Kamis, Juni 11, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 403

Jefridin Ajak PKK RW Berkolaborasi Mewujudkan Masyarakat yang Sejahtera

0

RASIO.CO, Batam – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi diwakilkan Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin mengajak Kelompok PKK RW se-Kecamatan Sekupang berkolaborasi untuk mensukseskan 10 program Pokok PKK. Dengan tujuan untuk mewujudkan masyarakat Kota Batam yang sejahtera.

“Saya mengapresiasi dan berterimakasih kepada Ketua TP-PKK Kota Batam, Ibu Hj. Marlin Agustina yang sudah menginisiasi dikukuhkannya kelompok PKK tingkat RW ini. Kepada Ibu-ibu yang baru dikukuhkan Saya ucapkan selamat, semoga dapat menjalankan tugas sebagai Kelompok PKK RW,” ucap Jefridin usai menghadiri acara Penguatan Kelembagaan Organisasi Kelompok PKK RW Kota Batam di Harmoni One, Jumat (1/12).

Pentingnya kolaborasi ini menurutnya untuk mengetahui permasalahan yang ada di tengah masyarakat. Sebagai kelompok PKK RW, tentunya akan lebih dahulu memperoleh informasi dari masyarakat di lingkungannya. Secara berjenjang Kelompok PKK mengkoordinasikan permasalahan yang ada untuk mencari jalan keluarnya.

“Setelah dikukuhkan Saya harap dapat langsung menjalankan tugas sesuai dengan 10 program pokok PKK. Jika memang ada permasalahan stunting, Germas atau apapun yang masuk dalam program pokok PKK segera sampaikan. Jika ini dilakukan, Saya yakin masyarakat akan sejahtera dan apa yang menjadi program nasional yang harus ditindaklanjuti daerah akan dapat Kita selesaikan secara bersama-sama,” pesan suami Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batam, Hariyanti Jefridin.

Adapun 10 program pokok PKK diawali dengan Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. Gotong royong, Pangan, Sandang, Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga, Pendidikan dan Keterampilan, Kesehatan, Pengembangan Kehidupan Berkoperasi, Kelestarian Lingkungan Hidup dan Perencanaan Sehat.

“Mari sama-sama Kita bergandeng tangan mensukseskan pembangunan di Kota Batam. Pemerintah Kota Batam sudah meresmikan Kampung Germas di 38 kelurahan, melalui kelompok PKK RW mari Kita hidupkan Kampung Germas yang ada di lingkungan masing-masing. Mari bersama-sama Kita sukseskan 10 Program PKK untuk mencapai masyarakat Batam yang sejahtera. Sehingga visi Batam menjadi Kota Madani, Modern dan Sejahtera dapat terwujud,” paparnya.

Ketua TP-PKK Kota Batam sekaligus Wakil Gubernur Provinsi Kepri,Marlin Agustina Rudi menyampaikan melalui PKK ada kegiatan yang disinergikan dengan pemerintah. Kelompok PKK RW dapat bekerjasama dengan kelurahan untuk menyelenggarakan kegiatan ditingkat RT/RW.

“Tahun depan sebagai Ketua TP-PKK Kota Batam, akan dibuat kegiatan untuk tingkat tingkat kelurahan dan kecamatan. Kelompok PKK akan berkoordinasi dengan kelurahan dan kecamatan karena PKK ini merupakan pemberdayaan kesejahteraan keluarga,” tuturnya.

Diungkapkannya bahwa kelompok PKK memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Untuk itu Ia mengimbaunagar kader kelompok PKK aktif dalam tiap kegiatan yang dilaksanakan. Sehingga apa yang menjadi 10 program PKK dapat terlaksana dengan baik.

“Menjadi kader PKK ini adalah tugas mulia, karena kerjanya untuk kesejahteraan masyarakat. Untuk itu mati Kita bergandeng tangan, bersatu padu mendukung program pemerintah. Jangan mudah terpecah belah dan terprovokasi dengan berita yang belum diketahui kebenarannya,” pesannya.

