Jumat, November 6, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 39

Bupati Karimun Targetkan Pendapatan Rp.1,4 Trilyun dan Fokus Ekonomi

0

RASII.CO, Batam –  Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, secara resmi menyampaikan Pidato Pengantar Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Karimun Tahun Anggaran 2027.

Agenda penting ini disampaikan dalam Rapat Paripurna yang berlangsung di Ruang Paripurna Kantor DPRD Kabupaten Karimun, Jl. Raya Komp. Timah, Teluk Uma, Kecamatan Tebing.

Penyusunan KUA dan PPAS ini merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 dan Permendagri Nomor 77 Tahun 2020, yang menjadi pedoman bagi seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam menyusun program dan kegiatan tahun 2027.

Untuk tahun 2027, Pemerintah Kabupaten Karimun mengusung tema pembangunan: “Pengembangan Potensi Perekonomian yang Didukung dengan Pembangunan Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Berdaya Saing Menuju Karimun yang Maju, Sejahtera dan Berbudaya”.

Bupati Ing. H. Iskandarsyah menegaskan empat prioritas pembangunan utama Pemkab Karimun:
1. Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul melalui optimalisasi pelayanan pendidikan dan kesehatan berkualitas.
2. Pengembangan sarana dan prasarana infrastruktur serta konektivitas antarwilayah yang merata dan berkelanjutan.
3. Pengembangan perekonomian daerah melalui penguatan sektor-sektor unggulan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
4. Peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan daerah yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Postur Anggaran 2027: Surplus Rp2 Miliar dan SiLPA Nihil

Dalam rancangan KUA-PPAS 2027, target Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp1.406.673.895.779,00 (Satu Triliun Empat Ratus Enam Miliar Enam Ratus Tujuh Puluh Tiga Juta Delapan Ratus Sembilan Puluh Lima Ribu Tujuh Ratus Tujuh Puluh Sembilan Rupiah).

Angka ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan target APBD Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp1,12 Triliun.

Sementara itu, proyeksi Belanja Daerah dialokasikan sebesar Rp1.404.673.895.779,00, yang difokuskan pada program prioritas seperti reformasi birokrasi, investasi, pembangunan infrastruktur, hingga pelestarian budaya. Proyeksi belanja ini juga meningkat dari APBD 2026 yang sebesar Rp1,29 Triliun.

Dari selisih antara Pendapatan dan Belanja Daerah tersebut, terdapat surplus sebesar Rp2.000.000.000,00 (Dua Miliar Rupiah). Surplus ini akan dialokasikan untuk pengeluaran pembiayaan, yakni penambahan modal kepada Perusahaan Perseroan Daerah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Tuah Karimun sesuai amanat Perda No. 7 Tahun 2023.

Selain itu, Pemkab Karimun menegaskan tidak lagi menganggarkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) dalam dokumen KUA-PPAS 2027, sehingga penerimaan pembiayaan tercatat nihil. Pembahasan difokuskan pada proyeksi dan kebutuhan anggaran baru.

Bupati Ing. H. Iskandarsyah berharap proses pembahasan KUA-PPAS 2027 antara legislatif dan eksekutif dapat berjalan lancar sesuai jadwal demi terwujudnya pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Karimun.

Redaksi@www.rasio.co //

BP Batam Percepat Super Apps Tranformasi Digital

0

RASIO.CO, Batam – BP Batam melalui Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI) menggelar Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Aplikasi Super Apps BP Batam di Conference Hall Gedung Pusat Teknologi Informasi BP Batam, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan yang dibuka oleh Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan, Sudirman Saad ini menjadi bagian dari upaya BP Batam dalam mempercepat implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sekaligus memperkuat transformasi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Plt. Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi BP Batam, Sardin Sitorus, dalam laporannya menyampaikan bahwa pengembangan Super Apps merupakan inisiatif strategis untuk menghadirkan layanan digital yang semakin mudah diakses, terintegrasi, efisien, serta berorientasi pada kebutuhan pengguna.

“Super Apps ini adalah salah satu upaya kita untuk mempermudah akses digital bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk mengakses layanan digital BP Batam, melalui kegiatan ini juga kita akan menghimpun masukan dari seluruh unit kerja sebagai dasar penyusunan kebutuhan bisnis dan pengembangan aplikasi yang terintegrasi,” terang Sardin.

