dugaan pelanggaran antara lain tidak ada SPB,tidak ada dokumen kapal dan tidak ada dokumen muatan dengan modus operandi patut diduga rokok tersebut berasal dari Batam/FTZ yg akan diselundupkan lewat laut secara ilegal (tanpa cukai) ke P.Kijang dan akan dilanjutkan di bawa ke wilayah lainnya,” kata Danlantamal.

Kata Dia, Selain itu permasalahan rokok illegal tanpa cukai sangat mengemuka dan meresahkan masyarakat kepulauan Riau, bahkan beberapa waktu lalu Komisi II DPR Kepri turun langsung sidak kelapangan dan menemukan rokok-rokok berbagai merk tanpa cukai beredar di pasaran, hal ini membuat wakil rakyat sangat berang kenapa permasalahan ini bisa terjadi.

Modus yang mereka gunakan barang-barang tersebut dimasukkan ke speed boat pada malam hari untuk menghindari petugas dan kemudian membawa keluar Batam secara sembunyi-sembunyi bila memungkinkan mereka bergerak cepat dengan berkoordinasi menggunakan alat komunikasi Hp (Hand phon) dengan orang-orang mereka yang sudah menunggu dipelabuhan tertentu bila aman mereka akan masuk ”.jelas Irawan.

Sampai saat ini barang bukti speed boat dan rokok di serahkan ke Patkamla Kal Nipa dan dikawal menuju dermaga Mako Lanal Batam guna penyelidikan lebih lanjut, dari kalkulasi sementara potensi kerugian Negara diperkirakan mencapai 1 Milyar rupiah.

Danlantamal telah mengintruksikan kepada seluruh jajaran dibawahnya agar terus meningkatkan pengawasan terutama jalur-jalur pelabuhan tikus yang ada diseluruh wilayah kerja Lantamal IV agar upaya-upaya penyeludupan seperti ini dapat kita tekan.

Dijelaskan pula bahwa kita akan mengamankan kebijakan Presiden Joko Widodo untuk memberantas segala bentuk kegiatan illegal diatau lewat laut terutama penyeludupan yang merusak tatanan perekonomian bangsa Indonesia.

“Walaupun TNI AL memiliki keterbatasan sarana, namun hal itu bukan penghalang bagi WFQR IV untuk melaksanakan tugas karena kita mempunyai pola operasi yang seluruh wilayah Kepri sudah kita petakan titik-titik mana yang mempunyai tingkat kerawanan yang tinggi” Jelas Irawan.

Untuk itu Danlantamal IV terus berkoordinasi dengan aparat yang mempunyai kewenangan dilaut, untuk bersama-sama memberantas kegiatan illegal seperti penyeludupan rokok, hal ini terus kita intensifkan koordinasi yang mantap agar stigma negatif tentang wilayah kepri sarang penyeludupan tidak ada lagi,” pungkasnya.

APRI @www.rasio.co |

 

 

Kura-Kura Moncong Babi Terancam Punah di Papua

0

RASIO.CO – Perburuan liar kura-kura moncong babi (carettochelys insculpta) mengancam kelestarian satwa endemik Papua itu, kata peneliti dari Badan Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup (BP2LH) Manokwari Gatot Nugroho.

“Pemanfaatan kura-kura moncong babi sangat tinggi, bahkan tidak ada telur ditinggalkan dalam sarang untuk menetas. Kura-kura moncong babi dewasa diburu untuk dikonsumsi ataupun dijual. Itu dikhawatirkan akan mengancam kelestarian KMB beberapa tahun ke depan,” katanya di Timika, Selasa.

Saat ini Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua bekerja sama dengan BP2LH Manokwari serta Usaid Lestari melakukan kajian populasi dan ancaman kelestarian kura-kura moncong babi yang populasinya hanya ditemukan di beberapa tempat di wilayah pesisir selatan Papua.

Survei satwa ini dilakukan di tiga lokasi penyebaran yaitu di Sungai Mamats, Sungai Catelina dan Sungai Eilanden yang semuanya berada di wilayah Kabupaten Asmat dan dalam area kawasan Taman Nasional Lorentz.