Perwakilan Kader PKK RW 04 Tiban Baru, Fadillah mengucapkan terimakasih kepada Ketua TP-PKK Kota Batam, Marlin Agustina Rudi yang sudah memberikan suport sehingga dikukuhkannya Kelompok PKK RW Se Kecamatan Sekupang.

“Semoga kelompok PKK RW se Kecamatan Sekupang semakin maju. Kami siap belajar untuk kemajuan PKK Kota Batam,” ujarnya.

Redaksi@www.rasio.co//

Warga Papua Gelar Aksi 1 Desember di Jakarta dan Makassar

0

RASIO.CO, Jakarta – Lebih dari 70 orang Papua menggelar aksi peringatan 1 Desember 1961. Tanggal itu diyakini sebagai hari kemerdekaan orang Papua, sejalan dengan pengakuan kemerdekaan oleh pemerintahan Belanda pada 1961 silam.

Dikutip CNNIndonesia.com, ratusan orang Papua telah berkumpul di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS), Jakarta hari ini, Jumat (1/12) sejak pukul 9.00 WIB. Mereka berbaris sambil membawa poster berisi kritik dan tuntutan.

Beberapa poster itu bertuliskan ‘Tarik Militer Organik dan Non Organik dari Tanah West Papua’, ‘Hormati dan Lindungi Hak Ulayat Orang Papua’, ‘Tolak Pengembangan Blok Wabu’, ‘Hentikan Rasisme’ dan masih banyak lagi. Secara bergiliran mereka juga melakukan orasi di atas mobil komando. Salah satu orator membahas peringatan 1 Desember.

“Tepat 1 Desember, tanggal di mana bangsa Papua telah mendekalarasikan kemerdekaannya,” teriak orator. Kemudian disambut pekikakan, “merdeka” dari masa aksi.

Orator kemudian melanjutkan jika kemerdekaan tersebut tidak berjalan cukup lama. Sebab, adanya pencaplokan daerah kedaulatan West PapuaOrator juga mengatakan pemerintah I do esia masih diskriminatif. “Rasis dan diskriminatif terhadap rakyat Papua. ‘Mereka tidak akan mampu mengurus dirinya sendiri.’ Itu adalah pikiran rasis yang ditanamkan orde lama,” ujarnya.

Dari tahun tahun 1961 -2023, kata Orator, selalu terjadi pelanggaran HAM. Orang papua meninggal akibat pemembakan, pemukulan, pemerkosaan itu masih terjadi hingga saat ini.

“Eksploitasi SDA juga tidak peduli dengab hak orang papua. Tanah dirampas, SDA selalu dibawa ke Jakarta,” ucap orator.

Sekitar pukul 10.30 WIB, massa aksi melakukan long march ke depan Istana Kemerdekaan. Orasi terus berlanjut, disambut pekikan, “merdeka!”

Tegang di Makassar

Aksi peringatan 1 Desember turut digelar Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRIP-WP) di depan asrama mahasiswa Papua, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Makassar, Sulawesi Selatan. Aksi tersebut berlangsung dengan ketegangan dengan aparat kepolisian saat puluhan mahasiswa yang mendukung kemerdekaan Papua itu hendak melakukan aksi long march ke Monumen Pembebasan Irian Barat sambil menyanyikan lagu bintang kejora.

Polisi pun memblokade Jalan Lanto Daeng Pasewang agar mahasiswa Papua tidak melakukan aksi memperingati 1 Desember, sehingga mahasiswa pun berkumpul di depan asramanya sambil berorasi secara bergantian menuntut Papua merdeka dan Palestina merdeka.

“Papua seperti Palestina yang saat ini mengalami penjajahan. Maka itu, Palestina harus merdeka seperti Papua,” kata salah satu orator, Jumat (1/12).

