Jumat, Mei 15, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 40

BNN RI: Vape Jadi Pintu Masuk Baru Penyalahgunaan Narkoba

0

RASIO.CO, Jakarta – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) menyatakan rokok elektrik atau vape kini menjadi pintu masuk baru dalam penyalahgunaan narkoba. Hal tersebut disampaikan Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, dalam Focus Group Discussion (FGD) di Gedung BNN RI.

“Kami menemukan fakta tak terbantahkan bahwa vape telah menjadi sarana efektif atau media baru untuk mengonsumsi narkoba dan zat psikoaktif baru atau NPS,” ujar Suyudi dalam keterangannya dikutip Antara.

Menurutnya, anggapan bahwa vape merupakan alat bantu berhenti merokok belum terbukti secara ilmiah. Justru dalam praktiknya, perangkat tersebut dinilai membuka celah baru bagi penyalahgunaan zat terlarang.

“Saya tegaskan di sini bahwa narasi vape sebagai alat bantu berhenti merokok adalah ilusi yang belum terbukti efektif secara ilmiah. Alih-alih sebaliknya, produk ini justru menjadi pintu masuk baru,” katanya.

Suyudi menjelaskan, penggunaan vape sulit dideteksi karena aroma yang dihasilkan cenderung harum dan tidak menimbulkan kecurigaan. Kondisi itu dinilai memudahkan pengguna menyamarkan kandungan zat di dalamnya.

“Mereka bisa gunakan di mana saja, apalagi wangi. Jadi, tidak tahu orang, ternyata isinya narkotika,” ujarnya.

BNN menemukan sejumlah kasus di mana cairan atau e-liquid vape dicampur dengan narkotika seperti sabu cair, etomidate, serta berbagai jenis narkoba baru lainnya. Vape disebut menjadi alternatif pengganti alat konvensional seperti bong dalam penggunaan zat adiktif.

“Kesannya orang lagi pakai vape, lagi merokok elektrik, tetapi isinya ternyata sabu cair, etomidate, atau zat kimia jenis narkotika,” jelasnya.

Dari sisi komposisi, Suyudi menuturkan bahwa e-liquid vape pada dasarnya merupakan campuran berbagai zat kimia, seperti nikotin, propilen glikol, gliserin nabati, serta zat pemberi rasa seperti diasetil, asetil piridin, dan benzaldehida. Kombinasi tersebut berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, terlebih jika dicampur dengan zat narkotika.

BNN RI menegaskan akan terus memperkuat pengawasan serta edukasi kepada masyarakat terkait bahaya penyalahgunaan vape sebagai media konsumsi narkoba.

***

Penemuan Pria Tewas di Gudang Kosong Batuaji Gegerkan Warga

0

RASIO.CO, Batam – Suasana pagi di kawasan Simpang Tobing, Kampung Rawa Indah, Kecamatan Batuaji, mendadak heboh setelah seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam gudang semi permanen yang sudah lama kosong, Rabu (18/2).

Penemuan tersebut bermula sekitar pukul 07.30 WIB ketika seorang warga yang melintas melihat pintu gudang dalam kondisi setengah terbuka. Kondisi itu menimbulkan kecurigaan karena bangunan tersebut biasanya tertutup rapat. Saat diperiksa lebih dekat, warga tersebut mendapati seorang pria dalam posisi tergantung di dalam gudang.

Laporan segera diteruskan ke aparat kepolisian. Tak lama berselang, petugas tiba di lokasi dan memasang garis polisi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Letak gudang yang berada di dekat jalan cukup ramai membuat sejumlah warga dan pengendara sempat berhenti untuk melihat situasi.

Petugas yang melakukan evakuasi menyampaikan bahwa kondisi jasad masih utuh dan belum menunjukkan tanda-tanda pembusukan. Dugaan sementara, korban meninggal tidak lama sebelum ditemukan.

Warga sekitar mengaku tidak mengenali pria tersebut. Mereka menduga korban bukan penduduk setempat karena tidak pernah terlihat sebelumnya di lingkungan itu. Gudang tempat ditemukannya korban juga diketahui tidak dihuni.