Ia menyerukan perlunya upaya serius dari semua pihak untuk menghentikan aksi perburuan liar kura-kura moncong babi agar populasinya tidak sampai punah.

Masyarakat lokal, katanya, bisa terus memanfaatkan protein kura-kura moncong babi, namun pengambilannya dilakukan secara terbatas guna menjaga terus kelangsungan populasinya.

“Kalau kita bisa manfaatkan sekaligus membantu perkembangan populasinya di alam dengan campur tangan manusia. Mungkin itu salah satu solusi. Kita bisa diberikan kuota, berapa yang bisa diambil dari alam, misalnya telur, kemudian anakan (tukik),” jelas Gatot.

Ia mengakui satwa endemis Papua yang hanya ditemukan di pesisir selatan Papua dan sebagian Australia itu kini dijual dengan harga fantastis di sejumlah negara seperti Taiwan dan Tiongkok dan negara-negara Asia Timur lainnya.

Warga di negara-negara Asia Timur itu memanfaatkan daging kura-kura moncong babi untuk konsumsi, ramuan obat-obatan bahkan untuk keperluan ritual adat.

Populasi kura-kura moncong babi terbanyak terdapat di wilayah Kabupaten Asmat, Provinsi Papua.

Lantaran harganya yang tinggi di pasaran internasional itu, aksi perburuan liar dan penyelundupan tukik satwa ini ke luar Papua akhir-akhir ini semakin meningkat drastis.

Hal itu terbukti dengan semakin banyaknya kasus penyelundupan tukik kura-kura moncong babi yang terungkap di Bandara Mozes Kilangin Timika, bahkan di Bandara Ngurah Rai Denpasar dan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jakarta.

Kepala Bidang Teknis Konservasi BBKSDA Papua Ahmad Yani mengatakan upaya perlindungan berbagai satwa endemis Papua termasuk kura-kura moncong babi masih terkendala karena keterbatasan sumber daya petugas.

Guna meminimalisasi praktik perburuan liar dan penyelundupan satwa tersebut, kini pemerintah berupaya mencari solusi dengan membentuk kelompok masyarakat mitra polisi kehutanan (MMP).

“Kami sudah coba melibatkan MMP di Cagar Alam Pegunungan Cycloop, Kabupaten Jayapura yang luasnya sekitar 30 puluh ribu hektare. Di sana terdapat sekitar tiga hingga lima kelompok MMP dengan anggota masing-masing 15 orang. Mereka inilah yang menjaga berbagai ancaman terhadap satwa di kawasan itu,” jelas Yani.

Pola tersebut, katanya, akan dikembangkan di wilayah Kabupaten Asmat agar warga setempat ikut menjaga kekayaan alam mereka agar tidak punah.

Ke depan, katanya, masyarakat lokal akan dilibatkan untuk mengumpul telur dan selanjutnya membantu menetaskan telur-telur kura-kura moncong babi.

APRI @www.rasio.co | Antara

Belum Terima Gaji Sudah di Tangkap Polisi

0

Kasus Persidangan Judi Gelper

RASIO.CO, Batam – Sungguh apes nasip 6 orang dari 8 orang terdakwa yang tersandung kasus judi Gelanggang Permainan(gelper) Bali Zone di Harbour Bay Mall lantai 1 Kel Sei Jodoh Kec Batu Ampar-Kota Batam, pasalnya , terungkap dipersidangan bahwa belum sempat menikmati gaji sudah ditangkap polis jajaran Ditkrimum Polda kepri.

Berdasarkan pengakuan terdakwan Emanuel Inguliman Als Ingland sebagai pengawas sempat menerima gaji karena sudah bekerja dua bulan, parahnya Terdakwa Sri Mandayani Als Manda, Terdakwa Susi Nainggolan Als Susi, Terdakwa Irmayeni Als Irma, Terdakwa Elvi Sugiarto Als Elvi, dan Terdakwa Stanislaus Bala Hanan Als Bala belum sama sekali gaji dibayar sudah mendekam di bui.