Super Apps BP Batam dikembangkan sebagai single gateway yang mengintegrasikan berbagai layanan melalui konsep One Stop Service, Single Identity (Single Sign-On/SSO), dan Integrated Process.

Sebagai referensi pengembangan, BP Batam mengadopsi berbagai praktik baik implementasi Super Apps di tingkat nasional maupun internasional, di antaranya INA Digital di Indonesia, LifeSG di Singapura, dan UMANG di India.

Lewat pengembangan tersebut, BP Batam menargetkan terwujudnya layanan digital yang terpadu, mudah, aman, efisien, transparan, dan berdaya guna, sehingga mampu memberikan pengalaman layanan yang lebih baik bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

Anggota Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan, Sudirman Saad, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengembangan Super Apps merupakan langkah strategis BP Batam dalam mendukung transformasi digital melalui integrasi berbagai layanan ke dalam satu platform.

“Penguatan layanan digital tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi proses bisnis, tetapi juga menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses,” ujarnya.

Melalui implementasi Super Apps, BP Batam diharapkan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis digital sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik, sesuai dengan arahan dari Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra.

“Inisiatif ini juga menjadi bagian dari komitmen BP Batam, sesuai arahan Bapak Kepala dan Ibu Wakil dalam mewujudkan layanan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, mendukung kemudahan berusaha, serta memperkuat daya saing Batam sebagai kawasan investasi dan ekonomi digital,” tutup Sudirman.

Redaksi@rasio.co //

Bupati Karimun Pastikan Penyaluran Insentif Tepat Waktu dan Apresiasi Peran Strategis RT/RW

0

RASIO.CO, Karimun –  Bupati Karimun Ing. H. Iskandarsyah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peran strategis Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.

Komitmen ini disampaikan dalam acara silaturahmi bersama Forum Ketua RT dan RW se-Kecamatan Tebing, yang turut dihadiri oleh Camat Tebing dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) setempat.

Dalam arahannya, Bupati Karimun menyoroti bahwa kondusivitas wilayah merupakan kunci utama bagi kemajuan Kabupaten Karimun, khususnya dalam menarik investasi dan mengembangkan sektor pariwisata.

Keberhasilan tersebut, menurutnya, sangat bergantung pada sinergi dan kinerja aparatur di tingkat lingkungan terbawah.

“RT dan RW adalah garda terdepan yang paling dekat dan paling tahu kondisi masyarakat di wilayahnya masing-masing. Peran mereka sangat luar biasa dalam menjaga ketertiban, keamanan, dan kondusivitas wilayah,” tegas Bupati Karimun.

Komitmen Perbaikan Sistem Insentif

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Karimun secara terbuka menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf terkait dinamika keterlambatan pencairan insentif bagi para ketua RT dan RW yang sempat terjadi.

Pemkab Karimun menyadari bahwa besaran insentif yang ada saat ini belum sepenuhnya sebanding dengan beratnya tanggung jawab yang dipikul oleh pengurus lingkungan.

Guna mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Karimun saat ini tengah memfokuskan evaluasi dan perbaikan sistem tata kelola keuangan daerah.

Sebagai langkah konkret, Bupati memastikan bahwa penyaluran insentif untuk Kuartal II telah rampung dan ditransfer langsung ke rekening masing-masing Ketua RT dan RW di Kecamatan Tebing.

Ke depan, Pemkab Karimun menargetkan standarisasi pencairan insentif secara tepat waktu setiap tiga bulan (per kuartal), yakni maksimal sebelum tanggal 15 pada bulan pertama setelah kuartal sebelumnya berakhir.

“Kami berupaya melakukan pemulihan dan penataan keuangan daerah secara bertahap. Harapan kami, untuk pencairan insentif Kuartal III mendatang sudah dapat diterima para Ketua RT dan RW paling lambat sebelum pertengahan Oktober,” tambah Bupati.

Melalui silaturahmi ini, diharapkan sinergitas antara Pemerintah Daerah, Pemerintah Kecamatan, hingga pengurus RT/RW dapat terus terjalin dengan kokoh. Sinergi ini menjadi fondasi penting demi mewujudkan pelayanan publik yang optimal, responsif, dan mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Karimun.

Redaksi@rasio.co //

Bupati dan Wakil Bupati Lingga Ikuti Raker dan RDPU Komisi II DPR RI

0

RASIO.CO, Lingga – Bupati Lingga, Muhammad Nizar Bersama Wakil Bupati Lingga, Novrizal, mengikuti Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi II DPR RI secara virtual melalui Zoom Meeting, dari Ruang Rapat Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kabupaten Lingga. Kamis (30/7/2026).