Hingga saat ini aksi unjuk rasa mahasiswa Papua masih berlangsung dengan mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian sehingga kondisi di depan asrama mahasiswa Papua masih dalam situasi kondusif.

Inisiasi kemerdekaan Papua Barat diklaim telah mendapat pengakuan pemerintahan Belanda. Momentum pengakuan tersebut jatuh tepat pada 1 Desember 1961. Peristiwa itu kemudian dirayakan oleh masyarakat dengan berkumpul di kantor-kantor Hoofd van Plaatselijk (HPB) atau pemerintahan daerah untuk mengibarkan Bendera Papua Barat Bintang Kejora untuk pertama kalinya di samping Bendera Belanda.

Inisiasi kemerdekaan tersebut kemudian direspons cepat oleh Pemerintah Indonesia. Presiden saat itu, Soekarno, langsung mengeluarkan maklumat Tiga Komando Rakyat (Trikora) pada 19 Desember 1961 dengan menugaskan Mayor Jenderal Soeharto sebagai panglima dalam penyerangan terhadap Belanda dan pejuang kemerdekaan Papua Barat.

Upaya kemerdekaan Papua Barat kemudian terganjal oleh perjanjian New York Agreement pada 15 Agustus 1962. Menurutnya, perjanjian tersebut dibuat tanpa pelibatan masyarakat asli Papua.

***

Air Mati Lagi,  Pipa Patah Tertimpa Eskavator

0

RASIO.CO, Batam – Masyarakat batam harus siap-siap membeli air galon akibat air bersih SPAM Mati karena pipa pecah tertimpa eskavator.

Dua pipa induk berukuran 600 dan 300 pecah yang berlokasi di simpang Indomobil. Kamis(30/11) malam.

Menurut Direktur Badan Usaha SPAM BP Batam, Denny Tondano, Pipa tersebut patah akibat tertimpa alat berat saat terjadinya hujan dengan intensitas tinggi yang hampir merata di seluruh Kota Batam.

Ia mengatakan, kejadian itu bermula dari ekskavator yang berada diatas bukit, tumbang karena adanya pergeseran tanah. Sehingga menghantam dua pipa air yang berada dibawah.

“Setelah mendapatkan informasi pipa patah, kita langsung mendatangi lokasi,” ujarnya dalam siaran pers BP Batam.

Ia menjelaskan, perbaikan pipa yang patah akan dilakukan dengan mengevakuasi alat berat terlebih dahulu dan meratakan tanah disekitar lokasi untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan.

Selanjutnya, dilakukan pemotongan pipa yang lama dan kemudian menyambungkan dengan menggunakan socket.

“Pengerjaan sama seperti penyambungan pipa yang di depan Kongkow kemarin,” ujarnya.

Dengan adanya kejadian pipa patah tersebut, berdampak pada aliran air ke sejumlah wilayah. Mulai dari daerah Batu Ampar, Jodoh, Nagoya dan Bengkong.

Untuk estimasi pengerjaan, Denny belum bisa memastikannya. Hal ini tergantung dengan kondisi cuaca dalam beberapa hari kedepan.

“Perbaikan akan terus kita upayakan selama 24 jam, agar bisa diselesaikan dengan cepat,” katanya.

Untuk warga yang terdampak, pihaknya juga menyiagakan mobil tangki air bersih untuk pelanggan yang mengalami gangguan suplai air hingga 1×24 jam. Layanan ini dapat dikoordinir oleh Ketua RT/ RW/Kelurahan setempat.

Warga terdampak dapat menyampaikannya melalui layanan saluran resmi kepelangganan Air Batam Hilir.

“Kita juga mengimbau kepada warga yang terdampak bisa menghemat penggunaan air dalam beberapa waktu kedepan,” imbuhnya.
Redaksi@www.rasio.co //

Hakim Cabut Hak Politik Ricky Ham Pagawak 5 Tahun

0

RASIO.CO, Jakarta – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik Bupati Mamberamo Tengah nonaktif Ricky Ham Pagawak selama 5 tahun.