Dalam proses olah TKP, polisi menemukan secarik kertas di saku celana korban. Catatan tersebut memuat nama Riswan Saragih, alamat Asahan, tanggal lahir 10 Mei 1999, serta sebuah nomor telepon. Terdapat pula pesan singkat bertuliskan, “Aku sayang mamaku.”

Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Billy Pratama Putra, menyatakan pihaknya masih mendalami peristiwa tersebut, termasuk memastikan identitas korban serta menghubungi pihak keluarga.

Jenazah telah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk pemeriksaan lanjutan guna mengetahui penyebab pasti kematian. Polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut agar segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

YD

Polsek Nongsa Tindak Cepat Laporan Curas di Bida Asri 3

0

RASIO.CO, Batam – Polsek Nongsa bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) di depan Perumahan Bida Asri 3, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Minggu (15/02).

Laporan diterima melalui Call Center 110 dan langsung direspons oleh personel piket guna memastikan situasi tetap kondusif serta memberikan perlindungan kepada korban.

Penanggung jawab kegiatan di wilayah tersebut adalah Kapolsek Nongsa Kompol Eriman. Turut terlibat dalam penanganan, Piket Pawas Ipda Dipo Patria, SH., MH., personel Piket Samapta, Piket IK, serta personel Opsnal Reskrim Polsek Nongsa yang secara terpadu melaksanakan respons cepat atas laporan masyarakat.

Kejadian bermula sekitar pukul 00.45 WIB saat Piket Batara Biru Aipda Rudi Wibowo dan Aipda Sudarmudji menerima informasi dari piket 110 Polresta Barelang mengenai dugaan curas dengan korban atas nama Nanang (31). Pelapor bernama Tarman segera menghubungi Call Center 110 setelah mengetahui korban dalam kondisi luka-luka.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket bersama Opsnal Reskrim langsung menuju Rumah Sakit Bhayangkara untuk memastikan kondisi korban serta melakukan pengamanan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan cepat Polri sekaligus mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.

Tim Opsnal Reskrim juga mendatangi lokasi kejadian di Perumahan Bida Asri 3 untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan. Proses tersebut dilakukan guna mengumpulkan keterangan saksi, mencari barang bukti, serta mengidentifikasi pelaku yang diduga melakukan penganiayaan dan perampasan terhadap korban.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, Naya, korban sebelumnya pergi membeli rokok. Sekitar 30 menit kemudian, korban diantar oleh sekuriti perumahan dalam kondisi mengalami luka lebam di bagian mata dan luka pada mulut. Sepeda motor korban bernomor polisi BP 3063 UI warna biru serta satu unit telepon genggam dilaporkan telah diambil pelaku.

Pihak keluarga selanjutnya menghubungi layanan 110 untuk meminta bantuan kepolisian. Saat ini korban masih menjalani perawatan medis, sementara personel Polsek Nongsa melakukan pengamanan di rumah sakit dan terus mendalami kasus melalui serangkaian penyelidikan.

Keluarga korban juga telah diarahkan untuk membuat laporan polisi resmi guna proses hukum lebih lanjut.

Respons cepat atas laporan melalui Call Center 110 tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polsek Nongsa tetap aman dan kondusif.

YD

Perayaan Imlek Bersama Wakil Wali Kota Batam Berlangsung Hangat dan Penuh Keakraban

0

RASIO.CO, Batam – Wali Kota Batam Amsakar Achmad menghadiri Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang digelar Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra di Sekupang, Selasa (17/2). Amsakar hadir bersama Ketua TP PKK Kota Batam, Erlita Amsakar.

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Pemerintah Kota Batam, BP Batam, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga hadir untuk bersilaturahmi dan merayakan Imlek bersama.

Sejak pagi, lokasi acara tampak semarak dengan dekorasi bernuansa merah dan emas yang identik dengan perayaan Imlek. Para tamu disambut langsung oleh Li Claudia Chandra, mencerminkan semangat kebersamaan dan keterbukaan dalam perayaan lintas budaya.

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar menyampaikan bahwa Imlek merupakan bagian dari kekayaan budaya Kota Batam yang perlu terus dirawat bersama.