Raker dan RDPU Komisi II DPR RI tersebut membahas sejumlah agenda strategis terkait penyelenggaraan pemerintahan daerah, di antaranya remunerasi kepala daerah dan wakil kepala daerah, sistematika Dana Bagi Hasil (DBH), serta upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Keikutsertaan dalam forum tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lingga untuk mengikuti perkembangan pembahasan kebijakan di tingkat nasional, khususnya kebijakan yang berkaitan dengan penguatan kapasitas fiskal dan tata kelola pemerintahan daerah.

Pembahasan mengenai DBH dan peningkatan PAD menjadi hal penting bagi pemerintah daerah, mengingat kapasitas fiskal daerah memiliki peran strategis dalam mendukung keberlanjutan pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Lingga dapat memperoleh informasi dan perkembangan terbaru terkait arah kebijakan pemerintah pusat yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan daerah. Informasi tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan serta perencanaan pembangunan daerah.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Barenlitbang, Kepala Bependa, Plt. Kepala BPKAD, Kabag Tapem. Keikutsertaan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mendorong kebijakan yang mendukung penguatan kapasitas fiskal serta percepatan pembangunan daerah.


Matangkan Persiapan Hadapi Porprov Kepri 2026, KONI Lingga Siapkan Tujuh Cabor Prioritas

0

RASIO.CO, Lingga – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lingga mulai mematangkan persiapan untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau 2026. Event akbar tingkat provinsi tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada November 2026 mendatang. Rabu (29/7/2026), sore.

Langkah konkret ini dibahas dalam rapat koordinasi, dipimpin langsung oleh Ketua Umum KONI Lingga, Junaidi Adjam, melibatkan sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor).

Ketua KONI Lingga, Junaidi Adjam mengatakan, bahwa rapat tersebut merupakan bagian dari upaya transparansi dan pertanggungjawaban KONI Lingga terkait kesiapan tim menjelang ajang empat tahunan tersebut.

“Kami dari pengurus KONI Kabupaten Lingga mau mempertanggungjawabkan kepada pemerintah daerah maupun cabang olahraga sejauh mana persiapan untuk menghadapi Porprov 2026 pada bulan November yang akan datang,” kata Junaidi ditemui usai kegiatan matangkan persiapan menghadapi Porprov Kepri 2026.

Junaidi menjelaskan, selain membahas aspek teknis pelatihan dan kesiapan atlet, rapat juga menyoroti realitas anggaran yang dimiliki KONI Lingga. Kemampuan finansial menjadi faktor penentu dalam menentukan jumlah atlet yang akan diberangkatkan.

Junaidi menyebutkan bahwa berbagai masukan dari pengurus cabor akan menjadi bahan pertimbangan utama. Ia berharap, dengan evaluasi yang matang, jumlah atlet yang berangkat bisa bertambah sesuai dengan kapasitas anggaran yang tersedia.

“Terkait keputusan ini juga menyangkut anggaran yang KONI peroleh. Sebatas kemampuan kita hari ini, apa yang disampaikan kawan-kawan dari cabang olahraga kami jadikan masukan agar bisa ikut serta dengan jumlah atlet yang lebih banyak dari yang telah kami perhitungkan,” ungkap Junaidi.

Junaidi melanjutkan, bahwa KONI Lingga menetapkan tujuh cabang olahraga sebagai prioritas awal untuk mengikuti Porprov Kepri 2026. Penetapan ini didasarkan pada tingkat popularitas olahraga di masyarakat serta rekam jejak prestasi pada Porprov sebelumnya.

Junaidi menambahkan, meski demikian, KONI Lingga tetap berupaya mencari solusi agar cakupan partisipasi dapat diperluas. Pihaknya berkomitmen untuk memikirkan mekanisme agar cabang-cabang olahraga lainnya juga dapat diberangkatkan ke Porprov Kepri 2026 pada November nanti.

“Keputusan awal ada tujuh cabang olahraga dengan berbagai pertimbangan. Sepak bola dan voli merupakan olahraga yang memasyarakat, ditambah cabang olahraga yang pada Porprov 2022 berhasil meraih medali emas,” tutup Junaidi.