“Menjatuhkan pidana tambahan terhadap terdakwa berupa pencabutan hak untuk dipilih pada jabatan publik selama 5 tahun terhitung sejak terpidana menjalani pidana pokok,” kata Ketua Majelis Hakim, Jahoras Siringo Ringo dalam pembacaan amar putusannya, Kamis (30/11).

Dikutip cnnindonesia, Pidana utama yang dijatuhkan hakim kepada Ricky Ham Pagawak adalah hukuman 13 tahun penjara dan uang pengganti Rp 209 miliar. Kemudian majelis hakim juga menetapkan terdakwa, Ricky Ham Pagawak tetap ditaha.

Hakim pun memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK untuk mengembalikan sejumlah barang bukti dalam persidangan tersebut, termasuk barang bukti dari milik Brigita Purnawati Manohara.

“Barang bukti dari nomor 40 sampai 41 dirampas untuk negara, barang bukti nomor 56 dirampas untuk negara, barang bukti 208 dikembalikan kepada Brigita Purnawati Manohara,” sebutnya.

Sementara itu, jaksa KPK Prasetyo usai persidangan mengapresiasi putusan majelis hakim yang menjatuhkan vonis selama 13 tahun terhadap Ricky Ham Pagawak.

“Terkait dengan uang kami dakwakan Rp 211 miliar oleh majelis sebesar Rp 209 miliar, karena ada sekitar Rp 2 miliar lebih tidak diakomodir karena penerimaan pada saat Ricky dilantik menjadi bupati dan antara 2018 ada jedah sehingga majelis hakim tidak diakomodir, hanya pada saat Ricky Ham Pagawak menjabat sebagai Bupati Mamberamo Tengah,” kata Prasetyo.

Saat ini, jaksa KPK belum memutuskan untuk banding atau tidak alias masih pikir-pikir sambil menunggu langkah hukum dari pihak terdakwa, Ricky Ham Pagawak.

“Kita juga masih pikir-pikir dengan masa tenggang selama tujuh hari mulai besok,” ujarnya.

Sedangkan, penasehat hukum terdakwa Ricky Ham Pagawak, Petrus Pieter Ell mengatakan pihaknya masih pikir-pikir atas putusan tersebut sambil menunggu salinan putusan yang dibacakan oleh majelis hakim untuk dipelajari.

“Kita mengupayakan hukum, saat ini kita masih pikir-pikir sambil menunggu salinan putusan. Kita akan pelajari setelah ada kutipan hukum,” kata Petrus usai persidangan.

Menurut Petrus bahwa majelis hakim tidak mempertimbangkan beberapa fakta persidangan, termasuk ada jedah waktu antara tanggal 25 Maret hingga 24 Desember 2018 lalu.

Kala itu Ricky Ham Pagawak tidak menjabat sebagai Bupati Mamberamo Tengah. Menurutnya itu fatal lantaran majelis hakim tidak mempertimbangkan hal tersebut.

“Penerimaan pada waktu itu tidak muncul dalam pertimbangan majelis hakim. Hakim hanya mengambil utuh 2013 sampai 2022, ternyata dalam waktu ada jedah terdakwa ini bukan sebagai penyelenggara negara. Itu fatal, mungkin tulisannya jelek sehingga tidak terbaca. Nanti kita lihat setelah salinannya,” kata dia.

***

Rudi dan Marlin Serahkan Bantuan Sembako untuk KPM PKH Hinterland

0

RASIO.CO, Batam – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, bersama Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina, menyerahkan bantuan sembako untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di hinterland, Kamis (30/11).

Total, ada 535 paket sembako yang diberikan kepada KPM PKH di Pulau Ngenang, Karas, Subang Mas, dan Air Raja tersebut. Pemberian sembako di empat kelurahan tersebut sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Batam kepada masyarakat dan upaya mengendalikan inflasi daerah.