“Kami belum sempat terima gaji yang mulia karena baru seminggu bekerja di Bali Zone sudah ditangkap sedangkan pemiliknya kevin berhasil kabur,” Kata ketiga terdakwa perempuan sebagai wasit.Senin(03/04/2017).

Selain itu yang mulia kami tidak mengetahui bahwa Bali Zone tidak memiliki izin operasional dan kami hanya tahu bekerja dan dibayar sekali sepuluh hari, namun baru seminggu bekerja sudah ditangkap yang mulia.

Sedangkan Stanislaus Bala Hanan Als Bala sebagai menukar hadiah dengan uang dan barangnya disimpan dalam mobil baru bekerja tiga jam sudah ditangkap polisi.

“saya baru tiga jam bekerja sudah ditagkap yang mulia,”ujarnya.

Sementara itu, dari keterangan saksi BPM-PTSP Pemko Batam yang hadir dipersidangan mengatakan , Gelper Bali Zone sama sekali tidak memiliki izin operasional tetapi tetap melakukan kegiatan walaupun sudah mendapat teguran.

“Yang jelas Bali Zone tidak ada izin yang mulia,” ujarnya.

Dalam persidangan kasus Gelper Bali Zone yang sudah digelar tiga kali ini, pemiliknya kalvin statusnya masih buron dan salah seorang terdakwa Elvi Sugiarto Als Elvi sebagai kasir dalam kondisi sakit sehingga mengalami ngangguan pendegaran dan majlis Hakim ketua Agus yang didampingi dua hakim anggota akhirnya menunda sidang pekan depan mendengarkan keterangan saksi.

Seperti diketahui, Suhendri Sinaga yang berperan sebagai pemain sedang duduk sesaat setelah mengantongi uang hasil penukaran hadiah. terdakwa I.Emanuel Inguliman Alias Ingland yang berperan sebagai Humas sekaligus sebagai penukar hadiah dari pemain sedang berdiri mengawasi apabila ada tamu yang berkunjung.

Pada saat dilakukan penangkapan, terdakwa III.Sri Mandayani Alias Manda yang berperan sebagai wasit sedang berdiri dan memperhatikan pemain sambil menunggu apabila ada pemain yang ingin memesan kredit koin.

Terdakwa VI.Elvi Sugiarto Alias Elvi yang berperan sebagai wasit sedang berdiri dan memperhatikan pemain sambil menunggu apabila ada pemain yang ingin memesan kredit koin. Terdakwa IV.Susi Nainggolan Alias Susi  yang berperan sebagai wasit sedang berdiri dan memperhatikan pemain sambil menunggu apabila ada pemain yang ingin memesan kredit koin.

Sedangkan terdakwa II.Rudi Hartono Alias Rudi yang berperan sebagai pengawas sedang duduk didepan kasir menunggu apabila terdapat mesin yang mengalami gangguan. Terdakwa V.Irmayeni Als Irma berperan sebagai kasir sedang berdiri di tempat kasir menunggu pemain yang akan menukarkan tiket dengan hadiah.

Pada saat dilakukan penangkapan terdakwa VII.Stanislaus Bala Hanan Alias Bala sedang menunggu di luar arena Gelanggang permainan untuk menerima barang hasil dari penukaran pemain dari terdakwa I.Emanuel Inguliman Alias Ingland ataupun karyawan lainnya untuk disimpan sementara di dalam mobil Toyota Kijang Innova berwarna Hitam dengan Nomor Polisi BP 12 TM.

Terhadap salah seorang karyawan yang berperan sebagai penukar hadiah saksi Merta Nadi Putra, saksi Ahmad Ayub Tarigan tidak melihatnya lagi karena setelah menyerahkan uang tunai kepada Terdakwa SUhendri Als Hendri karyawan tersebut langsung menuju ke tempat orang yang ramai sehingga tidak dapat lagi saksi Merta Nadi Putra, saksi Ahmad Ayub Tarigan lihat (atas nama Nuel, belum tertangkap/ telah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang.

Selain itu pengelola Gelanggang Permainan tersebut yaitu Keewin juga belum tertangkap telah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang.

APRI @www.rasio.co |