Puspan

PWI Kepri Konsolidasikan Program Strategis Bersama Pengurus Daerah

0

RASIO.CO, Batam  –  Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Riau (Kepri) menggelar rapat konsolidasi sejumlah program strategis bersama pengurus daerah, di RAV Hotel Tanjungpinang, Rabu (29/7/2026)

Dalam rapat Konsolidasi itu, PWI Kepri mulai mematangkan pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK), serta reaktivasi keanggotaan.

Rapat itu dipimpin Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani dan dihadiri Pengurus PWI Pusat Ramon Damora, Bendahara PWI Kepri Nizamul Akhyar, Wakil Sekretaris I PWI Kepri M. Ikhsan, Wakil Sekretaris II PWI Kepri Aji Anugraha, Ketua PWI Tanjungpinang Suhardi, Sekretaris PWI Bintan Yendi, serta jajaran pengurus Pokja PWI Tanjungpinang.

Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani mengatakan rapat konsolidasi tersebut membahas sejumlah program prioritas yang menjadi arahan PWI Pusat.

Agenda itu meliputi reaktivasi keanggotaan melalui Kartu PWI, pelaksanaan Sertifikasi Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK), Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI se-Kepulauan Riau, hingga persiapan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Powarda).

“Kami berharap seluruh agenda organisasi dapat terlaksana sesuai rencana dan arahan PWI Pusat,” kata Saibansah.

Pria yang akrab disapa Cak Iban itu menambahkan, pelaksanaan UKW akan digelar dalam waktu dekat bekerja sama dengan PWI Pusat. Kegiatan tersebut juga akan dirangkaikan dengan peresmian Sekretariat PWI Kepri di Batam.

“UKW akan diselenggarakan PWI Kepri bersama PWI Pusat dengan menghadirkan penguji yang telah ditetapkan PWI,” ujarnya.

Ketua PWI Tanjungpinang Suhardi menyambut baik rencana pelaksanaan UKW tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi momentum penting untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme wartawan di Kepulauan Riau.

Ia mengaku telah mengimbau seluruh anggota PWI di Tanjungpinang agar berpartisipasi dan menyukseskan seluruh agenda organisasi yang telah disusun.

“Saya mengajak seluruh anggota PWI di Tanjungpinang bersama-sama menyukseskan agenda yang telah ditetapkan,” ujar Suhardi.

Dukungan serupa disampaikan Sekretaris PWI Bintan Yendi. Ia menegaskan PWI Bintan siap mendukung pelaksanaan seluruh program strategis PWI Kepri.

“Hasil rapat konsolidasi ini akan kami sampaikan kepada seluruh pengurus PWI Bintan agar dapat ditindaklanjuti,” katanya.

Melalui konsolidasi tersebut, PWI Kepri menegaskan komitmennya memperkuat organisasi, meningkatkan kompetensi wartawan, serta menjaga integritas dan profesionalisme insan pers di Kepulauan Riau sesuai arahan Ketua PWI Pusat Akhmad Munir dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Atal S. Depari.

Redaksi@www.rasio.co //

Hakim Vonis Acai Enam Bulan Penjara  Kasus Penguasaan Hutang Lindung 300 Hektar

0

RASIO.CO, Batam –  Majelis hakim PN Batam menghukum terdakwa Hanjaya alias Acai 6 bulan penjara serta denda 200 juta terait kasus dakwaan tunggal JPU menguasai hutan lindung 303 Hektar di Barelang , Batam. Rabu(29/07).

Mejalis hakim ketua Douglas R.P Napitupulu didampingi sua hakim anggota, Randi Jastian Agandi dan Dina Puspitasari dalam putusannya, Menyatakan Terdakwa Hamjaya alias Acai telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana.

“mengerjakan, menggunakan, dan menduduki kawasan hutan secara tidak sah” sebagaimana dalam dakwaan tunggal

Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 6 bulan dan Pidana denda sejumlah Rp200.000.000,00 yang harus dibayar dalam jangka waktu 1 bulan dan dapat diperpanjang untuk paling lama 1 bulan sejak putusan berkekuatan hukum tetap.

Menetapkan jika pidana denda tidak dibayar dalam jangka waktu yang telah ditentukan, kekayaan atau pendapatan Terpidana dapat disita dan dilelang untuk melunasi pidana denda yang tidak dibayar;

Menetapkan dalam hal, hasil penyitaan dan pelelangan kekayaan atau pendapatan tidak cukup atau tidak memungkinkan untuk dilaksanakan, pidana denda yang tidak dibayar tersebut diganti dengan pidana penjara selama 80  hari.