“Pemberian sembako akan rutin diberikan ke masyarakat, semoga bantuan ini bisa meringankan beban dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Wali Kota Batam.

Rudi berharap, bantuan tersebut terus berlanjut demi menyejahterakan masyarakat. Untuk itu, Rudi mengajak masyarakat terus kompak mendukung program pemerintah, salah satunya pembangunan infrastuktur.

“Dengan pembangunan yang dilakukan, akan ada peningkatan ekonomi dan pendapatan asli daerah. Dengan begitu, anggaran untuk memberikan bantuan ke masyarakat terus meningkat,” ujarnya.

Di kesempatan itu, Rudi memaparkan sejumlah pembangunan di Batam. Pembangunan di Batam tak hanya dilakukan di perkotaan saja, melainkan hingga ke pulau-pulau.

“Jaga terus kekompakan demi percepatan pembangunan Kota Batam,” ajak Rudi.

Di lokasi sama, Wakil Gubernur Kepri mengapresiasi dan mendukung kegiatan pemberian sembako di berbagai pulau yang ada di Kota Batam. Selain pembangunan, Wali Kota Batam juga turut memperhartikan masyarakat. Hal ini sebagai tanggung jawab pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat.

“Saya juga berterima kasih untuk Pemerintah Kota Batam yang terus menggelar pembagian sembako untuk masyarakat, dan saya terus mendukung kegiatan ini untuk kesejahtraan tiap keluarga,” kata Marlin.

Redaksi@www.rasio.co//

Tutup Kegiatan Pelatihan Disnaker, Rudi Ajak Peserta Membangun Batam Bersama

0

RASIO.CO, Batam – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi secara resmi menutup pelatihan berdasarkan unit kompetensi dan pengukuran produktivitas tingkat Kota Batam tahun anggaran 2023 di Harmoni One Hotel, Kamis (30/11).

Pelatihan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam digelar bagi masyarakat Kota Batam baik yang sedang mencari kerja maupun yang sudah bekerja.

Pelatihan diadakan untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas para pencari kerja dan pekerja. Pelatihan telah dilaksanakan sejak bulan Mei hingga November yang diikuti oleh 1.710 peserta dengan melibatkan beberapa Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat secara simbolis.

Kegiatan ini disambut positif para peserta, beberapa diantaranya mengaku mendapatkan pekerjaan setelah mengikuti pelatihan.

“Saya sangat merasakan manfaat yang luar biasa, setelah menyelesaikan pelatihan dan bermodalkan sertifikat LPK, saya sudah dipanggil untuk tes kerja di kabil,” ucap salah satu peserta pelatihan.

Rudi mengungkapkan keahlian menjadi tonggak utama suatu daerah agar dapat berjalan. Pelatihan menjadi wadah bagi para peserta untuk menggali potensi yang dimiliki masing-masing individu. Dengan pelatihan peserta mendapatkan sertifikat yang dapat menjadi bukti keahlian yang dimiliki.

“Tak perlu khawatir jika ke Batam, tidak ada kerja yang paling penting kompetensi nomor satu. Sertifikat itu menjadi bukti bahwa kalian memiliki kompetensi yang memang dikuasai,” jelasnya.

Angka pengangguran menurun tiap tahun menjadi tujuan utama Pemko Batam. Dengan itu, Wali Kota Batam mendorong disnaker serta LPK agar mengambil langkah yang signifikan. Selain itu, Rudi mengajak peserta untuk membangun Kota Batam dengan berbagai keahlian yang dimiliki.

“Tanggung Jawab Kota Batam bukan hanya di tangan saya saja, tapi di tangan kita semua,” pungkasnya.

Redaksi@www.rasio.co//

Pipa Saluran Air Patah Tertimpa Ekskavator, Perbaikan Pipa Dikebut

0

RASIO.CO, Batam – Dua pipa saluran air berukuran 600 dan 300 di Simpang Indomobil mengalami patah, Kamis (30/11) malam.