“Perayaan seperti ini menjadi ruang silaturahmi yang sangat baik. Kebersamaan yang kita bangun hari ini merupakan modal utama untuk menjaga Batam tetap harmonis dan kondusif,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi inisiatif Wakil Wali Kota yang membuka rumah dinas sebagai ruang pertemuan masyarakat tanpa sekat. Menurutnya, tradisi open house mencerminkan semangat inklusivitas sekaligus komitmen pemerintah daerah dalam merawat toleransi antarumat beragama.

Sementara itu, Li Claudia Chandra menyampaikan terima kasih atas kehadiran masyarakat yang turut memeriahkan perayaan. Ia berharap Tahun Baru Imlek 2026 membawa keberuntungan, kesehatan, dan kemajuan bagi seluruh warga Batam.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran Forkopimda yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Semoga momentum Imlek ini semakin mempererat persaudaraan tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun budaya,” katanya.

Suasana kian hangat saat para tamu saling bersalaman, berbincang santai, dan menikmati hidangan khas Imlek yang telah disediakan. Canda dan tawa terdengar di berbagai sudut ruangan, menandakan eratnya kebersamaan yang terjalin.

Momentum tersebut juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Sejumlah warga tampak menyampaikan aspirasi secara langsung dalam suasana santai dan penuh keakraban.

YD

Polisi Tangkap Buronan Narkotika Jaringan Internasiona di Bandara Kualanamu

0

RASIO.CO, Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap seorang buronan (DPO) kasus narkotika, Supriadi alias Adi T, di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (13/2) pukul 21.00 WIB. Supriadi diduga merupakan bos pengendali jaringan peredaran narkotika internasional.

Penangkapan tersebut dilakukan setelah kepolisian menerima informasi dari petugas Imigrasi Bandara Kualanamu terkait keberadaan tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan telah dicekal.

Operasi penangkapan dipimpin oleh Kepala Subdirektorat IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Handik Zusen bersama Satgas NIC yang dipimpin Kombes Kevin Leleury. Tim gabungan langsung bergerak ke lokasi untuk mengamankan tersangka.

“Tim Gabungan Subdit IV dan Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri berhasil melakukan penangkapan Supriadi als Adi T beserta barang bukti,” ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso dalam keterangannya dikutip detiknews, Selasa (17/2).

Setelah ditangkap, Supriadi langsung dibawa ke Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut. Kepolisian juga menyatakan akan menelusuri jaringan lain yang terkait dengan tersangka.

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu paspor, satu KTP, delapan unit ponsel pintar, lima kartu ATM, satu SIM internasional, satu tas merek TUMI warna hitam, satu boarding pass maskapai AirAsia, serta uang tunai sebesar 3 ringgit.

Bareskrim Polri menyatakan pengembangan kasus masih terus dilakukan guna mengungkap jaringan peredaran narkotika yang lebih luas, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam sindikat tersebut.

***

Penyidik Minta Rp 10 M di Kasus RPTKA Kemenaker, KPK: Laporkan ke Dewas

0

RASIO.CO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta saksi Yora Lovita E Haloho segera melaporkan ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK terkait adanya seseorang yang mengaku penyidik KPK dan diduga meminta uang Rp10 miliar untuk mengamankan perkara dugaan pemerasan dan penerimaan gratifikasi terkait rencana penggunaan tenaga kerja asing (RPTKA) di Kementerian Ketenagakerjaan.

Plt Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menegaskan laporan diperlukan untuk memastikan kebenaran identitas pihak yang mengaku sebagai penyidik tersebut.

“Saksi yang mengalami kejadian tersebut bisa melaporkan ke Dewan Pengawas atau aparat penegak hukum lain supaya dibongkar, dibuktikan apakah itu benar seperti itu penyidik atau penyelidik KPK atau dia hanya ngaku-ngaku. Tentu dengan laporan harus dilengkapi dengan bukti-buktinya,” ujar Asep di Jakarta, Senin (16/2).

Asep menyatakan KPK geram atas dugaan tersebut karena berpotensi merusak citra lembaga antirasuah secara kelembagaan.

“Karena kita juga geram ada seperti itu karena merusak citra KPK secara kelembagaan. Jadi, silakan untuk saksi yang mengalami langsung, bertemu orangnya langsung melaporkan supaya bisa dibuktikan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada penyidik KPK bernama Bayu Sigit sebagaimana disebutkan oleh Yora dalam persidangan. Menurut Asep, KPK tidak menggunakan lencana logam seperti yang diklaim.