Se elumnya, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri(PN) Batam, menunda petusan terdakwa Hanjaya alias Acai kasus penguasaan lahan 303 hektar di rempang galang, batam pekan depan.

“Adanya permohonan PH terhadap jaksa kami menuda sidang pekan depan,” kata Dauglas.Senin(20/07).

Sebelumnya, Ironisnya, Terdakwa Hanjaya alias Acai dituntut Jaksa Rumondang Cs selama 7 Bukan penjara denda 200 juta. Acau dijerat sesuai UU Kehutanan.
terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana “Setiap orang dilarang mengerjakan dan atau menggunakan dan atau menduduki kawasan hutan secara tidak sah” 

sebagaimana diatur dan diancam dalam melanggar Pasal 78 ayat (2) 2 Jo Pasal 50 ayat (3) huruf a Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, sebagaimana telah diubah dalam Pasal 36 Angka 19, Pasal 78 ayat (3).

Jo Pasal 36 Angka 17, Pasal 50 ayat (2) huruf a Jo Pasal 36 Angka 19 ayat 3 Jo Pasal 36 Angka 17 ayat (2) huruf a Undang-undang Nomor : 6 Tahun 2023 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Jo Undang-undang No. 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana sebagaimana dalam dakwaan Tunggal Penuntut Umum
Tuntutan tersebut dibacakan JPU Gustiro Kurniawan dalam sidang di Pengadilan Negeri Batam, Senin (13/7) lalu.

Persidangan dipimpin Ketua Majelis Hakim Douglas Napitupulu dengan didampingi dua hakim anggota, Verdian Martin dan Dina Puspita Sari.

“Menuntut terdakwa Hanjaya alias Acai dengan pidana penjara selama tujuh bulan dan denda sebesar Rp200 juta,” kata Gustiro Kurniawan saat membacakan tuntutan.

Dalam tuntutannya, jaksa menyatakan Hanjaya alias Acai terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan di bidang kehutanan.

Jaksa mendasarkan tuntutan tersebut pada ketentuan Pasal 78 juncto Pasal 50 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan beserta sejumlah perubahan dan ketentuan terkait dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Tuntutan tujuh bulan penjara tersebut menjadi sorotan jika dibandingkan dengan ancaman pidana maksimal dalam ketentuan tindak pidana penggunaan kawasan hutan secara tidak sah yang dapat mencapai 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp7,5 miliar.

Didakwa Kuasai Ratusan Hektare Lahan
Berdasarkan uraian dakwaan, Hanjaya alias Acai didakwa menguasai kawasan Hutan Taman Buru Pulau Rempang secara tidak sah. Penguasaan lahan disebut berlangsung sejak 2014 hingga Oktober 2025.

Lokasi tersebut berada di kawasan Taman Buru Pulau Rempang, Desa Sungai Raya, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam.

Perkara bermula pada 2012 ketika Hanjaya mengenal Amin Bujur, mantan Kepala Desa Sungai Raya. Dari perkenalan tersebut, terdakwa kemudian membeli sejumlah bidang lahan dari masyarakat secara bertahap hingga 2015.

Dalam dakwaan disebutkan, Hanjaya menguasai 133 surat keterangan tanah (SKT) dengan luas sekitar 294 hektare. Lahan tersebut dibeli dengan nilai keseluruhan sekitar Rp2 miliar.

Berdasarkan hasil pemetaan selanjutnya, luas keseluruhan lahan yang disebut berada dalam penguasaan terdakwa mencapai sekitar 303,05 hektare.

Pada 2014, terdakwa disebut mulai mempekerjakan sejumlah orang untuk membuka lahan menggunakan alat berat, seperti ekskavator, buldozer, dan truk. Pembukaan lahan dilakukan untuk membangun akses jalan.

Di lokasi tersebut juga didirikan portal, pos penjagaan, serta papan bertuliskan PT Batam Balindo Jaya. Aktivitas kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon mangga hingga 2017.

Dua Kali Diperingatkan BBKSDA Riau Pada 2017, Tim Smart Patrol Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menemukan aktivitas di area yang disebut masuk dalam kawasan Taman Buru Rempang.