Pipa tersebut patah akibat tertimpa alat berat saat terjadinya hujan dengan intensitas tinggi yang hampir merata di seluruh Kota Batam.

Direktur Badan Usaha SPAM BP Batam, Denny Tondano mengatakan, kejadian itu bermula dari ekskavator yang berada diatas bukit, tumbang karena adanya pergeseran tanah. Sehingga menghantam dua pipa air yang berada dibawah.

“Setelah mendapatkan informasi pipa patah, kita langsung mendatangi lokasi,” ujarnya, Jumat (1/12).

Ia menjelaskan, perbaikan pipa yang patah akan dilakukan dengan mengevakuasi alat berat terlebih dahulu dan meratakan tanah disekitar lokasi untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan. Selanjutnya, dilakukan pemotongan pipa yang lama dan kemudian menyambungkan dengan menggunakan socket.

“Pengerjaan sama seperti penyambungan pipa yang di depan Kongkow kemarin,” ujarnya.

Dengan adanya kejadian pipa patah tersebut, berdampak pada aliran air ke sejumlah wilayah. Mulai dari daerah Batu Ampar, Jodoh, Nagoya dan Bengkong. Untuk estimasi pengerjaan, Denny belum bisa memastikannya. Hal ini tergantung dengan kondisi cuaca dalam beberapa hari kedepan.

“Perbaikan akan terus kita upayakan selama 24 jam, agar bisa diselesaikan dengan cepat,” katanya.

Untuk warga yang terdampak, pihaknya juga menyiagakan mobil tangki air bersih untuk pelanggan yang mengalami gangguan suplai air hingga 1×24 jam. Layanan ini dapat dikoordinir oleh Ketua RT/ RW/Kelurahan setempat. Warga terdampak dapat menyampaikannya melalui layanan saluran resmi kepelangganan Air Batam Hilir.

“Kita juga mengimbau kepada warga yang terdampak bisa menghemat penggunaan air dalam beberapa waktu kedepan,” imbuhnya.

Redaksi@www.rasio.co//

Bawaslu Lingga Gelar Sosialisasi Fasilitasi Penanganan Pelanggaran Tahapan Kampanye Pemilu

0

RASIO.CO, Lingga – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lingga gelar sosialisasi Fasilitasi Penanganan Pelanggaran Tahapan Kampanye Pemilihan Umum. Bertempat di Kedai Syukron. Jl. Garuda Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepri. Kamis (30/11/2023), pagi.

Sosialisasi ini dilaksanakan dengan telah dimulainya tahapan kampanye Pemilu Calon Presiden dan Wakil Presiden, Anggota DPD, Anggota DPRD Provinsi, dan Anggota DPRD Kabupaten/Kota Pemilu tahun 2024.

Kegiatan ini dengan Narasumber Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lingga, Ardi Aulia, ST dan Kasat Reskrim Polres Lingga. AKP Idris, S.E. Sy.,M.H.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Zamroni yang mewakili Ketua Bawaslu Lingga menyampaikan, Bawaslu Lingga mengadakan sosialisasi kepada peserta pemilu dan masyarakat terkait dengan fasilitasi kampanye yang sehat dan baik. Bawaslu berharap kepada semua peserta pemilu agar mematuhi semua tata cara kampanye sesuai dengan perundang-undangan.

“Jadi kita mengharapkan peserta pemilu bisa berkampanye seluas-luasnya dan kami memberi kesempatan untuk menawarkan diri kepada masyarakat bagi para calon legislatif dan sebagainya. Namun dengan catatan tidak melanggar peraturan perundang-undangan,” kata Zamroni saat ditemui usai kegiatan.

Untuk Kabupaten Lingga, jelas Zamroni, sampai saat ini belum ada yang memberitahukan kepada Bawaslu untuk melakukan kampanye dan sebagainya. Namun Bawaslu sudah dapat info untuk seminggu ke depan akan mulai ada kampanye pertemuan terbatas dan tatap muka.