“Di penindakan, enggak ada nama itu Bayu Sigit, enggak ada. Kita juga tidak punya badge atau lencana, hanya ada nametag dan kartu tanda pengenal pegawai seperti yang saya pakai biasanya,” ujar Asep.

Terungkap di Sidang Tipikor

Keterangan Yora disampaikan saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan korupsi RPTKA dengan terdakwa Gatot Widiartono di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (12/2).

Dalam persidangan, Yora mengaku menjadi perantara antara seseorang bernama Bayu Sigit yang mengaku penyidik KPK dengan Gatot Widiartono, yang menjabat Kepala Subdirektorat Maritim dan Pertanian Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Ditjen Binapenta & PKK) Kementerian Ketenagakerjaan periode 2019–2021.

Peristiwa tersebut disebut terjadi sekitar Maret–April 2025 saat perkara dugaan korupsi RPTKA masih dalam tahap penyelidikan.

Menurut Yora, Bayu Sigit mengaku dapat mengamankan kasus yang menjerat Gatot. Ia mengaku percaya karena yang bersangkutan membawa lencana logam berlogo KPK serta mengirimkan surat pemberitahuan permintaan keterangan atas nama Gatot.

Awalnya, Bayu Sigit disebut meminta Rp10 miliar untuk mengamankan perkara di KPK. Setelah pertemuan antara Gatot, Yora, dan sejumlah pihak lain, disepakati nilai Rp7 miliar dengan uang muka Rp1 miliar yang telah diserahkan.

“Apakah pada akhirnya terealisasi diserahkan kepada yang bersangkutan (Sigit)?” tanya jaksa dalam persidangan.


“Terealisasi pak,” jawab Yora.

Disebutkan, jika pembayaran Rp7 miliar terealisasi penuh, Bayu Sigit akan menerima 80 persen, sementara Yora dan Iwan Banderas—yang memperkenalkan Bayu Sigit kepada Yora—mendapat bagian 20 persen. Namun, kesepakatan tidak berlanjut karena baru Rp1 miliar yang dibayarkan sebagai uang muka.

Tak lama kemudian, Gatot meminta uang muka Rp1 miliar dikembalikan karena perkara di KPK tetap berjalan dan tidak dihentikan. Sementara itu, Bayu Sigit disebut mengaku uang tersebut sudah habis dibagi-bagikan.

Delapan Terdakwa RPTKA

Dalam perkara ini, delapan mantan pejabat Kementerian Ketenagakerjaan didakwa melakukan pemerasan terkait pengurusan RPTKA dengan total penerimaan uang mencapai Rp135,29 miliar dalam kurun 2017–2025.

Para terdakwa antara lain Gatot Widiartono selaku Kepala Subdirektorat Maritim dan Pertanian Ditjen Binapenta & PKK 2019–2021, sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PPTKA 2019–2024 dan Koordinator Bidang Analisis dan Pengendalian TKA Direktorat PPTKA Kemenaker 2021–2025.

Selain itu, Putri Citra Wahyoe, Jamal Shodiqin, dan Alfa Eshad yang merupakan staf pada Direktorat PPTKA Ditjen Binapenta & PKK Kemenaker periode 2019–2024.

Kemudian Suhartono selaku Dirjen Binapenta & PPK Kemenaker 2020–2023, Haryanto selaku Direktur PPTKA 2019–2024 yang kemudian diangkat menjadi Dirjen Binapenta 2024–2025, Wisnu Pramono selaku Direktur PPTKA 2017–2019, serta Devi Angraeni yang menjabat Koordinator Uji Kelayakan Pengesahan PPTKA periode 2020–Juli 2024 dan diangkat menjadi Direktur PPTKA 2024–2025.

KPK menegaskan akan menelusuri lebih lanjut informasi yang terungkap di persidangan tersebut untuk memastikan tidak ada pihak yang mencatut nama lembaga dalam proses penanganan perkara.

***

Pemerintah Gelar Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1447 H Sore Ini

0

RASIO.CO, Jakarta – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah di Kantor Kementerian Agama RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (17/2) petang.