BBKSDA Riau kemudian melayangkan dua surat peringatan tertulis masing-masing pada 13 Februari dan 27 Maret 2017. Peringatan tersebut meminta penghentian aktivitas pembukaan lahan dan perkebunan serta pemulihan kawasan sesuai dengan fungsinya sebagai Taman Buru Pulau Rempang.

Namun, berdasarkan uraian dakwaan, peringatan tersebut tidak diindahkan.
Pada 2023, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga memasang papan pemberitahuan yang menyatakan lokasi tersebut merupakan kawasan Hutan Taman Buru.

BBKSDA Riau selanjutnya kembali mengirimkan dua surat undangan klarifikasi kepada terdakwa pada 30 Juni dan 9 Juli 2025.

Tim Smart Patrol Terestrial kemudian melakukan pengawasan dan pengambilan titik koordinat di lokasi pada 20 hingga 24 Oktober 2025. Berdasarkan hasil pengukuran, area yang telah ditanami pohon mangga mencapai sekitar 7,9 hektare.

Ahli Supriyadi Ismail, yang dalam dakwaan disebut sebagai Kepala Seksi Pengukuhan dan Perencanaan Kawasan Hutan Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah XII Tanjungpinang, menerangkan bahwa aktivitas tersebut tidak sesuai dengan fungsi kawasan konservasi.

“Penanaman pohon mangga di dalam kawasan hutan konservasi atau Taman Buru merupakan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi kawasan dan bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan dan konservasi,” demikian keterangan ahli sebagaimana tertuang dalam materi perkara.

Setelah pembacaan tuntutan, perkara tersebut selanjutnya memasuki tahapan persidangan berikutnya sebelum majelis hakim menjatuhkan putusan terhadap Hanjaya alias Acai.

Redaksi@www.rasio.co //

Tujuh Tips Aman dari Instruktur Safety Riding Honda

0

RASIO.CO, Batam – PT Capella Dinamik Nusantara selaku main dealer sepeda motor Honda wilayah Kepulauan Riau mengingatkan masyarakat agar tidak membonceng anak di bagian depan sepeda motor.

Posisi tersebut dinilai berisiko karena dapat mengganggu kendali pengendara dan meningkatkan potensi cedera apabila terjadi pengereman mendadak maupun kecelakaan.

Edukasi tersebut disampaikan melalui kampanye keselamatan berkendara Cari_Aman. Salah satu fokusnya ialah meningkatkan pemahaman orang tua mengenai cara membawa anak menggunakan sepeda motor dengan lebih aman.

Safety Riding Instructor Main Dealer Capella Honda Kepri, Christofer Valentino, mengatakan masih banyak orang tua menempatkan anak di depan pengendara karena dianggap lebih praktis atau agar anak dapat menikmati perjalanan.

“Padahal, posisi tersebut sangat berisiko. Anak bisa terbentur saat pengereman mendadak, mengganggu kendali sepeda motor, bahkan mengurangi fokus pandangan pengendara,” kata Christofer.

Menurut dia, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua sebelum mengajak anak berkendara menggunakan sepeda motor.

Pertama, anak wajib menggunakan helm berstandar SNI dengan ukuran yang sesuai. Pengendara dan pembonceng sama-sama memiliki risiko cedera ketika terjadi kecelakaan sehingga keduanya harus menggunakan perlengkapan keselamatan.

Kedua, anak harus duduk di kursi belakang dengan posisi tegak, menempel pada pengendara, serta mampu berpegangan dengan baik agar keseimbangan tetap terjaga selama perjalanan.

Ketiga, pastikan kondisi fisik anak sudah memungkinkan untuk menjadi pembonceng. Kakinya harus dapat menjangkau pijakan kaki, sementara tangannya mampu memegang pengendara dengan kuat.

Bila diperlukan, orang tua dapat menggunakan sabuk pembonceng khusus anak sebagai perlindungan tambahan.

Keempat, hindari akselerasi maupun pengereman secara tiba-tiba. Anak umumnya belum memiliki kemampuan menjaga keseimbangan sebaik orang dewasa sehingga perubahan kecepatan yang mendadak dapat meningkatkan risiko terjatuh.

Kelima, sesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan dan lalu lintas. Pengendara juga dianjurkan menghindari manuver berisiko serta menjaga jarak aman dengan kendaraan lain.

Keenam, perhatikan durasi perjalanan, kondisi cuaca, serta kondisi fisik anak. Untuk perjalanan yang cukup jauh, pengendara sebaiknya berhenti sejenak agar anak dapat beristirahat dan tidak mengalami kelelahan.