Kegiatan sosialisasi ini, lanjut Zamroni, di hadiri peserta Pemilu yaitu para caleg partai politik, juga tokoh masyarakat, ASN dan teman-teman yang mewakili sekolah yang ada di Singkep. Hingga ditetapkan untuk kampanye sampai saat ini di Kabupaten Lingga belum ada laporan maupun temuan yang terkait dengan pelanggaran Pemilu.

“Kita berharap jika ada warga atau masyarakat melihat atau menemukan dugaan pelanggaran maka masyarakat bisa langsung datang ke kantor Bawaslu Kabupaten Lingga. maupun di kantor panwascam yang ada di setiap Kecamatan atau pun bisa dilakukan melalui medsos Bawaslu,” imbuhnya.

Hadir dalam kegiatan sosualisasi Bawaslu Lingga, Ketua Partai Politik, Kasat Reskrim Polres Lingga, Kasat Pol PP dan Pemadam Kebakaran beserta anggota, Camat Singkep, Perwakilian dari Kepala SLTA yang ada di Singkep, Lurah, Kades, Ketua PCNU Lingga, Ketua MUI Lingga, Perwakilan Ketua Media, Ketua dan Anggota Panwaslu Kecamatan Singkep, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di Kecamatan Singkep.

Puspan

DPRD Melalui Pansus Tinjau PDAM Tirta Lingga

0

RASIO.CO, Lingga – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga melalui Panitia Khusus (Pansus) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) turun langsung meninjau kondisi Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Lingga. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap sejumlah

Anggota Pansus PDAM yang terdiri dari Yanuar, Said Trizwanda, Alpio Diaz dan juga turut hadir anggota diluar Pansus yaitu Simarito.

Usai meninjau dilapangan, Yanuar didampingi Said Trizwanda mengatakan, kalau sebelumnya pihaknya telah melakukan proses pembuatan Perda terkait permasalahan PDAM ini.

“Kami dari anggota DPRD Lingga khususnya dari Pansus PDAM baru saja melakukan proses pembuatan Perda. dan kami sudah melakukan study banding di wilayah PDAM, dan bersama tim kami turun langsung untuk meninjau apa yang menjadi persoalannya,” kata Yanuar kepada media.

Selain musim kemarau, jelas Yanuar, salah satu faktor lainnya tidak maksimalnya suplay air kepada masyarakat, dan ini terkait juga dengan keberadaan perpipaan yang ada. Banyak pipa yang bocor dan dilakukan perbaikan. Untuk tahun 2024 akan dibangun pipa yang baru.

“Dengan melihat proses yang ada, sebanyak 65 persen dari pengaduan dinilai kurang maksimal, tetapi masyarakat mungkin banyak yang tidak mengetahui apa yang menjadi persoalannya. Dengan turun langsung persoalan pertamanya adalah bagaimana pendistribusian air dengan kondisi yang saat itu masih kemarau dan saat ini telah membaik, kemudian proses perpipaan yang keberadaannya sejak tahun 1971 namun belum ada diganti hingga saat ini,” terangnya.

Pemerintah daerah, lanjut Yanuar, khususnya Bupati Lingga bersama beberapa pihak terkait lainnya telah melakukan perbaikan. Selain itu, pemerintah daerah telah bekerjasama dengan pihak PDAM, legislatif, Balai Wilayah Sungai (BWS) melalui dana APBN dan APBD, mudah- mudahan tahun 2024 nanti bisa terjawab.

“Tahun 2023 ini pihak BWS serta pemerintah daerah telah membangun dan dalam proses perbaikan-perbaikan terkait PDAM itu sendiri. Mudah-mudahan kedepannya PDAM mampu memberikan pelayanan yang lebih maksimal lagi,” paparnya.