Sidang isbat tersebut menjadi forum resmi untuk menetapkan waktu dimulainya ibadah puasa Ramadan bagi umat Islam di Indonesia pada 2026. Penentuan awal bulan hijriah dilakukan berdasarkan metode hisab dan rukyatul hilal yang dilaksanakan di sejumlah titik pemantauan dari Sabang hingga Merauke.

Rangkaian sidang diawali dengan pemaparan data posisi hilal oleh Tim Hisab dan Rukyat Kemenag terkait kondisi astronomis pada Selasa petang. Setelah pelaksanaan salat Magrib berjemaah di lokasi, sidang akan dilanjutkan secara tertutup untuk mengambil keputusan bersama mengenai awal Ramadan 1447 H. Hasilnya kemudian diumumkan dalam konferensi pers.

Sidang dan konferensi pers dijadwalkan dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar serta dihadiri Wakil Menteri Agama, pimpinan Komisi VIII DPR RI, Ketua MUI, Tim Hisab Rukyat Kemenag, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, serta para duta besar negara sahabat.

Prediksi BRIN

Sebelumnya, Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi awal puasa Ramadan 1447 H berpotensi jatuh pada tanggal berbeda, yakni 18 atau 19 Februari 2026, bergantung pada kriteria visibilitas hilal yang digunakan.

Koordinator Kelompok Riset Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof Thomas Djamaluddin, menjelaskan perbedaan itu bukan disebabkan oleh data astronomi yang berbeda, melainkan oleh perbedaan kriteria dalam menentukan posisi hilal.

Menurut dia, mayoritas ormas Islam dan pemerintah Indonesia menggunakan pendekatan hilal lokal dengan mengacu pada kriteria Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yakni tinggi minimal hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat geosentrik.

Ia menyebutkan bahwa pada saat magrib 17 Februari 2026 di wilayah Asia Tenggara, posisi hilal belum memenuhi kriteria tersebut.

“Fakta astronomi pada saat maghrib 17 Februari 2026 di wilayah Asia Tenggara, posisi hilal belum memenuhi kriteria MABIMS, yaitu tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat geosentrik,” kata Thomas dalam tayangan di kanal YouTube pribadinya beberapa waktu lalu.

Namun, ia menambahkan terdapat ormas Islam yang menggunakan kriteria Turki, yakni tinggi minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat. Berdasarkan kriteria tersebut, posisi hilal di wilayah Amerika, termasuk Alaska, telah memenuhi syarat sehingga berpotensi menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026.

“Jadi, ada potensi perbedaan awal Ramadan, ada yang 19 Februari, dan ada yang 18 Februari,” ujarnya.

Nahdlatul Ulama (NU) menyatakan akan menunggu hasil rukyatul hilal pada akhir bulan Syaban untuk menentukan awal Ramadan. Sidang isbat internal NU digelar terpisah dari pemerintah, yakni di kantor Pengurus Besar NU (PBNU) di Jakarta Pusat.

Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu (18/2). Penetapan tersebut diumumkan melalui maklumat resmi dan didasarkan pada metode hisab hakiki dengan acuan Kalender Hijriah Global Tunggal yang digunakan internal Muhammadiyah.

Dengan adanya potensi perbedaan penetapan awal Ramadan tahun ini, pemerintah sebelumnya mengimbau masyarakat untuk saling menghormati perbedaan metode yang digunakan masing-masing pihak.

***

Amsakar Buka Rakerwil dan Lantik Pengurus PGLII, Tekankan Toleransi di Batam

0

RASIO.CO, Batam – Wali Kota Batam Amsakar Achmad mendorong penguatan harmonisasi dan toleransi antarumat beragama di Kota Batam saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) sekaligus melantik pengurus Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injil Indonesia (PGLII) di Golden Prawn, Batam, Senin (16/2).

Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa semangat pembaruan serta memperkuat peran organisasi dalam membangun kehidupan berjemaat yang rukun dan harmonis.

“Selamat atas dilantiknya kepengurusan yang baru. Semoga PGLII semakin berkontribusi dalam membangun harmonisasi antarjemaat serta memperkuat pembinaan umat,” ujar Amsakar.

Menurut dia, organisasi keagamaan seperti PGLII memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat yang majemuk. Sebagai kota dengan latar belakang suku, agama, dan budaya yang beragam, Batam membutuhkan peran aktif tokoh agama untuk merawat persatuan sekaligus mencegah potensi gesekan sosial.