Ketujuh, ajak anak berkomunikasi selama perjalanan. Orang tua perlu memastikan anak tetap nyaman, tidak mengantuk, haus, maupun menunjukkan tanda-tanda kelelahan.

Christofer menegaskan keselamatan anak tidak hanya ditentukan oleh perlengkapan berkendara, tetapi juga perilaku pengendara di jalan.

“Saat membawa anak, tanggung jawab kita menjadi lebih besar. Karena itu, selalu terapkan budaya #Cari_Aman, patuhi peraturan lalu lintas, dan utamakan keselamatan dalam setiap perjalanan,” ujarnya.

Sementara itu, Sales Manager Main Dealer Capella Honda Kepri, Duri Yanto, mengatakan keselamatan harus menjadi perhatian utama setiap pengendara, terutama ketika membawa anak yang memiliki kondisi fisik berbeda dengan orang dewasa.

“Edukasi keselamatan bukan hanya tentang mematuhi aturan lalu lintas, tetapi juga membangun kebiasaan yang dapat melindungi seluruh anggota keluarga,” kata Duri Yanto.

Edukasi keselamatan berkendara bagi masyarakat akan terus menjadi bagian dari kegiatan Main Dealer Capella Honda Kepri melalui kampanye #Cari_Aman di berbagai kesempatan, termasuk pelatihan safety riding dan sosialisasi kepada komunitas maupun kalangan pelajar.

Redaksi@www.rasio.co //

BP Batam Himbau Pengguna Jalan Berhati-Hati, Jalan Gajah Mada Perbaikan

0

RASIO.CO, Batam – BP Batam memastikan bahwa perbaikan Jalan Gajah Mada pada ruas Pura Agung Amertha Buana hingga Taman Kota merupakan komitmen menghadirkan infrastruktur jalan yang lebih aman, nyaman dan andal bagi masyarakat.

Perbaikan tersebut dilaksanakan sebagai solusi atas kerusakan jalan yang tengah dikeluhkan para pengguna jalan. Pekerjaan ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan dalam kondisi cuaca normal.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, mengatakan perbaikan dilakukan secara menyeluruh agar memberikan manfaat jangka panjang.

“Tujuan utama pekerjaan ini adalah meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Kami memahami proses pelaksanaannya menimbulkan ketidaknyamanan sementara, namun perbaikan ini diperlukan agar masyarakat memperoleh infrastruktur jalan yang lebih baik, lebih aman, dan lebih berkualitas,” ujarnya, Selasa (28/7).

Ia menjelaskan, sebelum pekerjaan dimulai, BP Batam telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan skema rekayasa lalu lintas serta melaksanakan pemberitahuan melalui media sosial dan mitra media BP Batam kepada masyarakat guna meminimalkan dampak terhadap aktivitas pengguna jalan.

Kami berterima kasih atas pengertian dari masyarakat. Dukungan dari seluruh pihak sangat kami harapkan agar proses rekonstruksi dapat diselesaikan tepat waktu tanpa mengurangi standar mutu maupun aspek keselamatan,” katanya.

Lebih lanjut ditekankan, bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan proyek terus ditingkatkan agar seluruh pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan memenuhi standar keselamatan.

Terkait laporan insiden kecelakaan yang terjadi di sekitar lokasi proyek pada Senin (27/7), BP Batam menyampaikan rasa prihatin dan simpati kepada korban beserta keluarga.

“Kami turut prihatin atas musibah yang terjadi dan mendoakan agar korban segera pulih. Peristiwa ini menjadi catatan bagi kami untuk terus memperkuat aspek keselamatan dalam setiap pelaksanaan pekerjaan infrastruktur,” ucapnya.

BP Batam juga telah memberikan bantuan biaya pengobatan kepada korban dan melakukan kunjungan kepada korban beserta keluarga untuk menyampaikan dukungan secara langsung.

BP Batam mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati, mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan selama proses rekonstruksi berlangsung demi keselamatan bersama. (AP)

PWI Kepri Tegaskan, Tak Ada Pembahasan Soal UKW KJK dengan PWI Pusat

0

​RASIO.CO, Batam — Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menegaskan bahwa seluruh penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang membawa nama PWI wajib berkoordinasi dan melalui mekanisme resmi PWI Kepri.

​Teguran keras ini disampaikan merespons adanya klaim dari Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) yang berencana menggelar UKW di Tanjungpinang dengan mengklaim menggandeng PWI Pusat.

​Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani, mengaku kaget dengan langkah KJK yang dinilai mencoba melakukan bypass atau melangkahi jalur kepengurusan daerah langsung ke PWI Pusat. Menurutnya, kendati niat menggelar UKW itu baik, cara-cara yang ditempuh terkesan menggelikan dan menyalahi etika berorganisasi.

​”Kami kaget mendengar klaim tersebut. Upaya bypass yang coba dilakukan KJK ke PWI Pusat ini suatu hal yang lucu, walau tujuannya mungkin bagus. Bagaimanapun, PWI Kepri tentu dikangkangi jika ada pihak luar menggelar UKW membawa nama PWI di wilayah Tanjungpinang tanpa koordinasi dengan kami,” tegas Saibansah, Senin (27/7/2026) malam.

​Saibansah mengungkapkan, sejumlah figur di KJK sebenarnya merupakan anggota PWI Kepri. PWI Kepri sendiri telah bersurat secara resmi untuk mengajak mereka kembali melebur demi menyatukan barisan pascadualisme. Namun, anggota KJK disayangkan masih membawa semangat perpecahan.

​”PWI Kepri tetap membuka pintu lebar-lebar dan merangkul mereka. Tapi kalau memang tetap menolak melebur dan terus merusak tatanan organisasi, kami tidak ragu untuk mengambil tindakan tegas sesuai aturan internal,” lanjutnya.

​PWI Pusat Pastikan Tidak Ada Bahasan UKW dengan KJK

​Merespons keresahan anggota PWI di Kepri, Saibansah langsung melakukan konfirmasi dan koordinasi dengan Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, serta Sekretariat PWI Pusat. Hasilnya, PWI Pusat memastikan tidak pernah ada kesepakatan atau pembahasan mengenai pelaksanaan UKW bersama KJK.

​Selain itu, temuan di lapangan menunjukkan surat permohonan UKW yang diajukan KJK juga salah alamat karena ditujukan langsung ke Direktur UKW.

​”Saya sudah koordinasi langsung dengan Ketum PWI Pusat, Pak Akhmad Munir. Beliau menegaskan tidak ada bahasan soal UKW dengan KJK. Setelah kami cek ke Sekretariat PWI Pusat, surat KJK itu salah alamat. Harusnya permohonan terkait UKW ditujukan ke Ketua Umum. Ketum PWI Pusat saja dilangkahi, apalagi PWI Kepri,” terang Saibansah.

​PWI Kepri Resmi Tolak Keberadaan KJK

​Penegasan ini sejalan dengan surat resmi yang telah dikeluarkan PWI Kepri sebelumnya melalui Surat Nomor: 01/Re/PWI KEPRI/VI/2026 perihal Tanggapan atas Permohonan Persetujuan Pembentukan/Menjadi Anggota KJK.

​Surat tersebut ditujukan kepada Ady Indra Pawennari, anggota aktif PWI Kepri yang juga menjabat sebagai Ketua KJK, guna membalas surat permohonan izin KJK (Nomor: 01/SP-ADY/V/2026).
​Berdasarkan kajian mendalam internal pengurus, PWI Kepri menyampaikan dua poin keputusan penting:

​Sikap Resmi PWI Kepri: Menolak secara tegas permohonan persetujuan pembentukan maupun keanggotaan KJK.

​Pertimbangan Organisasi: KJK yang didirikan pada 11 November 2025 di Tanjungpinang dinilai bergerak sebagai organisasi sejenis dan menjalankan program-program yang tumpang tindih dengan program kerja PWI, tanpa pernah ada komunikasi maupun koordinasi awal. KJK dinilai berjalan sendiri di luar kendali dan koridor organisasi PWI Kepri.

​Dengan penegasan ini, PWI Kepri mengimbau kepada seluruh instansi pemerintah, mitra kerja, serta insan pers di Kepulauan Riau untuk tidak terkecoh oleh klaim-klaim kegiatan yang membawa nama PWI tanpa konfirmasi resmi dari Pengurus Provinsi PWI Kepri.

Ketua PWI Pusat Akhmad Munir menegaskan rekonsiliasi pasca dualisme mutlak dijalankan semua anggota.

“Rekonsialiasi, persatuan, kekompakan ini adalah perintah Ketua umum,” tegas Achmad Munir, Senin (27/7/2026).(r).