Saat ini, tambah Yanuar, pihak PDAM juga membutuhkan penyertaan modal. Untuk itu juga diperlukan Perda terkait penyertaan modal ini dan diusahakan akan diselesaikan pada tahun ini. Dan untuk tahun 2024 dan 2025 nanti pemerintah sudah boleh untuk penyertaan modal.

“Sejauh ini penyertaan modal sebatas dalam bentuk aset. Sedangkan untuk jumlah pelanggan saat ini sudah mencapai angka sekitar enam ribu. Ia juga mengingatkan untuk selalu melestarikan alam yang ada,” tutupnya.

Puspan

Bupati Bersama Ketua Dekranasda Lingga Kunjungi Rumah Tenun

0

RASIO.CO, Lingga (Advetorial) – Kunjungan Bupati Lingga Muhammad Nizar didampingi Maratusholiha yang juga merupakan Ketua Dekranasda ke Rumah Tenun Lingga, merupakan momen yang istimewa dan menjadi bukti bahwa pemerintah daerah sangat memperhatikan industri tenun sebagai bagian dari warisan budaya. pada Kamis, 30 November 2023.

Rumah Tenun Lingga telah diresmikan pada Peringatan Hari Jadi Kabupaten Lingga yang berlokasi di Komplek Istana Damnah Daik Lingga. Lokasinya sangat strategis karena berada di depan Kantor Dinas Kebudayaan Lingga.

Selama kunjungan tersebut, Bupati Nizar dan Maratusholiha tidak hanya sekedar melihat, namun turut serta dalam aktivitas pemintalan benang dan menenun kain tradisional, khususnya telepuk dan songket yang telah ada semenjak zaman kesultanan.

“Kunjungan ini menjadi momen spesial bagi pasangan suami istri tersebut untuk mengapresiasi proses pembuatan kain tradisional yang menjadi salah satu kekayaan budaya Lingga,” kata Bupati Lingga.

Bupati Nizar menekankan pentingnya pelestarian dan pengembangan industri tenun tradisional. Menenun bukanlah sekedar aktivitas untuk menghasilkan kain, tapi juga tentang melestarikan budaya dan meningkatkan kesejahteraan para penenun.

Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Kebudayaan telah memberikan dukungan dan bekerjasama dengan perajin tenun lokal untuk mempertahankan produksi tenun tradisional dan meningkatkan kualitasnya.

“Pelestarian industri tenun tradisional adalah hal yang sangat penting karena hal ini merupakan bagian dari warisan budaya yang harus dilestarikan dan dikembangkan. Para penenun harus memprioritaskan kualitas dari hasil kerja mereka,” ungkap Bupati Lingga.

Selain itu, dukungan pemerintah dalam hal pengembangan ketrampilan dan promosi produk tenun tradisional juga sangat diperlukan untuk meningkatkan daya saing pasar.

Keberhasilan pelestarian dan pengembangan industri tenun tradisional di Kabupaten Lingga sangat bergantung pada kesadaran masyarakat akan nilai-nilai tradisional.

Penting untuk melestarikan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun, dan hal ini harus dimulai dari upaya dalam membangkitkan minat masyarakat dalam industri tenun.

“Kreativitas dan inovasi juga dibutuhkan dalam mengembangkan produk-produk tenun agar tetap relevan dan diminati.

Di akhir kunjungan, Maratusholiha Nizar menanam bunga melati di halaman Rumah Tenun Lingga sebagai simbol harapan dan dukungan untuk berkembangnya Rumah Tenun Lingga sebagai pusat kebudayaan dan ekonomi kreatif di Kabupaten Lingga.

“Diharapkan, keberhasilan Rumah Tenun Lingga dalam melestarikan kekayaan budaya akan memberikan pengaruh positif dalam meningkatkan perekonomian warga dan mengembangkan potensi-potensi daerah di Kabupaten Lingga,” kata Maratusholiha Nizar.

***