Ia menegaskan kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keagamaan harus dilandasi kepercayaan serta komunikasi yang terbuka. Sinergi tersebut, kata dia, tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas spiritual masyarakat, tetapi juga mendukung pembangunan daerah secara menyeluruh.

Amsakar juga mengajak pengurus PGLII membangun kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan. Ia menekankan pentingnya menjalankan amanah organisasi secara sungguh-sungguh dan bertanggung jawab, termasuk merumuskan program kerja yang jelas dan terukur dalam forum Rakerwil.

“Rakerwil ini harus menjadi momentum untuk merumuskan program kerja yang konkret dan dapat dilaksanakan,” tegasnya.

Ia mengingatkan agar perencanaan program disusun secara realistis dan dapat diimplementasikan. Program yang baik, menurutnya, bukan hanya ideal dalam konsep, tetapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Jangan menyusun program yang terlalu tinggi hingga sulit diwujudkan. Perencanaan harus realistis dan memberi dampak nyata,” tambahnya.

Lebih lanjut, Amsakar mengajak tokoh agama dan jemaat berperan sebagai penyejuk dalam kehidupan sosial dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan penuh kasih dalam menjaga kerukunan.

“Kita yang bergerak di ranah spiritual harus menghadirkan kesejukan dalam artian mengajak, bukan mengejek. Dengan begitu, Batam akan terus menjadi kota yang harmonis dan damai,” pesannya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pembimbing Masyarakat Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Kepulauan Riau Sahat Sihombing, anggota DPRD Kota Batam Ruslan Sinaga, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Batam Rudi Panjaitan, Kepala Seksi Urusan Agama Kristen Kota Batam Ester, Ketua Umum PGLII Pusat Tommy Lengkong, Ketua PGLII Kepulauan Riau Jusni Situmorang, serta jemaat yang mengikuti Rakerwil.

Melalui momentum Rakerwil dan pelantikan pengurus PGLII tersebut, Pemerintah Kota Batam berharap sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan semakin kuat dalam menjaga persatuan serta memperkokoh nilai toleransi di tengah keberagaman masyarakat.

YD

KORMI Batam Resmi Dilantik, Tekankan Soliditas dan Kerjasama Tim

0

RASIO.CO, Batam – Kepengurusan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia atau KORMI Kota Batam periode 2025-2029 dibawah Kepemimpinan Hendrik, resmi dilantik dan dikukuhkan.

Acara yang dilaksanakan di Gedung Pemko Batam pada, Minggu (15/02) ini, menjadi sebuah babak baru bagi dunia olahraga kemasyarakatan di Kota Batam.

Kepengurusan yang dilantik oleh Ketua Kormi Provinsi Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin ini, dikatakan bukan sekadar prosesi administratif, melainkan momentum penting bagi seluruh penggiat olahraga rekreasi untuk merapatkan barisan. 

Acara ini dihadiri oleh segenap pengurus dan anggota Induk Olahraga atau Inorga yang berada dibawah naungan Kormi Batam.

Ketua Kormi Kota Batam, Hendrik menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan untuk menahkodai organisasi ini selama empat tahun ke depan.

“Kolaborasi adalah kunci, kejayaan olahraga tradisional tidak bisa dicapai dengan kerja individu, melainkan melalui kerja sama tim yang solid antar seluruh pengurus dan anggota’,” ucapnya.

Hendrk yang juga merupakan anggota DPRD Kota Batam Fraksi PKB ini menyampaikan ucapan syukurnya karena pelantikan telah terlaksana dengan baik. Namun Ia menegaskan bahwa kerja nyata baru saja dimulai.

“Saya  mengajak seluruh pengurus untuk saling bekerja sama dan memberikan masukan satu sama lain demi kemajuan program Kormi ke depan,” ujarnya.

Ada sisi  menarik dari kepemimpinan Hendrik ini, yakni pendekatan yang sangat terbuka kepada seluruh anggota Kormi. Lantas Hendrik juga mengatakan bahwa terkait penyusunan program kerja daerah, ia menegaskan tidak akan bergerak secara top-down. Sebaliknya, ia akan melibatkan seluruh Inorga dalam merumuskan langkah strategisnya. Untuk itu Ia mengharapkan sumbang saran dari setiap Inorga.

“Kegiatan apa yang perlu kita dorong serta prestasi apa yang ingin kita capai, harus berbasis masukan dari para Ketua Inorga yang lebih paham kondisi di lapangan,saya ingin program yang lahir benar-benar berdampak,” lanjutnya.

 Lebih jauh, Hendrik melihat potensi besar olahraga tradisional sebagai penggerak ekonomi. Menurutnya, festival olahraga masyarakat yang dikelola dengan baik dapat menarik antusiasme massa yang luar biasa, yang pada akhirnya berdampak positif pada perputaran ekonomi lokal di Kota Batam.

 Ia berharap Kormi menjadi wadah yang membuat masyarakat sehat dan bahagia melalui olahraga tradisional.

“Jika masyarakatnya aktif dan produktif, maka ekonomi Kota Batam ke depan pasti akan jauh lebih baik lagi,” pungkasnya. 

YD

Polda Kepri Kerahkan 69 Personel Amankan Libur Imlek 2577/2026

0

RASIO.CO, Batam – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) mengerahkan 69 personel dari Direktorat Samapta (Ditsamapta) untuk mengamankan libur panjang Tahun Baru Imlek 2577/2026 Kongzili di Kota Batam.

Direktur Samapta Polda Kepri Kombes Pol. Joko Adi Nugroho di Batam, Senin, mengatakan seluruh personel tersebut dilibatkan dalam Operasi Liong Seligi 2026 yang digelar dalam rangka pengamanan perayaan Imlek.

“Jumlah keseluruhan personel yang dilibatkan dalam Operasi Liong dan pengamanan tahun baru Imlek sebanyak 69 personel,” kata Joko.

Ia menjelaskan, dari total tersebut, sebanyak 12 personel terlibat langsung dalam Operasi Liong Seligi, sementara sisanya tergabung dalam Satgas Preventif yang dipimpin Wadirsamapta AKBP Ike Krisnadian.

Menurut Joko, Satgas Preventif bertugas melakukan pengamanan di pusat perbelanjaan dan tempat wisata yang diperkirakan ramai dikunjungi masyarakat selama libur panjang, seperti Mega Mall, Pantai Ocarina, dan Pelabuhan Batam Center.

“Satgas Preventif ini bertugas di pusat perbelanjaan dan tempat wisata seperti Mega Mall, Pantai Ocarina, dan Pelabuhan Batam Center,” ujarnya.

Selain itu, Ditsamapta Polda Kepri juga mengerahkan 30 personel untuk pengamanan malam Tahun Baru Imlek di lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat keturunan Tionghoa, seperti vihara dan klenteng.

“Juga ada personel yang berpatroli rutin sebanyak 27 orang,” ungkapnya.

Seluruh personel, lanjut Joko, bertugas mengamankan berbagai kegiatan masyarakat selama libur panjang, baik aktivitas wisata maupun kegiatan keagamaan lainnya. Dalam pelaksanaannya, personel melakukan patroli serta penempatan di titik-titik strategis guna mencegah terjadinya tindak pidana.

“Selain itu juga untuk memberikan pelayanan di tempat-tempat umum,” katanya.

Pengamanan serupa juga diberlakukan di enam kabupaten/kota lain yang berada di wilayah hukum Polda Kepri.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Nona Pricilia Ohei mengatakan pengamanan Imlek 2026 mengedepankan langkah preventif, terlebih perayaan tahun ini bertepatan dengan masuknya bulan Ramadhan 1447 Hijriah.

Ia menyebut Satgas Preventif Operasi Liong Seligi 2026 melaksanakan patroli dan monitoring di sejumlah lokasi strategis di Kota Batam.

Selain patroli rutin, personel juga melakukan patroli dialogis dengan memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat, khususnya penumpang pelabuhan, pengunjung pusat perbelanjaan, serta wisatawan, agar tetap waspada dan menjaga barang bawaannya serta bersama-sama memelihara situasi keamanan yang kondusif.

“Melalui Operasi Liong Seligi 2026, kami terus meningkatkan kehadiran personel di lapangan guna memastikan seluruh rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek di wilayah Kepri berjalan aman, tertib dan kondusif,” kata Nona.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian dapat menghubungi layanan call center Polri 110.

YD